Selasa, 13 April 2021

Dipasok Bahan Baku Freeport, China ENFI Garap Smelter Tembaga di Papua

Duniaindustri.com (April 2021) -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani Nota Kesepahaman dengan dengan China ENFI Engineering Corporation (ENFI) untuk proyek pembangunan peleburan tembaga di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Penadatanganan nota dilakukan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan President ENFI Liu Cheng secara daring pada Senin siang (12/4).


 

Dalam sambutannya, Bahlil menyambut baik dan mengapresiasi China ENFI atas minat investasinya di industri smelter tembaga di Fakfak. Ia berharap penandatanganan nota kesepahaman ini segera ditindaklanjuti untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.

"Setelah nota kesepahaman ini ditandatangani, saya minta agar tidak lama-lama proses implementasi. Nanti urusan perizinan dan insentif fiskal, BKPM yang akan bantu, selama proposal dari China ENFI adalah yang terbaik dan menguntungkan Freeport, China ENFI, dan Indonesia," kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Bahlil juga menyatakan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mendukung rencana investasi tersebut dan menjamin ketersediaan suplai bahan baku yang akan disediakan oleh PT Freeport Indonesia sebanyak minimal 800.000 ton per tahun. Proyek ini sejalan dengan arahan Presiden mengenai transformasi ekonomi melalui peningkatan nilai tambah dan ekspor Indonesia ke dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif turut menyatakan dukungannya atas kerja sama BKPM dengan China ENFI dalam proyek peleburan tembaga itu.

Kebijakan peningkatan nilai tambah mineral dalam negeri merupakan amanat dari Undang-Undang No. 3 tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. UU ini bertujuan agar dapat memberikan nilai ekonomi bagi negara, menciptakan industri hulu baru sebagai pemasok bahan baku industri, menyediakan rantai pasok mineral, meningkatkan devisa, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Arifin, pengelolaan usaha pertambangan, termasuk pengelolaan mineral memiliki ciri padat modal, teknologi tinggi, dan adanya ketidakpastian. Oleh karena itu dibutuhkan kajian yang sangat mendalam, sehingga keekonomiannya dapat terhitung secara baik.

"Dengan adanya kerja sama dengan pemerintah Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh BKPM dengan ENFI , kami harap dapat memberikan nilai tambah pembangunan fasilitas pemurnian tembaga yang kompetitif di Indonesia, sehingga pengelolaan industri berbasis tembaga lebih berkembang, dan mendorong industri lain demi kesejahteraan masyarakat," kata Arifin.

Liu Cheng menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk merealisasikan proyek ini. Ia berharap proyek dapat berjalan dengan baik dan cepat terwujud.

"Kami sangat bangga bisa terjun di proyek ini. Terima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia, terutama BKPM, Kementerian ESDM, dan Kementerian BUMN . Setelah ini, kami akan sesegera mungkin menyelesaikan preliminary study agar proyek bisa cepat selesai. Kami juga akan merangkul Freeport dan MIND ID untuk bersama dalam proyek ini," ungkap Liu Cheng.

ENFI merupakan perusahaan milik negara teregister di Beijing, Republik Rakyat Cina, dan merupakan anak perusahaan dari MCC Group dalam usaha penyediaan teknologi smelter, pembangunan industri smelter, khususnya tembaga, nikel, aluminium, dan logam non besi lainnya.

Proyek peleburan tembaga itu rencananya akan mempunyai kapasitas peleburan tembaga Katoda Tembaga 400.000 ton per tahun yang pembangunannya akan dibagi menjadi dua tahap. Dalam proyek ini, ENFI akan melibatkan perusahaan lokal Indonesia sebagai mitra strategis yaitu PT Freeport Indonesia dan MIND ID.(*/tim redaksi 07/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Senin, 12 April 2021

Rebound Pasca Pandemi, Harga Baja Global Ikut Melonjak Tajam

Duniaindustri.com (Mei 2020) — Tren harga baja dunia meroket tajam pada April 2021 seiring dengan menguatnya ekspektasi pemulihan ekonomi global pasca pandemi Covid-19. Harga baja dunia tercatat melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi kisaran US$ 960-US$ 970 per ton pada awal April 2021, jauh lebih tinggi dibanding April 2020 di masa pandemi pada level US$ 400 per ton.


 

Berdasarkan data yang dihimpun tim Duniaindustri.com, harga baja impor asal China di Timur Tengah melonjak tajam sejak Maret 2021 di kisaran US$ 790-US$ 800 per ton. Duniaindustri.com mengambil acuan data tren harga baja dunia dari harga baja di Timur Tengah dengan negara asal China untuk kategori baja canai panas (hot rolled coils/HRC) ukuran 3 milimeter.

Efek vaksinasi massal di berbagai penjuru dunia ikut mendorong ekspektasi positif pemulihan ekonomi global. Hal itu berdampak pada penguatan harga sejumlah produk manufaktur, terutama baja. Kenaikan harga baja dunia juga diyakini menjadi titik balik (rebound) atas penurunan tajam di masa pandemi. World Steel Association membuat proyeksi untuk tahun 2021, permintaan baja dunia akan tumbuh sekitar 4,1 persen.

Di Indonesia, berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memulihkan ekonomi Indonesia salah satunya dengan mendorong dan mengakselerasi pembangunan infrastruktur. Hal itu ikut mendorong optimisme pelaku industri baja untuk bangkit kembali.

"Masa pandemi covid semua mengalami masa sulit, oleh karena itu baik pelaku usaha dan didukung oleh pemerintah harus bekerja keras terlebih di masa pemulihan ini," kata Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, belum lama ini.

“Seiring dengan kembali dimulainya proyek pembangunan di masa adaptasi kebiasaan baru dan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia, utilisasi industri baja domestik terus mengalami perbaikan dan hingga saat ini kembali pada tingkat utilisasi sebelum adanya pandemi Covid-19 yaitu 40-50 persen. Hal ini antara lain dikarenakan adanya dukungan kuat pemerintah khususnya terhadap upaya pengendalian atas importasi besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya serta stimulus yang diberikan baik fiskal maupun non-fiskal,” tambah Silmy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Trisasongko Widianto, mengatakan fokus program di Kementerian PUPR pada 2021 yang relevan dengan sektor konstruksi adalah pengembangan konektivitas jalan dan jembatan, pembangunan perumahan rakyat, dan pengembangan kawasan industri untuk mendorong investasi.

Contoh proyek strategis yang menjadi prioritas adalah kompleks industri di Batang dan Subang, pembangunan pariwisata nasional strategis, dan pengembangan wilayah metropolitan di seluruh Indonesia, yaitu di Palembang, Banjarmasin, Semarang, dan Makassar.

“Baja merupakan material strategis utama untuk infrastruktur. Kebutuhan baja konstruksi sebesar 12.2 juta ton di 2019, 77 persen dari total kebutuhan baja nasional. Dengan tingginya investasi pemerintah untuk pembangunan infrastruktur, industri baja memiliki prospek pasar yang menjanjikan di 2021,” ungkap Widianto.(*/tim redaksi 07/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Dua Bulan Masih Negatif, Indeks Penjualan Eceran Maret 2021 Diprediksi Tumbuh 2,9%

Duniaindustri.com (April 2021) – Setelah dua bulan awal 2021 masih tercatat negatif, indeks penjualan eceran pada Maret 2021 diproyeksi tumbuh 2,9%. Mengacu pada laporan hasil survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) terjadi perbaikan kinerja penjualan eceran secara bulanan pada Februari 2021. Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2021 tumbuh -2,7 persen month to month (mtm) atau membaik dibandingkan dengan -4,3% (mtm) pada Januari 2021.


 

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan bahwa perbaikan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat yang meningkat saat HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Imlek dan libur nasional. Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang, seperti bahan bakar kendaraan bermotor, perlengkapan rumah tangga lainnya, dan suku cadang serta aksesoris.

"Berdasarkan hasil SPE, diperkirakan peningkatan kinerja penjualan eceran berlanjut pada Maret 2021. Hal itu tercermin dari IPR Maret 2021 yang diperkirakan tumbuh 2,9 persen (mtm), sejalan dengan permintaan masyarakat yang meningkat di tengah cuaca yang mendukung," kata Erwin dalam keterangannya, Senin (12/4).

Perkiraan perbaikan SPE pada Maret 2021 didukung oleh perkiraan BMKG bahwa rata-rata curah hujan dalam kisaran menengah (50-150 mm) dan telah melewati puncak musim hujan atau istilahnya terjadi perbaikan cuaca. Seluruh kelompok mencatatkan kinerja penjualan yang meningkat, terutama kelompok barang lainnya, termasuk subkelompok sandang, serta kelompok barang budaya dan rekreasi tercatat tumbuh positif. Secara tahunan, penjualan eceran diyakini membaik dan tumbuh sebesar -17,1 persen (yoy) dari sebelumnya -18,1 persen (yoy).

Dari sisi harga, responden memperkirakan tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (Mei 2021) relatif stabil, sementara pada 6 bulan mendatang (Agustus 2021) menurun. Indeks ekspektasi harga umum (IEH) 3 bulan yang akan datang (Mei) sebesar 156,4 atau stabil dari bulan sebelumnya. Hal ini ditopang oleh perkiraan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar.

"Di sisi lain, IEH 6 bulan yang akan datang (Agustus) sebesar 141,7, lebih rendah dari 153,5 pada bulan sebelumnya, dipengaruhi oleh permintaan yang relatif rendah pasca-HBKN dan distribusi barang yang lancar," pungkas dia.

Sebelumnya, BI juga melaporkan hasil survey tentang Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2021 yang melonjak tajam ke level 93,4 poin. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan periode Februari di level 85,8 poin dan 84,9 poin pada Januari 2021. Kenaikan IKK ini menandakan perbaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terus mengalami perbaikan.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan bahwa perbaikan IKK ini berkaitan dengan perkembangan program vaksinasi nasional yang berjalan lancar dan terus menunjukkan peningkatan. Perbaikan keyakinan konsumen tercatat pada seluruh kategori tingkat pengeluaran responden, serta pada seluruh kelompok pendidikan.

“Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di 12 kota yang disurvei, tertinggi di kota Surabaya, diikuti oleh Manado dan Pontianak,” kata Erwin dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan bahwa perbaikan keyakinan konsumen pada Maret 2021 didorong oleh membaiknya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan dan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Dari hasil survei itu responden menyampaikan bahwa perbaikan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan ditopang oleh membaiknya ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja, ekspansi kegiatan usaha, dan penghasilan pada 6 bulan yang akan datang.

“Selain itu, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau membaik, didorong perbaikan persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan pembelian barang tahan lama,” pungkas dia.

Pada Maret 2021, persepsi konsumen terhadap perbaikan penghasilan juga terpantau membaik di seluruh kategori, terutama kelompok responden dengan tingkat pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan. Ditinjau dari sisi usia, indeks penghasilan saat ini mengalami peningkatan pada mayoritas kategori usia, terutama pada responden berusia 31-40 tahun.(*/berbagai sumber/tim redaksi 07/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Minggu, 11 April 2021

26 Kumpulan Direktori Database dengan Coverage 18.398 Perusahaan Industri

Duniaindustri.com (Desember 2020) -- Ekspektasi pemulihan kondisi bisnis pasca Pandemi Covid-19 yang makin meninggi ikut mendorong pelaku industri untuk bergerak cepat memanfaatkan momentum. Tantangan pembatasan aktivitas dan ketidakpastian selama pandemi sedikit demi sedikit berubah menjadi optimisme baru meraih pertumbuhan ke depan.


 

Dinamika bisnis seiring pergeseran perilaku konsumen menuju digitalisasi justru dimaknai sebagai peluang baru, di tengah persaingan pasar. Berbekal inovasi dan kejelian melihat kesempatan, kini strategi pelaku industri dituntut lebih adaptif dan aktual guna menjawab target di masa mendatang.

Terlebih lagi bagi divisi marketing dan pemasaran industri yang senantiasa menjadi ujung tombak tumpuan penetrasi pasar. Baik strategi online maupun offline marketing perlu terus diasah dan dipertajam guna mendobrak perubahan pasar.

Salah satu tantangan marketing terkait dengan pelacakan konsumen korporasi secara business to business (B to B). Tantangan pelacakan konsumen korporasi bisa dibedah secara proses bisnis yang melibatkan bahan baku, target pasar, sumber daya manusia (tenaga kerja), alat produksi, serta teknologi pendukung.

Untuk mendukung keempat hal itu, penting rasanya bagi setiap korporasi untuk menguasai platform database target konsumen B to B dari masing-masing proses produksi tersebut. Entah itu database terkait pemasok bahan baku, database konsumen potensial, database SDM, database pemasok alat produksi, database penyedia teknologi terkini.

Mengingat pentingnya peran database direktori perusahaan bagi industri secara umum, Duniaindustri.com -- startup big data -- meluncurkan fitur baru yang diberi nama 'Customized Direktori Database'. Fitur baru ini telah dilengkapi sekitar 20.000 database direktori perusahaan industri di Indonesia yang sudah terintegrasi dengan fitur lain yakni 'Indeks Data Industri', 'Market Research', dan 'Survei Perusahaan Target'.

Latar belakang launching fitur ini, Duniaindustri.com menilai seluruh perusahaan tentu memiliki target meraup jumlah konsumen sebanyak-banyaknya. Bahkan calon konsumen potensial pun perlu digarap, dalam arti dipetakan informasi spesifik tentangnya dalam sebuah kumpulan direktori, dicari kontak PIC, alamat, segmentasi pasar, informasi produksi, kapasitas terpasang, orientasi pasar, kebutuhan bahan baku, harga bahan baku yang dibutuhkan, nama pemasok, tren penjualan, dan informasi lain yang berharga.

Ini merupakan salah satu perangkat dan tools dari divisi marketing dan sales untuk mencapai target konsumen yang ditetapkan. Mengkombinasikan upaya, cara, metode terbaik untuk menembus 'pertahanan' konsumen, sebelum berperang--dalam arti menghadapi negosiasi harga misalnya.

Teknik ini biasanya digunakan dalam persaingan pasar yang ketat. Market leader juga tentu memiliki tools ini untuk membentuk database internal yang digunakan untuk meng-entertain konsumen mereka guna menciptakan loyalitas tanpa batas. Nah, untuk new comers yang sedang menjajaki pasar atau mempelajari karakter pasar, dibutuhkan tools tersendiri untuk menerjemahkan peta konsumen serta karakternya.

Duniaindustri.com, startup big data, riset pasar, dan digital database, menargetkan mampu memiliki 200 ribu customized direktori perusahaan di sektor industri di Indonesia dalam tiga tahun ke depan. "Saat ini Duniaindustri.com telah mengoleksi sekitar 18.398 ribu customized direktori perusahaan di sektor industri di Indonesia dalam 26 kumpulan direktori digital," tulis manajemen dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Seiring perkembangan era digital, Duniaindustri.com yang merupakan start-up (perusahaan rintisan) yang fokus di sektor industri di Indonesia (platform riset data di segmen industri) pun ikut berbenah. Dengan peningkatan kapabilitas dan jumlah tim, Duniaindustri.com bertransformasi menjadi Indonesia Industrial Total Solution. Kini Duniaindustri.com dilengkapi dengan tim jurnalis, analis, buzzer, digital marketer, super programmer, digital desainer, field survey, consultant, dan data scientist yang menunjang performance secara menyeluruh. Dengan tagline Pionir Berita dan Komunitas Industri, Duniaindustri.com hadir dengan visi memajukan sektor industri dan pelaku usaha di Indonesia. Duniaindustri.com berkembang secara independen dengan menjunjung tinggi kepercayaan dan kenyamanan pengguna.

Duniaindustri.com berdiri sejak 2011 didukung dengan tim kreatif dan inovatif guna menjawab tantangan masa depan. Inovasi tiada henti merupakan salah satu motto Duniaindustri.com dengan pengembangan sejumlah fitur terbaru. Sejak 2011, member kami terus bertambah sejalan dengan penetrasi pasar yang efektif dan terarah. Dalam hal database spesifik, terdapat lebih dari 224 data industri khusus dengan didukung data provider andal di seluruh sektor industri.

Adapun 26 kumpulan digital database yang telah dikoleksi tim Duniaindustri.com adalah 1) Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café di Indonesia; 2) Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa; 3) Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali; 4) Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian; 5) Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah); 6) Database Direktori 368 Perusahaan Industri Permesinan, Aneka Mesin, dan Mesin Listrik; 7) Database Direktori 641 Perusahaan Telekomunikasi, Informasi Teknologi, serta Komputer dan Peralatannya; 8) Database Direktori 1.001 Perusahaan Tanaman, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri Kayu; 9) Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia; 10) Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan; 11) Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi; 12) Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan; 13) Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana; 14) Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia; 15) Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020); 16) Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020); 17) Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020); 18) Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020); 19) Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar); 20) Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share); 21) Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 22) Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 23) Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 24) Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 25) Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia; 26) Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 224 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*/tim Duniaindustri.com)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

 

Keyakinan Konsumen Maret 2021 Melonjak, Sinyal Positif Berlanjut

Duniaindustri.com (April 2021) -- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2021, seperti yang dikutip dalam laporan hasil survey Bank Indonesia (BI), melonjak tajam ke level 93,4 poin. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan periode Februari di level 85,8 poin dan 84,9 poin pada Januari 2021. Kenaikan IKK ini menandakan perbaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terus mengalami perbaikan.


 

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan bahwa perbaikan IKK ini berkaitan dengan perkembangan program vaksinasi nasional yang berjalan lancar dan terus menunjukkan peningkatan. Perbaikan keyakinan konsumen tercatat pada seluruh kategori tingkat pengeluaran responden, serta pada seluruh kelompok pendidikan.

"Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di 12 kota yang disurvei, tertinggi di kota Surabaya, diikuti oleh Manado dan Pontianak," kata Erwin dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan bahwa perbaikan keyakinan konsumen pada Maret 2021 didorong oleh membaiknya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan dan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Dari hasil survei itu responden menyampaikan bahwa perbaikan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan ditopang oleh membaiknya ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja, ekspansi kegiatan usaha, dan penghasilan pada 6 bulan yang akan datang.

"Selain itu, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau membaik, didorong perbaikan persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan pembelian barang tahan lama," pungkas dia.

Pada Maret 2021, persepsi konsumen terhadap perbaikan penghasilan juga terpantau membaik di seluruh kategori, terutama kelompok responden dengan tingkat pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan. Ditinjau dari sisi usia, indeks penghasilan saat ini mengalami peningkatan pada mayoritas kategori usia, terutama pada responden berusia 31-40 tahun.

Tiga Game Changer

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ada tiga game changer yang akan sangat menentukan dalam pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun 2021. Ketiganya memperkuat optimisme bahwa pemulihan ekonomi akan terus menguat pada tahun ini.

"Indonesia optimis pandemi bisa dikendalikan, meskipun tetap waspada. Sehingga aktivitas ekonomi sosial akan mulai berangsur pulih," kata Sri Mulyani.

Tiga game changer itu adalah, pertama, intervensi kesehatan melalui vaksinasi gratis, disertai dengan penegakan protokol kesehatan 3M, 3T, fasilitas kesehatan dan penambahan Alat Pelindung Diri (APD). Kedua, menjaga kesinambungan bisnis, terutama dukungan untuk UKM dan koperasi. Selain itu mendorong program prioritas untuk mendukung penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah juga melanjukan "Program Perlindungan Sosial berupa PKH, Kartu Sembako, BST, BLT DD, Pra Kerja, Diskon Listrik, subsidi internet," ujar Sri Mulyani.

Ketiga, melakukan reformasi struktural melalui UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. UU ini akan memperluas penyediaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, mendorong reformasi regulasi. Beleid baru ini juga memunculkan lahirnya Souvereign Wealth Fund (SWF). "UU ini juga akan memperbaiki peringkat Ease Doing of Business," jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan APBN 2021 didesain untuk terus mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. Pendapatan Negara ditargetkan mencapai Rp1.743,6 triliun. Belanja Negara ditargetkan mencapai Rp2.750,0 triliun. Defisit diperkirakan mencapai Rp1.006,4 triliun dan Pembiayaan ditargetkan mencapai Rp1.006,4 triliun. "Pemerintah juga mengalokasikan anggaran PEN 2021 sebesar Rp699,43 triliun. Jumlah ini meningkat 22% dibandingkan realisasi PEN 2020," jelasnya.(*/berbagai sumber/tim redaksi 07/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Rabu, 07 April 2021

Transformasi Industri 4.0 Menuju Customer Centric Model

Duniaindustri.com (April 2021) – Tantangan pandemi dan pergeseran perilaku konsumen ikut mendorong transformasi industri 4.0 yang mengarah pada customer centric model. Apa itu? Yakni pergeseran dan perubahan pola produksi dari berbasis kapasitas menjadi menyesuaikan permintaan atau kebutuhan pelanggan.


 

Perjalanan sektor industri di Indonesia dalam menerapkan teknologi Industri 4.0 menorehkan beberapa catatan penting yang akan melandasi perkembangan industri selanjutnya. Di sektor kimia, farmasi, dan tekstil, sejumlah perusahaan telah mengimplementasikan industri 4.0 yang memungkinkan efisiensi dan peningkatan daya saing.

“Revolusi industri ke-4, yang merupakan perpaduan teknologi dengan mengintegrasikan sumber daya teknologi, mesin, dan manusia, memberikan perubahan besar dalam sektor ini,” ujar Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam.

Sektor IKFT menjadi prioritas nasional pengembangan industri 4.0 karena memiliki kinerja yang cemerlang selama ini. Pada tahun 2020, ekspor industri kimia, farmasi, dan tekstil mencapai USD33,99 Miliar. Realisasi investasinya pada periode tersebut sebesar Rp61,97 Triliun, didominasi oleh industri kimia dan bahan kimia. Sektor tersebut juga menyerap tenaga kerja hingga 6,24 juta orang.

“Selain itu, sektor farmasi juga masuk ke dalam prioritas untuk mendorong transformasinya dan mewujudkan kemandirian Indonesia dalam bidang kesehatan,” papar Khayam. Kemandirian Indonesia di sektor industri alat kesehatan dan farmasi merupakan hal yang penting, terlebih dalam kondisi kedaruratan kesehatan seperti saat ini. Sektor tesebut masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi Covid-19, di saat sektor lain terdampak berat.

Hingga tahun 2021, sejumlah program telah dilaksanakan Kemenperin untuk mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0 di sektor IKFT, antara lain assessment Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), pelaksanaan roadmap Implementasi Dan Adopsi Teknologi Industri 4.0 sektor tekstil dan busana, perbaikan alur aliran material sektor industri petrokimia, serta pendirian Pilot Project Industri TPT 4.0. “Kami juga menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Training Manajer Transformasi serta pembangunan Indonesia Smart Textile Industry Hub (ISTIH),” ujar Khayam.

Selain itu, Kemenperin juga menyediakan fasilitas restrukturisasi industri tekstil, kulit, dan alas kakimelalui peremajaan mesin/peralatan agar menggunakan teknologi yang lebih modern. Selanjutnya, penyusunan model arsitektur implementasi Industri 4.0. “Kemudian, Kemenperin juga melakukan penerapan lean management di subsektor ini,” papar Dirjen IKFT.

Pada Tahun 2020, terdapat tujuh perusahaan di sektor IKFT yang mendapatkan penghargaan INDI 4.0 dan satu perusahaan mendapatkan predikat National Lighthouse Industry 4.0. Ketujuh perusahaan tersebut yaitu PT Kaltim Parna Industri, PT. Biggy Cemerlang, PT. Schott Igar Glass, PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, PT. Globalindo Intimates, PT. TI Matsuoka Winner Industry, dan PT. Asia Pasific Rayon serta PT. Pupuk Kalimantan Timur mendapatkan predikat National Lighthouse Industry 4.0 di sektor industri kimia. “Delapan perusahaan di sektor IKFT tersebut mendapat angka INDI 4.0 lebih dari 3, yang menunjukkan tahap kesiapan matang,” kata Khayam.

Dirjen IKFT Kemenperin mengharapkan ajang Hannover Messe dapat menjadi media promosi, komunikasi dan informasi antar industri dan pengguna sehingga tercipta supply-chain. “Selain itu, Hannover Messe juga membuka peluang untuk melakukan National Branding atas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global,” ujar Khayam.

Dalam kesempatan tersebut, Senior Vice President Teknologi Informasi PT Pupuk Indonesia Mardiyanto menjelaskan, transformasi digital di perusahaan tersebut dilakukan dalam rangka menjaga kelangsungan bisnis dan usaha yang diselaraskan dengan masterplan perusahaan.

Transformasi menuju Industri 4.0 yang dilakukan mengacu pada Customer Centric Model, yaitu dengan melakukan perubahan pola produksi dari berbasis kapasitas menjadi menyesuaikan permintaan atau kebutuhan pelanggan. Kemudian, Solusi Agri dan service untuk perluasan jasa layanan one stop solution di bidang pertanian. “Kami juga menerapkan best in class operation and supply chain untuk optimasi biaya operasi dan supply chain,” ujar Mardiyanto.

Sementara itu, Pharma Sales and Marketing Manager PT. Indofarma Tbk, Darkono mengungkapkan, penerapan industri 4.0 di perusahaan tersebut meliputi penerapan bisnis proses terintegrasi menggunakan ERP SAP, baik untuk horizontal integration maupun vertical value chain. Selanjutnya, perusahaan juga melakukan consistent engineering atau investasi revitalisasi fasilitas produksi, terutama menuju otomatisasi agar proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh perusahaan adalah aplikasi TeleDoc Pro. Ini merupakan aplikasi telemedicine multifungsi secara realtime dan jarak jauh yang berfungsi sebagai thermometer, stetoskop, dan mengukur saturasi oksigen. “Transformasi digital yang diterapkan saat ini dapat membuat harga penjualan lebih kompetitif, meningkatkan kulitas dan hasil produk, meningkatkan kemampuan SDM, dan proses bisnis yang lebih stabil” jelas Darkono.

Sementara itu, Sherlina Kawilarang selaku CEO PT. Excellence Qualities Yarn menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya mulai menerapkan industri 4.0 ketika membeli mesin dengan kualitas yang mendukung teknologi tersebut pada 2013. Perusahaan bertekad menyelaraskan tiga faktor penting yang mendukung keberhasilan penerapannya, yaitu teknologi permesinan, teknologi fiber/visual, serta sumber daya manusia (SDM). “Salah satunya dengan mengembangkan kemampuan SDM melalui training dasar-dasar teknologi industri 4.0,” ujarnya. (*/tim redaksi 07 & 08/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Prospek Ekonomi Global Kembali Bersinar, Rebound Pasca Pandemi

Duniaindustri.com (April 2021) – Prospek pertumbuhan ekonomi global diyakini makin bersinar pada tahun ini sebagai titik balik (rebound) pasca pandemi Covid-19. Vaksinasi yang dipercepat dan membanjirnya pengeluaran pemerintah, terutama di Amerika Serikat, telah meningkatkan prospek ekonomi global.


 

Bahkan, Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini bisa mencapai 6%. Outlook Ekonomi Dunia yang dirilis IMF pada Selasa menunjukkan PDB AS akan tumbuh 6,4 persen, di antara ekspansi tercepat di dunia, atau 1,3 poin lebih tinggi dari perkiraan Januari 2021.

Kepala ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan meski masih terdapat ketidakpastian yang tinggi tentang jalur pandemi, jalan keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi ini semakin terlihat.

Di sisi lain, IMF juga menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2021 untuk China menjadi 8,4 persen. Angka tersebut 0,3 poin persentase di atas prediksi IMF pada Januari dan akan menandai tingkat pertumbuhan terkuat negara itu sejak 2011, setelah ekonomi terbesar kedua di dunia itu menjadi satu-satunya ekonomi besar yang berkembang positif sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, Pemerintah RI kian optimistis dengan proyeksi laju ekonomi yang pulih secara ekspansif. Berbagai sentimen positif, mulai dari program vaksinasi, percepatan proyek infrastruktur, perluasan insentif, serta kenaikan harga komoditas menjadi dasar perbaikan ekonomi RI tahun ini.

Sejumlah kementerian telah memberikan proyeksi yang cukup positif terkait laju ekonomi di 2021 dan 2022. Misalnya, Kemenko Perekonomian memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mulai terasa jauh membaik pada triwulan III 2021 setelah program vaksinasi semakin masif dilakukan.

“Pertumbuhan ekonomi ini akan terasa mulai terjadi pada triwulan III ketika mulai banyak yang divaksinasi dan kemudian semakin lama semakin meningkat di triwulan IV dan seterusnya untuk tahun 2022,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi RI semakin membaik setelah mengalami kontraksi yang cukup dalam pada triwulan III 2020 sebesar -3,49 persen dan -2,19 pada triwulan empat 2020. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik jika dibandingkan dengan negara/negara anggota G20 lainnya.

“Apa yang bisa kita analisis dan simpulkan, berarti kita itu pada track yang benar bahwa pertumbuhan kita itu semakin membaik. Ini tidak terlepas tentunya dari policy yang dilakukan pemerintah bergandengan tangan dengan para pelaku usaha,” ucapnya.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 4,5% sampai 5,3%, lanjut dia, pemerintah melakukan kombinasi kebijakan antara aspek kesehatan dan aspek ekonomi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Ia menjelaskan aspek kesehatan sebagai game changer perekonomian menjadi aspek utama pemerintah. Salah satunya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang kini diperluas ke 15 provinsi.

Proyeksi PDB 7%

Tidak ketinggalan, Kementerian Keuangan juga memproyeksikan ekonomi Indonesia keluar dari resesi akibat pandemi pada kuartal II-2021. Bahkan, diprediksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) RI melonjak lebih dari 7% dari tahun sebelumnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan perekonomian mencapai titik terendah pada kuartal kedua tahun 2020 sehingga akan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kuartal berikutnya. “Perhitungan terbaru kami menunjukkan pertumbuhan bisa mencapai lebih dari 7% year-on-year,” ujarnya.(*/berbagai sumber/tim redaksi 07 & 08/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini