Senin, 17 Mei 2021

Antisipasi Pergeseran Pasar Selama Pandemi dengan Riset dan Survey Teraktual

Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Dinamika tantangan bisnis pasca pandemi, berupa pergeseran trend pasar dan perubahan strategi market leader, perlu diantisipasi dengan wawasan baru seiring upaya menggenjot pendapatan di 2021. Adaptasi dan respons cepat butuh pijakan serta referensi yang aktual dalam merumuskan pengambilan keputusan di tingkat korporasi.

Atas dasar itu, tim Duniaindustri.com -- startup big data dan riset pasar -- senantiasa mengupdate database spesifik dan riset data teraktual guna mendukung pelaku industri memperoleh wawasan (insight) berharga. Seiring dengan itu, tim Duniaindustri.com juga memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni:

1. Survei lapangan
2. Kuesioner
3. Market comprehensive database (regulatory source)
4. Market intelligence database (leading player data)
5. Historical database
6. Factory observation
7. Market investigation
8. Time frame monitoring data
9. Probability and sensitivity market forecast
10. Third party data compilation (networking database)
11. Literature colaboration
12. Big data processor

[caption id="attachment_9797" align="alignnone" width="353"]metodologi big data duniaindustri.com metodologi big data duniaindustri.com[/caption]

Contoh hasil survei lapangan, penyebaran kuesioner, serta market observation yang telah dilakukan:

[caption id="attachment_8615" align="alignnone" width="320"] Contoh hasil survei lapangan dan penyebaran kuesioner spesifik.[/caption]

 

Trusted vendor for global market research company:

Vendor Recognition in Other Company:

Vendor Recognition PT VSL Indonesia

Saat ini tim duniaindustri.com telah menghimpun 223 database spesifik dari sekitar 20 sektor industri multitahun dan multi-source. Berikut ini penjabaran lebih detail 223 database spesifik per pertengahan Maret 2021.

Indeks Data Industri yang bisa didownload: (223 Database Spesifik per Maret 2021)

Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024)
Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)
Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2010-2024 (Market Growth Industri Baja)
Database Direktori 641 Perusahaan Telekomunikasi, Informasi Teknologi, serta Komputer dan Peralatannya
Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19)
Database Direktori 1.001 Perusahaan Tanaman, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri Kayu
Market Demand Trend CPO 2007-2022 (Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Outlook 2021, Riset Data 5 Sektor Paling Prospektif
Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia
Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan
Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar)
Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi
Riset Data Peluang Pasar Makanan Korea 'Kimchi' (Market Share Top 10 Player dan Brand Profile)
Data Eksklusif Pangsa Pasar Produsen Tekstil, Garmen, Fashion (Market Share Serat hingga Garment)
Data Eksklusif Market Growth Industri Tekstil, Garmen, Fashion 2013-2025 (Pangsa Pasar Market Leader Industri Hulu-Hilir)
Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan
Market Demand Forecast Sepeda Motor (Bedah Pasar 144 Tipe dan Varian Motor 2010-2025)
Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)
Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana
Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)
Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)
Market Demand Analysis Obat Generik 2016-2027 (Kajian Pasar Pra dan Pasca Covid-19)
Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)
Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia
Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)
Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)
Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020)
Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020)
Market Outlook Industri Kosmetik 2014-2024 (Market Growth and Market Segmentation Analysis)
Data Spesifik Market Size Yoghurt 2016-2019 (Top 6 Market Share Leader)
Riset Data Market Size Kamera 2016-2019 (Pangsa Pasar Kamera Mirrorless)
Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) 
Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
Riset Data Spesifik Komoditas Logam Perunggu 2015-2025 (Market Outlook dan Database Buyer Asing)
Market Outlook Penjualan dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi 2010-2025 (Trend Penjualan Per Tipe dan Per Jenis Motor)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)
Ebook Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri
Riset Data Spesifik Baja Galvanize Tower Seluler dan Transmisi Listrik 2015-2024 (Market Share Database)
Riset Data Spesifik Lab Pengujian Lingkungan 2017-2024 (Kajian Pertumbuhan Pasar dan Profitabilitas)
Riset Data Spesifik Pasar Obat Generik 2016-2023 (Market Share Top 30 Produsen Terbesar Obat Generik)
Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
Data Spesifik Tenaga Kerja di Indonesia 2015-2019 (Profil Tenaga Kerja Konstruksi dan TKA Per Negara)
Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia
Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)

Selasa, 11 Mei 2021

Jelang Lebaran Market Demand Melonjak, Indeks Penjualan Eceran Ikut Terdorong Positif

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Seiring tingginya market demand menjelang Lebaran 2021, indeks penjualan eceran juga terdongkrak ke level positif, melampaui kontraksi pada periode sebelumnya. Hal itu terlihat dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) periode Maret 2021.


 

Dari hasil survei ditemukan data bahwa indeks kinerja penjualan eceran secara bulanan mengalami kenaikan. Lalu Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2021 tumbuh 6,1 persen month to month (mtm) atau meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar -2,7 persen (mtm).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan peningkatan penjualan eceran tersebut sejalan dengan permintaan masyarakat yang menguat menjelang bulan Ramadan, disertai oleh kondisi musim dan cuaca yang mendukung. Peningkatan penjualan eceran terjadi pada seluruh kelompok terutama Subkelompok Sandang, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

"Berdasarkan hasil SPE, diperkirakan peningkatan kinerja penjualan eceran akan berlanjut hingga April 2021. IPR April 2021 yang diyakini akan tumbuh 11,4 persen (mtm), sejalan dengan daya beli masyarakat yang meningkat saat ramadhan, keadaan musim dan cuaca yang mendukung serta banyaknya program diskon," ujar Erwin dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5).

Beberapa kelompok usaha yang diperkirakan mengalami peningkatan penjualan terutama pada kelompok makanan, minuman dan tembakau. Lalu peralatan informasi dan komunikasi, serta Barang Lainnya. Secara tahunan, penjualan eceran diperkirakan meningkat sebesar 9,8 persen (yoy) dari sebelumnya -14,6 persen (yoy).

"Peningkatan ini diperkirakan terjadi pada seluruh kelompok komoditas terutama kelompok barang lainnya khususnya subkelompok sandang, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau," sambung Erwin.

Dari sisi harga, diperkirakan tekanan inflasi pada 3 dan 6 bulan mendatang (Juni dan September 2021) akan menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang (Juni) sebesar 141,4 poin atau turun dari 156,4 poin pada bulan sebelumnya. Hal ini karena kecukupan persediaan barang diiringi dengan distribusi barang yang lancar.

"Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang (September) sebesar 134,9, lebih rendah dari 141,7 pada bulan sebelumnya, dipengaruhi oleh distribusi barang yang lancar dan pasokan yang cukup," pungkas dia.(*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Senin, 10 Mei 2021

Telkomsel dan XL Pilih Strategi Pertumbuhan Berbeda di 2021

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Dua operator seluler, yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT XL Axiata Tbk, memilih strategi pertumbuhan yang berbeda di tahun ini. Telkomsel melanjutkan strategi investasi ke Gojek senilai US$ 300 juta, sementara XL memperkuat customer experience dengan menggandeng sejumlah vendor.


 

Telkomsel memutuskan untuk melanjutkan implementasi strategis investasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) mencapai US$ 300 juta dalam upaya mendorong integrasi ekosistem kedua perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mitra.

Menurut Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, Telkomsel bersama Gojek memperkuat sinergi melalui keputusan investasi lanjutan dari Telkomsel ke Gojek senilai USD300 juta. Keputusan investasi lanjutan ini juga menjadi momentum baru untuk menghadirkan lebih banyak solusi yang mampu mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

"Investasi lanjutan dari Telkomsel menjadi penegas kesamaan visi dari kedua perusahaan yang sama-sama lahir dan berkembang untuk menjawab masalah nyata di tengah masyarakat melalui inovasi digital dan teknologi. Telkomsel menatap optimistis upaya penanaman modal terbaru ini akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk melihat dan menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi terdepan karya anak bangsa," ujar Setyanto dalam siaran pers di Jakarta, Senin (10/5).

Setyanto menyebutkan, aksi korporasi Telkomsel ini sejalan dengan peran perusahaan sebagai leading digital telco company dalam membuka lebih banyak peluang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan akses akan platform daring yang lebih dekat, customer-centric dan berdampak positif bagi kehidupan.

Lebih lanjut dia menyebutkan, baik Telkomsel maupun Gojek memaknai investasi lanjutan ini sebagai momentum untuk memperkuat dan memperdalam kolaborasi dalam menghadirkan layanan digital komprehensif, serta melahirkan lebih banyak solusi inovatif. Kedua perusahaan akan terus mendorong pemanfaatan teknologi terdepan secara lebih dalam di setiap aspek kehidupan dari seluruh lapisan masyarakat.

Dengan tambahan investasi tersebut, kata Setyanto, Telkomsel dan Gojek akan membuka lebih banyak peluang sinergi, serta integrasi layanan digital untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada pelanggan, masyarakat dan seluruh mitra yang berada di ekosistem bisnis kedua perusahaan.

Dia menyebutkan, corporate action tersebut merupakan bagian dari strategi Telkomsel dalam memperkuat trifecta bisnis digital perusahaan, yaitu Digital Connectivity, Digital Platform dan Digital Services. "Sebagai digital telco company, kami terus melakukan pengembangan berkelanjutan yang melampaui kemampuan konektivitas, dengan terus mengembangkan industri digital di Indonesia melalui kontribusi keunggulan Telkomsel dan Gojek, baik dalam bidang keahlian maupun inovasi," paparnya.

Sementara itu, Co-CEO Gojek Group, Andre Soelistyo mengatakan, Gojek optimistis dan berkomitmen bahwa kemitraan dengan Telkomsel akan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia yang akan memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar ekonomi digital di Asia Tenggara.

"Kami bangga berkesempatan memperkuat momentum kemitraan strategis bersama Telkomsel sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia. Pendanaan lanjutan Telkomsel akan mengoptimalkan sumber daya dan keahlian teknologi dari masing-masing perusahaan untuk berinovasi dan memperluas manfaat ekonomi digital bagi lebih banyak konsumen, mitra driver dan pelaku UMKM," tutur Andre.

Selanjutnya, Telkomsel dan Gojek akan melengkapi sinergi yang telah dijalin dengan menjalankan lebih banyak upaya kolaboratif strategis yang mampu mengakselerasikan adopsi gaya hidup digital di tengah masyarakat. Selain itu, kedua perusahaan akan mendorong lebih banyak pelaku bisnis dalam memanfaatkan platform daring, hingga mengembangkan kualitas dan daya saing teknologi serta talenta digital Tanah Air.

Sementara itu, PT XL Axiata Tbk, penyedia layanan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, bekerja sama dengan Kantar dan perusahaan perangkat lunak Medallia dalam mendorong strategi Customer & Employee Experience.

Kantar, yang merupakan mitra implementasi XL Axiata, memanfaatkan sistem manajemen umpan balik Medallia Enterprise untuk menangkap, menganalisis, dan menindaklanjuti umpan balik dari pelanggan serta mendukung karyawan dalam perjalanan penting mereka untuk menjadi organisasi yang terpusat pada pelanggan dengan kinerja tinggi. Melalui sistem ini, XL Axiata akan memprioritaskan tindakan berdasarkan masukan dari pelanggan dan karyawan dengan tujuan menjadi perusahaan telekomunikasi yang paling diminati di Indonesia pada tahun 2023.

Group Head Customer Value & Experience Management XL Axiata, Georgios Bourazanis, menyambut baik kerjasama dengan Kantar dan Medallia yang merupakan bagian dari implementasi agenda transformasi digital XL Axiata. “Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya kami untuk dapat terus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan. Medallia akan membantu menyediakan platform IT untuk program pengalaman karyawan dan pelanggan. Sementara Kantar akan memberikan dukungan kepada XL Axiata dalam mengimplementasikan platform IT tersebut serta memberikan konsultasi berdasarkan masukan dari pelanggan dan karyawan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Kemitraan dengan XL Axiata membantu untuk mengidentifikasi, mengoptimalkan, dan mengaktifkan Tindakan serta titik sentuh dalam perjalanan pelanggan dan karyawan untuk mendorong loyalitas dan memastikan transformasi terbaik yang terpusat pada pelanggan dalam proses yang dilakukan XL Axiata. Pendekatan ini menghasilkan koneksi yang mulus antara pelanggan dan karyawan, serta cepat tanggap atas kekhawatiran yang mendesak dalam keadaan normal yang baru selagi beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan yang berubah dengan cepat.

Irence Wee, Head of Channels Partner Ecosystem, Medallia APAC dan Nithi Kumar, Regional Head of Experience, Kantar APAC menambahkan, kemitraan kami dengan XL Axiata merupakan bukti atas kapabilitas Medallia dan Kantar dalam membantu perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia untuk mengoptimalkan pengalaman di saluran digital dan pusat kontak. “Kami berharap untuk dapat bekerja sama dengan erat untuk memberikan pengalaman pelanggan dan karyawan yang luar biasa untuk XL Axiata,” jelasnya.

Keahlian Kantar dalam Customer & Employee Experience yang dikombinasikan dengan platform umpan balik Medallia akan menyorot kepada area peningkatan dari umpan balik pelanggan untuk XL Axiata. Program ini bertujuan untuk memperkuat tidak hanya hubungan pelanggan tetapi juga mengubah pengalaman karyawan.(*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Rabu, 05 Mei 2021

Perbandingan Laju Pertumbuhan Ekonomi RI dan China di Triwulan I 2021

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Jalur pemulihan ekonomi Indonesia mulai nyata yang tercermin dari perbaikan laju pertumbuhan ekonomi dalam empat triwulan terakhir. Sejak terhempas badai pandemi Covid-19 yang melemahkan pertumbuhan ekonomi RI ke posisi -5,32% di triwulan II 2020, perbaikan mulai terjadi meski masih tertinggal dibanding China dan Vietnam.


 

Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 sebesar -0,71 persen secara year on year (yoy). Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, menjelaskan meski masih terkontraksi, namun realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 ini cenderung membaik jika dibandingkan periode triwulan sebelumnya.

Diketahui sejak triwulan II hingga triwulan IV 2020, terjadi kontraksi yang cukup dalam. Pada triwulan II 2020 pertumbuhan ekonomi tumbuh -5,32 persen. Kemudian pada triwulan III 2020 tumbuh -3,49 persen dan pada triwulan IV 2020 tumbuh -2,19 persen.

"Apa yang kita capai ini menunjukkan perbaikan cukup signifikan. Ini juga menunjukkan bahwa tanda pemulihan ekonomi semakin nyata, kita harap pemulihan ekonomi di tahun 2021 betul-betul bisa terwujud," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/5).

Jika dilihat angka PDB berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan I 2021 sebesar Rp3.969,1 triliun. Sedangkan apabila dilihat atas dasar harga konstan (ADHK) pada periode itu mencapai Rp2.683,1 triliuner. Tren perbaikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 ini juga terjadi seiring dengan perbaikan ekonomi di beberapa negara mitra dagang Indonesia.

Sebagai contoh Amerika Serikat (AS) pada triwulan I 2021 pertumbuhan ekonominya membaik tumbuh positif 0,4 persen. Kemudian Singapura 0,2 persen, Hongkong sebesar 7,8 persen. Kemudian mitra dagang Indonesia yang tumbuh impresif pada periode triwulan I 2021 adalah China sebesar 18,3 persen, sementara Vietnam tumbuh 4,5 persen.

"Hampir semua mitra dagang kita juga tumbuh positif pada triwulan I 2021. Hanya Uni Eropa saja yang masih terkontraksi sebesar -1,7 persen. Kita tahu bahwa pangsa ekspor kita ke Uni Eropa sebesar 10,27 persen" kata Suhariyanto.

Menurut lapangan usaha, sumber utama kontraksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 adalah sektor transportasi dan pergudangan yaitu sebesar -0,54 persen yoy. Kemudian sektor industri pengolahan memberikan andil -0,29 persen yoy lalu sektor akomodasi dan makanan minuman terkontraksi -0,22 persen. Sementara sektor perdagangan memberikan andil sebesar -0,16 persen.

Apabila dilihat menurut kelompok pengeluaran, kata Suhariyanto, yang menjadi penentu utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 masih terkontraksi adalah konsumsi rumah tangga. Tercatat konsumsi rumah tangga pada periode itu terkontraksi -1,22 persen yoy. Selanjutnya adalah kelompok pengeluaran PMTB (Pembentuk modal tetap bruto / investasi) yang terkontraksi sebesar -0,07 persen.

Sementara untuk dua komponen pengeluaran lain yaitu konsumsi LNPRT dan konsumsi pemerintah memberikan kontribuso positif meski kecil. Tercatat untuk konsumsi LNPRT pertumbuhan secara yoy pada triwulan I 2021 adalah sebesar 0,05 persen. Sedangkan konsumsi pemerintah memberikan andil 0,43 persen yoy.

"Dengan memperhatikan perkembangan yang terus membaik, kita harap pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2021 akan menyentuh zona positif. Tapi dengan catatan program vaksinasi berjalan lancar, masyarakat patuh protokol kesehatan sehingga keyakinan dunia usaha meningkat," paparnya.(*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Selasa, 04 Mei 2021

2022, Program Substitusi Impor 35% Dorong Market Demand Rp 150 Triliun

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meluncurkan program substitusi impor 35% pada tahun 2022. Langkah strategis ini guna meningkatkan produktivitas dan daya saing industri di tanah air sehingga mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional.


 

“Nilai subtitusi impor yang ditargetkan sebesar Rp152, 83 triliun atau 35% dari potensi impor tahun 2019 yang mencapai Rp434 triliun,” kata Inspektur Jenderal Kemenperin, Masrokhan, saat mewakili Menteri Perindustrian pada webinar tentang “Kebijakan Pemerintah dalam Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Industri”.

Dia menyebutkan, upaya-upaya yang akan dilakukan Kemenperin dalam mengakselerasi penurunan impor sekaligus merupakan langkah untuk meningkatkan utilisasi di sektor industri. Salah satunya adalah pelaksanaan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). “Program ini dinilai dapat memberikan kesempatan kepada industri-industri di Indonesia untuk tumbuh,” ujarnya.

Apalagi, potensi dari APBN mencapai Rp607 triliun, yang tediri atas Belanja Barang senilai Rp357,4 triliun dan Belanja Modal Rp250,3 triliun. “Sejak Timnas P3DN diluncurkan pada tahun 2018, Kemenperin telah mengeluarkan sertifikat TKDN untuk lebih dari 10.000 produk. Tentunya ke depan kami akan akselerasi ini,” imbuhnya.

Kebijakan lainnya yang bisa menjadi pengungkit, yakni penurunan harga gas industri. Pada tahun 2020, terdapat 176 perusahaan dari tujuh sektor tersebut yang mendapat fasilitas tersebut. “Dengan adanya fasilitasi ini, beberapa perusahaan mulai merencanakan untuk memperbarui teknologi agar dapat memanfaatkan gas bumi dengan lebih efisien,” ungkap Masrokhan.

Selain itu, terkait implementasi kebijakan harga gas industri tersebut, di Jawa bagian barat telah tercover 100%, sedangkan Jawa bagian timur baru 82%. Sementara itu, di wilayah Sumatera bagian utara dan Sumatera sekitar 20-30%. “Kami menargetkan agar sektor penerima kebijakan penurunan harga gas ini dapat bertambah dan coverage-nya makin meningkat,” tegasnya.

Masrokhan menyampaikan, upaya hilirisasi industri juga ditempuh lewat pengembangan industri smelter, seperti smelter nikel, nikel kobalt, alumunium, tembaga dan besi baja. Saat ini, secara total Indonesia sudah punya sebanyak 30 smelter yang beroperasi, sedangkan yang tahap konstruksi sekitar 20 smelter, dan dalam tahap feasibility study ada sembilan smelter.

“Seluruhnya kami dorong demi penguatan hilirasi industri pertambangan dan memperkokoh struktur industri,” ujarnya. Implikasi dari kebijakan ini, di antaranya adalah sektor industri logam dasar pada tahun 2020 tumbuh 5,87%, ekspornya ikut tumbuh hingga 30%, dan menyumbang devisa negara sebesar USD22 Miliar.

“Oleh karena itu, pada tahun 2021 kami akan lanjutkan tren positif ini, apalagi rencana hilirisasi industri ini akan juga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen baterai untuk kendaraan listrik,” tandasnya.

Kebijakan berikutnya, Kemenperin terus terlibat aktif dalam program Bangga Buatan Indonesia. Manfaatnya antara lain menciptakan nilai tambah bagi sektor industri kecil menengah (IKM), meningkatkan permintaan terhadap produk IKM, dan meningkatkan jumlah IKM yang on-boarding.

Keberpihakan pemerintah terhadap produk manufaktur lokal, menurut tim Duniaindustri.com, perlu dipertegas dan dijalankan secara konsekuen. Sebab, jika berjalan terarah dan efektif, program substitusi impor itu akan berpotensi menggerakkan market demand senilai Rp 152 triliun. Market demand itu akan memberikan multiplier effect yang cukup besar terhadap perekonomian nasional.

Momentum akselerasi pemulihan industri nasional perlu dijalankan sesuai dengan program substitusi impor. Bahkan jika perlu, program substitusi impor dapat dipercepat mulai semester II 2021.

Hal itu mendesak dilakukan mengingat sektor industri kembali menunjukkan peningkatan, terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mampu menembus level 54,6 pada bulan April 2021, yang dirilis oleh IHS Markit. Angka tersebut naik signifikan dibanding bulan Maret yang berada di posisi 53,2.

Sepanjang dua bulan berturut-turut, PMI manufaktur Indonesia menorehkan rekor tertinggi. Selain itu, kondisi bisnis kini telah menguat dalam enam bulan terakhir ini di tengah kondisi pandemi, dengan tren positif dari sektor industri yang gencar melakukan perluasan usahanya.(*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Senin, 03 Mei 2021

Indeks Manufaktur PMI Cetak Dua Kali Rekor Tertinggi di 2021

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Terus melaju sejak awal 2021, indeks manufaktur Indonesia yang tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) makin perkasa di awal kuartal II 2021. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa sektor industri kembali menunjukkan peningkatan, terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mampu menembus level 54,6 pada bulan April 2021, yang dirilis oleh IHS Markit. Angka tersebut naik signifikan dibanding bulan Maret yang berada di posisi 53,2.


 

Sepanjang dua bulan berturut-turut, PMI manufaktur Indonesia menorehkan rekor tertinggi. Selain itu, kondisi bisnis kini telah menguat dalam enam bulan terakhir ini di tengah kondisi pandemi, dengan tren positif dari sektor industri yang gencar melakukan perluasan usahanya.

"Alhamdulillah, para pelaku industri kita mulai bangkit lagi. Sebab, kalau kita melihat ke belakang, pada April 2020 adalah kondisi PMI manufaktur Indonesia saat jatuh ke titik terendahnya, yaitu di level 27,5," ungkap Agus dalam keterangan tertuli, Senin (3/5).

Menurutnya, PMI manufaktur Indonesia berada di tingkat ekspansif merupakan salah satu indikator perekonomian yang semakin membaik, serta kepercayaan dunia usaha dan industri terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai sudah on the track. Apabila PMI di atas angka 50, mencerminkan sektor industri sedang ekspansif.

"Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak kepada para pelaku industri yang terus semangat menjalankan usahanya. Hal ini tentu akan membawa multiplier effect yang luas bagi perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penerimaan devisa," paparnya.

Guna menjaga kinerja gemilang di sektor industri, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif. Langkah strategisnya antara lain melalui pemberian kemudahan izin usaha dan stimulus insentif.

"Misalnya dengan penerbitan Undang-Undang Cipta Kerja untuk semakin memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri di tanah air," imbuhnya.

Agus juga mengemukakan, utilisasi industri pengolahan nonmigas sudah kembali melonjak hingga 61,30 persen meningkat signifikan dibanding dua bulan sebelumnya.

"Kementerian Perindustrian sangat berkepentingan menjaga momentum ini dengan terus membuat kebijakan dan program untuk menstimulasi pertumbuhan industri nasional kita," tegasnya. (*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Minggu, 02 Mei 2021

Mencuat, Usulan Penghapusan Kredit Macet UMKM di Bawah Rp 5 Miliar

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Dalam seminggu terakhir, mencuat usulan penghapusan kredit macet bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bawah Rp 5 miliar guna mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Dengan usulan penghapusan itu, UMKM bisa mendapatkan pinjaman baru untuk beroperasi kembali.


 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mendorong aturan penghapusan data NPL (kredit macet) bagi debitur maksimal Rp5 miliar ke dalam UU Cipta Kerja. Aturan tersebut dibutuhkan bank agar bisa melakukan penghapusan data NPL untuk debitur dengan nilai pinjaman Rp5 miliar ke bawah.

Pemerintah mengakui dalam Bab V UU Cipta Kerja terdapat klaster yang mengatur kemudahan, pelindungan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM. Tujuannya agar nasabah UMKM yang dulu pernah dicoret dalam sistem credit scoring bank bisa diampuni dan bisa kembali menjadi nasabah bank.

"Ini coba kami masukkan dalam UU Cipta Kerja. Karena sekali masuk kredit macet bank maka selamanya tidak bisa meminjam ke bank. Akhirnya mereka beralih ke (fintech) P2P lending dan di sana ternyata berhasil karena ada program pendampingan," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo di Jakarta, pekan lalu.

Dia mencontohkan, dulu ada program kredit tani yang membuat banyak masyarakat masuk dalam kategori kredit macet. Namun kini sudah ada perubahan model bisnis yang jauh berbeda menggunakan data algoritma dan program pendampingan. Hal ini yang membuat strategi P2P lending jadi berhasil bahkan nasabahnya naik kelas.

"Kadang petani itu tergantung musim dan jadinya hanya menggarap paruh waktu sehingga sering gagal panen. Tapi dengan ada pendampingan itu bisa membantu petani mencapai target," ujarnya.

Menurut dia, saat ini dengan digitalisasi semua aktivitas manusia bisa terdata, termasuk transaksi yang dilakukan dan kemampuannya untuk re-payment. "Dengan teknologi data kini bisa membaca perilaku atau behavior nasabah. Sudah sangat akurat juga sehingga dapat membaca re-payment capacity. Bahkan bisa memberikan penilaian karakter nasabah baik atau buruk," jelasnya.

Di tengah turbulensi pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional diyakini tidak bisa berakselerasi tanpa dukungan dari UMKM. Sebab, usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Hal itu dibuktikan dengan kontribusi UMKM yang mencapai 60% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 96 persen tenaga kerja dari total 133 juta angkatan kerja. (*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini