Minggu, 06 September 2020

Terlengkap, 17 Kumpulan Riset Data Industri Consumer Goods

Mengarungi dinamika bisnis yang penuh tantangan terutama pandemi Covid-19, industri makanan dan minuman olahan terbukti mampu survive ditopang tingginya permintaan sesuai jumlah penduduk Indonesia yang besar. Namun, jangan salah, meski potensi pertumbuhan masih besar, pergeseran selera dan kebutuhan konsumen patut diantisipasi agar dapat disesuaikan dengan trend produksi aktual.


Tujuannya tidak lain untuk menghasilkan produk sesuai selera pasar yang mampu bersaing. Faktor kualitas produk, harga jual, serta akurasi distribusi stok menjadi kunci utama.

Untuk membedah pertumbuhan, pangsa pasar, serta persaingan pasar di industri makanan dan minuman, duniaindustri.com memiliki sedikitnya 17 data dan riset khusus di industri ini. Mari kita simak ulasannya berikut ini:

1) Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)

2) Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)

3) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)

4) Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)

5) Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)

6) Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0)

7) Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend)

8) Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018

9) Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)

10) Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku

11) Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shoping (2009-2017)

12) Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)

13) Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016

14) Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016

15) Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016

16) Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi

17) Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)

Berikut ini Ulasannya:

AMarket Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) ini dirilis akhir Agustus 2020 menampilkan hasil riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market trend, serta analisis channel distribution. Riset data ini berisi 40 halaman berukuran 3,8 MB yang dibuat untuk menjadi acuan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset data ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan ulasan singkat (highlights)  perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemic Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4.

Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk pada pembahasan utama, pada halaman 11 disajikan penjabaran fokus Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) beserta metodologinya. Pada halaman 12 disajikan pointers highlights pertumbuhan market size (size business) consumer goods berbasis pangan di Indonesia periode 2013 hingga 2024. Tantangan faktor eksternal seperti perang dagang negara maju di 2019 dan pandemi Covid-19 menjadi titik tolak utama untuk mengkaji pertumbuhan market demand consumer goods pada periode tersebut. (halaman 12 dan 13)

Data tersebut kemudian diperinci dengan tabel komparasi data market size (size business) consumer goods berbasis pangan dengan tren jumlah konsumen kelas menengah atas di Indonesia serta total populasi di negeri. Tiga elemen itu ditampilkan lengkap dengan tren persentase pertumbuhan per tahun pada periode 2013-2024 di halaman 14 dan 15. Disusul kemudian tabel grafik yang menggambarkan persentase pertumbuhan guna melihat siklus yang berkembang beserta analisanya pada halaman 16 dan 17.

Pada halaman 18 sampai 21, ditampilkan segmentasi consumer goods berbasis pangan dengan 7 kategori utama, dilihat dari pertumbuhan market size periode 2013-2024. Tujuh kategori utama itu meliputi mie instan, minuman siap saji, biskuit dan snack, susu olahan, air minum dalam kemasan (AMDK), serta frozen food. Lebih luas lagi, ikut ditampilkan segmentasi pasar frozen food dan food seasoning.

Tidak ketinggalan, pada halaman 24 sampai halaman 27 disajikan data pertumbuhan pasar dari 15 kategori consumer goods berbasis pangan, meliputi makanan dalam kaleng, food seasoning, snack, permen, teh siap saji, kopi siap saji, sirup, dan lainnya periode 2009 dan 2015-2020. Segmentasi consumer goods yang cukup luas ini diharapkan menjadi alternatif panduan bisnis bagi para pelaku industri di Indonesia.

Beralih ke pembahasan berikutnya, ikut ditampilkan pangsa pasar sejumlah produk utama dalam consumer goods seperti mie instan, biskuit dan frozen food. Data tersebut ditampilkan pada halaman 28 sampai 32. Market leader mie instan 2019 beserta tren penjualan mi instan ditampilkan pada halaman 28 dan 29. Sementara market share biskuit ditampilkan pada halaman 30 dan 31. Di halaman 32, ditampilkan market share frozen food jenis bakso.

Di pembahasan penutup, pada halaman 33 sampai 39 dijabarkan tren pergeseran channel distribution mengikuti perubahan perilaku konsumen yang terjadi saat ini. Channel distribution yang dijabarkan yakni online market, pasar tradisional, pasar modern, UKM, dan business to business (b to b).

Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) ini disajikan sebanyak 40 halaman pdf dan berukuran 3,8 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari big data Duniaindustri.com, digital database, data primer dari BPS, asosiasi industri, dan kementerian terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users (per Agustus mencapai 197 database spesifik). Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

B) Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif) ini dirilis minggu keempat Agustus 2020 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market trend, analisis potensi pasar ekspor, serta persaingan dengan produk impor. Riset data ini berisi 28 halaman berukuran 2,7 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset data ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan ulasan singkat (highlights)  perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemic Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk pada pembahasan utama, pada halaman 11 disajikan fokus Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif) beserta metodologinya. Pada halaman 12 disajikan tabel market size (size business) industri makanan minuman olahan di Indonesia periode 2017 sampai 2020 forecast, yang terbagi dalam 6 segmen terbesar. Data tersebut kemudian diperinci menjadi segmen food seasoning yang meliputi 6 kategori utama, ditampilkan pada halaman 13.

Dari tabel halaman 13 itu terlihat jelas pertumbuhan segmen bumbu kering, bumbu pasta, bumbu penyedap, dan penguat rasa, yang menjadi salah satu kategori utama food seasoning. Data tersebut kemudian dianalisis lebih mendalam untuk menghasilkan tren pertumbuhan industri bumbu penyedap (mixed seasoning) di Indonesia periode 2017-2020 pada halaman 14.

Khusus untuk industri bumbu penyedap, pada halaman 15 dan 16 ditampilkan data ekspor total volume dan nilai industri bumbu penyedap dari Indonesia periode 2017-2020. Secara mengejutkan, tren ekspor baik volume maupun nilai ekspor industri bumbu penyedap tumbuh secara pesat dan signifikan. Ditampilkan pula data ekspor secara nilai dan volume industri bumbu penyedap asal Indonesia, dilengkapi market analysis-nya. Tidak tanggung-tanggung, nilai ekspor bumbu penyedap pada 2019 nyaris menyentuh angka Rp 2 triliun.

Beranjak ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 17 sampai halaman 20 ditampilan dua pasar ekspor paling prospektif untuk ekspor bumbu penyedap asal Indonesia. Disajikan pula tren pertumbuhan ekspor secara nilai dan volume ke dua pasar ekspor paling prospektif tersebut. Ditambah lagi, market analysis yang mengungkap tren ekspor bumbu penyedap asal Indonesia ke dua pasar ekspor paling prospektif tersebut tidak terpengaruh pandemi Covid-19.

Selain itu, pada halaman 21 sampai halaman 25 ditampilkan data trend ekspor bumbu penyedap asal Indonesia ke berbagai negara di dunia periode 2017-2020. Sebagai pembanding, pada halaman 26 dan 27 disajikan pula data trend impor bumbu penyedap yang masuk ke Indonesia dari berbagai negara di dunia periode 2017-2020.

Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif) ini disajikan sebanyak 28 halaman pdf dan berukuran 2,7 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari big data Duniaindustri.com, digital database, data primer dari BPS dan kementerian terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users (per Agustus mencapai 196 database spesifik). Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

C) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)ini dirilis minggu ketiga Agustus 2020 menampilkan data riset, tren pasar, pertumbuhan pasar (market size/size business), market outlook, data pangsa pasar, database pemain. Disajikan dalam tabel, grafis, dan tabulasi data yang menarik, riset spesifik berjumlah 45 halaman ini diharapkan menjadi acuan pertumbuhan bisnis pemain industri frozen food serta stakeholders terkait lainnya.

Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) ini menjadi salah satu dari 194 kumpulan database spesifik terlengkap yang diproduksi tim Duniaindustri.com, dengan coverage yang cukup luas dari gambaran umum hingga spesifik sehingga dapat menggambarkan dinamika industri yang komprehensif. Riset data ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia, yang terpengaruh pandemi Covid-19 sehingga mengganggu aktivitas industri secara umum. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk sektor frozen food. (halaman 2 sampai halaman 4)

Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Beralih ke fokus pembahasan, pada halaman 11 ditampilkan fokus riset data spesifik frozen food dengan 6 aspek utama dilengkapi metodologinya. Kemudian, pada halaman 12 sampai 13 ditampilkan executive summary dari riset data ini, dengan menyuguhkan tren pertumbuhan industri makanan minuman olahan di Indonesia periode 2013-2024, dikomparasi dengan tren pertumbuhan konsumen kelas menengah atas di negeri ini. Pertumbuhan industri makanan minuman olahan menjadi kerangka utama yang diteruskan dengan fokus pertumbuhan frozen food pada periode yang sama. Salah satu summary yang menaik untuk dicermati adalah terjadinya siklus pertumbuhan (kurva turun naik) dari market size industri makanan minuman olahan secara umum serta frozen food secara spesifik.

Pada halaman 14 sampai halaman 16, tim Duniaindustri.com membuat komparasi pertumbuhan size business industri makanan minuman olahan periode 2013-2024, dikomparasi dengan tren pertumbuhan konsumen kelas menengah atas dan total populasi di negeri ini. Komparasi nilai market size itu bertujuan untuk memperlihatkan trend persentase pertumbuhan ketiga elemen di atas pada periode 2013-2024.

Berlanjut pada pembahasan berikutnya, pada halaman 17 sampai halaman 20 ditampilkan segmentasi 6 kategori utama (top 6 category) di industri makanan minuman olahan di Indonesia, periode 2013-2024. Dalam data tersebut, tergambar jelas pertumbuhan segmen frozen food yang menduduki peringkat keenam dalam top 6 segmentasi industri makanan minuman olahan di Indonesia. Hal ini menjadi dasar riset data selanjutnya yakni komparasi size business frozen food dengan jumlah konsumen kelas menengah atas di Indonesia.

Selain menampilkan komparasi data size business frozen food dengan jumlah konsumen kelas menengah atas, pada halaman 20 sampai halaman 23 juga ditampilkan rata-rata belanja (spending) konsumen kelas menengah atas terhadap frozen food di Indonesia. Prospek positif terjadi pada periode 2013 sampai 2022, namun pelaku industri wajib mencermati trend di 2023 dan 2024.

Pada halaman 24 ditampilkan grafis tabel garis yang memperlihatkan trend persentase pertumbuhan size business frozen food di Indonesia periode 2013-2024. Dengan tabel ini, tren pertumbuhan size business dapat terlihat jelas periode pertumbuhan tertinggi dan siklus perlambatan pasar. Hal itu diperkuat dengan market analysis pada halaman 25 dan halaman 26, yang menyoroti tren pertumbuhan frozen food dikaitkan dengan sejumlah faktor pendorong dan faktor pemberat yang perlu dicermati.

Beralih ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 25 ditampilkan segmentasi top 6 kategori frozen food (mencakup nugget dan variasinya, sosis, bakso, chicken wings, frozen donnut dan bakpao, serta segmen lainnya) periode 2017 hingga 2020 forecast. Lebih mendalam lagi, riset data ini menyotori perkembangan tren size business dan volume penjualan frozen food bakso pada periode periode 2017 hingga 2020 forecast pada halaman 26.

Data tersebut kemudian dijabarkan dengan pembagian pasar untuk kategori frozen food bakso branded dan non-branded (UKM) pada periode 2017 hingga 2020 forecast pada halaman 27. Dan pada halaman 28 ditampilkan market share top 10 froen food bakso branded (kemasan branded) di Indonesia pada periode 2019. Data market share tersebut ditunjang oleh sejumlah data pendukung utama yang disajikan pada halaman 31 sampai halaman 33.

Kemudian, pada halaman 34 sampai halaman 44 ditampilkan brand profile dari top 10 market share branded frozen bakso. Brand profile itu menampilkan nama perusahaan, alamat, email, contact, merek usaha, kapasitas produksi branded frozen bakso, serta kapasitas frozen food dari perusahaan tersebut. Hal ini menjadi nilai tambah bagi stakeholders yang ingin mendalami sektor bisnis frozen food, sekaligus sebagai alat untuk memetakan persaingan pasar.

Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) sebanyak 45 halaman pdf dan berukuran 3,11 MB ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari BPS, IMF dan Bank Dunia, dan perusahaan market leader frozen food di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

C) Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori) ini dirilis minggu ketiga Juli 2020 menampilkan kajian data spesifik, riset spesifik industri bumbu (food seasoning) serta bahan tambahan pangan (BTP), database lengkap, market trend untuk periode 2017-2019. Riset data ini berisi 42 halaman berukuran 3,57 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia, yang terpengaruh pandemi Covid-19 sehingga mengganggu aktivitas industri secara umum. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk pebisnis kosmetik dan industri kecantikan. Juga, ditampilkan Indeks Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business Index), tren investasi asing, info perizinan, lisensi, pajak, subsidi, serta peraturan untuk investasi asing, peraturan tentang pengadaan tanah, kepemilikan tanah dan informasi stabilitas politik. (halaman 2 sampai halaman 14)

Kemudian dilanjutkan pada bab selanjutnya, yakni riset data spesifik industri bumbu dan bahan tambahan pangan pada halaman 15. Kajian data industri ini dimulai dengan menampilkan trend market size industri food seasoning (bumbu pangan) dalam 6 kategori mencakup 1) bumbu siap saji, bumbu masak instan, tepung bumbu; 2) bumbu kering, bumbu pasta, bumbu penyedap, penguat rasa; 3) cuka; 4) santan kelapa; 5) rempah; 6) terasi. Trend market size industri food seasoning dalam 6 kategori itu ditampilkan untuk periode 2017-2019. (halaman 16 dan 17)

Secara spesifik, tim Duniaindustri.com memfokuskan riset data untuk kategori cuka dengan menampilkan trend market size periode 2018-2019. Trend market size cuka dibedakan secara nilai dan secara volume pasar, disertai pertumbuhan pada periode tersebut. (halaman 18) Tidak hanya itu, ditampilkan juga top 5 market leader industri cuka makan berdasarkan penjualan serta market leader profile pada halaman 19 sampai halaman 21.

Beralih ke bahan tambahan pangan, tim Duniaindustri.com juga menyajikan riset data market size bahan tambahan pangan untuk 9 kategori meliputi 1) karagenan; 2) kecap; 3) pemanis buatan; 4) pewarna makanan; 5) vanili; 6) frambozen; 7) sambal; 8) saos; 9) sari daging. Market size 9 kategori bahan tambahan pangan itu disajikan untuk periode 2017-2019 pada halaman 22.

Lebih spesifik lagi, disajikan market size pewarna makanan secara nilai dan volume periode 2018 dan 2019 pada halaman 23. Top 5 market leader pewarna makanan ditampilkan dengan komposisi market share per perusahaan pemimpin pasar, dilengkapi profilnya pada halaman 24 sampai 28.

Demikian juga dengan kategori vanili dan kategori frambozen, ditampilkan data tentang market size dan volume market, serta profil top 5 market leader dihitung dari market share-nya. (halaman 29 sampai 35).

Disusul kemudian pembahasan terkait distribusi channel terbesar untuk produk pangan yang dikaitkan dengan penjualan bumbu (food seasoning) dan bahan tambahan pangan. Pembahasan channel distribution ini dibedakan untuk 5 segmen, meliputi pasar tradisional, pasar modern, online channel, usaha kecil menengah (UKM), dan business to business (b to b). (halaman 36 sampai 42)

Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori) sebanyak 42 halaman dan berukuran 3,57 MB ini berasal dari riset komprehensif tim Duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Bank Dunia, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan makanan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Saat ini terdapat 189 riset data spesifik dari 18 sektor industri di Indonesia.(*)

D) Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini dirilis pertengahan Mei 2020 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan makanan minuman di Indonesia. Database direktori ini mencakup lebih dari 203 perusahaan di industri makanan minuman di Indonesia.

Database direktori ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, kontak PIC dan telponnya, serta dilengkapi dengan profil produk serta merek perusahaan dan pangsa pasar.

Profil perusahaan-perusahaan makanan minuman ditampilkan secara singkat berisi penjelasan spesifik segmen usaha, merek dagang (brand) yang diproduksi, serta sejarah perjalanan perusahaan. Sedangkan profil pangsa pasar berisi uraian singkat merek dagang atau brand paling diunggulkan oleh perusahaan mkanana minuman serta data market share-nya.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) di Indonesia ini terangkum dalam 59 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customized database direktori, dan lainnya.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini berisi 59 halaman pdf dan berukuran 0,6 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan makanan minuman di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Kelima kumpulan database direktori itu adalah: 1) Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 2) Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 3) Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 4) Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 5) Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 182 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

Sumber: klik di sini

E) Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0) ini dirilis per April 2019 menampilkan riset independen, data komprehensif, analisis, market trend, dan outlook mengenai proyeksi pertumbuhan tren produksi empat segmen industri makanan dan minuman (industri pengolahan sayur dan buah, industri pengolahan kakao, industri pengolahan kopi, dan industri pengolahan teh). Dalam pembahasan, juga ditampilkan tren perkembangan jumlah tenaga kerja di 4 segmen industri makanan dan minuman tersebut serta kesiapan mengadopsi revolusi industri 4.0.

Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0) sebanyak 56 halaman dan berukuran 5,42 MB ini berasal dari riset spesifik tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

F) Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend) ini dirilis pada minggu pertama September 2018 menampilkan riset independen, data komprehensif, data market size, data market value, serta tren pertumbuhan pasar susu bubuk di Indonesia. Pembahasan dilakukan cukup detail sehingga memudahkan stakeholders untuk memahaminya serta menjadikannya acuan untuk membuat proyeksi ke depan.

Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend) ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2 dan 3). Dilanjutkan dengan outlook dan prospek bisnis 2018 mengacu pada target pertumbuhan ekonomi pemerintah di 2018 di halaman 4.

Masuk pada halaman 5, dipaparkan faktor-faktor pendorong pertumbuhan pasar susu bubuk di Indonesia, mulai dari jumlah anak yang terbagi beberapa segmen sesuai usia, tren pertumbuhannya, serta tantangan regulasi di sektor ini. Pada halaman 6, ditampilkan diagram (chart) pohon industri susu di Indonesia dari mulai bahan baku yakni susu mentah (susu segar) hingga tiga lapisan ke hilir.

Selanjutnya, beranjak ke pembahasan lebih detail, tim Duniaindustri.com membedah tren market size (dalam ton) industri susu bubuk di Indonesia periode 2012-2021F. Pembahasan ini ditampilkan dalam tabel sehingga memudahkan pemahaman pembaca. Pembahasan meliputi 3 segmen industri susu bubuk yakni infant formula (susu bubuk untuk anak usia 0-6 bulan), susu bubuk pertumbuhan (susu bubuk untuk anak usia 6 bulan hingga 3 tahun), serta susu bubuk kebutuhan khusus (susu bubuk bayi dengan kadar laktosa rendah serta susu formula untuk ibu hamil dan menyusui). Pembahasan dilakukan secara terperinci dengan memperhatikan tren pertumbuhannya, pada halaman 7 dan 8.

Dari data tersebut, kemudian diolah dalam market analysis pada halaman 9. Segmentasi industri susu bubuk dijelaskan lebih rinci pada halaman 10, beserta porsinya masing-masing terhadap total pasar susu bubuk di Indonesia.

Pada halaman 11, ditampilkan pie chart porsi dari 3 segmen terhadap total pasar susu bubuk di Indonesia pada periode 2015. Disusul kemudian, pada halaman 12, ditampilkan pie chart porsi dari 3 segmen terhadap total pasar susu bubuk di Indonesia pada periode 2018F. Dengan perbandingan dua diagram tersebut, diharapkan pembaca dapat mengerti perubahan porsi masing-masing segmen.

Tidak hanya itu, tim Duniaindustri.com membedah tren market value (dalam jutaan rupiah) industri susu bubuk di Indonesia periode 2012-2021F. Pembahasan ini juga meliputi 3 segmen industri susu bubuk yakni infant formula (susu bubuk untuk anak usia 0-6 bulan), susu bubuk pertumbuhan (susu bubuk untuk anak usia 6 bulan hingga 3 tahun), serta susu bubuk kebutuhan khusus (susu bubuk bayi dengan kadar laktosa rendah serta susu formula untuk ibu hamil dan menyusui). Pembahasan dilakukan secara terperinci dengan memperhatikan tren pertumbuhannya, pada halaman 13 dan 14.

Khusus pada halaman 15, tim Duniaindustri.com juga memonitor tren produksi dari segmen infant formula untuk periode 2015-2018F. Disusul kemudian, market analysis tren konsumsi pasar infant formula yang mempengaruhi tren produksi nasional, pada halaman 16. Tantangan bagi produsen infant formula berupa pengetatan regulasi dipaparkan dalam market analysis pada halaman 17. Serta, dampak dari pengetatan regulasi tersebut yang dibarengi upaya untuk mengatasinya, pada halaman 18.

Berlanjut ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 19 sampai 28, ditampilkan profil market leader produsen infant formula, lengkap dengan tren produksi dalam tiga tahun terakhir, profil kapasitas produksi, serta keunggulan pabrik/fasilitas produksinya. Gambaran ringkat produsen susu bubuk di Indonesia ditampilkan pada halaman 29 dan 30, diperinci dengan segmen produksi dari jenis susu bubuk yang diproduksinya.

Pada halaman 31 sampai 33, ditampilkan tren pangsa pasar susu bubuk di Indonesia untuk periode 2011-2015. Dilanjutkan dengan tren produksi dan nilai pasar industri susu bubuk, yang merupakan data pembanding dari riset data spesifik Duniaindustri.com.

Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend) ini berisi sebanyak 38 halaman berukuran 3 MB, berasal dari riset independen Duniaindustri.com yang diperkuat oleh data dari BPS, Bank Dunia, Kementerian Kesehatan, serta data internal sejumlah produsen susu bubuk. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

G) Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018ini dirilis pada minggu pertama Maret 2018 menampilkan data komprehensif, tren perkembangan, infografis menarik, terkait industri minuman secara umum, dan industri minuman kesehatan secara khusus. Diperkuat dengan tren pasar (meliputi market size dan market value 7 segmen industri), peta pangsa pasar industri minuman kesehatan, serta profil 2 market leader ini diharapkan dapat memperkaya database persaingan pasar guna menentukan arah strategi bisnis ke depan.

Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018 ini juga dilengkapi dengan sejumlah data-data pendukung dari sumber yang kompeten. Pada halaman 24, ditampilkan highlight singkat perkembangan industri minuman di Indonesia. Sedangkan indikator utama industri minuman pada periode 2015-2016 ditampilkan pada halaman 25, mencakup jumlah perusahaan, kapasitas produksi total, nilai output, nilai investasi, hingga jumlah tenaga kerja.

Isu-isu strategis terkait industri minuman ditampilkan pada halaman 26 hingga halaman 28. Disusul kemudian profil industri minuman berkarbonasi pada halaman 29, profil industri minuman isotonik pada halaman 30, pemetaan brand dana target market dari minuman isotonik pada halaman 31, rekam jejak pertumbuhan volume pasar industri minuman per segmen pada periode 2004 hingga 2015, serta kilas balik tren industri minuman di Indonesia dibanding negara ASEAN pada halaman 33.

Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018 sebanyak 34 halaman dan berukuran 4 MB ini berasal dari riset spesifik dan independen Duniaindustri.com didukung data-data dari asosiasi industri dan regulator terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

H) Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku ini dirilis Februari 2017menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai pasar consumer goods serta tren harga bahan baku untuk industri consumer goods. Dua subjek kajian outlook ini dipilih mengingat harga komoditas terutama bahan baku consumer goods terpengaruh perlambatan ekonomi global sepanjang 2015 hingga 2016.

Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku sebanyak 34 halaman pdf ini berasal dari kompilasi berbagai sumber antara lain asosiasi industri, BPS, riset eksternal, dan diolah duniaindustri.comIndeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

H) Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) ini dirilis pada minggu pertama Februari 2018 menampilkan data komprehensif, tren perkembangan, infografis menarik, terkait industri perikanan dan hasil laut (rumput laut, ikan surimi, udang, tuna tongkol cakalang, kepiting & rajungan, cumi & gurita). Diperkuat dengan tren produksi, sebaran lokasi, serta nama produsen, data komprehensif ini diharapkan dapat memperkaya database persaingan pasar guna menentukan arah strategi bisnis ke depan.

Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2-4). Dengan dukungan jumlah penduduk yang besar, pasar industri perikanan dan hasil laut cukup prospektif dan atraktif baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor.

Pada halaman 5, ditampilkan tabel tren perkembangan konsumsi ikan per kilogram per kapita per tahun periode 2012-2017, yang diperkuat dengan data tren kebutuhan ikan secara nasional pada periode yang sama. Metode perhitungan data tren tersebut dipaparkan pada halaman 6-7.

Data tren tersebut dijelaskan lebih detail pada halaman 8, tren data konsumsi ikan per kapita dibedakan per provinsi sehingga memberikan gambaran lebih jelas perkembangan demand di masyarakat. Dilanjutkan pada halaman 9, tren ekspor hasil perikanan secara nasional periode 2015-2017 dan proyeksi 2018-2019, mencakup 474 produk HS 10 digit. Data tren ekspor tersebut kemudian dikomparasi dengan kinerja ekspor sejumlah negara yakni China, Vietnam, Filipina, Singapura, pada halaman 10.

Pada halaman 11, ditampilkan data potensi sumber daya ikan di Indonesia pada periode 1997, 1999, 2001 hingga 2017. Pada halaman 12, disajikan tabel tren pertumbuhan produksi perikanan, mencakup perikanan tangkap dan perikanan budidaya periode 2011-2016.

Pada halaman 13-15, dipaparkan data neraca ekspor-impor hasil perikanan pada periode 2012-2017, komparasi neraca ekspor-impor perikanan dengan negara lain, serta tren ekspor perikanan di sejumlah provinsi pelabuhan muat yang merupakan basis industri perikanan. Selain itu, ditampilkan tren harga ikan ditarik dari data ekspor. Pada halaman 16, ditampilkan tren komoditas perikanan yang menjadi primadona ekspor. Pada periode 2012-2017, cumi sotong gurita menjadi primadona. Sedangkan pada 2016-2017, giliran rajungan kepiting menjadi primadona dengan pertumbuhan tertinggi.

Tren pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) perikanan periode 2014-2017 dipaparkan dalam tabel pada halaman 17, 18, dan 19, disertai tren luas kawasan konversi laut. Disusul kemudian, pada halaman 20-24 ditampilkan tabel tujuan utama ekspor perikanan Indonesia dengan tren pertumbuhannya. Juga, dibahas impor produk perikanan dan jenis yang mendominasi, antara lain impor Salmon-Trout untuk memenuhi kebutuhan hotel restoran cafe (horeka-pasmod).

Masuk ke pembahasan selanjutnya, tren investasi di industri perikanan ditampilkan dalam tabel pie chart yang menarik pada halaman 24, disusul tren yang terjadi pada 2016-2017, asal negara investasi, dan provinsi tujuan investasi. Pembahasan terkait investasi itu dijabarkan pada halaman 25-26.

Pada halaman 27, ditampilkan grafis peta lokasi sebaran unit pengolahan ikan. Dilanjutkan dengan tabel pie chart komposisi unit pengolahan ikan berdasarkan jenisnya, mencakup tuna tongkol cakalang, udang, rajungan, rumput laut, dan lainnya pada halaman 28-29. Pada halaman 30-47, disajikan data mengenai tren nilai tukar rata-rata nelayan per tahun, perkembangan izin pemasukan hasil perikanan, tren pembiayaan usaha kelautan dan perikanan, realisasi program prioritas perikanan dan kelautan, dan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulai-pulau kecil. Tidak hanya itu, nilai dan volume ekspor bahan baku budidaya serta bahan baku tangkap juga dipaparkan periode 2015-2017.

Masuk ke pembahasan lainnya, pada halaman 48-49 ditampilkan data kapasitas produksi industri pengalengan ikan, meliputi ikan beku, ikan fillet, udang beku, olahan ikan, tuna/cakalang kaleng, sardin kaleng, serta mackerel kaleng periode 2014-2016. Dilanjutkan proyeksi tren pertumbuhan produksi industri pengalengan ikan periode 2017-2019 pada halaman 50.

Sebaran industri pengolahan ikan dan udang serta nama perusahaan (skala besar) ditampilkan pada halaman 51-52. Data tersebut diperkuat dengan perkembangan volume ekspor dan impor industri pengolahan ikan (halaman 53), serta perkembangan ekspor impor surimi periode 2014-2017 (halaman 54).

Industri surimi merupakan lumatan daging ikan yang menjadi bahan baku industri pengolahan nilai tambah seperti bakso, nugget, otak-otak, pempek, dimsum, kerupuk ikan, tempura, dan lainnya. Profil lengkap industri surimi ditampilkan pada halaman 55. Sementara profil industri pengolahan ikan, meliputi jumlah perusahaan, kapasitas terpasang, produksi riil, jumlah tenaga kerja, total investasi ditampilkan pada halaman 56-57.

Beralih ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 58-67 ditampilkan ulasan mendalam terkait industri rumput laut. Ulasan industri rumput laut mencakup peta potensi areal budidaya rumput laut per daerah, pohon industri pengolahan rumput laut, direktori nama perusahaan (35 perusahaan) produsen produk olahan rumput laut, lengkap dengan kapasitas produksi dan kebutuhan bahan baku, tren ekspor-impor rumput laut, sebaran lokasi perusahaan produsen olahan rumput laut, tantangan utama, dan kebijakan pendukungnya. Pada halaman 68-69, terdapat ulasan terkait peluang pasar industri cangkang kapsul berbasis karaginan (olahan rumput laut).

Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) sebanyak 70 halaman dan berukuran 5 MB ini berasal dari kompilasi data BPS, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, BKPM, UN Comtrade, dan lainnya. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

I) Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shoping (2009-2017)ini dirilis Agustus 2016 menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlooksecara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai pasar consumer goods serta pesatnya tren belanja online (online shopping) di Indonesia. Dua subjek kajian riset pasar ini dipilih mengingat relatif stabilnya kedua sektor tersebut di tengah perlambatan ekonomi Indonesia pada 2015 hingga semester I 2016.

Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shoping (2009-2017) sebanyak 34 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri, BPS, riset eksternal, dan diolah duniaindustri.comIndeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.comyang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

J) Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader) ini dirilis Juni 2016 menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan di industri biskuit di Indonesia, mencakup highlights dan profil ringkas pemain-pemain di industri ini, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, hingga analisis pangsa pasar berdasarkan penjualan dan kapasitas produksi.

Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 sebanyak 35 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri, BPS, riset internal produsen biskuit, dan diolah duniaindustri.comIndeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.comyang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

K) Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri susu olahan di Indonesia, mencakup pengelompokan industri dan pohon industri susu dari hulu-antara-hilir, segmentasi industri susu cair, tren konsumsi dan pertumbuhan volume produk susu, nilai penjualan produk susu, ukuran pasar (market size) industri susu nasional, hingga pangsa pasar susu cair, susu bubuk, susu ultra high temperature (UHT), susu fermentasi, susu pasteurisasi (sterilisasi), yoghurt, keju olahan, serta tantangan dan peluang industi ini ke depan.

L) Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri susu bubuk, susu cair (ultra high temperatures/UHT), serta teh siap minum (ready to drink tea/RDT) di Indonesia, mulai dari tren pertumbuhan pasar, tren permintaan/demand, nilai pasar (market size) tiga tahun terakhir dan proyeksi 2016, hingga produsen terbesar di Indonesia, strategi ekspansi ke depan, serta kinerja keuangan para pemain di industri ini.

Data sebanyak 25 halaman ini berasal dari BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian Perindustrian, dan sejumlah perusahaan susu bubuk, susu cair, dan minuman teh siap saji di Indonesia, diolah duniaindustri.com.

Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

M) Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016ini menampilkan pasar industri consumer goods di Indonesia dengan penduduk sebesar 252 juta jiwa, 50% di antaranya merupakan usia produktif. PDB per kapita Indonesia US$ 3.500 melampaui negara pesaing di Asean seperti Filipina dan Vietnam. Jumlah rumah tangga di Indonesia dengan anggaran belanja tahunan berkisar US$ 5.000-US$ 15.000 diperkirakan meluas dari 36% pada saat ini menjadi 58% pada 2020. Lebih dari 60 juta penduduk berpenghasilan rendah diproyeksikan bergabung dengan kelas menengah di dekade mendatang, dan mendorong permintaan konsumen semakin kuat. Total pasar industri consumer goods di Indonesia pada 2030 diperkirakan US$ 810 miliar.

Data ini juga menjabarkan pertumbuhan rata-rata per tahun pasar makanan dalam kemasan dan minuman ringan selama 2013-2017 akan berada di atas angka 10%. Secara keseluruhan, packaged food selama periode tersebut akan tumbuh rata-rata 12,6% per tahun. Beberapa jenis makanan yang identik dengan lifestyle masyarakat middle class income diperkirakan tumbuh lebih tinggi, di antaranya canned/preserved food (16,7%), frozen processed food (16,6%), ice cream (18%), dan noodles (13,5%).

Sementara itu, minuman ringan diperkirakan tumbuh rata-rata 12% per tahun. Pertumbuhan yang tinggi diperkirakan terjadi untuk produk ready to drink (RTD) coffee (18,8%), fruit/vegetable juice (15,6%), sports and energy drink (14,8%), dan RTD tea (13,7%).

Secara special, Duniaindustri.com membuat riset pertumbuhan pasar consumer goods dari 2009 ke 2015, khusus untuk sejumlah produk antara lain: biskuit dan wafer, mi instan, snack, jeli, permen, roti, minuman berenergi, minuman isotonik, sirup, teh siap saji, kopi siap saji, jus, susu siap saji, minuman berkarbonasi, minuman sari buah, air minum dalam kemasan.

Data sebanyak 15 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri, lembaga riset dunia, dan BPS. Download database industri merupakan fitur terbaru  di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

N) Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi ini menampilkan kinerja pertumbuhan industri makanan-minuman 2006-2013, jumlah perusahaan, nilai investasi, jumlah tenaga kerja, dan kapasitas produksi. Selan itu, tren hilirisasi industri kelapa sawit, kakao, gula sebagai bahan baku industri makanan minuman. Data ini juga menampilkan berbagai regulasi terbaru terkait industri makanan-minuman. Data berisi 23 halaman ini dibuat oleh Kementerian Perindustrian dan diolah com.(*)

O) Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir) ini menampilkan pertumbuhan konsumsi dan impor susu di Indonesia periode lima tahun terakhir. Data ini berasal dari asosiasi industri, BPS, kementerian terkait.(*)

Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 199 database, klik di sini

** Butuh competitor intelligence, klik di sini

*** Butuh copywriter specialist, klik di sini

**** Butuh content provider (branding online), klik di sini

***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

    • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 199 database, klik di sini
    • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
    • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
    • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
    • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
    • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
    • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
    • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
    • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
    • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
    • Butuh copywriter specialist, klik di sini
    • Butuh content provider (online branding), klik di sini
    • Butuh market report dan market research, klik di sini
    • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
    • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Rabu, 02 September 2020

Market Outlook for Consumer Goods in Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)

Market Outlook for Consumer Goods in Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) was released at the end of August 2020 featuring the results of independent research, specific data research, comprehensive data, market trends, and channel distribution analysis. This research data contains 40 pages measuring 3.8 MB which is made to be a comprehensive reference as well as a reference for investors, corporations, researchers, and various stakeholders at large.


This data research begins by presenting a brief overview (highlights) of the national economy which was affected by two major events in 2019, namely the trade war in developed countries and in 2020, namely the Covid-19 pandemic. A brief overview of the dynamics of the Indonesian economy is presented in detail on page 2 to page 4.

Even though there are still challenges, there are still opportunities, especially by looking at the megatrends that are developing globally, especially in relation to digitization, until 2045. Then turn to the demographic mapping of Indonesia's population, starting from the projection of the population in Indonesia in 2045, life expectancy, and the composition of the population in urban areas. and rural areas. The number of productive age population in Indonesia is the largest in Asean. (pages 5 to 8) On the other hand, the number and density of population in Indonesia by region is also shown.

Followed by the projection of Indonesia's economic growth from 2016 to 2045 with two scenarios (basic scenario and high scenario). (page 9) Also, indicators of economic growth in 2045 and the stages towards a modern economy. (page 10)

Entering the main discussion, on page 11 is presented a description of the focus of the Market Outlook for Consumer Goods in Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) along with the methodology. On page 12 is presented the pointers highlights of the growth in the market size (size business) of food-based consumer goods in Indonesia from 2013 to 2024. Challenges of external factors such as the trade war in developed countries in 2019 and the Covid-19 pandemic are the main points of departure for assessing the growth of the consumer goods market demand. in that period. (pages 12 and 13)

The data is then detailed with a comparison table of food-based consumer goods market size (size business) with the trend of the number of middle-upper class consumers in Indonesia and the total population in the country. The three elements are displayed in full with the percentage growth trend per year in the 2013-2024 period on pages 14 and 15. Followed by a graph table depicting the percentage of growth in order to see the developing cycle and its analysis on pages 16 and 17.

On pages 18 to 21, the food-based consumer goods segmentation is displayed with 7 main categories, seen from the growth in market size for the 2013-2024 period. The seven main categories include instant noodles, ready-to-eat drinks, biscuits and snacks, processed milk, bottled drinking water, and frozen food. More broadly, frozen food and food seasoning market segments are also displayed.

Not to forget, on pages 24 to 27 are presented market growth data from 15 categories of food-based consumer goods, including canned food, food seasonings, snacks, candy, ready-to-eat tea, ready-to-eat coffee, syrup, and others for the 2009 and 2015- 2020. This fairly broad segmentation of consumer goods is expected to become an alternative business guide for industry players in Indonesia.

Moving on to the next discussion, the market share of a number of major products in consumer goods, such as instant noodles, biscuits and frozen food, will be displayed. The data is displayed on pages 28 to 32. Market leader for instant noodles 2019 along with instant noodle sales trends are shown on pages 28 and 29. Meanwhile, market share for biscuits is displayed on pages 30 and 31. On page 32, market share of frozen food types of meatballs is displayed.

In the closing discussion, pages 33 to 39 describe the trend of shifting distribution channels following the current changes in consumer behavior. The distribution channels described are online market, traditional market, modern market, SME, and business to business (b to b).

Market Outlook for Consumer Goods in Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) is presented in 40 pdf pages and 3.8 MB in size. This specific research was produced by the duniaindustri.com team with the support of data derived from Duniaindustri.com big data, digital databases, primary data from BPS, industry associations, and related ministries. Industry data index is the newest feature on duniaindustri.com which displays dozens of selected data according to user needs (as of August it reached 197 specific databases). All data is presented in pdf format so that it is easy to download after users proceed according to the procedure, namely click buy (purchase), click checkout, and fill out the form. Duniaindustri.com prioritizes validity data.(*)

Source: click here

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 199 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 199 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini


Antisipasi Pergeseran Pasar dengan 199 Brand Analysis dan Riset Data Spesifik

Memulai bulan kesembilan tahun 2020, pandemi Covid-19 diyakini sedang mendaki puncak penyebaran virus di negeri ini. Berbagai kebijakan dan instruksi pemerintah berupaya untuk menangani dan meredam puncak kurva tersebut agar pandemi cepat berlalu. Seiring dengan itu, geliat iklim usaha yang tercermin dari Indeks manufaktur Indonesia alias Purchasing Managers Index (PMI) justru meningkat, menandakan upaya pemulihan setelah tujuh bulan dilanda efek pandemi.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus melaju ke titik tertinggi pada 29 Agustus 2020 sebesar 3.308 dalam sehari, melampui level tertinggi harian pada 29 Juni 2020 sebesar 2.657. Hal itu memicu kekhawatiran serangan gelombang kedua dari pandemi Covid-19, di tengah menguatnya harapan vaksin penyembuh.

Meski demikian, tren geliat industri manufaktur secara global mulai bergairah ditandai peningkatan indeks produksi dan pesanan baru. Indeks manufaktur Indonesia alias Purchasing Managers Index (PMI) dari IHS Markit naik menjadi 50,8 di Agustus 2020, membaik dari posisi Juli 2020 yang di level 46,9.

Menurut data survei PMI, perusahaan manufaktur Indonesia melaporkan peningkatan yang solid baik dalam produksi maupun pesanan baru pada Agustus 2020, yang berkontribusi pada perbaikan pertama sejak Februari 2020. Kepercayaan bisnis juga naik ke level tertinggi sejak Mei 2019 karena perusahaan menyesuaikan diri dengan pelonggaran bertahap pembatasan sosial karena Covid-19.

Untuk mencermati market trend dan brand analysis ketika pandemi mencapai puncak kurva, Duniaindustri.com berupaya mendukung geliat iklim usaha dengan menghadirkan 199 riset data spesifik dan brand analysis terbaru. Lebih dari 199 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, konstruksi, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, perikanan, hingga makro-ekonomi. Segera hubungi kami untuk kebutuhan data industri, analisis, riset, kajian, laporan terbaru, database spesifik, studi independen, studi kelayakan usaha (feasibility study), analisis keuangan, financial modelling, ulasan persaingan pasar, market intelligence, competitor intelligence, survei pasar, survey perusahaan, survey distributor, survey produsen, survey bahan baku, market outlook, dan market research lainnya.

Database industri sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun perorangan, investor, pemangku kebijakan, direksi perusahaan, marketer, lembaga pemerintahan, institusi asing, lembaga pembiayaan, mahasiswa, dan lainnya.

Duniaindustri.com menyediakan indeks data industri yang bisa didownload user untuk memberikan gambaran atau acuan perkembangan sektor industri tertentu. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Yogya, Sidoarjo, Surabaya, Palu, Bali, Medan, dan daerah lainnya, bahkan dari China dan India.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia. Database tersedia dalam bentuk data mentah (raw data) dalam format excel, zip, power point, pdf ataupun data olahan.

Per awal September 2018, detektif industri meluncurkan fitur baru survey perusahaan yang difokuskan untuk meng-capture informasi spesifik terkait perusahaan tertentu apakah itu kompetitor ataupun target konsumen. Salah satu metode yang dipakai antara lain wawancara mendalam (in depth interview) dengan struktur manajemen perusahaan bersangkutan, mulai dari staf, sales, marketing, logistik, manager, general manager, hingga direktur dan top executive. Dengan jaringan yang luas ditambah tim yang kompeten, fitur ini diharapkan bisa bermanfaat bagi pertumbuhan bisnis Anda.

Pada awal 2019, Duniaindustri.com mengembangkan fitur baru terkait survei dan market observasi perusahaan industri di Indonesia. Strategi ini dilakukan seiring dengan upaya pengembangan 15.000 database/direktori perusahaan industri di Indonesia. Dan pada akhir 2019, Duniaindustri.com mengembangkan tools atau perangkat yang dapat memonitor ekspor-impor per entitas sebagai salah satu benchmark peta persaingan pasar.

Selain itu, untuk memperkuat basis data metodologi pencarian, penyusunan, pengolahan data, detektif industri juga memperluas sumber database dengan forum group discussion (FGD), market investigation, market observation, monitoring data online, hingga survei lapangan secara berkala. Diharapkan penambahan sumber ini memberikan pelayanan yang terbaik bagi user dari sisi akurasi dan kecepatan pengolahan data.

Metodologi Pencarian Data Spesifik:

metode detektif industri

Mulai akhir 2019, tim Duniaindustri.com memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni:

1. Survei lapangan
2. Kuesioner
3. Market comprehensive database (regulatory source)
4. Market intelligence database (leading player data)
5. Historical database
6. Factory observation
7. Market investigation
8. Time frame monitoring data
9. Probability and sensitivity market forecast
10. Third party data compilation (networking database)
11. Literature colaboration
12. Big data processor

metodologi big data duniaindustri.com 

Saat ini duniaindustri.com menghimpun lebih dari 1.000 ukm dan lebih dari 10.000 basis user baik secara perorangan maupun perusahaan, serta industrial agent dari 10 negara di dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, Eropa, Dubai.

Indeks Data Industri yang bisa didownload: (199 Database Spesifik per September 2020)

Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)
Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana
Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)
Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)
Market Demand Analysis Obat Generik 2016-2027 (Kajian Pasar Pra dan Pasca Covid-19)
Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)
Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia
Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)
Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)
Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020)
Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020)
Market Outlook Industri Kosmetik 2014-2024 (Market Growth and Market Segmentation Analysis)
Data Spesifik Market Size Yoghurt 2016-2019 (Top 6 Market Share Leader)
Riset Data Market Size Kamera 2016-2019 (Pangsa Pasar Kamera Mirrorless)
Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) 
Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
Riset Data Spesifik Komoditas Logam Perunggu 2015-2025 (Market Outlook dan Database Buyer Asing)
Market Outlook Penjualan dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi 2010-2025 (Trend Penjualan Per Tipe dan Per Jenis Motor)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)
Ebook Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri
Riset Data Spesifik Baja Galvanize Tower Seluler dan Transmisi Listrik 2015-2024 (Market Share Database)
Riset Data Spesifik Lab Pengujian Lingkungan 2017-2024 (Kajian Pertumbuhan Pasar dan Profitabilitas)
Riset Data Spesifik Pasar Obat Generik 2016-2023 (Market Share Top 30 Produsen Terbesar Obat Generik)
Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
Data Spesifik Tenaga Kerja di Indonesia 2015-2019 (Profil Tenaga Kerja Konstruksi dan TKA Per Negara)
Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia
Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)
Riset Spesifik Direktori 74 Perusahaan Tekstil 2019 (Tren Harga Bahan Baku)
Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0)
Laporan Riset Data Industri Minuman Kesehatan (Tren Pertumbuhan dan Profil Market Leader)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2014-2020 (Top 10 Perusahaan Kosmetik & Market Analysis)
Riset Data Spesifik Industri Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi Lingkungan 2017
Riset Data Populasi Mobil 1950-2025 (Market Analysis Persaingan Pangsa Pasar Mobil)
Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend)
Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & Usaha Besar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah)
Riset Spesifik Market Tren Industri Oli Pelumas 2014-2020 (Tren Pertumbuhan dan Pangsa Pasar)
Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas)
Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker)
Data Komprehensif Revolusi Industri 4.0 (Strategi Pengembangan dan Ketenagakerjaan hingga 2025)
Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa)
Riset Populasi Jumlah Sepeda Motor 1950-2025 (Market Analysis Provinsi Paling Potensial)
Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil, Garmen, Pakaian, Gloves, Karpet, Jaket, Handuk, Jas, Seragam, dan Lainnya
Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018
Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)
Data dan Outlook Industri Beton Pracetak (Riset Tren Pasar 2008-2022)
Data Cryptocurrency & Regulasinya di Indonesia (Sisi Positif & Negatif Bitcoin)
Data dan Outlook Industri Perkapalan, Pelayaran, & Pelabuhan (Riset Tren Armada Kapal 2005-2020)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel)

Mendaki Puncak Kurva Pandemi Covid-19, Mengurai Market Trend Terbaru

Memulai bulan kesembilan tahun 2020, pandemi Covid-19 diyakini sedang mendaki puncak penyebaran virus di negeri ini. Berbagai kebijakan dan instruksi pemerintah berupaya untuk menangani dan meredam puncak kurva tersebut agar pandemi cepat berlalu. Seiring dengan itu, geliat iklim usaha yang tercermin dari Indeks manufaktur Indonesia alias Purchasing Managers Index (PMI) justru meningkat, menandakan upaya pemulihan setelah tujuh bulan dilanda efek pandemi.


Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus melaju ke titik tertinggi pada 29 Agustus 2020 sebesar 3.308 dalam sehari, melampui level tertinggi harian pada 29 Juni 2020 sebesar 2.657. Hal itu memicu kekhawatiran serangan gelombang kedua dari pandemi Covid-19, di tengah menguatnya harapan vaksin penyembuh.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak pandemi virus corona (covid-19) di Indonesia bakal terjadi pada kisaran Agustus - September 2020. Menyadari hal itu, dalam enam bulan terakhir pemerintahan Jokowi telah all out dan menginstruksikan seluruh jajaran menterinya untuk bekerja keras menangani dan mencegah penyebaran Covid-19.

Meski demikian, tren geliat industri manufaktur secara global mulai bergairah ditandai peningkatan indeks produksi dan pesanan baru. Indeks manufaktur Indonesia alias Purchasing Managers Index (PMI) dari IHS Markit naik menjadi 50,8 di Agustus 2020, membaik dari posisi Juli 2020 yang di level 46,9.

Menurut data survei PMI, perusahaan manufaktur Indonesia melaporkan peningkatan yang solid baik dalam produksi maupun pesanan baru pada Agustus 2020, yang berkontribusi pada perbaikan pertama sejak Februari 2020. Kepercayaan bisnis juga naik ke level tertinggi sejak Mei 2019 karena perusahaan menyesuaikan diri dengan pelonggaran bertahap pembatasan sosial karena Covid-19.

Pabrik-pabrik di Eropa, Asia, dan Amerika Utara terus melepaskan diri dari kesuraman virus Covid-19. Kondisi itu mendorong perekonomian global mulai bangkit dari tekanan penurunan yang dipicu oleh krisis kesehatan, sebagian berkat program stimulus fiskal dan moneter besar-besaran.

Pengukuran aktivitas manufaktur global periode Agustus oleh J.P. Morgan memperlihatkan kenaikan ke level tertinggi 21 bulan sebesar 51,8, dari 50,6 pada Juli lalu, bulan kedua berturut-turut di atas angka netral 50. Survei yang memperlihatkan adanya ekspansi aktivitas manufaktur, akan mengurangai tekanan pada pembuat kebijakan sehingga dapat mengambil langkah yang lebih berani guna mencegah resesi yang lebih dalam.

Banyak analis memperkirakan proses pemulihan akan berombak, akibat gelombang baru infeksi virus sehingga mengekang aktivitas bisnis dan mencegah beberapa negara untuk membuka perekonomiannya secara penuh. Sejumlah analis mengatakan, kekhawatiran akan bangkitnya kembali infeksi di beberapa negara dapat membuat perusahaan enggan meningkatkan belanja modal sehingga menunda rebound yang berkelanjutan.

Di Amerika Serikat, indeks PMI sektor manufaktur versi The Institute for Supply Management naik menjadi 56 pada Agustus - tertinggi sejak November 2018 - dari 54,2 di bulan Juli. Kenaikan dipimpin oleh lonjakan pesanan barang baru ke posisi tertinggi dalam lebih dari 16 tahun.

Sementara itu aktivitas manufaktur zona euro, tetap pada jalur pemulihan pada Agustus lalu, namun para manajer pabrik masih khawatir untuk melakukan investasi dan perekrutan pekerja saat pandemi berlanjut. Output manufaktur, yang tidak mengalami penurunan tajam seperti industri jasa selama lockdown virus korona, meningkat untuk dua bulan berturut-turut.

Indeks PMI manufaktur akhir zona euro versi IHS Markit turun menjadi 51,7 pada bulan Agustus, dari 51,8 di Juli, sejalan dengan pembacaan singkat sebelumnya yang berada di level ekspansi di atas 50

"Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang resesi ganda dan kasus virus yang meningkat di seluruh Eropa, indeks PMI - terutama di sisi jasa - memberikan alasan untuk mengkhawatirkan kecepatan pemulihan dan mungkin bahkan pembalikan pertumbuhan output."

Pemulihan pabrikan Jerman dari tindakan penguncian pada bulan lalu berlanjut, tetapi aktivitas di Prancis tergelincir kembali ke wilayah kontraksi karena masih bergulat dengan penurunan aktivitas bisnis yang disebabkan oleh pandemi.

Sebaliknya, aktivitas manufaktur di China pada Agustus lalu, meningkat dengan laju tercepat dalam hampir satu dekade. Hasil sebuah survei swasta yang dirilis Selasa kemarin, menunjukkan bahwa pabrikan meningkatkan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan, menunjukkan. Pesanan ekspor baru juga naik untuk pertama kalinya tahun ini.

Temuan optimis tersebut kontras dengan hasil survei resmi sehari sebelumnya, yang menunjukkan bahwa aktivitas pabrikan di China pada periode Agustus tumbuh pada kecepatan yang sedikit lebih lambat dari bulan sebelumnya.

Indeks PMI Caixin/Markit China naik menjadi 53,1 pada Agustus dari 52,8 Juli, menandai tingkat ekspansi terbesar sejak Januari 2011.

Sementara itu, Jepang dan Korea Selatan sama-sama mengalami kontraksi produksi pabrikan dengan laju paling lambat dalam enam bulan. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa mesin ekspor di kawasan Asia itu telah melewati masa yang terburuk dari jatuhnya permintaan, setelah virus melanda.

Meskipun ekspor Korea Selatan turun selama enam bulan berturut-turut di Agustus, data perdagangan - yang pertama kali dilaporkan di antara negara-negara pengekspor utama - mengisyaratkan pemulihan bertahap dalam permintaan global.

Namun, imbasnya ke bagian lain Asia masih tidak merata. Meskipun aktivitas manufaktur di Taiwan dan Indonesia meningkat, namun justru meluncur turun di Filipina, Vietnam, dan Malaysia.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 09/Safarudin/Indra)

Sumber: klik di sini 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 199 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 199 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)

Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok) ini dirilis awal September 2020 menampilkan hasil riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market trend, serta brand competition analysis . Riset data ini berisi 68 halaman berukuran 6,55 MB yang dibuat untuk menjadi acuan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.


Riset data ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan ulasan singkat (highlights)  perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemic Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4.

Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk pada pembahasan utama, pada halaman 11 disajikan penjabaran fokus Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok) beserta metodologinya. Pada halaman 12 disajikan executive summary dari “Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)”.  Kemudian ditampilkan data tabel tren produksi rokok di Indonesia periode 2005-2022 pada halaman 12 sampai halaman 14, beserta pertumbuhannya. Rentang waktu yang cukup panjang yakni 18 tahun diharapkan menjadi acuan komprehensif untuk menggambarkan tren yang terjadi maupun outlook ke depan.

Data tersebut diperkuat dengan tabel batang dan tabel garis pada halaman 15 dan 16, agar dapat menggambarkan siklus produksi pada periode tersebut. Disusul market analysis dari penjabaran data tren produksi rokok rentang waktu 2005-2022. Selanjutnya, pada halaman 17 sampai halaman 20 ditampilkan data produksi dari 7 market leader industri rokok di Indonesia pada rentang waktu yang sama yakni 2005-2022. Komparasi konsumsi dan produksi rokok di Indonesia disajikan terpisah pada halaman 21 untuk menggambarkan kondisi riil di industri ini.

Beralih ke halaman 22 dan 23 ditampilkan data market size value (nilai pasar) industri rokok di Indonesia periode 2014-2022 estimasi, yang disesuaikan dengan data produksi. Sedangkan tren jumlah perokok di negeri ini ditampilkan di halaman 24 dan 25, sekaligus proporsi segmen pasar rokok mencakup sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret putih mesin (SPM) pada halaman 26.

Dilanjutkan pada pembahasan selanjutnya yang tidak kalah penting, brand competition analysis dari top 10 brand rokok terbesar di Indonesia disajikan pada halaman 28 sampai halaman 32. Disusul kemudian analisis tentang pangsa pasar market leader serta rekam jejak pergeseran posisi puncak market leader rokok di Indonesia, dengan titik fokus peralihan top market leader pada 2015 dan 2019 dilengkapi market analysis. (Halaman 33 sampai 39)

Pada pembahasan terakhir, halaman 40 sampai 67, ditampilkan secara mendetail mengenai bahan competitor intelligence (riset pesaing) untuk empat market leader industri rokok di Indonesia. Bahan competitor intelligence itu berisi antara lain tren produksi, strategi pemasaran, skema penjualan, jaringan distribusi, hingga kinerja keuangan dari 4 pemimpin pasar industri rokok di Indonesia.

Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok) ini disajikan sebanyak 68 halaman pdf dan berukuran 6,55 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari big data Duniaindustri.com, digital database, data primer asosiasi industri, BPS, kementerian terkait, dan data dari perusahaan terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users (per September 2020 mencapai 199 database spesifik). Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 199 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 199 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini