Minggu, 10 Oktober 2021

Mengulas Trend Pertumbuhan Pasar Oli Pelumas 2014-2024

Industri oli pelumas menjadi salah satu cabang di industri otomotif yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi ke depan. Dengan jumlah populasi kendaraan yang terus meningkat, kebutuhan oli pelumas juga akan terus bertambah.



Untuk membedah outlook pertumbuhan sektor ini, tim Duniaindustri.com membuat Riset Data Spesifik Trend Pasar Industri Oli Pelumas 2014-2024 (Trend Pangsa Pasar & Market Leader). Mari kita simak bersama daftar isinya.

Daftar Isi atau Isi konten "Riset Data Spesifik Trend Pasar Industri Oli Pelumas 2014-2024 (Trend Pangsa Pasar & Market Leader)" per halaman:

1. Sampul muka

2. resume dan hightligts ekonomi RI 2019-2021, pointers dan tabel

3. resume dan hightligts ekonomi RI 2019-2021, pointers dan tabel

4. Grafis megatrend dunia 2045

5. grafis demografi penduduk Indonesia, komparasi tahun 2010 dan 2045

6. Grafis jumlah dan kepadatan penduduk RI per wilayah pulau

7. Grafis jumlah dan kepadatan penduduk RI per wilayah pulau

8. Outlook pertumbuhan RI 2045 dalam skenario dasar dan skenario tinggi

9. Outlook pertumbuhan RI 2045 dalam skenario dasar dan skenario tinggi

10. Outlook pertumbuhan RI 2045 dalam skenario dasar dan skenario tinggi

11. Fokus riset Riset Data Spesifik Trend Pasar Industri Oli Pelumas 2014-2024 (Trend Pangsa Pasar & Market Leader) dan metodologinya

12. tabel market size oli pelumas (volume kiloliter) tahun 2014-2020, penjualan lokal, impor dan oli oplosan, market value 2014-2020

13. tabel tabel market size oli pelumas (volume kiloliter) tahun 2021-2040, penjualan lokal, impor dan oli oplosan, market value 2021-2024

14. pointers sumber tabel

15. pointers market analysis

16. Market leader trend ekspansi 2019-2021

17. Market leader trend ekspansi 2019-2021

18. Market leader trend ekspansi 2019-2021

19. Rekam jejak trend pertumbuhan pasar 2017-2018

20. Rekam jejak trend pertumbuhan pasar 2017-2018

21. Rekam jejak trend pertumbuhan pasar 2017-2018

22. Rekam jejak trend pertumbuhan pasar 2017-2018

23. Data pendukung, monitoring database

24. tabel pie chart pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2011 -- dalam persen, tanpa volume-tanpa nilai, hanya persentase

25. tabel pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2011 -- dalam persen dengan estimasi volume penjualan-tanpa nilai

26. tabel pie chart pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2014 -- dalam persen, tanpa volume-tanpa nilai, hanya persentase

27. tabel pie chart pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2015 -- dalam persen, tanpa volume-tanpa nilai, hanya persentase

28. tabel pie chart pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2016 -- dalam persen, tanpa volume-tanpa nilai, hanya persentase

29. tabel pie chart pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2017 -- dalam persen, tanpa volume-tanpa nilai, hanya persentase

30. tabel pie chart pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2018 -- dalam persen, tanpa volume-tanpa nilai, hanya persentase

31. tabel pie chart pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2019 -- dalam persen, tanpa volume-tanpa nilai, hanya persentase

32. tabel pie chart pangsa pasar industri oli pelumas (overall market) 2020 -- dalam persen, tanpa volume-tanpa nilai, hanya persentase

33. pointers rekam jejak peta persaingan

34. pointers rekam jejak peta persaingan

35. pointers rekam jejak peta persaingan

36. pointers rekam jejak peta persaingan

37. tabel komposisi oli per segmen (otomotif dan industri) dalam bentuk trend persentase periode 2011-2020

38. tabel komposisi oli per segmen (otomotif dan industri) dalam bentuk trend persentase periode 2011-2020

39. tabel komposisi oli per segmen (otomotif dan industri) dalam bentuk trend persentase periode 2011-2020

40. tabel komposisi oli per segmen (otomotif dan industri) dalam bentuk trend persentase periode 2011-2020

41. tabel market value oli pelumas per segmen, yakni segmen otomotif dan segmen industri secara nilai (Rp triliun) periode 2014-2020

42. pointers analisis market value oli pelumas per segmen, yakni segmen otomotif dan segmen industri secara nilai (Rp triliun) periode 2014-2020

43. tabel market value oli pelumas per segmen, yakni segmen otomotif dan segmen industri secara nilai (Rp triliun) periode 2020-2024

44. pointers analisis market value oli pelumas per segmen, yakni segmen otomotif dan segmen industri secara nilai (Rp triliun) periode 2014-2020

45. tabel pie chart pangsa pasar oli motor 2017

46. pointers analisis pangsa pasar oli motor 2017

47. tabel pie chart pangsa pasar oli motor semester I 2019

48. pointers analisis pangsa pasar oli motor semester I 2019

49. tabel pie chart pangsa pasar oli motor 2020

50. Pointers fokus market intelligence dan market leader database

51. Tabel kinerja pendapatan, kapasitas terpasang, volume produksi salah satu market leader periode 2014-2017

51. analisis kinerja pendapatan, kapasitas terpasang, volume produksi salah satu market leader periode 2014-2017

52. market leader database

53. market leader database

54. market leader database

55. market leader database

56. market leader database

57. market leader database

59. tabel pendapatan, laba, kapasitas terpasang, volume penjualan, dan pangsa pasar oli motor market leader lainnya periode 2014-2017

60. market leader database

61. market leader database

62. market leader database

63. market leader database

64. market leader database

65. market leader database

66. market leader database

67. market leader database

68. market leader database

Jumat, 08 Oktober 2021

Membongkar Database Tersulit dengan Riset dan Survei Bisnis

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Berbagai sentimen positif yang terus bergulir di kuartal IV 2021 akan menjadi modal utama untuk menyusun strategi pertumbuhan tinggi di 2022. Namun, jangan salah, dukungan data, riset, survei, dan market intelligence sangat dibutuhkan untuk memperkuat strategi di 2022.

Terlebih lagi untuk big data dengan volume besar yang sangat spesifik dan membutuhkan effort khusus. Adanya data khusus itu dapat melengkapi rantai pasok serta marketing outlook korporasi dalam memecahkan database tersulit, tanpa adanya dukungan pihak ketiga.

Menyadari hal itu Duniaindustri.com sebagai salah satu startup big data dan market research terus mendukung geliat iklim bisnis dengan menyajikan digital database terbaru. Selain itu, duniaindustri.com juga menggelar promo diskon setiap bulan untuk memudahkan user. Hingga awal Oktober 2021, Duniaindustri.com telah mengoleksi 239 hasil data riset per sektor yang mencakup potensi pertumbuhan pasar, persaingan market leader, peluang channel distribusi, dan brand analysis.

Mulai akhir 2019, tim Duniaindustri.com memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni:

1. Survei lapangan
2. Kuesioner
3. Market comprehensive database (regulatory source)
4. Market intelligence database (leading player data)
5. Historical database
6. Factory observation
7. Market investigation
8. Time frame monitoring data
9. Probability and sensitivity market forecast
10. Third party data compilation (networking database)
11. Literature colaboration
12. Big data processor

[caption id="attachment_9797" align="alignnone" width="353"]metodologi big data duniaindustri.com metodologi big data duniaindustri.com[/caption]

Pada 2020, Duniaindustri.com sebagai startup big data dan market research mempeluas coverage sumber dengan berbasis database ekspor impor (exim) yang menjangkau 10.826 pos tarif produk HS code dan 19.791 direktori perusahaan customize. Diharapkan kolaborasi sumber tersebut ditambah metode survei dan kuesioner dapat menjadi referensi andalan bagi riset pasar di Indonesia.

Ke-239 data riset dalam bentuk digital itu diharapkan menjadi preferensi utama pelaku bisnis di negeri ini. Ke-239 data riset itu antara lain:

Riset Data Potensi Pasar Kosmetik Skincare 2017-2024 (Trend Pertumbuhan Channel Distribusi)
Riset Data Pemetaan Pasar 7 Market Leader Petrokimia Hulu (Market Demand Produk Petrokimia Hulu 2015-2030)
Kajian Peluang Pertumbuhan Channel Distribusi Produk Farmasi dan Alat Kesehatan 2019-2024 (Momentum Saat Pandemi Melandai)
Riset Data Pertumbuhan Pasar Vitamin dan Suplemen 2016-2024 (Kompetisi Pasar Brand Vitamin)
Kajian Trend Pertumbuhan Industri Biskuit 2012-2025 (Peta Persaingan Kapasitas 15 Produsen Terbesar)
Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah)
Data Eksklusif Pertumbuhan Pasar Deterjen 2010-2022 (Trend Bahan Baku dan Profil Market Leader)
Riset Data Spesifik Trend Pasar Industri Oli Pelumas 2014-2024 (Trend Pangsa Pasar & Market Leader)
Riset Data Pertumbuhan Pasar 22 Produk Petrokimia 2015-2025 (Trend Kapasitas Lokal & Market Leader)
Market Outlook Frozen Food 2013-2024 (Pertumbuhan Demand dan Segmentasi Produk)
Database Direktori 635 Perusahaan Minyak Bumi, Gas, Energi, dan Pertambangan (Update 2021)
Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia)
Database Direktori 393 Perusahaan Transportasi dan Telekomunikasi di Indonesia
Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor Tembakau (Trend Produksi Rokok 2005-2022)
Market Outlook Pertumbuhan Pasar Semen dan Beton 2017-2022 (Trend Pasar Semasa Pandemi Covid-19)
Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café di Indonesia
Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024)
Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)

Selengkapnya, lihat di sini (indeks data industri by duniaindustri.com)

Indeks Keyakinan Konsumen September 2021 Melonjak Tinggi

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Berbagai sentimen terus bergulir seiring melandainya pandemi Covid-19. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode September 2021 mencapai 95,5 poin, naik tinggi dibanding 77,3 poin pada bulan sebelumnya, menurut hasil survei Bank Indonesia.



Peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh membaiknya mobilitas masyarakat, sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas pada periode survei.

"Peningkatan IKK terjadi pada seluruh kategori pengeluaran, tingkat pendidikan, dan kelompok usia. Secara spasial, IKK meningkat di seluruh kota yang disurvei, tertinggi di kota Pontianak, diikuti Bandung dan Makassar," ungkap Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Muhamad Nur, Jumat (8/10).

Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi mendatang terpantau berada pada area optimis (>100). Penguatan ekspektasi konsumen didukung oleh kenaikan pada seluruh aspek pembentuknya. Yaitu ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha.

"Optimisme terhadap kondisi ekonomi mendatang ini didorong oleh perbaikan mobilitas sejalan dengan relaksasi kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat," ujarnya.

Memasuki kuartal IV 2021, pelaku industri akan disibukkan dengan evaluasi dan target baru di 2022. Berbagai sentimen positif yang mengiringi kondisi iklim usaha hingga kuartal III 2021 lalu akan menjadi benchmark untuk menggapai pertumbuhan tinggi di 2022.

Pandemi yang terus melandai, penemuan obat Covid-19 yang memangkas risiko kematian hingga 50%, maraknya aksi merger dan akuisisi, solidnya pertumbuhan ekspor, hingga agresivitas bisnis digital akan mewarnai proyeksi dan outlook 2022, menurut analisis tim Duniaindustri.com. Meski penuh peluang baru, 2022 masih akan menyisakan tantangan seperti pergeseran perilaku konsumen sehingga membuat perubahan pasar, serta dinamika daya beli konsumen yang perlu mendapat perhatian khusus.

Memang tak bisa disangkal, kuartal IV merupakan momentum emas untuk membuat budjeting baru, perkuatan strategi, proyeksi kinerja, serta analisis keunggulan dan kelemahan di setiap lini bisnis. Untuk itu dibutuhkan dukungan data, analisis, dan riset pasar yang update guna menjawab dinamika pasar.

Duniaindustri.com sebagai salah satu startup big data dan market research terus mendukung geliat iklim bisnis dengan menyajikan digital database terbaru. Selain itu, duniaindustri.com juga menggelar promo diskon setiap bulan untuk memudahkan user. Hingga akhir September 2021, Duniaindustri.com telah mengoleksi 239 hasil data riset per sektor yang mencakup potensi pertumbuhan pasar, persaingan market leader, peluang channel distribusi, dan brand analysis.

Ke-239 data riset dalam bentuk digital itu diharapkan menjadi preferensi utama pelaku bisnis di negeri ini. Ke-239 data riset itu antara lain:

Riset Data Potensi Pasar Kosmetik Skincare 2017-2024 (Trend Pertumbuhan Channel Distribusi)
Riset Data Pemetaan Pasar 7 Market Leader Petrokimia Hulu (Market Demand Produk Petrokimia Hulu 2015-2030)
Kajian Peluang Pertumbuhan Channel Distribusi Produk Farmasi dan Alat Kesehatan 2019-2024 (Momentum Saat Pandemi Melandai)
Riset Data Pertumbuhan Pasar Vitamin dan Suplemen 2016-2024 (Kompetisi Pasar Brand Vitamin)
Kajian Trend Pertumbuhan Industri Biskuit 2012-2025 (Peta Persaingan Kapasitas 15 Produsen Terbesar)
Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah)
Data Eksklusif Pertumbuhan Pasar Deterjen 2010-2022 (Trend Bahan Baku dan Profil Market Leader)
Riset Data Spesifik Trend Pasar Industri Oli Pelumas 2014-2024 (Trend Pangsa Pasar & Market Leader)
Riset Data Pertumbuhan Pasar 22 Produk Petrokimia 2015-2025 (Trend Kapasitas Lokal & Market Leader)
Market Outlook Frozen Food 2013-2024 (Pertumbuhan Demand dan Segmentasi Produk)
Database Direktori 635 Perusahaan Minyak Bumi, Gas, Energi, dan Pertambangan (Update 2021)
Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia)
Database Direktori 393 Perusahaan Transportasi dan Telekomunikasi di Indonesia
Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor Tembakau (Trend Produksi Rokok 2005-2022)
Market Outlook Pertumbuhan Pasar Semen dan Beton 2017-2022 (Trend Pasar Semasa Pandemi Covid-19)
Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café di Indonesia
Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024)
Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)

Selengkapnya, lihat di sini (indeks data industri by duniaindustri.com)

Selasa, 05 Oktober 2021

GoTo Suntik Hypermart, Grup Djarum Caplok Ranch Market

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Di era pandemi, sektor ritel modern di Indonesia ikut mengalami perubahan strategi bisnis secara dramatis. Strategi itu antara lain menggandeng mitra baru untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis.



Dua perusahaan ritel modern skala besar itu mengalami perubahan akibat efek pandemi. Ranch Market memiliki pemegang saham baru yakni entitas Grup Djarum, sementara Hypermart memperkuat permodalan dengan menggandeng GoTo Group.

Kabar terbaru di sektor ritel, PT Multipolar Tbk (MLPL) bersama GoTo Group akan menambah modal PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) untuk pengembangan Hypermart. Penambahan modal melalui penerbitan saham baru ini diharapkan selesai di Kuartal IV-2021.

"Kami gembira bahwa perseroan melakukan peningkatan modal dan bersiap untuk mengeksekusi rencana-rencana kami sambil terus berinovasi bagi konsumen Indonesia," kata CEO MPPA, Elliot Dickson dalam siaran pers MPPA yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (5/10).

Dia menyebutkan, MLPL dan GoTo Group akan berpartisipasi dalam peningkatan modal MPPA. MLPL sebagai induk dari MPPA yang memiliki bisnis ritel, merupakan investor strategis yang ada pada titik temu sektor digital dan konsumen.

Sejauh ini, menurut Elliot, Hypermart memiliki lebih dari 200 gerai di 72 kota, dengan platform logistik dan distribusi. Berdasarkan riset Nielsen, pangsa pasar Hypermart mencapai 25 persen untuk kategori supermarket dan hipermarket.

Lebih lanjut Elliot menegaskan, rencana peningkatan modal ini untuk mendorong pertumbuhan pangsa pasar dan berinvestasi pada strategi omnichannel. Dia mengaku, Hypermart sukses menangkap peluang kenaikan pola berbelanja e-grocery di masa pandemi Covid-19, dengan penjualan online meningkat lebih dari empat kali lipat dibanding setahun lalu.

"Keberhasilan peningkatan modal Hypermart akan menyediakan dana bagi perseroan untuk bertumbuh, mengeksekusi strategi ritel omnichannel-nya dan memperkuat neraca keuangan. Peningkatan modal ini dalam bentuk penerbitan saham baru yang dijadwalkan selesai pada Kuartal IV-2021".

Sebelumnya, Grup Djarum melalui PT Global Digital Niaga (Blibli.com) menjadi pengendali baru PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), setelah mengakuisisi 51% saham emiten yang mengoperasikan supermarket Ranch Market, Farmers Market, the Gourmet by Ranch Market dan Day2Day by Farmers Market tersebut. Blibli membeli 51% saham Supra Boga dari tujuh entitas pemegang saham, yakni PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Ekaputri Mandiri, Kusumodjojo, Suhamo Kusumodjojo, dan Harman Siswanto.

“Tujuan rencana pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha dan perluasan ekosistem perseroan sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Kamis (16/9/2021).

Perkiraan jumlah saham yang akan diambil alih sebanyak 797.888.628 saham yang mewakili 51% dari total modal ditempatkan dan modal disetor Supra Boga yang dimiliki oleh para penjual, di mana transaksi tersebut akan mengakibatkan perubahan pengendalian atas Supra Boga Lestari. Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (PPPS) antara Global Digital Niaga dengan para penjual telah berlangsung pada 15 September 2021.

“Jika akuisisi telah rampung, Blibli juga akan melaksanakan penawaran tender atas sisa saham dalam RANC yang wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam POJK 9/2018,” tulis manajemen.

Sementara itu, belum ada nilai kesepakatan dana yang diungkapkan dalam pernyataan itu. Adapun, 51% saham bernilai sekitar Rp 1,83 triliun, berdasarkan harga terakhir saham RANC yang diperdagangkan Rp 2.300 per saham pada penutupan perdagangan bursa hari Jumat (17/9).

Di sisi lain, santer berembus isu bahwa Blibli.com akan melakukan initial public offering (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2022 mendatang. Menurut isu yang berkembang, Blibli.com akan mengambil langkah IPO dengan bekerja sama bersama Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley untuk menjajaki kemungkinan penjualan saham pertama kali. Blibli adalah produk pertama PT Global Digital Niaga yang merupakan anak perusahaan Djarum di bidang digital. Blibli bekerja sama dengan penyedia jasa teknologi, mitra logistik, perbankan serta mitra dagang dengan standar tertentu untuk menciptakan sistem back-end yang bisa memenuhi kebutuhan pengguna Blibli. Aksi korporasi ini juga didukung oleh GDP Venture, cabang modal ventura Grup Djarum.

Perusahaan e-commerce ini berdiri pada tahun 2011 dengan ekosistem teknologi dan bisnis menyeluruh yang mencakup B2C, B2B, B2B2C, dan B2G. Blibli sebagai mal online menawarkan berbagai macam produk yang terbagi dalam 20 kategori, mulai dari kebutuhan primer, elektronik, hingga keperluan gaya hidup lainnya, dan didukung oleh lebih dari 100.000 mitra usaha. Dalam memastikan distribusi barang yang cepat ke seluruh Indonesia, Blibli memiliki 20 gudang barang dan 32 hub yang berlokasi di kota-kota besar di Indonesia serta didukung armada pengiriman yang dimiliki, BES, dan juga bekerjasama dengan 27 mitra logistik.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Senin, 04 Oktober 2021

Makin Ekspansif, Indeks PMI RI Lampaui China

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Sektor industri manufaktur Indonesia kembali berekspansi pada September 2021. Hal ini dapat dilihat dari Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan September yang mencapai 52,2, melonjak dari angka 43,7 pada Agustus 2021. Capaian indeks PMI di atas 50 menunjukkan bahwa industri tengah berekspansi, dan menandakan optimisme pelaku industri dalam berusaha.



Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimis bahwa industri akan kembali dalam jalur ekspansi saat terjadi pelonggaran atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. “Pada bulan lalu saya sempat katakan bahwa meski ada penurunan PMI manufaktur di bulan Juli-Agustus, tapi saya yakin kita bisa rebound dengan cepat. Alhamdulillah, bulan September sudah kembali ekspansif,” ujar Menperin dalam keterangan tertulis, kemarin.

Dengan kembali ekspansifnya sektor manufaktur, Menperin meyakini bahwa target pertumbuhan industri sebesar 5 persen di 2022 dapat tercapai. “Karenanya, kami bertekad terus mendukung sektor industri melalui iklim usaha yang kondusif,” ujar Menperin.

Hasil survei HIS Markit menunjukkan bahwa peningkatan PMI manufaktur di Indonesia disebabkan oleh pelonggaran pembatasan sosial di berbagai wilayah di Indonesia karena semakin menurunnya kasus Covid-19. Pada September 2021, baik output maupun pesanan baru meningkat setelah dua bulan mengalami penurunan curam.

Di samping itu, demand terhadap industri manufaktur sudah kembali setelah situasi kesehatan masyarakat mengalami perbaikan dan pembatasan gerak sudah lebih longgar, sehingga dapat mendukung aktivitas perekonomian.

Menperin menyampaikan, menurunnya kasus Covid-19 yang mendukung pelonggaran pembatasan aktivitas merupakan indikasi bahwa pelaksanaan protokol kesehatan ketat dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan aktivitas ekonomi. Kemenperin terus menyempurnakan kebijakan untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dalam operasional dan mobilitas kegiatan industri. Hal ini adalah salah satu cara pemerintah untuk membendung dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dengan kebijakan tersebut, seluruh aktivitas sektor industri dapat berjalan baik dan tetap terpantau. Sehingga, sektor industri dapat lebih optimal dalam perannya sebagai motor penggerak dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” jelas Menperin.

PMI Indonesia pada September 2021 melampaui capaian negara Asia lainnya seperti China (50) dan Jepang (51,5), serta menjadi yang tertinggi di antara negara ASEAN lainnya seperti Singapura (52,1), Malaysia (48,1), Thailand (48,9), Filipina (50,9), maupun Vietnam (40,2). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kendala lain dalam aktivitas industri di Indonesia, di luar kondisi kesehatan masyarakat.

Untuk mempertahankan kondisi ini, Menperin terus mengimbau kepada pelaku industri untuk terus menerapkan aturan terkait Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sesuai Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan SE No 3 Tahun 2021 tentang Operasional dan Mobilitas Pada Masa Kedaruratan Covid-19.

“Surat Edaran terbaru ini telah mengatur penggunaan aplikasi PeduliLindungi di perusahaan, sehingga aktivitas dan kondisi pegawai terpantau dengan baik. Kami juga terus mendorong percepatan vaksinasi di industri yang ditargetkan mencapai 5 juta orang,” jelas Agus.

Jingyi Pan selaku Economics Associate Director IHS Markit menyampaikan, sektor manufaktur di Indonesia menunjukkan peningkatan performa pada September 2021 dan mengindikasikan kembali berekspansi. Pelaku industri di Indonesia tetap optimis terhadap produksi hingga 12 bulan mendatang, dengan harapan semakin membaiknya situasi Covid-19.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Minggu, 03 Oktober 2021

Kuartal IV, Momentum Pelaku Industri Bikin Target Baru di 2022

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Memasuki kuartal IV 2021, pelaku industri akan disibukkan dengan evaluasi dan target baru di 2022. Berbagai sentimen positif yang mengiringi kondisi iklim usaha hingga kuartal III 2021 lalu akan menjadi benchmark untuk menggapai pertumbuhan tinggi di 2022.



Pandemi yang terus melandai, penemuan obat Covid-19 yang memangkas risiko kematian hingga 50%, maraknya aksi merger dan akuisisi, solidnya pertumbuhan ekspor, hingga agresivitas bisnis digital akan mewarnai proyeksi dan outlook 2022, menurut analisis tim Duniaindustri.com. Meski penuh peluang baru, 2022 masih akan menyisakan tantangan seperti pergeseran perilaku konsumen sehingga membuat perubahan pasar, serta dinamika daya beli konsumen yang perlu mendapat perhatian khusus.

Memang tak bisa disangkal, kuartal IV merupakan momentum emas untuk membuat budjeting baru, perkuatan strategi, proyeksi kinerja, serta analisis keunggulan dan kelemahan di setiap lini bisnis. Untuk itu dibutuhkan dukungan data, analisis, dan riset pasar yang update guna menjawab dinamika pasar.

Duniaindustri.com sebagai salah satu startup big data dan market research terus mendukung geliat iklim bisnis dengan menyajikan digital database terbaru. Selain itu, duniaindustri.com juga menggelar promo diskon setiap bulan untuk memudahkan user. Hingga akhir September 2021, Duniaindustri.com telah mengoleksi 239 hasil data riset per sektor yang mencakup potensi pertumbuhan pasar, persaingan market leader, peluang channel distribusi, dan brand analysis.

Ke-239 data riset dalam bentuk digital itu diharapkan menjadi preferensi utama pelaku bisnis di negeri ini. Ke-239 data riset itu antara lain:

Riset Data Potensi Pasar Kosmetik Skincare 2017-2024 (Trend Pertumbuhan Channel Distribusi)
Riset Data Pemetaan Pasar 7 Market Leader Petrokimia Hulu (Market Demand Produk Petrokimia Hulu 2015-2030)
Kajian Peluang Pertumbuhan Channel Distribusi Produk Farmasi dan Alat Kesehatan 2019-2024 (Momentum Saat Pandemi Melandai)
Riset Data Pertumbuhan Pasar Vitamin dan Suplemen 2016-2024 (Kompetisi Pasar Brand Vitamin)
Kajian Trend Pertumbuhan Industri Biskuit 2012-2025 (Peta Persaingan Kapasitas 15 Produsen Terbesar)
Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah)
Data Eksklusif Pertumbuhan Pasar Deterjen 2010-2022 (Trend Bahan Baku dan Profil Market Leader)
Riset Data Spesifik Trend Pasar Industri Oli Pelumas 2014-2024 (Trend Pangsa Pasar & Market Leader)
Riset Data Pertumbuhan Pasar 22 Produk Petrokimia 2015-2025 (Trend Kapasitas Lokal & Market Leader)
Market Outlook Frozen Food 2013-2024 (Pertumbuhan Demand dan Segmentasi Produk)
Database Direktori 635 Perusahaan Minyak Bumi, Gas, Energi, dan Pertambangan (Update 2021)
Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia)
Database Direktori 393 Perusahaan Transportasi dan Telekomunikasi di Indonesia
Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor Tembakau (Trend Produksi Rokok 2005-2022)
Market Outlook Pertumbuhan Pasar Semen dan Beton 2017-2022 (Trend Pasar Semasa Pandemi Covid-19)
Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café di Indonesia
Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024)
Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)

Selengkapnya, lihat di sini (indeks data industri by duniaindustri.com)

Jumat, 01 Oktober 2021

Research on the Potential of the Skincare Cosmetics Market 2017-2024 (Distribution Channel Growth Trends)

This 2017-2024 Cosmetic Skincare Market Potential Data Research (Distribution Channel Growth Trends) was released in the fourth week of September 2021 featuring a study of specific data, research on the cosmetic and beauty market potential, a complete database, market analysis, market outlook, and market leader database. This research data contains 59 pages measuring 4.3 MB which was created to be a comprehensive guide and reference for investors, corporations, researchers, and various stakeholders at large.


This Research on Skincare Cosmetics Market Potential Data 2017-2024 (Distribution Channel Growth Trends) is one of the 239 most comprehensive collections of specific databases produced by the Duniaindustri.com team, with wide enough coverage from general to specific descriptions so that they can describe comprehensive industry dynamics.

This data research begins by displaying the highlights of the Indonesian economy, which was affected by the Covid-19 pandemic, thus disrupting industrial activities in general. The challenge of an economic slowdown in 2020 is of particular concern to industry players, including the cosmetic and beauty sectors. (page 2 to page 4)

Then followed by the world megatrend towards 2045 and world demography on page 5, highlights of Indonesia's demographics for the period 2010 to 2045 on page 6. Followed by the ratio of the population in Indonesia by region for the period 2010 and 2045 on page 7. And, Indonesia's economic growth scenario with two scenarios (basic scenario or baseline and high scenario) period 2016-2045 on page 8 to page 10.

Entering the focus of the research discussion, this Research on Skincare Cosmetics Market Potential Data 2017-2024 (Distribution Channel Growth Trends) dissects 3 main focuses, namely 1) the growth trend of the market value of the cosmetics and beauty industry in Indonesia for the 2017-2024 period with three main segments; 2) market analysis of the growth trend of the skincare cosmetics market value for 2017-2024; and 3) growth of 4 skincare cosmetic distribution channels for the period 2017-2024.

In the focus of the first research discussion, this study of industrial data starts from the definition and history of the cosmetics and beauty industry. This is followed by a brief profile of the cosmetic and beauty industry in Indonesia which displays the number of companies, export trends, the number of direct and indirect workers, and industry segmentation. (pages 12 and 13)

Followed later, the growth in size business (market size) in value from the cosmetic and beauty industry in Indonesia in the period 2017 to 2024 forecast on pages 14 to page 18. The growth in market value (market size value) in the period 2017-2024 is analyzed related to the main driving factors (catalyst) as well as the main challenges and constraints. Meanwhile, market size value growth in the 2020-2024F period is displayed separately as a market outlook for businessmen to reference.

The Duniaindustri.com team divides the cosmetic and beauty industry into three segments, namely body care, hair care, and skin care. This data research shows the growth and segmentation outlook of the cosmetics and beauty industry in the period 2017 to 2024F which is presented on pages 19 to 24.

Moving on to the next discussion, in the second research focus, a study of the potential growth in the value of the skincare cosmetics market in Indonesia for the 2017-2024 period is presented. This data is reinforced by the growth trend of 4 distribution channels that support the skincare cosmetic market. The data is displayed on page 25 to page 39.

On page 40 to page 50, data from the market leader database is displayed that explores market strategies and business insights from market leaders in this sector. Meanwhile, on page 51 to page 58, the profiles of the top 10 biggest cosmetic and beauty companies from 2019 sales value on page 29 to page 36. The Duniaindustri.com team continues to update market leader profiling from previous data research based on 2015 and 2017, and in data research. it's based on 2019.

This 2017-2024 Skincare Cosmetics Market Potential Data Research (Distribution Channel Growth Trends) contains as many as 59 pages and is 4.3 MB in size. This data comes from a comprehensive research team from Duniaindustri.com with data support from BPS, industry associations, government agencies, and a number of cosmetic companies both in Indonesia and the world. Industry data index is the latest feature in duniaindustri.com which displays hundreds of selected data according to user needs. As of the end of September 2021, there were 239 research specific data from 22 industrial sectors. All data is presented in pdf format so that it is easy to download after users carry out the process according to the procedure, namely click buy (purchase), click checkout, and fill out the form. Duniaindustri.com prioritizes the validity and validity of the data sources presented. Thank you for your trust in duniaindustri.com.(*)

Source: click here