Rabu, 15 Juli 2026

25 Materi Riset Pasar di Industri Besi dan Baja Indonesia 2026

 Duniaindustri.com (Juli 2026) -- Berbagai tantangan dan peluang masih membayangi industri besi baja nasional. Dengan peranan penting sebagai mother industry, sektor industri baja memiliki potensi perkembangan yang cukup signifikan di Indonesia.

Terlebih lagi mengingat Indonesia masih menjadi emerging country yang terus membangun baik infrastruktur maupun segmen konstruksi lainnya. Untuk mengcover rekam jejak industri ini dalam digital database, siapa market leader, tren pertumbuhan pasar, serta bagaimana peta persaingannya, simak ulasan 25 digital database berikut ini:

  1. Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen)
  2. Data Research Market Share 5 Pemimpin Pasar Pipa Baja ERW di Indonesia
  3. Riset Pertumbuhan Pasar Baja Galvanized Iron 2018-2031 (Market Share, Top Producer, dan Outlook Pasar)
  4. Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Galvalume 2018-2031 (Outlook Pertumbuhan Pasar dan Market Share)
  5. Riset Pertumbuhan Pasar Industri Besi Beton 2022-2028 (Pangsa Pasar 16 Produsen Terbesar)
  6. Market Outlook CRC 2018-2031 (Pemetaan Top Produsen dan Konsumen Berdasarkan Ketebalan dan Lebar)
  7. Riset Data Pertumbuhan Pasar Pipa Baja ERW di Indonesia 2017-2030
  8. Database Importir Baja Ringan di Indonesia dan Direktori Per Perusahaan
  9. Database Direktori 331 Perusahaan Besi Baja Hulu dan Hilir di Indonesia (Update 2022)
  10. Database Direktori 208 Perusahaan Besi dan Baja di Indonesia (Update 2021)
  11. Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia)
  12. Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2015-2024 (Market Growth Industri Baja)
  13. Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19)
  14. Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
  15. Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
  16. Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)
  17. Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia
  18. Data dan Riset Eksklusif Industri Pipa Baja 2012-2018 (Demand Trends dan Market Leader)
  19. Data dan Market Brief Industri Baja (Tren Pangsa Pasar dan Demand Growth 2016-2017)
  20. Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
  21. Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
  22. Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
  23. Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
  24. Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
  25. Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)


Berikut penjelasan detail masing-masing dari 24 digital database:

1) Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen) ini dirilis minggu ketiga Juli 2026 menampilkan laporan data research spesifik, riset spesifik pertumbuhan pasar industry baja ringan, database lengkap, pangsa pasar market leader, serta market trend size untuk periode 2020-2026 estimasi, serta profil top market leader. Riset data ini berisi 58 halaman pdf berukuran 7,5 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

[caption id="attachment_16860" align="alignnone" width="543"]Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen) Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen)[/caption]

Riset ini dimulai dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia 2020-2026 serta outlook 2026. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020-2026 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk pebisnis industry kecap. (halaman 2-4)

Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Masuk ke fokus pembahasan riset, Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen) ini membahas empat focus utama, yakni 1) Definisi dan segmentasi baja ringan berdasarkan material dasar, terbagi jadi 4 yakni 1. GI (besi galvanis), 2. G550 mengacu pada baja berlapis seng aluminium (BjLAS) dengan kandungan karbon atau Baja Karbon Galvanis Celup Panas G550, 3. GL mengacu pada galvalume, sebagai bahan baku untuk atap bergelombang galvalum, spandeck, dan bondek yang dibutuhkan untuk atap rumah atau bangunan, 4. PPGI/L mengacu pada gulungan baja galvanis pra-cat (PPGI/L). Kemudian focus kedua, Kajian potensi pertumbuhan pasar industri baja ringan secara nilai dan volume di Indonesia 2020 hingga 2026, 3) Market analysis, dan 4) Pangsa pasar dan profil top produsen baja ringan berdasarkan 4 material dasar.

Untuk fokus research pertama, ditampilkan definisi dan segmentasi baja ringan berdasarkan material dasar, terbagi jadi 4 yakni 1. GI (besi galvanis), 2. G550 mengacu pada baja berlapis seng aluminium (BjLAS) dengan kandungan karbon atau Baja Karbon Galvanis Celup Panas G550, 3. GL mengacu pada galvalume, sebagai bahan baku untuk atap bergelombang galvalum, spandeck, dan bondek yang dibutuhkan untuk atap rumah atau bangunan, 4. PPGI/L mengacu pada gulungan baja galvanis pra-cat (PPGI/L). Data tersebut ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 15.

Kemudian, berlanjut ke focus research kedua, ditampilkan trend pertumbuhan pasar industry baja ringan di Indonesia tahun 2020-2026 secara nilai dan volume berdasarkan 4 segmen material dasar. Data ini ditampilkan pada halaman 16 sampai halaman 29. Tim Duniaindustri.com juga menyuguhkan market analysis terkait focus research kedua pada halaman 30 sampai 35.

Dalam focus research keempat, Tim Duniaindustri.com menampilkan pangsa pasar dan profil top produsen baja ringan berdasarkan 4 material dasar pada halaman 36 sampai halaman 57. Profil market leader disusun dari perusahaan dengan market share terbesar hingga terkecil.

Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen) ini berisi 58 halaman pdf berukuran 7,5 MB yang berasal dari riset komprehensif tim Duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Bank Dunia, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan market leader di industry baja ringan di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users. Per Juli 2026, terdapat 328 riset data spesifik dari 30 sektor industri. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

2)  Data Research Market Share 5 Pemimpin Pasar Pipa Baja ERW di Indonesia ini dirilis minggu kedua Juli 2025 menampilkan kajian independen, riset data spesifik, kajian dan analisis, data komprehensif, serta pangsa pasar produk pipa baja Electric Resistance Welding (ERW) di Indonesia. Riset data ini berisi 65 halaman pdf berukuran 9,34 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Data Research Market Share 5 Pemimpin Pasar Pipa Baja ERW di Indonesia ini membedah tiga fokus utama research yakni 1) pangsa pasar 5 market leader pipa baja ERW di Indonesia, 2) market profiling pemimpin pasar pipa baja ERW di Indonesia, dan 3) Market demand analysis trend pasar pipa baja ERW periode 2017-2030.

Fokus riset pertama mengulas pangsa pasar 5 market leader pipa baja ERW di Indonesia, ditampilkan pada halaman 3 sampai halaman 22. Data ini dihasilkan dari perhitungan tim Duniaindustri.com yang memonitor 5 market leader industry pipa baja ERW dari kapasitas produksi, produksi riil, hingga segmen produk yang dihasilkan oleh market leader.

Fokus riset kedua membahas market profiling pemimpin pasar pipa baja ERW di Indonesia yang ditampilkan pada halaman 46 sampai halaman 64. Dan focus riset ketiga yakni Market demand analysis trend pasar pipa baja ERW periode 2017-2030 ditampilkan pada halaman 23 sampai halaman 45.

Untuk menghasilkan data tersebut, tim duniaindustri.com menjabarkan metodologi research yang cukup komprehensif guna memetakan pertumbuhan pasar, mencapture ekspor-impor, serta memonitor market leader database.

Data Research Market Share 5 Pemimpin Pasar Pipa Baja ERW di Indonesia ini berisi 65 halaman pdf berukuran 9,34 MB yang dibuat oleh tim duniaindustri.com dengan metode pendekatan komprehensif didukung data yang berasal dari BPS, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah laporan data perusahaan terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 311 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

3) Riset Pertumbuhan Pasar Baja Galvanized Iron 2018-2031 (Market Share, Top Producer, dan Outlook Pasar) ini dirilis pada minggu pertama Juli 2024 menampilkan kajian independen, riset data spesifik, kajian dan analisis, data komprehensif, pemetaan top produsen dan konsumen, profil top produsen serta top konsumen, serta market demand outlook untuk baja jenis galvanized iron (GI) di Indonesia. Riset data ini berisi 150 halaman pdf berukuran 9,11 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Masuk ke inti riset, Riset Pertumbuhan Pasar Baja Galvanized Iron 2018-2031 (Market Share, Top Producer, dan Outlook Pasar) ini membedah empat fokus utama research yakni 1) Tren pertumbuhan pasar industri baja Galvanized Iron secara volume dan nilai disertai kapasitas produksi, produksi riil, ekspor-impor, dan utilisasi pabrikan lokal periode 2018-2023; 2) Outlook pertumbuhan pasar baja Galvanized Iron periode 2024-2031; 3) profil top produsen dan top konsumen baja Galvanized Iron di Indonesia beserta pangsa pasar top produsen; 4) pemetaan produksi lokal baja Galvanized Iron berdasarkan ketebalan dan lebar.

Tren pertumbuhan pasar industri baja Galvanized Iron secara volume dan nilai periode 2018-2023 disajikan pada halaman 5 sampai halaman 18. Dalam data itu ditampilkan tabel volume penjualan, produksi riil lokal, ekspor-impor, dan utilisasi produsen, serta grafik tren pertumbuhan. Selain itu, dijabarkan juga market analysis demand baja Galvanized Iron secara volume dan nilai periode 2018-2023.

Pada halaman 19 sampai halaman 25, ditampilkan outlook pertumbuhan pasar industri baja Galvanized Iron secara volume dan nilai periode 2024-2031. Disusul kemudian segmentasi pasar baja Galvanized Iron di Indonesia pada halaman 26 dan halaman 28.

Pada halaman 29 sampai halaman 40 ditampilkan hasil wawancara ahli dan praktisi terkait riset ini, yang menjadi salah satu referensi utama. Kemudian pada halaman 41 sampai halaman 53 ditampilkan pemetaan top produsen baja Galvanized Iron di Indonesia beserta pangsa pasar. Selanjutnya ditampilkan profil top konsumen baja Galvanized Iron di Indonesia pada halaman 54 sampai halaman 60.

Profil lengkap top produsen baja Galvanized Iron diulas secara lengkap pada halaman 61 sampai halaman 67. Sedangkan profil lengkap top konsumen baja Galvanized Iron diulas secara lengkap pada halaman 68 sampai halaman 149.

Riset Pertumbuhan Pasar Baja Galvanized Iron 2018-2031 (Market Share, Top Producer, dan Outlook Pasar) ini berisi 150 halaman pdf berukuran 9,11 MB yang dibuat oleh tim duniaindustri.com dengan metode pendekatan komprehensif (wawancara ahli, database ekspor impor, serta metode big data duniaindustri.com) didukung data yang berasal dari BPS, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah laporan data perusahaan terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 296 database spesifik (per Juli 2024) sesuai kebutuhan users.(*)

4) Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Galvalume 2018-2031 (Outlook Pertumbuhan Pasar dan Market Share) ini dirilis pada minggu kedua Mei 2024 menampilkan kajian independen, riset data spesifik, kajian dan analisis, data komprehensif, pemetaan top produsen dan konsumen, profil top produsen serta top konsumen, serta market demand outlook untuk baja jenis galvalume (GL) di Indonesia. Riset data ini berisi 70 halaman pdf berukuran 5,23 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Masuk ke inti riset, Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Galvalume 2018-2031 (Outlook Pertumbuhan Pasar dan Market Share) ini membedah empat fokus utama research yakni 1) Tren pertumbuhan pasar industri baja galvalume secara volume dan nilai disertai kapasitas produksi, produksi riil, ekspor-impor, dan utilisasi pabrikan lokal periode 2018-2023; 2) Outlook pertumbuhan pasar baja galvalume periode 2024-2031; 3) profil top produsen dan top konsumen baja galvalume di Indonesia beserta pangsa pasar top produsen; 4) pemetaan produksi lokal baja galvalume berdasarkan ketebalan dan lebar.(*)

5) Riset Pertumbuhan Pasar Industri Besi Beton 2022-2028 (Pangsa Pasar 16 Produsen Terbesar) ini dirilis minggu kedua Januari 2024 menampilkan kajian independen, riset data spesifik, kajian dan analisis, data komprehensif, pemetaan pangsa pasar top produsen, profil market leader, serta market outlook untuk produk baja tulangan beton/besi beton di Indonesia. Riset data ini berisi 47 halaman pdf berukuran 4,7 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

6) Market Outlook CRC 2018-2031 (Pemetaan Top Produsen dan Konsumen Berdasarkan Ketebalan dan Lebar) ini dirilis minggu pertama Januari 2024 menampilkan kajian independen, riset data spesifik, kajian dan analisis, data komprehensif, pemetaan top produsen dan konsumen, direktori perusahaan, serta market outlook untuk produk baja canai panas (cold rolled coils/CRC) di Indonesia. Riset data ini berisi 73 halaman pdf berukuran 6,15 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Masuk ke inti riset, Market Outlook CRC 2018-2031 (Pemetaan Top Produsen dan Konsumen Berdasarkan Ketebalan dan Lebar) ini membedah empat fokus utama research yakni 1) Tren pertumbuhan pasar industri baja canai dingin (cold rolled coils/CRC) secara volume dan nilai periode 2018-2031 forecast; 2) Pemetaan market leader produsen CRC di Indonesia berdasarkan kapasitas, ketebalan, dan lebar produk; 3) Pemetaan konsumen CRC di Indonesia berdasarkan kapasitas, ketebalan, dan lebar produk; 4) Direktori database produsen dan konsumen CRC di Indonesia.(*)

7) Riset Data Pertumbuhan Pasar Pipa Baja ERW di Indonesia 2017-2030 ini dirilis minggu kedua Oktober 2023 menampilkan kajian independen, riset data spesifik, kajian dan analisis, data komprehensif, serta market outlook untuk produk pipa baja Electric Resistance Welding (ERW) di Indonesia. Riset data ini berisi 69 halaman pdf berukuran 8,23 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset Data Pertumbuhan Pasar Pipa Baja ERW di Indonesia 2017-2030 ini membedah tiga fokus utama research yakni 1) Market demand analysis trend pasar pipa baja ERW periode 2017-2022; 2) Market outlook demand pipa baja ERW di Indonesia tiga skenario outlook yakni optimis, moderat, dan pesimis periode 2023-2030; 3) top player produsen pipa baja ERW di Indonesia.

Fokus riset pertama mengulas market demand analysis trend pasar pipa baja ERW di Indonesia pada periode 2017-2022. Juga ditampilkan trend pertumbuhan dari berbagai sentimen yang berkembang dalam tabel dan grafis yang menarik, sehingga memudahkan pemahaman user.

Kemudian dalam fokus riset data kedua, yang mengulas tentang market outlook demand pipa baja ERW di Indonesia tiga skenario outlook yakni optimis, moderat, dan pesimis periode 2023-2030. Terakhir, ditampilkan profil market leader top player produsen pipa baja ERW di Indonesia.

Untuk menghasilkan data tersebut, tim duniaindustri.com menjabarkan metodologi research yang cukup komprehensif guna memetakan pertumbuhan pasar, mencapture ekspor-impor, serta memonitor market leader database. Seluruh metodologi research dijabarkan pada halaman 41 sampai 69, sehingga memudahkan user untuk melacak kembali angka-angka pertumbuhan dalam riset ini.

Riset Data Pertumbuhan Pasar Pipa Baja ERW di Indonesia 2017-2030 ini berisi 69 halaman pdf berukuran 8,23 MB yang dibuat oleh tim duniaindustri.com dengan metode pendekatan komprehensif didukung data yang berasal dari BPS, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah laporan data perusahaan terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 279 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

8) Database Importir Baja Ringan di Indonesia dan Direktori Per Perusahaan ini dirilis minggu pertama Juli 2023 menampilkan riset independen, data survey, riset data spesifik, data komprehensif, dan database direktori subsektor industri tertentu. Riset data ini berisi 76 halaman pdf berukuran 4,7 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

9) Database Direktori 331 Perusahaan Besi Baja Hulu dan Hilir di Indonesia (Update 2022) ini dirilis minggu ketiga Desember 2022 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan besi baja dari hulu hingga hilir di Indonesia. Database Direktori 331 Perusahaan Besi Baja Hulu dan Hilir di Indonesia (Update 2022) ini melengkapi 260 database spesifik dan data riset per sektor yang dikoleksi duniaindustri.com.

Database Direktori 331 Perusahaan Besi Baja Hulu dan Hilir di Indonesia (Update 2022) ini terangkum dalam 133 halaman pdf berukuran 3,23 MB untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customized database direktori, dan lainnya.

Database ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database Direktori 331 Perusahaan Besi Baja Hulu dan Hilir di Indonesia (Update 2022) ini berisi nama perusahaan, alamat, kontak person, email, no telpon serta informasi spesifik lainnya.

Direktori perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari kementerian terkait, asosiasi industri, sejumlah perusahaan di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database Direktori 331 Perusahaan Besi Baja Hulu dan Hilir di Indonesia (Update 2022) ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Saat ini ada 35 kumpulan database direktori perusahaan spesifik di duniaindustri.com, yakni: 1) Database Spesifik 221 Proyek Infrastruktur dan Konstruksi 2020-2023; 2) Database Direktori 250 Perusahaan Kabel di Indonesia (Update 2022); 3) Database Direktori 208 Perusahaan Besi dan Baja di Indonesia (Update 2021); 4) Database Direktori 305 Perusahaan Makanan Minuman (Update 2021); 5) Database Direktori 635 Perusahaan Minyak Bumi, Gas, Energi, dan Pertambangan (Update 2021); 6) Database Direktori 393 Perusahaan Transportasi dan Telekomunikasi di Indonesia; 7) Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café di Indonesia; 8) Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa; 9) Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali; 10) Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian; 11) Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah); 12) Database Direktori 368 Perusahaan Industri Permesinan, Aneka Mesin, dan Mesin Listrik; 13) Database Direktori 641 Perusahaan Telekomunikasi, Informasi Teknologi, serta Komputer dan Peralatannya; 14) Database Direktori 1.001 Perusahaan Tanaman, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri Kayu; 15) Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia; 16) Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan; 17) Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi;

Selanjutnya, 18) Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan; 19) Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana; 20) Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia; 21) Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020); 22) Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020); 23) Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020); 24) Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020); 25) Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar); 26) Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share); 27) Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 28) Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 29) Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 30) Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 31) Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia; 32) Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 260 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

10) Database Direktori 208 Perusahaan Besi dan Baja di Indonesia (Update 2021) ini dirilis minggu kedua Desember 2021 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan besi dan baja meliputi segmen long product, flat product, dan engineering & fabricator.

Produk baja jenis long product antara lain billet, round bars, profile, channels, wire rod, nails and nail wire, high carbon, wire mesh, bolt and nuts. Sementara baja jenis flat product antara lain 1) steel slab (slab steel plant); 2) Hot Rolled coils (hot strip and plate mills); 3) Cold rolled coil (cold rolling mills); 4) Coil & plate cutting manufacturers; 5) Longitudinal and Spiral welded steel pipe. Sementara produk baja jenis engineering & fabricator mencakup tower fabricators.(*)

11) Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia) ini dirilis minggu ketiga Juni 2021 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market outlook, dan database digital terlengkap di Indonesia. Riset data ini berisi 51 halaman pdf berukuran 5,6 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset data ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus riset data, Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia) ini mengupas empat fokus utama, yakni 1) Data trend harga HRC dan CRC periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia); 2) Tren pangsa pasar produsen baja canai panas atau HRC di Indonesia yang menampilkan 4 produsen utama periode 2015-2024 forecast; 3) market size (size business) industri baja di Indonesia periode 2015-2024 (secara volume dan nilai); 4) pangsa pasar baja hilir serta rekam jejak trend pertumbuhan industri baja di Indonesia.

Fokus riset pertama yakni Data trend harga HRC dan CRC periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia). Data trend harga ini ditampilkan dalam tabel dari periode 2016 hingga 2021 (Januari-Juni 2021), untuk memperlihatkan trend fluktuasi harga di China dan Indonesia. Data tersebut dibedakan untuk harga di China untuk pasar domestik dan untuk pasar ekspor, demikian juga harga di Indonesia untuk pasar domestik dan untuk pasar ekspor (halaman 11 sampai halaman 17).

Fokus riset kedua, yakni tren pangsa pasar produsen baja canai panas atau HRC di Indonesia ditampilkan pada halaman 18 sampai halaman 24. Dalam data riset itu, ditampilkan 4 produsen baja jenis HRC terbesar di Indonesia beserta produk impor pada periode 2015-2024. Pangsa pasar dihitung dari data produksi secara volume. Ikut ditampilka data-data pendukung yang digunakan dalam perhitungan pangsa pasar (market share) HRC di Indonesia.

Beralih ke fokus riset yang kedua, ditampilkan market size dan market volume growth dari industri baja di Indonesia secara total pada halaman 24 sampai halaman 28. Market size industri baja menunjukkan trend pertumbuhan market demand secara nilai di Indonesia periode 2015-2024. Sementara market volume growth menampilkan trend pertumbuhan volume penjualan industri baja di Indonesia periode 2015-2024.

Selain kedua fokus riset di atas, ditampilkan pula pangsa pasar industri baja hilir yakni industri pipa baja pada halaman 28 sampai halaman 32, dilengkapi dengan profil perusahaan masing-masing. Di sisi lain, ikut ditampilkan data-data pendukung dan rekam jejak trend pertumbuhan industri baja di Indonesia pada halaman 33 sampai halaman 44.

12) Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia) ini meliputi sebanyak 51 halaman pdf dan berukuran 5,6 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari riset big data duniaindustri.com, BPS, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 228 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

12) Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2015-2024 (Market Growth Industri Baja) ini dirilis minggu pertama Januari 2021 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market outlook, dan database digital terlengkap di Indonesia. Riset data ini berisi 45 halaman pdf berukuran 5,24 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset data ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus riset data, Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2015-2024 (Market Growth Industri Baja) ini mengupas tiga fokus utama, yakni 1) Tren pangsa pasar produsen baja canai panas atau HRC di Indonesia yang menampilkan 4 produsen utama periode 2015-2024 forecast; 2) market size (size business) industri baja di Indonesia periode 2015-2024 (secara volume dan nilai); 3) pangsa pasar baja hilir serta rekam jejak trend pertumbuhan industri baja di Indonesia.

Fokus riset pertama yakni tren pangsa pasar produsen baja canai panas atau HRC di Indonesia ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 17. Dalam data riset itu, ditampilkan 4 produsen baja jenis HRC terbesar di Indonesia beserta produk impor pada periode 2015-2024. Pangsa pasar dihitung dari data produksi secara volume. Ikut ditampilka data-data pendukung yang digunakan dalam perhitungan pangsa pasar (market share) HRC di Indonesia.

Beralih ke fokus riset yang kedua, ditampilkan market size dan market volume growth dari industri baja di Indonesia secara total pada halaman 18 sampai halaman 22. Market size industri baja menunjukkan trend pertumbuhan market demand secara nilai di Indonesia periode 2015-2024. Sementara market volume growth menampilkan trend pertumbuhan volume penjualan industri baja di Indonesia periode 2015-2024.

Selain kedua fokus riset di atas, ditampilkan pula pangsa pasar industri baja hilir yakni industri pipa baja pada halaman 23 sampai halaman 27, dilengkapi dengan profil perusahaan masing-masing. Di sisi lain, ikut ditampilkan data-data pendukung dan rekam jejak trend pertumbuhan industri baja di Indonesia pada halaman 28 sampai halaman 44.

13) Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2015-2024 (Market Growth Industri Baja) ini meliputi sebanyak 45 halaman pdf dan berukuran 5,24 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 215 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

12) Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19) ini mengupas tiga fokus utama, yakni 1) market size (size business) industri bahan material bangunan di Indonesia periode 2015-2024; 2) segmentasi bahan material bangunan yang terdiri dari 3 bahan utama yakni besi baja, semen, dan beton; serta 3) Pangsa pasar di 3 bahan utama material bangunan, yakni besi baja, semen, dan beton.

Masuk ke fokus riset pertama, ditampilkan data market size (size business) industri bahan material bangunan di Indonesia periode 2015-2024, market analysis, serta grafis tren persentase pertumbuhan di periode tersebut. Data tersebut ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 17.

Masuk ke fokus riset kedua, ditampilkan segmentasi bahan utama material bangunan yang terdiri dari besi baja, semen, beton, dan bahan lainnya seperti keramik, cat, aspal, pasir, batu bata, dan lainnya. Segmentasi 4 bahan utama di material bangunan dibedah secara persentase porsi terhadap total. Data tersebut ditampilkan pada halaman 18 sampai halaman 20.

Lebih khusus lagi, pada bagian riset ketiga, tim duniaindustri.com mengupas masing-masing segmen dari bahan material bangunan yakni 1) besi baja, 2) semen, dan 3) beton. Masing-masing segmen ditampilkan tren pertumbuhan market value size serta pertumbuhan volume periode 2015-2024. Tak lupa ditampilkan pula pangsa pasar terbesar di masing-masing segmen secara update. Untuk segmen besi dan baja ditampilkan pada halaman 21 sampai halaman 30.

Untuk segmen semen ditampilkan pada halaman 31 sampai halaman 41. Dan untuk segmen beton disuguhkan pada halaman 42 sampai halaman 55.

Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19) ini berjumlah 56 halaman pdf berukuran 5,6 MB yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset big data duniaindustri.com, didukung data penunjang dari BPS, Kementerian Perindustrian, asosiasi industri, dan perusahaan market leader. Indeks data industri merupakan fitur di duniaindustri.com yang menampilkan 213 data spesifik (per akhir November 2020) sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

14) Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel) ini dirilis minggu pertama Oktober 2019 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market analisis, market outlook, market trend, analisis pertumbuhan pasar, dan market share para pemain serta kapasitasnya, dan perhitungan harga pokok produksi (HPP). Riset data ini dikerjakan selama dua bulan dan menjadi salah satu hasil riset terlengkap dalam digital database duniaindustri.com, sehingga diharapkan dapat menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia, mulai dari tren pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat kemiskinan, rasio gini, serta persentase pengangguran pada periode 2011-2018 (halaman 2). Dilanjutkan dengan pembahasan pembangunan infrastruktur yang tetap menjadi prioritas pemerintah (halaman 3). Kemudian, ekonomi kreatif menjadi sumber ekonomi baru (halaman 4 dan 5).

Pada halaman 6 ditampilkan perbaikan kualitas daya saing Indonesia dilihat dari indeks daya saing infrastruktur dan Global Competitiveness Index (GCI). Diteruskan dengan prospek perekonomian Indonesia saat ini dan outlook 2030 saat menjadi ekonomi terbesar nomor tujuh di dunia dengan jumlah kelas konsumen diprediksi mencapai 135 juta jiwa pada halaman 7.

Masuk ke halaman 8, mulai inti kajian, dijabarkan Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 berupa metodologi riset ini dilakukan selama kurun waktu 2 bulan terakhir hingga minggu pertama Oktober 2019, menghasilkan 129 halaman laporan komprehensif. Dilanjutkan dengan struktur pohon industri baja serta highlight informasi tentang baja jenis corrugated steel pipe (baja pipa bergelombang) pada halaman 9 dan 10.

Beranjak ke pembahasan selanjutnya, ditampilkan data komprehensif tentang market size (equal to total permintaan pasar), kapasitas terpasang lokal, produksi riil lokal, impor, ekspor, dan utilisasi rata-rata produsen pada periode 2015 hingga 2019 estimasi pada halaman 11. Data tersebut kemudian dijabarkan dalam market analysis pada halaman 12.

Data tersebut diperkuat dengan tren ekspor-impor untuk produk corrugated steel pipe dan hasil wawancara mendalam dengan sumber yang relevan pada halaman 13 dan 14. Disusul kemudian, data top 11 market share pemain corrugated steel pipe berdasarkan kapasitas pada halaman 15 dan profil singkat top 11 pemain tersebut pada halaman 16.

Kemudian, pada halaman 19 sampai halaman 21 ditampilkan riset bahan baku produk corrugated steel pipe beserta regulasi bea masuknya. Dilanjutkan riset harga pokok produksi (HPP) produk corrugated steel pipe pada halaman 22 sampai halaman 24.

15) Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 juga dilengkapi dengan riset outlook produk corrugated steel pipe untuk kategori market size (equal to total permintaan pasar), kapasitas terpasang lokal, produksi riil lokal, dan utilisasi rata-rata produsen untuk periode 2020 hingga 2024. Riset outlook ini menggunakan pendekatan tiga skenario yakni, optimis, moderat, dan pesimis, serta didukung analisis pola siklus yang terjadi di industri corrugated steel pipe.

Riset komprehensif terkait produk corrugated steel pipe juga diterapkan untuk 5 jenis baja konstruksi lainnya yakni Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel). Kelima jenis baja konstruksi tersebut juga dilengkapi riset market size, kapasitas, market share, dan profil top player hingga riset bahan baku dan harga pokok produksi (HPP), seperti yang telah dilakukan untuk corrugated steel pipe. Masing-masing produk baja konstruksi diberi porsi pembahasan 20 halaman sampai 24 halaman.

16) Kajian Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 ini dibuat untuk mengukur kenaikan market demand dari sejumlah faktor terutama dampak percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah terhadap sektor industri baja, terutama baja segmen konstruksi. Dari hasil kajian ini, terlihat pola peningkatan yang cukup signifikan.

17) Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel) ini meliputi sebanyak 129 halaman pdf dan berukuran 7,67 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

18) Digital database kedua tentang Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth) ini dirilis minggu keempat September 2019 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market analisis, market outlook, market trend, analisis pertumbuhan pasar, dan market share pemain baja rangka jembatan (steel bridge structure), serta perhitungan harga pokok produksi (HPP). Riset data ini diharapkan dapat menjadi panduan serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia, mulai dari tren pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat kemiskinan, rasio gini, serta persentase pengangguran pada periode 2011-2018 (halaman 2). Dilanjutkan dengan pembahasan pembangunan infrastruktur yang tetap menjadi prioritas pemerintah (halaman 3). Kemudian, ekonomi kreatif menjadi sumber ekonomi baru (halaman 4 dan 5).

Pada halaman 6 ditampilkan perbaikan kualitas daya saing Indonesia dilihat dari indeks daya saing infrastruktur dan Global Competitiveness Index (GCI). Diteruskan dengan prospek perekonomian Indonesia saat ini dan outlook 2030 saat menjadi ekonomi terbesar nomor tujuh di dunia dengan jumlah kelas konsumen diprediksi mencapai 135 juta jiwa pada halaman 7.

Langsung masuk ke inti kajian, pada halaman 8, dijabarkan Riset Data Spesifik Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 berupa metodologi riset ini dilakukan selama kurun waktu 1,5 bulan terakhir hingga minggu keempat September 2019. Dilanjutkan pada halaman 9 dan 10, kajian market size equal dengan total permintaan pasar baja rangka jembatan (steel bridge structure), kapasitas produksi lokal, produksi riil lokal, volume impor dan ekspor serta utilisasi rata-rata produsen. Riset data ditampilkan dalam tabel dengan periode 2015 sampai 2019, dilengkapi sumber data serta market analysis pada halaman 11.

Kajian pada halaman 10 dan 11 diperkuat dengan data primer terkait kinerja ekspor-impor produk baja rangka jembatan, yang dipisahkan per negara asal impor, periode 2015 sampai 2018, serta volume impor (secara nilai dan secara kuantitas tonnase). Data ekspor impor produk baja rangka jembatan disajikan secara terinci pada halaman 12 sampai halaman 15. Riset ini juga diperkuat dengan wawancara narasumber yang kompeten untuk dijadikan basis perhitungan, ditampilkan pada halaman 15 hingga 18.

Selanjutnya, beralih ke pembahasan top 15 produsen baja rangka jembatan terbesar secara kapasitas, ditampilkan pada halaman 19. Data kapasitas tersebut dijadikan landasan untuk perhitungan pangsa pasar para pemain steel bridge structure di Indonesia. Profil para pemain dari top 15 produsen baja rangka jembatan dijabarkan pada halaman 20 hingga halaman 21, sebagai acuan profiling produsen.

Disusul kemudian kajian tentang bahan baku dan harga pokok produksi dari baja rangka jembatan (steel bridge structure) yang disajikan pada halaman 22 sampai halaman 27. Pembahasan dalam bagian ini meliputi bea masuk bahan baku baja rangka jembatan, volume impor dan harga impor dari bahan baku baja rangka jembatan, hingga fokus pada perhitungan harga pokok produksi (HPP) dari baja rangka jembatan.

Masuk ke bagian selanjutnya, ditampilkan market outlook dari pasar baja rangka jembatan periode 2020 hingga 2024. Perhitungan proyeksi dilakukan menggunakan tiga pendekatan, yakni skenario tinggi (optimis), skenario sedang (moderat), dan skenario rendah (pesimistis). Ketiga skenario market outlook ini diharapkan dapat menjadi referensi pergerakan pasar baja rangka jembatan di periode 2020 hingga 2024, khususnya untuk market size, kapasitas, produksi, dan utilisasi produsen. Market outlook ini disajikan pada halaman 28 hingga halaman 36, dilengkapi dengan data-data pendukung yang relevan.

19) Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth) ini meliputi sebanyak 37 halaman pdf dan berukuran 3,38 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

20) Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP) ini dirilis awal Juli 2019 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market analisis, market trend, analisis pertumbuhan pasar, dan outlook pasar kawat baja pratekan (PC strand dan PC wire), perhitungan harga pokok penjualan (HPP), serta estimasi nilai investasi pabrik. Riset data ini diharapkan dapat menjadi panduan serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset ini dimulai dengan menampilkan penjabaran fokus kajian pasar industri kawat baja pratekan (PC strand dan PC wire) beserta metodologi yang digunakan (halaman 2). Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan pohon industri baja, letak PC strand dan PC wire sebagai produk baja antara (penghubung antara produk hulu dan hilir) pada halaman 3.

Langsung masuk ke inti kajian, pada halaman 4 sampai halaman 6, dijabarkan riset pasar kawat baja pratekan (PC strand) berupa market size equal dengan total permintaan pasar, kapasitas produksi lokal, produksi riil lokal, volume impor dan ekspor serta utilisasi rata-rata produsen. Riset data ditampilkan dalam tabel dengan periode 2015 sampai 2019, dilengkapi sumber data serta market analysis.

Pada halaman 7 sampai halaman 9, dijabarkan riset pasar PC wire berupa market size equal dengan total permintaan pasar, kapasitas produksi lokal, produksi riil lokal, volume impor dan ekspor serta utilisasi rata-rata produsen. Riset data ditampilkan dalam tabel dengan periode 2015 sampai 2019, dilengkapi sumber data serta market analysis.

Selanjutnya, pada halaman 10 sampai halaman 19, ditampilkan data ekspor-impor PC strand dan PC wire secara volume, nilai, kode HS, dan negara asal impor. Periode data yang ditampilkan 2015 sampai 2018. Dilanjutkan kemudian, hasil metodologi khusus yang dipakai tim Duniaindustri.com untuk menghitung pertumbuhan pasar maupun rekam jejak pertumbuhan industri PC strand dan PC wire secara lebih riil pada halaman 20 dan halaman 21.

Beranjak pada topik selanjutnya, riset data ini menampilkan perhitungan harga pokok produksi (HPP) PC strand dan PC wire di pasar lokal pada halaman 22 sampai halaman 29. Dalam bagian HPP, ditampilkan juga pembahasan mengenai persentase bea masuk baik PC strand dan PC wire beserta bahan bakunya, serta trend harga di pasar lokal. HPP dihitung berdasarkan 8 komponen utama antara lain bahan baku, biaya pabrikasi, utilitas, serta tenaga kerja langsung. Tidak lupa, ikut ditampilkan perhitungan gross operating profit serta tren harga jual.

Pada halaman 30 dan halaman 31, ditampilkan pembahasan khusus mengenai bahan baku dari PC strand dan PC wire. Diharapkan pembahasan khusus mengenai bahan baku ini dapat memberikan pemahaman lebih rinci dan mendetail yang dibutuhkan untuk memahami karakteristik industri ini. Disusul kemudian pemaparan tentang struktur biaya industri baja secara umum sehingga melengkapi pemahaman terkait industri PC strand dan PC wire pada halaman 32 dan halaman 33.

Dalam bagian terakhir, ditampilkan pembahasan mengenai perhitungan nilai investasi manufaktur di industri PC strand dan PC wire pada halaman 35 sampai halaman 41. Pembahasan nilai investasi manufaktur (pabrik) dibedakan berdasarkan kapasitas produksi, serta mengacu pada nilai kawasan industri tertentu dan mesin produksi tertentu.

21) Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP) sebanyak 41 halaman dan berukuran 2,65 MB ini berasal dari riset spesifik tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

22) Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia ini dirilis minggu pertama Desember 2018 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan baja meliputi segmen long product, flat product, dan engineering & fabricator.

Produk baja jenis long product antara lain billet, round bars, profile, channels, wire rod, nails and nail wire, high carbon, wire mesh, bolt and nuts. Sementara baja jenis flat product antara lain 1) steel slab (slab steel plant); 2) Hot Rolled coils (hot strip and plate mills); 3) Cold rolled coil (cold rolling mills); 4) Coil & plate cutting manufacturers; 5) Longitudinal and Spiral welded steel pipe. Sementara produk baja jenis engineering & fabricator mencakup tower fabricators.

Database ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, alamat pabrik, alamat email, status perusahaan (perusahaan asing atau domestik), lini usaha, jenis produk yang dihasilkan, nama label atau merek/brand, orientasi pasar (ekspor atau domestik), jumlah pegawai, susunan pengurus perusahaan (board of management), kontak perusahaan, nomor izin usaha, kapasitas produksi per tahun, jenis ekspansi periode tertentu, kreditur (bankers), alamat cabang di daerah, nama website resmi, serta nama negara target ekspor.

Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia ini terangkum dalam 54 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline.

Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia yang berisi 54 halaman dan berukuran 1 MB ini ditampilkan dalam bahasa Inggris sehingga memudahkan user secara umum. Database 1.452 Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), sejumlah perusahaan baja di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang, suku cadang, permesinan (oli mesin), serta kebutuhan kantor.(*)

Sumber: klik di sini

23) Data dan Riset Eksklusif Industri Pipa Baja 2012-2018 (Demand Trends dan Market Leader) ini dirilis awal Juli 2017 menampilkan data terbaru, riset pasar, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri pipa baja di Indonesia, didukung tren industri baja secara umum di Indonesia dan global. Khusus untuk industri pipa baja, ditampilkan tren permintaan pipa baja 2012-2018 serta market leader berdasarkan kapasitas terpasang 2007 & 2016.

24) Data dan Market Brief Industri Baja (Tren Pangsa Pasar dan Demand Growth 2016-2017) ini dirilis Juni 2017 menampilkan data terbaru, analisis, kajian, riset pasar, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri baja di Indonesia, mencakup highlights, tren pasar baja di Indonesia. Selain itu, tren konsumsi baja dan produksi baja serta ketergantungan impor, nilai pasar (market size) industri baja nasional, tren pangsa pasar produsen baja per segmen, tren harga baja global dan harga baja lokal, profil singkat market leader di industri baja Indonesia, serta prospek dan tantangan industri ini ke depan.

Data dan Market Brief Industri Baja (Tren Pangsa Pasar dan Demand Growth 2016-2017) sebanyak 40 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), BPS, WHO dan Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan baja di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

25)  Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016 sebanyak 39 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), middle east steel, BPS, WHO dan Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan baja di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

26) Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017 sebanyak 36 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), BPS, WHO dan Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan baja di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

27) Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014 ini menampilkan analisis sejarah industri baja dari 1960-an sampai 2014, ketergantungan impor masih menjadi kendala utama sehingga defisit pasokan baja lokal berlanjut hingga 2014. Juga ditampilkan profil industri baja Indonesia dan prospek ke depan. Analisis itu dilengkapi dengan data perbandingan konsumsi dan produksi baja periode 2000-2014, konsumsi baja per segmen, konsumsi baja per kapita, utilisasi industri baja nasional, tren harga baja di pasar internasional, dan pemimpin pasar baja Indonesia (HRC, CRC, dan wire rod).

Selain itu, ditampilkan data bahan baku bijih besi, pohon industri baja, dan perkembangan investasi industri hulu baja. Ditambah lagi, data produksi dan konsumsi baja Indonesia dibanding negara-negara ASEAN. Data dan analisis komprehensif yang berjumlah 25 halaman ini merupakan hasil kompilasi tim riset Duniaindustri.com, berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Industri Baja Indonesia (IISIA), Asoasiasi Industri Baja ASEAN (SEAISI), serta sejumlah produsen baja terbesar di Indonesia.(*)

28) Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia ini menampilkan pohon industri baja, mulai dari yang telah diproduksi lokal maupun yang masih diimpor, volume produksi, nilai PPN & PPh, jumlah tenaga kerja, konsumsi baja hulu-hilir, konsumsi baja per kapita, utilisasi kapasitas produksi, perbandingan kapasitas terpasang negara Asean, hingga dampak perdagangan bebas. Data sebanyak 26 halaman ini berasal dari Asosiasi Produsen Baja (Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, BPS.(*)

29) Data Permintaan Baja di Indonesia. Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir) ini  menggambarkan perkembangan permintaan baja, defisit pasokan baja lokal, serta tren harga bahan baku dan gas sebagai penunjang industri baja nasional. Periode yang ditampilkan sepuluh tahun terakhir.(*)

30) Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC) ini berisi produksi dan pangsa pasar empat pemain besar di industri baja canai panas, antara lain PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Gunung Raja Paksi, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), dan PT Jayapari Steel Tbk (JPRS).(*)

(Silakan di-klik untuk terhubung langsung ke masing-masing database)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

 

 

Selasa, 14 Juli 2026

Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen)

Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen) ini dirilis minggu ketiga Juli 2026 menampilkan laporan data research spesifik, riset spesifik pertumbuhan pasar industry baja ringan, database lengkap, pangsa pasar market leader, serta market trend size untuk periode 2020-2026 estimasi, serta profil top market leader. Riset data ini berisi 58 halaman pdf berukuran 7,5 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.


Riset ini dimulai dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia 2020-2026 serta outlook 2026. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020-2026 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk pebisnis industry kecap. (halaman 2-4)

Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Masuk ke fokus pembahasan riset, Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen) ini membahas empat focus utama, yakni 1) Definisi dan segmentasi baja ringan berdasarkan material dasar, terbagi jadi 4 yakni 1. GI (besi galvanis), 2. G550 mengacu pada baja berlapis seng aluminium (BjLAS) dengan kandungan karbon atau Baja Karbon Galvanis Celup Panas G550, 3. GL mengacu pada galvalume, sebagai bahan baku untuk atap bergelombang galvalum, spandeck, dan bondek yang dibutuhkan untuk atap rumah atau bangunan, 4. PPGI/L mengacu pada gulungan baja galvanis pra-cat (PPGI/L). Kemudian focus kedua, Kajian potensi pertumbuhan pasar industri baja ringan secara nilai dan volume di Indonesia 2020 hingga 2026, 3) Market analysis, dan 4) Pangsa pasar dan profil top produsen baja ringan berdasarkan 4 material dasar.

Untuk fokus research pertama, ditampilkan definisi dan segmentasi baja ringan berdasarkan material dasar, terbagi jadi 4 yakni 1. GI (besi galvanis), 2. G550 mengacu pada baja berlapis seng aluminium (BjLAS) dengan kandungan karbon atau Baja Karbon Galvanis Celup Panas G550, 3. GL mengacu pada galvalume, sebagai bahan baku untuk atap bergelombang galvalum, spandeck, dan bondek yang dibutuhkan untuk atap rumah atau bangunan, 4. PPGI/L mengacu pada gulungan baja galvanis pra-cat (PPGI/L). Data tersebut ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 15.

Kemudian, berlanjut ke focus research kedua, ditampilkan trend pertumbuhan pasar industry baja ringan di Indonesia tahun 2020-2026 secara nilai dan volume berdasarkan 4 segmen material dasar. Data ini ditampilkan pada halaman 16 sampai halaman 29. Tim Duniaindustri.com juga menyuguhkan market analysis terkait focus research kedua pada halaman 30 sampai 35.

Dalam focus research keempat, Tim Duniaindustri.com menampilkan pangsa pasar dan profil top produsen baja ringan berdasarkan 4 material dasar pada halaman 36 sampai halaman 57. Profil market leader disusun dari perusahaan dengan market share terbesar hingga terkecil.

Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Baja Ringan 2020-2026 (4 Segmen Material Dasar Baja Ringan Top Produsen) ini berisi 58 halaman pdf berukuran 7,5 MB yang berasal dari riset komprehensif tim Duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Bank Dunia, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan market leader di industry baja ringan di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users. Per Juli 2026, terdapat 328 riset data spesifik dari 30 sektor industri. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

Data sampel yang bisa disampaikan:





Senin, 06 Juli 2026

Soy Sauce Industry Market Growth Data Research Report 2020-2026 (Market Share Shift Trends for Top 6 Market Leaders Per Province)

This Data Research Report on Soy Sauce Industry MarketGrowth 2020-2026 (Market Share Shift Trends for Top 6 Market Leaders) was released in the second week of July 2026 and features specific research data, specific research on soy sauce industry market growth, a comprehensive database, market share shifts for the top 6 market leaders, and estimated market size trends for the 2020-2026 period, as well as changes in the top market leaders. This 33-page PDF, 1.97 MB in size, is designed to serve as a comprehensive guide and reference for investors, corporations, researchers, and various stakeholders.


This research begins by presenting highlights of the Indonesian economy from 2020-2026 and the 2026 outlook. The challenge of the economic slowdown in 2020-2026 is of particular concern to industry players, including soy sauce businesspeople. (pages 2-4)

This is followed by global megatrends towards 2045 and global demographics on page 5, followed by highlights of Indonesia's demographics from 2010 to 2045 on page 6. This is followed by the population ratio in Indonesia by region for the 2010 and 2045 periods on page 7. Furthermore, Indonesia's economic growth scenarios, with two scenarios (baseline and high scenario) for the 2016-2045 period, are presented on pages 8 to 10.

Moving on to the focus of the research discussion, this Data Research Report on the Growth of the Soy Sauce Industry Market 2020-2026 (Market Share Shifting Trends of the Top 6 Market Leaders) presents four main focuses: 1) A study of the potential growth of the soy sauce industry market in terms of value and volume in Indonesia from 2020 to 2026, 2) Market share of the top 6 market leaders in the soy sauce industry in 2022 and 2025, highlighting the changes in the 'new kings' of the soy sauce industry. Indonesia, 3) Study of the potential growth of the soy sauce industry market by province in Indonesia from 2020 to 2026, 4) Study of the market share of the top six market leaders in the soy sauce industry by province from 2020 to 2026 (estimated).

The first research focus presents the market growth trend of the soy sauce industry in Indonesia from 2020 to 2026 in terms of value and volume. The soy sauce industry in this research is divided into two segments: sweet soy sauce and salty soy sauce. This data is presented on pages 9 to 12.

This is followed by the market share of the top six market leaders in the soy sauce industry category for the period 2022 and 2025. This data is presented on pages 13 to 27. Data is also presented on the shift in the top market leaders in the soy sauce industry with the arrival of a "new king" in terms of installed capacity, ending the dominance of the previous king for the past decades.

The data on the shift in top market leaders is also accompanied by an analysis of the changing competitive landscape among the top market leaders, presented on pages 17 to 20.

The Duniaindustri.com team also conducted a study of the potential market growth (demand) for the soy sauce industry by province in Indonesia from 2020 to 2026, on pages 21 to 24. This is followed by an analysis of the estimated market share of the top six market leaders in the soy sauce industry by province from 2020 to 2026 on pages 25 to 30. Furthermore, profiles of the market leaders in the Indonesian soy sauce industry are also presented on pages 31 to 33.

The 33-page PDF of the Research Data Report on the Growth of the Soy Sauce Industry Market 2020-2026 (Market Share Shift Trends of the Top 6 Market Leaders) is a 1.97 MB document derived from comprehensive research by the Duniaindustri.com team, supported by data from Statistics Indonesia (BPS), the World Bank, industry associations, government agencies, and several market-leading companies in the Indonesian soy sauce industry. The industrial data index is a new feature on duniaindustri.com, displaying hundreds of selected data sources tailored to user needs. As of July 2026, there are 327 specific data studies across 30 industrial sectors. All data is presented in PDF format for easy download after users complete the required procedures: click "purchase," "checkout," and fill out the form. Duniaindustri.com prioritizes the validity and authenticity of the data sources presented. Thank you for your trust in duniaindustri.com.(*)

Source: click here


Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2020-2026 (Tren Pergeseran Pangsa Pasar Top 6 Market Leader per provinsi)

Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2020-2026 (Tren Pergeseran Pangsa Pasar Top 6 Market Leader) ini dirilis minggu kedua Juli 2026 menampilkan laporan data research spesifik, riset spesifik pertumbuhan pasar industri kecap, database lengkap, pergeseran pangsa pasar market leader top 6, serta market trend size untuk periode 2020-2026 estimasi, serta perubahan top market leader. Riset data ini berisi 33 halaman pdf berukuran 1,97 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.


Riset ini dimulai dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia 2020-2026 serta outlook 2026. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020-2026 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk pebisnis industry kecap. (halaman 2-4)

Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Masuk ke fokus pembahasan riset, Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2020-2026 (Tren Pergeseran Pangsa Pasar Top 6 Market Leader) ini menampilkan empat fokus utama, yakni 1) Kajian potensi pertumbuhan pasar industri kecap secara nilai dan volume di Indonesia 2020 hingga 2026, 2) Market share top 6 market leader di industri kecap di atas pada tahun 2022 & 2025 yang menampilkan perubahan ‘raja baru’ di industry kecap di Indonesia, 3) Kajian potensi pertumbuhan pasar industry kecap per provinsi di Indonesia tahun 2020-2026, 4) Kajian market share top 6 market leader di Industri kecap per provinsi tahun 2020 hingga 2026 (estimasi).

Untuk fokus research pertama, ditampilkan trend pertumbuhan pasar industry kecap di Indonesia tahun 2020-2026 secara nilai dan volume. Industri kecap dalam riset ini dibagi menjadi dua segmen yakni kecap manis dan kecap asin. Data tersebut ditampilkan pada halaman 9 sampai halaman 12.

Disusul kemudian market share top 6 market leader di kategori industri kecap untuk periode tahun 2022 & 2025. Data tersebut ditampilkan pada halaman 13 sampai halaman 27. Juga ditampilkan data tentang pergeseran top market leader di industry kecap dengan kehadiran ‘raja baru’ secara kapasitas terpasang yang mengakhiri dominasi raja sebelumnya selama puluhan tahun terakhir.


Data pergeseran top market leader itu juga disertai dengan analisis perubahan landskap persaingan antar top market leader, yang ditampilkan pada halaman 17 sampai halaman 20.

Tim Duniaindustri.com juga membuat kajian potensi pertumbuhan pasar (demand) industri kecap per provinsi di Indonesia tahun 2020-2026, pada halaman 21 sampai halaman 24. Disusul kemudian kajian market share top 6 market leader di Industri kecap per provinsi tahun 2020 hingga 2026 (estimasi) pada halaman 25 sampai 30. Tidak lupa, ditampilkan juga profil market leader industry kecap di Indonesia pada halaman 31 sampai halaman 33.

Laporan Data Research Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2020-2026 (Tren Pergeseran Pangsa Pasar Top 6 Market Leader) ini berisi 33 halaman pdf berukuran 1,97 MB yang berasal dari riset komprehensif tim Duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Bank Dunia, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan market leader di industry kecap di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users. Per Juli 2026, terdapat 327 riset data spesifik dari 30 sektor industri. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: https://duniaindustri.com/downloads/laporan-data-research-pertumbuhan-pasar-industri-kecap-2020-2026-tren-pergeseran-pangsa-pasar-top-6-market-leader/

Minggu, 05 Juli 2026

23 Kumpulan Laporan Data Research Komoditas Indonesia, dari Mulai CPO hingga Rumput Laut

 Duniaindustri.com (Juli 2026) -- Sejak lama Indonesia dikenal sebagai produsen komoditas kelas dunia. Komoditas telah menjadi primadona ekspor di Indonesia, menyusul peran strategis devisa ekspor serta posisi RI di kancah dunia.

Untuk mengetahui seluk-beluk dan potensi pasar komoditas antara lain kelapa sawit, turunan kelapa sawit, hingga rumput laut, tim duniaindustri.com menghimpun sedikitnya 23 database khusus berisi laporan data research, pertumbuhan pasar, hingga pangsa pasar market leader.

Mari simak ulasannya di bawah ini:

1) Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi)
2) Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah)
3) Market Demand Trend CPO 2007-2022 (Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor)
4) Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar)
5) Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas)
6) Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa dan Peran Petani)
7) Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
8) Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
9) Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
10) Data Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
11) Outlook Industri CPO 2016
12) Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
13) Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
14) Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
15) Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
16) Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
17) Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
18) Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
19) Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
20) Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
21) Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
22) Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
23) Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE

Berikut ini uraian singkat dari masing-masing data di atas:

1) Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi) ini dirilis minggu kedua Juli 2026 menampilkan laporan data research spesifik, riset spesifik pertumbuhan pasar industri minyak goreng, database lengkap, serta pangsa pasar market leader per provinsi. Riset data ini berisi 49 halaman pdf berukuran 3,9 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

[caption id="attachment_16817" align="alignnone" width="568"]Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi) Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi)[/caption]

Riset ini dimulai dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia 2020-2026 serta outlook 2026. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020-2026 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk pebisnis industri bumbu dan BTP. (halaman 2-4)
Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Masuk ke fokus pembahasan riset, Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi) ini mengulas 5 fokus utama riset. Kelima fokus itu adalah 1) Data riset tren pertumbuhan pasar minyak goreng sawit di Indonesia 2020-2026 (estimasi) secara nilai maupun volume, 2) Data riset neraca supply demand CPO dan alokasi pemanfaatannya ke sektor pangsa, energi, dan lainnya di 2025, 3) Data riset pangsa pasar 5 top market leader minyak goreng sawit di Indonesia periode 2020-2025, 4) Data riset pangsa pasar 5 top market leader minyak goreng sawit di Indonesia periode 2026 (estimasi) per provinsi, 5) Rekam jejak pertumbuhan pasar minyak goreng sawit sejak 2010 hingga 2020.

Pada focus riset pertama, tim Duniaindustri.com menampilkan data tren pertumbuhan pasar minyak goreng sawit di Indonesia 2020-2026 (estimasi) secara nilai maupun volume beserta analisis per tahun secara komprehensif, sehingga memberikan gambaran terperinci kondisi yang terjadi di tahun tersebut. Data ini ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 13.

Selanjutnya, masuk ke focus riset kedua, tim Duniaindustri.com menampilkan data riset neraca supply demand CPO dan alokasi pemanfaatannya ke sektor pangsa, energi, dan lainnya di 2025. Pergeseran trend ikut dianalisis secara mendalam pada halaman 14 sampai 16.

Kemudian, pada halaman 17 dan halaman 18, ditampilkan data riset pangsa pasar 5 top market leader minyak goreng sawit di Indonesia periode 2020-2025 beserta market analysis-nya. Hal ini diharapkan menjadi benchmark persaingan antar produsen minyak sawit di Indonesia.

Tim Duniaindustri.com selanjutnya menampilkan data riset pangsa pasar 5 top market leader minyak goreng sawit di Indonesia periode 2026 (estimasi) per provinsi pada halaman 19 dan 20, yang diharapkan menjadi salah satu tolak ukur pertumbuhan pasar ke depan.
Sebagai pelengkap, tim Duniaindustri.com juga menjabarkan rekam jejak pertumbuhan pasar minyak goreng sawit sejak 2010 hingga 2020. Termasuk di dalamnya, pangsa pasar produsen minyak goreng sawit berdasarkan kapasitas terpasang untuk periode 2013 dan 2015, lengkap dengan masing-masing kapasitas 5 pemain terbesar.

Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi) ini berisi 49 halaman pdf berukuran 3,9 MB yang berasal dari riset komprehensif tim Duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Bank Dunia, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan market leader minyak goreng. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users. Per Juli 2026, terdapat 326 riset data spesifik dari 30 sektor industri. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

2) Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah) ini dirilis pada pertengahan Agustus 2021 berisi menampilkan riset data independen, data eksklusif, market trend terbaru dan ulasan pasar, serta tren pertumbuhan konsumsi rumput laut di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari tren pertumbuhan pasar, trend bahan baku, hingga pemetaan 35 produsen terbesar di industri pengolahan rumput laut.

Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah) ini menjadi salah satu dari 234 kumpulan database spesifik terlengkap yang diproduksi tim Duniaindustri.com, dengan coverage yang cukup luas dari gambaran umum hingga spesifik sehingga dapat menggambarkan dinamika industri yang komprehensif.

Data eksklusif ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia, yang terpengaruh pandemi Covid-19 sehingga mengganggu aktivitas industri secara umum. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk sektor frozen food. (halaman 2 sampai halaman 4)

Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Masuk ke pembahasan utama, Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah) ini menampilkan 3 fokus utama yakni 1) riset data trend konsumsi dan kebutuhan rumput laut periode 2015-2024; 2) segmentasi kebutuhan bahan baku rumput laut di industri pengolahan, trend ekspor dan impor; dan 3) pemetaan 35 perusahaan produsen industri pengolahan rumput laut. Info lebih lanjut klik di sini

3) Market Demand Trend CPO 2007-2022 (Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor) ini dirilis minggu kedua November 2020 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market outlook, dan database digital terlengkap di Indonesia. Riset data ini berisi 177 halaman pdf berukuran 4,41 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

4) Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar) ini dirilis minggu kedua Oktober 2020 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market outlook, dan riset bahan baku biodiesel di Indonesia. Riset data ini berisi 56 halaman pdf berukuran 5,2 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset data ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus riset data, Market Outlook Biodiesel2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar) ini mengupas empat fokus utama, yakni 1) tren produksi, volume market demand (penjualan) di pasar lokal, serta ekspor biodiesel 2010-2022 forecast, 2) porsi pemanfaatan bahan baku CPO untuk 5 sektor turunan termasuk biodiesel, 3) kapasitas 38 produsen biodiesel di Indonesia dan profile 6 produsen terbesar, 4) data historis dan rekam jejak pertumbuhan biodiesel serta CPO di Indonesia.

Masuk ke fokus riset pertama, ditampilkan data komparasi volume produksi, penjualan/kebutuhan dalam negeri, dan ekspor periode 2010-2022 pada halaman 12. Data tersebut kemudian diperinci dengan persentase pertumbuhan per tahun untuk produksi, penjualan domestik, dan ekspor biodiesel periode 2010-2022 sehingga memberikan gambaran tren siklus yang terjadi. (halaman 13-14) Tambah spesifik lagi, data pertumbuhan produksi, penjualan domestik, dan ekspor biodiesel ditampilkan dalam grafik garis dilengkapi market analysis untuk menggambarkan tren secara periodikal (halaman 15-20).

Dengan persentase pertumbuhan itu dapat diketahui perubahan proporsi penjualan domestik dan ekspor dari total produksi biodiesel Indonesia. Grafik pie chart lebih jelas menggambarkan perubahan proporsi penjualan domestik dan ekspor biodiesel periode 2010, 2015, dan 2020 forecast pada halaman 21-23, dilanjutkan dengan market analysis pada halaman 24.

Masuk ke fokus riset kedua, proporsi bahan baku berupa minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang digunakan oleh 5 sektor turunan terbesar ditampilkan pada halaman 25-30. Diulas porsi bahan baku CPO untuk industri minyak goreng, deterjen, biodiesel, margarine, dan sektor lainnya (termasuk kosmetik dan farmasi) periode 2010-2022 forecast.

Masuk ke fokus riset ketiga, ditampilkan kapasitas 38 produsen biodiesel di Indonesia beserta profil top 6 produsen terbesar pada halaman 31-40. Juga ditampilkan jumlah kilang, kapasitas kilang, produksi kilang biodiesel, serta utilisasi (pemanfaatan kapasitas terpasang) kilang biodiesel untuk periode 2008-2020 pada halaman 41. Data tersebut diperkuat dengan denah grafis lokasi basis produksi 38 produsen biodiesel di Indonesia, beserta konsentrasi produksi per daerah utama, pada halaman 42 dan 43.

Data-data pendukung seperti arah kebijakan ke depan (mandatori B50), regulasi, serta perkembangan industri sawit modern dan mata rantai industri sawit ditampilkan pada halaman 44 sampai 53. Tak lupa data konsumsi minyak solar/diesel menurut jenisnya dan potensi kebutuhan biodiesel periode 2010-2020 ditampilkan pada halaman 54 dan 55.

Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi danKapasitas 38 Produsen Terbesar) ini berjumlah 56 halaman pdf berukuran 5,2 MB yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset big data duniaindustri.com, didukung data penunjang dari BPS, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, asosiasi industri dan perusahaan market leader. Indeks data industri merupakan fitur di duniaindustri.com yang menampilkan 206 data spesifik (per Oktober 2020) sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

5) Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas) ini dirilis minggu ketiga Juni 2018, menampilkan data komprehensif, tren pasar, laporan terbaru, data pemetaan perprovinsi, dan informasi teraktual terkait lahan kelapa sawit beserta produksi dan ekspor komoditas tersebut di Indonesia. Data komprehensif ini dibuat sebagai acuan (benchmark) bagi industriawan yang terkait dengan industri perkebunan kelapa sawit dan turunannya beserta stakeholders lainnya.

Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas) ini berisi 35 halaman pdf dengan ukuran file 7 MB. Data komprehensif ini dioleh oleh tim Duniaindustri.com didukung data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, lembaga negara yang kompeten, asosiasi industri, serta data-data pendukung dari sejumlah perusahaan kelapa sawit di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

6) Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa dan Peran Petani) ini dirilis pada awal Mei 2018 menampilkan data, analisis, dan outlook industri perkebunan kelapa sawit Indonesia, dari mulai tren produksi, tren ekspor, perkembangan luas lahan, tren produktivitas, mata rantai industri kelapa sawit, dan lainnya. Dalam data kali ini ditampilkan juga overview kebijakan ataupun pandangan Eropa yang menjadi salah satu pasar utama.

Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa dan Peran Petani) ini berisi sebanyak 48 halaman berukuran 10,3 MB, berasal dari berbagai  sumber antara lain regulator di Indonesia, BPS, BKPM, kementerian terkait (Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian), serta asosiasi industri, seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Komisi Uni Eropa, FAO, diolah duniaindustri.com. Data ini disajikan 95% dalam bahasa Inggris dan hanya 5% dalam bahasa Indonesia.

Indeks database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

7) Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO) ini dirilis pada awal Januari 2017 menampilkan data, analisis, dan outlook industri perkebunan kelapa sawit Indonesia, dari mulai tren produksi, tren ekspor, perkembangan luas lahan, tren produktivitas, mata rantai industri kelapa sawit, dan lainnya.

Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO) sebanyak 54 halaman ini berasal dari berbagai sumber antara lain regulator di Indonesia, BPS, BKPM, kementerian terkait (Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian), serta asosiasi industri, seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), serta perusahaan China, diolah duniaindustri.com. Indeks database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

8) Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit 2005-2015 ini menampilkan riset eksklusif, data, analisis, dan outlook industri minyak goreng sawit di Indonesia, dari mulai tren produksi, tren investasi, peningkatan kapasitas produksi, para pemain besar, persebaran lokasi pabrik, tren market leader (pemimpin pasar berdasarkan merek dan berdasarkan kapasitas produksi), serta berbagai informasi lain seperti regulasi dan target 2030.

Di halaman 7 dipaparkan dalam chart tentang peta penyebaran pabrik minyak goreng di Indonesia. Sumatera Utara menjadi daerah dengan populasi pabrik minyak goreng terbesar di Indonesia, mencakup 30,46% dari total jumlah pabrik minyak goreng di negeri ini. Disusul Riau dengan 24,83%.

Pada halaman 8, dipaparkan tren produksi minyak sawit goreng yang tumbuh 80% dari 2011 ke 2014. Data tersebut dilengkapi dengan tren investasi, tren pertumbuhan produksi, konsumsi, serta ekspor minyak goreng sawit periode 2011-2017 (estimasi) pada halaman (9-10).

Duniaindustri.com membuat riset eksklusifterkait pangsa pasar produsen minyak goreng sawit berdasarkan kapasitas terpasang untuk periode 2013 dan 2015, lengkap dengan masing-masing kapasitas 5 pemain terbesar (halaman 11-13). Sementara pada halaman 14-15, duniaindustri.com membuat riset eksklusif terkait tren perubahan pangsa pasar merek minyak goreng periode 2005-2015.(*)

9) Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017 ini menampilkan data, analisis, dan outlook industri oleokimia (fatty acid, fatty alcohol, minyak goreng) serta biodiesel di Indonesia, dari mulai tren produksi, tren investasi, peningkatan kapasitas produksi, para pemain besar, persebaran lokasi pabrik, tren ekspor, impor, serapan tenaga kerja, serta berbagai informasi lain seperti regulasi dan target  2030.

Riset ini dimulai dengan tren kenaikan kapasitas produksi yang signifikan pada empat industri, yakni refinery (fraksionasi) atau minyak goreng, fatty acid, fatty alcohol, dan methyl ester (biodiesel). (halaman 2)

Pada 2014 dan 2015 terjadi peningkatan investasi yang signifikan di industri oleokimia dan biodiesel hingga Rp 24 triliun yang mendorong kapasitas produksi nasional tumbuh rata-rata 55% (minyak goreng 80%, fatty acid 47%, fatty alcohol 85%, dan methyl ester atau biodiesel 66%). Duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset tren produksi stearic acid, glycerine, fatty acid, dan fatty alcohol dari 1995-2016. (halaman 3)

Data tersebut kemudian dianalisis lebih mendalam pada halaman 4. Demikian juga pada halaman 5 dibuat riset khusus terkait tren produksi biodiesel di Indonesia periode 2011-2016.

Untuk memperkuat riset tersebut, duniaindustri.com menampilkan persebaran kapasitas produksi industri oleokimia di Indonesia, terutama untuk produksi fatty acid, fatty alcohol, dan produk akhir. Fokus persebaran industri oleokimia didominasi di Sumatera Utara. Total kapasitas industri oleokimia di Indonesia mencapai 1,599 juta ton per tahun. Terdapat 9 pemain besar di antaranya PT Musim Mas  dengan kapasitas 450 ribu ton per tahun, PT Ecogreen 419 ribu ton per tahun, PT Wilmar Nabati Indonesia 132 ribu ton per tahun, lengkap dengan peta lokasi masing-masing pabrik perusahaan tersebut.(*)

9) Data Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016 ini menampilkan persebaran kapasitas produksi industri oleokimia di Indonesia, terutama untuk produksi fatty acid, fatty alcohol, dan produk akhir. Fokus persebaran industri oleokimia didominasi di Sumatera Utara. Total kapasitas industri oleokimia di Indonesia mencapai 1,599 juta ton per tahun. Terdapat 9 pemain besar di antaranya PT Musim Mas  dengan kapasitas 450 ribu ton per tahun, PT Ecogreen 419 ribu ton per tahun, PT Wilmar Nabati Indonesia 132 ribu ton per tahun, lengkap dengan peta lokasi masing-masing pabrik perusahaan tersebut.

Data ini juga menjabarkan peta persebaran industri biodiesel Indonesia periode 2014-2016. Pada 2014, total kapasitas industri biodiesel di Indonesia mencapai 4,99 juta ton atau setara 5,67 juta kiloliter, dengan perincian Riau dan Kepri 2,61 juta ton, Jawa Bagian Timur 1,57 juta ton, Jawa Bagian Barat 364 ribu ton, dan daerah lain-lain 233 ribu ton. Terdapat 17 pemain skala besar di antaranya PT Wilmar Bioenergy Indonesia di Riau dengan kapasitas 1,3 juta ton per tahun, PT Musim Mas di Medan dengan kapasitas 235 ribu ton per tahun, PT Eterindo Whanatama Gresik dengan kapasitas 80 ribu ton per tahun, PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik (1,3 juta ton per tahun), PT Sumi Asih Oleochem di Bekasi (100 ribu ton  per tahun), PT Darmex Biofuels di Cikarang (150 ribu ton per tahun), dan lainnya, lengkap dengan peta lokasi masing-masing pabrik.

Pada 2015, terjadi penambahan kapasitas biodiesel sebesar 2,32 juta ton per tahun sehingga total kapasitas nasional naik menjadi 7,32 juta ton. Terdapat 11 pemain skala besar yang melakukan penambahan kapasitas pada 2015 antara lain PT Oleokimia Sejahtera Mas di Dumai dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun, PT Darmex Biofuels di Dumai sebesar 410.500 ribu ton per tahun, PT Indo Biofuels Energy di Kalbar (100 ribu ton/tahun), PT Permata Hijau Palm Oleo di Medan (140 ribu ton/tahun), PT Nusa Energy di Kaltim (100 ribu ton/tahun), PT Bits Energy di Kaltim (100 ribu ton/tahun), PT Multi Biofuel Indonesia di Sulut (160 ribu ton/tahun). (*)

10) Outlook Industri CPO 2016 menampilkan proyeksi produksi CPO Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia pada 2016. Produksi CPO Indonesia pada 2016 diestimasi mencapai 35 juta ton, tumbuh 9,3% dibanding proyeksi tahun ini 32 juta ton, menurut data United State Department of Agriculture (USDA). Kenaikan tersebut akan mendorong peningkatan produksi CPO global sebesar 5,96% menjadi 65,1 juta ton pada 2016 dibanding proyeksi tahun ini 61,44 juta ton.

Dengan demikian, produksi CPO Indonesia tahun depan diperkirakan menyumbang 53,7% dari total produksi CPO global. Sementara Malaysia, produsen CPO terbesar kedua setelah Indonesia, diperkirakan memproduksi CPO sebanyak 21 juta ton pada 2016, dengan kontribusi 32,25% terhadap pasar global.

Selain itu, ditampilkan data proyeksi harga CPO dunia pada 2016, pengaruh El-Nino dan sentimen program biodiesel. Serta, dampaknya terhadap perkembangan ekspor dan tren permintaan global.

Juga ditampilkan cakupan lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, dengan komposisi provinsi terbesar berdasarkan kebun sawit. Luas lahan kebun kelapa sawit di Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai 11,4 juta hektare, dengan komposisi 5,9 juta hektare lahan swasta, 4,7 juta hektare lahan rakyat, dan 0,8 juta hektare lahan BUMN.

Di sisi lain, ditampilkan juga tren investasi di sektor hulu dan sektor hilir industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia dalam lima tahun terakhir, insentif investasi yang disiapkan pemerintah, serta proyeksi tren ke depan. Tidak ketinggalan, dipaparkan kawasan industri khusus industri kelapa sawit yang sedang dibangun pemerintah, target 2030, dan tren mata rantai industri sawit modern.

Data sebanyak 21 halaman ini berasal dari berbagai sumber antara lain regulator di Indonesia, BPS, BKPM, kementerian terkait, serta asosiasi industri, diolah duniaindustri.com.(*)

11) Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015 ini menampilkan realisasi investasi perkebunan kelapa sawit di Indonesia 2010-2015, baik PMA maupun PMDN, tren yang terjadi, serta dampaknya terhadap produksi CPO nasional. Selain itu, dijabarkan insentif dan posisi investasi perkebunan sawit dalam prioritas pemerintah.

Rata-rata pertumbuhan realisasi PMA industri minyak sawit dalam 5 (lima) tahun terakhir sebesar 140%, sedangkan perkebunan kelapa sawit sebesar 15%. Rata-rata pertumbuhan realisasi PMDN industri minyak sawit dalam 5 (lima) tahun terakhir sebesar 145%, sedangkan perkebunan kelapa sawit sebesar 1,3%.

Untuk menopang pertumbuhan investasi, pemerintah akan membangun 8 kawasan ekonomi khusus di industri pengolahan kelapa sawit. Delapan KEK itu tersebut di Maloy Batuta (557,34 hektare), Palu, Bitung, Morotai, Sei Mangkei, Tanjung Lesung, dan Mandalika. Serta diulas bagaimana upaya pemerintah untuk menyederhanakan perizinan di sektor perkebunan kelapa sawit.

Data berjumlah 12 halaman ini berguna bagi investor, pemodal kelapa sawit, marketing, peneliti dan periset, akademisi, praktisi, dan regulator. Data ini berasal dari asosiasi industri, BKPM, BPS, dan diolah duniaindustri.com. (*)

12) Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015 ini menampilkan luas lahan perkebunan sawit tahun 2014 sebesar 10,9 juta hektare. Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan merupakan provinsi dengan lahan sawit terluas. Sekitar 51,6% dari 10,9 juta hektar lahan sawit di Indonesia dimiliki oleh perusahaan perkebunan swasta (besar), dan 41.5% dimiliki oleh perkebunan rakyat.

Produktivitas CPO perkebunan rakyat dan BUMN menunjukkan tren penurunan dari tahun 2009-2014, sementara perusahaan perkebunan swasta justru meningkat. Produktivitas CPO perkebunan rakyat juga 20% lebih rendah dibandingkan perusahaan swasta.

Produktivitas CPO rakyat pada tahun 2014 hanya sebesar 2,3 ton/ha, atau 20% di bawah produktivitas CPO perusahaan perkebunan swasta. Dengan asumsi harga CPO sebesar US$ 550/ton, peningkatan produktivitas CPO rakyat dari 2,3 ton/ha menjadi 2,9 ton/ha akan memberikan tambahan kesejahteraan sebesar US$ 1 milyar kepada seluruh petani.

Selain itu, data ini menampilkan kondisi perekonomian Indonesia 2015, mata utang rupiah yang melemah terhadap dolar AS, posisi utang luar negeri Indonesia, perbedaan krisis ekonomi 1997 dengan kondisi saat ini. Data ini diperoleh dari sumber terkemuka, regulator, BPS, diolah duniaindustri.com. (*)

13) Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi ini menampilkan luas area kebun sawit di Indonesia 2011-2015, produksi CPO nasional 2011-2015, serta produktivitas kebun rakyat. Selain itu, ditampilkan juga pohon industri pengolahan CPO, baik yang sudah diproduksi di Indonesia maupun belum diproduksi. Juga dipaparkan peningkatan nilai tambah dari CPO, CPKO, minyak goreng, margarine, biodiesel FAME, confectionaries, fatty acid, fatty alcohol, surfaktan, kosmetik. Serta dijelaskan skema pemberian insentif investasi di sektor ini, seperti tax allowance, tax holiday, pembebasan bea masuk mesin, restrukturisasi bea keluar, dan lainnya. Dampak dari program hilirisasi; ragam Produk Hilir pada Tahun 2011 hanya 54 Jenis, berkembang menjadi 149 jenis pada awal tahun 2014 dan diperkirakan meningkat menjadi 169 jenis pada Tahun 2015. Juga ditampilkan persebaran investasi di industri oleokimia (masing-masing perusahaan dan kapasitasnya), industri biodiesel, serta proyeksi tambahan kapasitas biodiesel hingga 2015.

Sebaran investasi industri oleokimia antara lain PT Musim Mas, PT Soci Mas, PT Domba Mas, PT Flora Sawita, PT Sumi Asih, PT Ecogreen, PT Wilmar Nabati. Sementara sebaran investasi industri biodiesel antara lain PT Darmex Biofuels, PT Nusa Energy, PT Indo Biofuels Energy, PT Bits Energy, PT Multi Biofuels, PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Oleokimia Sejahtera Mas, dan PT Wilmar Bioenergy Indonesia. Data berjumlah 18 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia, Asosiasi Produsen Oleokimia, Gapki serta sejumlah produsen CPO terbesar di Indonesia. (*)

14) Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia ini menampilkan sejak 2012 Indonesia menjadi produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar dunia dan ditargetkan pada 2030 Indonesia menjadi produsen terbesar dunia untuk oleofood, bio-oleokimia, bio-energi, bio-lubricant, bio-surfactant, bio-detergent. Juga, ditampilkan tren data produksi CPO Indonesia sejak 1980-2012/2013, dengan dukungan jumlah perusahaan perkebunan sawit mencapai 1.320 perusahaan, 74 industri minyak goreng, 46 industri margarin shortening, 44 industri detergen dan sabun, 37 industri oleokimia, dan 20 industri biodiesel. Dengan devisa ekspor yang besar mencapai US$ 21,3 miliar pada 2012, penerimaan negara dari bea keluar juga terus meningkat menjadi Rp 79,4 triliun di 2012. Pangsa pasar CPO Indonesia di dunia juga terus naik dari 22% pada 1990, menjadi 30% pada 2000, dan 48% pada 2010. Selain itu, dipaparkan data perbandingan produktivitas minyak nabati di dunia dengan keunggulan CPO sebesar 4,27 ton/hektare. Data sebanyak 38 halaman ini berasal dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan diolah duniaindustri.com. (*)

15) Data Outlook Pasar Minyak Nabati China ini menampilkan impor soybean China terus meningkat dari 10.000 ribu ton pada 1996 menjadi 65.000 ribu ton pada 2013/2014. China mulai defisit soybean sejak 2003 karena produksi domestiknya tidak mencukupi kebutuhan. Impor soybean China terus meningkat seperti kereta yang sulit berhenti. Juga ditampilkan komposisi impor soybean China yang dilakukan BUMN, swasta, dan perusahaan multinasional. Selain itu, dipaparkan impor palm oil China dari sejumlah negara, terutama Indonesia. Impor China untuk komoditas olein, stearin, dan PKO asal Indonesia masing-masing sebesar 63%, 47%, dan 30%. Juga ditunjukkan tren impor bulanan China untuk komoditas olein periode 2008-2013. Jumlah impor palm oil China pada 2011/2012 mencapai 5.859 ribu ton, naik menjadi 6.589 ribu ton pada 2012/2013, dan diprediksi naik lagi menjadi 6.600 ribu ton pada 2013/2014. Data sebanyak 25 halaman ini berasal dari makalah Jeffery (Jianfei) XU, Dongling Grain & Oil Co Ltd dan diolah duniaindustri.com. (*)

16) Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia ini menampilkan teori perubahan iklim (climate change) termasuk peningkatan emisi karbon di Indonesia, yang salah satunya disebabkan deforestasi sekitar 13 juta hektare per tahun. Meski demikian, sektor perkebunan di Indonesia mampu menghasilkan biodiesel sebagai salah satu alternatif bahan bakar yang dapat diperbaharui. Data sebanyak 56 halaman ini berasal dari makalah Dr. Edvin Aldrian APU, Director of the Center for Climate Change and Air Quality Meteorology Climatology and Geophysics Agency (BMKG) IPCC Working Group 1 AR 5 Lead Author dan diolah duniaindustri.com. (*)

17) Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia ini menampilkan strategi pengembangan dua komoditas utama Indonesia, yakni kelapa sawit dan batubara, dikaitkan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Di antaranya ditampilkan tulang punggung pengembangan industri minyak sawit mentah (CPO) di empat daerah, yakni Sei Mangkei, Dumai, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Pengembangan industri hilir CPO di Sei Mankei karena PT Unilever Indonesia dan Ferrostaal telah berinvestasi US$ 1 miliar. Sedangkan pengembangan industri batubara diarahkan ke Sumatera Selatan yang menyimpan 39% dari cadangan batubara nasional, sekitar 18,13 miliar ton. Selain itu, ditampilkan 56 proyek MP3EI senilai US$ 29 miliar yang diperinci per proyek, skema pendanaan, dan kaitannya dengan program pemerintah. Data yang terdiri atas 21 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) dan diolah duniaindustri.com. (*)

18) Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama ini menampilkan tren harga dari minyak nabati utama (sawit, soybean, dan lainnya) periode 2008-2013. Selain itu ditampilkan data tujuan ekspor CPO Indonesia ke dunia, antara lain India 47%, Malaysia 14%, dan lainnya. Juga dibahas kendala dan tantangan industri CPO di Indonesia serta perbandingan dengan soybean, meliputi impor soybean Indonesia, harga soybean, produksi soybean dunia. Data yang terdiri atas 20 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh lembaga riset, dan praktisi pertanian. (*)

19) Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga ini menampilkan perbandingan produksi dan ekspor CPO di Indonesia 2008-2018. Selain itu, outlook produksi minyak mentah Indonesia 2009-2020 yang menampilkan potensi penurunan produksi, sementara kebutuhan naik 4%-5% per tahun. Di 2020, impor minyak mentah Indonesia bisa mencapai 1 juta barel per hari. Karena itu, Indonesia harus mendiversifikasi produksi energi. Bagaimana caranya? Produksi biodiesel mesti ditambah. Juga ditampilkan data skenario pengubahan minyak mentah ke biodiesel. Data ini juga menggambarkan skenario untuk memproduksi 100 ribu barel minyak mentah diperlukan 5,25 juta ton CPO per tahun atau 5,8 juta kiloliter biodiesel dari 1 juta hektare lahan dan 1,57 juta pekerja. Data yang terdiri atas 18 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh pelaku usaha dan produsen biodiesel dan diolah duniaindustri.com. (*)

20) Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO ini menampilkan perbandingan populasi, PDB per kapita, konsumsi minyak, di Indonesia, AS, China, Eropa, dan Rusia. Selain itu, dijabarkan 100 produk turunan CPO serta kapasitas produksi pengolahan, fractionation, dan modifikasi produk turunan CPO sejak 2011-2013. Ditampilkan juga kapasitas produksi oleokimia (fatty alcohol dan fatty acid) periode 2004-201, kapasitas produksi biodiesel 2006-2013, proyeksi investasi hingga US$ 2,7 miliar, regulasi mandatori biodiesel. Ekspor CPO juga ditampilkan secara mendetail, dari mulai ekspor CPO, ekspor biodiesel, serta komparasinya dengan kebutuhan domestik periode 2009-2013. Data yang terdiri atas 20 halaman ini dibuat oleh Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) dan diolah duniaindustri.com. (*)

21) Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor ini menampilkan peranan industri minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam struktur ekspor nasional, seiring terjadinya defisit neraca perdagangan yang melemahkan rupiah terhadap dolar AS. Data yang berisi 9 halaman ini dilengkapi tabel dan grafis perkembangan nilai ekspor dan volume ekspor CPO serta produk turunannya dalam sepuluh tahun terakhir. Data ini berasal dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), BPS, dan Bank Indonesia. (*)

22) Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE ini berisi tren volume dan nilai ekspor CPO dan produk turunannya, tarif bea keluar, harga patokan ekspor, harga Rotterdam per bulan selama dua tahun terakhir. (*)

Sumber: di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 326 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

 

Sabtu, 04 Juli 2026

Indonesia Cooking Oil Market Growth Research Data Report 2020-2026 (Market Share Trends for Top 5 Market Leaders by Province)

This 2020-2026 Cooking Oil Market Growth Research Data Report (Market Share Trends for Top 5 Market Leaders by Province) was released in the second week of July 2026. It features specific research data, specific research on the growth of the cooking oil industry, a comprehensive database, and market share of market leaders by province. This 49-page PDF (3.9 MB) study was designed to serve as a comprehensive guide and reference for investors, corporations, researchers, and various stakeholders.


The research begins by presenting highlights of the Indonesian economy from 2020 to 2026 and the 2026 outlook. The challenge of the economic slowdown in 2020-2026 is of particular concern to industry players, including those in the seasoning and food additive industries. (pages 2-4)

This is followed by global megatrends towards 2045 and global demographics on page 5, followed by highlights of Indonesia's demographics from 2010 to 2045 on page 6. This is followed by the population ratio in Indonesia by region for the 2010 and 2045 periods on page 7. Furthermore, Indonesia's economic growth scenarios, with two scenarios (baseline and high scenarios) for the 2016-2045 period, are presented on pages 8 and 10.

Moving on to the focus of the research discussion, this 2020-2026 Cooking Oil Market Growth Research Data Report (Market Share Trends of the Top 5 Market Leaders per Province) examines five main research focuses. The five focuses are: 1) Research data on the growth trends of the Indonesian palm cooking oil market from 2020 to 2026 (estimated) in terms of value and volume; 2) Research data on the CPO supply and demand balance and its allocation to the market, energy, and other sectors in 2025; 3) Research data on the market share of the top five market leaders in palm cooking oil in Indonesia from 2020 to 2025; 4) Research data on the market share of the top five market leaders in palm cooking oil in Indonesia from 2026 (estimated) by province; and 5) Track record of palm cooking oil market growth from 2010 to 2020.

In the first research focus, the Duniaindustri.com team presents data on the growth trends of the Indonesian palm cooking oil market from 2020 to 2026 (estimated) in terms of value and volume, along with a comprehensive annual analysis, providing a detailed overview of the conditions that occurred during that year. This data is presented on pages 11 to 13.

Next, moving on to the second research focus, the Duniaindustri.com team presents research data on the CPO supply-demand balance and its allocation to the market, energy, and other sectors in 2025. Shifting trends are also analyzed in depth on pages 14 to 16.

Furthermore, on pages 17 and 18, research data on the market share of the five top market leaders in palm cooking oil in Indonesia for the 2020-2025 period, along with market analysis, is presented. This is expected to serve as a benchmark for competition among palm oil producers in Indonesia.

The Duniaindustri.com team then presents research data on the market share of the five top market leaders in palm cooking oil in Indonesia for the 2026 period (estimated) by province on pages 19 and 20, which is expected to serve as a benchmark for future market growth.

As a complement, the Duniaindustri.com team also outlines the track record of palm cooking oil market growth from 2010 to 2020. This includes the market share of palm cooking oil producers based on installed capacity for the 2013 and 2015 periods, complete with the respective capacities of the five largest players.

This 2020-2026 Cooking Oil Market Growth Research Data Report (Market Share Trends for the Top 5 Market Leaders by Province) contains 49 PDF pages (3.9 MB) derived from comprehensive research by the Duniaindustri.com team, supported by data from Statistics Indonesia (BPS), the World Bank, industry associations, government agencies, and several leading cooking oil companies. The industry data index is a new feature on duniaindustri.com, displaying hundreds of selected data sets tailored to user needs. As of July 2026, there are 326 specific research data sets from 30 industrial sectors. All data is presented in PDF format for easy download after users complete the process: click "purchase," click "checkout," and fill out the form. Duniaindustri.com prioritizes the validity and authenticity of the data sources it presents. Thank you for your trust in duniaindustri.com.(*)

 Source: click here

Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi)

Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi) ini dirilis minggu kedua Juli 2026 menampilkan laporan data research spesifik, riset spesifik pertumbuhan pasar industri minyak goreng, database lengkap, serta pangsa pasar market leader per provinsi. Riset data ini berisi 49 halaman pdf berukuran 3,9 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.


Riset ini dimulai dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia 2020-2026 serta outlook 2026. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020-2026 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk pebisnis industri bumbu dan BTP. (halaman 2-4)

Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Masuk ke fokus pembahasan riset, Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi) ini mengulas 5 fokus utama riset. Kelima fokus itu adalah 1) Data riset tren pertumbuhan pasar minyak goreng sawit di Indonesia 2020-2026 (estimasi) secara nilai maupun volume, 2) Data riset neraca supply demand CPO dan alokasi pemanfaatannya ke sektor pangsa, energi, dan lainnya di 2025, 3) Data riset pangsa pasar 5 top market leader minyak goreng sawit di Indonesia periode 2020-2025, 4) Data riset pangsa pasar 5 top market leader minyak goreng sawit di Indonesia periode 2026 (estimasi) per provinsi, 5) Rekam jejak pertumbuhan pasar minyak goreng sawit sejak 2010 hingga 2020.

Pada focus riset pertama, tim Duniaindustri.com menampilkan data tren pertumbuhan pasar minyak goreng sawit di Indonesia 2020-2026 (estimasi) secara nilai maupun volume beserta analisis per tahun secara komprehensif, sehingga memberikan gambaran terperinci kondisi yang terjadi di tahun tersebut. Data ini ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 13.

Selanjutnya, masuk ke focus riset kedua, tim Duniaindustri.com menampilkan data riset neraca supply demand CPO dan alokasi pemanfaatannya ke sektor pangsa, energi, dan lainnya di 2025. Pergeseran trend ikut dianalisis secara mendalam pada halaman 14 sampai 16.

Kemudian, pada halaman 17 dan halaman 18, ditampilkan data riset pangsa pasar 5 top market leader minyak goreng sawit di Indonesia periode 2020-2025 beserta market analysis-nya. Hal ini diharapkan menjadi benchmark persaingan antar produsen minyak sawit di Indonesia.

Tim Duniaindustri.com selanjutnya menampilkan data riset pangsa pasar 5 top market leader minyak goreng sawit di Indonesia periode 2026 (estimasi) per provinsi pada halaman 19 dan 20, yang diharapkan menjadi salah satu tolak ukur pertumbuhan pasar ke depan.

Sebagai pelengkap, tim Duniaindustri.com juga menjabarkan rekam jejak pertumbuhan pasar minyak goreng sawit sejak 2010 hingga 2020. Termasuk di dalamnya, pangsa pasar produsen minyak goreng sawit berdasarkan kapasitas terpasang untuk periode 2013 dan 2015, lengkap dengan masing-masing kapasitas 5 pemain terbesar.

Laporan Data Riset Pertumbuhan Pasar Minyak Goreng 2020-2026 (Tren Pangsa Pasar Top 5 Market Leader Per Provinsi) ini berisi 49 halaman pdf berukuran 3,9 MB yang berasal dari riset komprehensif tim Duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Bank Dunia, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan market leader minyak goreng. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users. Per Juli 2026, terdapat 326 riset data spesifik dari 30 sektor industri. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini