Kamis, 23 Maret 2017

Competition Car Brands Research in Indonesia

Competition Car Brands Research in 2016 (Car Model Sales Trends and Market Share) which was released in March 2017 showing all information, data, independent research, as well as the trend of car sales per brand per model per month throughout 2016 in Indonesia. In addition, the market share is also displayed a number of car brands market leader in a number of areas, the composition of the market leader brand car sales in 34 provinces, the installed capacity of the car manufacturer, until the population data of private cars and motorcycles that operate research and data presented in this industry.

Competition Car Brands Research in 2016 (Car Model Sales Trends and Market Share) was initiated with national economic growth trends from 2015 to 2017 period, along with a number of key components such as a target exchange rate, inflation, and oil and gas lifting on page 2. On page 3, presented interesting infographic about the economic growth of each region is associated with the industrial sector the highest growth in 2016 as the reference per region.

On page 4, described the trend of increase in GDP of Indonesia 2008-2019F period to strengthen the argument of economic development of the country. Then proceed with the trend of sales of cars and motorcycles in Indonesia 2005-2019 (estimate) in an interesting graphic on page 5.

On page 6-28, display tabular data on sales trends per brand cars per model per month throughout 2016. In total there are 36 brands of cars with different variants of the model shown in this data. Duniaindustri.com team also have tabulated data for 2013 and 2015 if you need them.

On page 29, served market (market share) 12 brands of cars in six main areas, namely Jakarta (Jadetabek), West Java, East Java, Sumatra, Kalimantan, and Bali. Followed by the data distribution composition car sales market leader in 34 provinces in Indonesia in 2016 on page 30.

Trends in the competitive landscape of the market share per brand cars are clearly presented with an interesting diagram on page 31. The structure of the automotive component industry are also shown from start to single agent (ATPM) to tier 2 and 3. (page 32)

Population data the number of vehicles (cars and motorcycles) operating in Indonesia period 2006-2016 are presented in full on page 33, complete with a business opportunity as well as the consumer’s income classification. Enter into discussion more detail, market research it describes Indonesia as a production base of potential for automobiles in Asia Pacific, the potential of the local market is promising, a map of the major players, historical market trends, the direction of government policy, global market trends, regulatory luxury tax, and potential per car market area. (Pages 33-40)

Do not miss the penetration of cars per 1,000 inhabitants, which reached 43 units, and motorcycle ownership ratio which reached 140 units per 1,000 inhabitants. (Page 41) In addition, displayed the production capacity and the installed capacity of automotive players in Indonesia, including the Astra Group, Indomobil Group, Kramayudha Group. Market competition as well as the automotive industry in ASEAN, including Indonesia, Thailand, and Malaysia. (Pages 42-51)

Competition Car Brands Research in 2016 (Car Model Sales Trends and Market Share) as much as 52 page pdf is derived from various sources such as industry associations namely the Association of Indonesian Automotive Industries (Gaikindo), the Association of Indonesian Motorcycle Industries (AISI), the regulator in Indonesia such as BPS, Ministry of Industry, Investment Coordinating Board, the World Bank, as well as a number of automotive companies. Index of industry data is a new feature in duniaindustri.com featuring dozens of selected data according to the needs of users. All data is presented in pdf form so easily downloaded after users perform processes according to the procedure, ie click buy (purchase), click checkout, and fill out the form. Duniaindustri.com priority to the legitimacy and validity of the source of the data presented.(*)

Sources: click here
* Need others market research, click here there are 131 database totaly

16 Kumpulan Ebook Database Otomotif Terlengkap hingga Data Tabulasi


Dengan jumlah populasi penduduk sekitar 255 juta jiwa, industri otomotif (mobil dan motor) merupakan tulang punggung sektor transportasi yang memberikan andil besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Di era mobilisasi dan konektivitas tinggi, peranan industri otomotif makin ketara meski persaingan di sektor industri ini makin ketat.

Untuk merekam seluk beluk industri otomotif di Indonesia, duniaindustri.com memiliki sedikitnya 16 data dan riset terkait perkembangan industri otomotif di Indonesia. Mari kita simak ulasannya berikut ini.

1) Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar)
2) Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
3) Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
4) Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
5) Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Merek Per Daerah)
6) Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
7) Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
8) Outlook Industri Otomotif 2016-2018
9) Data Industri Sepeda Motor dan Velg Motor di Indonesia
10) Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
11) Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
12) Data Penjualan Per Merek Mobil
13) Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
14) Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
15) Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
16) Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah

Berikut ini rinciannya satu per satu:
 
1) Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) yang dirilis Maret 2017 ini menampilkan seluruh informasi, data, riset independen, serta tren penjualan mobil per merek per model per bulan sepanjang 2016 di Indonesia. Selain itu, ditampilkan juga market share sejumlah merek mobil penguasa pasar di sejumlah daerah, komposisi penjualan market leader merek mobil di 34 provinsi, kapasitas terpasang pabrikan mobil, hingga data populasi jumlah mobil dan motor yang beroperasi tersaji dalam riset dan data industri ini.

Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) ini dimulai dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas pada halaman 2. Pada halaman 3, disajikan infografis menarik tentang pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah dikaitkan dengan sektor industri yang tumbuh tertinggi pada 2016 sebagai acuan per daerah.

Pada halaman 4, dijabarkan tren peningkatan PDB Indonesia periode 2008-2019F untuk memperkuat argumentasi perkembangan ekonomi negeri ini. Kemudian dilanjutkan dengan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik pada halaman 5.

Pada halaman 6-28, ditampilkan data tabulasi tentang tren penjualan per merek mobil per model per bulan sepanjang 2016. Total ada 36 merek mobil dengan berbagai varian model yang ditampilkan dalam data ini. Tim duniaindustri.com juga memiliki data tabulasi untuk tahun 2013 dan 2015 jika Anda membutuhkannya.

Pada halaman 29, disajikan pangsa pasar (market share) 12 merek mobil di enam daerah utama, yakni DKI Jakarta (Jadetabek), Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Disusul data sebaran komposisi penjualan market leader mobil di 34 provinsi di Indonesia pada 2016 pada halaman 30.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek mobil dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 31. Struktur industri komponen otomotif juga ditampilkan dari mulai agen tunggal pemegang merek (ATPM) hingga tier 2 dan 3. (halaman 32)

Data populasi jumlah kendaraan (motor dan mobil) yang beroperasi di Indonesia disajikan secara lengkap periode 2006-2016 pada halaman 33, lengkap dengan peluang bisnis serta klasifikasi pendapatan konsumen. Masuk ke pembahasan lebih detail, riset pasar ini memaparkan Indonesia sebagai basis produksi potensial untuk mobil di Asia Pasifik, potensi pasar lokal yang menjanjikan, peta pemain utama, historical market trend, arah kebijakan pemerintah, tren pasar global, regulasi pajak barang mewah, dan potensi pasar mobil per daerah. (halaman 33-40)

Tidak ketinggalan penetrasi mobil per 1.000 penduduk yang mencapai 43 unit, dan rasio kepemilikan motor yang mencapai 140 unit per 1.000 penduduk. (halaman 41) Selain itu, ditampilkan kapasitas produksi dan kapasitas terpasang pemain otomotif di Indonesia, termasuk Astra Group, Indomobil Group, Kramayudha Group. Serta persaingan pasar industri otomotif di ASEAN, mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia. (halaman 42-51)

Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) sebanyak 52 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, World Bank, serta sejumlah perusahaan otomotif. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

2) Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) yang dirilis Januari 2017 ini menampilkan proyeksi, data, riset pasar, tren pasar, serta peta persaingan brand sepeda motor per provinsi di Indonesia. Riset pasar ini dibuat sebagai acuan strategi pemasaran bagi industriawan yang terkait dengan motor dan komponennya, terutama untuk mengukur tren pasar dan pangsa pasar.

Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) ini dimulai dengan menampilkan data tren penjualan sepeda motor per merek per bulan per provinsi di Indonesia periode Januari-Desember 2016 pada halaman 2-13. Data tersebut diperkuat dengan tren penjualan motor per tipe per brand sepanjang 2016, terutama untuk tipe scooter matic, sport, dan underbone (halaman 14).

Kemudian, pangsa pasar sepeda motor di Indonesia sepanjang 2016 ditampilkan dalam grafis yang menarik pada halaman 15. Pembahasan dilanjutkan dengan tren bulanan penjualan tiga tipe motor sepanjang 2016 (halaman 16), serta komposisi penjualan per tipe motor sepanjang 2016 (halaman 17).

Duniaindustri.com membuat riset eksklusif terkait tren penjualan motor 2016, mulai dari nilai pasar (market size) industri sepeda motor di Indonesia pada 2016, tren peralihan dari tipe underbone ke tipe sport, dominasi tipe motor scooter matic, serta proyeksi pertumbuhan pasar motor di lima provinsi utama pada halaman 18-21.

Riset proyeksi penjualan motor di lima provinsi utama dibuat dengan acuan sebaran alokasi dana daerah 2017 (halaman 22), sebaran alokasi dana tranfer umum ke daerah (halaman 23), perbandingan pendapatan dan belanja daerah 2017 (halaman 24), serta komparasi pertumbuhan ekonomi daerah 2016 dengan sektor pendorongnya (halaman 25).

Riset ini juga dilengkapi tren pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015-2017 lengkap dengan 7 indikator utama, seperti inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, serta lifting gas (halaman 26). Selain itu, ditampilkan tren peningkatan penghasilan dalam PDB periode 2008-2019 (halaman 27).

Tren pasar otomotif (baik motor maupun mobil) ditampilkan dalam grafis yang menarik dan rentang waktu yang cukup panjang yakni 2005-2019F (halaman 28), tren pangsa pasar motor (halaman 29), data jumlah populasi motor dan mobil dengan rekam jejak periode 2006-2016, dilengkapi dengan tren pertumbuhan rata-rata serta tingkat penetrasi pasar dan klasifikasi konsumen dilihat dari tingkat pendapatannya (halaman 30).

Rasio kepemilikan motor dibanding jumlah penduduk ditampilkan pada halaman 31-32. Kemudian, duniaindustri.com menampilkan database pasar motor periode 2015 yang menampilkan komposisi segmen motor periode 2015 ditampilkan dengan grafis yang menarik pada halaman 33, penjualan di lima pasar utama (halaman 34), tren penjualan di tiap provinsi periode 2015 (halaman 35), dan top 10 provinsi dengan penjualan motor terbesar (halaman 36-41).

Riset ini dilanjutkan dengan analisis penjualan motor per masing-masing merek (brand) periode fullyear 2015 (halaman 41-46). Tidak ketinggalan, Riset Pasar dan Data Industri Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini juga menampilkan arah kebijakan (grand strategy) pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan roda dua, peluang investasi, serta regulasi dan insentif yang diberikan. (halaman 47-51)

Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) sebanyak 51 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, Polri, World Bank, serta sejumlah perusahaan motor. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

2) Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin) yang dirilis November 2016 ini menampilkan data, riset pasar, tren pasar, serta analisis dan proyeksi pasar sepeda motor per wilayah di Indonesia.

Dari mulai tren pertumbuhan pasar sepeda motor, nilai pasar (market size), rasio kepemilikan, jumlah populasi, serta distribusi penjualan motor per wilayah, per merek, per kapasitas mesin, per jenis mesin, tersaji dalam riset tren distribusi sepeda motor ini.

Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin) ini dimulai dari dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, potensi pasar lokal, serta tren peningkatan penghasilan per kapita 2008-2019 (est). (halaman 2-4)

Selanjutnya, riset tren distribusi sepeda motor ini menampilkan tren penjualan motor dan mobil di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik. (halaman 5) Penjualan motor tumbuh dengan persentase tertinggi pada periode 2006-2011 secara historis dari 4,42 juta unit menjadi 8,01 juta unit.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek motor dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 6. Data jumlah motor yang beroperasi dipaparkan pada halaman 7 lengkap dengan rekam jejak periode 2006-2016, dilengkapi dengan tren pertumbuhan rata-rata serta tingkat penetrasi pasar dan klasifikasi konsumen dilihat dari tingkat pendapatannya.

Mulai halaman 8, duniaindustri.com membuat riset independen terkait industri motor secara spesifik mulai dari gambaran industri motor Indonesia secara global. Populasi dan nilai pasar (market size) industri motor Indonesia (halaman 9-10), rasio kepemilikan motor dibanding jumlah penduduk (halaman 11), dan analisis pasar motor 2015 (halaman 12).

Komposisi segmen motor ditampilkan dengan grafis yang menarik pada halaman 13. Kemudian, tren penjualan motor per daerah di Indonesia secara detail dipaparkan pada halaman 14, lengkap dengan volume penjualan per pulau di negeri ini. Riset ini dilanjutkan dengan analisis penjualan motor per provinsi dan pangsa pasar masing-masing merek (brand). Analisis itu dilengkapi dengan tren penjualan motor di 10 provinsi yang menjadi pasar terbesar di Indonesia, lengkap dengan market share masing-masing merek motor. (halaman 15-17) Kemudian, tren komposisi distribusi penjualan sepeda motor di enam wilayah utama di Indonesia ditampilkan dalam rentang waktu 2015 dan 2016 (halaman 17-18).

Top 10 provinsi dengan penjualan motor terbesar di Indonesia juga disajikan dalam kurun waktu yang cukup panjang (2012-2014) untuk menunjukkan tren secara komprehensif. (halaman 19-22) Data tersebut diperkuat oleh data mentah dari sumber terpercaya terkait penjualan lima merek motor market leader di Indonesia, per merek, tipe (underbone, scooter, sport), dan per kapasitas mesin (cc) pada halaman 23-27.

Pada halaman 28, dipaparkan distribusi penjualan motor per tipe (underbone, scooter, sport), per merek, per tipe mesin (2 tak atau 4 tak), dan per cc. Selanjutnya pada halaman 29 dipaparkan distribusi penjualan motor untuk pasar domestik dan pasar ekspor. Data berikutnya dipaparnya pembagian kapasitas mesin per merek motor dari 0-49 cc hingga 251 cc ke atas. (halaman 30)

Pada halaman 31-33, ditampilkan data distribusi penjualan mesin berdasarkan pengelompokan teknologi mesin (2 tak atau 4 tak), per kapasitas mesin (cc) dan per merek.

Masuk ke bagian lebih spesifik, pada halaman 34-42 ditampilkan data distribusi penjualan sepeda motor per provinsi, per merek, dan tren perkembangan pasar per provinsi periode 2016. Pada halaman 43-48, ditampilkan data distribusi penjualan motor per merek dagang yang dijual oleh 5 market leader di Indonesia.

Tidak ketinggalan, Riset Pasar dan Data Industri Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini juga menampilkan arah kebijakan (grand strategy) pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan roda dua, peluang investasi, serta regulasi dan insentif yang diberikan. (halaman 49-52)

Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin) sebanyak 53 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, Polri, World Bank, serta sejumlah perusahaan motor. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

3) Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016 ini dirilis September 2016 menampilkan data, riset pasar, tren pangsa pasar, market leader, serta pertumbuhan pasar dan market size industri oli pelumas secara umum dan industri oli pelumas otomotif secara khusus. Periode yang jadi fokus 2011-2016.
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016 ini dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, laju urbanisasi, median usia penduduk, potensi pasar lokal, serta tren PDB per kapita. (halaman 2-4)

Kemudian, data ini menampilkan highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016. (halaman 5-8) PT Pertamina Lubricants–anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis pelumas–pernah menguasai pangsa pasar oli nasional sebesar 90% sebelum 1997. Pada masa itu, penjualan oli masih diatur oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 tahun 1988 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas Serta Penanganan Oli Bekas yang memberikan hak monopoli kepada Pertamina. Namun, hak monopoli tersebut kemudian dicabut melalui Keppres 21 tahun 2001 tentang Pelayanan Penyediaan Pelumas, yang memperbolehkan adanya pemain baru di pasar pelumas.

Di halaman 9-12, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia secara umum. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015. Tidak ketinggalan ditampilkan estimasi penjualan oli pelumas masing-masing pemain disertai pangsa pasarnya.

Di halaman 13 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 14, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Pada halaman 15-19, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Berlanjut ke riset khusus, duniaindustri.com membuat riset eksklusif tentang komposisi segmen pengguna oli yang dibagi dua, yakni oli otomotif dan oli industri. Tren periode 2011-2016 menunjukkan porsi pasar oli otomotif lebih mendominasi (halaman 20). Dari oli otomotif, ternyata oli motor menyumbang komposisi terbesar (halaman 21).

Pada halaman 22, dijabarkan tren volume pasar dan nilai pasar (market size) oli otomotif dan oli industri di Indonesia periode 2011-2016. Data itu diperkuat dengan top 10 market leader oli pelumas otomotif tahun 2014 (halaman 23), tahun 2015 (halaman 24), dan tahun 2016 est (halaman 25). Data ini juga dilengkapi dengan tren penjualan otomotif, baik motor maupun mobil, periode 2005-2019 est (halaman 26). Juga, data jumlah kendaraan yang beroperasi di Indonesia, baik motor maupun mobil, periode 2006-2016 serta peluang bisnis ke depan (halaman 27).

Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016 sebanyak 28 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, asosiasi industri dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

4) Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) yang dirilis Agustus 2016 ini menampilkan seluruh informasi, data, riset independen, serta proyeksi dan tren pasar motor di Indonesia. Dari mulai nilai pasar (market size), tren penjualan, rasio kepemilikan, jumlah populasi, serta komposisi pasar motor tersaji dalam riset dan data industri ini.

Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini dimulai dari dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, potensi pasar lokal, serta tren PDB per kapita. (halaman 2-4)

Selanjutnya, riset pasar ini menampilkan tren penjualan motor dan mobil di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik. (halaman 5) Penjualan motor tumbuh dengan persentase tertinggi pada periode 2006-2011 secara historis dari 4,42 juta unit menjadi 8,01 juta unit.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek motor dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 6. Data jumlah motor yang beroperasi dipaparkan pada halaman 7 lengkap dengan rekam jejak periode 2006-2016, dilengkapi dengan tren pertumbuhan rata-rata serta tingkat penetrasi pasar dan klasifikasi konsumen dilihat dari tingkat pendapatannya.

Mulai halaman 8, duniaindustri.com membuat riset independen terkait industri motor secara spesifik mulai dari gambaran industri motor Indonesia secara global (halaman 8), populasi dan nilai pasar (market size) industri motor Indonesia (halaman 9), rasio kepemilikan motor dibanding jumlah penduduk (halaman 10), dan analisis pasar motor 2015 (halaman 11).

Komposisi segmen motor ditampilkan dengan grafis yang menarik pada halaman 12. Kemudian, tren penjualan motor per daerah di Indonesia secara detail dipaparkan pada halaman 13, lengkap dengan volume penjualan per pulau di negeri ini.

Riset ini dilanjutkan dengan analisis penjualan motor per provinsi dan pangsa pasar masing-masing merek (brand). Analisis itu dilengkapi dengan tren penjualan motor di 10 provinsi yang menjadi pasar terbesar di Indonesia, lengkap dengan market share masing-masing merek motor. (halaman 14-16)

Top 10 provinsi dengan penjualan motor terbesar di Indonesia juga disajikan dalam kurun waktu yang cukup panjang (2012-2015) untuk menunjukkan tren secara komprehensif. (halaman 17-20)

Sebagai tambahan, data ini menampilkan industri komponen motor di Indonesia, terutama industri velg motor, mulai dari persaingan produsen dan merek velg, struktur pasar industri velg di Indonesia, serta nilai pasar industri velg motor di negeri ini. (halaman 21-25)

Tidak ketinggalan, Riset Pasar dan Data Industri Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini juga menampilkan arah kebijakan (grand strategy) pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan roda dua, peluang investasi, serta regulasi dan insentif yang diberikan. (halaman 26-29)

Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) sebanyak 30 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, Polri, World Bank, serta sejumlah perusahaan motor. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

5) Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019) yang dirilis Agustus 2016 ini menampilkan seluruh informasi, data, riset independen, serta proyeksi dan tren pasar mobil di Indonesia. Dari mulai pangsa pasar terbesar, kapasitas terpasang pabrikan mobil, hingga data jumlah mobil dan motor yang beroperasi tersaji dalam riset dan data industri ini.

Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019) ini dimulai dari dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, potensi pasar lokal, serta tren PDB per kapita. (halaman 2-4)

Selanjutnya, riset pasar ini menampilkan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik. (halaman 5) Terlihat penjualan mobil tumbuh tinggi sejak 2009-2013 secara historis dari 486 ribu unit menjadi 1,23 juta unit.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek mobil dan motor dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 6-7. Struktur industri komponen otomotif juga ditampilkan dari mulai agen tunggal pemegang merek (ATPM) hingga tier 2 dan 3. (halaman 8)

Data jumlah kendaraan (motor dan mobil) yang beroperasi di Indonesia disajikan secara lengkap periode 2006-2016 pada halaman 9, lengkap dengan peluang bisnis serta klasifikasi pendapatan konsumen. Riset pasar dan data industri mobil ini juga dilengkapi dengan kumpulan proyeksi pelaku industri mobil tentang prospek ke depan. (halaman 10)

Sejumlah pelaku usaha otomotif (market leader–dikumpulkan dalam person quote) memperkirakan tahun 2016 tidak akan berbeda dari 2015, dengan penjualan mobil sekitar 950 ribu unit hingga 1 juta unit, lebih rendah dari estimasi lembaga riset asing 1,2 juta unit. Penjualan mobil masih dapat tumbuh positif hingga 2016, ditopang pertumbuhan perekonomian nasional yang positif, meski relatif melambat. 70% dari penjualan mobil merupakan passenger cars, ikut ditopang segmen baru mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Prinsipal mobil Jepang masih mendominasi pasar otomotif lokal. Pangsa pasar mobil terbesar tetap dipegang Grup Astra dengan target pangsa pasar di atas 50%.

Masuk ke pembahasan lebih detail, riset pasar ini memaparkan Indonesia sebagai basis produksi potensial untuk mobil di Asia Pasifik, potensi pasar lokal yang menjanjikan, peta pemain utama, historical market trend, arah kebijakan pemerintah, tren pasar global, regulasi pajak barang mewah, dan potensi pasar mobil per daerah. (halaman 11-18)

Tidak ketinggalan penetrasi mobil per 1.000 penduduk yang mencapai 43 unit, dan rasio kepemilikan motor yang mencapai 140 unit per 1.000 penduduk. (halaman 19) Selain itu, ditampilkan kapasitas produksi dan kapasitas terpasang pemain otomotif di Indonesia, termasuk Astra Group, Indomobil Group, Kramayudha Group. Serta persaingan pasar industri otomotif di ASEAN, mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia. (halaman 20-25)

Di samping itu, riset pasar dan data industri ini dilengkapi top 15 merek mobil terlaris dan top 15 brand mobil dengan penjualan tertinggi di Indonesia. (halaman 26-28)

Data sebanyak 30 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, World Bank, serta sejumlah perusahaan otomotif. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

6) Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri oli pelumas di Indonesia, mencakup highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, perkembangan investasi atau ekspansi baru, ukuran pasar (market size) industri oli pelumas, hingga pangsa pasar pemain lokal dan perusahaan internasional (multi national company/MNC), serta prospek dan tantangan industi ini ke depan.

Data ini dimulai dengan menampilkan highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016. (halaman 2-5) PT Pertamina Lubricants–anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis pelumas–pernah menguasai pangsa pasar oli nasional sebesar 90% sebelum 1997. Pada masa itu, penjualan oli masih diatur oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 tahun 1988 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas Serta Penanganan Oli Bekas yang memberikan hak monopoli kepada Pertamina. Namun, hak monopoli tersebut kemudian dicabut melalui Keppres 21 tahun 2001 tentang Pelayanan Penyediaan Pelumas, yang memperbolehkan adanya pemain baru di pasar pelumas.

Di halaman 6-9, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015. Tidak ketinggalan ditampilkan estimasi penjualan oli pelumas masing-masing pemain disertai pangsa pasarnya.

Pada halaman 10-14, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Di halaman 15 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 16, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data ini dilengkapi penetrasi populasi otomotif (motor dan mobil) di Indonesia yang menjadi konsumen terbesar oli pelumas. Di halaman 18, ditampilkan prospek (peluang) dan kendala di industri oli pelumas di Indonesia.

Data dan analisis industri oli pelumas sebanyak 19 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

7) Outlook Industri Otomotif 2016-2018 ini menampilkan proyeksi pasar industri otomotif, terutama mobil, tahun 2009-2018. Sejumlah pelaku usaha otomotif (market leader–dikumpulkan dalam person quote) memperkirakan tahun 2016 tidak akan berbeda dari 2015, dengan penjualan mobil sekitar 950 ribu unit hingga 1 juta unit, lebih rendah dari estimasi lembaga riset asing 1,2 juta unit. Penjualan mobil masih dapat tumbuh positif hingga 2016, ditopang pertumbuhan perekonomian nasional yang positif, meski relatif melambat. 70% dari penjualan mobil merupakan passenger cars, ikut ditopang segmen baru mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Prinsipal mobil Jepang masih mendominasi pasar otomotif lokal. Pangsa pasar mobil terbesar tetap dipegang Grup Astra dengan target pangsa pasar di atas 50%.

Data ini juga menjabarkan tren penjualan mobil sejak 1997-2015. Hingga kuartal III 2015, Toyota menguasai 32%, Daihatsu 17%, Honda 15%, Suzuki 12%, Mitsubishi 11%, others 8%, Nissan 3%, dan Isuzu 2%. Di segmen penjualan motor, Honda merajai dengan pangsa pasar 68%, Yamaha 28%, disusul Suzuki dan Kawasaki masing-masing 2%.

Juga ditampilkan arah kebijakan pemerintah sejak 2010-2025, strategi investasi, program mobil low carbon emission, dan pajak serta bea masuk. Tidak ketinggalan penetrasi mobil per 1.000 penduduk yang mencapai 43 unit, dan rasio kepemilikan motor yang mencapai 140 unit per 1.000 penduduk.

Selain itu, ditampilkan kapasitas produksi dan kapasitas terpasang pemain otomotif di Indonesia, termasuk Astra Group, Indomobil Group, Kramayudha Group. Serta persaingan pasar industri otomotif di ASEAN, mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Data sebanyak 21 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain regulator di Indonesia. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com. (*)

8) Data Industri Sepeda Motor dan Velg Motor ini menampilkan peta persaingan merek motor di Indonesia yang masih dikuasai Honda (68%), Yamaha (28%), Suzuki (2%), Kasawaki (2%), dan sisanya produsen lain. Juga ditampilkan, populasi motor di Indonesia hingga 2015 diestimasi 93,25 juta unit, menurut prediksi duniaindustri.com. Estimasi itu berdasarkan data terbaru, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, ada 86,253 juta unit sepeda motor di seluruh Indonesia pada April 2014, naik 11 % dari tahun sebelumnya 77,755 juta unit.

Selain itu, dipaparkan juga pada 2015 penjualan motor di Indonesia diperkirakan 6,4 juta unit – 6,5 juta unit, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Penetrasi motor di Indonesia atau biasa dikenal rasio kepemilikan motor banding jumlah penduduk mencapai 140 unit motor vs 1.000 penduduk (data 2013).

Di samping itu, dijabarkan juga nilai pasar industri sepeda motor di Indonesia, penjualan per segmen (motor bebek, skutik, sport, dan lainnya), top 10 provinsi dengan penjualan sepeda motor terbesar, top 10 motor terlaris di Indonesia, dan top 10 daerah dengan populasi motor terpadat di Indonesia.

Sebagai tambahan, data ini menampilkan industri velg motor di Indonesia, mulai dari persaingan produsen dan merek velg, struktur pasar industri velg di Indonesia, serta nilai pasar industri velg motor di negeri ini.

Data sebanyak 15 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri, regulator, dan Polri. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com. (*)

9) Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia ini menampilkan tingkat kepemilikan mobil di Asia Tenggara cenderung rendah, di Indonesia hanya 44% rumah tangga yang memiliki satu mobil, 9% bermobil lebih dari satu, dan 46% rumah tangga belum memiliki mobil. Secara global, 54% rumah tangga memiliki satu mobil, 20% bermobil lebih dari satu, dan 25% belum memiliki mobil. Karena itu, tidak heran jika 63% rumah tangga di Indonesia berminat membeli mobil dalam dua tahun ke depan, 18% akan membeli mobil bekas, dan hanya 19% yang tidak berminat membeli mobil. Di Indonesia, kepemilikan mobil masih menjadi patokan kesuksesan seseorang dan menunjukkan derajat sosial yang lebih tinggi. Data sebanyak 26 halaman ini berasal dari berbagai survei dan diolah duniaindustri.com.(*)

10) Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia ini menampilkan perbandingan kebutuhan dan pasokan angkutan darat, terutama taksi di Indonesia. Rata-rata pertumbuhan penumpang taksi sebesar 12,3% sejak 2007-2011 dan diproyeksikan tumbuh 18,2% pada 2012-2016. Sementara rasio taksi per 1.000 orang di Asean, Indonesia cenderung terendah dengan rasio 0,24%, sementara Malaysia 3,12%, dan Singapura 5,2%. Pasokan taksi di Indonesia juga diperkirakan tumbuh rata-rata 16% (CAGR) periode 2012-2016, lebih tinggi dibanding periode 2007-2011 sebesar 4,3%. Data sebanyak 24 halaman ini juga menampilkan strategi bisnis dan kinerja keuangan perusahaan pemegang pangsa pasar terbesar di Indonesia.(*)

11) Data Penjualan Per Merek Mobil ini menampilkan tren penjualan mobil di Indonesia per merek per bulan pada 2013. Misalnya, total penjualan Mini Cooper di Indonesia 460 unit, Januari 28 unit, Februari 37 unit, Maret 38 unit, Mei 38 unit, dan seterusnya. Total penjualan Mercedes Benz 4.877 unit. Total penjualan Lexus 622 unit, Landrover 94 unit. Data ini berasal dari Gaikindo dan diolah duniaindustri.com. (*)

12) Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif ini menampilkan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia dibandingkan dengan global market dan ASEAn market periode 2006-2012. Ditampilkan juga data produksi mobil di negara ASEAN, Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Singapura, dan total ASEAN. Juga disuguhkan, produksi 13 ATPM di Indonesia antara lain PT Astra Daihatsu Motor (500 ribu unit per tahun dengan jumlah pekerja 11 ribu orang), Suzuki, PT Kramayudha Tiga Berlian (Mitsubishi), Toyota, Isuzu, Nissa, PT Gaya Motor, Mercedes Benz, GM. Data yang terdiri atas 21 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh Gaikindo dan diolah duniaindustri.com.(*)

13) Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC) ini menampilkan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia. Untuk mobil, juga ditampilkan analisis munculnya segmen low cost and green car (LCGC). Perbandingan penjualan tiap merek mobil, antara lain Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, Honda, Nissan dan lainnya 2011-2013. Penjualan mobil di Indonesia pada 2013 naik 10% menjadi 1,23 juta unit. Juga, ditampilkan car models positioning by price gap di Indonesia. Serta, outlook 6 faktor yang akan mempengaruhi sektor otomotif di 2014. Data ini terdiri atas 30 halaman microsoft powerpoint.(*)

14) Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan ini menampilkan tren penjualan tiap segmen kendaraan dan tiap merek mobil di Indonesia sepanjang 2013, dibagi per bulan. Merek mobil yang ditampilkan dalam data ini antara lain Daihatsu, Isuzu, Toyota, Peugeot, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, Honda, dan merek lainnya. Selain itu, ditampilkan produksi dan ekspor mobil di Indonesia periode 2006-2012. Data penjualan dibagi beberapa segmen seperti tipe sedan, 4×2, 4×4, bus, pick up/truck, double cabin. Selain itu ditampilkan data ekspor impor CBU, CKD, dan komponen periode 2006-2012. Juga digambarkan tren pasar mobil domestik dan proyeksinya dari 1997-2015 dengan menggunakan dua asumsi; pesimistis dan optimistis. Sedangkan di bagian kebijakan pemerintah, ditampilkan kebijakan bea masuk dan pajak penjualan barang mewah (luxury tax), kebijakan dalam berinvestasi, insentif untuk ekspor, serta kemudahan impor bahan baku. Data yang terdiri atas 18 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh Gaikindo dan diolah duniaindustri.com. (*)

15) Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah ini menampilkan tren penjualan, produksi, dan ekspor mobil di Indonesia periode 2006-2012. Data penjualan dibagi beberapa segmen seperti tipe sedan, 4×2, 4×4, bus, pick up/truck, double cabin. Selain itu ditampilkan data ekspor impor CBU, CKD, dan komponen periode 2006-2012. Juga digambarkan tren pasar mobil domestik dan proyeksinya dari 1997-2015 dengan menggunakan dua asumsi; pesimistis dan optimistis. Sedangkan di bagian kebijakan pemerintah, ditampilkan kebijakan bea masuk dan pajak penjualan barang mewah (luxury tax), kebijakan dalam berinvestasi, insentif untuk ekspor, serta kemudahan impor bahan baku. Data yang terdiri atas 18 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh Gaikindo dan diolah duniaindustri.com. (*)

Sumber: di sini
* Butuh riset pasar dan data industri lainnya, total ada 131 database, klik di sini
** Butuh data spesifik atau market intelligence, klik di sini

Rabu, 22 Maret 2017

Data Penjualan 36 Merk Mobil Per Model Per Bulan 2016

Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) yang dirilis Maret 2017 ini menampilkan seluruh informasi, data, riset independen, serta tren penjualan mobil per merek per model per bulan sepanjang 2016 di Indonesia. Selain itu, ditampilkan juga market share sejumlah merek mobil penguasa pasar di sejumlah daerah, komposisi penjualan market leader merek mobil di 34 provinsi, kapasitas terpasang pabrikan mobil, hingga data populasi jumlah mobil dan motor yang beroperasi tersaji dalam riset dan data industri ini.

Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) ini dimulai dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas pada halaman 2. Pada halaman 3, disajikan infografis menarik tentang pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah dikaitkan dengan sektor industri yang tumbuh tertinggi pada 2016 sebagai acuan per daerah.

Pada halaman 4, dijabarkan tren peningkatan PDB Indonesia periode 2008-2019F untuk memperkuat argumentasi perkembangan ekonomi negeri ini. Kemudian dilanjutkan dengan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik pada halaman 5.

Pada halaman 6-28, ditampilkan data tabulasi tentang tren penjualan per merek mobil per model per bulan sepanjang 2016. Total ada 36 merek mobil dengan berbagai varian model yang ditampilkan dalam data ini. Tim duniaindustri.com juga memiliki data tabulasi untuk tahun 2013 dan 2015 jika Anda membutuhkannya.

Pada halaman 29, disajikan pangsa pasar (market share) 12 merek mobil di enam daerah utama, yakni DKI Jakarta (Jadetabek), Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Disusul data sebaran komposisi penjualan market leader mobil di 34 provinsi di Indonesia pada 2016 pada halaman 30.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek mobil dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 31. Struktur industri komponen otomotif juga ditampilkan dari mulai agen tunggal pemegang merek (ATPM) hingga tier 2 dan 3. (halaman 32)

Data populasi jumlah kendaraan (motor dan mobil) yang beroperasi di Indonesia disajikan secara lengkap periode 2006-2016 pada halaman 33, lengkap dengan peluang bisnis serta klasifikasi pendapatan konsumen. Masuk ke pembahasan lebih detail, riset pasar ini memaparkan Indonesia sebagai basis produksi potensial untuk mobil di Asia Pasifik, potensi pasar lokal yang menjanjikan, peta pemain utama, historical market trend, arah kebijakan pemerintah, tren pasar global, regulasi pajak barang mewah, dan potensi pasar mobil per daerah. (halaman 33-40)

Tidak ketinggalan penetrasi mobil per 1.000 penduduk yang mencapai 43 unit, dan rasio kepemilikan motor yang mencapai 140 unit per 1.000 penduduk. (halaman 41) Selain itu, ditampilkan kapasitas produksi dan kapasitas terpasang pemain otomotif di Indonesia, termasuk Astra Group, Indomobil Group, Kramayudha Group. Serta persaingan pasar industri otomotif di ASEAN, mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia. (halaman 42-51)

Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) sebanyak 52 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, World Bank, serta sejumlah perusahaan otomotif. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar dan data industri lainnya, total ada 131 database, klik di sini
** Butuh data spesifik atau market intelligence, klik di sini

Minggu, 19 Maret 2017

Perubahan Strategi Perdagangan China Hantam Ekspor Sawit Indonesia

Ekspor minyak sawit Indonesia ke China anjlok hingga 48% pada Januari 2017 menjadi 316,75 ribu ton dibanding Desember 2016 sebesar 612.21 ribu ton. Penurunan drastis itu terjadi karena perubahan strategi perdagangan China.

Menurut Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan, China sedang gencar melakukan pembelian kedelai dari Argentina untuk mengisi stok di dalam negeri dan mengambil kesempatan sebelum harga kedelai naik. Diperkirakan, penurunan panen kedelai di Argentina akibat cuaca buruk. "Penurunan permintaan minyak sawit dari Indonesia juga dicatatkan oleh negara-negara Timur Tengah sebesar 29%, kemudian Amerika Serikat sebesar 21%," katanya dalam keterangan tertulis.

Penurunan ekspor minyak sawit di sejumlah negara juga terjadi seiring dengan penurunan produksi nasional. Kinerja produksi minyak sawit Indonesia mengalami penurunan signifikan hingga 9% dari angka 3,15 juta ton pada Desember 2016 menjadi 2,86 juta ton per Januari 2017. Padahal, secara total, pertumbuhan ekspor minyak sawit Indonesia mencatatkan kenaikan meski hanya 2% menjadi 2,84 juta ton dari 2,78 juta ton.

Berdasarkan data Gapki, stok minyak sawit Indonesia pada Desember 2016 diperkirakan hanya sekitar 1,07 juta ton. Sedangkan produksi minyak sawit Indonesia pada 2016 sekitar 34,5 juta ton yang terdiri atas 31,5 juta ton CPO dan 3 juta ton CPKO.

"Penurunan produksi terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Walaupun peningkatan ekspor bergerak tipis, hal itu tidak serta-merta stok minyak sawit menurun," ujarnya.

Menyikapi kondisi demikian, Gapki dan beberapa asosiasi terkait, seperti GIMNI, APROBI, AIMMI, APOLIN dan BPDPKS melakukan pengumpulan data dan survei lapangan selama dua bulan untuk merevisi stok dan produksi minyak sawit Indonesia.

Kendati produksi tidak tinggi, kata Fadhil, cadangan fisik di lapangan cukup banyak lantaran adanya limpahan stok dari akhir tahun 2015. Sepanjang Januari 2017, ungkap Fadhil, cadangan minyak sawit Indonesia sebanyak 2,86 juta ton. "Dari hasil tabulasi data, stok minyak sawit Indonesia pada akhir tahun 2016 sebanyak 3,75 juta ton, sedangkan produksi minyak sawit sebesar 35,57 juta ton," katanya.

Sementara kinerja ekspor CPO dan turunannya ke India dan negara-negara Afrika mengalami kenaikan cukup signifikan. Ekspor ke India naik sebesar 30% dibandingkan dengan Desember 2016. Dari 519,94 ribu ton naik jadi 676,17 juta ton pada Januari 2017.

Untuk ekspor ke negara-negara Afrika, kenaikan sebesar 88% atau dari 110,46 ribu ton pada Desember 2016, dan meningkat menjadi 207,98 ribu ton pada Januari 2017. Sementara kenaikan ekspor ke negara-negara Eropa sekitar 15%, Bangladesh sekitar 8%, dan Pakistan sekitar 6%.

Dari sisi harga, Fadhil menyebutkan, harga rata-rata CPO global bergerak di kisaran 785 dolar AS hingga 827,50 dolar AS per metrik ton dengan harga rata-rata 805,7 dolar AS per metrik ton. Harga masih tetap positif selama dua pekan di kisaran 790–820 dolar AS per metrik ton, tetapi harga merosot di bawah 750 dolar AS per metrik ton pada pekan ketiga hingga akhir bulan.

Sementara harga CPO pada dua pekan pertama Maret 2017 bergerak di kisaran 722,5–765 dolar AS per metrik ton. Dia memperkirakan, harga CPO global akan bergerak di kisaran 720–750 dolar AS per metrik ton hingga akhir bulan.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar dan data industri, total ada 130 database, klik di sini
** Butuh database eksportir atau buyers di luar negeri, klik di sini

Jumat, 17 Maret 2017

Industri Sepeda Motor Jadi Tulang Punggung Transportasi Indonesia

Industri motor saat ini menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan perekonomian Indonesia dan tulang punggung utama transportasi masyarakat. Selain dalam hal pendapatan, nilai tambah sepeda motor bagi masyarakat juga membuat industri ini memberikan peran penting bagi pemerintahan.

Apalagi industri ini menduduki di peringkat ketiga di dunia, sesudah China dan India. Pada 2016, jumlah unit sepeda motor yang terjual 6,21 juta unit. Angka ini ditaksir memberikan pemasukan omzet untuk industri mencapai Rp 90 triliun. Selain itu, akan ada pemasukan melalui pajak kepada Pemerintah sebesar Rp 27 triliun, baik dari pajak industri maupun bea masuk komponen sepeda motor yang masih didatangkan melalui impor. 

Selain menyasar pasar domestik, industri sepeda motor juga terus menggenjot ekspor. Total pertumbuhan ekspor sepeda motor dari 2014 hingga September 2016 mencapai 800%. Angka ini cukup baik untuk memperkuat pasar sepeda motor Indonesia di luar negeri. Pemerintah mencanangkan adanya pertumbuhan ekspor sepeda motor hingga 300% dari 2015-2019.

Untuk mendukung pertumbuhan industri sepeda motor dan sektor terkait lainnya, duniaindustri.com memiliki database terbaru yakni Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor). Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) yang dirilis Januari 2017 ini menampilkan proyeksi, data, riset pasar, tren pasar, serta peta persaingan brand sepeda motor per provinsi di Indonesia. Riset pasar ini dibuat sebagai acuan strategi pemasaran bagi industriawan yang terkait dengan motor dan komponennya, terutama untuk mengukur tren pasar dan pangsa pasar.

Berikut penjelasan detail isi per halaman:

1. Sampul
2. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada bulan Desember 2016
3. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada November 2016
4. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada Oktober 2016
5. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada September 2016
6. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada Agustus 2016
7. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada Juli 2016
8. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada Juni 2016
9. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada Mei 2016
10. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada April 2016
11. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada Maret 2016
12. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada Februari 2016
13. Penjualan motor per provinsi per merek motor pada Januari 2016
14. Tren distribusi penjualan motor per merek, per tipe (underbone, scooter, sport), per bulan sepanjang 2016
15. Pangsa pasar motor sepanjang 2016
16. Chart tren bulanan penjualan motor per tipe sepanjang 2016
17. Chart komposisi (persentase) penjualan motor per tipe sepanjang 2016
18. Analisis tren penjualan motor 2016
19. Analisis tren penjualan motor 2016
20. Proyeksi tren penjualan motor 2017-2018
21. Proyeksi tren penjualan motor 2017-2018
21. Bahan riset proyeksi penjualan motor di lima provinsi utama, khususnya untuk sebaran alokasi dana daerah 2017
22. Sebaran alokasi dana tranfer umum ke daerah
23. Perbandingan pendapatan dan belanja daerah 2017
24-25. Komparasi pertumbuhan ekonomi daerah 2016 dengan sektor pendorongnya
26. Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015-2017 lengkap dengan 7 indikator utama, seperti inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, serta lifting gas
27. Tren peningkatan penghasilan dalam PDB periode 2008-2019
28. Tren pasar otomotif (baik motor maupun mobil) ditampilkan dalam grafis yang menarik dan rentang waktu yang cukup panjang yakni 2005-2019F
29. Komparasi pangsa pasar motor semester I 2015 dan semester I 2016
30. Data jumlah populasi motor dan mobil dengan rekam jejak periode 2006-2016, dilengkapi dengan tren pertumbuhan rata-rata serta tingkat penetrasi pasar dan klasifikasi konsumen dilihat dari tingkat pendapatannya
31. Bagan komponen motor
32. Chart penetrasi motor di Indonesia dibanding 20 negara di dunia
33. Komposisi tipe penjualan motor pada 2015, dilihat tren per bulan 2015
34. Analisis penjualan di lima pasar utama pada 2015
35. Chart tren penjualan di tiap provinsi periode 2015
36. Chart top 10 provinsi dengan penjualan motor terbesar pada 2015
37-38. Komposisi distribusi penjualan motor di 6 Pulau di Indonesia pada 2015
39. Chart top 10 provinsi dengan penjualan motor terbanyak pada 2012, 2013, dan 2014
40. Chart pangsa pasar merek motor per daerah sepanjang 2014
41. distribusi penjualan motor merek Honda per brand, per cc, per engine tipe, per tipe, per bulan sepanjang 2015
42. distribusi penjualan motor merek Yamaha, per brand, per cc, per engine tipe, per tipe, per bulan sepanjang 2015
43. distribusi penjualan motor merek Suzuki, per brand, per cc, per engine tipe, per tipe, per bulan sepanjang 2015
44. distribusi penjualan motor merek Kawasaki per brand, per cc, per engine tipe, per tipe, per bulan sepanjang 2015
45. distribusi penjualan motor merek TVS per brand, per cc, per engine tipe, per tipe, per bulan sepanjang 2015
46. Distribusi penjualan motor di pasar domestik per cc, per tipe, per brand sepanjang 2015
47. Grand strategy pengembangan industri otomotif di Indonesia
48-49. Daftar insentif untuk investasi di industri otomotif
50. Payung hukum dan regulasi di industri otomotif dan transportasi
51. sampul penutup

Sumber: klik di sini

* Butuh riset pasar atau data industri lainnya, total 130 database, klik di sini
** Butuh market intelligence, klik di sini

Kamis, 16 Maret 2017

Tren Harga Baja Dunia 2017 Makin Melonjak

Harga baja dunia kembali menghangat dengan mencatatkan kenaikan sebesar 50% pada Maret 2017 dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada awal Maret 2017, harga baja dunia yang mengambil patokan harga baja canai panas (hot rolled coils/HRC) asal China melonjak ke level US$ 540-550 per ton, dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 360-370 per ton.

Kenaikan itu melanjutkan perbaikan harga sejak awal 2017 yang tercatat di level US$ 525-535 per ton. Duniaindustri.com mengambil data tren harga baja dunia dari harga baja di Timur Tengah dengan negara asal China untuk kategori HRC lebih besar atau sama dengan 2 milimeter. Seiring dengan itu, harga tinplate juga merangkak naik pada awal Maret 2017 menembus US$ 825-835 per ton, dari posisi awal 2017 di kisaran US$ 795-805 per ton.

Menurut laporan World Steel Association dalam Short Range Outlook, Oktober 2016, permintaan baja global diperkirakan kembali pulih sebesar 0,2% menjadi 1.501 juta ton di tahun 2016 dan sebesar 0,5% mencapai 1.510 juta ton di tahun 2017. Peningkatan permintaan baja global tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan permintaan baja di negara-negara berkembang sehingga mampu menyeimbangkan penurunan serta pemulihan Tiongkok dan negara-negara maju.

Dari sisi harga, harga baja global sejak awal tahun 2016 mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan World Steel Dynamics (Inside Track, Desember 2016) harga baja dunia pada bulan Desember 2016 naik sekitar 72% ke level US$ 490 per ton dari posisi US$ 284 per ton pada Desember 2015. Salah satu faktor yang mendongkrak harga baja adalah rencana pemerintah Tiongkok memangkas kapasitas produksi industri baja sebesar 100–150 juta ton dalam 5 tahun ke depan. Peningkatan harga global ini diperkirakan masih terus berlanjut yang akan berdampak kepada peningkatan harga baja domestik.

Tren harga baja global pada 2017 menjadi kebalikan dari posisi 2015. Pada 2015, harga baja dunia sempat bergejolak di tataran terendah. Pada November 2015, harga baja terutama HRC impor turun ke level US$ 317 per ton, anjlok 12% dibanding September 2015 di posisi US$ 360 per ton. Menurut data duniaindustri.com yang dikompilasi dari beberapa produsen, harga baja HRC lokal dan HRC impor anjlok cukup dalam sejak awal 2015.

Titik Balik Baja Dunia
Pada Januari 2015, HRC impor berada di posisi US$ 553 per ton dan terus turun menjadi US$ 409 per ton pada Juli 2015, sebelum akhirnya turun hingga dasar pada Desember 2015. Sementara harga HRC lokal juga menunjukkan tren yang sama. Harga HRC lokal pada Januari 2015 berada di level Rp 7.350 per kilogram, dan kemudian turun hingga Rp 6.700 per kg pada Mei 2015, sebelum akhirnya turun lagi ke posisi Rp 5.700 per kilogram pada November 2015.

Penurunan harga HRC mempengaruhi harga produk hilir baja seperti pipa baja. Harga pipa baja pada Januari 2015 mencapai Rp 9.482 per kg dan turun terus menjadi Rp 8.126 per kg pada November 2015.

Harga baja dunia terus melemah seiring minimnya sentimen perbaikan harga komoditas di pasar internasional. Penurunan harga yang terus berlanjut masih disebabkan oleh rendahnya harga komoditas di pasar internasional, perbaikan ekonomi global yang belum signifikan, serta kelebihan pasokan baja di China sebagai produsen terbesar dunia. Sementara konsumsi baja global melambat seiring perlambatan perekonomian dunia.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar dan data industri, total ada 130 database, klik di sini
** Butuh market intelligence untuk persaingan pasar atau investasi saham, klik di sini

Penjualan Obat Kimia Farma Naik 19,5% Jadi Rp 5,81 Triliun

Penjualan Kimia Farma yang mencakup obat, bahan baku, pil KB dan alat kesehatan pada 2016 tumbuh 19,5% menjadi Rp 5,81 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 4,86 triliun. Menurut laporan keuangan perseroan, kenaikan itu terutama ditopang peningkatan penjualan obat ethical, lisensi, dan narkotika yang tumbuh signifikan sebesar 68% di 2016 menjadi Rp 964 miliar.

Secara rinci, penjualan Kimia Farma dari obat generik produksi entitas anak mencapai Rp 941,6 miliar pada 2016, tumbuh 22% secara tahunan. Sementara penjualan obat ethical, lisensi, dan narkotika yang diproduksi entitas anak tumbuh signifikan sebesar 68% di 2016 menjadi Rp 964 miliar. Penjualan obat over the counter (OTC) juga tumbuh 30% menjadi Rp 267 miliar, demikian juga penjualan bahan baku (minyak nabati, yodium, dan kina) yang meningkat 7% menjadi Rp 226 miliar sepanjang 2016. Namun, penjualan pil KB dan alkes yang diproduksi entitas anak turun 40% menjadi Rp 6,35 miliar.

Di sisi lain, penjualan Kimia Farma dari produksi pihak ketiga juga meningkat terutama untuk obat ethical dan alat kesehatan. Penjualan obat ethical Kimia Farma dari produksi pihak ketiga naik 8,3% menjadi Rp 1,96 triliun sepanjang 2016, sementara penjualan obat OTC relatif stagnan Rp 788 miliar. Kenaikan signifikan terjadi untuk penjualan alat kesehatan produksi pihak ketiga yang naik 58% menjadi Rp 464 miliar. Sementara penjualan obat generik pihak ketiga justru turun tipis 0,3% menjadi Rp 290 miliar.

Pada 2017, Kimia Farma menargetkan penjualan sekitar Rp 7 triliun. Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan pihaknya berharap penjualan dapat mencapai lebih dari target itu.
Menurut Rusdi, penjualan perusahaan ditopang oleh sejumlah lini usaha. Salah satunya penjualan garam farmasi dimana pembangunan pabrik itu di Watudakon, Jombang, Jawa Timur telah diselesaikan oleh Kimia Farma.

Untuk mendukung target perusahaan itu, Kimia Farma berencana menganggarkan belanja modal sekitar Rp1 triliun pada 2017 atau lebih tinggi dibandingkan dengan anggaran Rp 958 miliar pada 2016.

Ekspansi Apotek
Kimia Farma melalui anak usahanya PT Kimia Farma Apotek manargetkan membangun 100 gerai baru di seluruh Indonesia tahun 2017. “Ya betul. Anggaran ekspansi kami siapkan investasinya sekitar Rp20 miliar,” kata Dirut PT Kimia Farma Apotek Imam Fathorrahman.

Menurut Imam, jika rencana tersebut terealisasi maka pada tahun ini total gerai atau apotek Kimia Farma di seluruh Indonesia menjadi 1.000-an unit, mengingat hingga saat ini sudah ada 900 gerai di seluruh Indonesia.

“Dari 900-an gerai tersebut, total omzet penjualan obat-obatan tahun lalu diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun,” katanya.

Namun, Imam belum merinci lokasi dan sebaran gerai baru tersebut, di luar Pulau Jawa atau lainnya. Perseroan juga akan memasuki pasar transaksi elektronik (e-Commerce). “Pemilik telepon pintar saat ini sudah mencapai 126% dari total penduduk, dan internet sendiri sudah 52%. Ini pasar e-Commerce luar biasa,” katanya.

Ia mengatakan, pada tahap awal, perseroan akan membidik pasar Jabodetabek dan bekerjasama dengan layanan belanja pesan antar Go-Mart. “Intinya melalui layanan ini, kami bisa diakses pelanggan di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar dengan lebih dari 250 pilihan lokasi apotek kami. Silakan pelanggan bisa akses kami di www.kimiafarmaapotek.co.id,” kata dia.(*)

Sumber: di sini

* Butuh riset pasar dan data industri, total ada 130 database, klik di sini