Rabu, 18 Januari 2017

126 Kumpulan Ebook Riset Pasar dan Data Industri Indonesia

Di setiap lini usaha, mulai dari pembelian bahan baku, pencarian vendor, proses pengolahan, marketing, distribusi, ekspor-impor, semua membutuhkan data, analisis, dan riset. Bahkan, persaingan pasar juga membutuhkan data, analisis, dan riset untuk mengintip kekuatan-kelemahan pesaing (market intelligence), mempelajari strategi kompetitor, mengakuisisi pelanggan, mempertahankan pangsa pasar, edukasi pasar, edukasi konsumen, brand awareness, dan lainnya.

Di era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, data sudah dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan secara profesional. Seluruh rantai bisnis industri (supply-demand chain) membutuhkan data untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan efisien.

Namun, di Indonesia sering terjadi pencarian data, analisis, dan riset sulit dilakukan karena terbatasnya akses informasi, ruang publik, ekosistem yang belum berkembang, serta ketiadaan forum/ajang interaksi jual-beli data. Karena itu, tidak heran, harga (nilai) sebuah data dapat melambung tinggi karena keterbatasan pasokan, sementara kebutuhan tergolong tinggi.

Jika Anda sedang mencari data industri yang spesifik dan khusus, maka detektif industri siap membantu. Dengan dukungan tim profesional dan multisources, detektif industri dapat membantu mencari data spesifik sesuai kebutuhan Anda. Harga mulai dari Rp 500 ribu, buka 24 jam sehari – 7 hari seminggu.

Duniaindustri.com memperkenalkan fitur terbaru yakni download database industri aktual. Lebih dari 126 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.

Duniaindustri.com memberikan diskon paket pembelian data industri 30%-50% dengan menjadi member tahunan. Segera hubungi kami untuk kebutuhan data industri, analisis, riset, kajian, dan market research lainnya.

Database industri sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun perorangan, investor, pemangku kebijakan, direksi perusahaan, marketer, lembaga pemerintahan, institusi asing, lembaga pembiayaan, mahasiswa, dan lainnya.

Duniaindustri.com menyediakan indeks data industri yang bisa didownload user untuk memberikan gambaran atau acuan perkembangan sektor industri tertentu. Saat ini duniaindustri.com menghimpun lebih dari 1000 ukm dan lebih dari 10.000 basis user baik secara perorangan maupun perusahaan, serta industrial agent dari 10 negara di dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, Eropa, Dubai.
Indeks Data Industri yang bisa didownload:

Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
Riset Pasar dan Database 500 Perusahaan Tekstil (Data Industri Tekstil Hulu-Hilir)
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia)
Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar)
Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah)
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku)
Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016
Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
Outlook Industri Otomotif 2016-2018
Outlook Industri CPO 2016
Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
Data Penjualan Per Merek Mobil
Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
Data Industri Perkapalan Indonesia
Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)

Sumber: di sini

Competition Motorcycle Brand Research Per Province in Indonesia

Competition Motorcycle Brand Research Per Province in Indonesia which was released in January 2017 showing projections, data, market research, market trends, and the competitive landscape motorcycle brand per provinces in Indonesia. Market research was made as a reference for industrialist marketing strategies associated with the motor and its components, especially for measuring market trends and market share.

Competition Motorcycle Brand Research Per Province in Indonesia begins by displaying trend data motorcycle sales per brand per month per province in Indonesia in January-December 2016 on pages 2-13. The data reinforced with motorcycle sales trends per type per brand throughout 2016, especially for the type of scooter matic, sport, and Underbone (page 14).

Then, the market share of motorcycles in Indonesia in 2016 is displayed in an interesting graphic on page 15. The discussion continued with the trend of monthly sales throughout 2016 three motor types (page 16), and the composition of sales per motor types throughout 2016 (page 17).

Duniaindustri.com make exclusive research related motor sales trend in 2016, ranging from market value (market size) the motorcycle industry in Indonesia in 2016, the trend of transition from Underbone type to the type of sport, motor scooter matic domination types, as well as projected growth in the motorcycle market five the main provinces on pages 18-21.

Research projected motorcycle sales in five major provinces made with reference to the distribution of the allocation of regional funds in 2017 (page 22), the distribution of the allocation of funds tranfer common to the area (page 23), comparison of income and expenditure in 2017 (page 24), as well as a comparison of regional economic growth in 2016 with the pusher sector (page 25).

The research also include economic growth trends Indonesia 2015-2017 complete with seven key indicators, such as inflation, exchange rate, ICP, lifting oil and gas lifting (page 26). In addition, the income shown an increasing trend in the GDP of the period 2008-2019 (page 27).

Automotive market trends (both motorcycles and cars) are displayed in attractive graphics and a fairly long time span that 2005-2019F (page 28), the trend of market share (page 29), the data population of the motor and the car with the track record of the period 2006- 2016 is equipped with average growth trends and market penetration rate and classification of consumer views of their income level (page 30).

Motorcycle ownership ratio compared to the number of people shown on pages 31-32. Then, the motor market duniaindustri.com database featuring period of 2015 shows the composition of the motorcycle segment with a period of 2015 displayed an interesting graphic on page 33, the sales in the five major markets (page 34), the sales trends in each province period of 2015 (page 35), and top 10 provinces with the largest motor sales (pages 36-41).

This research followed by analysis of motorcycle sales per each brand (brand) period fullyear 2015 (pages 41-46). No lag, Market Research and Data Motor Industry (Trends Regional Sales Per Per Brand) also displays the policy direction (grand strategy) government to develop a two-wheeler industry, investment opportunities, as well as regulation and incentives. (Pages 47-51)

Competition Motorcycle Brand Research Per Province in Indonesia consist 51 page pdf is derived from various sources such as industry associations namely the Association of Indonesian Motorcycle Industries (AISI), the regulator in Indonesia such as BPS, Ministry of Industry, Investment Coordinating Board, Police, World Bank, as well as a motor company. Index of industry data is a new feature in duniaindustri.com featuring dozens of selected data according to the needs of users. All data is presented in pdf form so easily downloaded after users perform processes according to the procedure, ie click buy (purchase), click checkout, and fill out the form. Duniaindustri.com priority to the legitimacy and validity of the source of the data presented.(*)

Source: click here
* Need others market research, click here

Selasa, 17 Januari 2017

Data Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi 2016-2017

Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) yang dirilis Januari 2017 ini menampilkan proyeksi, data, riset pasar, tren pasar, serta peta persaingan brand sepeda motor per provinsi di Indonesia. Riset pasar ini dibuat sebagai acuan strategi pemasaran bagi industriawan yang terkait dengan motor dan komponennya, terutama untuk mengukur tren pasar dan pangsa pasar.

Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) ini dimulai dengan menampilkan data tren penjualan sepeda motor per merek per bulan per provinsi di Indonesia periode Januari-Desember 2016 pada halaman 2-13. Data tersebut diperkuat dengan tren penjualan motor per tipe per brand sepanjang 2016, terutama untuk tipe scooter matic, sport, dan underbone (halaman 14).

Kemudian, pangsa pasar sepeda motor di Indonesia sepanjang 2016 ditampilkan dalam grafis yang menarik pada halaman 15. Pembahasan dilanjutkan dengan tren bulanan penjualan tiga tipe motor sepanjang 2016 (halaman 16), serta komposisi penjualan per tipe motor sepanjang 2016 (halaman 17).

Duniaindustri.com membuat riset eksklusif terkait tren penjualan motor 2016, mulai dari nilai pasar (market size) industri sepeda motor di Indonesia pada 2016, tren peralihan dari tipe underbone ke tipe sport, dominasi tipe motor scooter matic, serta proyeksi pertumbuhan pasar motor di lima provinsi utama pada halaman 18-21.

Riset proyeksi penjualan motor di lima provinsi utama dibuat dengan acuan sebaran alokasi dana daerah 2017 (halaman 22), sebaran alokasi dana tranfer umum ke daerah (halaman 23), perbandingan pendapatan dan belanja daerah 2017 (halaman 24), serta komparasi pertumbuhan ekonomi daerah 2016 dengan sektor pendorongnya (halaman 25).

Riset ini juga dilengkapi tren pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015-2017 lengkap dengan 7 indikator utama, seperti inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, serta lifting gas (halaman 26). Selain itu, ditampilkan tren peningkatan penghasilan dalam PDB periode 2008-2019 (halaman 27).

Tren pasar otomotif (baik motor maupun mobil) ditampilkan dalam grafis yang menarik dan rentang waktu yang cukup panjang yakni 2005-2019F (halaman 28), tren pangsa pasar motor (halaman 29), data jumlah populasi motor dan mobil dengan rekam jejak periode 2006-2016, dilengkapi dengan tren pertumbuhan rata-rata serta tingkat penetrasi pasar dan klasifikasi konsumen dilihat dari tingkat pendapatannya (halaman 30).

Rasio kepemilikan motor dibanding jumlah penduduk ditampilkan pada halaman 31-32. Kemudian, duniaindustri.com menampilkan database pasar motor periode 2015 yang menampilkan komposisi segmen motor periode 2015 ditampilkan dengan grafis yang menarik pada halaman 33, penjualan di lima pasar utama (halaman 34), tren penjualan di tiap provinsi periode 2015 (halaman 35), dan top 10 provinsi dengan penjualan motor terbesar (halaman 36-41).

Riset ini dilanjutkan dengan analisis penjualan motor per masing-masing merek (brand) periode fullyear 2015 (halaman 41-46). Tidak ketinggalan, Riset Pasar dan Data Industri Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini juga menampilkan arah kebijakan (grand strategy) pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan roda dua, peluang investasi, serta regulasi dan insentif yang diberikan. (halaman 47-51)

Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) sebanyak 51 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, Polri, World Bank, serta sejumlah perusahaan motor. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

Sumber: di sini
* Butuh riset pasar dan database perusahaan lainnya, klik di sini

Realisasi 2016, Penjualan Sepeda Motor di Bawah Target

Penjualan sepeda motor domestik turun 8,4% menjadi 5.931.285 unit pada 2016, dibandingkan 2015 sebanyak 6.480.155 unit. Jumlah itu di bawah target Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).

Ketua Bidang Komersial Aisi Sigit Kumala menuturkan, penurunan penjualan motor tahun lalu dipicu melemahnya daya beli masyarakat. Hal ini tak lepas dari masih lemahnya pertumbuhan ekonomi nasional di level 5%.

“Pelemahan daya beli sangat terasa pada awal 2016. Ini membuat penjualan motor sulit naik,” ujar dia di Jakarta.

Sementara itu, pada Desember 2016, penjualan motor turun 16% menjadi 437.764 unit, dibandingkan bulan sama 2015 sebanyak 520.400 unit. Jika dibandingkan November 2016, penjualan bulan lalu anjlok 23% dari 570.923 unit.

Sigit menilai, hal itu disebabkan strategi pengurangan distribusi yang dilakukan pabrikan motor. Ini dilakukan untuk mengantisipasi pergantian tahun. Biasanya, konsumen lebih memilih membeli motor tahun produksi baru ketimbang lama.

Berdasarkan data Aisi, konstelasi pasar motor domestik tidak berubah. Honda masih bercokol di posisi puncak dengan penjualan sebanyak 4.380.888 unit pada 2016, dengan pangsa pasar 74%. Yamaha berada di posisi kedua dengan penjualan 1.394.078 unit (23,5%), diikuti Kawasaki sebanyak 97.622 unit, Suzuki 56.824 unit, dan TVS 1.873 unit

Total penjualan motor tahun lalu mencapai 6.215.350 unit, turun 7,35% dari 2015 yakni 6.708.387 unit. Kontraksi ini lebih rendah karena volume ekspor naik siginifikan menjadi 284 ribu unit.

Pendapatan AHM
Sementara itu, pendapatan PT Astra Honda Motor tumbuh 6% menjadi Rp 44,2 triliun per September 2016, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 41,7 triliun. Laba bersih melonjak 15% menjadi Rp 3,7 triliun dari Rp 3,2 triliun atau Rp 411 miliar per bulan, mengutip data autokritik.

AHM mampu mencetak lonjakan laba bersih di tengah kemerosotan volume penjualan sebesar 3% menjadi 3,2 juta unit. Ini mengindikasikan AHM menaikkan harga jual untuk menyelamatkan kinerja keuangan.

Dalam laporan keuangan Grup Astra, pemegang 50% saham AHM, disebutkan, AHM membayar pajak Rp 1,2 triliun ke pemerintah per September 2016. Adapun dividen yang mengalir ke Grup Astra mencapai Rp 1,1 triliun.

Berkat sumbangan AHM, Astra membukukan pertumbuhan laba otomotif sebesar 12% menjadi Rp 6 triliun. Selain dari AHM, Astra meraup untung besar dari berdagang mobil, terutama merek Toyota.

Namun, secara total, laba bersih Astra masih minus 6% mejadi Rp 11,2 triliun. Pendapatan juga turun 4% menjadi Rp 132 triliun.

“Kinerja Grup Astra tahun ini diharapkan merefleksikan terus membaiknya kinerja bisnis otomotif, bersamaan dengan beberapa peningkatan kinerja di bisnis agribisnis serta sedikit pulihnya bisnis alat berat dan pertambangan, walaupun masih ada kekhawatiran terhadap tingkat kredit bermasalah di Bank Permata,” ujar Dirut Astra Prijono Sugiarto.(*)

Sumber: di sini
* Butuh riset pasar otomotif dan database industri, klik di sini

Senin, 16 Januari 2017

Kelebihan Pasokan Semen Diestimasi Naik Jadi 38% dari Kapasitas Produksi

Kelebihan pasokan semen di Indonesia pada 2018 diestimasi naik menjadi 38% dari kapasitas nasional, cenderung meningkat dari level 37% pada 2016. Menurut Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono, kelebihan pasokan semen terjadi karena pertumbuhan kapasitas produksi melampaui kebutuhan dalam negeri.

"Persaingan industri semen akan semakin ketat, mengingat kapasitas produksi semen di Indonesia pada 2018 diperkirakan mencapai 106,3 juta ton, atau melebihi 38% dari kebutuhan nasional sebesar 66,2 juta ton," ujar Achmad Sigit, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perkiraan kelebihan pasokan semen pada 2018 lebih tinggi dibanding 2016. Tahun lalu, kapasitas produksi semen di Indonesia sebesar 95,5 juta ton, atau telah melebihi kebutuhan dalam negeri sebesar 60 juta ton. "Jadi ada selisih 35,5 juta ton atau 37% dari kapasitas yang merupakan kelebihan pasokan," paparnya.

Duniaindustri.com menilai kelebihan pasokan semen itu terjadi seiring dengan gencarnya investasi pabrik baru baik dari pemain existing maupun pemain baru (new comer). Sementara pertumbuhan kebutuhan semen di Indonesia justru melambat akibat tekanan perlambatan ekonomi nasional serta stagnansi industri properti dan konstruksi.

Kelebihan pasokan semen sekitar 38% dari kapasitas 2018 terpaut cukup jauh dari posisi 2015 yang hanya oversupply sebesar 24% dari total kapasitas nasional, menurut perhitungan duniaindustri.com.

Periode Kritis
Industri semen di Indonesia akan memasuki periode kritis pada 2015-2020 seiring dengan kelebihan pasokan (oversupply) dengan hadirnya pemain baru, pelemahan permintaan domestik, serta kelesuan perekonomian nasional. Perusahaan yang tidak mampu bersaing diperkirakan akan mengalami kemunduran drastis hingga terancam bangkrut.

Pembangunan pabrik baru oleh pemain existing dan pemain baru semen mendorong investasi di industri ini mencapai Rp 15 triliun sepanjang 2016. Meski demikian, konsumsi semen per kapita di Indonesia yang masih rendah dibanding negara-negara tetangga tetap memberikan prospek positif bagi industri ini.

"Konsumsi semen per kapita nasional saat ini sekitar 243 kg per kapita," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran pers.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, konsumsi semen per kapita di Malaysia sebesar 751 kg per kapita, Thailand sebesar 443 kg per kapita dan Vietnam sebesar 661 kg per kapita. Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong penggunaan semen dalam negeri pada program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah.

"Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya, sehingga diharapkan utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan," jelas Airlangga. Ia menegaskan Kemenperin berkomitmen untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat berkembang.

Upaya yang dilakukan, antara lain dengan mengendalikan impor semen maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, serta penerapan dan penegakan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib maupun pengembangannya.

"Selain itu, kami juga meminta kepada pelaku industri semen nasional agar terus membangun budaya inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional," paparnya.(*)

Sumber: di sini
* Butuh riset pasar dan database semen, klik di sini

Selasa, 10 Januari 2017

Kumpulan Riset Pasar Industri Petrokimia (Updated 2017)

Industri kimia dan petrokimia merupakan turunan dari industri minyak dan gas (migas) yang juga memiliki peranan penting terhadap sektor industri manufaktur di Indonesia. Seperti industri baja, industri kimia juga merupakan induk industri hilir seperti plastik, kemasan fleksibel, peralatan, dan penunjang industri elektronik serta otomotif.

Untuk mengetahui database industri kimia, duniaindustri.com memiliki sedikitnya empat data dan riset khusus di industri ini. Simak ulasannya, berikut ini:

1) Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
2) Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
3) Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
4) Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar

Mari kita lihat detailnya:
A) Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia) ini dirilis Januari 2017 menampilkan data, outlook, proyeksi, dan tren industri petrokimia di Indonesia. Dengan penyajian yang cukup apik dan menarik, data ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan bisnis petrokimia di negeri ini.

Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia) ini dimulai dengan pemaparan outlook ekonomi Indonesia 2017 pada halaman 2-4. Perekonomian Indonesia pada 2017 diestimasi tumbuh 5,1% dengan sejumlah tantangan baik dari dalam maupun luar negeri seperti kesenjangan infrastruktur antar daerah serta perlambatan perekonomian China.

Pada halaman 5, ditampilkan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas. Pada halaman 6 ditampilkan proyeksi indeks harga energi periode 2010-2020 serta pertumbuhan ekonomi negara-negara utama di dunia.

Berlanjut pada industri petrokimia, pada halaman 7 dijabarkan definisi industri petrokimia beserta tiga kelompok utama. Pada halaman 8 ditampilkan pemain-pemain utama di industri petrokimia nasional, antara lain PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Kaltim Methanol Industri, dan PT Kaltim Pasifik Amoniak.

Masuk ke pembahasan lebih detail, pada halaman 9-12 dipaparkan riset tentang tren harga ethylene dan selisih harga dengan naptha, begitu juga dengan polyolefins dengan bahan baku, butadiene dengan naptha, serta styrene dengan bahan baku periode 2009-2021. Data tersebut dilengkapi dengan tren harga ethylene dan propylene, polyethylene dan polypropylene, serta styrene monomer dan butadiene periode 2015-2016 pada halaman 13-15.

Pada halaman 16, ditampilkan tabel komposisi market share pemimpin pasar (market leader) di produk ethylene, polyethylene, polypropylene, serta styrene monomer. Data tersebut dilengkapi dengan top 10 produsen polyolefin terbesar di ASEAN beserta kapasitas produksinya pada halaman 17.

Pada halaman 18, ditampilkan tren produksi industri petrokimia hulu olefin, yakni ethylene, propylene, butadiene, benzene, toluene, xylene, ammonia, methanol, periode 2009-2016F (mencakup produksi, ekspor, dan impor). Tidak ketinggalan data konsumsi dan impor produk petrokimia hulu olefin sejak 2009-2015 pada halaman 20. Juga ditampilkan tren supply-demand (pasokan-permintaan) produk petrokimia aromatik, meliputi benzen, p-xylene, o-xylene, cyclohexene, toluen, alkylbenzene, phtalic anhydride, caprolactam, benzoat acid, purified terephtalic acid periode 2011-2015 pada halaman 19.

Ikut ditampilkan tren pasokan-permintaan produk hulu petrokimia 2015-2019, di mana sepanjang waktu tersebut Indonesia diperkirakan kekurangan pasokan ethylene dalam jumlah cukup besar (halaman 21). Pada 2013, kekurangan pasokan (shortage) ethyelene sudah lebih dari maksimum kapasitas industri dalam negeri dan pada 2019 shortage diperkirakan mencapai 1,5 kali dari kapasitas nasional. Sementara untuk propylene, kekurangan pasokan masih dalam jumlah yang relatif kecil. Kekurangan pasokan propylene pada 2019 diperkirakan mendekati 200 ribu ton.

Secara khusus, dalam data ini dibedah market intelligent terkait kinerja produksi, utilisasi, dan keuangan produsen petrokimia terbesar di Indonesia pada halaman 23-39.

Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia) sebanyak 40 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Industri Olefin dan Aromatik Indonesia (INAPLAS), sejumlah perusahaan petrokimia nasional, dan diolah duniaindustri.com. Indeks database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)


B) Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016 ini menampilkan pemain-pemain utama di industri petrokimia nasional, antara lain PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Kaltim Methanol Industri, dan PT Kaltim Pasifik Amoniak. Selain itu, ditampilkan tren produksi industri petrokimia hulu olefin, yakni ethylene, propylene, butadiene, benzene, toluene, xylene, ammonia, methanol, periode 2009-2016F (mencakup produksi, ekspor, dan impor). Tidak ketinggalan data konsumsi dan impor produk petrokimia hulu olefin sejak 2009-2015.

Juga ditampilkan tren supply-demand (pasokan-permintaan) produk petrokimia aromatik, meliputi benzen, p-xylene, o-xylene, cyclohexene, toluen, alkylbenzene, phtalic anhydride, caprolactam, benzoat acid, purified terephtalic acid periode 2011-2015.

Ikut ditampilkan tren pasokan-permintaan produk hulu petrokimia 2015-2019, di mana sepanjang waktu tersebut Indonesia diperkirakan kekurangan pasokan ethylene dalam jumlah cukup besar. Pada 2013, kekurangan pasokan (shortage) ethyelene sudah lebih dari maksimum kapasitas industri dalam negeri dan pada 2019 shortage diperkirakan mencapai 1,5 kali dari kapasitas nasional. Sementara untuk propylene, kekurangan pasokan masih dalam jumlah yang relatif kecil. Kekurangan pasokan propylene pada 2019 diperkirakan mendekati 200 ribu ton.

Secara khusus, dalam data ini dibedah kinerja produksi, utilisasi, dan keuangan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebagai produsen petrokimia terbesar di Indonesia dan acuan kinerja produksi dan utilisasi dari industri petrokimia nasional. Pada 2011, utilisasi produksi ethylene mencapai 78%, dan cenderung naik di tahun-tahun berikutnya: 89% (2012), 99% (2013), 94% (2014), dan 74% (2015). Chandra Asri juga telah merampungkan ekspansi cracker untuk meningkatkan produksi ethylene hingga 43% menjadi 860 ribu ton per tahun.

Di samping itu, ikut ditampilkan data tren dan proyeksi harga ethylene serta naptha periode 2008-2021.

Data sebanyak 22 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Industri Olefin dan Aromatik Indonesia (INAPLAS), sejumlah perusahaan petrokimia nasional, dan diolah duniaindustri.com.

Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

C) Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri oli pelumas di Indonesia, mencakup highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, perkembangan investasi atau ekspansi baru, ukuran pasar (market size) industri oli pelumas, hingga pangsa pasar pemain lokal dan perusahaan internasional (multi national company/MNC), serta prospek dan tantangan industi ini ke depan.

Data ini dimulai dengan menampilkan highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016. (halaman 2-5) PT Pertamina Lubricants–anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis pelumas–pernah menguasai pangsa pasar oli nasional sebesar 90% sebelum 1997. Pada masa itu, penjualan oli masih diatur oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 tahun 1988 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas Serta Penanganan Oli Bekas yang memberikan hak monopoli kepada Pertamina. Namun, hak monopoli tersebut kemudian dicabut melalui Keppres 21 tahun 2001 tentang Pelayanan Penyediaan Pelumas, yang memperbolehkan adanya pemain baru di pasar pelumas.

Di halaman 6-9, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015. Tidak ketinggalan ditampilkan estimasi penjualan oli pelumas masing-masing pemain disertai pangsa pasarnya.

Pada halaman 10-14, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Di halaman 15 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 16, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data ini dilengkapi penetrasi populasi otomotif (motor dan mobil) di Indonesia yang menjadi konsumen terbesar oli pelumas. Di halaman 18, ditampilkan prospek (peluang) dan kendala di industri oli pelumas di Indonesia.

Data dan analisis industri oli pelumas sebanyak 19 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.

D) Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar ini menampilkan perbandingan pasokan dan permintaan produk petrokimia mencakup PE, PP, PS, PVC, PET periode 2009-2015. Selain itu, struktur industri petrokimia yang belum terintegrasi dan produk yang masih tergantung impor. Kebutuhan investasi untuk memenuhi kebutuhan produk petrokimia. Ditampilkan juga proyek-proyek investasi baru di industri petrokimia nasional. Di industri logam dasar, data ini menampilkan 14 sumberdaya mineral dan cadangannya di Indonesia mencakup tembaga, bauksit, nikel, pasir besi, mangan, emas, perak, seng, dan timah. Berbagai investasi baru di industri berbasis mineral juga ditampilkan dalam data ini. (*)

Sumber: di sini
Butuh data lebih spesifik, ingin request data/riset, klik di sini

Indonesian Petrochemicals Price Trends and Market Research 2009-2021

Indonesian Petrochemicals Price Trends and Market Research 2009-2021 (Market Leader in Indonesia) was released in January 2017 shows data, outlook, projections, and trends petrochemical industry in Indonesia. By presenting a fairly neat and attractive, this data is expected to be a reference to the development of the petrochemical business in this country.

Petrochemicals Price Trends and Market Research 2009-2021 (Market Leader in Indonesia) was started with the presentation of the economic outlook for Indonesia in 2017 on pages 2-4. The Indonesian economy in 2017 is estimated to grow 5.1% with a number of challenges both from within and outside the country such as the infrastructure gap between regions as well as the slowdown in China’s economy.
On page 5, show the trend of national economic growth period from 2015 to 2017, along with a number of key components such as a target exchange rate, inflation, and oil and gas lifting. On page 6 is shown projected energy price index and economic growth in the period 2010-2020 the major countries in the world.

Continues in the petrochemical industry, the definition outlined on page 7 of the petrochemical industry and the three main groups. On page 8 is shown major players in the national petrochemical industry, among others, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Trans Pacific Petrochemical INDOTAMA (TPPI), PT Trans Pacific Petrochemical INDOTAMA (TPPI), PT Kaltim Methanol Industri and PT Kaltim Pacific Ammonia.

Moving forward to more detailed discussion, on page 9-12 presented research on trends ethylene prices and the price difference with naphtha, as well as polyolefins with raw materials, butadiene with naphtha, and styrene with raw materials 2009-2021 period. The data comes with a price trend ethylene and propylene, polyethylene and polypropylene, as well as styrene monomers and butadiene period 2015-2016 on pages 13-15.

On page 16, table displays the composition of the market share leader of the market (market leader) in the product ethylene, polyethylene, polypropylene and styrene monomer. The data furnished by the top 10 largest polyolefin producer in ASEAN as well as production capacity on page 17.

On page 18, show the trend of upstream petrochemical industry production of olefins, namely ethylene, propylene, butadiene, benzene, toluene, xylene, ammonia, methanol, period 2009-2016F (includes production, exports, and imports). Do not miss the consumption and import of products upstream petrochemical olefin since 2009-2015 on page 20. Also shown the trend of supply and demand (supply-demand) aromatic petrochemical products, including benzene, p-xylene, o-xylene, Cyclohexene, toluene, alkylbenzene, phtalic anhydride, caprolactam, benzoic acid, purified terephthalic acid period 2011-2015 on page 19.

Participate shown the supply-demand trends upstream petrochemical products 2015-2019, where all the time that Indonesia expected shortage of supply of ethylene in quantities large enough (page 21). In 2013, a shortage of supply (shortage) ethyelene already more than the maximum capacity of the domestic industry and the shortage in 2019 is estimated at 1.5 times of the national capacity. As for propylene, the shortage of supply is still in a relatively small amount. Propylene supply shortage in 2019 is estimated at close to 200 thousand tons. Specifically, in this data dissected intelligent market-related production performance, utilization, and finance largest petrochemicals manufacturers in Indonesia on pages 23-39.

Petrochemicals Price Trends and Market Research 2009-2021 (Market Leader in Indonesia) consist 40 page comes from BPS, Ministry of Industry, Olefin and Aromatic Industry Association of Indonesia (INAplas), a number of national petrochemical company, and processed duniaindustri.com. Index of industrial database is a new feature in duniaindustri.com featuring dozens of selected data according to the needs of users. All data is presented in pdf form so easily downloaded after users perform processes according to the procedure, ie click buy (purchase), click checkout, and fill out the form. Duniaindustri.com priority to the legitimacy and validity of the source of the data presented.(*)

Sources: Click here
* Need others market research, click here