Penjualan semen Februari 2016 tumbuh tipis sebesar 2,9% menjadi 4,45 juta ton dibanding bulan yang sama 2015 sebesar 4,32 juta ton, ditopang peningkatan permintaan di pasar Sumatera, menurut data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) yang diperoleh duniaindustri.com. Kenaikan penjualan di pasar Sumatera sebesar 17% mengkompensasi penurunan pasar di Pulau Jawa (-1,5%) dan Pulau Kalimantan (-21,9%).
Meski demikian, penjualan semen di Indonesia pada Februari 2016 masih lebih rendah dibanding Januari tahun ini sebesar 5,2 juta ton. Dalam dua bulan pertama 2016, penjualan semen di Indonesia mencapai 9,66 juta ton, tumbuh 6,1% dibanding periode yang sama 2015 sebanyak 9,1 juta ton.
Dilihat per daerah, penjualan semen di Pulau Sumatera dan Sulawesi yang tumbuh signifikan menjadi pendorong utama konsumsi semen di Indonesia. Penjualan semen di Sumatera tumbuh 17% menjadi 1,03 juta ton pada Februari 2016 secara tahunan, sedangkan di Sulawesi meningkat 33,5% menjadi 417 ribu ton.
Sementara penjualan semen di Pulau Jawa turun 1,5% menjadi 2,38 juta ton pada Februari 2016 secara tahunan, didorong penurunan di Jakarta (-5,6%), Banten (-12,9), dan Yogyakarta (-11,9%). Kenaikan penjualan yang rendah terjadi di Jawa Barat (+1,3%), Jawa Tengah (+0,7%), dan Jawa Timur (+2,6%). Di Pulau Kalimantan, penjualan semen juga anjlok -21,9% pada Februari 2016.
Duniaindustri.com menilai penurunan penjualan di dua pasar terbesar di Indonesia, yakni Pulau Jawa dan Kalimantan, akan memperparah persaingan pasar (market competition) mengingat munculnya sejumlah pemain baru di kedua daerah tersebut.
Persaingan industri semen terutama untuk sejumlah merek semen di Pulau Jawa dan Kalimantan diperkirakan makin memanas seiring kehadiran pemain-pemain baru, menurut riset duniaindustri.com. Munculnya pemain-pemain baru berpotensi menggerus pangsa pasar pemain existing jika tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat.
Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pasar semen di Pulau Jawa pada 2015 mencapai 33,69 juta ton, turun 0,1% dibanding 2014 sebesar 33,73 juta ton. Pasar semen di Pulau Jawa berkontribusi 55,74% dari total pasar semen di Indonesia. Dari jumlah itu, pasar semen terbesar di Pulau Jawa terletak di Jawa Barat sebesar 8,93 juta ton atau setara 26,5% dari total pasar semen di Pulau Jawa. Setelah Jawa Barat, pasar semen terbesar kedua yakni Jawa Timur sebesar 8,1 juta ton, Jawa Tengah 7,12 juta ton, Jakarta 5,3 juta ton, Banten 3,28 juta ton, dan Yogyakarta 940 ribu ton.
Sementara pasar semen di Kalimantan pada 2015 mencapai 4,06 juta ton, atau setara 6,7% dari total pasar semen di Indonesia.
Tahun ini sejumlah pemain baru akan merealisasikan pabrik baru dan mulai merambah pasar terutama di Pulau Jawa dan Kalimantan. Sebut saja, Semen Garuda, Semen Merah Putih, Semen Puger, Semen Bima, Semen Jawa akan meramaikan pasar semen di Pulau Jawa. Sementara Semen Conch akan memperketat persaingan semen di Pulau Kalimantan.
Berdasarkan kompilasi data duniaindustri.com, Pulau Jawa saat ini dikuasai dua produsen semen besar, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan pangsa pasar masing-masing sekitar 38,8% dan 37%. Begitu juga di Pulau Kalimantan, Semen Indonesia dan Indocement menguasai pangsa pasar masing-masing sekitar 51,6% dan 27,9%.
Kehadiran pemain-pemain baru dengan merek semen yang baru akan terus memanaskan kompetisi pasar dengan pemain existing, mengingat skala ekonomi dan perang harga dimungkinkan terjadi. Pemain baru diperkirakan menggencarkan promosi dan diskon harga terutama di daerah dekat pabrik untuk menopang pertumbuhan merek semen mereka. Hal itu tentu harus diantisipasi pemain-pemain existing.(*)
Sumber: di sini
Rabu, 16 Maret 2016
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016 ini menampilkan riset independen, data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan brand (merek) rokok di Indonesia, mulai dari volume produksi, pangsa pasar merek-merek (brand) rokok di Indonesia, nilai pasar (market size) industri, konsumsi rokok, jumlah perokok, segmentasi perokok, pemimpin pasar, para pemain terbesar, pangsa pasar segmen rokok, dan kinerja produksi serta keuangan para pemain rokok di negeri ini, dan tidak ketinggalan strategi top 3 market leader di industri rokok.
Volume produksi rokok pada 2015 diperkirakan tumbuh tipis dibanding 2014, dari 314 miliar batang menjadi 315 miliar batang, dengan nilai pasar industri (market size) diestimasi Rp 222,7 triliun – Rp 224,2 triliun pada 2015. Data ini juga menampilkan proyeksi dan outlook 2016.
Selain itu, ditampilkan tren pemimpin pasar industri rokok di Indonesia dari 1979-2015. Sejak 1989-2007, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 28%-47%. Namun sejak kuartal I 2007, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan dukungan Philip Morris menggeser Gudang Garam dan merajai industri rokok nasional. Pada 2010, market share HM Sampoerna sebesar 30,9% dan pada 2015 sekitar 35,2%. Juga ditampilkan pangsa pasar pemain lainnya.
Ikut ditampilkan tren pertumbuhan pangsa pasar segmen rokok, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai sigaret kretek mesin (SKM) LTN dan SKM FF, sementara sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret putih mesin (SPM) cenderung menurun.
Secara khusus, riset persaingan brand rokok ini top 10 market leader brand (merek) rokok di Indonesia berdasarkan penjualan, perubahan pangsa pasar 2014 dan 2015, tren perkembangan pangsa sejak 1979 hingga 2015. Duniaindustri.com juga membuat riset terkait brand equity market leader brand rokok di Indonesia, dari mulai tren penjualan dikaitkan dengan biaya iklan dan promosi yang dihabiskan.
HM Sampoerna pemimpin pasar rokok di Indonesia memiliki merek produk yang kuat dan cenderung mendominasi pasar. HM Sampoerna merajai di segmen SKM 31%, SKT 39%, dan SPM 81%. Ikut dibedah, pangsa pasar produk HM Sampoerna yakni A Mild, Dji Sam Soe, Malboro, U mild, dan Sampoerna Kretek.
Selain HM Sampoerna, ikut ditampilkan data-data terkait PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bentoel International investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Di samping pangsa pasar merek produk, juga diulas, fasilitas produksi, jalur pemasaran dan distribusi, tren penjualan dan pendapatan serta laba (EBITDA), serta kenaikan cukai 2015.
Data sebanyak 28 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.
Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)
Sumber: di sini
Volume produksi rokok pada 2015 diperkirakan tumbuh tipis dibanding 2014, dari 314 miliar batang menjadi 315 miliar batang, dengan nilai pasar industri (market size) diestimasi Rp 222,7 triliun – Rp 224,2 triliun pada 2015. Data ini juga menampilkan proyeksi dan outlook 2016.
Selain itu, ditampilkan tren pemimpin pasar industri rokok di Indonesia dari 1979-2015. Sejak 1989-2007, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 28%-47%. Namun sejak kuartal I 2007, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan dukungan Philip Morris menggeser Gudang Garam dan merajai industri rokok nasional. Pada 2010, market share HM Sampoerna sebesar 30,9% dan pada 2015 sekitar 35,2%. Juga ditampilkan pangsa pasar pemain lainnya.
Ikut ditampilkan tren pertumbuhan pangsa pasar segmen rokok, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai sigaret kretek mesin (SKM) LTN dan SKM FF, sementara sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret putih mesin (SPM) cenderung menurun.
Secara khusus, riset persaingan brand rokok ini top 10 market leader brand (merek) rokok di Indonesia berdasarkan penjualan, perubahan pangsa pasar 2014 dan 2015, tren perkembangan pangsa sejak 1979 hingga 2015. Duniaindustri.com juga membuat riset terkait brand equity market leader brand rokok di Indonesia, dari mulai tren penjualan dikaitkan dengan biaya iklan dan promosi yang dihabiskan.
HM Sampoerna pemimpin pasar rokok di Indonesia memiliki merek produk yang kuat dan cenderung mendominasi pasar. HM Sampoerna merajai di segmen SKM 31%, SKT 39%, dan SPM 81%. Ikut dibedah, pangsa pasar produk HM Sampoerna yakni A Mild, Dji Sam Soe, Malboro, U mild, dan Sampoerna Kretek.
Selain HM Sampoerna, ikut ditampilkan data-data terkait PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bentoel International investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Di samping pangsa pasar merek produk, juga diulas, fasilitas produksi, jalur pemasaran dan distribusi, tren penjualan dan pendapatan serta laba (EBITDA), serta kenaikan cukai 2015.
Data sebanyak 28 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.
Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)
Sumber: di sini
Peta Persaingan Perusahaan Berbasis Online di Indonesia
Inilah 10 perusahaan berbasis online dengan valuasi termahal di Indonesia pada 2016. Data dari webstatsdomain.org yang dikumpulkan duniaindustri.com menyebutkan, Detik.com menduduki urutan pertama di negeri ini dengan estimasi valuasi nilai US$ 40.136.296 (atau setara Rp 521,7 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$). Nilai valuasi Detik.com naik dari tahun sebelumnya hanya US$ 19.4 juta (atau setara Rp 275 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$ pada 2015).
Kenaikan nilai valuasi itu seiring peningkatan peringkat Detik.com di dunia, pada 2016 Detik.com berada di urutan 156 di dunia, naik dibanding 2015 di peringkat 267 di dunia, dari sekitar 30 juta website secara gobal. Sekitar 94,7% traffic berasal dari Indonesia, dan skor search engine optimization (SEO) 77%.
Di peringkat kedua perusahaan online termahal, Kaskus.co.id dengan nilai valuasi US$ 19.403.852 (atau setara Rp 252.2 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$) pada 2016, naik dibanding valuasi pada 2015 sebesar US$ 17.808.931 (setara Rp 252,3 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Meski nilai valuasi dalam dolar Amerika Serikat naik, peringkat Kaskus.co.id di dunia sedikit turun menjadi ranking 314 dunia pada 2016 dibanding tahun sebelumnya yang menempati ranking 304 dunia. Sekitar 93,9% traffic kaskus.co.id berasal dari Indonesia, dengan skor SEO 87%.
Kejutan luarbiasa terjadi di posisi ketiga. Terjadi perubahan drastis, dari sebelumnya menduduki posisi 10 pada 2015, Tribunnews.com, portal berita milik Grup Kompas, berhasil menyodok langsung ke posisi ketiga perusahaan berbasis online termahal di Indonesia. Tribunnews.com memiliki nilai valuasi pada 2016 sebesar US$ 18.980.423 (atau setara Rp 246,7 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), meningkat sangat signifikan dibanding 2015 sebesar US$ 1.619.162 (atau setara Rp 22,9 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Secara global, peringkat Tribunnews.com juga meroket menjadi posisi 215 dunia pada 2016, dari posisi 2015 di ranking 1.277 dunia, ditopang traffic 93,4% dari Indonesia dan skor SEO sebesar 65%. Selain itu, Tribunnews.com juga mengalahkan peringkat dunia Kaskus.co.id, meski secara nilai valuasi masih lebih rendah.
Urutan keempat diduduki portal berita dari Emtek Group, yakni Liputan6.com, dengan valuasi pada 2016 sebesar US$ 18.780.593 (atau setara Rp 244 miliar), naik signifikan dibanding 2015 yang hanya sebesar US$ 10.934.744 (atau setara Rp 154,9 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Liputan6.com pada 2016 menduduki ranking 293 dunia, meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya di urutan 450 dunia yang ditopang traffic 94,3% dari Indonesia. Skor SEO untuk Liputan6.com sebesar 79%. Liputan6.com menggeser peringkat Kompas.com yang sebelumnya menduduki peringkat keempat.
Kompas.com berada di posisi kelima dengan nilai valuasi 2016 sebesar US$ 14.505.115 (atau setara Rp 188,5 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), naik dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 13.643.062 (atau setara Rp 193,3 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Kompas.com menduduki ranking 360 dunia pada tahun ini, meningkat dibanding peringkat 402 dunia pada 2015, dengan ditopang traffic 91,6% dari Indonesia. Skor SEO Kompas.com 75%.
Dominasi E-commerce
Di posisi keenam, situs e-commerce marketplace Bukalapak.com memiliki valuasi pada 2016 sebesar US$ 11.616.148 (atau setara dengan Rp 151 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), atau naik tajam dibanding valuasi pada 2015 sebesar US$ 7.443.979 (atau setara Rp 105,4 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Bukalapak.com menduduki ranking 383 dunia pada 2016, meningkat dari posisi 472 dunia pada 2015, yang ditopang traffic 96,8% dari Indonesia. Skor SEO untuk marketplace ini tergolong standar, sebesar 65%.
Ketujuh, situs e-commerce marketplace Tokopedia.com memiliki valuasi nilai pada 2016 sebesar US$ 9.194.011 (atau setara dengan Rp 119,5 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), naik dari valuasi 2015 sebesar US$ 2.087.511 (atau setara Rp 29,5 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Peringkat secara global Tokopedia.com juga naik tajam menjadi ranking 451 dunia pada 2016 dari ranking 713 dunia pada 2015. Tokopedia.com ditopang traffic 96,8% dari Indonesia. Skor SEO untuk marketplace ini sebesar 69%. Posisi Tokopedia.com menanjak ke urutan keenam di Indonesia menggeser Lazada.co.id dan Olx.co.id.
Kedelapan, e-commerce yang semula tenar dengan nama Tokobagus.com kemudian berubah menjadi Olx.co.id, dengan valuasi nilai pada 2016 sebesar US$ 2.116.520 (atau setara Rp 27,5 miliar), turun tipis dibanding 2015 dengan nilai valuasi US$ 2.167.954 (atau setara Rp 30,7 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Secara global, peringkat Olx.co.id juga cenderung turun pada 2016 menjadi urutan 1.236 dunia, dibanding posisi pada 2015 di ranking 1.081 dunia. Traffic Olx.co.id berasal 94,9% dari Indonesia dengan skor SEO sebesar 76%.
Lazada.co.id berada di posisi kesembilan dengan valuasi nilai pada 2016 sebesar US$ 1.788.326 (atau setara Rp 23,2 miliar), turun dibanding nilai valuasi pada 2015 sebesar US$ 3.782.512 (atau setara Rp 53,5 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Secara global, Lazada.co.id berada di ranking 991 dunia pada 2016, anjlok dibanding peringkat pada 2015 yakni urutan 639 dunia. Lazada.co.id ditopang traffic 96,1% dari Indonesia. Skor SEO untuk website ini juga turun dari sebesar 74% pada 2015 menjadi hanya 62% pada 2016.
Kesepuluh, portal berita besutan Grup Bakrie, Viva.co.id, memiliki valuasi nilai pada 2016 sebesar US$ 1.490.362 (atau setara Rp 19,37 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), lebih rendah dibanding nilai valuasi pada 2015 sebesar US$ 1.863.413 (atau setara Rp 26,4 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Secara global, peringkat Viva.co.id juga melemah ke posisi 2.357 dunia pada 2016 dibanding posisi pada 2015 di ranking 1.194 dunia. Viva.co.id ditopang traffic 95,6% dari Indonesia dengan skor SEO sebesar 64%.
Konsep Baru
Di tengah hiruk pikuk persaingan e-commerce yang makin ketat, Desainbagus.com sebagai salah satu creative digital agency terdepan di Indonesia ikut mendukung pertumbuhan bisnis berbasis online di Indonesia. Menyadari pesatnya bisnis e-commerce di Indonesia, Desainbagus.com menawarkan konsep dan pendekatan baru bagi pebisnis di industri ini.
Desainbagus.com mengusung konsep targeting experience bagi pebisnis online dengan memfokuskan perhatian terhadap target (sasaran/goal) dari pebisnis online. Dengan pengalaman dan line-up tool yang lengkap, konsep baru ini memudahkan pebisnis online untuk mencapai target dalam waktu singkat. Secara praktis, pebisnis online tinggal mengutarakan target yang diinginkan, sementara Desainbagus.com akan bekerja dari mulai ide, strategi, sarana dan alat kelengkapan (tools), analisis dan riset persaingan, hingga evaluasi hasil.
“Konsep baru ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pebisnis online ataupun pendatang baru untuk menjawab tantangan yang makin ketat,” kata CEO Desain Bagus Group Caturama Aritsyah.
Dengan dukungan kompetensi yang mumpuni dari pembuatan desain, web dan aplikasi, programming, scripting, hingga web maintenance, SEO, copywriting, competitor analysis, social media management dan viral apps, hingga branding strategy, konsep baru ini mampu membawa industri berbasis online ke level baru yang lebih tinggi. Hal itu juga tentu didukung dengan berbagai keunggulan seperti low cost, desain unik dan berkualitas, serta costumer friendly.
Sejak 2011, Desainbagus.com telah dipercaya ribuan costumer mulai dari perusahaan skala besar, menengah, hingga industri kecil. Sebut saja, PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR), PT Hexa Eka Life Insurance, PT Megapolitan Development Tbk (EMDE), PT Argo Selaras, PT Synergi Dinamik Jaya, PT Kombat Excelindo, PT Dyas Mitra Selaras, PT Nadiso Ridean Teknologi, hingga brand terkemuka seperti Kusuka dan Catylac.
Dengan sumber daya muda dan berdaya juang tinggi, desainbagus.com berambisi ikut memajukan bisnis e-commerce di Indonesia. Hingga semester I 2015, total jumlah website dan aplikasi online yang telah dikembangkan Desain Bagus Group mencapai 1.100, naik dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Kontrak pembuatan aplikasi online juga datang dari korporasi besar dari sektor asuransi, farmasi, perbankan, telekomunikasi, sekuritas, media, agroindustri, dan lainnya.
Begitu juga dengan kinerja finansial Desain Bagus Group. Pertumbuhan permintaan mendorong kenaikan pendapatan dan profitabilitas, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dan karyawan. Nilai tambah itu berupa pembagian dividen dari laba bersih perusahaan yang dibagikan pada Juli 2013. Bahkan, pada akhir Maret 2014, Desain Bagus Group mampu memberikan dividen kedua bagi pemegang saham yang meningkat dibanding dividen pada 2013, sekitar 30% dari laba bersih perusahaan.
“Dengan strategi yang tepat dan terarah, Desain Bagus Group akan terus berekspansi dan menumbuhkan kreativitas untuk menciptakan kinerja yang efisien dan berkesinambungan,” kata CEO Desain Bagus Group Caturama Aritsyah. Untuk mengembangkan bisnis ke depan, Desain Bagus Group membuka peluang untuk kerjasama menguntungkan dengan mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan lebih pesat. Desain Bagus Group juga memiliki rencana jangka panjang yakni go public dalam 10 tahun mendatang.(*)
Kenaikan nilai valuasi itu seiring peningkatan peringkat Detik.com di dunia, pada 2016 Detik.com berada di urutan 156 di dunia, naik dibanding 2015 di peringkat 267 di dunia, dari sekitar 30 juta website secara gobal. Sekitar 94,7% traffic berasal dari Indonesia, dan skor search engine optimization (SEO) 77%.
Di peringkat kedua perusahaan online termahal, Kaskus.co.id dengan nilai valuasi US$ 19.403.852 (atau setara Rp 252.2 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$) pada 2016, naik dibanding valuasi pada 2015 sebesar US$ 17.808.931 (setara Rp 252,3 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Meski nilai valuasi dalam dolar Amerika Serikat naik, peringkat Kaskus.co.id di dunia sedikit turun menjadi ranking 314 dunia pada 2016 dibanding tahun sebelumnya yang menempati ranking 304 dunia. Sekitar 93,9% traffic kaskus.co.id berasal dari Indonesia, dengan skor SEO 87%.
Kejutan luarbiasa terjadi di posisi ketiga. Terjadi perubahan drastis, dari sebelumnya menduduki posisi 10 pada 2015, Tribunnews.com, portal berita milik Grup Kompas, berhasil menyodok langsung ke posisi ketiga perusahaan berbasis online termahal di Indonesia. Tribunnews.com memiliki nilai valuasi pada 2016 sebesar US$ 18.980.423 (atau setara Rp 246,7 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), meningkat sangat signifikan dibanding 2015 sebesar US$ 1.619.162 (atau setara Rp 22,9 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Secara global, peringkat Tribunnews.com juga meroket menjadi posisi 215 dunia pada 2016, dari posisi 2015 di ranking 1.277 dunia, ditopang traffic 93,4% dari Indonesia dan skor SEO sebesar 65%. Selain itu, Tribunnews.com juga mengalahkan peringkat dunia Kaskus.co.id, meski secara nilai valuasi masih lebih rendah.
Urutan keempat diduduki portal berita dari Emtek Group, yakni Liputan6.com, dengan valuasi pada 2016 sebesar US$ 18.780.593 (atau setara Rp 244 miliar), naik signifikan dibanding 2015 yang hanya sebesar US$ 10.934.744 (atau setara Rp 154,9 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Liputan6.com pada 2016 menduduki ranking 293 dunia, meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya di urutan 450 dunia yang ditopang traffic 94,3% dari Indonesia. Skor SEO untuk Liputan6.com sebesar 79%. Liputan6.com menggeser peringkat Kompas.com yang sebelumnya menduduki peringkat keempat.
Kompas.com berada di posisi kelima dengan nilai valuasi 2016 sebesar US$ 14.505.115 (atau setara Rp 188,5 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), naik dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 13.643.062 (atau setara Rp 193,3 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Kompas.com menduduki ranking 360 dunia pada tahun ini, meningkat dibanding peringkat 402 dunia pada 2015, dengan ditopang traffic 91,6% dari Indonesia. Skor SEO Kompas.com 75%.
Dominasi E-commerce
Di posisi keenam, situs e-commerce marketplace Bukalapak.com memiliki valuasi pada 2016 sebesar US$ 11.616.148 (atau setara dengan Rp 151 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), atau naik tajam dibanding valuasi pada 2015 sebesar US$ 7.443.979 (atau setara Rp 105,4 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Bukalapak.com menduduki ranking 383 dunia pada 2016, meningkat dari posisi 472 dunia pada 2015, yang ditopang traffic 96,8% dari Indonesia. Skor SEO untuk marketplace ini tergolong standar, sebesar 65%.
Ketujuh, situs e-commerce marketplace Tokopedia.com memiliki valuasi nilai pada 2016 sebesar US$ 9.194.011 (atau setara dengan Rp 119,5 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), naik dari valuasi 2015 sebesar US$ 2.087.511 (atau setara Rp 29,5 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Peringkat secara global Tokopedia.com juga naik tajam menjadi ranking 451 dunia pada 2016 dari ranking 713 dunia pada 2015. Tokopedia.com ditopang traffic 96,8% dari Indonesia. Skor SEO untuk marketplace ini sebesar 69%. Posisi Tokopedia.com menanjak ke urutan keenam di Indonesia menggeser Lazada.co.id dan Olx.co.id.
Kedelapan, e-commerce yang semula tenar dengan nama Tokobagus.com kemudian berubah menjadi Olx.co.id, dengan valuasi nilai pada 2016 sebesar US$ 2.116.520 (atau setara Rp 27,5 miliar), turun tipis dibanding 2015 dengan nilai valuasi US$ 2.167.954 (atau setara Rp 30,7 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Secara global, peringkat Olx.co.id juga cenderung turun pada 2016 menjadi urutan 1.236 dunia, dibanding posisi pada 2015 di ranking 1.081 dunia. Traffic Olx.co.id berasal 94,9% dari Indonesia dengan skor SEO sebesar 76%.
Lazada.co.id berada di posisi kesembilan dengan valuasi nilai pada 2016 sebesar US$ 1.788.326 (atau setara Rp 23,2 miliar), turun dibanding nilai valuasi pada 2015 sebesar US$ 3.782.512 (atau setara Rp 53,5 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Secara global, Lazada.co.id berada di ranking 991 dunia pada 2016, anjlok dibanding peringkat pada 2015 yakni urutan 639 dunia. Lazada.co.id ditopang traffic 96,1% dari Indonesia. Skor SEO untuk website ini juga turun dari sebesar 74% pada 2015 menjadi hanya 62% pada 2016.
Kesepuluh, portal berita besutan Grup Bakrie, Viva.co.id, memiliki valuasi nilai pada 2016 sebesar US$ 1.490.362 (atau setara Rp 19,37 miliar dengan kurs Rp 13.000/US$), lebih rendah dibanding nilai valuasi pada 2015 sebesar US$ 1.863.413 (atau setara Rp 26,4 miliar dengan kurs Rp 14.170/US$). Secara global, peringkat Viva.co.id juga melemah ke posisi 2.357 dunia pada 2016 dibanding posisi pada 2015 di ranking 1.194 dunia. Viva.co.id ditopang traffic 95,6% dari Indonesia dengan skor SEO sebesar 64%.
Konsep Baru
Di tengah hiruk pikuk persaingan e-commerce yang makin ketat, Desainbagus.com sebagai salah satu creative digital agency terdepan di Indonesia ikut mendukung pertumbuhan bisnis berbasis online di Indonesia. Menyadari pesatnya bisnis e-commerce di Indonesia, Desainbagus.com menawarkan konsep dan pendekatan baru bagi pebisnis di industri ini.
Desainbagus.com mengusung konsep targeting experience bagi pebisnis online dengan memfokuskan perhatian terhadap target (sasaran/goal) dari pebisnis online. Dengan pengalaman dan line-up tool yang lengkap, konsep baru ini memudahkan pebisnis online untuk mencapai target dalam waktu singkat. Secara praktis, pebisnis online tinggal mengutarakan target yang diinginkan, sementara Desainbagus.com akan bekerja dari mulai ide, strategi, sarana dan alat kelengkapan (tools), analisis dan riset persaingan, hingga evaluasi hasil.
“Konsep baru ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pebisnis online ataupun pendatang baru untuk menjawab tantangan yang makin ketat,” kata CEO Desain Bagus Group Caturama Aritsyah.
Dengan dukungan kompetensi yang mumpuni dari pembuatan desain, web dan aplikasi, programming, scripting, hingga web maintenance, SEO, copywriting, competitor analysis, social media management dan viral apps, hingga branding strategy, konsep baru ini mampu membawa industri berbasis online ke level baru yang lebih tinggi. Hal itu juga tentu didukung dengan berbagai keunggulan seperti low cost, desain unik dan berkualitas, serta costumer friendly.
Sejak 2011, Desainbagus.com telah dipercaya ribuan costumer mulai dari perusahaan skala besar, menengah, hingga industri kecil. Sebut saja, PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR), PT Hexa Eka Life Insurance, PT Megapolitan Development Tbk (EMDE), PT Argo Selaras, PT Synergi Dinamik Jaya, PT Kombat Excelindo, PT Dyas Mitra Selaras, PT Nadiso Ridean Teknologi, hingga brand terkemuka seperti Kusuka dan Catylac.
Dengan sumber daya muda dan berdaya juang tinggi, desainbagus.com berambisi ikut memajukan bisnis e-commerce di Indonesia. Hingga semester I 2015, total jumlah website dan aplikasi online yang telah dikembangkan Desain Bagus Group mencapai 1.100, naik dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Kontrak pembuatan aplikasi online juga datang dari korporasi besar dari sektor asuransi, farmasi, perbankan, telekomunikasi, sekuritas, media, agroindustri, dan lainnya.
Begitu juga dengan kinerja finansial Desain Bagus Group. Pertumbuhan permintaan mendorong kenaikan pendapatan dan profitabilitas, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dan karyawan. Nilai tambah itu berupa pembagian dividen dari laba bersih perusahaan yang dibagikan pada Juli 2013. Bahkan, pada akhir Maret 2014, Desain Bagus Group mampu memberikan dividen kedua bagi pemegang saham yang meningkat dibanding dividen pada 2013, sekitar 30% dari laba bersih perusahaan.
“Dengan strategi yang tepat dan terarah, Desain Bagus Group akan terus berekspansi dan menumbuhkan kreativitas untuk menciptakan kinerja yang efisien dan berkesinambungan,” kata CEO Desain Bagus Group Caturama Aritsyah. Untuk mengembangkan bisnis ke depan, Desain Bagus Group membuka peluang untuk kerjasama menguntungkan dengan mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan lebih pesat. Desain Bagus Group juga memiliki rencana jangka panjang yakni go public dalam 10 tahun mendatang.(*)
Sumber: di sini
Selasa, 15 Maret 2016
Wow Omzet Industri Ritel Rp 4.306 Triliun
Pasar industri ritel di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 326 miliar atau senilai Rp 4.306 triliun tahun ini, menurut data lembaga riset AT Kearney. Tingginya nilai pasar industri ritel di Indonesia ditopang pertumbuhan konsumen kelas menengah, meski perekonomian nasional sedang mengalami perlambatan.
Dalam Indeks Pembangunan Ritel Global (GRDI) 2015 yang dirilis AT Kearney, pertumbuhan industri ritel di Indonesia berada di peringkat 12 dunia. Ini adalah tingkat pertumbuhan ritel tertinggi yang pernah dicapai Indonesia dalam indeks sejak 2001.
Pertumbuhan industri ritel di Indonesia tumbuh 14,5% pada tahun lalu dan diperkirakan masih dapat mencatat pertumbuhan yang sama di tahun ini. Peringkat GRDI meliputi 30 besar negara-negara berkembang dalam investasi ritel di seluruh dunia. Indeks menganalisis 25 variabel makroekonomi dan ritel khusus untuk membantu menyusun strategi global dalam mengidentifikasi peluang investasi pasar.
AT Karney menyebutkan peringkat Indonesia dibantu prospek positif perekonomian. Pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan akan rebound setelah mencapai angka terendah dalam lima tahun pada awal 2015, dan melebihi pasar regional lainnya ke depan.
“Temuan ini mengkonfirmasi optimisme GRDI jangka menengah di Indonesia dan dunia ritel terkemuka melihat potensi negara ini. Kelas menengah tumbuh, ditambah dengan konsumen dari berbagai format dan saluran menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan Indonesia di masa depan,” kata Presiden Direktur AT Kearney Indonesia John Kurtz dalam keterangan tertulis.
“Semua mata tertuju pada indeks seperti ini untuk menentukan apakah Indonesia akhirnya akan jatuh tempo menjadi pasar yang semua orang harapkan,” tambahnya.
Pasar ritel di Indonesia terus berkembang, dan itu memerlukan perbaikan infrastruktur dan peraturan yang lebih menguntungkan untuk membantu sektor ini tumbuh lebih lanjut.
Pada Februari 2015, pemerintah mengumumkan rencana investasi US$ 22 miliar pada proyek infrastruktur, meskipun beberapa investor skeptis karena potensi penggunaan dana yang tidak efektif. Di sisi lain, peraturan masih tetap ketat, setelah Kementerian Perdagangan baru-baru ini menegaskan pembatasan jumlah maksimum waralaba dan toko.
Minimarket Indomaret dan Alfamart lokal berencana meningkatkan jejak kaki mereka di seluruh negeri. Di segmen hypermarket, Hypermart berencana memperluas usaha di Indonesia Timur. Sementara perusahaan ekuitas swasta AS Warburg Pincus telah membentuk usaha patungan dengan Indonesia’s Nirvana Development untuk mengembangkan hypermarket di tiga kota.
Pemain global juga bergerak di industri ritel. Pendatang baru pada 2014, termasuk SPAR Internasional, American Eagle Outfitters, dan WHSmith, dan Lotte (Korea Selatan), sudah ada di segmen department store. Selain itu, 7-Eleven, Parkson, Aeon, KFC, dan Domino Pizza semuanya mengumumkan rencana ekspansi.(*)
sumber: di sini
Dalam Indeks Pembangunan Ritel Global (GRDI) 2015 yang dirilis AT Kearney, pertumbuhan industri ritel di Indonesia berada di peringkat 12 dunia. Ini adalah tingkat pertumbuhan ritel tertinggi yang pernah dicapai Indonesia dalam indeks sejak 2001.
Pertumbuhan industri ritel di Indonesia tumbuh 14,5% pada tahun lalu dan diperkirakan masih dapat mencatat pertumbuhan yang sama di tahun ini. Peringkat GRDI meliputi 30 besar negara-negara berkembang dalam investasi ritel di seluruh dunia. Indeks menganalisis 25 variabel makroekonomi dan ritel khusus untuk membantu menyusun strategi global dalam mengidentifikasi peluang investasi pasar.
AT Karney menyebutkan peringkat Indonesia dibantu prospek positif perekonomian. Pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan akan rebound setelah mencapai angka terendah dalam lima tahun pada awal 2015, dan melebihi pasar regional lainnya ke depan.
“Temuan ini mengkonfirmasi optimisme GRDI jangka menengah di Indonesia dan dunia ritel terkemuka melihat potensi negara ini. Kelas menengah tumbuh, ditambah dengan konsumen dari berbagai format dan saluran menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan Indonesia di masa depan,” kata Presiden Direktur AT Kearney Indonesia John Kurtz dalam keterangan tertulis.
“Semua mata tertuju pada indeks seperti ini untuk menentukan apakah Indonesia akhirnya akan jatuh tempo menjadi pasar yang semua orang harapkan,” tambahnya.
Pasar ritel di Indonesia terus berkembang, dan itu memerlukan perbaikan infrastruktur dan peraturan yang lebih menguntungkan untuk membantu sektor ini tumbuh lebih lanjut.
Pada Februari 2015, pemerintah mengumumkan rencana investasi US$ 22 miliar pada proyek infrastruktur, meskipun beberapa investor skeptis karena potensi penggunaan dana yang tidak efektif. Di sisi lain, peraturan masih tetap ketat, setelah Kementerian Perdagangan baru-baru ini menegaskan pembatasan jumlah maksimum waralaba dan toko.
Minimarket Indomaret dan Alfamart lokal berencana meningkatkan jejak kaki mereka di seluruh negeri. Di segmen hypermarket, Hypermart berencana memperluas usaha di Indonesia Timur. Sementara perusahaan ekuitas swasta AS Warburg Pincus telah membentuk usaha patungan dengan Indonesia’s Nirvana Development untuk mengembangkan hypermarket di tiga kota.
Pemain global juga bergerak di industri ritel. Pendatang baru pada 2014, termasuk SPAR Internasional, American Eagle Outfitters, dan WHSmith, dan Lotte (Korea Selatan), sudah ada di segmen department store. Selain itu, 7-Eleven, Parkson, Aeon, KFC, dan Domino Pizza semuanya mengumumkan rencana ekspansi.(*)
sumber: di sini
Jumat, 11 Maret 2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017 ini menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri baja di Indonesia, mencakup highlights, tren pasar baja di Indonesia, tren konsumsi baja dan produksi baja serta ketergantungan impor, nilai pasar (market size) industri baja nasional, pangsa pasar produsen baja per segmen, tren harga baja global dan harga baja lokal, profil singkat market leader di industri baja Indonesia, serta prospek dan tantangan industi ini ke depan.
Sebagai gambaran, industri baja merupakan industri strategis. Sektor ini memainkan peran utama dalam memasok bahan-bahan baku vital untuk pembangunan di berbagai bidang mulai dari penyediaan infrastruktur (gedung, jalan, jembatan, jaringan listrik & telekomunikasi), produksi barang modal (mesin pabrik dan material pendukung serta suku cadangnya), alat transportasi (kapal laut, kereta api & relnya, otomotif), manufaktur (elektronik, permesinan, turbin dan pembangkit), hingga persenjataan. Atas perannya yang sangat penting tersebut, keberadaan industri baja layak disebut mother industry (ibu dari industri).(profil ringkas halaman 3-6)
Pada halaman 7 ditampilkan chart (infografik) terkait struktur industri baja nasional mulai dari pertambangan bijih besi, pengolahan pellet, iron making, steel making, hingga produk jadi. Di halaman 8, ditampilkan tren perkembangan industri baja global, dari mulai tren penurunan harga jual hingga level terendah di akhir 2015 hingga permintaan (demand) di China yang anjlok sehingga mengakibatkan oversupply. Juga ditampilkan tren harga baja ekspor China dan harga impor baja ASEAN.
Di halaman 9, ditampilkan tren konsumsi produk baja akhir di Indonesia yang pada 2014 mencapai 12,9 juta ton, sementara produksi baja lokal hanya 5,5 juta ton, sehingga terjadi defisit pasokan sekitar 7,4 juta ton yang masih bergantung impor. Juga dijelaskan sejumlah katalis atau faktor pendorong konsumsi produk baja di Indonesia.
Sementara menurut kompilasi data yang diperoleh duniaindustri.com, konsumsi produk baja di Indonesia pada 2015 diestimasi 15,3 juta ton, naik dari tahun sebelumnya 14,2 juta ton. (halaman 10) Secara khusus, duniaindustri.com membuat riset terkait pasar baja lokal untuk proyeksi 2016-2017 disertai dengan tren produksi periode 2007-2017. (halaman 11).
Di halaman 12, duniaindustri.com menampilkan hasil riset terkait nilai pasar (market size) industri baja di Indonesia yang dihitung berdasarkan tingkat konsumsi nasional serta rata-rata harga baja global. Pada 2017, menurut perhitungan duniaindustri.com, total market size industri baja nasional diperkirakan mencapai US$ 7,7 miliar. Di halaman 13, ditampilkan infografik terkait utilisasi pabrik baja di Indonesia mulai dari iron makin, steel making, rolling mill, pipe making, galvanizing mill, nails, wires, bolds & nuts, coil centers, lengkap dengan kapasitas produksi nasional.
Di halaman 14, ditampilkan tren harga baja dunia yang mulai menunjukkan rebound pada Februari-Maret 2016. Tren harga baja hulu dan baja hilir juga dipaparkan lebih detail di halaman 15. Sedangkan konsumsi baja per segmen ditampilkan lebih detail dalam tabel di halaman 16. Sementara di halaman 19-30 ditampilkan profil singkat market leader di industri baja hulu dan hilir di Indonesia, lengkap dengan kinerja keuangan dan kapasitas produksinya.
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017 sebanyak 36 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), BPS, WHO dan Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan baja di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)
Sumber: di sini
Rabu, 09 Maret 2016
Mengenal 17 Big Player di Industri Biodiesel Indonesia
Industri biodiesel di Indonesia mulai bangkit, seiring dengan program mandatori pencampuran biodiesel ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebesar 15% atau B15 yang mulai diberlakukan 1 April 2015. Tidak heran para pemain besar di industri ini pun giat berekspansi menambah kapasitas produksi.
Di antara para produsen biodiesel di Indonesia, terdapat 17 pemain skala besar di antaranya PT Wilmar Bioenergy Indonesia di Riau dengan kapasitas 1,3 juta ton per tahun, PT Musim Mas di Medan dengan kapasitas 235 ribu ton per tahun, PT Eterindo Whanatama Gresik dengan kapasitas 80 ribu ton per tahun, PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik (1,3 juta ton per tahun), PT Sumi Asih Oleochem di Bekasi (100 ribu ton per tahun), PT Darmex Biofuels di Cikarang (150 ribu ton per tahun).
Pada 2014, total kapasitas industri biodiesel di Indonesia mencapai 4,99 juta ton atau setara 5,67 juta kiloliter, dengan perincian Riau dan Kepri 2,61 juta ton, Jawa Bagian Timur 1,57 juta ton, Jawa Bagian Barat 364 ribu ton, dan daerah lain-lain 233 ribu ton.
Pada 2015, terjadi penambahan kapasitas biodiesel sebesar 2,32 juta ton per tahun sehingga total kapasitas nasional naik menjadi 7,32 juta ton.
Ekspansi kapasitas produksi dari 11 perusahaan big player industri biodiesel ikut didorong program mandatori pencampuran biodiesel ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebesar 15% atau B15 yang mulai diberlakukan 1 April 2015 bakal mendongkrak harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global. Program ini juga memperkuat industri sawit nasional dan sekaligus menguntungkan Indonesia.
Ketua Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono sebelumnya mengungkapkan, mandatori B15 akan menentukan nasib industri CPO nasional. Jika kebijakan ini diterapkan secara konsisten, harga CPO bakal terkerek. Petani sawit juga akan diuntungkan, karena sebanyak 40%-45% lahan sawit merupakan kebun rakyat. “Kenaikan harga CPO global akan menghasilkan tambahan pendapatan bea keluar (BK) ekspor CPO,” ujar Joko.
Pabrik Terbesar di Dunia
Indonesia memiliki pabrik penghasil biodiesel terbesar di dunia yang berlokasi di Dumai, Riau, menggeser dominasi pabrik di Amerika Serikat. Menurut penelusuran tim duniaindustri.com, pabrik biodiesel di Dumai berkapasitas produksi satu juta ton per jam, melampaui kapasitas pabrik serupa di AS yang hanya 600 ribu ton per jam.
Hal itu berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan pernyataan pengelola Kawasan Industri Dumai (KID). Kawasan Industri Dumai (KID) telah menjelma menjadi penghasil biodiesel terbesar di dunia mengalahkan produksi terbesar dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat.
“Pabrik biodiesel terbesar dunia berkapasitas satu juta metrik ton per jam ada di Kawasan Industri Dumai (KID),” ujar Manager Industri dan Perdagangan KID, Agus Subchan Rachlan, di Dumai.
Dia mengatakan, Wilmar Group sebagai salah satu perusahaan berlokasi di KID yang memiliki pabrik biodiesel berkapasitas 1 juta metrik ton per jam itu, dan diprediksi merupakan yang terbesar di dunia mengalahkan biodiesel milik salah satu perusahaan di AS.
“Biodiesel milik `Imperium Renewables` yang berada di Seattle, Washington, Amerika Serikat hanya berkapasitas sekitar 60% dari kapasitas KID yang ada saat ini,” paparnya.(*)
Selengkapnya baca di sini
Di antara para produsen biodiesel di Indonesia, terdapat 17 pemain skala besar di antaranya PT Wilmar Bioenergy Indonesia di Riau dengan kapasitas 1,3 juta ton per tahun, PT Musim Mas di Medan dengan kapasitas 235 ribu ton per tahun, PT Eterindo Whanatama Gresik dengan kapasitas 80 ribu ton per tahun, PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik (1,3 juta ton per tahun), PT Sumi Asih Oleochem di Bekasi (100 ribu ton per tahun), PT Darmex Biofuels di Cikarang (150 ribu ton per tahun).
Pada 2014, total kapasitas industri biodiesel di Indonesia mencapai 4,99 juta ton atau setara 5,67 juta kiloliter, dengan perincian Riau dan Kepri 2,61 juta ton, Jawa Bagian Timur 1,57 juta ton, Jawa Bagian Barat 364 ribu ton, dan daerah lain-lain 233 ribu ton.
Pada 2015, terjadi penambahan kapasitas biodiesel sebesar 2,32 juta ton per tahun sehingga total kapasitas nasional naik menjadi 7,32 juta ton.
Ekspansi kapasitas produksi dari 11 perusahaan big player industri biodiesel ikut didorong program mandatori pencampuran biodiesel ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebesar 15% atau B15 yang mulai diberlakukan 1 April 2015 bakal mendongkrak harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global. Program ini juga memperkuat industri sawit nasional dan sekaligus menguntungkan Indonesia.
Ketua Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono sebelumnya mengungkapkan, mandatori B15 akan menentukan nasib industri CPO nasional. Jika kebijakan ini diterapkan secara konsisten, harga CPO bakal terkerek. Petani sawit juga akan diuntungkan, karena sebanyak 40%-45% lahan sawit merupakan kebun rakyat. “Kenaikan harga CPO global akan menghasilkan tambahan pendapatan bea keluar (BK) ekspor CPO,” ujar Joko.
Pabrik Terbesar di Dunia
Indonesia memiliki pabrik penghasil biodiesel terbesar di dunia yang berlokasi di Dumai, Riau, menggeser dominasi pabrik di Amerika Serikat. Menurut penelusuran tim duniaindustri.com, pabrik biodiesel di Dumai berkapasitas produksi satu juta ton per jam, melampaui kapasitas pabrik serupa di AS yang hanya 600 ribu ton per jam.
Hal itu berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan pernyataan pengelola Kawasan Industri Dumai (KID). Kawasan Industri Dumai (KID) telah menjelma menjadi penghasil biodiesel terbesar di dunia mengalahkan produksi terbesar dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat.
“Pabrik biodiesel terbesar dunia berkapasitas satu juta metrik ton per jam ada di Kawasan Industri Dumai (KID),” ujar Manager Industri dan Perdagangan KID, Agus Subchan Rachlan, di Dumai.
Dia mengatakan, Wilmar Group sebagai salah satu perusahaan berlokasi di KID yang memiliki pabrik biodiesel berkapasitas 1 juta metrik ton per jam itu, dan diprediksi merupakan yang terbesar di dunia mengalahkan biodiesel milik salah satu perusahaan di AS.
“Biodiesel milik `Imperium Renewables` yang berada di Seattle, Washington, Amerika Serikat hanya berkapasitas sekitar 60% dari kapasitas KID yang ada saat ini,” paparnya.(*)
Selengkapnya baca di sini
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO ini menampilkan perbandingan populasi, PDB per kapita, konsumsi minyak, di Indonesia, AS, China, Eropa, dan Rusia. Selain itu, dijabarkan 100 produk turunan CPO serta kapasitas produksi pengolahan, fractionation, dan modifikasi produk turunan CPO sejak 2011-2013. Ditampilkan juga kapasitas produksi oleokimia (fatty alcohol dan fatty acid) periode 2004-2015, kapasitas produksi biodiesel 2006-2013, proyeksi investasi hingga US$ 2,7 miliar, regulasi mandatori biodiesel. Ekspor CPO juga ditampilkan secara mendetail, dari mulai ekspor CPO, ekspor biodiesel, serta komparasinya dengan kebutuhan domestik periode 2009-2013. Data yang terdiri atas 20 halaman ini dibuat oleh Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) dan diolah duniaindustri.com.
Data ini juga menjabarkan peta persebaran industri biodiesel Indonesia periode 2014-2016. Pada 2014, total kapasitas industri biodiesel di Indonesia mencapai 4,99 juta ton atau setara 5,67 juta kiloliter, dengan perincian Riau dan Kepri 2,61 juta ton, Jawa Bagian Timur 1,57 juta ton, Jawa Bagian Barat 364 ribu ton, dan daerah lain-lain 233 ribu ton. Terdapat 17 pemain skala besar di antaranya PT Wilmar Bioenergy Indonesia di Riau dengan kapasitas 1,3 juta ton per tahun, PT Musim Mas di Medan dengan kapasitas 235 ribu ton per tahun, PT Eterindo Whanatama Gresik dengan kapasitas 80 ribu ton per tahun, PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik (1,3 juta ton per tahun), PT Sumi Asih Oleochem di Bekasi (100 ribu ton per tahun), PT Darmex Biofuels di Cikarang (150 ribu ton per tahun), dan lainnya, lengkap dengan peta lokasi masing-masing pabrik.
Pada 2015, terjadi penambahan kapasitas biodiesel sebesar 2,32 juta ton per tahun sehingga total kapasitas nasional naik menjadi 7,32 juta ton. Terdapat 11 pemain skala besar yang melakukan penambahan kapasitas pada 2015 antara lain PT Oleokimia Sejahtera Mas di Dumai dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun, PT Darmex Biofuels di Dumai sebesar 410.500 ribu ton per tahun, PT Indo Biofuels Energy di Kalbar (100 ribu ton/tahun), PT Permata Hijau Palm Oleo di Medan (140 ribu ton/tahun), PT Nusa Energy di Kaltim (100 ribu ton/tahun), PT Bits Energy di Kaltim (100 ribu ton/tahun), PT Multi Biofuel Indonesia di Sulut (160 ribu ton/tahun).
Data ini juga dilengkapi dengan proyeksi produksi CPO Indonesia pada 2016 sebesar 35 juta ton, tumbuh 9,3% dibanding proyeksi tahun ini 32 juta ton, menurut data United State Department of Agriculture (USDA). Kenaikan tersebut akan mendorong peningkatan produksi CPO global sebesar 5,96% menjadi 65,1 juta ton pada 2016 dibanding proyeksi tahun ini 61,44 juta ton.
Dengan demikian, produksi CPO Indonesia tahun depan diperkirakan menyumbang 53,7% dari total produksi CPO global. Sementara Malaysia, produsen CPO terbesar kedua setelah Indonesia, diperkirakan memproduksi CPO sebanyak 21 juta ton pada 2016, dengan kontribusi 32,25% terhadap pasar global.
Selain itu, ditampilkan data proyeksi harga CPO dunia pada 2016, pengaruh El-Nino dan sentimen program biodiesel. Serta, dampaknya terhadap perkembangan ekspor dan tren permintaan global.
Juga ditampilkan cakupan lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, dengan komposisi provinsi terbesar berdasarkan kebun sawit. Luas lahan kebun kelapa sawit di Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai 11,4 juta hektare, dengan komposisi 5,9 juta hektare lahan swasta, 4,7 juta hektare lahan rakyat, dan 0,8 juta hektare lahan BUMN.
Di sisi lain, ditampilkan juga tren investasi di sektor hulu dan sektor hilir industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia dalam lima tahun terakhir, insentif investasi yang disiapkan pemerintah, serta proyeksi tren ke depan. Tidak ketinggalan, dipaparkan kawasan industri khusus industri kelapa sawit yang sedang dibangun pemerintah, target 2030, dan tren mata rantai industri sawit modern.
Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik purchase, klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)
Sumber: di sini
Data ini juga menjabarkan peta persebaran industri biodiesel Indonesia periode 2014-2016. Pada 2014, total kapasitas industri biodiesel di Indonesia mencapai 4,99 juta ton atau setara 5,67 juta kiloliter, dengan perincian Riau dan Kepri 2,61 juta ton, Jawa Bagian Timur 1,57 juta ton, Jawa Bagian Barat 364 ribu ton, dan daerah lain-lain 233 ribu ton. Terdapat 17 pemain skala besar di antaranya PT Wilmar Bioenergy Indonesia di Riau dengan kapasitas 1,3 juta ton per tahun, PT Musim Mas di Medan dengan kapasitas 235 ribu ton per tahun, PT Eterindo Whanatama Gresik dengan kapasitas 80 ribu ton per tahun, PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik (1,3 juta ton per tahun), PT Sumi Asih Oleochem di Bekasi (100 ribu ton per tahun), PT Darmex Biofuels di Cikarang (150 ribu ton per tahun), dan lainnya, lengkap dengan peta lokasi masing-masing pabrik.
Pada 2015, terjadi penambahan kapasitas biodiesel sebesar 2,32 juta ton per tahun sehingga total kapasitas nasional naik menjadi 7,32 juta ton. Terdapat 11 pemain skala besar yang melakukan penambahan kapasitas pada 2015 antara lain PT Oleokimia Sejahtera Mas di Dumai dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun, PT Darmex Biofuels di Dumai sebesar 410.500 ribu ton per tahun, PT Indo Biofuels Energy di Kalbar (100 ribu ton/tahun), PT Permata Hijau Palm Oleo di Medan (140 ribu ton/tahun), PT Nusa Energy di Kaltim (100 ribu ton/tahun), PT Bits Energy di Kaltim (100 ribu ton/tahun), PT Multi Biofuel Indonesia di Sulut (160 ribu ton/tahun).
Data ini juga dilengkapi dengan proyeksi produksi CPO Indonesia pada 2016 sebesar 35 juta ton, tumbuh 9,3% dibanding proyeksi tahun ini 32 juta ton, menurut data United State Department of Agriculture (USDA). Kenaikan tersebut akan mendorong peningkatan produksi CPO global sebesar 5,96% menjadi 65,1 juta ton pada 2016 dibanding proyeksi tahun ini 61,44 juta ton.
Dengan demikian, produksi CPO Indonesia tahun depan diperkirakan menyumbang 53,7% dari total produksi CPO global. Sementara Malaysia, produsen CPO terbesar kedua setelah Indonesia, diperkirakan memproduksi CPO sebanyak 21 juta ton pada 2016, dengan kontribusi 32,25% terhadap pasar global.
Selain itu, ditampilkan data proyeksi harga CPO dunia pada 2016, pengaruh El-Nino dan sentimen program biodiesel. Serta, dampaknya terhadap perkembangan ekspor dan tren permintaan global.
Juga ditampilkan cakupan lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, dengan komposisi provinsi terbesar berdasarkan kebun sawit. Luas lahan kebun kelapa sawit di Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai 11,4 juta hektare, dengan komposisi 5,9 juta hektare lahan swasta, 4,7 juta hektare lahan rakyat, dan 0,8 juta hektare lahan BUMN.
Di sisi lain, ditampilkan juga tren investasi di sektor hulu dan sektor hilir industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia dalam lima tahun terakhir, insentif investasi yang disiapkan pemerintah, serta proyeksi tren ke depan. Tidak ketinggalan, dipaparkan kawasan industri khusus industri kelapa sawit yang sedang dibangun pemerintah, target 2030, dan tren mata rantai industri sawit modern.
Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik purchase, klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)
Sumber: di sini
Langganan:
Postingan (Atom)














