Selasa, 25 Mei 2021

April 2021, Konsumsi Listrik Kalangan Industri Melonjak Lebih dari 20%, Pertanda Apa?

Duniaindustri.com (Mei 2021) -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan pernyataan yang cukup menggembirakan bahwa kondisi perekonomian dan aktivitas industri pada April 2021 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu ditandai oleh konsumsi listrik yang melonjak dari bulan-bulan sebelumnya, menyiratkan geliat industri menggenjot produksi.



Sri Mulyani menjelaskan secara tahunan total konsumsi listrik di bulan April 2021 tumbuh positif sebesar 6,3 persen, padahal bulan sebelumnya masih tercatat -6,3 persen. Hampir seluruh jenis pelanggan menunjukkan kenaikan konsumsi yang menjadi indikator recovery ekonomi.

Menurut dia, kelompok bisnis tumbuh 15,9 persen yoy lantaran beberapa pusat perbelanjaan sudah dibuka sehingga pengunjung mulai berdatangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sementara kelompok industri tumbuh lebih tinggi konsumsi listriknya mencapai 20,3 persen secara tahunan, menyusul mayoritas industri sudah mulai meningkatkan produksinya untuk merespons masuknya permintaan baru.

"Konsumsi listrik dari semua kelompok bisnis terlihat positif, yang tinggi kelompok B3 yang di atas 2.000 KVa. Ini menggambarkan seluruh sektor bisnis dari kecil ke besar semua meningkat konsumsi listriknya dan kegiatannya mulai berdegup lagi," kata Sri Mulyani, Selasa (25/5).

Sebaliknya, lanjut dia, pada periode itu konsumsi listrik untuk pelanggan rumah tangga mengalami penurunan atau tumbuh negatif 5,6 persen. Hal ini terjadi lantaran masyarakat sudah banyak yang mulai bekerja dari kantor work from office dan sekolah tatap muka. Penurunan konsumsi listrik pada rumah tangga pada April 2021 justru menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat tidak lagi berada di rumah sekaligus menjadi tanda kegiatan ekonomi di luar rumah mulai terjadi.

"Karena masyarakat sudah mulai keluar rumah dan melakukan kegiatan bisnis, maka konsumsi rumah tangga mengalami penurunan tapi terkompensasi di tempat kerja (konsumsi listrik), ini kita bicara di bulan April, belum bicara Mei 2021," sambung Sri Mulyani.

Secara keseluruhan konsumsi listrik secara nasional masih tetap didominasi untuk kebutuhan rumah tangga yang mencapai 44,4 persen. Sementara untuk kegiatan bisnis 16,6 persen dan kegiatan industri mencapai 31,6 persen.

Hati-hati RUU KUP

Di sisi lain, Pakar Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati merancang RUU KUP karena kenaikan pajak berdampak buruk bagi pemulihan ekonomi dan sektor industri.

“RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) yang didalamnya berisi kenaikan pajak PPN 15 persen dan tambahan layer baru PPh perorangan akan menambah beban masyarakat di tengah pandemi Covid19 dan menghambat pemulihan industri, pemerintah harus cermat,” ujar Achmad Nur Hidayat.

Achmad Nur Hidayat mengatakan bahwa kurva pemulihan ekonomi akan berlarut lama seperti huruf L, bila waktu pembahasan RUU reformasi pajak tersebut terlalu terburu-buru. “Alih-alih ingin menambah penerimaan negara, isu kenaikan pajak dalam draf RUU KUP malah menyebabkan pemulihan ekonomi tersendat. Kurva krisis ekonomi bisa berbentuk L daripada V, yang rugi bangsa semua,” ujar Achmad Nur Hidayat.

Dia berharap kebijakan pemerintah yang merencanakan kenaikan pajak harus dievaluasi sampai ekonomi pulih sebagaimana posisi sebelum Pandemi. Bila ekonomi Indonesia bisa pulih 2022, maka 2023 dinilai waktu yang tepat bicara RUU Reformasi Pajak.

“Pemerintah masih dapat melonggarkan defisit di atas 3% sampai 2022 sesuai UU No2/2020 sehingga tahun 2023 adalah waktu yang tepat bicara RUU KUP dan reformasi perpajakan, jangan bebankan pikiran rakyat dengan pajak, kita harus bijak di tengah tekanan ekonomi yang membesar dan resesi yang belum berakhir,” jelasnya.(*/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Senin, 24 Mei 2021

Segera Groundbreaking, Indonesia Battery Corp Bangun Pabrik Baterai 10 GWh di Deltamas Bekasi

Duniaindustri.com (Mei 2021) -- Menteri Investasi yang juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengkonfirmasi rencana groundbreaking pabrik milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG asal Korea Selatan (Korsel) di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, dalam waktu dekat. Rencananya pembangunan pabrik baterai tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi baterai mencapai 10 gigawatt hour (GWh), yang nantinya akan dipakai untuk kendaraan listrik dari Hyundai.



Bahlil Lahadalia menjelaskan rencana pembangunan pabrik itu sejalan dengan upaya pemerintah mendorong industri baterai listrik terintegrasi. "Setelah melalui proses panjang, kami bersyukur proses groundbreaking ini akhirnya segera dimulai. Pekerjaan ke depan akan semakin besar untuk membangun industri baterai yang terintegrasi di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan memohon dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan industri baterai listrik di Indonesia yang terintegrasi dan berorientasi ekspor," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (24/5).

Pembangunan pabrik tersebut, menurut dia, menjadi tindak lanjut penandatanganan Head of Agreements (HoA) antara PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dengan Konsorsium LG. Investasi strategis di industri sel baterai kendaraan listrik ini merupakan yang pertama dilakukan dalam sepanjang sejarah Republik Indonesia. Terintegrasi dengan fasilitas penambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining) serta industri precursor dan katoda, fasilitas produksi baterai listrik ini akan menjadi yang pertama di Asia dan bahkan di dunia. Nilai investasi diperkirakan mencapai US$ 9,8 miliar (sekitar Rp140 triliun).

Cikal bakal kerja sama antara PT Industri Baterai Indonesia dan Konsorsium LG dimulai pada tahun 2019 ketika Presiden Joko Widodo dan Presiden Korsel Moon Jae In bertemu di Busan, Korsel pada 25 November 2019. Setelah melalui rangkaian proses penjajakan, negosiasi dan studi, Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pun ditandatangani pada 18 Desember 2020 di Seoul, Korsel antara Menteri Investasi/Kepala BKPM dan CEO LG Energy Solution.

"Proses negosiasi MoU ini melalui 25 kali revisi dokumen, yang kami susun dan kami konsultasikan dengan Menteri BUMN Erick Tohir dan disetujui kedua belah pihak. Ini merupakan salah satu proses penyusunan dokumen terpanjang yang pernah dijalankan Kementerian Investasi/BKPM. Setelah itu, perlu 15 kali rapat intensif baik di tingkat pimpinan maupun di tingkat teknis. Kami sangat menghargai dedikasi tim yang luar biasa," kata Bahlil.

Setelah HoA disepakati pada 29 April 2021, selanjutnya konsorsium melakukan Studi Gabungan (Joint Study), penyusunan perjanjian pemegang saham, dan perjanjian pendirian perusahaan. Ketiga proses tersebut ditargetkan segera tuntas, sehingga groundbreaking pabrik bisa dijalankan segera dalam waktu dekat ini.

Saat ini, Kementerian Investasi sedang melakukan finalisasi MoU antara pihak di Cikarang (Hyundai) untuk merampungkan rencana joint venture (JV) pembangunan pabrik baterai sel (cell battery) untuk kendaraan listrik tersebut. Investasi yang akan digelentorkan untuk pembangunan pabrik ini sebesar USd1,2 miliar. Pabrik tersebut rencananya akan menempati lahan seluas 33 hektare dan menyerap 1.000 tenaga kerja Indonesia.

"Tidak hanya membuka lapangan kerja di daerah, proyek kerja sama investasi ini diproyeksikan menjadikan Indonesia naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah, menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik," imbuh Bahlil.

PT Industri Baterai Indonesia dibentuk oleh empat BUMN yaitu Mining and Industry Indonesia (Mind Id), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang memiliki mandat khusus untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik (electric vehicle/ EV battery) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.(*/tim redaksi 09 & 10/safarudin/indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Sabtu, 22 Mei 2021

Ekonom Kritisi Harga Vaksin Gotong Royong Bisa Picu Diskriminasi

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Sejumlah ekonom menilai vaksin gotong royong dapat memicu diskriminasi karena faktanya hanya dapat diikuti pegawai dari perusahaan besar dan multinasional. Diskriminasi bisa terjadi lantara pengusaha menengah dan kecil akan kesulitan menalangi pelayanan vaksinasi, terutama di masa pandemi yang cenderung melemahkan penjualan dan mempengaruhi cash flow.



“Harga vaksin gotong royong ditetapkan Rp 321.660, dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910. Total biaya maksimal untuk dua kali vaksinasi, termasuk harga pembelian dan pelayanan vaksinasi, yaitu Rp 879.140 per orang. Total biaya tersebut terlalu mahal bagi pengusaha kecil dan menengah,” ujar Ekonom Senior Fadhil Hasan yang juga pendiri Narasi Institute dalam keterangan tertulis di Jakarta, minggu lalu.

Fadhil Hasan menilai pekerja dari perusahaan kecil dan menengah tidak akan berkesempatan mendapatkan vaksin gotong royong dan akhirnya dengan sabar harus menunggu vaksin gratis dari pemerintah. “Pemulihan ekonomi harusnya berawal bukan hanya dari perusahaan besar namun juga seluruh jenis badan usaha baik menengah maupun kecil. Harga yang mahal menyebabkan usaha kecil dan menengah meminta pegawainya mencari sendiri vaksin gratis dari pemerintah, mengingat usianya masih produktif, mereka harus menunggu sampai prioritas terakhir,” tambah Fadhil Hasan.

Fadhil Hasan berharap harga vaksin gotong royong perlu dijelaskan detail dan transparan kepada publik. “Untuk menghindari persepsi diskriminasi dan motif bisnis, Kementerian BUMN, Kemenkes dan BIOFARMA perlu menyampaikan transparansi cost structure dari vaksin gotong royong kepada publik. Berapa biaya vaksin Sinopharm dan kenapa hanya vaksin tertentu saja yang digunakan. Seharusnya vaksin gotong royong tidak hanya diikuti oleh perusahaan besar saja karena mahalnya harga dibebankan kepada perusahaan tersebut. Harga Vaksin Gotong Royong yang terlalu mahal ini banyak dikeluhkan pengusaha kecil dan menengah yang akan melakukan vaksinasi kepada pegawainya, sehingga dikhawatirkan hanya dapat dijangkau oleh pengusaha besar saja,” ujar Fadhil Hasan.

Di sisi lain, Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai vaksinasi gotong royong harus terbebas dari motif bisnis dari kelompok pihak tertentu. “Harga vaksin gotong-royong yang mahal dan penggunaan jenis vaksinnya tunggal yaitu vaksin asal China, Sinopharm, menimbulkan kesan bahwa vaksin gotong royong ini motifnya bisnis semata. Everything about pharmacy business,” jelas Achmad Nur Hidayat yang juga Direktur Eksekutif Narasi Institute.

Harga Vaksin Gotong Royong ditetapkan Rp 321.660, dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

“Pemilihan jenis vaksin tertentu dari vaksin gotong royong juga menimbulkan persepsi publik bahwa vaksin gotong-royong pada akhirnya memiliki motif bisnis, di antaranya bisnis vaksin yang memberikan keuntungan kepada perusahan-perusahan farmasi dunia, terlebih lagi kemampuan produksi vaksin hanya ada dibeberapa negara tertentu saja,” paparnya.

Dia mengaku heran kenapa pemerintah tidak memprioritaskan vaksin dalam negeri sendiri, padahal ini menyangkut ketahanan dan kesehatan nasional. Dia mempertanyakan kenapa vaksin merah putih tidak dipercepat riset dan pemasaran sehingga bisa digunakan dalam vaksin gotong royong maupun vaksin gratis pemerintah.

“Optimalisasi vaksin inovasi anak negeri sendiri akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap perusahaan-perusahaan farmasi akan kebutuhan vaksin. Presiden Jokowi ingin vaksinasi selesai tahun 2021 ini, sementara vaksin inovasi anak negeri baru dapat muncul dipasaran pada awal 2022. Dengan begitu vaksin inovasi anak negeri menjadi kurang bermakna bagi penghematan angggaran vaksin dan kepentingan nasional,” katanya.(*/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Jumat, 21 Mei 2021

Siapkan Investasi Rp 200 Miliar, Indofarma Bangun 6 Pabrik Baru Alat Kesehatan

Duniaindustri.com (Mei 2021) – BUMN farmasi yang juga emiten di sektor alat kesehatan, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) sedang membangun enam pabrik baru dan satu fasilitas pendukung guna meningkatkan kapasitas produksi alat kesehatan perseroan. Fokus investasi Indofarma ke alat kesehatan dilakukan seiring melonjaknya market demand alat kesehatan selama pandemi Covid-19.



Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto menjelaskan enam ekspansi itu di antaranya merupakan proyek pengembangan produk dan satu sisanya proyek pendukung. "Tujuh investasi kami 100% sumber dananya dari penyertaan modal negara (PMN) holding kami," ucapnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perseroan sudah menyiapkan dana untuk pembiayaan investasi sebesar Rp 169,86 miliar dan modal kerja Rp 30 miliar. Langkah ekspansi usaha itu antara lain Indofarma sedang membangun pabrik melt blown (bahan baku masker) di Cibitung seluas 20 hektare dengan nilai pembiayaan investasi Rp 14,86 miliar dan modal kerja Rp 5 miliar. Pabrik lainnya adalah hospital furniture dengan nilai pembiayaan investasi Rp 15 miliar dan modal kerja Rp 5 miliar. Pabrik ketiga yakni pabrik sarung tangan atau gloves dengan nilai pembiayaan investasi Rp 20 miliar. Pabrik keempat adalah pabrik kateter dengan nilai pembiayaan investasi Rp 50 miliar dan modal kerja Rp 10 miliar.

Di sisi lain, perseroan juga akan mengembangkan produk natural extract dengan nilai pembiayaan investasi Rp 30 miliar. Sementara untuk pengembangan central processing facility, nilai pembiayaan investasi yang digunakan Rp 30 miliar dan modal kerja Rp 10 miliar. Sedangkan nilai pembiayaan investasi untuk supporting function sebesar Rp 10 miliar. Seluruh pabrik dan fasilitas produksi baru itu ditargetkan selesai dan siap beroperasi awal tahun depan.

Hingga akhir tahun ini, Indofarma menargetkan penjualan bisa sebesar Rp 2,5 triliun, atau meningkat dari akhir 2020 sebesar Rp 1,7 triliun. Kenaikan penjualan akan mendorong peningkatan laba bersih di angka Rp 40 miliar, naik dari posisi akhir 2020 sebesar Rp 27,58 miliar.

Hingga kuartal I-2021, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 373,20 miliar, meningkat sebesar 152% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 148,16 miliar. Kenaikan penjualan tersebut terutama ditopang dari penjualan segmen ethical sebesar Rp 191,87 miliar dan alat kesehatan sebesar Rp 175,49 miliar. Keberhasilan peningkatan penjualan tersebut berkontribusi positif pada pencapaian laba bersih perseroan Rp 1,8 miliar setelah mengalami kerugian bersih Rp 21,43 miliar pada periode yang sama tahun buku 2020.

Terkait Covid-19, Arief menyampaikan bahwa Indofarma memastikan akan mulai mendistribusi 50 juta dosis pasokan vaksin Novavax yang masuk dalam program vaksin pemerintah di bulan September 2021. Vaksin tersebut akan didatangkan dari perusahaan yang berada di India yang menjalin kerja sama dengan Novavax, perusahaan dari Amerika Serikat. Pihaknya telah menjalin kerja sama untuk mendatangkan vaksin tersebut yang bersifat mengikat maupun tidak mengikat.

"Sebanyak 50 juta vaksin ini akan digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 gratis oleh Kementerian Kesehatan. Kita akan kebut di 2021 distribusinya," pungkasnya.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Kamis, 20 Mei 2021

Surplus Dagang RI Tertinggi Sejak 2018, Sentimen Positif Terus Bergulir

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Sentimen positif kembali bergulir seiring tingginya surplus neraca perdagangan Indonesia yang secara kumulatif menjadi yang tertinggi sejak 2018. Di periode April 2021, surplus perdagangan mencapai US$ 2,19 miliar. Selama rentang Januari-April 2021 juga surplus senilai US$ 7,72 miliar.


 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, menjelaskan surplus perdagangan periode April 2021 terjadi karena nilai ekspor pada bulan itu sebesar US$ 18,48 miliar. Sementara nilai impor adalah sebesar US$ 16,29 miliar. Sedangkan surplus perdagangan kumulatif terjadi karena nilai ekspor sebesar US$ 67,38 miliar. Sedangkan nilai impor mencapai US$ 59,67 miliar.

"Surplus perdagangan bukan menipis, malah menguat dari bulan lalu. Dan Kalau kita mundur ke belakang, maka Indonesia mencatat surplus secara berturut-turut sejak bulan Mei 2020 lalu," kata Suhariyanto, Kamis (20/5).

Menurut dia, surplus secara kumulatif tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak tahun 2018. Hal ini menjadi catatan positif bahwa program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang terus dilakukan pemerintah sudah menunjukkan hasil yang positif.

"Harapan kita neraca perdagangan pada April 2021 ini akan terus bisa dicapai pada bulan-bulan berikutnya dengan performa ekspor yang lebih meningkat karena didukung oleh naiknya permintaan dan kenaikan harga komoditas," jelasnya.

Secara bulanan (MoM), ekspor bulan April 2021 naik 0,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 angka ekspor itu naik signifikan sebesar 51,94 persen dari sebelumnya sebesar US$ 12,16 miliar.

"Secara year on year kenaikan ekspor kita sangat mengesankan. Ekspor pada Maret lalu itu sudah tinggi dan banyak yang memprediksi bahwa April akan turun tapi ternyata ekspor justru malah tumbuh 0,69 persen (mtom)," sambung Suhariyanto.

Sementara kinerja impor pada periode April 2021 turun 2,98 persen dari bulan Maret 2021 sebesar US$ 16,79 miliar menjadi US$ 16,29 miliar. Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu angka impor pada Maret 2021 naik sebesar 29,93 persen.

"Impor secara bulanan memang turun namun jika dilihat secara tahunan naik tinggi atau cukup sifnifikan," kata Suhariyanto. (*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini


Selasa, 18 Mei 2021

Instan Data Provider, Menjawab Kebutuhan Database Spesifik Secara Cepat

Dinamika bisnis pasca pandemi yang makin cepat dan penuh tantangan serta peluang membutuhkan dukungan data provider guna mengatasi kebutuhan database spesifik secara cepat dan realtime. Tantangan pergeseran pasar, strategi kompetitor, perubahan market share, pergeseran distributor, hingga laju ekspor-impor perlu diatasi dengan dukungan instan data provider yang andal.



Atas dasar itu, tim Duniaindustri.com -- startup big data dan riset pasar -- senantiasa mengupdate database spesifik dan riset data teraktual guna mendukung pelaku industri memperoleh wawasan (insight) berharga. Seiring dengan itu, tim Duniaindustri.com juga memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni:

1. Survei lapangan
2. Kuesioner
3. Market comprehensive database (regulatory source)
4. Market intelligence database (leading player data)
5. Historical database
6. Factory observation
7. Market investigation
8. Time frame monitoring data
9. Probability and sensitivity market forecast
10. Third party data compilation (networking database)
11. Literature colaboration
12. Big data processor

[caption id="attachment_9797" align="alignnone" width="353"]metodologi big data duniaindustri.com metodologi big data duniaindustri.com[/caption]

Contoh hasil survei lapangan, penyebaran kuesioner, serta market observation yang telah dilakukan:

[caption id="attachment_8615" align="alignnone" width="320"] Contoh hasil survei lapangan dan penyebaran kuesioner spesifik.[/caption]

 

Trusted vendor for global market research company:

Vendor Recognition in Other Company:

Vendor Recognition PT VSL Indonesia

Saat ini tim duniaindustri.com telah menghimpun 223 database spesifik dari sekitar 20 sektor industri multitahun dan multi-source. Berikut ini penjabaran lebih detail 223 database spesifik per pertengahan Maret 2021.

Indeks Data Industri yang bisa didownload: (223 Database Spesifik per Maret 2021)

Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024)
Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)
Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2010-2024 (Market Growth Industri Baja)
Database Direktori 641 Perusahaan Telekomunikasi, Informasi Teknologi, serta Komputer dan Peralatannya
Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19)
Database Direktori 1.001 Perusahaan Tanaman, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri Kayu
Market Demand Trend CPO 2007-2022 (Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Outlook 2021, Riset Data 5 Sektor Paling Prospektif
Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia
Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan
Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar)
Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi
Riset Data Peluang Pasar Makanan Korea 'Kimchi' (Market Share Top 10 Player dan Brand Profile)
Data Eksklusif Pangsa Pasar Produsen Tekstil, Garmen, Fashion (Market Share Serat hingga Garment)
Data Eksklusif Market Growth Industri Tekstil, Garmen, Fashion 2013-2025 (Pangsa Pasar Market Leader Industri Hulu-Hilir)
Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan
Market Demand Forecast Sepeda Motor (Bedah Pasar 144 Tipe dan Varian Motor 2010-2025)
Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)
Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana
Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)
Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)
Market Demand Analysis Obat Generik 2016-2027 (Kajian Pasar Pra dan Pasca Covid-19)
Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)
Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia
Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)
Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)
Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020)
Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020)
Market Outlook Industri Kosmetik 2014-2024 (Market Growth and Market Segmentation Analysis)
Data Spesifik Market Size Yoghurt 2016-2019 (Top 6 Market Share Leader)
Riset Data Market Size Kamera 2016-2019 (Pangsa Pasar Kamera Mirrorless)
Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) 
Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
Riset Data Spesifik Komoditas Logam Perunggu 2015-2025 (Market Outlook dan Database Buyer Asing)
Market Outlook Penjualan dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi 2010-2025 (Trend Penjualan Per Tipe dan Per Jenis Motor)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)
Ebook Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri
Riset Data Spesifik Baja Galvanize Tower Seluler dan Transmisi Listrik 2015-2024 (Market Share Database)
Riset Data Spesifik Lab Pengujian Lingkungan 2017-2024 (Kajian Pertumbuhan Pasar dan Profitabilitas)
Riset Data Spesifik Pasar Obat Generik 2016-2023 (Market Share Top 30 Produsen Terbesar Obat Generik)
Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
Data Spesifik Tenaga Kerja di Indonesia 2015-2019 (Profil Tenaga Kerja Konstruksi dan TKA Per Negara)
Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia
Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)




Di Balik Merger Jumbo Gojek dan Tokopedia, Apa Sasarannya?

Duniaindustri.com (Mei 2021) – Perusahaan transportasi berbasis digital dan penyedia jasa pembayaran, Gojek, mengumumkan aksi merger dengan pemain besar e-commerce Tokopedia untuk membentuk GoTo. Nilai merger kedua unicorn itu disebut-sebut mencapai US$ 18 miliar atau setara Rp 255,6 triliun (kurs Rp 14.200/US$).


 

CEO GoTo Andre Soelistyo mengatakan merger Gojek dan Tokopedia menandai fase pertumbuhan bisnis bagi keduanya. Mitra driver Gojek dan mitra usaha Tokopedia bisa mendapatkan manfaat dari aksi korporasi ini.

"Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia. Sementara, penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya," ungkap Andre dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Presiden GoTo Patrick Cao menambahkan models bisnis GoTo akan beragam dan berkelanjutan. GoTo akan mengombinasikan transaksi platform Gojek dengan e-commerce Tokopedia. "Ke depannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami," pungkasnya.

Lembaga Kajian Persaingan dan Kebijakan Usaha Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKPU FH UI) sebelumnya menyatakan jika hasil merger Tokopedia dan Gojek berhasil dan melantai di bursa saham, maka valuasi bisnis diperkirakan mencapai US$35 miliar-US$40 miliar atau sekitar Rp560 triliun.

Strategi IPO diduga menjadi sasaran utama merger tersebut dengan target valuasi pasar publik yang diprediksi antara US$35 miliar hingga US$40 miliar.

Perusahaan baru hasil merger itu akan dipimpin Andre Soelistyo dari Gojek sebagai CEO grup dan Patrick Cao dari Tokopedia akan menjadi presiden grup. Kevin Aluwi akan tetap menjadi CEO Gojek dan William Tanuwijaya akan terus memimpin Tokopedia. Andre juga akan memimpin unit pembayaran dan jasa keuangan, yang akan diganti namanya menjadi GoTo Financial.

Merger itu kemungkinan akan membantu Gojek dan Tokopedia untuk menghadapi pesaing regional yang lebih besar seperti Grab yang bermarkas di Singapura dan perusahaan internet, Sea, yang mengoperasikan platform e-commerce Shopee.

GoTo Group akan menggabungkan e-commerce, on-demand  dan jasa keuangan dari Gojek dan Tokopedia. Pada 2020, transaksi gabungan mereka tercatat lebih dari 1,8 miliar dan total nilai transaksi bruto mereka lebih dari USD22 miliar. Perusahaan tersebut bersama-sama memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan. Dengan demikian, GoTo Group akan menyumbang lebih dari 2% dari PDB di Indonesia.

Persaingan Ketat

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, salah satu alasan merger Gojek dan Tokopedia adalah untuk menjawab persaingan pasar. “Di Asia Tenggara mungkin (pangsa pasar dan valuasi) bisa cukup meningkat pascamerger, itu pun harus waspada dengan Shopee dan Grab yang mungkin lakukan merger," ucap Bhima.

Bhima melihat merger GoTo saat ini lebih ditujukan untuk melengkapi berbagai layanan yang bisa diberikan kedua perusahaan kepada konsumen. Pasalnya, Gojek punya kelebihan dari jasa on-demand dan sistem pembayaran digital.

Sementara Tokopedia menjadi pemain besar di sektor e-commerce. Berbagai hal ini yang coba digabungkan agar semakin kuat menjadi satu grup, sehingga layanan pun bisa terintegrasi kepada konsumen.

"Ini memang menjadi momentum untuk meningkatkan market share Gojek maupun Tokopedia secara signifikan atau besar," ujar Bhima. (*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 224 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini