Industri kimia
merupakan turunan dari industri minyak dan gas (migas) yang juga
memiliki peranan penting terhadap sektor industri manufaktur di
Indonesia. Seperti industri baja, industri kimia juga merupakan induk
industri hilir seperti plastik, kemasan fleksibel, tinta, peralatan, dan
penunjang industri elektronik serta otomotif.
Untuk mengetahui database industri kimia,
duniaindustri.com memiliki sedikitnya
enam data dan riset khusus di industri ini. Simak ulasannya, berikut ini:
1)
Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast)
2)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
3)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
4)
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
5)
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
6)
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Mari kita lihat detailnya:
A)
Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast) dirilis awal Agustus 2017 menampilkan
data riset, tren pasar, pertumbuhan volume pasar (market size),
nilai pasar (market value), dan potensi pasar industri tinta cetak
(printing ink) di Indonesia periode 2008-2020. Disajikan dalam tabel,
grafis, dan tabulasi data yang menarik, riset spesifik ini diharapkan
menjadi acuan pertumbuhan bisnis pemain industri tinta cetak (printing
ink) serta stakeholders terkait lainnya.
Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast) ini dimulai dengan menampilkan fokus dari
riset eksklusif
industri tinta cetak (printing ink) dan metode yang digunakan (halaman
2). Tren perkembangan pasar tinta cetak untuk pasar secara umum (overall
market) periode 2008-2020 disajikan dalam bagan tabel yang menarik,
berisi volume pasar overall market, produksi lokal, dan impor, serta
pertumbuhannya pada halaman 3-6.
Selanjutnya,
data dan riset eksklusif ini
menampilkan tren perkembangan pasar tinta cetak per tipe produk (2
type) periode 2008-2020 disajikan dalam bagan tabel yang menarik, berisi
volume pasar overall market, produksi lokal, dan impor, serta
pertumbuhannya pada halaman 7-10. Berlanjut ke halaman 11-18,
ditampilkan tren perkembangan pasar tinta cetak per tipe produk (2 type)
per segmen (8 segment) periode 2008-2020 disajikan dalam bagan tabel
yang menarik, berisi volume pasar overall market, produksi lokal, dan
impor, serta pertumbuhannya.
Kemudian ditampilkan tren
perkembangan pasar tinta cetak per warna (2 warna) periode 2008-2020
disajikan dalam bagan tabel yang menarik, berisi volume pasar overall
market, produksi lokal, dan impor, serta pertumbuhannya pada halaman
19-22. Dari data-data yang disajikan pada halaman pendahulu, pada
halaman 23-24 dipaparkan pointers analisis tren pertumbuhan dan forecast
market tinta cetak (printing ink) di Indonesia, difaktorkan
(disesuaikan) dengan pertumbuhan industri hilir seperti industri kemasan
fast moving consumer goods, industri percetakan (publishing) dan
sentimen ekonomi makro.
Masuk ke pembahasan selanjutnya, tim
Duniaindustri.com
membuat riset independen terkait komparasi nilai pasar (market value)
industri tinta cetak di Indonesia dengan pasar global (global market).
Pada halaman 25-31, ditampilkan tren perkembangan nilai pasar (market
value) tinta cetak local market vs global market periode 2008-2020
disajikan dalam tabel yang menarik, berisi market value local overall
market (dalam US$), market value local overall market (dalam Rp),
pertumbuhan, dan kurs nilai mata uang tahun tersebut. Data tersebut
kemudian dikomparasi dengan tren pertumbuhan industri tinta cetak di
Indonesia dengan pasar global (global market) periode 2008-2020.
Tidak hanya itu, tim
Duniaindustri.com
membuat riset independen terkait tren permintaan (demand) industri
tinta cetak (printing ink) di Indonesia periode 2008-2020, berisi tabel
perkembangan volume demand beserta pertumbuhannya disertai analisis,
grafis, dan chart pada halaman 32-37.
Data dan riset eksklusif
di atas didukung dengan data primer dan data sekunder yang memadai
sebagaimana terlihat pada halaman 38-51. Pada halaman 39-49 ditampilkan
data impor untuk produk tinta cetak (printing ink) per negara per
periode 2010-Februari 2017. Dan pada halaman 50-51, disajikan tabel dan
chart data pendukung primer yakni volume penjualan dan nilai penjualan
salah satu market leader di industri tinta cetak (printing ink) periode
2012-2016.
Riset eksklusif ini
juga diperkuat dengan tren pertumbuhan ekonomi global, negara maju, dan
negara berkembang periode 2008-2022F (halaman 52), tabel proyeksi
pertumbuhan ekonomi global, negara maju, dan negara berkembang
2015-2018F (halaman 53), tren perkembangan perdagangan global periode
2013-2018F (halaman 54).
Highlight makro ekonomi
Indonesia, meliputi pertumbuhan ekonomi (PDB) 2015-2017F per kuartal,
tren inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, dan lifting gas
(halaman 55). Disusul grafis menarik tren perkembangan nilai mata uang
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat periode 2011-2017 (halaman 56),
proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia dan ASEAN 2014-2019F (halaman 57),
tren pergerakan ekonomi dan perdagangan di negara maju dan negara
berkembang (halaman 58), grafis peta dunia berisi risiko dan tantangan
perekonomian global 2018 (halaman 59).
Untuk data
pendukung ekonomi Indonesia, Data dan riset eksklusif ini menampilkan
target ekonomi makro 2018 beserta proyeksi pertumbuhan per sektor
(halaman 60), katalis pertumbuhan per sektor pada 2018 (untuk sektor
pertanian, pertambangan, industri, listrik, konstruksi, perdagangan,
informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan) pada halaman 61-62.
Ditambah lagi target pertumbuhan ekonomi per wilayah, tingkat kemiskinan
per wilayah, dan tingkat pengangguran terbuka per wilayah (halaman 63),
penopang ekonomi makro Indonesia 2015-2017 (halaman 64), serta
komparasi pergerakan mata uang rupiah terhadap kompetitor (halaman 65),
dan tren inflasi per kuartal periode 2015-2017 (halaman 66).
Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast) sebanyak 67 halaman ini berasal dari riset eksklusif
duniaindustri.com, didukung data penunjang dari Kementerian Perindustrian, BPS, IMF dan Bank Dunia, dan
perusahaan market leader industri tinta cetak (printing ink) di Indonesia.
Indeks data industri merupakan fitur terbaru di
duniaindustri.com
yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh
data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users
melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik
checkout, dan isi form.
Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada
duniaindustri.com.
Khusus untuk pembelian data ini, user tidak hanya memperoleh file
softcopy, tapi juga print eksklusif (1 eksemplar – kertas hardcopy art
carton 150 miligram) seharga Rp 250.000,- free ongkir pengiriman.(*)
Sumber:
klik di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 140 database, klik di sini
B)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
ini dirilis Januari 2017 menampilkan data, outlook, proyeksi, dan tren
industri petrokimia di Indonesia. Dengan penyajian yang cukup apik dan
menarik, data ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan bisnis
petrokimia di negeri ini.
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
ini dimulai dengan pemaparan outlook ekonomi Indonesia 2017 pada
halaman 2-4. Perekonomian Indonesia pada 2017 diestimasi tumbuh 5,1%
dengan sejumlah tantangan baik dari dalam maupun luar negeri seperti
kesenjangan infrastruktur antar daerah serta perlambatan perekonomian
China.
Pada halaman 5, ditampilkan tren pertumbuhan
ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama
seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas. Pada
halaman 6 ditampilkan proyeksi indeks harga energi periode 2010-2020
serta pertumbuhan ekonomi negara-negara utama di dunia.
Berlanjut
pada industri petrokimia, pada halaman 7 dijabarkan definisi industri
petrokimia beserta tiga kelompok utama. Pada halaman 8 ditampilkan
pemain-pemain utama di industri petrokimia nasional, antara lain PT
Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Trans Pacific Petrochemical
Indotama (TPPI), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT
Kaltim Methanol Industri, dan PT Kaltim Pasifik Amoniak.
Masuk
ke pembahasan lebih detail, pada halaman 9-12 dipaparkan riset tentang
tren harga ethylene dan selisih harga dengan naptha, begitu juga dengan
polyolefins dengan bahan baku, butadiene dengan naptha, serta styrene
dengan bahan baku periode 2009-2021. Data tersebut dilengkapi dengan
tren harga ethylene dan propylene, polyethylene dan polypropylene, serta
styrene monomer dan butadiene periode 2015-2016 pada halaman 13-15.
Pada
halaman 16, ditampilkan tabel komposisi market share pemimpin pasar
(market leader) di produk ethylene, polyethylene, polypropylene, serta
styrene monomer. Data tersebut dilengkapi dengan
top 10 produsen polyolefin terbesar di ASEAN beserta kapasitas produksinya pada halaman 17.
Pada
halaman 18, ditampilkan tren produksi industri petrokimia hulu olefin,
yakni ethylene, propylene, butadiene, benzene, toluene, xylene, ammonia,
methanol, periode 2009-2016F (mencakup produksi, ekspor, dan impor).
Tidak ketinggalan data konsumsi dan impor produk petrokimia hulu olefin
sejak 2009-2015 pada halaman 20. Juga ditampilkan tren supply-demand
(pasokan-permintaan) produk petrokimia aromatik, meliputi benzen,
p-xylene, o-xylene, cyclohexene, toluen, alkylbenzene, phtalic
anhydride, caprolactam, benzoat acid, purified terephtalic acid periode
2011-2015 pada halaman 19.
Ikut ditampilkan tren
pasokan-permintaan produk hulu petrokimia 2015-2019, di mana sepanjang
waktu tersebut Indonesia diperkirakan kekurangan pasokan ethylene dalam
jumlah cukup besar (halaman 21). Pada 2013, kekurangan pasokan
(shortage) ethyelene sudah lebih dari maksimum kapasitas industri dalam
negeri dan pada 2019 shortage diperkirakan mencapai 1,5 kali dari
kapasitas nasional. Sementara untuk propylene, kekurangan pasokan masih
dalam jumlah yang relatif kecil. Kekurangan pasokan propylene pada 2019
diperkirakan mendekati 200 ribu ton.
Secara khusus,
dalam data ini dibedah market intelligent terkait kinerja produksi,
utilisasi, dan keuangan produsen petrokimia terbesar di Indonesia pada
halaman 23-39.
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
sebanyak 40 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian,
Asosiasi Industri Olefin dan Aromatik Indonesia (INAPLAS), sejumlah
perusahaan petrokimia nasional, dan diolah
duniaindustri.com. Indeks database industri merupakan fitur terbaru di
duniaindustri.com
yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh
data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users
melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik
checkout, dan isi form.
Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada
duniaindustri.com.(*)
C)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai). Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik ini menampilkan riset eksklusif, analisis, dan data industri kemasan plastik (packaging) di Indonesia mulai dari definisi kemasan plastik, pertumbuhan pasar kemasan plastik, nilai pasar (market size) industri kemasan plastik, keseimbangan produksi (supply) dan permintaan (demand), serta analisis rencana penerapan cukai kemasan plastik dan dampaknya terhadap produsen.
Riset ini dimulai dengan highlights ekonomi nasional, konsep dan defisini industri kemasan plastik, serta segmentasi industri petrokimia hulu-hilir (halaman 2-5). Kemudian di halaman 6 ditampilkan chart (tabel) pertumbuhan nilai pasar (market size) industri plastik, volume penjualan dan pertumbuhan periode 2013-2015. Dari tren penjualan tersebut, 65% di antaranya khusus kemasan plastik dan 35% alat rumah tangga, pipa, furnitur, elektronik, bagian kendaraan dari plastik. (halaman 6)
Pada halaman 7 diulas secara khusus tentang volume penjualan, market size, dan pertumbuhan industri kemasan plastik periode 2013-2015. Tren pertumbuhan cenderung melambat dalam tiga tahun terakhir terpengaruh perlambatan ekonomi global serta sentimen pelemahan harga komoditas terutama minyak mentah.
Pada halaman 8-10, ditampilkan perbandingan produksi dan kebutuhan pasar produk-produk petrokimia hulu-hilir periode 2009-2015. Pada halaman 11-16, duniaindustri.com membuat riset eksklusif terkait rencana pemerintah menerapkan cukai kemasan plastik, mulai dari konsep cukai, peta permasalahan di industri ini. Riset tersebut dilanjutkan pada halaman 17 dengan metode sampling produsen-produsen kemasan plastik terbesar di Indonesia.
Pada halaman 18-30, duniaindustri.com mencoba menganalisis dampak rencana penerapan cukai kemasan plastik terhadap struktur biaya produksi industri kemasan plastik nasional. Caranya, duniaindustri.com membuat sampling struktur biaya produksi perusahaan kemasan plastik yang disesuaikan dengan estimasi dan asumsi cukai kemasan plastik. Metode itu dibandingkan dengan penerapan cukai di industri rokok yang telah lebih dahulu berjalan.
Riset eksklusif sebanyak 33 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Industri Olefin dan Aromatik Indonesia (INAPLAS), sejumlah perusahaan kemasan plastik nasional, dan diolah duniaindustri.com. Indeks database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

D)
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
ini menampilkan pemain-pemain utama di industri petrokimia nasional,
antara lain PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Trans Pacific
Petrochemical Indotama (TPPI), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama
(TPPI), PT Kaltim Methanol Industri, dan PT Kaltim Pasifik Amoniak.
Selain itu, ditampilkan tren produksi industri petrokimia hulu olefin,
yakni ethylene, propylene, butadiene, benzene, toluene, xylene, ammonia,
methanol, periode 2009-2016F (mencakup produksi, ekspor, dan impor).
Tidak ketinggalan data konsumsi dan impor produk petrokimia hulu olefin
sejak 2009-2015.
Juga ditampilkan tren supply-demand
(pasokan-permintaan) produk petrokimia aromatik, meliputi benzen,
p-xylene, o-xylene, cyclohexene, toluen, alkylbenzene, phtalic
anhydride, caprolactam, benzoat acid, purified terephtalic acid periode
2011-2015.
Ikut ditampilkan tren pasokan-permintaan
produk hulu petrokimia 2015-2019, di mana sepanjang waktu tersebut
Indonesia diperkirakan kekurangan pasokan ethylene dalam jumlah cukup
besar. Pada 2013, kekurangan pasokan (shortage) ethyelene sudah lebih
dari maksimum kapasitas industri dalam negeri dan pada 2019 shortage
diperkirakan mencapai 1,5 kali dari kapasitas nasional. Sementara untuk
propylene, kekurangan pasokan masih dalam jumlah yang relatif kecil.
Kekurangan pasokan propylene pada 2019 diperkirakan mendekati 200 ribu
ton.
Secara khusus, dalam data ini dibedah kinerja
produksi, utilisasi, dan keuangan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
(TPIA) sebagai produsen petrokimia terbesar di Indonesia dan acuan
kinerja produksi dan utilisasi dari industri petrokimia nasional. Pada
2011, utilisasi produksi ethylene mencapai 78%, dan cenderung naik di
tahun-tahun berikutnya: 89% (2012), 99% (2013), 94% (2014), dan 74%
(2015). Chandra Asri juga telah merampungkan ekspansi cracker untuk
meningkatkan produksi ethylene hingga 43% menjadi 860 ribu ton per
tahun.
Di samping itu, ikut ditampilkan
data tren dan proyeksi harga ethylene serta naptha periode 2008-2021.
Data
sebanyak 22 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian,
Asosiasi Industri Olefin dan Aromatik Indonesia (INAPLAS), sejumlah
perusahaan petrokimia nasional, dan diolah
duniaindustri.com.
Download database industri merupakan fitur terbaru di
duniaindustri.com
yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh
data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users
melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik
checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan
validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda
kepada duniaindustri.com.(*)
C)
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh
informasi mengenai industri oli pelumas di Indonesia, mencakup
highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak
1998-2016, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal,
perkembangan investasi atau ekspansi baru, ukuran pasar (market size)
industri oli pelumas, hingga pangsa pasar pemain lokal dan perusahaan
internasional (multi national company/MNC), serta prospek dan tantangan
industi ini ke depan.
Data
ini dimulai dengan menampilkan highlights perkembangan industri ini
sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016. (halaman 2-5) PT Pertamina
Lubricants–anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis pelumas–pernah
menguasai pangsa pasar oli nasional sebesar 90% sebelum 1997. Pada masa
itu, penjualan oli masih diatur oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor
18 tahun 1988 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas Serta Penanganan
Oli Bekas yang memberikan hak monopoli kepada Pertamina. Namun, hak
monopoli tersebut kemudian dicabut melalui Keppres 21 tahun 2001 tentang
Pelayanan Penyediaan Pelumas, yang memperbolehkan adanya pemain baru di
pasar pelumas.
Di halaman 6-9,
duniaindustri.com
secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli
pelumas di Indonesia. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart
(infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini.
Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan
2015. Tidak ketinggalan ditampilkan estimasi penjualan oli pelumas
masing-masing pemain disertai pangsa pasarnya.
Pada halaman 10-14,
duniaindustri.com
secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di
industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru
investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.
Di
halaman 15 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas
di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan
(ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 16, ditampilkan
tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta
pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data ini
dilengkapi penetrasi populasi otomotif (motor dan mobil) di Indonesia
yang menjadi konsumen terbesar oli pelumas. Di halaman 18, ditampilkan
prospek (peluang) dan kendala di industri oli pelumas di Indonesia.
Data dan analisis industri oli pelumas
sebanyak 19 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, BPS,
WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, dan sejumlah perusahaan oli
pelumas di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri
merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan
data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk
pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai
prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form.
Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang
disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.
D)
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
ini menampilkan perbandingan pasokan dan permintaan produk petrokimia
mencakup PE, PP, PS, PVC, PET periode 2009-2015. Selain itu, struktur
industri petrokimia yang belum terintegrasi dan produk yang masih
tergantung impor. Kebutuhan investasi untuk memenuhi kebutuhan produk
petrokimia. Ditampilkan juga proyek-proyek investasi baru di industri
petrokimia nasional. Di industri logam dasar, data ini menampilkan 14
sumberdaya mineral dan cadangannya di Indonesia mencakup tembaga,
bauksit, nikel, pasir besi, mangan, emas, perak, seng, dan timah.
Berbagai investasi baru di industri berbasis mineral juga ditampilkan
dalam data ini. (*)
Sumber:
di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 140 database, klik di sini