Sabtu, 21 Juli 2018

159 Kumpulan Digital Database Terlengkap

Pasca semester I 2018, tren industri cenderung berubah dengan sangat cepat, berdasarkan riset data Duniaindustri.com. Produk dengan harga jual yang lebih kompetitif, pelayanan prima, cepat sampai ke konsumen, serta kualitas wahid menjadi preferensi utama konsumen.

Selain itu, para pelaku industri cenderung memompa volume penjualan dengan mengorbankan harga jual. Singkat kata, harga jual boleh ditekan, tapi volume penjualan mesti bertumbuh. 

Di sisi lain, konsumen saat ini cenderung lebih memilih dalam berbelanja yang seperlunya, walaupun terjadi tren peningkatan dalam aktivitas pelesiran. Sementara upaya perbaikan pemerataan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah dengan ratusan proyek di seluruh Indonesia. Demikian cuplikan tren yang sedang terjadi saat ini di negeri kita.

Persaingan antar perusahaan semakin ketat. Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan harga jual pun kini menjadi terbatas. Tidak lagi mudah bagi produsen mematok laba yang tinggi dengan menaikkan harga. Sebab harga yang tinggi membuat produk tersebut akan dijauhi oleh pembelinya. Pembeli akan lebih beralih ke produk yang berkualitas baik, namun berharga murah, serta mempunyai layanan purna jual cepat dan mudah. Ironisnya, dengan kondisi pasar yang semakin sulit ini, manajemen justru dituntut untuk meningkatkan laba perusahaan. Tidak ada pilihan lain, bahwa tuntutan itu hanya bisa dilakukan jika perusahaan mampu menurunkan biaya (cost reduction) dan menghilangkan proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah.

Berbicara nilai tambah, makin banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi informatika terkini untuk meningkatkan kemampuan dan strategi penetrasi pasar. Tak ketinggalan teknologi big data.


Karena itu, Duniaindustri.com, sebuah startup khusus di segmen industri, berupaya untuk memfasilitas hal tersebut dengan terus mengupdate database industri. Selain itu, Duniaindustri.com juga meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dan keamanan bertransaksi online dengan mengadopsi teknologi "easy digital download". Dengan teknologi ini, user atau pelanggan dapat dengan mudah bertransaksi serta mengakses database industri secara lebih cepat, praktis, kapanpun dan di manapun berada.


Saat ini lebih dari 159 data historis industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi, menjadi kumpulan database di duniaindustri.com.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.



Sumber: di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Rabu, 18 Juli 2018

Membedah Pertumbuhan Pesat Teknologi Big Data dan Artificial Intelligence

Perkembangan pesat teknologi digital telah menggiring landskap bisnis secara global ke tataran baru. Pergeseran pasar terutama didorong konsumen milenial makin hari makin terasa, sehingga menuntut perubahan paradigma di sektor industri.

Teknologi digital seperti internet of things (IoT), big data, artificial intelligence makin mendisrupsi pasar. Pendekatan inovatif dengan memanfaatkan teknologi terkini terus berkembang pesat ditopang maraknya penggunaan aplikasi mobile.

Demikian juga di bidang internet of things (IoT) dan big data. Gabungan energi dan pola pikir inovatif yang dipadukan dengan teknologi IoT dan big data procesing membuat suatu tingkat kedalaman data yang belum pernah ada sebelumnya. Data-data tersebut kemudian diolah menjadi profil dan perilaku konsumen, trend pasar, prognosa masa depan serta berbagai data yang terstruktur dan tidak terstruktur lainnya. Tak terbatas, istilah inilah yang paling tepat untuk menggambarkan pendekatan analitik, mulai dari pemodelan statistik sampai machine learning dan deep learning.

Dari sisi data, para data scientist membantu mengembangkan analisis pemasaran baru yang mempertimbangkan metode dan pendekatan pada tingkat yang baru. Entah itu pengoptimalan harga real time pada tingkat yang paling rinci atau atribusi media untuk analisis offline yang tidak memungkinkan sebelumnya. Penekanan inovasi yang dibuat akan mendikte banyak metode untuk menentukan arah seputar riset pasar di masa depan.

Di Indonesia, perkembangan big data juga cukup pesat. Berbagai korporasi menyuguhkan layanan terbaiknya. Duniaindustri.com juga ikut berbenah dan menjelma sebagai startup layanan big data (riset pasar dan perusahaan analisis) di negeri ini.

Seiring kepercayaan yang makin meningkat, tim Duniaindustri.com juga terus berkembang dengan mencari metode-metode analisis baru, mensimulasikan pendekatan teraktual, mengkomparasi skenario terkini, mengkalkulasikan teori-teori komprehensif, guna menghadirkan hasil riset data spesifik yang lebih riil, sesuai trend pasar, dan paling penting terjangkau bagi semua kalangan.

Secara singkat, beberapa matriks pertumbuhan duniaindustri.com tergambar dari tiga hal berikut: 1) Strong footprint and highly recognize startup, 2) Most productive update of analysis, data driven, and research. 1 of 11 demands in specific data/database connected to duniaindustri.com, 3) Flexible pricing.

Perkembangan tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah database riset data spesifik yang telah ready di Duniaindustri.com, melonjak signifikan sebesar 22% dari 121 database riset pada akhir tahun lalu menjadi 159 database riset pada Juli 2018. Hal ini dipicu makin meluasnya kebutuhan riset data spesifik guna mendukung pertumbuhan bisnis di sektor industri tertentu.

Duniaindustri.com menyediakan indeks data industri yang bisa didownload user untuk memberikan gambaran atau acuan perkembangan sektor industri tertentu. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Yogya, Sidoarjo, Surabaya, Palu, Bali, Medan, dan daerah lainnya, bahkan dari China dan India.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Senin, 16 Juli 2018

Data Perkembangan Industri Kecil, UKM, Per Sektor dan Per Daerah

Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & Usaha Besar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah) ini dirilis pada pertengahan Juli 2018 menampilkan data komprehensif, serta tren pertumbuhan jumlah dan sebaran industri kecil (usaha kecil menengah dan mikro/UMKM) di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari tren pertumbuhan jumlah, porsi terhadap ekonomi, komparasi dengan kondisi di negara tetangga, serta tren produksi dan ekspor industri kecil di Indonesia.

Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & Usaha Besar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah) ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2 dan 3). Dilanjutkan dengan outlook dan prospek bisnis 2018 mengacu pada target pertumbuhan ekonomi pemerintah di 2018 di halaman 4.

Kontribusi UMKM terhadap industri nasional di Indonesia dikomparasi dengan kondisi di sejumlah negara seperti Filipina, Vietnam, dan Brasil pada halaman 5. Disusul perkembangan UMKM di Indonesia secara umum pada 2013, ketika jumlah pelaku UMKM mencapai 57,9 juta unit, ditambah kontribusi terhadap ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta tren ekspor pada halaman 6. Data itu dijelaskan kembali pada halaman 7 untuk periode 2016, ditambah jumlah UMKM berdasarkan sektor dan berdasarkan daerah. Total 15 sektor menjadi sebaran UMKM di Indonesia disertai jumlah tenaga kerjanya.

Pada halaman 8, ditampilkan grafis tabel diagram piramid terkait total jumlah usaha di Indonesia, meliputi usaha besar dengan omzet di atas Rp 50 miliar, usaha menengah, usaha kecil, dan usaha mikro. Dilanjutkan pada halaman 9, market analisis terkait tantangan UMKM di Indonesia. Pada halaman 10, ditampilkan analisis porsi pendanaan UMKM dan preferensi permodalan usaha kecil di Indonesia. Data tersebut dijelaskan kembali paad halaman 11 terkait sumber permodalan usaha mikro dan kecil.

Pada halaman 12, dipaparkan perkembangan program pemerintah terkait penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga akhir Mei 2018. Data komprehensif tersebut dijelaskan kembali pada halaman 13 terkait penyaluran KUR menurut 34 provinsi beserta besaran jumlah kredit.

Pada halaman 14, ditampilkan deskripsi dan tabel terkait penyaluran KUR berdasarkan sektor ekonomi dan perkembangan dari 2017 hingga 2018. Beralih ke topik lain, pada halaman 15 ditampilkan peran UKM terhadap industri nasional. Strategi peningkatan daya saing UMKM dipaparkan pada halaman 16 dan 17.

Pada halaman 18 sampai 24, dipaparkan highlights kebijakan ekonomi pemerintah untuk mendukung pengembangan UMKM. Kemudian, pada halaman 25 ditampilkan kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia, total tenaga kerja, dan ekspor nonmigas nasional. Kontribusi pajak dari UMKM dijelaskan melalui tabel pie chart pada halaman 26. Disusul kemudian, pemaparan tren komposisi penerimaan pajak UMKM pada 2013-2017 dalam tabel dan deskripsinya pada halaman 27 dan 28. 

Pada halaman 29, ditampilkan perkembangan jumlah pembayar pajak (pph) dari UMKM periode 2013 sampai 2017. Kemudian dekomposisi pembayar pajak dari sektor UMKM 2017 dijelaskan pada halaman 30. Lebih spesifik lagi, perkembangan data usaha mikro, kecil, menengah, dan usaha besar dipaparkan pada halaman 31 hingga 33, mencakup jumlah unit usaha, jumlah tenaga kerja, nilai produksi, total ekspor non migas, serta nilai investasi.

Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & Usaha Besar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah) berisi sebanyak 34 halaman berukuran 8 MB, berasal dari kumpulan data dari BPS, Bank Dunia, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Koordinator Perekonomian, serta sumber valid lainnya. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya: