Duniaindustri.com (Februari 2022) – Kasus penularan positif virus corona (Covid-19) varian Omicron melonjak tajam dalam waktu singkat. Berdasarkan catatan Satgas Covid-19, peningkatan tajam mencapai 40 kali lipat dalam waktu yang cukup singkat jika dihitung sejak awal Januari 2022. Dan hanya dalam kurun waktu 1 bulan, kasus Covid-19 naik 40 kali lipat dipicu meluasnya varian Omicron.
Meskipun naik perlahan, kenaikannya mulai dari 1.400 kasus per minggu, kemudian 3.000 kasus per minggu, kemudian 5.400 kasus per minggu, hingga meningkat cukup besar menjadi 14.000 per minggu. Lonjakan pun meningkat 56.000 kasus dalam per minggu atau 40 kali lipat dari awal januari 2022.
Bahkan, jika dilihat secara harian, kasus positif per 1 Februari 2022, telah mencapai 16.000 kasus per hari. Jumlah ini lebih tinggi daripada penambahan harian pada gelombang pertama di bulan Desember 2020 lalu. Sehingga adanya kenaikan saat ini berdampak pada positivity rate harian pada pemeriksaan antigen dan PCR yang mencapai 6 persen atau telah berada di atas standar World Health Organization (WHO).
Padahal sebelumnya, positivity rate harian sempat konsisten di angka 0-2 persen. Sementara itu, kasus aktif hingga Rabu (2/2) meroket hingga totalnya 94 ribu orang. Kasus aktif adalah mereka yang masih berstatus positif atau masih sakit dan membutuhkan perawatan.
“Tentunya kenaikan kasus positif ini sudah seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk kembali merefleksikan kedisiplinan kita terhadap protokol kesehatan,” jelas Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.
Kemudian ada tambahan 38 kasus kematian. Sehingga, total warga yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 144.411 jiwa.
Seiring melonjaknya infeksi Omicron, layanan dan produk alat kesehatan (alkes) kembali mendapat angin segar dengan kebutuhan yang tinggi (high demand). Tes PCR serta berbagai produk obat, multivitamin, dan produk alkes lainnya kembali tergolong high demand. Di beberapa daerah, tes PCR yang diperlukan bagi warga yang akan bepergian diminati masyarakat.(*/berbagai sumber/tim redaksi 06/Safarudin/Indra)
Market database Manufacturing data Market research data Market leader data Market investigation Market observation Market intelligence Monitoring data Market Survey/Company Survey Multisource compilation data Market domestic data Market export data Market impor data Market directory database Competitor profilling Market distribution data Company database/directory Mapping competition trend Profiling competitor strategy Market data analysist Historical data Time series data Tabulation data Factory directory database Market segmentation data Market entry strategy analysist Big data processor Financial Modeling/Feasibility Study Price trend analysist Data business intelligence Customized Direktori Database
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 250 database, klik di sini ** Butuh competitor intelligence, klik di sini *** Butuh copywriter specialist, klik di sini **** Butuh content provider (branding online), klik di sini ***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 250 database, klik di sini
Duniaindustri.com (Februari 2022) – Seiring makin tingginya kepercayaan investor terhadap prospek Indonesia, investasi sektor manufaktur menembus Rp325,4 triliun sepanjang 2021, naik sebesar 19% dari tahun 2020 yang jumlahnya Rp272,9 triliun. Angka tersebut melewati target capaian investasi manufaktur yang telah diproyeksikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebesar Rp280 triliun hingga Rp290 triliun.
"Ini sinyal penting bagi ekonomi Indonesia, karena menunjukkan bahwa level kepercayaan terhadap Indonesia masih tinggi. Investor masih melihat bahwa Indonesia is good for business and investment. Saya percaya ini menjadi momentum penting menguatnya ekonomi Indonesia pasca pandemi,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasmita di Jakarta, Senin (31/1).
Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), capaian investasi sebesar Rp325,4 triliun tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp94,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar USD15,8 miliar.
Dari angka tersebut, subsektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencatatkan porsi investasi terbesar, yaitu Rp117,5 triliun, atau berkontribusi 13,0% dari total investasi sepanjang 2021.
“Selama ini investasi sektor manufaktur juga membawa dampak luas bagi perekonomian nasional, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja. Serapan tenaga kerja di industri manufaktur mencapai 1,2 juta orang pada 2021,menjadikan jumlah totalnya menjadi 18,64 juta orang,” ucap Menperin.
Kemudian, realisasi investasi tersebut sebagian besar tersebarke lima wilayah di tanah air, yakni paling besar di Jawa Barat sebesar Rp136,1 triliun atau sebesar 15,1%, DKI Jakarta Rp103,3 triliun atau sebesar 11,5%, Jawa Timur Rp79,5 triliun atau sebesar 8,8%, Banten Rp58 triliun atau sebesar 6,4%, Riau Rp53 triliun atau sebesar 5,9%.
“Kami berharap investasi sektor industri ini, selain berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal di masing-masing daerah, mampu juga menggerakan sektor industri kecil di daerah-daerah yang menjadi tujuan investasi tersebut,” tuturnya.
Jaga Iklim Investasi
Untuk mendorong investasi di sektor industri, beberapa program yang didorong oleh Kemenperin antara lain meliputi program subtitusi impor 35% Tahun 2022, program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), dan hilirisasi sumber daya alam.
“Untuk menjaga iklim usaha yang kondusif, Pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal bagi penanaman investasi, termasuk di sektor industri. Kami mendorong para pelaku industri untuk memanfaatkan insentif-insentif tersebut semaksimal mungkin,” ujar Menperin.
Akselerasi peningkatan investasi di sektor industri juga ditempuh lewat pemerataan pembangunan industri, yaitu dengan mengembangkan jumlah Kawasan industri di seluruh Indonesia. “Hingga Januari 2022, terdapat 135 perusahaan kawasan industri dengan total luas lahan sebesar 65.532 hektare yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Sumatera,” ujar Menperin.
Terbaru, pemerintah mendorong investasi pengembangan kawasan industri halal dengan menawarkan beberapa insentif, antara lain insentif bagi industri halal yang melakukan ekspor, substitusi impor, mengembangkan teknologi proses produk halal, melakukan inovasi industri halal, serta melakukan pembinaan dan pendampingan ekspor bagi pelaku IKM halal.(*/berbagai sumber/tim redaksi 06/Safarudin/Indra)
Market database Manufacturing data Market research data Market leader data Market investigation Market observation Market intelligence Monitoring data Market Survey/Company Survey Multisource compilation data Market domestic data Market export data Market impor data Market directory database Competitor profilling Market distribution data Company database/directory Mapping competition trend Profiling competitor strategy Market data analysist Historical data Time series data Tabulation data Factory directory database Market segmentation data Market entry strategy analysist Big data processor Financial Modeling/Feasibility Study Price trend analysist Data business intelligence Customized Direktori Database
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 250 database, klik di sini ** Butuh competitor intelligence, klik di sini *** Butuh copywriter specialist, klik di sini **** Butuh content provider (branding online), klik di sini ***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 250 database, klik di sini
Duniaindustri.com (Januari 2022) – Kementerian Perindustrian terus berupaya mengembangkan jumlah kawasan industri di Indonesia sebagai lokasi investasi yang menarik. Langkah ini diyakini dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Perkembangan kawasan industri di Indonesia mengalami peningkatan baik secara jumlah maupun luas lahan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Dialog Nasional dengan tema “Strategi Meningkatkan Daya Saing Kawasan Industri Indonesia” di Jakarta, kemarin.
Hingga Januari 2022, terdapat 135 perusahaan kawasan industri dengan total luas lahan sebesar 65.532 hektare yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Sumatera. Dari 135 kawasan industri tersebut, 46% atau 30.464 hektare di antaranya sudah terisi oleh tenant industri.
Menperin mengemukakan, pemerintah mengupayakan pemerataan pembangunan industri dengan mengakselerasi pembangunan kawasan industri melalui fasilitasi pengembangan 27 kawasan industri yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024 dan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN). “Tantangan pembangunan kawasan industri ini perlu bersama-sama dikawal untuk menangkap peluang investasi baik dari luar dan dalam negeri,” ungkapnya.
Agus menjelaskan, kewajiban bagi industri untuk berlokasi di kawasan industri, telah memberikan peran dan tanggung jawab yang sangat besar kepada para pengelola kawasan industri untuk menciptakan dan menjaga iklim investasi yang kondusif di kawasan industri. Upaya itu antara lain melalui pemberian fasilitasi perizinan, hubungan industrial, penyediaan utilitas, infrastruktur, dan layanan pendukung industri lainnya.
“Investasi yang dipersiapkan oleh pengelola kawasan industri tersebut turut meningkatkan daya saing kawasan industri di Indonesia khususnya di ASEAN untuk menarik minat investor menanamkan modal,” tuturnya.
Guna mendukung hal tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian besar bagi Kemenperin untuk menaikkan daya saing kawasan industri di Indonesia adalah dengan menyediakan sumber energi gas melalui kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi sektor industri di dalam kawasan industri. Untuk itu, perlu adanya koordinasi dalam rangka penyiapan jaringan transmisi dan distribusi dengan perusahaan penyedia gas, antara lain PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mendekati lokasi kawasan industri.
Alternatif lain yang saat ini ditempuh oleh Kemenperin adalah memberikan kesempatan kepada konsorsium kawasan industri untuk dapat menyediakan gas bagi tenant di dalam kawasan industri. “Alternatif ini memerlukan infrastruktur Storage Regassification Unit (SRU) karena penyediaan gas dilakukan dengan pengapalan dan berupa LNG,” imbuhnya.
Menperin menambahkan, terdapat tiga isu yang tengah berkembang di dunia dan pastinya akan sangat memengaruhi daya saing kawasan industri di Indonesia. Pertama, isu terkait green industry yang menuntut industri untuk melakukan konsep industri yang ramah lingkungan melalui pembangunan Eco Industrial Park.
“Konsep ini merupakan bentuk pengembangan kawasan industri generasi ketiga yang dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai guna menciptakan kawasan yang terpadu dengan tujuan mewujudkan efisiensi energi, efisiensi pengelolaan sumber daya air, optimalisasi pengelolaan aliran bahan dan buangan ke lingkungan, dan integrasi aspek sosial, ekonomi, serta kualitas lingkungan,” paparnya.
Kedua, isu terkait smart industry, dimana industri dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi sesuai era revolusi industri 4.0. “Kawasan industri didorong untuk membangun infrastruktur digital, serta mentransformasi digital pengelolaan kawasan industri sehingga dapat mempermudah komunikasi dan pemberian layanan kepada tenant,” imbuhnya.
Ketiga, adalah isu terkait pengembangan kawasan industri halal. Saat ini, sudah ada tiga kawasan industri halal, yaitu Modern Cikande Industrial Estate, Bintan Inti Industrial Estate, dan Kawasan Industri Halal Safe & Lock, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Apabila konsep kawasan tersebut dipadukan menjadi konsep pengembangan Smart Eco Industrial Park maka akan menjadi sebuah platform bagi kawasan industri di Indonesia, yang ditawarkan kepada kemitraan global dalam rangka memperkuat daya tawar kawasan industri nasional sebagai kekuatan yang menarik dalam global supply chain dan halal global network,” papar Menperin.
Lebih lanjut, dengan Smart Eco Industrial Park yang menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan seperti pengurangan emisi karbon, ekonomi sirkular, industri hijau dan industri halal akan menjembatani isu yang menjadi perhatian dalam G20. “Demikian juga konsep ini akan akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari aktivitas industri di dalam kawasan industri yang meningkatkan daya saing dan nilai tambah,” tandasnya.
Minta Dukung P3DN
Pada kesempatan ini, Menperin menyampaikan, pemerintah sedang menggiatkan kebijakan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Diharapkan, kawasan industri nasional ikut serta mendukung kebijakan tersebut melalui pembangunan infrastruktur di dalam kawasan industri serta tenant di dalamnya untuk mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri.
“Selain itu, saya mengingatkan juga kepada kawasan industri nasional bahwa penciptaan daya saing kawasan industri khususnya di tingkat ASEAN tidak terlepas dari harga lahan yang ditawarkan. Untuk itu, kawasan industri nasional diharapkan dapat memberikan harga yang kompetitif bagi calon tenant,” tuturnya.
Hal lain yang ditekankan Menperin, kawasan industri nasional perlu melakukan kerjasama yang erat dengan pemerintah daerah untuk mengelola permasalahan-permasalahan lingkungan dan sosial yang timbul di sekitar kawasan industri, sehingga dapat menjadi lokasi berusaha yang kondusif, nyaman dan berdaya saing.
“Sesuai dengan Permenperin Nomor 25 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan dan Pengendalian Industri, kami mengharapkan kerjasama perusahaan kawasan industri untuk mematuhi ketentuan perizinan berusaha dan standar kawasan industri, serta melakukan pelaporan data pembangunan operasional kawasan industri tiap semester melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas),” paparnya.
Kegiatan pengawasan dan pengendalian yang dilakukan oleh Kemenperin bertujuan untuk memberikan kepastian hukum, berusaha dan penciptaan iklim usaha yang kondusif dalam pelaksanaan kegiatan usaha industri dan usaha kawasan industri.
“Kami memberikan apresiasi kepada para perusahaan kawasan industri yang tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa sulit selama pandemi Covid-19 serta kepada perusahaan kawasan industri yang patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan dan tepat waktu dalam menyampaikan pelaporan mingguan,” tegasnya.
Menperin pun mengingatkan perusahaan kawasan industri untuk mempercepat pemberian vaksin ketiga (vaccine booster) serta selalu menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya dengan 6M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mencegah kerumunan, menghindari makan bersama, dan mengurangi pergerakan. “Dengan peran kita semua, mari bersama-sama mewujudkan Indonesia Tangguh, Industri Tumbuh,” pungkasnya. (*/berbagai sumber/tim redaksi 06/Safarudin/Indra)
Market database Manufacturing data Market research data Market leader data Market investigation Market observation Market intelligence Monitoring data Market Survey/Company Survey Multisource compilation data Market domestic data Market export data Market impor data Market directory database Competitor profilling Market distribution data Company database/directory Mapping competition trend Profiling competitor strategy Market data analysist Historical data Time series data Tabulation data Factory directory database Market segmentation data Market entry strategy analysist Big data processor Financial Modeling/Feasibility Study Price trend analysist Data business intelligence Customized Direktori Database
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 250 database, klik di sini ** Butuh competitor intelligence, klik di sini *** Butuh copywriter specialist, klik di sini **** Butuh content provider (branding online), klik di sini ***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 250 database, klik di sini
Duniaindustri.com (Januari 2022) – Realisasi investasi sepanjang 2021 mencapai Rp901,02 triliun, melampaui target Presiden Joko Widodo sebesar Rp900 triliun atau sekitar 100,1%. Investasi dari Singapura menjadi yang tertinggi pada periode 2021.
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, mengatakan jumlah tersebut mencapai 104,8% dari target dalam RPJMN, yakni Rp858,5 triliun. "Ini berkat dukungan semua stakeholder. Kami juga melakukan strategi yang tidak biasa untuk mencapainya," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, kemarin.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp454,0 triliun adalah penanaman modal asing (PMA) dan sisanya Rp447,0 triliun merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Investasi PMA mencapai 50,4% dari total investasi dan PMDN sekitar 49,6%. Investasi PMA tumbuh 10,09% (year-on-year) dan PMDN meningkat 8,1%.
"Secara keseluruhan realisasi investasi 2021 tumbuh 9% (y-o-y). Penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi tahun lalu mencapai 1.207.893 orang," ujar Bahlil.
Bahlil menambahkan realisasi investasi yang masuk ke Pulau Jawa pada 2021 mencapai Rp432,8 triliun atau 48,0% dari total investasi. Sementara realisasi investasi ke luar Pulau Jawa sekitar Rp468,2 triliun atau 52,0% dari total investasi. Pertumbuhan investasi di Jawa mencapai 5,9% (y-o-y), sementara di luar Jawa melonjak 12,2%.
"Ini menunjukkan investasi yang masuk memperlihatkan pertumbuhan yang berkualitas. Dalam artian mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti yang diminta Presiden Jokowi," jelas Bahlil.
Mayoritas PMA yang masuk ke Indonesia sepanjang 2021 masih berasal dari Singapura sebesar USD9,4 miliar. Peringkat kedua adalah Hong Kong, yakni USD4,6 miliar. Peringkat ketiga adalah China (USD3,2 miliar), selanjutnya Amerika Serikat (USD2,5 miliar), dan kelima adalah Jepang (USD2,3 miliar).
"Jadi tidak benar tuduhan bahwa investasi asing yang masuk ke Indonesia cuma dari Tiongkok," papar Bahlil.
Sepanjang 2021, daerah yang menjadi tujuan lokasi realisasi investasi terbesar adalah Jawa Barat, yakni Rp131,6 triliun. Posisi kedua ditempati DKI Jakarta (Rp103,7 triliun), selanjutnya Jawa Timur (Rp79,5 triliun), Banten (Rp58,0 triliun) dan Riau (Rp53,0 triliun).
"Saya kira ini faktor kepemimpinan Ridwan Kamil yang bagus dalam melayani investor masuk ke Jawa Barat," tutur Bahlil. (*/berbagai sumber/tim redaksi 06/Safarudin/Indra)
Market database Manufacturing data Market research data Market leader data Market investigation Market observation Market intelligence Monitoring data Market Survey/Company Survey Multisource compilation data Market domestic data Market export data Market impor data Market directory database Competitor profilling Market distribution data Company database/directory Mapping competition trend Profiling competitor strategy Market data analysist Historical data Time series data Tabulation data Factory directory database Market segmentation data Market entry strategy analysist Big data processor Financial Modeling/Feasibility Study Price trend analysist Data business intelligence Customized Direktori Database
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 250 database, klik di sini ** Butuh competitor intelligence, klik di sini *** Butuh copywriter specialist, klik di sini **** Butuh content provider (branding online), klik di sini ***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 250 database, klik di sini
Duniaindustri.com (Januari 2022) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan penandatanganan kontrak paket tender/ seleksi dini Tahun Anggaran (TA) 2022 untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Total anggaran yang dikelola Kementerian PUPR TA 2022 adalah sebesar Rp100,6 triliun, dan sejak Oktober 2021 lalu telah dilaksanakan tender/ seleksi dini sejumlah 2.092 paket dengan nilai pagu sebesar Rp35,1 triliun.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyelesaikan 838 paket senilai Rp17,5 triliun. Dari jumlah itu sebanyak 43 paket pekerjaan dengan nilai Rp220 miliar telah terkontrak pada akhir bulan Desember 2020.
"Kemudian 795 paket pekerjaan dengan nilai Rp17,36 triliun telah selesai proses tender/ seleksi dan siap dilakukan penandatanganan," ujar Basuki dalam keterangannya, Senin (24/1).
Rencana penyelesaian terhadap sisa paket tender/ seleksi dini TA 2022 yang sedang berjalan akan diselesaikan sebanyak 671 paket senilai Rp10,68 triliun pada akhir Januari 2022. Kemudian 583 paket senilai Rp6,91 triliun pada akhir Februari 2022.
"Diperkirakan dengan jumlah paket tersebut penyerapan anggaran hingga akhir Januari 2022 akan mencapai Rp7,34 triliun atau sebesar 7,30 persen," ujar Basuki.
Dalam mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan realisasi belanja, Kementerian PUPR memanfaatkan teknologi informasi melalui sistem e-Monitoring, serta pemanfaatan e-katalog sektoral Kementerian PUPR . Selain itu, Kementerian PUPR juga akan tetap mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri dan UMKM. (*/berbagai sumber/tim redaksi 06/Safarudin/Indra)
Market database Manufacturing data Market research data Market leader data Market investigation Market observation Market intelligence Monitoring data Market Survey/Company Survey Multisource compilation data Market domestic data Market export data Market impor data Market directory database Competitor profilling Market distribution data Company database/directory Mapping competition trend Profiling competitor strategy Market data analysist Historical data Time series data Tabulation data Factory directory database Market segmentation data Market entry strategy analysist Big data processor Financial Modeling/Feasibility Study Price trend analysist Data business intelligence Customized Direktori Database
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 249 database, klik di sini ** Butuh competitor intelligence, klik di sini *** Butuh copywriter specialist, klik di sini **** Butuh content provider (branding online), klik di sini ***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 249 database, klik di sini
Duniaindustri.com (January 2022) – As one of the big data, hybrid media, market research, and digital database startups, Duniaindustri.com recorded a productivity growth of 15.4% from a total of 214 digital databases at the end of 2020 to 247 digital databases at the end of 2021. This Startups Big Data is starting to collaborate with digital power based on 247 market research data with a digital directory covering 21,200 companies in Indonesia.
This is intended to capture wider market opportunities, along with the increasing need for research data at the end of 2021 and early 2022. Another goal is to support the recovery of industrial players in Indonesia, as well as enrich the literary treasures in the country. Starting at the end of 2019, the Duniaindustri.com team has expanded the scope of methodologies and techniques for data collection, search and processing, analysis, independent studies, and specific data research with 12 main components, namely:
Field survey
Questionnaire
Market comprehensive database (regulatory source)
Market intelligence database (leading player data)
Historical database
Factory observation
Market investigation
Time frame monitoring data
Probability and sensitivity market forecast
Third party data compilation (networking database)
Literature collaboration
Big data processor
In 2020, Duniaindustri.com as a big data and market research startup will expand source coverage based on an import-export database (exim) that covers 10,826 HS code product tariff posts and 19,791 customized company directories. It is hoped that the collaboration of these sources plus survey and questionnaire methods can become a reliable reference for market research in Indonesia.
Currently, duniaindustri.com gathers more than 1,000 SMEs and more than 10,000 user bases both individually and in companies, as well as industrial agents from 10 countries in the world, such as South Korea, Japan, Europe, Dubai.(*/Berbagai sumber/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)
Industry Data Index that can be downloaded: (250 Specific Databases as of January 2022) — Please click per data for further explanation:
This Specific Database of 221 Infrastructure and Construction Projects 2020-2023 was released in the second week of January 2022 featuring the most complete database and directory of ongoing and future infrastructure development and construction projects in Indonesia. This Specific Database of 221 Infrastructure and Construction Projects 2020-2023 complements 250 specific databases and research data per sector collected by duniaindustri.com.
This Specific Database of 221 Infrastructure and Construction Projects 2020-2023 is summarized in 39 pdf pages measuring 2.71 MB to facilitate the download process, while the Microsoft Excel version is available for offline payments. The Duniaindustri.com team also provides additional services as a complement to this directory database, in the form of company survey services, questionnaire distribution, company observation, company investigation, customized database directory, and others.
This database is an embodiment of Duniaindustri.com's big data service that offers added value for its users (users). This Specific Database of 221 Infrastructure and Construction Projects 2020-2023 contains project names, industry segments, project owners, project locations, project types, funding sources, investment value, information sources, project stages.
This Company Directory comes from the results of monitoring big data Duniaindustri.com, limited surveys, and compilation of reliable data from relevant ministries, industry associations, a number of cable companies in Indonesia, and processed by duniaindustri.com.
Furthermore, 17) Database Directory of 448 Companies, Banks and Financing Institutions; 18) Database Directory of 460 Investment and Mutual Fund Companies; 19) Directory Database of 418 Construction Companies in Indonesia; 20) Specific Directory Database of 202 Cigarette Companies in Indonesia (Update 2020); 21) Specific Directory Database of 450 Chemical, Petrochemical, and Plastic Companies (Update 2020); 22) Specific Directory Database of 311 Cement and Building Material Companies (Update 2020); 23) Specific Directory Database of 274 Modern Retail Companies (Update 2020); 24) Specific Database Directory of 200 Cosmetic Companies (Profile of Top 10 Biggest Cosmetic Companies); 25) Database Directory of 203 Food and Beverage Companies (Product Profile and Market Share); 26) Directory Database of 364 Pharmaceutical, Drug, Medical Device Companies in Indonesia; 27) Directory Database of 845 Motor Vehicle Companies; 28) Directory Database of 935 Electronic Companies in Indonesia; 29) Database 1,452 Textile and Garment Company Directory; 30) Database of 165 Directory of Steel Companies in Indonesia; 31) Data of the Largest Textile Buyer Agent and Representative Office in Indonesia.
All data is presented in pdf format so that it is easy to download after users carry out the process according to the procedure, namely click buy (purchase), click checkout, and fill out the form. Duniaindustri.com prioritizes the validity and validity of the data sources presented. All research data and directory database sets are presented in full in the industry data index, which now displays 250 specific databases according to user needs.(*)