Sabtu, 20 Oktober 2018

Data Rekam Jejak Produksi Semen 1974-2020

Meski dibayangi tantangan oversupply dan overcapacity, industri semen tetap menawarkan prospek yang cukup cerah ke depan. Terlebih lagi, saat Indonesia terus agresif membangun ratusan proyek infrastruktur secara massif. Bagaimana perkembangan dan rekam jejak industri ini, simak data komprehensif berikut:


Total halaman: 61 page
Ukuran file: 8,5 MB

halaman               keterangan isi
1.                            sampul muka
2.                            Penjabaran marketoverview industri semen 2017 dan 2018
3.                            Pointers dan penjelasan titik fokus riset tren produksi semen 1974-2020F
4.                            Tabel dan pointers sejarah pemain semen tertua di Indonesia, yakni 3 produsen semen BUMN
5                              Tabel tren produksi industri semen di Indonesia sejak 1909 -1994 dibagi dalam 5 pelita mencakup Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Cibinong, Indocement, Semen Nusantara, Semen Baturaja, Semen Andalas, Semen Kupang, Tridaya Manunggal
6.                            Tabel dan pointers market analysis kapasitas produksi industri semen 2017 dengan total kapasitas 106,3 juta ton
7.                            Tabel batang perbandingan kapasitas sebelum 3 BUMN bergabung dan sesudah 3 BUMN bergabung menjadi Semen Indonesia
8.                            Infografis rekam jejak perjalanan kapasitas produksi market leader Semen Indonesia sejak 1957-2017
9.                            Tabel batang tren kinerja produksi market leader Semen Indonesia periode 2005-2014
10.                          Infografis peta indonesia menunjukkan lokasi pabrik seluruh pemain semen di Indonesia 2017, dan tabel domestic capacity 2017
11.                          Tabel batang daftar produsen semen dunia secara kapasitas, dikaitkan dengan market leader di Indonesia periode 2015
12.                          Kombinasi infografis, tabel, dan penjelasan tentang peta persaingan industri semen 2017 di mana pangsa pasar big 3 market leader terus menurun seiring penurunan utilisasi dan margin
13.                          Tabel distribusi kapasitas seluruh pemain semen di Indonesia periode 2014-2017 serta proyeksi produksi nasional hingga 2020
14.                          Tabel kinerja keuangan big 3 market leader industri semen hingga kuartal III 2017
15.                          Tabel batang tren oversupply di industri semen periode 2012-2020F
16.                          Tabel proyeksi kapasitas terpasang dan produksi industri semen nasional periode 2014-2020 dengan 3 skenario (pesimis, moderat, dan optimis)
17.                          Tabel tren volume konsumsi semen periode 2012-2022F, dikaitkan dengan penyerapan semen untuk sektor infrastruktur
18.                          Pointers dan penjelasan market analysis tren volume konsumsi semen periode 2012-2022F, dikaitkan dengan penyerapan semen untuk sektor infrastruktur
19.                          Pointers dan penjelasan market analysis tren volume konsumsi semen periode 2012-2022F, dikaitkan dengan penyerapan semen untuk sektor infrastruktur
20.                          Pointers dan penjelasan market analysis tren volume konsumsi semen periode 2012-2022F, dikaitkan dengan penyerapan semen untuk sektor infrastruktur
21.                          Pointers dan penjelasan market analysis tren volume konsumsi semen periode 2012-2022F, dikaitkan dengan penyerapan semen untuk sektor infrastruktur
22-38.                    Pointers monitoring informasi terbaru terkait ekspansi per perusahaan semen di Indonesia
39.                          Infografis peta indonesia dengan lokasi masing-masing produsen semen dan realisasi ekspansi kapasitas (update Agustus 2017)
40.                          Infografis peta indonesia dengan lokasi masing-masing produsen semen dan realisasi ekspansi kapasitas (periode 2015-2016)
41-45.                    Tabel pergerakan pangsa pasar seluruh pemain semen di Indonesia per kuartal periode 2014-2018

46-60.                    Data-data pendukung seperti tren konsumsi semen per kapita, tren perubahan pangsa pasar seluruh pemain semen di Indonesia periode 2010 hingga 2018, baik untuk penjualan kantong (bag) maupun curah (bulk),  tren harga klinker di Indonesia, dari mulai komparasi harga klinker dari market leader dan new comers, biaya produksi per ton, selisih harga, serta tren impor klinker di Indonesia, asal negara impor klinker, serta asal negara impor semen di Indonesia 

Atau simak penjelasan berikut ini:

Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker) ini dirilis pada minggu pertama Juni 2018 menampilkan data dan kajian terbaru, analisis komprehensif, outlook dan prognosa, serta rekam jejak data dan komparasi strategi para pemain industri semen di Indonesia dalam periode yang cukup panjang yakni 1974 hingga 2020. Dalam riset kali ini, Duniaindustri.com tidak hanya menyuguhkan data proyeksi ke depan, tapi juga menghadirkan rekam jejak data yang cukup panjang sebagai acuan (benchmark) tren yang terjadi di sektor industri tertentu.

Mari kita simak detail konten per halaman. Riset data ini dimulai dengan menampilkan market overview perkembangan pasar semen pada 2017 (halaman 2). Pertumbuhan pasar semen pada 2017 tercatat cukup solid, ditopang akselerasi proyek infrastruktur pemerintah, meski dibayangi memanasnya persaingan dengan kehadiran sejumlah pemain baru. Kemudian dilanjutkan dengan proyeksi kondisi pasar semen pada 2018 (halaman 3) saat permintaan diperkirakan cenderung melambat dibanding 2017, mengingat sentimen tahun politik.

Masuk ke inti Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020, pada halaman 4 dijelaskan metode riset kali ini dan dukungan data penunjang yang digunakan. Mulai memasuki fokus riset, pada halaman 5 dipaparkan sejarah tiga pemain semen tertua di Indonesia, termasuk faktor keunggulannya saat itu. Selanjutnya, ditampilkan tren peningkatan kapasitas industri semen sejak 1909 hingga 1994, dalam lima kelompok periode tahun untuk menerangkan munculkan pemain-pemain industri semen yang pertama di negeri ini (halaman 5). Data kapasitas para pemain semen pertama di negeri ini dapat menjadi rekam jejak (track record) yang valid untuk mengukur tren ke depan. Data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan terhadap kondisi akhir 2017 untuk melihat pertumbuhan sepanjang 43 tahun terakhir (halaman 6).

Pada halaman 7 sampai 10, data rekam jejak itu dijabarkan menjadi track record tren peningkatan kapasitas market leader industri semen di Indonesia. Market leader diambil sebagai contoh yang merepresentasikan tren perubahan di industri ini. Pada halaman 11, ditampilkan kondisi terkini dari kapasitas industri semen di Indonesia, dari mulai kapasitas per perusahaan (total 15 perusahaan), kapasitas terpasang total, utilisasi pabrik, pangsa perusahaan BUMN, pangsa perusahaan asing dan swasta. Terkait pembahasan pangsa perusahaan asing dan swasta, ternyata 4 pemain raksasa asing terbesar di dunia telah memiliki fasilitas produksi di Indonesia (halaman 12). Hal itu mengakibatkan persaingan antar perusahaan raksasa semen di Indonesia makin sengit (halaman 13), mulai dari perebutan pangsa pasar, tekanan harga jual, produktivitas, utilisasi pabrik, hingga profitabilitas atau margin laba. Terkait tren profitabilitas dan kinerja keuangan tiga market leader semen, secara khusus ditampilkan pada halaman 14.

Pada halaman 15, ditampilkan proyeksi konsumsi dan kapasitas semen di Indonesia periode 2011 hingga 2020, serta distribusi kapasitas per perusahaan (baik market leader, existing player, dan new comers). Disusul kemudian, pada halaman 16 dan 17 ditampilkan grafis menarik terkait tren oversupply semen di Indonesia dilihat dari tren pertumbuhan kapasitas terpasang dibanding konsumsi, serta faktor yang mempengaruhi, untuk periode 1995 hingga 2020. Serta, ditampilkan tabel proyeksi konsumsi semen di Indonesia periode 2012 hingga 2022 seiring dengan percepatan proyek infrastruktur pemerintah.

Mulai halaman 19 sampai 21, ditampilkan market analysis perkembangan terbaru industri semen di Indonesia pada 2018, mulai dari strategi perbedaan harga jual, tekanan harga batubara, perkembangan margin laba, serta strategi ekspansi ke depan. Lebih spesifik lagi, pada halaman 22 hingga 37, Duniaindustri.com membuat kajian independen dari hasil monitoring perkembangan strategi bisnis per perusahaan semen di Indonesia, terutama market leader dan pemain baru. Strategi bisnis ini mencakup tren ekspansi dan segmen yang disasar, target kinerja ke depan, strategi harga jual, tren pangsa pasar, dan lainnya.

Berlanjut pada halaman 38 dan 39, ditampilkan grafis menarik perkembangan pemetaan fasilitas produksi masing-masing pemain semen di Indonesia, sehingga memberikan gambaran jelas pertarungan di daerah-daerah tertentu. Pada halaman 41 sampai 47, pembahasan ditekankan pada tren perubahan pangsa pasar seluruh pemain semen di Indonesia periode 2010 hingga 2018, baik untuk penjualan kantong (bag) maupun curah (bulk), serta proyeksi pangsa pasar per perusahaan pada periode 2018-2022.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan pasar seperti ekspektasi peningkatan konsumsi per kapita dan akselerasi realisasi proyek infrastruktur pemerintah turut dibahas pada halaman 48 sampai 50. Disambung kemudian, pada halaman 50 sampai 56 ditampilkan pangsa pasar dari empat market leader per daerah di Indonesia. Disusul kemudian, pada halaman 57 hingga 60 ditampilkan data-data tentang tren harga klinker di Indonesia, dari mulai komparasi harga klinker dari market leader dan new comers, biaya produksi per ton, selisih harga, serta tren impor klinker di Indonesia, asal negara impor klinker, serta asal negara impor semen di Indonesia.

Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker) ini berisi 61 halaman pdf berukuran 8,5 MB, berasal dari kompilasi data komprehensif Duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), BPS, Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan semen di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
  • Butuh 22 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini

Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018

Industri rokok berkembang dengan sangat dinamis. Terutama saat mencermati persaingan merek-merek rokok di Indonesia. Dengan potensi pasar yang masih cukup terbuka dan besar, industri rokok menawarkan peluang pertumbuhan yang prospektif.

Untuk mencermati hal itu, Duniaindustri.com membuat Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader)”. Simak penjelasan per halaman seperti di bawah ini:

halaman keterangan isi
1. sampul muka
2. Grafis dan tabel paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah periode 2016-2017
3. Grafis consumer market di Indonesia dengan populasi konsumen kelas menengah yang akan melonjak pada 2030
4. Tabel jumlah populasi di Indonesia, PDB nominal, PDB per kapita, laju urbanisasi, jumlah konsumen kelas menengah dan atas, median dari usia periode 2010-2019F
5 Tabel batang dan tabel garis laju pertumbuhan ekonomi serta volume perdagangan negara maju dan negara berkembang serta tren harga komoditas 
6. Tabel dan Bagan kondisi sulitnya perekonomian pada 2016 yang tampak pada penurunan industri 
7. Bagan dan tabel pendapatan rumah tangga dalam tekanan 
8. Tabel tren pertumbuhan produksi industri rokok nasional periode 2005-2015 (volume produksi dan persentase pertumbuhan)
9. Tabel tren pertumbuhan produksi industri rokok nasional periode 2015-2018 (volume produksi dan persentase pertumbuhan)
10. Tabel tren pertumbuhan produksi 7 perusahaan rokok (Sampoerna, Gudang Garam, Djarum, Bentoel, Nojorono, Wismilak, others) periode 2005-2010
11. Tabel tren pertumbuhan produksi 7 perusahaan rokok (Sampoerna, Gudang Garam, Djarum, Bentoel, Nojorono, Wismilak, others) periode 2010-2016
12. Tabel tren pertumbuhan produksi 7 perusahaan rokok (Sampoerna, Gudang Garam, Djarum, Bentoel, Nojorono, Wismilak, others) periode 2017-2018
13. Tabel market value (nilai pasar) industri rokok nasional dikomparasi dengan volume produksi rokok nasional periode 2014-2018
14. Bagan volume produksi rokok per segmen (SPM, SKT, SKM FF, SKM LTN) periode 2014-2016, 1H 2016 dan 1H 2017
15. Tabel dan pointers penjabaran halaman 14
16. Tabel dan pointers penjabaran halaman 14
17. Tren volume konsumsi rokok nasional periode 2006-2013, serta harga rokok di Indonesia dibanding Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos, Singapura
18. Tabel Bagan volume produksi rokok per segmen (SPM, SKT, SKM FF, SKM LTN) periode 2005-2011, serta tren produksi rokok serta kebutuhan cengkeh periode 2009-2011
19. Tabel tren persentase pangsa pasar 7 perusahaan rokok periode 2016-2017
20. Tabel garis dan tabel tentang rekam jejak tren perkembangan pangsa pasar serta pointers dari masing-masing 7 perusahaan rokok 
21. Tabel garis dan tabel tentang rekam jejak tren perkembangan pangsa pasar serta pointers dari masing-masing 7 perusahaan rokok
22. Tabel garis dan tabel tentang rekam jejak tren perkembangan pangsa pasar serta pointers dari masing-masing 7 perusahaan rokok
23. tabel jumlah perokok di Indonesia periode 2011-2018 
24. Tabel garis dan tabel pie chart genre perokok di Indonesia 
25. Tabel ekspor-impor rokok no HS 2402100000, 2402209010, 2402209090 periode 2008-2011 
26. Tabel pangsa pasar utama merek-merek Sampoerna pada 2014-2015 
27-64 Pada halaman 27 hingga 64, ditampilkan secara mendetail mengenai bahan competitor intelligence (riset pesaing) untuk empat market leader industri rokok di Indonesia. Bahan competitor intelligence itu berisi antara lain tren produksi, strategi pemasaran, skema penjualan, jaringan distribusi, hingga kinerja keuangan dari 4 pemimpin pasar industri rokok di Indonesia.

Atau simak penjelasan berikut ini:

Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader) ini dirilis awal September 2017 menampilkan riset independen, data komprehensif, analisis, serta tren pertumbuhan dan pangsa pasar market leader industri rokok di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari tren pertumbuhan industri rokok periode 2005-2018, tren volume produksi enam perusahaan terbesar, nilai pasar (market value) industri, tren jumlah perokok, segmentasi perokok, serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara.

Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader) dimulai dengan menampilkan highlights ekonomi serta pasar Indonesia, dilengkapi tren konsumen dan tingkat daya beli, serta segmentasi konsumen kelas menengah di Indonesia. (halaman 2-5).

Kemudian, ditampilkan kondisi daya beli (purchasing power) masyarakat serta kondisi tren penjualan industri periode 2016 sebagai basis proyeksi 2017-2018. Pada 2016 diketahui daya beli masyarakat tertekan akibat perlambatan ekonomi nasional dan kenaikan harga jual rokok menyusul beban cukai yang naik. Konsumen cenderung memilih produk industri dengan harga termurah. (halaman 6-7)

Masuk ke pembahasan spesifik industri rokok, pada halaman 8 hingga 9 ditampilkan tren pertumbuhan volume produksi industri rokok periode 2005-2018 forecast, lengkap dengan persentase pertumbuhan per tahun. Data tersebut diperkuat dengan tren produksi dari 6 perusahaan market leader rokok periode 2005-2018 forecast. (halaman 8-12)

Pada halaman 12, tim duniaindustri.com menghitung nilai pasar (market value) industri rokok nasional periode 2014-2018 forecast, dengan memfaktorkan penurunan volume yang terjadi pada 2016 dan 2017. Selanjutnya, tren produksi rokok per segmen (SKT, SKM, SPM) ditampilkan dengan rekam jejak periode yang cukup panjang yakni 2014 hingga kuartal I 2017 pada halaman 13 sampai 16.

Tren konsumsi rokok disajikan dengan tabel yang menarik untuk periode 2006-2013 serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara periode 2014, pada halaman 17 dan 18. Beralih ke pembahasan kompetisi pangsa pasar, pada halaman 19 hingga 22 dijabarkan tren market share pemimpin pasar industri rokok Indonesia sejak 1979-2017 beserta analisisnya. Tahun 2005 merupakan tahun bersejarah bagi industri rokok karena terjadi pergeseran market leader di industri ini.

Pada halaman 23 dijabarkan jumlah perokok di Indonesia periode 1995-2016, posisi jumlah konsumen rokok di Indonesia di antara negara-negara di dunia. Data itu diperkuat dengan tren proporsi genre konsumen perokok (pria dan wanita) dikaitkan dengan tren pertumbuhan penduduk berdasarkan kelamin pada halaman 24. Pada halaman 25 ditampilkan ekspor-impor rokok berdasarkan nomor HS periode 2008-2011.

Pada halaman 27 hingga 64, ditampilkan secara mendetail mengenai bahan competitor intelligence (riset pesaing) untuk empat market leader industri rokok di Indonesia. Bahan competitor intelligence itu berisi antara lain tren produksi, strategi pemasaran, skema penjualan, jaringan distribusi, hingga kinerja keuangan dari 4 pemimpin pasar industri rokok di Indonesia.

Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader) sebanyak 65 halaman ini berasal dari hasil riset tim duniaindustri.com diperkuat dengan data penunjang dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
  • Butuh 22 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini



Selasa, 16 Oktober 2018

Petakan Trend Pasar, Duniaindustri.com Padukan Big Data dan Business Insights

Perkembangan pesat teknologi digital mendorong pelaku industri untuk merespons lebih cepat terhadap trend pasar yang bergerak dinamis. Pemetaan terhadap perkembangan pasar, konsumen/pelanggan, regulasi, strategi persaingan, kompetitor, pricing strategy, hingga supply-chain dan productivity management menjadi hal mutlak yang dilakukan secara kontinyu. Tanpa henti.

Mengapa pemetaan itu begitu penting? Karena dengan pemetaan terhadap ekosistem dari sektor industri itu sendiri dapat memunculkan game changer (perubahan daya saing) dari suatu entitas usaha sehingga lebih unggul dibanding perusahaan lainnya. Di sinilah, Duniaindustri.com sebagai salah satu startup layanan big data, database spesifik, dan market research mencoba menghubungkan antara titik-titik dalam ekosistem industri, khususnya untuk kebutuhan data dan keputusan bisnis yang tepat.

Duniaindustri.com berupaya memadukan pengalaman pemantauan dan analisis pasar teraktual untuk membantu merek/perusahaan (brands/company) mengungkap seluruh gambar (helicopter view) dan mengambil tindakan yang tepat. Didukung oleh teknologi mutakhir dan tim ahli dari mulai analis, jurnalis, data scientist, surveyor, hingga statistikawan, misi kami adalah membantu pelaku bisnis membuat lompatan serta menjadi game changer di sektornya.

Duniaindustri.com hadir sebagai salah satu platform industri sangat tersegmentasi dan berfokus pada sektor tertentu. Didukung berbagai fitur seperti Detektif Industri, Indeks Data Industri, serta Datapedia untuk layanan big data, riset pasar, analisis finansial, hingga kajian strategis. Untuk content management dan branding online, fitur yang diunggulkan antara lain Content Provider dan Copywriter Specialist. Serta, fitur trading hub untuk sumber bahan baku kompetitif. Dengan dukungan berbagai fitur tersebut, Duniaindustri.com makin menancapkan eksistensinya sebagai salah satu startup terproduktif di negeri ini.

Seiring kepercayaan yang makin meningkat, tim Duniaindustri.com juga terus berkembang dengan mencari metode-metode analisis baru, mensimulasikan pendekatan teraktual, mengkomparasi skenario terkini, mengkalkulasikan teori-teori komprehensif, guna menghadirkan hasil riset data spesifik yang lebih riil, sesuai trend pasar, dan paling penting terjangkau bagi semua kalangan.

Perkembangan tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah database riset data spesifik yang telah ready di Duniaindustri.com, melonjak signifikan sebesar 33% dari 121 database riset pada akhir tahun lalu menjadi 161 database riset pada awal Oktober 2018. Hal ini dipicu makin meluasnya kebutuhan riset data spesifik guna mendukung pertumbuhan bisnis di sektor industri tertentu.

Duniaindustri.com menyediakan indeks data industri yang bisa didownload user untuk memberikan gambaran atau acuan perkembangan sektor industri tertentu. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Yogya, Sidoarjo, Surabaya, Palu, Bali, Medan, dan daerah lainnya, bahkan dari China dan India.

Per awal April 2018, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan.

Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia. Database tersedia dalam bentuk data mentah (raw data) dalam format excel, zip, power point, pdf ataupun data olahan.

Per awal September 2017, detektif industri meluncurkan fitur baru survey perusahaan yang difokuskan untuk meng-capture informasi spesifik terkait perusahaan tertentu apakah itu kompetitor ataupun target konsumen. Salah satu metode yang dipakai antara lain wawancara mendalam (in depth interview) dengan struktur manajemen perusahaan bersangkutan, mulai dari staf, sales, marketing, logistik, manager, general manager, hingga direktur dan top executive. Dengan jaringan yang luas ditambah tim yang kompeten, fitur ini diharapkan bisa bermanfaat bagi pertumbuhan bisnis Anda.

Selain itu, untuk memperkuat basis data metodologi pencarian, penyusunan, pengolahan data, detektif industri juga memperluas sumber database dengan forum group discussion (FGD), market investigation, market observation, monitoring data online, hingga survei lapangan secara berkala. Diharapkan penambahan sumber ini memberikan pelayanan yang terbaik bagi user dari sisi akurasi dan kecepatan pengolahan data.

Saat ini duniaindustri.com menghimpun lebih dari 1000 ukm dan lebih dari 10.000 basis user baik secara perorangan maupun perusahaan, serta industrial agent dari 10 negara di dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, Eropa, Dubai.(*)

Indeks Data Industri yang ready untuk didownload sebagai contohnya;
Ø  Riset Spesifik Market Tren Industri Oli Pelumas 2014-2020 (Tren Pertumbuhan dan Pangsa Pasar)
Ø  Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas)
Ø  Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker)
Ø  Data Komprehensif Revolusi Industri 4.0 (Strategi Pengembangan dan Ketenagakerjaan hingga 2025)
Ø  Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa)
Ø  Riset Populasi Jumlah Sepeda Motor 1950-2025 (Market Analysis Provinsi Paling Potensial)
Ø  Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil, Garmen, Pakaian, Gloves, Karpet, Jaket, Handuk, Jas, Seragam, dan Lainnya
Ø  Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018
Ø  Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)
Ø  Data dan Outlook Industri Beton Pracetak (Riset Tren Pasar 2008-2022)
Ø  Data Cryptocurrency & Regulasinya di Indonesia (Sisi Positif & Negatif Bitcoin)
Ø  Data dan Outlook Industri Perkapalan, Pelayaran, & Pelabuhan (Riset Tren Armada Kapal 2005-2020)
Ø  Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel)
Ø  Riset Tren Pasar Oli Motor Per Provinsi 2014-2016 (Proyeksi Market Size 2017)
Ø  Data Transportasi, Infrastruktur, dan Logistik di Indonesia Timur (Skema Tol Laut)
Ø  Riset Tren Pasar Obat Generik, Etikal, dan OTC 2012-2018 (Data Industri Healthcare)
Ø  Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader)
Ø  Riset Tren Ekspansi Industri Semen 2015-2017 (Kajian Peta Kompetisi dan Strategi Penetrasi Pasar)
Ø  Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast)
Ø  Riset Spesifik Market Size Industri Oli Pelumas (Tren Penjualan Dua Market Leader)
Ø  Data dan Riset Eksklusif Industri Pipa Baja 2012-2018 (Demand Trends dan Market Leader)
Ø  Data dan Kajian Pembangunan Infrastruktur 2015-2019 (Alternatif Pendanaan dan Skema Penjaminan)
Ø  Data dan Market Brief Industri Baja (Tren Pangsa Pasar dan Demand Growth 2016-2017)
Ø  Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)

Di sisi lain, berbagai jasa tambahan juga dilengkapi tim Duniaindustri.com antara lain jasa survei pasar, survei jaringan distributor, survei pelanggan, survei pabrik, quesioner, jasa survei harga, survei produk, survei pabrik, riset perilaku konsumen dan kepuasan konsumen, pemetaaan pasar, profil pesaing, profil perusahaan (targeted directory), jasa business intelligence atau market intelligence, competitor intelligence, jasa penulisan laporan keuangan (annual report) jasa penulisan company profile, serta analisis laporan keuangan, finansial modeling, rencana strategis (RKAP, IRR WACC), analisis saham, dan lainnya.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini

** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
  • Butuh 22 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini



Gejolak Depresiasi Rupiah Pengaruhi 6 Sektor Industri

Pelemahan rupiah dalam dua bulan terakhir yang melampaui depresiasi pada era krisis moneter 1998 terus menjadi sorotan publik. Pada Senin (15/10) pagi, pergerakan kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta kembali melemah sebesar 34 poin menjadi Rp 15.224 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.195/US$.

Secara year to date (ytd), rupiah telah melemah sebesar 14,63% dari posisi awal tahun di level Rp 13.281/US$. Meski demikian, gejolak depresiasi rupiah itu dinilai relatif terbatas ke depan, seiring penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan pergerakan dolar AS cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang dunia seiring masih terbukanya potensi bagi The Fed untuk menaikkan suku bunganya. "Beberapa kalangan analis menilai the Fed masih terbuka untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, pelemahan rupiah relatif terbatas di tengah penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. "Situasi itu diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rupiah dan terbuka peluang untuk berbalik naik," katanya.

Selain itu, lanjut dia, sejumlah sentimen positif terutama dari penilaian lembaga asing dan sejumlah negara terhadap kemampuan Indonesia menghadapi krisis perang dagang juga diharapkan dapat memperkuat laju fluktuasi rupiah.

Di sisi lain, depresiasi rupiah yang makin menghangat dalam dua bulan terakhir ini setidaknya mempengaruhi sedikitnya 6 sektor industri, antara lain elektronik, farmasi, otomotif, tepung terigu, makanan, serta material konstruksi. Keenam sektor industri ini, berdasarkan pemantauan Duniaindustri.com, cenderung meneruskan beban kenaikan kurs ke harga jual. Hal ini karena komponen impor dari bahan baku yang cukup tinggi sekaligus untuk mempertahankan keberlangsungan usaha.

Strategi kenaikan harga jual dilakukan secara bertahap sembari mengukur penyesuaian terhadap daya serap konsumen. Di industri elektronik, komponen impor masih cukup tinggi sekitar 69% sehingga berpengaruh signifikan ketika kurs mengalami depresiasi. Hal itu membuat perusahaan elektronik seperti Panasonic terpaksa menaikkan harga jual sekitar 6%. Associates Director PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Daniel Suhardiman, mengatakan kenaikan harga jual di tengah kondisi nilai tukar rupiah ini merupakan hal yang wajar dilakukan oleh pemain eletronik.

Sedangkan di sektor farmasi, salah satu market leader yakni PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menaikkan harga jual sekitar 4% untuk lini produk nutrisi dan kesehatan. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan kenaikan harga akan dilakukan secara bertahap dalam tiga bulan ke depan.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga margin keuntungan perseroan. Selain menaikkan harga jual, Kalbe Farma juga meningkatkan upaya product mix untuk kategori yang masih memiliki margin baik. Kemudian, perseroan melakukan efisiensi internal dalam rantai pasok dan peningkatan produktivitas.

Sementara dari sektor industri otomotif, market leader Toyota diketahui menaikkan harga jual sejumlah produk, meski tidak memerincinya apakah kenaikan harga jual tersebut terkait dengan pelemahan rupiah.

Di sektor tepung terigu, depresiasi kurs mata uang garuda terhadap dolar AS benar-benar memberikan dampak signifikan. Kenaikan harga tepung terigu terpengaruh harga gandum di pasar dunia, mengingat Indonesia masih mengimpor gandum. Apalagi, saat ini pasokan gandum menipis dan mendorong kenaikan harga gandum hingga 20%. Dampaknya, harga tepung terigu mengalami kenaikan hingga 10%.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang mengatakan pada dasarnya konsumsi tepung terigu di semester I mengalami kenaikan. Namun, di semester II angka tersebut tidak dapat diprediksi karena kenaikan harga.

Senada dengan produsen tepung terigu, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) juga memperkirakan pengusaha makanan dan minuman akan menaikkan harga jual produk sekitar 3%-5% imbas nilai tukar rupiah yang kian terpuruk.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan proyeksi kenaikan harga ini merujuk pada penurunan margin keuntungan yang terpaksa ditanggung pengusaha sejak rupiah melemah hingga melewati level Rp14.900 per dolar AS, dari kisaran Rp13.400 per dolar AS awal tahun ini.

Menurut dia, industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor produksi yang banyak menggunakan bahan baku impor. Sedangkan pelemahan rupiah saat ini otomatis membuat biaya penyediaan bahan baku mereka meroket, sehingga selisih biaya produksi dengan keuntungan yang didapat kian menipis.

Dari daerah, juga dikabarkan bahwa harga produk material konstruksi seperti aspal mulai meningkat harganya seiring depresiasi kurs. Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung, Arie Nanda Djausal, menjelaskan fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar membuat keberlangsungan usaha turut menjadi tidak stabil dan cenderung mengalami kerugian, karena ongkos produksi yang turut melonjak.

Kondisi itu memaksa berbagai sektor bisnis menaikkan harga sejak sebulan lalu, seperti pada kontruksi jalan yang meningkatkan harga hotmix hingga 40%. Itu karena harga aspal naik hampir 60%.

Dia melanjutkan, ketidakpastian kondisi ekonomi itu secara berangsur akan terus naik jika harga material, bahan baku kontruksi, dan suku cadang terus meningkat. Namun, dia mengaku tidak dapat memprediksi kondisi kedepannya, tetapi secara pasti pihak importir aspal menilai harga kedepan masih cukup tinggi.

"Jadi harga kemungkinan masih akan naik terus, seperti aspal, baja, berbagai item lainnya untuk hotmix. Kalau kami tidak naikkan ya rugi, siapa yang mau menanggung rugi kami. Sekarang saja proyek kami banyak rugi dari sebagian hampir perjalanan proyek itu rugi," ujarnya.(*/berbagai sumber/tim redaksi 03/Safaruddin)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
  • Butuh 22 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini




Minggu, 14 Oktober 2018

Solusi Jasa Pembuatan Studi Kelayakan Usaha (Feasibility Study)


Di setiap lini usaha, rencana kegiatan investasi/ekspansi/atau bahkan memulai usaha baru pasti melibatkan banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan yang berbeda, seperti para investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. 

Investor berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu bisnis. Dasar dari pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan, sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan bidang profesi lainnya.

Karena itulah, Duniaindustri.com sebagai salah satu startup layanan big data dan market research, menilai bahwa berhasil tidaknya suatu Usaha /Bisnis/Proyek sangat tergantung dari baik tidaknya studi kelayaan usaha dilakukan. Demikian pentingnya suatu studi kelayakaan dilakukan sebelum Usaha/Bisnis/Proyek dilaksanakan. Mengapa demikian, hal ini dikarenakan suatu studi kelayakan Usaha/Bisnis/Proyek merupakan laporan penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis / project dilaksanakan dengan berhasil dengan pertimbangan mendapatkan manfaat finansial (Arti sempit).

Studi Kelayakan Usaha/Bisnis/Proyek bisa didifinisikan sebagai suatu penelitian tentang berhasil tidaknya Usaha/Bisnis/Proyek investasi dilaksanakan secara menguntungkan (penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan ekses sumber daya,penghematan devisa, dan peluang usaha)

Apa Saja yang dibahas di dalam sebuah studi kelayaanusaha/bisnis/proyek
  1. Aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya
  2. Aspek Pasar dan Pemasaran
  3. Aspek keuangan/finansial

Simak pembahasannya sebagai berikut:

A. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Menyangkut dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar karena adanya suatu kegiatan usaha tersebut, di antaranya:

Dari sisi budaya, apa dampak keberadaan bisnis kita terhadap kehidupan masyarakat, kebiasaan adat setempat, dan lain-lain.
Dari sudut ekonomi, seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita penduduk setempat, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR.
Dan dari segi sosial, apakah dengan adanya bisnis kita, menjadi semakin ramai, lalu lintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat dan untuk mendapatkan itu semua adalah dengan wawancara, kuesioner, dokumen, dan lain-lain. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.

B. Aspek Pasar dan Pemasaran
Aspek ini menyangkut apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh kegiatan usaha kita, dengan melihat hal-hal berikut :

Potensi pasar
Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk
Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.

C. Aspek finansial/keuangan
Menyangkut sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

Tahap Studi Kelayakan
Hasil akhir dari pelaksanaan suatu penelitian untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu rencana usaha, harus ditempuh melalui tahapan-tahapan kegiatan yang berkesinambungan, sebagai berikut :
  • Tahapan persiapan
  • Tahapan pengumpulan data (primer dan sekunder)
  • Tahapan pengolahan dan analisis data
  • Tahapan penyusunan laporan.

 Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 161 database, klik di sini
  • Butuh 22 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini