Jumat, 22 Oktober 2021

Magnet Bisnis Data Center Memikat Korporasi Besar

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Geliat bisnis data center yang terus mengalami kenaikan demand seiring derasnya transformasi digital mulai dilirik korporasi besar di Indonesia. Bisnis data center mulai jadi magnet investasi saat ini.



Terbukti konglomerat bisnis hingga BUMN ikut menyasar kue pasar data center. Ekspansi Salim Group, Lippo Group, hingga Sinarmas, mulai diantisipasi para pemain data center.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) langsung melakukan konsolidasi terkait bisnis data center-nya. Saat ini perseroan sedang melakukan kajian dan mempelajari rencana mengonsolidasikan bisnis data center yang selanjutnya akan dikelola oleh satu entitas usaha di TelkomGroup.

"Rencana konsolidasi ini masih dalam tahap kajian, dan tahap berikutnya akan dilakukan kajian terhadap opsi unlocking value terbaik yang akan memberikan manfaat terbesar bagi perusahaan," kata VP Investor Relations TLKM, Andi Setiawan keterangan resmi Telkom yang dilansir di Jakarta, Jumat (22/10).

Dia menyebutkan, target penyelesaian rencana penggabungan bisnis data center tersebut paling lambat tiga tahun ke depan. "Kami berharap konsolidasi dan value unlocking bisnis data center ini dapat terwujud dalam dua tahun sampai tiga tahun mendatang," ucapnya.

Menurut Andi, bisnis data center memiliki potensi valuasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bisnis telekomunikasi, sehingga konsolidasi bisnis ini akan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi TelkomGroup secara keseluruhan, apabila dilakukan value unlocking.

"Dalam rangka proses melakukan value unlocking tersebut, bisnis data center perlu dikonsolidasikan terlebih dahulu," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam rangka transformasi TLKM menuju digital telco company, data center merupakan bagian penting dari ekosistem digital Telkom sebagai digital platform yang memiliki berbagai layanan. "Strategi konsolidasi dan value unlocking data center diharapkan dapat menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi seluruh stakeholders perusahaan," ucap Andi.

Ekspansi Salim Group

Sementara itu, proyek kerja sama strategis pertama antara Anthoni Salim dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dalam membangun kompleks hyperscale data center park bernama H2 sudah rampung dan siap memenuhi kebutuhan pasar. Gedung H2-01 yang dibangun sejak kuartal keempat tahun lalu ini telah berstatus siap beroperasi dan menjadi bagian dari fasilitas data center hyperscale terbesar di Indonesia.

Acara soft opening gedung H2-01 dihadiri oleh Executive Director Salim Group - Axton Salim, President Director DCI - Toto Sugiri, dan Director PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur (DISM) - Ricky Garyati pada Kamis (21/10). "Kompleks hyperscale data center H2 dibangun dengan latar belakang tersebut dengan prinsip eco-sustainable, dimana kami akan memasang solar panel power sebagai salah satu sumber listrik di kawasan data center,” ungkap Executive Director Salim Group, Axton Salim dalam keterangan resmi, Kamis (21/10).

H2 Data Center (PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur) berkantor pusat di Jakarta. Sementara itu, pembangunan gedung data center berada di kawasan Pertiwi Lestari Industrial Estate, Karawang dengan total luas area sebesar 86 hektar (ha). Gedung data center yang dinamai H2-01 didirikan setinggi 10 lantai, 6 lantai di antaranya merupakan data hall dengan total kapasitas sebesar 3.000 rack dan total daya listrik sebesar 15 megawatt (MW).

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan total populasi sebesar 256 juta, namun hingga saat ini memiliki kapasitas data center per capita salah satu yang terendah dibandingkan dengan negara lain di dunia. Jika dibandingkan dengan negara lain di Asia, seperti contoh Jepang yang memiliki pertumbuhan data center di negaranya.

Jika rata-rata konsumsi per capita adalah 10 watt, data center Indonesia dapat mengalami pertumbuhan mencapai 2.700 watt. Dilansir dari Cushman & Wakefield, Data Center in South East Asia poised for Rapid Growth, August 2019, dengan kehadiran data center H2 yang memiliki total luas area 791 hektar dan total kapasitas hingga 600 MW, H2 mampu berkontribusi sebesar 22%.

Sebagai carrier neutral data center, H2 mampu memenuhi kebutuhan hyperscale data center, termasuk layanan colocation, layanan interconnection dan juga ruang bekerja. Hingga saat ini, H2 telah dipercaya oleh pelanggan internasional dengan tersewanya dua lantai gedung data center H2.

Tingkat kebutuhan data center di Indonesia meningkat drastis dalam dua tahun terakhir. Digitalisasi terus berkembang pesat dengan adaptasi komputasi awan yg terus meningkat, disertai dengan aktivitas sekolah dan kerja dari rumah selama pandemi.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Kamis, 21 Oktober 2021

Perluas Basis Konsumen Korporasi dengan 28 Kumpulan Direktori Perusahaan

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Menyongsong 2022 sebagai tahun akselerasi pemulihan bisnis, korporasi diyakini akan berlomba-lomba untuk memperluas basis konsumen korporasi. Efek pandemi Covid-19 terbukti membentuk tatanan baru di sektor dunia usaha dengan menyisakan korporasi yang memiliki daya tahan dan keunggulan. Di sisi lain, marketing dan divisi penjualan berupaya keras untuk terus memperluas jangkauan konsumen korporasi untuk mempertahankan mesin pertumbuhan.



Dilema di era pandemi bertambah runcing dengan adanya pembatasan mobilitas dan interaksi sosial, menyisakan jalur komunikasi digital yang menjadi andalan utama. Untuk itu, mengingat pentingnya peran database direktori perusahaan bagi industri secara umum, Duniaindustri.com -- startup big data -- telah mengoleksi 19.426 database direktori perusahaan dan mengembangkan fitur baru yang diberi nama 'Customized Direktori Database'. Fitur baru ini akan terintegrasi dengan fitur lain yakni 'Indeks Data Industri', 'Market Research', dan 'Survei Perusahaan Target'.

Latar belakang launching fitur ini, Duniaindustri.com menilai seluruh perusahaan tentu memiliki target meraup jumlah konsumen sebanyak-banyaknya. Bahkan calon konsumen potensial pun perlu digarap, dalam arti dipetakan informasi spesifik tentangnya dalam sebuah kumpulan direktori, dicari kontak PIC, alamat, segmentasi pasar, informasi produksi, kapasitas terpasang, orientasi pasar, kebutuhan bahan baku, harga bahan baku yang dibutuhkan, nama pemasok, tren penjualan, dan informasi lain yang berharga.

Ini merupakan salah satu perangkat dan tools dari divisi marketing dan sales untuk mencapai target konsumen yang ditetapkan. Mengkombinasikan upaya, cara, metode terbaik untuk menembus 'pertahanan' konsumen, sebelum berperang--dalam arti menghadapi negosiasi harga misalnya.

Teknik ini biasanya digunakan dalam persaingan pasar yang ketat. Market leader juga tentu memiliki tools ini untuk membentuk database internal yang digunakan untuk meng-entertain konsumen mereka guna menciptakan loyalitas tanpa batas. Nah, untuk new comers yang sedang menjajaki pasar atau mempelajari karakter pasar, dibutuhkan tools tersendiri untuk menerjemahkan peta konsumen serta karakternya.

Dalam jangka panjang, Duniaindustri.com, startup big data, riset pasar, dan digital database, menargetkan mampu memiliki 200 ribu customized direktori perusahaan di sektor industri di Indonesia dalam tiga tahun ke depan.

Seiring perkembangan era digital, Duniaindustri.com yang merupakan start-up (perusahaan rintisan) yang fokus di sektor industri di Indonesia (platform riset data di segmen industri) pun ikut berbenah. Dengan peningkatan kapabilitas dan jumlah tim, Duniaindustri.com bertransformasi menjadi Indonesia Industrial Total Solution. Kini Duniaindustri.com dilengkapi dengan tim jurnalis, analis, buzzer, digital marketer, super programmer, digital desainer, field survey, consultant, dan data scientist yang menunjang performance secara menyeluruh. Dengan tagline Pionir Berita dan Komunitas Industri, Duniaindustri.com hadir dengan visi memajukan sektor industri dan pelaku usaha di Indonesia. Duniaindustri.com berkembang secara independen dengan menjunjung tinggi kepercayaan dan kenyamanan pengguna.

Duniaindustri.com berdiri sejak 2011 didukung dengan tim kreatif dan inovatif guna menjawab tantangan masa depan. Inovasi tiada henti merupakan salah satu motto Duniaindustri.com dengan pengembangan sejumlah fitur terbaru. Sejak 2011, member kami terus bertambah sejalan dengan penetrasi pasar yang efektif dan terarah. Dalam hal database spesifik, terdapat lebih dari 230 data industri khusus dengan didukung data provider andal di seluruh sektor industri.

Berikut ini ke-28 database direktori perusahaan secara customize yang dapat membantu pelaku industri menentukan target pasar secara terarah:

NoDatabase direktori perusahaan secara customizeHarga
1Database Direktori 635 Perusahaan Minyak Bumi, Gas, Energi, dan Pertambangan (Update 2021)US$ 500
2Database Direktori 393 Perusahaan Transportasi dan Telekomunikasi di Indonesia;US$ 400
3Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café di Indonesia;US$ 1.300
4Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa;US$ 850
5Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)US$ 800
6Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian;US$ 800
7Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah);US$ 300
8Database Direktori 368 Perusahaan Industri Permesinan, Aneka Mesin, dan Mesin Listrik;US$ 300
9Database Direktori 641 Perusahaan Telekomunikasi, Informasi Teknologi, serta Komputer dan Peralatannya;US$ 300
10Database Direktori 1.001 Perusahaan Tanaman, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri Kayu;US$ 300
11Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia;US$ 300
12Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan;US$ 300
13Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi;US$ 300
14Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan;US$ 300
15Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana;US$ 300
16Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia;US$ 300
17Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)US$ 300
18Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020);US$ 300
19Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020);US$ 300
20Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020);US$ 300
21Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar);US$ 300
22Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share);US$ 300
23Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia;US$ 300
24Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor;US$ 300
25Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia;US$ 300
26Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen;US$ 400
27Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia;US$ 300
28Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di IndonesiaUS$ 500

Membedah Isu Penghentian Ekspor Minyak Sawit Mentah, Apa Dampaknya?

Duniaindustri.com (Oktober 2021) -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan pemerintah bakal menghentikan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Namun belum ada kepastian apakah kebijakan baru itu diterapkan dalam waktu dekat.



Wacana ini digulirkan agar komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk turunan yang bernilai tambah di dalam negeri. Dengan begitu Indonesia akan lebih banyak merasakan manfaatnya sebagai dampak dari hilirisasi.

Melalui kebijakan hilirisasi ini, pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat produsen produk turunan minyak sawit di dunia pada 2045. Hal ini juga akan membuat Indonesia menjadi penentu harga CPO global. Pasalnya, Indonesia sudah menguasai pasar ekspor CPO di kancah global sebesar 55 persen.

Di samping itu, kenaikan harga komoditas CPO, diharapkan bisa menjadi peluang untuk pengembangan industri hilirnya. Hal ini akan berdampak positif pada multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional, khususnya penerimaan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan upaya pendalaman struktur industri manufaktur di Indonesia, juga perlu didorong melalui kebijakan hilirisasi berbasis sektor primer.

"Selama ini, hilirisasi dapat bermanfaat dalam meningkatkan nilai tambah terhadap perekonomian nasional, di antaranya peningkatan pada investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan industri manufaktur di dalam negeri," kata Agus dalam keterangannya, Kamis (21/10).

Agus berharap dengan adanya pengolahan CPO di dalam negeri akan mendorong semakin meningkatnya produktivitas sektor perkebunan ini.

Seperti diketahui dalam kurun waktu 10 tahun, ekspor produk turunan kelapa sawit meningkat signifikan dari 20 persen di 2010 menjadi 80 persen pada 2020. Hal ini sesuai target peta jalan pengembangan industri hilir kelapa sawit yang diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian No 13/2010. Karena itu, larangan ekspor CPO sudah selayaknya dilakukan.

"Kini terdapat 168 jenis produk hilir CPO yang mampu diproduksi oleh industri di dalam dalam negeri untuk keperluan pangan, fitofarmaka/nutrisi, bahan kimia/oleokimia, hingga bahan bakar terbarukan/biodiesel FAME. Sementara pada 2011, hanya ada 54 jenis produk hilir CPO," ujar Agus.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berencana menghentikan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) agar Indonesia bisa mengolah sendiri bahan mentah itu guna menambah nilai. “Di suatu titik nanti, setop yang namanya ekspor CPO. Harus jadi kosmetik, harus jadi mentega, harus jadi biodiesel, dan turunan lainnya," kata Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada peserta Program PPRA LXII dan PPSA XXIII 2021 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Ia berharap, Indonesia memiliki keberanian untuk menghentikan ekspor bahan mentah, meskipun terdapat potensi gugatan hingga ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO). Selain itu, Indonesia juga harus bersiap menghadapi segala hambatan dalam proses hilirisasi sumber daya alam.

Guna mendukung hal itu, Presiden meminta jajarannya untuk menyiapkan pengacara-pengacara internasional jika Indonesia digugat karena menghentikan ekspor bahan mentah. “Jadi siapkan lawyer yang kelas-kelas internasional. Inilah yang dalam proses semuanya kita siapkan. Semuanya kita integrasikan apa yang kita cita-citakan,” ujar Presiden Jokowi.

Tidak hanya CPO, presiden juga berencana menghentikan ekspor bauksit mentah hingga nikel mentah. Bauksit hasil dalam negeri harus diolah menjadi alumina dan logam aluminium. Bauksit menjadi komoditas yang dilarang pemerintah untuk diekspor, setelah nikel.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Selasa, 19 Oktober 2021

Datapedia, Solusi Riset Data Spesifik Teraktual

Datapedia marketplace (jual-beli data) merupakan salah satu fitur unggulan dari duniaindustri.com yang dapat menghubungkan korporasi ataupun perseorangan (user) yang membutuhkan data, database, ulasan, laporan, analisis, riset, bahkan dokumen penting dengan siapa pun yang memiliki data bernilai. Data dalam fitur ini dapat beragam mulai dari data marketing, data produksi, data penjualan, tren pasar, pangsa pasar, ekspor-impor, utilisasi, hingga kontak perusahaan (foreign buyers), hingga dokumen berharga, dan lainnya.



Data, analisis, riset tersebut dapat terkait seluruh sektor industri di Indonesia, dari industri keuangan seperti perbankan, multifinance, asuransi, reksadana, pasar modal, industri infrastruktur dan konstruksi, industri transportasi darat-udara-laut, industri pertanian (beras, jagung, gandum, sagu, dan lainnya), industri perkebunan (kelapa sawit, teh, kopi, kakao, tebu, tembakau, karet, dan lainnya), industri kehutanan, industri manufaktur (agro, tekstil, baja, petrokimia, makanan dan minuman, rokok, barang konsumsi, otomotif, elektronik, alas kaki, alat berat, perkapalan, pulp dan kertas, dan lainnya), industri ritel dan perdagangan, industri pertahanan, industri maritim, kelautan, dan perikanan, industri teknologi dan informasi, industri pariwisata, industri perhotelan, industri properti, industri sumber daya mineral (batubara, nikel, timah, emas, bauksit, uranium, dan lainnya), serta sektor industri lainnya.

Listing Datapedia Marketplace

Pemilik data:

1. Yuliab memiliki data produksi dan direktori industri tekstil (hulu-antara-hilir) terbaru, harga yang ditawarkan negotiable.

2. Eka memiliki data ekspansi pemain baru di industri semen, harga yang ditawarkan Rp 300.000,- (nego)

3. Mr x memiliki data breakdown ekspor, info lengkap eksportir, voume dan harga, per HS number update per bulan

4. Ms Y punya database distributor grosir minuman se-Jawa-Bali, lengkap dengan nomor handphone dan alamat dari sumber database internal. Harga yang ditawarkan Rp 5 juta.

5. Ms EA memiliki database eksportir-importir berbagai komoditas, lengkap dengan nama buyers, shipping, pelabuhan, dan volume ekspor/impor per entitas usaha. Harga yang ditawarkan call us.

6. Mr BS memiliki database direktori perusahaan di 35 sektor yang berguna untuk marketing perusahaan. Harga yang ditawarkan call us.

7. Mr AD memiliki database direktori perusahaan eksportir dan importir sekitar 10.000, disertai rekam jejak ekspor dan impor dalam dua tahun terakhir per komoditas dan per negara tujuan.

User:

1. Rona, pegawai perusahaan di Jakarta, membutuhkan data penjualan rokok, nama dan kapasitas perusahaan rokok di Indonesia, bujet yang disediakan Rp 250.000,- (nego)

2. Bapak Adhie butuh data distributor inverter seluruh Indonesia, dana yang disediakan negotiable

3. Bapak Sam butuh outlook industri otomotif 2016, dana yang disediakan negotiable.

4. Asdianor butuh harga pasaran rotan di Indonesia.

5. Wendi Asmorojati mencari data yang berkaitan dengan pengaruh waktu penyampaian laporan keuangan dan keputusan keuangan perusahaan terhadap kinerja perusahaan yang go public di BEI.

6. Bapak Donny butuh data terkait industri PVC (petrokimia hilir) di Indonesia.

7. Bapak B butuh data sebagai berikut: A. Data Statistik Biaya Logistik Indonesia dari tahun 1990 sampai 2015 yang terinci dengan komponen biaya berikut: 1) Biaya Transportasi, 2) Biaya Pergudangan, 3) Biaya Administrasi. B. Data Statistik Trafik Peti Kemas (Ekspor dan Impor) Pelabuhan Indonesia dari tahun 1990 sampai 2015.

8. Bapak x butuh data penjualan elektronik dan ponsel per tipe per periode 2014-2016, secara nasional dan per wilayah, serta data distributor elektronik dan smartphone di Indonesia.

9. Bapak T butuh data spesifik: suku bunga kredit, NPL perusahaan, Booking/penjualan by unit & nominal

perbulan dari th 2011 – juni 2017 untuk:

1. Kredit mobil BCA

2. Kredit mobil Bank Mandiri

3. Kredit mobil Mandiri Tunas Finance

4. Kredit mobil BCA Finance

10. Ibu N sedang mencari data pemain terbesar baik produsen, importir dan distributor Infant Formula Baby dan Growing up Milk periode 2016-2017 beserta merek-merek dagangnya. Serta data merek-merek produk tersebut yang paling laku di pasar Indonesia.

11. Bapak RC butuh data untuk statistik impor produk plastik dan market share perusahaan produsen plastik.

12. Julian butuh data penjualan dan produksi mackaroni snack dan kerupuk.

13. Reynildaputri butuh data sektor industri di provinsi jawa timur, meliputi jumlah industri, penyerapan tenaga kerja, nilai produksi menurut kab/kota.

14. Bapak Yudi butuh data penjualan alat berat per merek per segmen, per bulan, per kuartal, dan per tahun periode 2017-2018

15. Mr RS butuh laporan keuangan full audited market leader elektronik non tbk periode 2013-2017. Budjet sekitar Rp 10 juta.

16. Mr jp butuh forecast pertumbuhan pasar industri cat hingga 2025.

17. Bapak TR butuh data penjualan alat berat per merek, per perusahaan di seluruh Indonesia, terkait produksi riil dan pangsa pasar, serta forecast hingga 2020.

18. Bapak Ricky

Data konsumen kafe dan resto, dari gender, profesi, umur, tingkat ekonomi, preferensi menu, average spending, preferensi resto based on occasion, frekuensi kunjungan, brand preference dan data lainnya. Untuk wilayah Bandung serta Pulau Jawa, dan nasional.

19. Ibu Rahmi

Data Market Share Mie Sedaap & Market Size Mie Instant di Indonesia?

20. Bapak Sam

Data mengenai pertumbuhan dan konsumsi pasar semen di wilayah Bogor?

21. Tenri

Saya membutuhkan data laporan keuangan tahunan 5 tahun (tahun 2013, 2014, 2015, 2016, 2017) untuk seluruh bank konvensional maupun syariah di Indonesia.

22. TuanAnh Nguyen butuh Indonesia import data by HS code for HS 851712 and 851770.

23. Bapak AA butuh data market share tinta inkjet dan laserjet, tinta original vs non original, toner original vs no original.

24. Ibu MS butuh data lengkap penjualan TELEVISI dari seluruh PERUSAHAAN/INDUSTRI ELEKTRONIK yang ada di indonesia setiap tahun nya?

25. Bapak RS butuh copy IUP untuk PT. INDONESIAN CCI Reg. Number. —/IUP-OP.P/3317.5.44.11 TAHUN 2015 Tahapan Pelaksanaan: Operasi Produksi, Produksi: Gamping, Lokasi: Ds.Tahunan Kec. Sale Kab. Rembang REMBANG.

26. Ibu Diana AM butuh data tentang pasar jarum suntik di Indonesia, market share dan profil pemainnya.

27. Bapak Agus butuh tren pasar rokok, saluran distribusi rokok, trend harga jual, serta preferensi merek yang paling diminati konsumen.

28. Bapak x butuh makro analisis bisnis beton dan EPC di Indonesia termasuk forecasting sales dan laba 2019.

29. Ibu RY butuh data total nilai penjualan sektor pertambangan, sektor manufaktur, dan sektor infrastruktur & transportasi, serta breakdown per perusahaan.

30. Bapak Arya butuh data pangsa pasar dan data penjualan es krim di Indonesia.

31. Bapak AR butuh data populasi toko penjualan elektronik home appliance (televisi, AC, kulkas) di Jakarta per kotamadya.

32. Bapak CHR butuh database purchasing industri beserta contac person dan emailnya.

34. Ibu AYU butuh data marketshare dan market size lipstik di Indonesia tahun 2017 dan 2018.

35. Ibu Reza Aprinia butuh data Market Share dan Market Size kategori Skincare produk Sheet Mask tahun 2018-2019.

36. Bapak Ali M butuh data distribusi penjualan mobil per-provinsi dan per-category tahun 2017 dan 2018.

37. Bapak HH butuh riset mengenai pasar keju di Indonesia, khusus untuk jenis natural cheese.

38. Bapak DR butuh data market share dan market size perusahaan startup teknologi finansial (tekfin) atau fintech lending, serta strategi marketingnya.

39. Bapak Wisnu DC butuh data market size dan market share produsen serta merek teratas cokelat olahan di Indonesia serta strategi marketingnya.

40. Bapak Fakhri butuh data market share radio periode 2017 dan 2018, serta pertumbuhan market size iklan radio di Indonesia.

41. Bapak PRG butuh market observation dan market investigation serta survei lapangan terkait persaingan pangsa pasar merek semen di salah satu provinsi di Pulau Jawa.

42. Ibu Hanna butuh survei lapangan tentang tren penjualan otomotif roda dua dan roda empat serta tren perilaku konsumen dalam membeli otomotif di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

43. Ibu TD butuh tiga data spesifik yakni a) Data importir ban di Indonesia, nama perusahaan, jenis ukuran yang diimpor dan kuantity ban import per tahun; b) Data produsen ban di Indonesia, nama perusahaan, jenis ukuran ban yang diproduksi, kuantity produksi per tahun; c) Data ekspor ban oleh perusahaan ban di indonesia, jenis ukuran ban dan kuantity per tahun.

44. Bapak WT butuh Consumer data statistic in hair products overall in Indonesia, brand analisis, and market outlook 2020-2024.

45. Ibu Radina butuh membutuhkan data caprolactam untuk tugas akhir saya, kira-kira saya bisa mendapatkan data kebutuhan caprolactam di asia tenggara secara spesifik tidak ya? Seperti di malaysia, brunei dan negara tetangga lainnya.

46. Bapak Mx butuh data produksi industri manufaktur per bulan dan per daerah di Indonesia.

47. Ibu YF butuh data 30 perusahaan farmasi dengan market share tertinggi di Indonesia.

48. Bapak WT butuh data riset untuk produk perawatan rambut (hair products), survei harga di pasar, rata-rata belanja konsumen, brand analysis, SWOT analysis.

49. Bapak DM butuh market investigation balance sheet salah satu produsen serat sintetis di Purwakarta.

50. Bapak mch butuh survei harga jual baja ringan di sejumlah lokasi utama pasar di Pulau Jawa dan competitor intelligence sejumlah pesaing.

51. Bapak TH butuh data market share seluruh brand minyak goreng per provinsi di Indonesia.

52. Ibu FR butuh data penjualan motor per kota, per provinsi di Indonesia serta market outlook ke depan.

53. Bapak Hr butuh data potential foreign buyers untuk komoditas Produk Pinang, Kopi, Virgin Coconut Pil, Copra, Essential Oil, dan Tropical Fruits.

54. Bapak AAN butuh data market analisis bata ringan, semen mortar, dan precast panel.

55. Bapak WN butuh data spesifik dan riset pasar oli pelumas untuk pabrik/industri non otomotif di Indonesia beserta rekam jejak pertumbuhannya.

56. Bapak WL butuh data pertumbuhan pasar beton pracetak per kategori yang lebih detail untuk menggambarkan kondisi pasar secara riil.

57. Bapak HB butuh direktori buyers asing untuk sejumlah komoditas ekspor utama, yakni minyak kelapa, aneka buah, kopi, dan komoditas lain.

58. Bapak TS butuh data pangsa pasar dan pemain utama bathching plant di Indonesia.

59. Bapak UG butuh data pangsa pasar minyak goreng sejumlah market leader di seluruh provinsi di Indonesia.

60. Bapak DY butuh Saat ini perusahaan kami sedang membutuhkan data market dari penjualan Alat Kesehatan di Indonesia. Untuk menunjang penjualan kami, kami membutuhkan data yaitu, data penjualan alkes 2018-2024. kami bagi menjadi 2 periode yaitu 2018-2019 untuk melihat trend sebelum covid 19 dan 2020-2024 untuk melihat trend alkes pasca covid.

61. Bapak RHM butuh data persaingan di Industri Minyak goreng dalam kemasan, saya membutuhkan data terkait market share khususnya 5 tahun terakhir pada 5 atau 10 besar perusahaan terkait.

62. Bapak SND butuh data pangsa pasar mayonese teraktual periode 2018-2020.

63. Ibu ANS butuh data impor untuk 10 komoditas dengan keterangan informasi spesifik terkait volume impor, no HS, nilai, mata uang, pertumbuhan per tahun, dan lainnya

64. Bapak MYN butuh data susu pertumbuhan, susu anak-anak, susu dewasa, sampai susu diet per kategori per merek periode 2018-2020.

65. Bapak AWN butuh kajian limbah medis rumah sakit di daerah Jabodetabek, mencakup volume limbah RS, pengelola limbah, dan lainnya.

66. Bapak ASY butuh riset terkait prospek bisnis umroh dan travel pasca Covid-19.

67. Bapak AW butuh riset pangsa pasar mesin boat tempel, oli mesin kapal, busi kapal, dan komponen kapal laut, dan lainnya.

68. Ibu INR butuh data riset pertumbuhan dan pangsa pasar bumbu instan dan bumbu masak per daerah per merek periode terbaru.

69. Bapakn Ivn butuh data market share sepeda motor untuk 4 market leader periode 2010-2021 per provinsi.

70. Bapak HS butuh market research susu olahan untuk bakery, ice cream, confectionery, dairy periode 5 tahun terakhir.

71. Bapak AG butuh market research terkait energi terbarukan mencakup (Status terkait market energy production, supply, dan demand (terkait energi terbarukan seperti energi matahari (solar power), energi angin (wind power), dan energi hijau baru (new green), energy demand management (energy solution, energy trading, energy storage, etc.) Selain itu, informasi market share dan persentase dari supply dan demand untuk energi hijau (new green energy) energi matahari (solar power), energi angin (wind power) di Indonesia untuk tahun ini dan tahun depan (Tolong dibuat persentase untuk masing-masing energi). Berapa banyak spend dalam watt energi angin dan energi matahari (solar)? Area mana di Indonesia yang memiliki demand untuk energy production dan supply (Misal jika untuk pabrik dan perusahaan, berapa persentase & demand dan berada di lokasi mana saja). Rencana Pemerintah Indonesia untuk mendapatkan energi matahari, energi angin, dan energi hijau baru (New Green). Lacak 5 perusahaan terbesar yang mensuplai kebutuhan energi matahari, energi angin, dan energi hijau baru di Indonesia (alamat, website, kontak PIC, dll). Kebijakan energi dan rencana supply demand listrik (setelah Corona, yang dipublikasikan terakhir) kondisi untuk pendatang baru (sertifikasi, regulasi, kebijakan terkait), strategi masuk ke Indonesia bagi kompetitor, dan strategi terhubung dengan pembeli.

Sabtu, 16 Oktober 2021

Angkat Topi, Perusahaan RI Ini Market Leader Dunia dengan Pangsa 60%

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Indonesia memang menjadi ‘surga’ sumber daya alam. Lihat saja, perusahaan yang beroperasi di Indonesia telah menjadi market leader dunia dengan pangsa pasar sekitar 60%. Raihan yang cukup menakjubkan bukan.



Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata perusahaan asal Indonesia itu mengembangan produk hilir minyak atsiri. Adalah PT. Indesso Aroma telah menjadi pemain ekspor produk industri hilir minyak atsiri berkelas dunia melalui cabang internasional yang beroperasi di Malaysia, Singapura, dan Tanzania (Afrika). Produsen hilir minyak atsiri ini mempunyai tiga pabrik pengolahan, yaitu di Purwokerto (first processing) serta di Cileungsi-Bogor dan Ungaran-Jawa Tengah (Second and further processing).

Perusahaan tersebut juga mempunyai perusahaan joint venture dengan Firmenich Swiss dalam memproduksi produk hilir flavor and fragrance, yang berlokasi di dekat pabrik Cileungsi. Dalam menjalankan operasionalnya, PT. Indesso Aroma mengedepankan mekanisme kemitraan bersama petani rakyat yang menjunjung tinggi aspek sustainability, equality, dan responsible collaboration.

Vice President of Research & Development Division PT. Indesso Aroma Leo Seno Broto menyampaikan, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1968 sebagai pabrik distilasi minyak cengkeh sederhana ini telah menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara dalam industri Flavor & Fragrance (F&F) serta Food and Wellness Solutions.

“Saat ini, kami adalah pemimpin pasar global untuk produk turunan minyak cengkeh, yang menguasai market share 60%. Selain itu, kami telah melayani lebih dari 2.000 pelanggan di Indonesia dan ekspor ke lebih dari 50 negara,” ungkapnya saat menerima kunjungan kerja Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, akhir pekan lalu.

Leo menyampaikan, kinerja gemilang tersebut merupakan capaian perusahaan yang berfokus pada strategi bisnis yang konsisten dan berkelanjutan, dalam hal pengolahan sumber daya alam atsiri di Indonesia. “Jadi, kami fokus untuk memanfaatkan dan mengolah sumber daya alam kita yang kaya ini sebagai bahan baku menjadi beragam produk hilir yang bernilai tambah tinggi,” ujarnya.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan nilai tambah, perusahaan fokus terhadap peningkatan inovasi. “Sehingga produk kami berdaya saing tinggi, karena kami fokus pada pemenuhan pasar ekspor. Sebanyak 90% produk kami diekspor, meliputi sekitar 45% pasar Amerika Serikat, sekitar 35% di Eropa, dan sisanya menyebar ke negara-negara lain,” sebutnya.

Leo menambahkan, perusahaan juga fokus terhadap upaya kepedulian lingkungan dan proses yang berkelanjutan. “Kami menginisiasi model bisnis yang tertelusur, transparan, dan adil, menghubungkan petani dengan end-user melalui kontrak mutual jangka panjang. Lebih dari 3.600 petani telah kami bina dengan melibatkan 20 partner dalam hal penyediaan bahan baku dengan mendukung konsep ekonomi sirkular,” tandasnya.

Bahan baku minyak atsiri yang digunakan PT. Indesso Aroma adalah minyak cengkeh, minyak daun cengkeh, minyak gagang cengkeh, dan minyak serai wangi. Sumber atsiri lainnya, yaitu minyak kakao, merica hitam, minyak jeruk purut, minyak sereh dapur, dan minyak jahe. PT. Indesso Aroma juga menjalin kemitraan dengan pekebun atsiri rakyat, yaitu menyerap produksi minyak atsiri (hasil penyulingan bagian tanaman atsiri) dengan kontrak pasokan atau kualitas tertentu termasuk melalukan pembinaan sustainable/traceability agar sesuai dengan standar pasar internasional.

Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan sektor industri hilir minyak atsiri (IHMA) agar bisa lebih berdaya saing. Apalagi, Indonesia punya potensi ketersediaan bahan baku yang beragam, bahkan menjadi rumah bagi sekitar 40 jenis tanaman atsiri dari 99 jenis tanaman atsiri di dunia. Hal ini merupakan potensi bagi peningkatan nilai tambah ekonomi melalui industri pengolahan dalam negeri.

“Indonesia sebagai negara iklim tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, sehingga bisa menjadi episentrum untuk pengembangan sektor IHMA. Masih ada peluang besar untuk memperluas usaha atau meningkatkan investasinya dalam rangka membuka banyak kesempatan lapangan kerja,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika saat melakukan kunjungan kerja di PT. Indesso Aroma, Cileungsi, Bogor, Jumat (15/10).

Plt. Dirjen Industri Agro mengemukakan, minyak atsiri telah digunakan sebagai bahan baku industri untuk bahan perasa (essence), perisa (flavor) dan wewangian (fragrance). Total produksi minyak atsiri utama Indonesia mencapai 8.500 ton pada tahun 2020.

Beberapa jenis minyak atsiri tropis Indonesia antara lain minyak cengkeh, sereh wangi, nilam, pala, akar wangi, dan kayu putih. “Selain itu, produk olahan minyak atsiri juga dipergunakan untuk bahan baku industri jamu dan fitofarmaka, seperti minyak jahe dan minyak adas. Seluruh jenis produk turunan minyak atsiri dipercaya mempunyai khasiat positif untuk kesehatan,” paparnya.

Putu menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi potensi nilai ekonomi yang besar dari sektor IHMA. Di sektor hilir, terdapat pemain besar global yang telah mengoperasikan pabrik olahan minyak atsiri. Di sektor hulu atau perkebunan, terdapat ratusan ribu petani atsiri yang menjadi pemasok bahan baku industri.

“Dengan demikian, rantai nilai hulu-hilir di sektor IHMA menjadi terintegrasi. Melalui rantai nilai hulu-hilir yang terintegrasi ini, akan tercipta nilai ekonomi yang harmonis, termasuk berperan dalam membangkitan ekonomi rakyat di pedesaan melalui program kemitraan industri,” tuturnya.

Putu menyatakan, kunci pengembangan sektor IHMA agar bisa lebih berdaya saing antara lain melalui riset dan inovasi, formulasi produk, serta memanfaatkan teknologi terkini dalam produksi untuk menghasilkan aneka produk hilir yang bernilai tambah tinggi.

“Upaya tersebut perlu didukung dengan fasilitas riset yang memadai, SDM kompeten, dan kemampuan capturing and delivering value to market yang kuat, sehingga Indonesia menjadi produsen berbagai produk turunan minyak atsiri berskala dunia,” imbuhnya.

Putu menambahkan, perlunya pemberian materi pelajaran di bangku sekolah terkait pengenalan tanaman atsiri, proses produksi minyak atsiri, dan produk-produk hilir minyak atsiri, karena produk hilir olahan minyak atsiri kerap digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Contohnya adalah parfum, sabun mandi, pasta gigi, bumbu mi instan, produk makanan dan minuman, hingga kosmetik itu mengandung minyak atsiri. Jadi, sering kita tidak sadari, mulai bangun sampai tidur lagi, kita jumpai produk olahan minyak atsiri tersebut,” sebutnya.

Oleh karena itu, melalui program edukasi mengenai potensi budidaya bahan baku dan peluang bisnis di sektor IHMA ini, Indonesia akan bisa menumbuhkan lebih banyak produsen olahan minyak atsiri yang andal di kancah global. “Perlu sosialisasi atau kampanye yang masif sehingga produk olahan minyak atsiri bisa menjadi tren gaya hidup di tengah masyarakat seperti produk olahan kopi,” tandasnya.

Langkah maju

Pada kesempatan tersebut, Plt. Dirjen Industri Agro menyaksikan berbagai langkah maju pengolahan minyak cengkeh dan minyak serai wangi menjadi aneka produk perasa, perisa, dan wewangian di PT. Indesso Aroma. Pengembangan riset inovasi produk hilir didukung oleh kegiatan R&D yang inovatif, kontinyu, dan berkualitas menyesuaikan dinamika tren konsumen global yang cenderung menghendaki kualitas tinggi, daur hidup yang pendek, namun tetap mengedepankan aspek keberlanjutan, ramah lingkungan, serta tanggung jawab sosial yang tinggi.

Plt Dirjen Industri Agro, Putu Juli Ardika mengapresiasi PT. Indesso Aroma yang telah secara konsisten melakukan upaya riset inovasi pengembangan produk perasa, perisa dan wewangian, dan produknya telah diekspor ke berbagai belahan negara di dunia. “Kemenperin telah memasukkan sektor IHMA sebagai kelompok industri pionir yang dapat memenfaatkan fasilitas perpajakan antara lain Super Deduction Tax Litbang dan Tax Allowance (pengurangan PPh Badan),” ujarnya.

Putu berharap agar PT. Indesso Aroma senantiasa menambah jumlah ragam aneka produk hilir atsiri sebagai indikator kemajuan kegiatan operasional industri yang terintegrasi dengan aktivitas riset inovatif untuk tetap menjadi pemain global sektor IHMA.

Oleh karena itu, Kemenperin mendorong terjadinya kolaborasi perusahaan besar, dengan Balai Riset dan/atau lembaga penelitian dalam bentuk Flavour and Fragrances House (FFH). Konsep FFH merupakan cikal bakal center of excellence hilirisasi minyak atsiri, sehingga ekspor minyak atsiri akan didominasi produk hilir dan menggeser ekspor bahan mentah.

“Kemenperin telah menyiapkan beberapa unit jasa industri seperti Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) Jakarta dan Baristand Padang, sebagai calon counterpart FFH, yang dapat digandeng perusahaan IHMA nasional,” tandasnya.

Kemenperin pun mengharapkan terjadinya sinergi dan kemitraan perusahaan besar IHMA dengan petani rakyat, tidak hanya sebagai sumber pasokan bahan baku saja, tetapi juga mengajarkan best practice perkebunan tanaman atsiri sehingga tercipta perbaikan kualitas yang paripurna dari hulu sampai hilir.

Terkait dengan operasional industri di saat masa pandemi, Plt. Dirjen Industri Agro memberikan apresiasi kepada PT. Indesso Aroma yang telah mematuhi ketentuan tentang Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sesuai Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 5 Tahun 2021. Kemenperin juga mengapresiasi vaksinasi bagi pegawai kantor dan lini produksi sehingga dapat mengurangi terjadinya klaster persebaran Covid-19 di Industri.

“Industri Essence, Flavor, and Fragrance sebagai pendukung industri makanan dan minuman harus dijaga keberlanjutan operasionalnya agar kinerja sektor tersebut tetap maksimal dan memberikan pasokan pangan modern bagi pasar domestik dan ekspor, khususnya di era pandemi ini,” pungkasnya.(*/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Jumat, 15 Oktober 2021

Sebulan Naik 9,5%, Harga Batubara Makin Panas

Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Harga batubara yang makin ‘panas’ memicu geliat ekspor nasional tetap tinggi. Saat ini batubara menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia sehingga berkontribusi besar pada nilai ekspor di bulan September 2021.



Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, mengatakan pada September 2021 lalu kenaikan harga batubara membawa berkah bagi nilai ekspor nasional. Terpantau harga batubara secara bulanan mengalami kenaikan 9,50 persen. Dengan kenaikan itu Kementerian ESDM menetapkan harga batubara acuan (HBA) sebesar US$ 150,03 per ton.

"Beberapa komoditas non migas juga tercatat beberapa mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2021 seperti batubara yang meningkat 9,50 persen, alumunium naik 8,90 persen dan minyak kernel naik 6,42 persen," kata Margo dalam konferensi pers virtual, Jumat (15/10).

Menurut Margo, sektor pertambangan pada periode September 2021 nilai ekspornya mencapai US$ 3,77 miliar. Nilai ini meningkat 3,46 persen jika dibandingkan Agustus 2021. Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu naik signifikan sebesar 183,59 persen. Sektor tambang ini berkontribusi 18,30 persen terhadap total ekspor pada September 2021 yang mencapai US$ 20,60 miliar.

Margo menambahkan bahwa kinerja ekspor sektor tambang ini salah satunya didorong oleh ekspor batubara dan produk tambang lainnya. Tercatat komoditas batubara memberikan kontribusi pada peningkatan ekspor sektor tambang sebesar 70,33 persen. Sementara tingkat pertumbuhan ekspor batubara dibandingkan periode September 2020 lalu sebesar 168,89 persen.

"Share tertinggi lainnya di sektor pertambangan adalah bijih tembaga sebesar 17,23 persen dan pertumbuhannya sebesar 166,28 persen. Yang lain adalah Komoditas lignit dengan sharenya 11 persen dengan pertumbuhannya year on year 904,91 persem. Itu adalah share terbesar dr sektor pertambangan dan lainnya," pungkas Margo.

Selain itu komoditas minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price / ICP) juga memberikan andil bagi kinerja ekspor nasional. Tercatat harga ICP di pasar internasional menjadi USD72,20 per barel atau naik 6,49 persen dibandingkan Agustus 2021. (*/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 239 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Rabu, 13 Oktober 2021

Menyongsong Prospek dan Peluang Bisnis di 2022

 Duniaindustri.com (Oktober 2021) – Berbagai sentimen positif yang terus bergulir di kuartal IV 2021 akan menjadi modal utama untuk menyusun strategi pertumbuhan tinggi di 2022. Namun, jangan salah, dukungan data, riset, survei, dan market intelligence sangat dibutuhkan untuk memperkuat strategi di 2022.

Terlebih lagi untuk big data dengan volume besar yang sangat spesifik dan membutuhkan effort khusus. Adanya data khusus itu dapat melengkapi rantai pasok serta marketing outlook korporasi dalam memecahkan database tersulit, tanpa adanya dukungan pihak ketiga.

Menyadari hal itu Duniaindustri.com sebagai salah satu startup big data dan market research terus mendukung geliat iklim bisnis dengan menyajikan digital database terbaru. Selain itu, duniaindustri.com juga menggelar promo diskon setiap bulan untuk memudahkan user. Hingga awal Oktober 2021, Duniaindustri.com telah mengoleksi 239 hasil data riset per sektor yang mencakup potensi pertumbuhan pasar, persaingan market leader, peluang channel distribusi, dan brand analysis.

Mulai akhir 2019, tim Duniaindustri.com memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni:

1. Survei lapangan
2. Kuesioner
3. Market comprehensive database (regulatory source)
4. Market intelligence database (leading player data)
5. Historical database
6. Factory observation
7. Market investigation
8. Time frame monitoring data
9. Probability and sensitivity market forecast
10. Third party data compilation (networking database)
11. Literature colaboration
12. Big data processor

[caption id="attachment_9797" align="alignnone" width="353"]metodologi big data duniaindustri.com metodologi big data duniaindustri.com[/caption]

Pada 2020, Duniaindustri.com sebagai startup big data dan market research mempeluas coverage sumber dengan berbasis database ekspor impor (exim) yang menjangkau 10.826 pos tarif produk HS code dan 19.791 direktori perusahaan customize. Diharapkan kolaborasi sumber tersebut ditambah metode survei dan kuesioner dapat menjadi referensi andalan bagi riset pasar di Indonesia.

Ke-239 data riset dalam bentuk digital itu diharapkan menjadi preferensi utama pelaku bisnis di negeri ini. Ke-239 data riset itu antara lain:

Riset Data Potensi Pasar Kosmetik Skincare 2017-2024 (Trend Pertumbuhan Channel Distribusi)
Riset Data Pemetaan Pasar 7 Market Leader Petrokimia Hulu (Market Demand Produk Petrokimia Hulu 2015-2030)
Kajian Peluang Pertumbuhan Channel Distribusi Produk Farmasi dan Alat Kesehatan 2019-2024 (Momentum Saat Pandemi Melandai)
Riset Data Pertumbuhan Pasar Vitamin dan Suplemen 2016-2024 (Kompetisi Pasar Brand Vitamin)
Kajian Trend Pertumbuhan Industri Biskuit 2012-2025 (Peta Persaingan Kapasitas 15 Produsen Terbesar)
Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah)
Data Eksklusif Pertumbuhan Pasar Deterjen 2010-2022 (Trend Bahan Baku dan Profil Market Leader)
Riset Data Spesifik Trend Pasar Industri Oli Pelumas 2014-2024 (Trend Pangsa Pasar & Market Leader)
Riset Data Pertumbuhan Pasar 22 Produk Petrokimia 2015-2025 (Trend Kapasitas Lokal & Market Leader)
Market Outlook Frozen Food 2013-2024 (Pertumbuhan Demand dan Segmentasi Produk)
Database Direktori 635 Perusahaan Minyak Bumi, Gas, Energi, dan Pertambangan (Update 2021)
Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia)
Database Direktori 393 Perusahaan Transportasi dan Telekomunikasi di Indonesia
Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor Tembakau (Trend Produksi Rokok 2005-2022)
Market Outlook Pertumbuhan Pasar Semen dan Beton 2017-2022 (Trend Pasar Semasa Pandemi Covid-19)
Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café di Indonesia
Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024)
Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)

Selengkapnya, lihat di sini (indeks data industri by duniaindustri.com)