Selasa, 11 Agustus 2020

Enam Kumpulan Riset Data Spesifik Industri Rokok dan Hasil Tembakau

 Meski banyak pro dan kontra menghinggapi sektor industri ini, tetap saja industri rokok menggenggam pasar yang begitu besar di Indonesia. Terlebih lagi konsumsi rokok cenderung bersifat elastis terhadap kondisi dan tantangan eksternal. Hal ini membuat Indonesia menjadi pasar yang gurih bagi sektor industri rokok dan hasil tembakau.


Untuk mengulas industri rokok lebih dalam, mulai dari volume produksi, pangsa pasar merek-merek (brand) rokok di Indonesia, nilai pasar (market value) industri, konsumsi rokok, jumlah perokok, segmentasi perokok, pemimpin pasar, para pemain terbesar, pangsa pasar segmen rokok, dan kinerja produksi serta keuangan para pemain rokok di negeri ini, dan tidak ketinggalan strategi top 3 market leader di industri rokok, duniaindustri.com menghimpun sedikitnya enam data dan riset industri khusus rokok di Indonesia.

Yuk kita simak ulasannya, berikut ini:

1) Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
2) Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren PangsaPasar Market Leader)
3) Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
4) Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
5) Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
6) Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar

Berikut uraian lengkapnya:

1) Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020) ini dirilis minggu kedua Agustus 2020 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan rokok dan tembakau di Indonesia. Database direktori ini mencakup 202 perusahaan manufaktur rokok dan tembakau di Indonesia.

Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020) ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020) ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax atau no hp, email, dan kontak PIC.

Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020) ini terangkum dalam 65 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customize database direktori, market survey research, market analysis, brand analysis, dan lainnya.

Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020) ini berisi 65 halaman pdf dan berukuran 0,7 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan manufaktur rokok dan tembakau di Indonesia, serta diolah duniaindustri.com.

Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020) ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang.

Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020) ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Kesebelas kumpulan database direktori spesifik itu adalah: 1. Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020); 2. Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020); 3. Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020); 4. Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar); 5. Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share); 6. Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 7. Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 8. Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 9. Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 10. Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia; 10. Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 192 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

2) Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader) ini dirilis awal September 2017 menampilkan riset independen, data komprehensif, analisis, serta tren pertumbuhan dan pangsa pasar market leader industri rokok di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari tren pertumbuhan industri rokok periode 2005-2018, tren volume produksi enam perusahaan terbesar, nilai pasar (market value) industri, tren jumlah perokok, segmentasi perokok, serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara.

Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren PangsaPasar Market Leader) dimulai dengan menampilkan highlights ekonomi serta pasar Indonesia, dilengkapi tren konsumen dan tingkat daya beli, serta segmentasi konsumen kelas menengah di Indonesia. (halaman 2-5).

Kemudian, ditampilkan kondisi daya beli (purchasing power) masyarakat serta kondisi tren penjualan industri periode 2016 sebagai basisproyeksi 2017-2018. Pada 2016 diketahui daya beli masyarakat tertekan akibat perlambatan ekonomi nasional dan kenaikan harga jual rokok menyusul beban cukai yang naik. Konsumen cenderung memilih produk industri dengan harga termurah. (halaman 6-7)

Masuk ke pembahasan spesifik industri rokok, pada halaman 8 hingga 9 ditampilkan tren pertumbuhan volume produksi industri rokok periode 2005-2018 forecast, lengkap dengan persentase pertumbuhan per tahun. Data tersebut diperkuat dengan tren produksi dari 6 perusahaan market leader rokok periode 2005-2018 forecast. (halaman 8-12)

Pada halaman 12, tim duniaindustri.com menghitung nilai pasar (market value) industri rokok nasional periode 2014-2018 forecast, dengan memfaktorkan penurunan volume yang terjadi pada 2016 dan 2017. Selanjutnya, tren produksi rokok per segmen (SKT, SKM, SPM) ditampilkan dengan rekam jejak periode yang cukup panjang yakni 2014 hingga kuartal I 2017 pada halaman 13 sampai 16.

Tren konsumsi rokok disajikan dengan tabel yang menarik untuk periode 2006-2013 serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara periode 2014, pada halaman 17 dan 18. Beralih ke pembahasan kompetisi pangsa pasar, pada halaman 19 hingga 22 dijabarkan tren market share pemimpin pasar industri rokok Indonesia sejak 1979-2017 beserta analisisnya. Tahun 2005 merupakan tahun bersejarah bagi industri rokok karena terjadi pergeseran market leader di industri ini.

Pada halaman 23 dijabarkan jumlah perokok di Indonesia periode 1995-2016, posisi jumlah konsumen rokok di Indonesia di antara negara-negara di dunia. Data itu diperkuat dengan tren proporsi genre konsumen perokok (pria dan wanita) dikaitkan dengan tren pertumbuhan penduduk berdasarkan kelamin pada halaman 24. Pada halaman 25 ditampilkan ekspor-impor rokok berdasarkan nomor HS periode 2008-2011.

Pada halaman 27 hingga 64, ditampilkan secara mendetail mengenai bahan competitor intelligence (riset pesaing) untuk empat market leader industri rokok di Indonesia. Bahan competitor intelligence itu berisi antara lain tren produksi, strategi pemasaran, skema penjualan, jaringan distribusi, hingga kinerja keuangan dari 4 pemimpin pasar industri rokok di Indonesia.

Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader) sebanyak 65 halaman ini berasal dari hasil riset tim duniaindustri.com diperkuat dengan data penunjang dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

3) Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok) ini dirilis November 2016 menampilkan riset independen, data komprehensif, analisis, serta kompetisi pangsa pasar di industri rokok di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari tren volume produksi enam perusahaan terbesar, nilai pasar industri, jumlah perusahaan, tren konsumsi rokok, jumlah perokok, segmentasi perokok, serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara.

Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)dimulai dengan dengan menampilkan highlights ekonomi serta pasar Indonesia, dilengkapi tren konsumen dan tingkat daya beli, serta segmentasi konsumen kelas menengah di Indonesia. (halaman 2-4)

Kemudian, masuk ke pembahasan inti dari riset ini yakni tren produksi rokok di Indonesia periode 2005-2016 (halaman 5-6). Lebih spesifik, riset ini menampilkan tren produksi rokok dari enam perusahaan pemimpin pasar periode 2005-2016 (halaman 7-8).

Data tersebut diperkuat dengan komparasi antara produksi dan konsumsi rokok di Indonesia periode 2013-2015 (halaman 9). Juga, data tersebut dilengkapi dengan tren produksi industri periode 2011-2015, nilai pasar (market size) industri rokok 2014-2016, serta perkembangan jumlah, produksi, dan cukai rokok 2007-2011 pada halaman 10.

Tren pasar rokok juga dibedah secara lebih detail untuk melihat perubahan segmen sigaret putih mesin (SPM), sigaret kretek tangan (SKT), dan sigaret kretek mesin (SKM) periode 2014-2016 pada halaman 11. Selanjutnya, tren konsumsi rokok disajikan dengan tabel yang menarik untuk periode 2006-2013 serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara periode 2014, pada halaman 12. Tren pertumbuhan volume rokok nasional juga dipaparkan lebih detail pada halaman 13, dengan penjabaran per segmen rokok.

Beralih ke pembahasan kompetisi pasar, pada halaman 14-16 dijabarkan tren pemimpin pasar industri rokok Indonesia sejak 1979-2015 beserta analisisnya. Tahun 2005 merupakan tahun bersejarah bagi industri rokok karena terjadi pergeseran market leader di industri ini.

Pada halaman 17 dijabarkan jumlah perokok di Indonesia periode 1995-2016, posisi jumlah konsumen rokok di Indonesia di antara negara-negara di dunia. Data itu diperkuat dengan tren proporsi genre konsumen perokok (pria dan wanita) dikaitkan dengan tren pertumbuhan penduduk berdasarkan kelamin pada halaman 18. Pada halaman 19 ditampilkan ekspor-impor rokok berdasarkan nomor HS periode 2008-2011.

Beranjak ke pembahasan market leader brand rokok, riset ini menampilkan tren pangsa pasar rokok per merek periode 2012-2015 halaman 20-27. Pembahasan market intelligence terkait jaringan distribusi dan strategi distribusi market leader dipaparkan pada halaman 28-29. Kinerja keuangan market leader ditampilkan pada halaman 30-32.

Market intelligence juga ditampilkan untuk tiga perusahaan rokok penguasa pasar terkait kinerja pangsa pasar (market share), tren produksi, kinerja keuangan, dan jaringan distribusi pada halaman 33-44.

Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)sebanyak 45 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

4) Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016 ini menampilkan riset independen, data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan brand (merek) rokok di Indonesia, mulai dari volume produksi, pangsa pasar merek-merek (brand) rokok di Indonesia, nilai pasar (market size) industri, konsumsi rokok, jumlah perokok, segmentasi perokok, pemimpin pasar, para pemain terbesar, pangsa pasar segmen rokok, dan kinerja produksi serta keuangan para pemain rokok di negeri ini, dan tidak ketinggalan strategi top 3 market leader di industri rokok.

Volume produksi rokok pada 2015 diperkirakan tumbuh tipis dibanding 2014, dari 314 miliar batang menjadi 315 miliar batang, dengan nilai pasar industri (market size) diestimasi Rp 222,7 triliun – Rp 224,2 triliun pada 2015. Data ini juga menampilkan proyeksi dan outlook 2016.

Selain itu, ditampilkan tren pemimpin pasar industri rokok di Indonesia dari 1979-2015. Sejak 1989-2007, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 28%-47%. Namun sejak kuartal I 2007, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan dukungan Philip Morris menggeser Gudang Garam dan merajai industri rokok nasional. Pada 2010, market share HM Sampoerna sebesar 30,9% dan pada 2015 sekitar 35,2%. Juga ditampilkan pangsa pasar pemain lainnya.

Ikut ditampilkan tren pertumbuhan pangsa pasar segmen rokok, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai sigaret kretek mesin (SKM) LTN dan SKM FF, sementara sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret putih mesin (SPM) cenderung menurun.

Secara khusus, riset persaingan brand rokok ini menampilkan top 10 market leader brand (merek) rokok di Indonesia berdasarkan penjualan, perubahan pangsa pasar 2014 dan 2015, tren perkembangan pangsa sejak 1979 hingga 2015. Duniaindustri.com juga membuat riset terkait brand equity market leader brand rokok di Indonesia, dari mulai tren penjualan dikaitkan dengan biaya iklan dan promosi yang dihabiskan.

HM Sampoerna pemimpin pasar rokok di Indonesia memiliki merek produk yang kuat dan cenderung mendominasi pasar. HM Sampoerna merajai di segmen SKM 31%, SKT 39%, dan SPM 81%. Ikut dibedah, pangsa pasar produk HM Sampoerna yakni A Mild, Dji Sam Soe, Malboro, U mild, dan Sampoerna Kretek.

Selain HM Sampoerna, ikut ditampilkan data-data terkait PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bentoel International investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Di samping pangsa pasar merek produk, juga diulas, fasilitas produksi, jalur pemasaran dan distribusi, tren penjualan dan pendapatan serta laba (EBITDA), serta kenaikan cukai 2015.

Data sebanyak 28 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

5) Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri rokok di Indonesia, mulai dari volume produksi, nilai pasar industri, jumlah perusahaan, cukai, konsumsi rokok, jumlah perokok, segmentasi perokok, harga rata-rata rokok di Asia Tenggara, tren pertumbuhan volume, kebutuhan bahan baku, hingga pemimpin pasar, para pemain terbesar, pangsa pasar merek rokok, pangsa pasar segmen rokok, dan kinerja produksi serta keuangan para pemain rokok di negeri ini.

Volume produksi rokok pada 2015 diperkirakan tumbuh tipis dibanding 2014, dari 314 miliar batang menjadi 315 miliar batang, dengan nilai pasar industri (market size) diestimasi Rp 222,7 triliun – Rp 224,2 triliun pada 2015. Data ini juga menampilkan proyeksi dan outlook 2016.

Sementara konsumsi rokok di Indonesia meningkat rata-rata per tahun (CAGR) sebesar 6% periode 2008-2014. Harga rokok di Indonesia paling rendah di kawasan Asia Tenggara sebesar US$ 1,4 per pack rokok. Juga dipaparkan tren pertumbuhan volume serta kebutuhan cengkeh industri rokok nasional.

Saat ini jumlah perokok di Indonesia pada 2015 mencapai 62,7 juta jiwa dengan rasio 63% dari seluruh pria merupakan perokok, sedangkan 5% wanita merupakan perokok.

Selain itu, ditampilkan tren pemimpin pasar industri rokok di Indonesia dari 1979-2015. Sejak 1989-2007, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 28%-47%. Namun sejak kuartal I 2007, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan dukungan Philip Morris menggeser Gudang Garam dan merajai industri rokok nasional. Pada 2010, market share HM Sampoerna sebesar 30,9% dan pada 2015 sekitar 35,2%. Juga ditampilkan pangsa pasar pemain lainnya.

Ikut ditampilkan tren pertumbuhan pangsa pasar segmen rokok, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai sigaret kretek mesin (SKM) LTN dan SKM FF, sementara sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret putih mesin (SPM) cenderung menurun.

Secara khusus data ini menampilkan data dan informasi spesifik terkait 4 pemain besar di industri rokok di Indonesia, mulai dari sejarah, line up (portofolio) produk, hingga pangsa pasar produk/merek rokok. HM Sampoerna pemimpin pasar rokok di Indonesia memiliki merek produk yang kuat dan cenderung mendominasi pasar. HM Sampoerna merajai di segmen SKM 31%, SKT 39%, dan SPM 81%. Ikut dibedah, pangsa pasar produk HM Sampoerna yakni A Mild, Dji Sam Soe, Malboro, U mild, dan Sampoerna Kretek.

Selain HM Sampoerna, ikut ditampilkan data-data terkait PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bentoel International investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Di samping pangsa pasar merek produk, juga diulas, fasilitas produksi, jalur pemasaran dan distribusi, tren penjualan dan pendapatan serta laba (EBITDA), serta kenaikan cukai 2015.
Data sebanyak 39 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

6) Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar ini mencakup nilai penjualan, produksi, dan pangsa pasar 4 perusahaan rokok terbesar di Indonesia (periode tujuh tahun terakhir). Keempat perusahaan rokok itu adalah PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Djarum, dan PT Bentoel Internasional Investama Tbk  (RMBA).(*)

Sumber: di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 192 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 192 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Minggu, 09 Agustus 2020

Identifikasi Peluang dan Tantangan di Tengah Ketidakpastian Pandemi dengan 192 Brand Analysis

Tantangan pandemi Covid 19 yang belum usai masih membawa ketidakpastian dan volatilitas pasar yang tak menentu. Mayoritas korporasi masih berkutat pada strategi survive untuk sustainability usaha. Tapi tak sedikit yang terpaksa harus menempuh diversifikasi usaha ke sektor yang lebih prospektif.

Aspek keberlanjutan usaha memang ditentukan dari seberapa dalam impact pandemi terhadap sektor terkait. Ada sejumlah sektor usaha yang justru menikmati pertumbuhan tinggi di tengah pandemi, tapi ada juga yang masih tiarap.

Kejelian mengidentifikasi peluang, kelincahan strategi, serta fleksibilitas sumber daya menjadi kriteria utama untuk menopang sustainability korporasi. Dalam hal diversifikasi usaha ke sektor yang lebih prospektif, tentu dibutuhkan dukungan data-data yang akurat untuk mengukur potensi pasar secara komprehensif.

Untuk itulah, Duniaindustri.com sebagai startup big data terus memberi dukungan dengan mengupdate database spesifik per sektor industri secara kontinyu. Hingga pertengahan Agustus, terdapat 192 database spesifik hasil riset data yang diharapkan menjadi acuan barometer industri.

Indeks Data Industri yang bisa didownload: (192 Database Spesifik per Agustus 2020)

Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)
Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)
Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020)
Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020)
Market Outlook Industri Kosmetik 2014-2024 (Market Growth and Market Segmentation Analysis)
Data Spesifik Market Size Yoghurt 2016-2019 (Top 6 Market Share Leader)
Riset Data Market Size Kamera 2016-2019 (Pangsa Pasar Kamera Mirrorless)
Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) 
Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
Riset Data Spesifik Komoditas Logam Perunggu 2015-2025 (Market Outlook dan Database Buyer Asing)
Market Outlook Penjualan dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi 2010-2025 (Trend Penjualan Per Tipe dan Per Jenis Motor)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)
Ebook Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri
Riset Data Spesifik Baja Galvanize Tower Seluler dan Transmisi Listrik 2015-2024 (Market Share Database)
Riset Data Spesifik Lab Pengujian Lingkungan 2017-2024 (Kajian Pertumbuhan Pasar dan Profitabilitas)
Riset Data Spesifik Pasar Obat Generik 2016-2023 (Market Share Top 30 Produsen Terbesar Obat Generik)
Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
Data Spesifik Tenaga Kerja di Indonesia 2015-2019 (Profil Tenaga Kerja Konstruksi dan TKA Per Negara)
Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia
Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)
Riset Spesifik Direktori 74 Perusahaan Tekstil 2019 (Tren Harga Bahan Baku)
Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0)
Laporan Riset Data Industri Minuman Kesehatan (Tren Pertumbuhan dan Profil Market Leader)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2014-2020 (Top 10 Perusahaan Kosmetik & Market Analysis)
Riset Data Spesifik Industri Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi Lingkungan 2017
Riset Data Populasi Mobil 1950-2025 (Market Analysis Persaingan Pangsa Pasar Mobil)
Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend)
Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & Usaha Besar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah)
Riset Spesifik Market Tren Industri Oli Pelumas 2014-2020 (Tren Pertumbuhan dan Pangsa Pasar)
Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas)
Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker)
Data Komprehensif Revolusi Industri 4.0 (Strategi Pengembangan dan Ketenagakerjaan hingga 2025)
Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa)
Riset Populasi Jumlah Sepeda Motor 1950-2025 (Market Analysis Provinsi Paling Potensial)
Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil, Garmen, Pakaian, Gloves, Karpet, Jaket, Handuk, Jas, Seragam, dan Lainnya
Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018
Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)
Data dan Outlook Industri Beton Pracetak (Riset Tren Pasar 2008-2022)
Data Cryptocurrency & Regulasinya di Indonesia (Sisi Positif & Negatif Bitcoin)
Data dan Outlook Industri Perkapalan, Pelayaran, & Pelabuhan (Riset Tren Armada Kapal 2005-2020)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel)
Riset Tren Pasar Oli Motor Per Provinsi 2014-2016 (Proyeksi Market Size 2017)
Data Transportasi, Infrastruktur, dan Logistik di Indonesia Timur (Skema Tol Laut)
Riset Tren Pasar Obat Generik, Etikal, dan OTC 2012-2018 (Data Industri Healthcare)
Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader)
Riset Tren Ekspansi Industri Semen 2015-2017 (Kajian Peta Kompetisi dan Strategi Penetrasi Pasar)
Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast)
Riset Spesifik Market Size Industri Oli Pelumas (Tren Penjualan Dua Market Leader)
Data dan Riset Eksklusif Industri Pipa Baja 2012-2018 (Demand Trends dan Market Leader)
Data dan Kajian Pembangunan Infrastruktur 2015-2019 (Alternatif Pendanaan dan Skema Penjaminan)
Data dan Market Brief Industri Baja (Tren Pangsa Pasar dan Demand Growth 2016-2017)
Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)
Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026)
Data Komprehensif Infrastruktur Jalan 2015-2019
Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017)
Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar)
Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018
Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku
Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050
Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)

Kupas Tuntas Trend Pertumbuhan Industri Kimia dalam 8 Riset Data Spesifik

  

Industri kimia merupakan turunan dari industri minyak dan gas (migas) yang juga memiliki peranan penting terhadap sektor industri manufaktur di Indonesia. Seperti industri baja, industri kimia juga merupakan induk industri hilir seperti plastik, kemasan fleksibel, tinta, peralatan, dan penunjang industri elektronik serta otomotif.

Untuk mengetahui database industri kimia, duniaindustri.com memiliki sedikitnya 8 data dan riset khusus di industri ini. Simak ulasannya, berikut ini:

1) Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
2) Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)

Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast) ini dirilis minggu pertama Agustus 2020 menampilkan data riset, tren pasar, pertumbuhan volume pasar (market size/size business), nilai pasar (market value), market outlook, database pemain, dan potensi pasar industri tinta cetak (printing ink) di Indonesia periode 2008-2024. Disajikan dalam tabel, grafis, dan tabulasi data yang menarik, riset spesifik berjumlah 80 halaman ini diharapkan menjadi acuan pertumbuhan bisnis pemain industri tinta cetak (printing ink) serta stakeholders terkait lainnya.

Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast) ini menjadi salah satu dari 191 kumpulan database spesifik terlengkap yang diproduksi tim Duniaindustri.com, dengan periode yang panjang 16 tahun sehingga dapat menggambarkan siklus pertumbuhan industri yang komprehensif. Riset data ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia, yang terpengaruh pandemi Covid-19 sehingga mengganggu aktivitas industri secara umum. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk sektor tinta cetak. (halaman 2 sampai halaman 4)

Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Beralih ke fokus pembatasan, pada halaman 11 ditampilkan fokus market outlook industri tinta cetak dilengkapi metodologinya. Market demand trend industri tinta cetak untuk pasar secara umum (overall market) periode 2008-2024 disajikan dalam bagan tabel yang menarik. Pembahasan dan analisis pasar dibagi menjadi beberapa periode; antara lain market demand printing ink periode 2008-2011 beserta analisisnya, periode 2012-2016, periode 2017-2020, serta outlook 2021-2024 beserta analisisnya. (halaman 11 sampai halaman 16)

Data tersebut kemudian ditampilkan dalam bentuk grafis pertumbuhan volume demand pada halaman 17 dan grafis persentase pertumbuhan pada halaman 18. Khusus di halaman 18, terlihat jelas siklus persentase pertumbuhan demand tinta cetak yang melalui dua siklus utama dalam periode 2008-2024, dengan analisis pada halaman 19.

Disusul kemudian, tren perkembangan pasar tinta cetak per tipe produk (2 type) periode 2008-2024 disajikan dalam bagan tabel yang menarik, berisi volume pasar overall market, produksi lokal, dan impor, serta pertumbuhannya pada halaman 20 sampai halaman 24. Berlanjut ke halaman 25-29, ditampilkan tren perkembangan pasar tinta cetak per tipe produk (2 type) per segmen (8 segment) periode 2008-2024.

Kemudian ditampilkan tren perkembangan pasar tinta cetak per warna (2 warna) periode 2008-2024 disajikan dalam bagan tabel yang menarik, berisi volume pasar overall market, produksi lokal, dan impor, serta pertumbuhannya pada halaman 29-46. 

Masuk ke pembahasan selanjutnya, tim Duniaindustri.com membuat riset independen terkait nilai pasar (market value) industri tinta cetak di Indonesia. Pada halaman 47-51, ditampilkan tren perkembangan nilai pasar (market value) tinta cetak local market disajikan dalam tabel yang menarik, berisi market value local overall market (dalam US$), market value local overall market (dalam Rp), pertumbuhan, dan kurs nilai mata uang tahun tersebut.

Data dan riset eksklusif di atas didukung dengan data primer dan data sekunder yang memadai sebagaimana terlihat pada halaman 52-63. Pada halaman 53-63 ditampilkan data impor untuk produk tinta cetak (printing ink) per negara. Dan pada halaman 64-71, disajikan tabel dan chart data pendukung primer yakni volume penjualan dan nilai penjualan salah satu market leader di industri tinta cetak (printing ink) periode 2012-2019.

Riset eksklusif ini juga diperkuat dengan database direktori perusahaan produsen tinta cetak di Indonesia. Pada halaman 72-79 ditampilkan database direktori perusahaan produsen tinta cetak di Indonesia yang berjumlah 43 perusahaan, berisi nama perusahaan, alamat, no telpon, dan informasi berharga lainnya.

Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast) sebanyak 80 halaman pdf dan berukuran 5,5 MB ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari Kementerian Perindustrian, BPS, IMF dan Bank Dunia, dan perusahaan market leader industri tinta cetak (printing ink) di Indonesia. Data dalam riset ini juga sudah disinkronkan dengan data asosiasi industri tinta di Jepang. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

2) Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020) ini dirilis akhir Juli 2020 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan kimia, petrokimia, dan plastik di Indonesia. Database direktori ini mencakup 455 perusahaan di industri kimia, petrokimia, dan plastik di Indonesia.

Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020) ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020) ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax atau no hp, email, dan kontak PIC.

Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020) ini terangkum dalam 177 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customized database direktori, market survey research, market analysis, brand analysis, dan lainnya.

Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020) ini berisi 177 halaman pdf dan berukuran 0,8 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan kimia, petrokimia, dan plastik di Indonesia, serta diolah duniaindustri.com.

Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020) ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang.

Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020) ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Kesepuluh kumpulan database direktori spesifik itu adalah: 1. Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020); 2. Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020); 3. Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar); 4. Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share); 5. Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 6. Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 7. Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 8. Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 9. Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia; 10. Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 190 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

Sumber: klik di sini


 
3) Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast) dirilis awal Agustus 2017 menampilkan data riset, tren pasar, pertumbuhan volume pasar (market size), nilai pasar (market value), dan potensi pasar industri tinta cetak (printing ink) di Indonesia periode 2008-2020. Disajikan dalam tabel, grafis, dan tabulasi data yang menarik, riset spesifik ini diharapkan menjadi acuan pertumbuhan bisnis pemain industri tinta cetak (printing ink) serta stakeholders terkait lainnya.

Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast) ini dimulai dengan menampilkan fokus dari riset eksklusif industri tinta cetak (printing ink) dan metode yang digunakan (halaman 2). Tren perkembangan pasar tinta cetak untuk pasar secara umum (overall market) periode 2008-2020 disajikan dalam bagan tabel yang menarik, berisi volume pasar overall market, produksi lokal, dan impor, serta pertumbuhannya pada halaman 3-6.

Selanjutnya, data dan riset eksklusif ini menampilkan tren perkembangan pasar tinta cetak per tipe produk (2 type) periode 2008-2020 disajikan dalam bagan tabel yang menarik, berisi volume pasar overall market, produksi lokal, dan impor, serta pertumbuhannya pada halaman 7-10. Berlanjut ke halaman 11-18, ditampilkan tren perkembangan pasar tinta cetak per tipe produk (2 type) per segmen (8 segment) periode 2008-2020 disajikan dalam bagan tabel yang menarik, berisi volume pasar overall market, produksi lokal, dan impor, serta pertumbuhannya.

Kemudian ditampilkan tren perkembangan pasar tinta cetak per warna (2 warna) periode 2008-2020 disajikan dalam bagan tabel yang menarik, berisi volume pasar overall market, produksi lokal, dan impor, serta pertumbuhannya pada halaman 19-22. Dari data-data yang disajikan pada halaman pendahulu, pada halaman 23-24 dipaparkan pointers analisis tren pertumbuhan dan forecast market tinta cetak (printing ink) di Indonesia, difaktorkan (disesuaikan) dengan pertumbuhan industri hilir seperti industri kemasan fast moving consumer goods, industri percetakan (publishing) dan sentimen ekonomi makro.

Masuk ke pembahasan selanjutnya, tim Duniaindustri.com membuat riset independen terkait komparasi nilai pasar (market value) industri tinta cetak di Indonesia dengan pasar global (global market). Pada halaman 25-31, ditampilkan tren perkembangan nilai pasar (market value) tinta cetak local market vs global market periode 2008-2020 disajikan dalam tabel yang menarik, berisi market value local overall market (dalam US$), market value local overall market (dalam Rp), pertumbuhan, dan kurs nilai mata uang tahun tersebut. Data tersebut kemudian dikomparasi dengan tren pertumbuhan industri tinta cetak di Indonesia dengan pasar global (global market) periode 2008-2020.

Tidak hanya itu, tim Duniaindustri.com membuat riset independen terkait tren permintaan (demand) industri tinta cetak (printing ink) di Indonesia periode 2008-2020, berisi tabel perkembangan volume demand beserta pertumbuhannya disertai analisis, grafis, dan chart pada halaman 32-37.

Data dan riset eksklusif di atas didukung dengan data primer dan data sekunder yang memadai sebagaimana terlihat pada halaman 38-51. Pada halaman 39-49 ditampilkan data impor untuk produk tinta cetak (printing ink) per negara per periode 2010-Februari 2017. Dan pada halaman 50-51, disajikan tabel dan chart data pendukung primer yakni volume penjualan dan nilai penjualan salah satu market leader di industri tinta cetak (printing ink) periode 2012-2016.

Riset eksklusif ini juga diperkuat dengan tren pertumbuhan ekonomi global, negara maju, dan negara berkembang periode 2008-2022F (halaman 52), tabel proyeksi pertumbuhan ekonomi global, negara maju, dan negara berkembang 2015-2018F (halaman 53), tren perkembangan perdagangan global periode 2013-2018F (halaman 54).

Highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan ekonomi (PDB) 2015-2017F per kuartal, tren inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, dan lifting gas (halaman 55). Disusul grafis menarik tren perkembangan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat periode 2011-2017 (halaman 56), proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia dan ASEAN 2014-2019F (halaman 57), tren pergerakan ekonomi dan perdagangan di negara maju dan negara berkembang (halaman 58), grafis peta dunia berisi risiko dan tantangan perekonomian global 2018 (halaman 59).

Untuk data pendukung ekonomi Indonesia, Data dan riset eksklusif ini menampilkan target ekonomi makro 2018 beserta proyeksi pertumbuhan per sektor (halaman 60), katalis pertumbuhan per sektor pada 2018 (untuk sektor pertanian, pertambangan, industri, listrik, konstruksi, perdagangan, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan) pada halaman 61-62. Ditambah lagi target pertumbuhan ekonomi per wilayah, tingkat kemiskinan per wilayah, dan tingkat pengangguran terbuka per wilayah (halaman 63), penopang ekonomi makro Indonesia 2015-2017 (halaman 64), serta komparasi pergerakan mata uang rupiah terhadap kompetitor (halaman 65), dan tren inflasi per kuartal periode 2015-2017 (halaman 66).

Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast) sebanyak 67 halaman ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari Kementerian Perindustrian, BPS, IMF dan Bank Dunia, dan perusahaan market leader industri tinta cetak (printing ink) di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.comyang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com. Khusus untuk pembelian data ini, user tidak hanya memperoleh file softcopy, tapi juga print eksklusif (1 eksemplar – kertas hardcopy art carton 150 miligram) seharga Rp 250.000,- free ongkir pengiriman.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 140 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

4) Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia) ini dirilis Januari 2017 menampilkan data, outlook, proyeksi, dan tren industri petrokimia di Indonesia. Dengan penyajian yang cukup apik dan menarik, data ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan bisnis petrokimia di negeri ini.

Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia) ini dimulai dengan pemaparan outlook ekonomi Indonesia 2017 pada halaman 2-4. Perekonomian Indonesia pada 2017 diestimasi tumbuh 5,1% dengan sejumlah tantangan baik dari dalam maupun luar negeri seperti kesenjangan infrastruktur antar daerah serta perlambatan perekonomian China.

Pada halaman 5, ditampilkan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas. Pada halaman 6 ditampilkan proyeksi indeks harga energi periode 2010-2020 serta pertumbuhan ekonomi negara-negara utama di dunia.

Berlanjut pada industri petrokimia, pada halaman 7 dijabarkan definisi industri petrokimia beserta tiga kelompok utama. Pada halaman 8 ditampilkan pemain-pemain utama di industri petrokimia nasional, antara lain PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Kaltim Methanol Industri, dan PT Kaltim Pasifik Amoniak. 

Masuk ke pembahasan lebih detail, pada halaman 9-12 dipaparkan riset tentang tren harga ethylene dan selisih harga dengan naptha, begitu juga dengan polyolefins dengan bahan baku, butadiene dengan naptha, serta styrene dengan bahan baku periode 2009-2021. Data tersebut dilengkapi dengan tren harga ethylene dan propylene, polyethylene dan polypropylene, serta styrene monomer dan butadiene periode 2015-2016 pada halaman 13-15.

Pada halaman 16, ditampilkan tabel komposisi market share pemimpin pasar (market leader) di produk ethylene, polyethylene, polypropylene, serta styrene monomer. Data tersebut dilengkapi dengan top 10 produsen polyolefin terbesar di ASEAN beserta kapasitas produksinya pada halaman 17.

Pada halaman 18, ditampilkan tren produksi industri petrokimia hulu olefin, yakni ethylene, propylene, butadiene, benzene, toluene, xylene, ammonia, methanol, periode 2009-2016F (mencakup produksi, ekspor, dan impor). Tidak ketinggalan data konsumsi dan impor produk petrokimia hulu olefin sejak 2009-2015 pada halaman 20. Juga ditampilkan tren supply-demand (pasokan-permintaan) produk petrokimia aromatik, meliputi benzen, p-xylene, o-xylene, cyclohexene, toluen, alkylbenzene, phtalic anhydride, caprolactam, benzoat acid, purified terephtalic acid periode 2011-2015 pada halaman 19.

Ikut ditampilkan tren pasokan-permintaan produk hulu petrokimia 2015-2019, di mana sepanjang waktu tersebut Indonesia diperkirakan kekurangan pasokan ethylene dalam jumlah cukup besar (halaman 21). Pada 2013, kekurangan pasokan (shortage) ethyelene sudah lebih dari maksimum kapasitas industri dalam negeri dan pada 2019 shortage diperkirakan mencapai 1,5 kali dari kapasitas nasional. Sementara untuk propylene, kekurangan pasokan masih dalam jumlah yang relatif kecil. Kekurangan pasokan propylene pada 2019 diperkirakan mendekati 200 ribu ton.

Secara khusus, dalam data ini dibedah market intelligent terkait kinerja produksi, utilisasi, dan keuangan produsen petrokimia terbesar di Indonesia pada halaman 23-39.

Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia) sebanyak 40 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Industri Olefin dan Aromatik Indonesia (INAPLAS), sejumlah perusahaan petrokimia nasional, dan diolah duniaindustri.com. Indeks database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

5) Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai). Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik ini menampilkan riset eksklusif, analisis, dan data industri kemasan plastik (packaging) di Indonesia mulai dari definisi kemasan plastik, pertumbuhan pasar kemasan plastik, nilai pasar (market size) industri kemasan plastik, keseimbangan produksi (supply) dan permintaan (demand), serta analisis rencana penerapan cukai kemasan plastik dan dampaknya terhadap produsen.

Riset ini dimulai dengan highlights ekonomi nasional, konsep dan defisini industri kemasan plastik, serta segmentasi industri petrokimia hulu-hilir (halaman 2-5). Kemudian di halaman 6 ditampilkan chart (tabel) pertumbuhan nilai pasar (market size) industri plastik, volume penjualan dan pertumbuhan periode 2013-2015. Dari tren penjualan tersebut, 65% di antaranya khusus kemasan plastik dan 35% alat rumah tangga, pipa, furnitur, elektronik, bagian kendaraan dari plastik. (halaman 6)

Pada halaman 7 diulas secara khusus tentang volume penjualan, market size, dan pertumbuhan industri kemasan plastik periode 2013-2015. Tren pertumbuhan cenderung melambat dalam tiga tahun terakhir terpengaruh perlambatan ekonomi global serta sentimen pelemahan harga komoditas terutama minyak mentah.

Pada halaman 8-10, ditampilkan perbandingan produksi dan kebutuhan pasar produk-produk petrokimia hulu-hilir periode 2009-2015. Pada halaman 11-16, duniaindustri.com membuat riset eksklusif terkait rencana pemerintah menerapkan cukai kemasan plastik, mulai dari konsep cukai, peta permasalahan di industri ini. Riset tersebut dilanjutkan pada halaman 17 dengan metode sampling produsen-produsen kemasan plastik terbesar di Indonesia.

Pada halaman 18-30, duniaindustri.com mencoba menganalisis dampak rencana penerapan cukai kemasan plastik terhadap struktur biaya produksi industri kemasan plastik nasional. Caranya, duniaindustri.com membuat sampling struktur biaya produksi perusahaan kemasan plastik yang disesuaikan dengan estimasi dan asumsi cukai kemasan plastik. Metode itu dibandingkan dengan penerapan cukai di industri rokok yang telah lebih dahulu berjalan.

Riset eksklusif sebanyak 33 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Industri Olefin dan Aromatik Indonesia (INAPLAS), sejumlah perusahaan kemasan plastik nasional, dan diolah duniaindustri.com. Indeks database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)


6) Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016 ini menampilkan pemain-pemain utama di industri petrokimia nasional, antara lain PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Kaltim Methanol Industri, dan PT Kaltim Pasifik Amoniak. Selain itu, ditampilkan tren produksi industri petrokimia hulu olefin, yakni ethylene, propylene, butadiene, benzene, toluene, xylene, ammonia, methanol, periode 2009-2016F (mencakup produksi, ekspor, dan impor). Tidak ketinggalan data konsumsi dan impor produk petrokimia hulu olefin sejak 2009-2015.

Juga ditampilkan tren supply-demand (pasokan-permintaan) produk petrokimia aromatik, meliputi benzen, p-xylene, o-xylene, cyclohexene, toluen, alkylbenzene, phtalic anhydride, caprolactam, benzoat acid, purified terephtalic acid periode 2011-2015.

Ikut ditampilkan tren pasokan-permintaan produk hulu petrokimia 2015-2019, di mana sepanjang waktu tersebut Indonesia diperkirakan kekurangan pasokan ethylene dalam jumlah cukup besar. Pada 2013, kekurangan pasokan (shortage) ethyelene sudah lebih dari maksimum kapasitas industri dalam negeri dan pada 2019 shortage diperkirakan mencapai 1,5 kali dari kapasitas nasional. Sementara untuk propylene, kekurangan pasokan masih dalam jumlah yang relatif kecil. Kekurangan pasokan propylene pada 2019 diperkirakan mendekati 200 ribu ton.

Secara khusus, dalam data ini dibedah kinerja produksi, utilisasi, dan keuangan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebagai produsen petrokimia terbesar di Indonesia dan acuan kinerja produksi dan utilisasi dari industri petrokimia nasional. Pada 2011, utilisasi produksi ethylene mencapai 78%, dan cenderung naik di tahun-tahun berikutnya: 89% (2012), 99% (2013), 94% (2014), dan 74% (2015). Chandra Asri juga telah merampungkan ekspansi cracker untuk meningkatkan produksi ethylene hingga 43% menjadi 860 ribu ton per tahun.

Di samping itu, ikut ditampilkan data tren dan proyeksi harga ethylene serta naptha periode 2008-2021.

Data sebanyak 22 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Industri Olefin dan Aromatik Indonesia (INAPLAS), sejumlah perusahaan petrokimia nasional, dan diolah duniaindustri.com.

Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

7) Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri oli pelumas di Indonesia, mencakup highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, perkembangan investasi atau ekspansi baru, ukuran pasar (market size) industri oli pelumas, hingga pangsa pasar pemain lokal dan perusahaan internasional (multi national company/MNC), serta prospek dan tantangan industi ini ke depan.

Data ini dimulai dengan menampilkan highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016. (halaman 2-5) PT Pertamina Lubricants–anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis pelumas–pernah menguasai pangsa pasar oli nasional sebesar 90% sebelum 1997. Pada masa itu, penjualan oli masih diatur oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 tahun 1988 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas Serta Penanganan Oli Bekas yang memberikan hak monopoli kepada Pertamina. Namun, hak monopoli tersebut kemudian dicabut melalui Keppres 21 tahun 2001 tentang Pelayanan Penyediaan Pelumas, yang memperbolehkan adanya pemain baru di pasar pelumas.

Di halaman 6-9, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015. Tidak ketinggalan ditampilkan estimasi penjualan oli pelumas masing-masing pemain disertai pangsa pasarnya.

Pada halaman 10-14, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Di halaman 15 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 16, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data ini dilengkapi penetrasi populasi otomotif (motor dan mobil) di Indonesia yang menjadi konsumen terbesar oli pelumas. Di halaman 18, ditampilkan prospek (peluang) dan kendala di industri oli pelumas di Indonesia.

Data dan analisis industri oli pelumas sebanyak 19 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.

8) Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar ini menampilkan perbandingan pasokan dan permintaan produk petrokimia mencakup PE, PP, PS, PVC, PET periode 2009-2015. Selain itu, struktur industri petrokimia yang belum terintegrasi dan produk yang masih tergantung impor. Kebutuhan investasi untuk memenuhi kebutuhan produk petrokimia. Ditampilkan juga proyek-proyek investasi baru di industri petrokimia nasional. Di industri logam dasar, data ini menampilkan 14 sumberdaya mineral dan cadangannya di Indonesia mencakup tembaga, bauksit, nikel, pasir besi, mangan, emas, perak, seng, dan timah. Berbagai investasi baru di industri berbasis mineral juga ditampilkan dalam data ini. (*)

Sumber: di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 191 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 191 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Market Share Semen Conch Melompat ke Peringkat Keempat

  

Semen Conch yang dikomandoi raksasa asal China, Anhui Conch Cement Company Limited, diam-diam makin menunjukkan taringnya di pasar Indonesia. Dalam waktu cukup singkat, Semen Conch mampu mengebut kapasitas produksinya hingga bertengger di peringkat keempat daftar produsen semen terbesar di negeri ini.

Hingga akhir tahun lalu, Semen Conch menguasai kapasitas produksi 8,7 juta ton per tahun. Jumlah tersebut setara dengan 7,7% pangsa dibanding total kapasitas produksi semen Indonesia sebesar 112,4 juta ton, berdasarkan data yang diperoleh Duniaindustri.com.

Total kapasitas produksi semen di Indonesia mencapai 112,4 juta ton, berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), dengan volume produksi riil sebesar 76,1 juta ton pada 2019. Utilisasi pabrikan semen di Indonesia sekitar 67%, dengan pasokan ke pasar domestik sebesar 69,8 juta ton pada 2019 dan 6,4 juta ton diekspor.

PT Semen Indonesia Tbk masih menjadi market leader dari sisi kapasitas terpasang dengan 35,5 juta ton, disusul PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebesar 25,5 juta ton, dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk sebesar 14,8 juta ton.

Peringkat keempat ditempati Semen Conch, memperlihatkan upaya ekspansi tak kenal lelah untuk menguasai pasar Indonesia. Agresivitas Semen Conch juga mampu melampaui nama-nama besar lainnya seperti Semen Merah Putih (PT Cemindo Gemilang), PT Semen Bosowa, dan PT Semen Baturaja Tbk.

Sejak 2017, berdasarkan data tim Duniaindustri.com, Semen Conch agresif melakukan ekspansi kapasitas baru. Informasi yang diperoleh Duniaindustri.com menyebutkan Grup Conch Cement secara proaktif mendorong pembangunan proyek di luar negeri.

Ekspansi Conch Cement di luar negeri itu mencakup tiga proyek di Indonesia, yakni Merak (Banten), Sulawesi Utara, dan Papua. Tahap kedua dari proyek pabrik penggilingan (grinding mills) di Merak, Banten, telah selesai konstruksi dan segera dimasukkan ke dalam produksi. Sementara itu, konstruksi utama untuk proyek-proyek semen Keong Sulawesi Utara telah selesai dan diperkirakan proyek ini akan dioperasikan pada 2018. Proyek pabrik semen di Sulawesi Utara hampir bersamaan dengan ekspansi pabrik Conch Semen di Kamboja. Sejumlah fasilitas seperti pelabuhan dan grinding mills di Papua juga sudah masuk tahap penyelesaian konstruksi.

Selain Indonesia, Conch Cement juga berekspansi di Laos dan Myanmar. Proyek Luangprabang Keong di Laos telah memasuki fase konstruksi puncak.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan Anhui Conch Cement Company Limited, pada akhir tahun 2017, kapasitas produksi klinker, semen, agregat dan beton komersial perusahaan masing-masing berjumlah 246 juta ton, 335 juta ton, 28,90 juta ton, dan 0,6 juta meter kubik.

Dengan dimulainya operasi proyek-proyek luar negeri dan peningkatan jaringan pasar penjualan yang berkelanjutan, volume penjualan perusahaan proyek di luar negeri mencatat peningkatan tahun ke tahun sebesar 82,76% dan jumlah penjualan meningkat sebesar 81,90% secara tahunan.

Conch Cement memang merupakan pemain baru di sektor semen di Indonesia yang cukup fenomenal. Raksasa semen dengan pendapatan 2017 mencapai 75,31 miliar RMB (atau setara Rp 165,68 triliun dengan kurs 1 RMB=Rp 2.200) berambisi meningkatkan kapasitas produksi hingga 25 juta ton di Indonesia. Peningkatan kapasitas produksi tersebut ditargetkan bisa dilakukan dengan membangun sejumlah pabrik di beberapa daerah.

Sebelumnya Direktur Conch Cement Indonesia, Wang Hai Wing, mengatakan peningkatan kapasitas produksi ini harus dilakukan karena kebutuhan semen di Indonesia masih cukup tinggi. “Jadi memang kelebihan suplai (over supply) ini hanya jangka pendek. Ke depannya, pasar semen (Indonesia) masih ada potensi, masih bisa menyerap. Permintaan pasar itu masih ada, masih cukup besar saat ini,” ungkapnya.

Menurut dia, sebenarnya rata-rata konsumsi atau pemakaian semen per orang di Indonesia itu tidak tinggi. “Sehingga kita bilang sampai saat ini belum kelebihan suplai per kapitanya,” kata dia.

Selain pasar Indonesia, Conch yang telah memiliki pabrik semen di Kalimantan Selatan, Papua, serta grinding plant di Merak (Banten) juga telah melakukan ekspor semen ke Filipina dan Papua New Guinea. Namun angka masih kecil, yakni sebesar 10 persen. Itu pun hanya berasal dari satu pabrik di Papua. “Yang diekspor sekitar 10 persen dari satu pabrik di Papua. Kapasitas produksi di Papua 1,2 juta ton per tahun,” tandasnya.(*/)

 Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 191 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 191 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini