Senin, 08 Juni 2020

Memburu Modal Kerja, Sinyal Positif bagi Sektor Keuangan

Seiring momentum akselerasi pemulihan iklim usaha di Indonesia pasca pandemi Covid-19, titik fokus saat ini justru terletak pada lonjakan kebutuhan modal kerja bagi sektor industri. Geliat bisnis yang mulai bergerak pasca pandemi serta usainya momentum Lebaran 2020 membawa aura positif di sektor industri.

Tim Duniaindustri.com menilai saat ini para pelaku bisnis, baik skala besar, menengah, kecil, dan mikro, mulai bangkit diiringi dengan peningkatan kebutuhan modal kerja. Hal itu menjadi salah satu kunci penting dalam adopsi strategi pemulihan cepat (fast recovery strategy) pasca pandemi Covid-19. Pemulihan iklim bisnis diyakini dapat mendongkrak permintaan pasar (market demand) seiring gencarnya promosi dan gimmick yang ditawarkan.

Lonjakan kebutuhan modal kerja untuk pemulihan sektor industri akan mengirimkan sinyal positif bagi pelaku industri keuangan, terutama perbankan, lembaga keuangan, investor, dan private equity. Kondisi ini menandakan transmisi ekonomi mulai bergerak dari sektor riil ke sektor keuangan dan menciptakan dampak berantai yang positif bagi perekonomian nasional.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga telah meminta Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan memberikan stimulus modal kerja Rp 625,107 triliun. Stimulus ini dibutuhkan dunia usaha yang mengalami defisit cash flow akibat wabah virus corona.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani, mengatakan bahwa wabah Covid-19 telah mengakibatkan dunia usaha mengalami defisit cash flow. "Diharapkan pemerintah bersama OJK memberikan stimulus terkait modal kerja," kata Hariyadi dalam diskusi online "Menjaga Kinerja Sektor Industri Selama Pandemi Covid-19" di Jakarta, akhir pekan lalu.

Apindo mengusulkan stimulus modal kerja yang diberikan pemerintah bersama OJK kepada dunia usaha mencapai Rp 625,107 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari stimulus untuk sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) sebesar Rp 283,1 triliun. Disusul stimulus untuk sektor makanan dan minuman sebesar Rp 200 triliun. Ditambah lagi dengan stimulus untuk sektor alas kaki Rp 99 triliun. Kemudian stimulus untuk sektor hotel dan restoran sebesar Rp 42,6 triliun. "Terakhir untuk sektor elektronik dan alat listrik rumah tangga sebesar Rp 407 miliar," ujar Haryadi.

Haryadi menegaskan stimulus modal kerja penting untuk diberikan kepada seluruh sektor dunia usaha, bukan hanya industri manufaktur. Stimulus penting diberikan kepada seluruh lini produksi dan penjualan. "Hal ini karena produk manufaktur tidak bisa dikomersialkan tanpa ada penjualan," tambah Haryadi.

Apindo meminta stimulus modal kerja diberikan untuk jangka waktu selama satu tahun. Ditambah dengan subsidi bunga yang menyesuaikan suku bunga BI sebesar 4,5%. Apindo juga meminta pemerintah memberikan penurunan tarif listrik dan gas. Ditambah relaksasi pembayaran listrik dan gas 90 hari atau 3 bulan setelah jatuh tempo. Sementara pembayaran listrik sesuai penggunaan tanpa beban minimal. Apindo juga meminta pemerintah memberikan penangguhan pembayaran PPN selama 90 hari. "Ditambah percepatan waktu restitusi perpajakan," tutup Haryadi.

Denyut Bisnis Bergerak Cepat

Setelah denyut bisnis mulai menggeliat pasca Lebaran 2020, saat ini pebisnis mulai memetakan strategi pemulihan cepat (fast recovery strategy), menurut analisis tim Duniaindustri.com. Pandemi Covid-19 yang telah membawa perubahan mendasar dalam iklim bisnis sehingga mengantarkan perekonomian di Indonesia hingga ke titik terendah di kuartal II 2020 bakal mulai bergeser. Pelaku bisnis dan industriawan mulai mencari strategi terbaik untuk pemulihan geliat bisnis secara cepat.

Rantai pasok industri serta jaringan distribusi, ditambah aliran modal kerja serta penetrasi pasar secara tepat, menjadi kunci keberhasilan fast recovery strategy. Kondisi ini akan menghasilkan efek domino yang mampu menggerakkan kembali roda ekonomi, dan memberikan sentiment positif ke sektor finansial terutama perbankan, asuransi, dan lainnya. Tantangan kebutuhan modal kerja baru bagi para pebisnis mesti ditangkap sebagai peluang pasar (market demand) bagi pebisnis di sektor finansial.

Sementara di sektor manufaktur dan perdagangan, persaingan jaringan distribusi dan strategi penetrasi pasar menjadi penentu keberhasilan fast recovery strategy. Tim Duniaindustri.com melihat ada potensi peningkatan demand di masyarakat secara signifikan dalam kurun waktu dekat seiring masa transisi pelonggaran dampak pandemi Covid-19. Hal ini bisa menjadi modal utama untuk memulai kinerja operasi secara optimal di semester II 2020.

Kondisi tersebut juga diperkuat dengan proyeksi bahwa perekonomian nasional telah melewati titik terendah di kuartal II 2020, dengan pertumbuhan yang nyaris stagnan. Duniaindustri.com sebelumnya mengomentari proyeksi dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menyebutkan bahwa perekonomian nasional di kuartal II diproyeksi hanya mampu tumbuh mendekati 1% atau nyaris stagnan. Berbagai akumulasi kondisi mulai dari physical distancing, work from home, hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ikut menggerus laju perekonomian nasional di kuartal II 2020, menurut analisis tim Duniaindustri.com.

Meski demikian, kondisi iklim bisnis usai Lebaran 2020 akan perlahan mulai menggeliat seiring kembali produktifnya sejumlah sektor industri. Itu berarti kondisi perlambatan ekonomi nasional yang menyentuh titik terendah di kuartal II 2020 akan segera terlewati.(*/tim redaksi 06 & 09/Safarudin/Indra)

Sumber: klik di sini
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Minggu, 07 Juni 2020

Momentum Akselerasi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi di Track Cepat

Akselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemic Covid-19 mulai berjalan secara cepat di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Indikator utama akselerasi pemulihan itu antara lain terlihat dari pelonggaran lockdown serta adopsi fast recovery strategy dari para pebisnis.

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah mengumumkan bahwa tahapan rencana pembukaan sektor ekonomi dan penetapan 102 Kabupaten/Kota untuk melaksanakan program masyarakat produktif dan aman COVID-19 telah dimulai. Ada sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali.

"Sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali, meliputi pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Menurutnya, keputusan yang diambil mengenai sembilan sektor ekonomi tersebut karena dinilai memiliki risiko ancaman Covid-19 yang rendah. Namun sembilan sektor tersebut telah menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan.

Dalam pembukaan sektor ekonomi, Gugus Tugas telah mempertimbangkan risiko penularan yang menggunakan indikator kesehatan masyarakat berbasis data yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. Selain itu, penilaian dampak ekonomi dilaksanakan dengan menggunakan indikator indeks dampak ekonomi dari 3 aspek yaitu aspek ketenagakerjaan, proporsi Produk Domestik Regional Bruto sektoral, dan indeks keterkaitan sektor.

Seiring dengan momentum akselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, pasar ekuitas dan finansial juga merespons positif. Pembukaan kembali ekonomi dari pembatasan interaksi virus korona menciptakan sentiment positif di pasar keuangan.

Pasar saham Indonesia yang dilihat dari indeks harga saham gabungan (IHSG) melonjak ke level 5.019 poin atau terapresiasi 1,44% setara 71 poin pada Senin (8/6) pagi. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.020 pada zona dan terendah di level 4.947. Sebanyak 237 emiten menguat, 29 emiten melemah dan 123 emiten stagnan.

Seluruh sektor tercatat menguat yaitu aneka industri 0,25 persen menjadi 901, properti sebesar 3,21 persen menjadi 353, perdagangan sebesar 0,91 persen menjadi 620, infrastruktur 0,97 persen menjadi 915, industri dasar 1 persen menjadi 764 dan keuangan menguat 1,89 persen menjadi 1.050.
Dilanjutkan sektor perkebunan menguat 2,45 persen menjadi 1.030, manufaktur menguat 0,95 persen menjadi 1.215, pertambangan menguat 0,92 persen menjadi 1.290 dan konsumer menguat 1,09 persen menjadi 1.836. Saham teraktif yaitu BBRI mencatatkan nilai transaksi Rp122,88 miliar, BBCA Rp49,86 miliar, PGAS Rp30,87 miliar, BBTN Rp27,88 miliar dan BBNI Rp26,95 miliar.

Pelaku pasar saham lebih cenderung menginvestasikan dananya di Asia sebagai motor pertumbuhan pasca pandemi. "Kami condong ke ekuitas Asia ex-Jepang pada saat ini," kata Adrian Zuercher kepala alokasi aset di Kantor Kepala Investasi UBS Global Wealth Management. "Saya pikir, itu satu-satunya wilayah yang akan memiliki pertumbuhan laba yang positif tahun ini dan juga tahun depan, pertumbuhan laba dua digit," jelasnya, seperti dikutip CNBC, Kamis (4/6).

Komentar Zuercher muncul ketika pasar global mengalami reli yang kuat dalam beberapa hari terakhir, dengan momentum positif karena sejumlah perkembangan, terutama pelonggaran langkah-langkah penguncian yang telah memacetkan perekonomian global.

Sejak awal Juni, indeks MSCI Asia ex-Jepang telah melonjak 6,07%, menurut data dari Refinitiv Eikon. Namun, indeks masih harus berjuang untuk kembali ke posisi tinggi yang telah dicapai sebelumnya. Saat ini, indeks masih lebih rendah lebih 8% lebih dibandingkan awal tahun ini (year-to-date).(*/berbagai sumber/tim redaksi 09 & 10/Safarudin/Indra)

Sumber: klik di sini
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Sabtu, 06 Juni 2020

Inspirasi Bisnis, 450 Ribu Perusahaan Menengah Besar Jadi Target Konsumen Korporasi

Seiring geliat bisnis yang mulai bergerak pasca pandemi Covid-19, pelaku industri saat ini mulai mengadopsi strategi pemulihan cepat (fast recovery strategy). Salah satu strategi itu adalah memetakan calon konsumen korporasi yang tepat untuk dibidik, menurut analisis tim Duniaindustri.com.

Patut disadari, dengan potensi ekonomi domestik yang demikian besar, Indonesia masih menyimpan kekuatan lokal yang besar terutama dari tingginya jumlah penduduk serta berlimpahnya sumber daya alam (SDA) yang bisa diolah. Membaiknya iklim usaha pasca pandemi Covid-19 akan memberikan efek positif bergeraknya roda perekonomian domestik secara cepat.

Dengan kekuatan modal, jaringan, serta akses pendanaan yang andal dan tangguh (resilient), perusahaan skala menengah besar diyakini mampu bangkit lebih cepat. Meski demikian, secara kegesitan dan kelincahan bisnis, perusahaan kecil dan mikro lebih mampu bermanuver serta fleksibel dalam ekspansi lini usaha.

Tim Duniaindustri.com memetakan jumlah perusahaan skala menengah besar yang diyakini dapat bangkit secara cepat dapat mencapai 450 ribu unit. Hal itu mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Sensus Ekonomi 2016. Saat itu Indonesia memiliki 26,71 juta usaha/perusahaan Sektor usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) masih mendominasi komposisi tersebut. Sementara perusahaan yang masuk dalam kategori Usaha Menengah Besar (UMB) mencapai 450 ribu unit.

Berdasar kategori lapangan usaha, terdapat 12,33 juta usaha/perusahaan perdagangan besar dan eceran, yang sebagian bergerak di sektor reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor, setara dengan 46,17 persen dari total seluruh usaha/perusahaan di Indonesia. Terbesar kedua adalah penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum (16,72 persen). Dan terbesar ketiga industri pengolahan (16,53 persen).

Menjawab tantangan besarnya potensi konsumen korporasi, Duniaindustri.com yang merupakan start-up (perusahaan rintisan) yang fokus di sektor industri di Indonesia (platform riset data di segmen industri) pun ikut berbenah. Dengan peningkatan kapabilitas dan jumlah tim, Duniaindustri.com bertransformasi menjadi Indonesia Industrial Total Solution. Kini Duniaindustri.com dilengkapi dengan tim jurnalis, analis, buzzer, digital marketer, super programmer, digital desainer, field survey, consultant, dan data scientist yang menunjang performance secara menyeluruh. Dengan tagline Pionir Berita dan Komunitas Industri, Duniaindustri.com hadir dengan visi memajukan sektor industri dan pelaku usaha di Indonesia. Duniaindustri.com berkembang secara independen dengan menjunjung tinggi kepercayaan dan kenyamanan pengguna.

Duniaindustri.com berdiri sejak 2011 didukung dengan tim kreatif dan inovatif guna menjawab tantangan masa depan. Inovasi tiada henti merupakan salah satu motto Duniaindustri.com dengan pengembangan sejumlah fitur terbaru. Sejak 2011, member kami terus bertambah sejalan dengan penetrasi pasar yang efektif dan terarah. Dalam hal database spesifik, terdapat lebih dari 166 data industri khusus dengan didukung data provider andal di seluruh sektor industri.

Guna mendukung riset data spesifik, Duniaindustri.com menghadirkan 6 database direktori perusahaan per sektor industri. Tujuannya untuk memudahkan metode survey lapangan dalam menangkap trend maupun informasi spesifik yang dibutuhkan.

Ketujuh database direktori perusahaan per sektor usaha itu adalah:
  1. Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar)
  2. Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
  3. Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
  4. Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor
  5. Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
  6. Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen
  7. Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia
Mari kita simak ulasannya berikut ini:

1) Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) ini dirilis minggu terakhir Mei 2020 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan kosmetik di Indonesia. Database spesifik direktori ini mencakup lebih dari 2003 perusahaan di industri kosmetik di Indonesia, ditambah dengan profil top 10 perusahaan dengan nilai penjualan terbesar tahun 2018-2019.

Database direktori ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, kontak PIC dan telponnya, serta dilengkapi dengan profil produk serta merek perusahaan dan pangsa pasar.

Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) ini dimulai dengan pembahasan profil top 10 perusahaan kosmetik dengan nilai penjualan terbesar di Indonesia pada 2018-2019. Profil top 10 itu mencakup nama brand, segmen produk kosmetik, dan nilai penjualan 2019. Data profil top 10 perusahaan kosmetik terbesar itu disajikan di halaman 2 sampai halaman 9.

Disusul kemudian database spesifik direktori 200 perusahaan kosmetik di Indonesia, sebagai acuan pemetaan para pesaing di sektor tersebut. Profil perusahaan-perusahaan kosmetik ditampilkan secara singkat berisi penjelasan nama perusahaan, alamat, nomor telpon dan fax, kontak PIC dan telponnya. Database spesifik direktori ini bisa diperluas dengan cakupan sesuai permintaan user (user demand) dengan metodologi yang diusulkan oleh tim Duniaindustri.com.

Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) ini ini terangkum dalam 51 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customized database direktori, dan lainnya.

Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) ini ini berisi 51 halaman pdf dan berukuran 1,1 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya, database sejumlah perusahaan kosmetik di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.
Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) ini ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang.

Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) ini ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Keenam kumpulan database direktori itu adalah: 1) Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 2) Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 3) Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 4) Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 5) Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia; 6) Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share).

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 183 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

Sumber: klik di sini

2) Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini dirilis pertengahan Mei 2020 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan makanan minuman di Indonesia. Database direktori ini mencakup lebih dari 203 perusahaan di industri makanan minuman di Indonesia.

Database direktori ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, kontak PIC dan telponnya, serta dilengkapi dengan profil produk serta merek perusahaan dan pangsa pasar.

Profil perusahaan-perusahaan makanan minuman ditampilkan secara singkat berisi penjelasan spesifik segmen usaha, merek dagang (brand) yang diproduksi, serta sejarah perjalanan perusahaan. Sedangkan profil pangsa pasar berisi uraian singkat merek dagang atau brand paling diunggulkan oleh perusahaan makanan minuman serta data market share-nya.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) di Indonesia ini terangkum dalam 59 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customized database direktori, dan lainnya.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini berisi 59 halaman pdf dan berukuran 0,6 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan makanan minuman di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Kelima kumpulan database direktori itu adalah: 1) Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 2) Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 3) Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 4) Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 5) Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 182 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

3) Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia ini dirilis awal Oktober 2019 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan farmasi, alat kesehatan, alat penunjang kedokteran, dan jamu serta minuman kesehatan di Indonesia. Database direktori ini mencakup lebih dari 70 subkategori industri farmasi, obat, dan alat kesehatan di Indonesia.

Subkategori dalam industri farmasi yang ditampilkan dalam database direktori perusahaan ini antara lain obat generik, produk farmasi untuk manusia, alat infus, permen kesehatan, lotion kesehatan, obat salep, obat hewan, kain kasa, jamu, jamu tradisional, obat herbal, distribusi produk farmasi, distributor obat, ekstrak buah, obat cair, obat kapsul, obat khusus, consumer health, alat kesehatan, minuman energi, vitamin, vaksin, produk alkes, bubuk jamu, dan bahan baku obat.

Selain itu, obat sirup, obat tablet, obat powder, kapsul gelatin, obat pelangsing, obat mata, jamu serbuk, minyak ikan, cairan infus, kain kasa, kapas farmasi, obat batuk, kapsul kosong, minyak oles, kasa farmasi, obat batu ginjal, pembalut wanita, jamu beras kencur, sarang burung walet, salep kulit, madu kemasan, obat nyamuk, laserin, obat paten, kapas kecantikan, minuman jamu, pembalut bersalin, larutan infus, bedak antigatal, minyak kayu putih, suplemen kesehatan.

Di samping itu, obat kulit, tabung oksigen, obat sakit kepala, ekstrak herbal natural, obat flu, obat batuk, obat etikal, alat kontrasepsi, obat turun panas, tablet sakit kepala, bubuk nutisi, puyer, vaksin hewan, alat kedokteran, kursi dokter gigi, kacamata kesehatan, contact lens, urine bag, alat lab kesehatan, dan alat kedokteran gigi.

Juga, baby diapers, blood tubing set, limbah medis, alat medis, tensimeter, alat suntik, jarum suntik, ranjang rumah sakit, hospital bed, lemari rumah sakit, alat bantu dengar, masker, alat optik, dan lainnya.

Database direktori ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, kategori subsektor otomotif, dan sebagian ada yang disebutkan kapasitas produksinya.

Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia ini terangkum dalam 60 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), dan lainnya.

Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia ini berisi 60 halaman dan berukuran 0,79 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan farmasi di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang, suku cadang, permesinan (oli mesin), serta kebutuhan kantor.(*)

Sumber: klik di sini

4) Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia ini dirilis pertengahan Agustus 2019 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan otomotif dan kendaraan bermotor di Indonesia. Database direktori ini mencakup lebih dari 100 subkategori industri otomotif di Indonesia.
Subkategori dalam industri otomotif yang ditampilkan dalam database direktori perusahaan ini antara lain perusahaan komponen kendaraan, komponen otomotif, body part, tromol ban mobil, perakitan otomotif, kendaraan niaga, mesin blok mobil, perakitan mobil, peralatan otomotif, motor, komponen mobil, mobil pemadam kebakaran, part bodi mobil, truk, spare part piston ring, value set, dump truck, trailer, chasis mobil.

Selain itu, karoseri mobil, minibus, trailer truck, bak truk dari besi, perakitan ambulance, mobil box, box mobil, jok mobil, pompa truk, tempat duduk mobil, bodi kendaraan elf, onderdil motor, box fiberglass, traktor loader, pelek truk, pelek mobil, ban, audio mobil, blok mesin mobil, blok silinder, cylinder head, cover body mobil, kaca mirror, fuel tank, transmition part, komponen transmisi mobil, velg mobil, velg motor.

Di samping itu, power steering mobil, injection otomotif, steering column, lingkar roda mobil, piston, radiator, spion mobil, veleg racing mobil, knalpot mobil, sepatu rem mobil, brake shoes, mufler knalpot, filter oli, mechanical seal, kopling set, kampas kopling, motor listrik, rangka mobil, forging part, throtle body, transmisi mekanik mobil, bearing, brake system, gear, helm motor, oli, oli seal, lampu, regulator jendela, door lock, pintu mobil, gerbong kereta api.

Juga, filter udara motor, rear axle, propeller shaft, body part mobil, per mobil,  tromol rem, kabel motor, kabel mobil, mur baut, handle seat, rotor, lingkar roda, stir mobil, klakson mobil, wiper, kerangka chasis mesin, kap motor, motor roda tiga, karpet mobil, bumper mobil, rantai motor, head lamp, dan lainnya.

Database direktori ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database direktori 845 perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, kategori subsektor otomotif, dan sebagian ada yang disebutkan kapasitas produksinya.

Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia ini terangkum dalam 197 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), dan lainnya.

Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor (Otomotif) di Indonesia ini berisi 197 halaman dan berukuran 1,29 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan otomotif di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor (Otomotif) di Indonesia ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang, suku cadang, permesinan (oli mesin), serta kebutuhan kantor.(*)

5) Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia ini dirilis pertengahan Juli 2019 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan elektronik di Indonesia. Database direktori ini mencakup lebih dari 200 subkategori industri elektronik di Indonesia.

Subkategori dalam industri elektronik yang ditampilkan dalam database direktori perusahaan ini antara lain perusahaan komponen elektronik, LCD, komponen TV, booster, relay & flasher, printer, transformer, konektor elektronik, membrane switch, kabel, integrated circuit, tabung lampu, terminal listrik, PCB, box speaker, kipas angin, kulkas dan komponennya, resistor, lampur LED. Juga direktori perusahaan semikonduktor, remote control, electric condenser, microphones, capasitor, video, tabung elektronik, scanner, PCB assembly, monitor, komponen handphone, komputer, suku cadang mesin fotokopi, mesin EDC, LCD, komponen komputer, CD box, UPS komputer, mesin barcode, komponen printer, printed circuit board, parabola, radio.

Selain itu, direktori perusahaan ponsel, tablet, tower telecomunication, water treatment, sawage treatment, peralatan komunikasi, PLC control, main frame remote control, holder twister, komponen telepon, spektrum, stabilizer, wire harnes, earphone, loud speaker, tape recorder, amplifier, audio system, perakitan DVD, VCR, headset, home appliance, komponen listrik, video tape recorder, pendingin udara, air conditioner (AC), GPS tracker, frame TV, jam tangan digital, alat ukur elektronik, meteran listrik, timbangan digital, mesin laser, x-ray, alat kedokteran digital, peralatan rumah sakit.

Di samping itu, ada direktori perusahaan kamera, alat optik, lensa kamera, komponen kamera, lensa foto, reflektor, projector, alat fotografer, kamera digital, diskette computer, keypad base, panel listrik, travometer, generator, jenset, gear box, saklar listrik, motor listrik, komponen IC, panel lampu, fitting, pipe, gas insulated switchgear, isolator, wind mill tower, ballast, core, electro motor, power supply unit, adaptor, rotary, voice coil motor, turbo set component, switch board, motor elektrik, dinamo, cable system, accu, batu baterai, accumulator, calvet, automalide, aki, kabel listrik, kabel optik, control cable, jack socket, KWH meter, kabel tembaga, fiber optik, cable wire, sirkuit listrik, kawat elektronik.

Tidak ketinggalan, direktori perusahaan lampu emergency, bohlam, lampu neon, stop kontak, lampu dekorasi, lampu pijar, lampu swaballast, lamput TL, lampu penerangan jalan, ballanst lighting, lampu senter, telepon seluler, sakelar, mesin cuci, dispenser, lemari pendingin, freezer, chest freezer, cooling tower, refrigerator, washing machine, vending machine, alat pemanas, ligthing fixture, blender, setrika, panel surya, komponen solar panel.

Database direktori ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database direktori 935 perusahaan elektronik di Indonesia ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, serta kategori subsektor elektronik.

Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia ini terangkum dalam 152 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), dan lainnya.

Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia ini berisi 152 halaman dan berukuran 1,17 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan elektronik di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang, suku cadang, permesinan (oli mesin), serta kebutuhan kantor.(*)

6) Database 1.452 Direktori Perusahaan ini dirilis minggu keempat Maret 2018 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan tekstil, garmen, pakaian, seragam, sarung tangan (gloves), karpet, jaket, handuk, jas, dan lainnya di Indonesia. Database ini merupakan perwujudan layanan big data com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user).

Database 1.452 Direktori Perusahaan ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, alamat pabrik, alamat email, status perusahaan (perusahaan asing atau domestik), lini usaha, jenis produk yang dihasilkan, nama label atau merek/brand, orientasi pasar (ekspor atau domestik), jumlah pegawai, susunan pengurus perusahaan (board of management), kontak perusahaan, nomor izin usaha, kapasitas produksi per tahun, jenis ekspansi periode tertentu, kreditur (bankers), alamat cabang di daerah, nama website resmi, serta nama negara target ekspor.

Sebanyak 1.452 perusahaan tersebut terdiri dari perusahaan dengan jumlah pekerja di kisaran 20 pekerja hingga di atas 10.000 pekerja di seluruh Indonesia. Database 1.452 perusahaan ini terangkum dalam 226 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline.

Database 1.452 Direktori Perusahaan berisi kumpulan direktori perusahaan-perusahaan dengan jenis produk yang tersebar dari tekstil hulu, serat kain, benang, garmen, pakaian jadi, peralatan olahraga, aksesoris otomotif dari kain, peralatan medis dari poliester dan kain, baju (t-shirt), pakaian dalam, sarung, batik, hingga perban dan cosmetic cotton, dan lainnya. Database 1.452 Direktori Perusahaan ini mencakup (coverage) sekitar 200 jenis produk.

Secara lebih detail, database ini meliputi perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk-produk seperti sports wear, pants, t-shirt ladys, spring jackets & rain coats (men's & ladies), sarung fabrics, printing polyester and knitted fabrics, rayon blouses, cotton table cloth, rayon men's shirts, dreses, scarts, trousers, women & ladies wear, polo shirt, shorts, cargo pants, womens blouses, blazers, outerwear jackets and vesssts, mens outerwear Jackets and Vests, jogsets, swim short, golf wear, children wear, mens/boys underpants, bra, panty, lingerie jersey, bed cover, undershirts, canvas ducks, synthetic canvas, camisole, jeans, mosquito net, denim fabrics.

Selain itu, dobby, loom (shuttle, stopchanges), jacguards, knitted headcovers, suiting twill (seragam), traveling hand bags, rompers, moslem wear, mattress fabrics, carpets, tile carpets, carpets pieces, aprons, gloves, wrapping instruments/instrument cover, head band, elbow band, ankle band, thigh band, sport socks, calf band, head wears, stuffed toys, bags, mens blazer, ladies blazer, vest, padding goods, quiltings, carded fibers, embroidery labels, printing batik, kids wear, pajamas, bed covers, blanket, underwears, curtains, prayer mats, baby blankets, shoe lace, weaving tape, tank top, trainer top, elastic bandages, lycra jaquard, lycra print, rayon jersey, sock, swim wear, work wear, acrylics & cotton, corduroys, jogging trousers, sprei, towel fabrics, bed sheet product, bra wires, apparel accessories, rain coat, wind braker, parka jackets, sleep wear, ladies Braissieres, hang tag, stiker, barcode, children fashion, brocate, automotive carpet, night gown, rubber soles, back pack, beach umbrella, bags shoes, liner for tire, jogging sets, tufted carpets, soft toys, carton box, plastic hangers, singlets, duster, seat cover, brocate vitrage & jersey, fujiette, bath towel, hand towel, face towel, bath mat, stockings, casual bottoms, party gown dresses, medical bags & case ware, sanitary napkin, night wing, panty linen, baby diapers, wall to wall carpets, silk ties, women's panties, nylon bags, pillow nylon, crochet handbags, purses, wallets, gadget cases, dan cosmetic cotton.

Database 1.452 Direktori Perusahaan yang berisi 226 halaman dan berukuran 5,08 MB ini ditampilkan dalam bahasa Inggris sehingga memudahkan user secara umum. Database 1.452 Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Produsen Serat Sintetis dan Fiber (Apsyfi), sejumlah perusahaan tekstil di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database 1.452 Direktori Perusahaan ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang, suku cadang, permesinan (oli mesin), serta kebutuhan kantor.(*)

7) Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia ini dirilis minggu pertama Desember 2018 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan baja meliputi segmen long product, flat product, dan engineering & fabricator.

Produk baja jenis long product antara lain billet, round bars, profile, channels, wire rod, nails and nail wire, high carbon, wire mesh, bolt and nuts. Sementara baja jenis flat product antara lain 1) steel slab (slab steel plant); 2) Hot Rolled coils (hot strip and plate mills); 3) Cold rolled coil (cold rolling mills); 4) Coil & plate cutting manufacturers; 5) Longitudinal and Spiral welded steel pipe. Sementara produk baja jenis engineering & fabricator mencakup tower fabricators.

Database ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, alamat pabrik, alamat email, status perusahaan (perusahaan asing atau domestik), lini usaha, jenis produk yang dihasilkan, nama label atau merek/brand, orientasi pasar (ekspor atau domestik), jumlah pegawai, susunan pengurus perusahaan (board of management), kontak perusahaan, nomor izin usaha, kapasitas produksi per tahun, jenis ekspansi periode tertentu, kreditur (bankers), alamat cabang di daerah, nama website resmi, serta nama negara target ekspor.

Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia ini terangkum dalam 54 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline.
Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia yang berisi 54 halaman dan berukuran 1 MB ini ditampilkan dalam bahasa Inggris sehingga memudahkan user secara umum. Database 1.452 Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), sejumlah perusahaan baja di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.
Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang, suku cadang, permesinan (oli mesin), serta kebutuhan kantor.(*)

Sumber: klik di sini

(Silakan di-klik untuk terhubung langsung ke masing-masing database)
Atau Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market competition data
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Consumer database
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 182 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 182 database, klik di sini
  • Butuh 23 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini

Jumat, 05 Juni 2020

Fast Recovery Strategy Pasca Pandemi, Market Trend Terbaru untuk Pebisnis

Setelah denyut bisnis mulai menggeliat pasca Lebaran 2020, saat ini pebisnis mulai memetakan strategi pemulihan cepat (fast recovery strategy), menurut analisis tim Duniaindustri.com. Pandemi Covid-19 yang telah membawa perubahan mendasar dalam iklim bisnis sehingga mengantarkan perekonomian di Indonesia hingga ke titik terendah di kuartal II 2020 bakal mulai bergeser. Pelaku bisnis dan industriawan mulai mencari strategi terbaik untuk pemulihan geliat bisnis secara cepat.

Rantai pasok industri serta jaringan distribusi, ditambah aliran modal kerja serta penetrasi pasar secara tepat, menjadi kunci keberhasilan fast recovery strategy. Kondisi ini akan menghasilkan efek domino yang mampu menggerakkan kembali roda ekonomi, dan memberikan sentiment positif ke sektor finansial terutama perbankan, asuransi, dan lainnya. Tantangan kebutuhan modal kerja baru bagi para pebisnis mesti ditangkap sebagai peluang pasar (market demand) bagi pebisnis di sektor finansial.

Sementara di sektor manufaktur dan perdagangan, persaingan jaringan distribusi dan strategi penetrasi pasar menjadi penentu keberhasilan fast recovery strategy. Tim Duniaindustri.com melihat ada potensi peningkatan demand di masyarakat secara signifikan dalam kurun waktu dekat seiring masa transisi pelonggaran dampak pandemi Covid-19. Hal ini bisa menjadi modal utama untuk memulai kinerja operasi secara optimal di semester II 2020.

Kondisi tersebut juga diperkuat dengan proyeksi bahwa perekonomian nasional telah melewati titik terendah di kuartal II 2020, dengan pertumbuhan yang nyaris stagnan. Duniaindustri.com sebelumnya mengomentari proyeksi dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menyebutkan bahwa perekonomian nasional di kuartal II diproyeksi hanya mampu tumbuh mendekati 1% atau nyaris stagnan. Berbagai akumulasi kondisi mulai dari physical distancing, work from home, hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ikut menggerus laju perekonomian nasional di kuartal II 2020, menurut analisis tim Duniaindustri.com.

Meski demikian, kondisi iklim bisnis usai Lebaran 2020 akan perlahan mulai menggeliat seiring kembali produktifnya sejumlah sektor industri. Itu berarti kondisi perlambatan ekonomi nasional yang menyentuh titik terendah di kuartal II 2020 akan segera terlewati.

Menkeu Sri Mulyani telah membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang diprediksi lebih rendah daripada realisasi kuartal I tahun ini. Bahkan, dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi periode April-Juni 2020 hanya akan mendekati 1%.

"Kalau melihat dari sisi kuartal I 2020, kemungkinan kuartal II 2020 akan lebih berat. Kami melihat pertumbuhan ekonomi akan masuk dalam skenario yang lebih rendah dari skenario berat. Artinya, bisa lebih rendah dari 2,3%, mendekati 1%," katanya dalam video conference di Jakarta, Rabu (3/6).

Meski demikian, Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan minus atau negatif seperti yang terjadi di banyak negara akibat dampak pandemi Covid-19. Menkeu masih tetap optimistis program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sedang dilakukan oleh pemerintah bisa mendongkrak roda perekonomian domestik. Ini memunculkan harapan ekonomi dalam negeri tidak akan anjlok. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp677,2 triliun untuk penanganan penyebaran virus corona di Indonesia. Sebagian besar dana atau sebesar Rp589,65 triliun akan digunakan untuk program pemulihan ekonomi nasional.

Duniaindustri.com juga mencatat sejumlah sentiment positif yang masih mampu menggerakkan perekonomian nasional meliputi diterbitkannya izin operasional 17.109 industri saat pandemi Covid-19, likuiditas perekonomian yang masih tumbuh positif, serta tumpuan geliat UMKM yang menjadi pondasi utama sektor produktif Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau jumlah uang beredar dalam arti luas mencapai Rp6.238,3 triliun pada April 2020. Jumlah ini tumbuh 8,6% secara tahunan, namun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 12,1%.

Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko menerangkan pertumbuhan uang beredar lebih rendah, karena ada kontraksi pada operasi keuangan pemerintah. Tercatat, pertumbuhan uang beredar dari pemerintah pusat hanya 1,7%. "Tagihan bersih kepada pemerintah pusat melambat dari 14,5 persen pada Maret 2020 menjadi 1,7 persen pada April 2020," imbuh Onny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6).

Selain itu, pertumbuhan uang beredar juga melambat karena seretnya penyaluran kredit dari perbankan. Tercatat, penyaluran kredit bank sekitar 4,9 persen pada April dari sebelumnya 7,2 persen pada Maret 2020.

Kendati begitu, aktiva luar negeri bersih tumbuh mencapai 15,8 persen pada April 2020. Pertumbuhannya lebih tinggi dari bulan sebelumnya sekitar 13,9 persen.  "Sehingga menahan perlambatan uang beredar," imbuhnya.(*/)

Sumber: klik di sini
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Rabu, 03 Juni 2020

Ekonomi Kuartal II Diprediksi Mendekati 1%, Titik Terendah Telah Terlewati?

Pandemi Covid-19 yang telah membawa perubahan mendasar dalam iklim bisnis di Indonesia diprediksi melemahkan perekonomian nasional hingga titik terendah di kuartal II 2020. Bahkan, perekonomian nasional diprediksi hanya tumbuh mendekati 1% pada kuartal II 2020. Itu berarti, titik terendah perlambatan ekonomi telah terlewati.

Duniaindustri.com mengomentari proyeksi dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menyebutkan bahwa perekonomian nasional di kuartal II diproyeksi hanya mampu tumbuh mendekati 1% atau nyaris stagnan. Berbagai akumulasi kondisi mulai dari physical distancing, work from home, hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ikut menggerus laju perekonomian nasional di kuartal II 2020, menurut analisis tim Duniaindustri.com.

Meski demikian, kondisi iklim bisnis usai Lebaran 2020 akan perlahan mulai menggeliat seiring kembali produktifnya sejumlah sektor industri. Itu berarti kondisi perlambatan ekonomi nasional yang menyentuh titik terendah di kuartal II 2020 akan segera terlewati.

Menkeu Sri Mulyani telah membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang diprediksi lebih rendah daripada realisasi kuartal I tahun ini. Bahkan, dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi periode April-Juni 2020 hanya akan mendekati 1%.

"Kalau melihat dari sisi kuartal I 2020, kemungkinan kuartal II 2020 akan lebih berat. Kami melihat pertumbuhan ekonomi akan masuk dalam skenario yang lebih rendah dari skenario berat. Artinya, bisa lebih rendah dari 2,3%, mendekati 1%," katanya dalam video conference di Jakarta, Rabu (3/6).

Meski demikian, Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan minus atau negatif seperti yang terjadi di banyak negara akibat dampak pandemi Covid-19. Menkeu masih tetap optimistis program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sedang dilakukan oleh pemerintah bisa mendongkrak roda perekonomian domestik. Ini memunculkan harapan ekonomi dalam negeri tidak akan anjlok. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp677,2 triliun untuk penanganan penyebaran virus corona di Indonesia. Sebagian besar dana atau sebesar Rp589,65 triliun akan digunakan untuk program pemulihan ekonomi nasional.

Duniaindustri.com juga mencatat sejumlah sentiment positif yang masih mampu menggerakkan perekonomian nasional meliputi diterbitkannya izin operasional 17.109 industri saat pandemi Covid-19, likuiditas perekonomian yang masih tumbuh positif, serta tumpuan geliat UMKM yang menjadi pondasi utama sektor produktif Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau jumlah uang beredar dalam arti luas mencapai Rp6.238,3 triliun pada April 2020. Jumlah ini tumbuh 8,6% secara tahunan, namun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 12,1%.

Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko menerangkan pertumbuhan uang beredar lebih rendah, karena ada kontraksi pada operasi keuangan pemerintah. Tercatat, pertumbuhan uang beredar dari pemerintah pusat hanya 1,7%. "Tagihan bersih kepada pemerintah pusat melambat dari 14,5 persen pada Maret 2020 menjadi 1,7 persen pada April 2020," imbuh Onny dalam keterangan tertulis.
Selain itu, pertumbuhan uang beredar juga melambat karena seretnya penyaluran kredit dari perbankan. Tercatat, penyaluran kredit bank sekitar 4,9 persen pada April dari sebelumnya 7,2 persen pada Maret 2020.

Kendati begitu, aktiva luar negeri bersih tumbuh mencapai 15,8 persen pada April 2020. Pertumbuhannya lebih tinggi dari bulan sebelumnya sekitar 13,9 persen.  "Sehingga menahan perlambatan uang beredar," imbuhnya.(*/)

Sumber: klik di sini
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Selasa, 02 Juni 2020

Market Demand Baja Anjlok 50%, Dirut KS Beri Warning Dampak terhadap Ekonomi

Dampak pandemi Covid-19 telah melemahkan perekonomian nasional, termasuk industri baja yang memiliki dampak multiplier terhadap sektor industri. Krakatau Steel berinisiatif untuk menggerakkan kembali industri hilir dan industri pengguna baja sebagai upaya pemulihan ekonomi.

Atas inisiatif transformasi bisnis dan restrukturisasi keuangan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada triwulan I 2020 berhasil meraih kinerja positif. Namun demikian, sejak bulan April 2020 kondisi perekonomian nasional mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19 sehingga industri baja mengalami penurunan permintaan hingga 50%. Kondisi lesunya perekonomian diperkirakan terus berlanjut sampai akhir 2020.

"Menurunnya permintaan pasar mengakibatkan rendahnya utilisasi industri. Hal ini berdampak pada tergerusnya modal kerja dari pelaku industri karena harus menanggung beban selama 3 bulan terakhir untuk mempertahankan pabrik tetap beroperasi. Keterbatasan modal kerja menyebabkan sulinya pelaku industri dalam membeli bahan baku dan membiayai operasional pabrik,” ujar Silmy Karim, Direktur Utama Krakatau Steel dalam keterangan tertulis yang diterima Duniaindustri.com di Jakarta, Selasa (2/6).

Silmy memberikan warning jika kondisi ini terus berlarut-larut dan kita tidak melakukan langkah-langkah antisipasi, besar kemungkinan industri hilir dan industri pengguna baja akan menutup pabriknya secara permanen. “Keadaan ini sangat berisiko bagi perekonomian nasional karena untuk menghidupkan kembali sektor industri memerlukan waktu dan biaya yang besar serta effort yang tidak sedikit," kata Silmy.

Lebih lanjut Silmy menyampaikan, industri baja merupakan mother of industry yang memiliki multiplier effect yang sangat besar khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, pengurangan ketergantungan impor, dan peningkatan daya saing industri nasional. Krakatau Steel sebagai BUMN dengan dukungan pemerintah berinisiatif untuk menggerakkan kembali industri hilir dan industri pengguna baja agar tetap beroperasi.

Industri hilir yang terdampak di antaranya industri konstruksi, baja lapis (BjLS), baja lapis aluminium seng (BjLAS), dan baja lapis timah. Sedangkan industri pengguna baja seperti minyak dan gas, otomotif, elektronik, pertanian, fabrikator, industri makanan minuman serta perkakas. Dengan inisiatif tersebut, diharapkan rantai pasok industri hulu, antara, sampai hilir dapat segera normal kembali yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Duniaindustri.com menilai beban operasional industri baja yang dalam tiga bulan terakhir beroperasi secara minimal memang cenderung membengkak dan tidak bisa dikompensasi oleh volume penjualan. Tingkat utilisasi yang rendah dalam tiga bulan terakhir telah memicu kelangkaan pasokan yang dialami sejumlah proyek infrastruktur dan konstruksi di sejumlah daerah. Duniaindustri.com telah mewawancari sejumlah kontraktor di Jawa Timur yang mengakui adanya kelangkaan sejumlah produk baja seperti kawat baja pratekan.

Kondisi tersebut diperparah dengan trend harga baja dunia yang cenderung melemah. Tren harga baja dunia menukik tajam pada awal kuartal II 2020 seiring dengan meningkatnya dampak pandemi global virus corona (Covid-19). Harga baja dunia tercatat terjun bebas 30,4% menjadi US$ 400 per ton pada awal April 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 575 per ton.

Pandemi global Covid-19 yang meluluhlantakan rantai pasokan industri telah mengirimkan efek kejut yang luar biasa di sektor baja. Tekanan pelemahan harga baja juga diperparah dengan kemerosotan harga komoditas terutama minyak dan tembaga.

Berdasarkan data yang dihimpun tim Duniaindustri.com, harga baja impor asal China dan India di Timur Tengah merosot tajam di kisaran US$ 400-440 per ton. Hampir seluruh proses pembelian bahan baku manufaktur ini mengalami negosiasi ulang untuk kontrak jangka pendek dan jangka Panjang.

Duniaindustri.com mengambil acuan data tren harga baja dunia dari harga baja di Timur Tengah dengan negara asal China untuk kategori baja canai panas (hot rolled coils/HRC) ukuran 3 milimeter. Sebelumnya, pada awal April 2019, harga HRC 3 mm masih bertengger di kisaran US$ 575-585 per ton, sebelum akhirnya harus rontoh diterjang pandemi Covid-19 menjadi kisaran US$ 400-440 per ton pada 1 April 2020.

Penurunan tajam harga baja dunia juga disertai dengan kekhawatiran efek kekurangan pasokan (shortage), imbas dari pembatasan (lock down) di sejumlah negara produsen utama pada April-Mei 2020. Dengan kondisi lock down, pabrik baja di sejumlah negara produsen utama beroperasi pada tingkat utilisasi minimal untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. (*/tim redaksi 09 & 10/Safarudin/Indra)

Sumber: klik di sini
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Senin, 01 Juni 2020

Penjualan Mobil Tertekan Hebat, Prospek Masih Bertumpu di Segmen MPV

Pandemi Covid-19 ternyata ikut mengganggu pasar otomotif di Indonesia terutama penjualan mobil dan motor. Realisasi penjualan April 2020 mengungkap pelemahan parah, dengan penjualan mobil terperosok hingga 90% dan penjualan sepeda motor menukik turun 75%. Meski demikian, prospek kuat masih tampak pada penjualan mobil segmen MPV.

Pandemi yang membawa pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di berbagai daerah menyebabkan penjualan otomotif melemah terburuk sepanjang sejarah. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil pada April 2020 turun hingga 90,6% atau hanya terjual 7.871 unit saja dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya 84.056 unit. Jika dibandingkan penjualan Maret 2020, angka tersebut anjlok 89,7% dengan penjualan 76.811 unit.

Demikian juga dengan penjualan sepeda motor. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan pada April 2020, penjualan sepeda motor anjlok hingga 75% atau sebanyak 120.000 unit. Realisasi penjualan ini turun signifikan dibandingkan periode sama tahun 2019 lalu yang mencapai 598.000 unit. Sementara secara bulanan, angka tersebut tertekan kurang lebih 70% dibanding Maret 2020 sebesar 561.000 unit.

Pelemahan pasar otomotif dipicu ketidakpastian ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai sektor industri juga turut mempengaruhi daya beli masyarakat.

Data penjualan otomotif di ASEAN juga menunjukkan pelemahan yang sama. Dari 2018 hingga 2019, pasar otomotif kawasan Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) turun pada tingkat tahunan (yoy) 2,9%, dengan total penjualan mencapai 3,5 juta unit.

Seperti dilansir dalam riset reportlinker.com, Senin (1/6), bertajuk “Indonesian Automotive Outlook, 2020”, alasan utama penurunan ini adalah perlambatan ekonomi global dalam penjualan otomotif dan penurunan penjualan yang dihadapi oleh Indonesia, kontributor utama untuk pasar ASEAN (dengan kontribusi 29,8% pangsa pada 2019), karena pemilihan presiden. Di Indonesia , penjualan kendaraan penumpang (PV) turun secara signifikan, mencatat penurunan 10,2% dari 874.680 unit pada 2018 menjadi 785.540 unit pada 2019.

Multi-purpose vehicle (MPVs) memegang pangsa terbesar (71%) di segmen PV meskipun sedikit menurun pada 2019. Penjualan kendaraan komersial (CV) juga anjlok di Indonesia, menurun sebesar 11,6% dari 276.630 unit pada 2018 menjadi 244.590 unit di 2019. Pickup terus mendominasi segmen CV, dengan pangsa meningkat dari 51,9% pada 2018 menjadi 55,4% pada 2019.(*/berbagai sumber/tim redaksi 07 & 08/Safarudin/Indra)

Sumber: klik di sini


Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 183 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini