Kamis, 25 Februari 2021

Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)

Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024) ini dirilis minggu keempat Februari 2021 menampilkan hasil survey daerah, riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market trend, serta analisis channel distribution. Database spesifik ini berisi 87 halaman berukuran 4,09 MB yang dibuat untuk menjadi acuan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.


Database spesifik ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan ulasan singkat (highlights)  perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemic Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4.

Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke pembahasan utama, Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024) ini menampilkan 2 fokus utama yakni 1) direktori detail jaringan distributor makanan minuman di Pulau Jawa-Bali (45 distributor) serta 2) Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024. Untuk fokus pertama, ditampilkan database direktori distributor makanan minuman di Pulau Jawa-Bali yang terdiri dari 45 distributor dilengkapi data entitas distributor, pemilik usaha, kontak, jam operasional, alamat distributor, hingga akun bank (bank account).

Database direktori 45 distributor makanan minuman itu ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 56. Database direktori distributor itu dihasilkan dari survey daerah sehingga membuat akurasi tinggi dan dapat diandalkan.

Beralih ke fokus kedua, dipaparkan Market Outlook Consumer Goods 2013-2024 pada halaman 57 sampai halaman 86. Market Outlook Consumer Goods 2013-2024 berisi antara lain pointers highlights pertumbuhan market size (size business) consumer goods berbasis pangan di Indonesia periode 2013 hingga 2024. Tantangan faktor eksternal seperti perang dagang negara maju di 2019 dan pandemi Covid-19 menjadi titik tolak utama untuk mengkaji pertumbuhan market demand consumer goods pada periode tersebut.

Data tersebut kemudian diperinci dengan tabel komparasi data market size (size business) consumer goods berbasis pangan dengan tren jumlah konsumen kelas menengah atas di Indonesia serta total populasi di negeri. Tiga elemen itu ditampilkan lengkap dengan tren persentase pertumbuhan per tahun pada periode 2013-2024. Disusul kemudian tabel grafik yang menggambarkan persentase pertumbuhan guna melihat siklus yang berkembang beserta analisanya.

Selain itu, ditampilkan segmentasi consumer goods berbasis pangan dengan 7 kategori utama, dilihat dari pertumbuhan market size periode 2013-2024. Tujuh kategori utama itu meliputi mie instan, minuman siap saji, biskuit dan snack, susu olahan, air minum dalam kemasan (AMDK), serta frozen food. Lebih luas lagi, ikut ditampilkan segmentasi pasar frozen food dan food seasoning.

Tidak ketinggalan, disajikan data pertumbuhan pasar dari 15 kategori consumer goods berbasis pangan, meliputi makanan dalam kaleng, food seasoning, snack, permen, teh siap saji, kopi siap saji, sirup, dan lainnya periode 2009 dan 2015-2020. Segmentasi consumer goods yang cukup luas ini diharapkan menjadi alternatif panduan bisnis bagi para pelaku industri di Indonesia.

Beralih ke pembahasan berikutnya, ikut ditampilkan pangsa pasar sejumlah produk utama dalam consumer goods seperti mie instan, biskuit dan frozen food. Market leader mie instan 2019 beserta tren penjualan mi instan juga ditampilkan dalam pembahasan ini, disusul market share biskuit, dan market share frozen food jenis bakso.

Di pembahasan penutup, dijabarkan tren pergeseran channel distribution mengikuti perubahan perilaku konsumen yang terjadi saat ini. Channel distribution yang dijabarkan yakni online market, pasar tradisional, pasar modern, UKM, dan business to business (b to b).

Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024) ini disajikan sebanyak 87 halaman pdf dan berukuran 4,09 MB. Database spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari survey daerah, big data Duniaindustri.com, digital database, data primer dari BPS, asosiasi industri, dan kementerian terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users (per Februari 2021 mencapai 222 database spesifik). Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini


Perkuat Jaringan Distribusi dan Strategi Penetrasi Pasar dengan 222 Database Spesifik

Duniaindustri.com (Februari 2021) -- Dinamika bisnis yang mulai bergulir cepat meninggalkan bayang-bayang pandemi masih menyisakan berbagai tantangan. Pergulatan marketing, reorganisasi jaringan distribusi, serta strategi baru dalam penetrasi pasar menjadi sebagian tantangan ke depan.


 

Menyadari hal itu, tim Duniaindustri.com ikut mendukung industriawan menemukan solusi baru dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Dengan mengupdate dan memperluas database spesifik, diharapkan langkah ini memberikan dukungan konkret guna menghadapi tantangan ke depan.

Hingga akhir Februari 2021, tim Duniaindustri.com telah mengoleksi 222 data spesifik dari lebih 17 sektor industri ditambah 12.700 direktori yang diharapkan menjadi rujukan utama bisnis. Tim Duniaindustri.com menyadari dalam mengarungi geliat bisnis pasca pandemi bukanlah hal mudah, terutama untuk menemukan ritme akselerasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa mengabaikan kondisi riil di lapangan.

Setiap sektor industri memiliki tantangan klasik masing-masing, baik dari mulai rantai pasok hingga efisiensi produksi, bahkan sampai strategi mendobrak pasar. Terlebih lagi dengan tantangan pandemi Covid-19 yang telah menghantui selama kurang lebih satu tahun terakhir, turbulensi bisnis membuat landskap berubah dan bergeser secara dramatis. Meski demikian, optimisme tetap harus dipupuk agar industriawan memiliki strategi yang tepat saat momentum akselerasi itu datang.

Tidak salah jika dalam membuat pondasi baru pasca pandemi, dukungan data dan database spesifik menjadi hal esensial. Tim Duniaindustri.com berupaya untuk terus mengupdate database serta memberikan rekam historis secara komprehensif, guna menangkap peluang dan potensi di masa depan.

Indeks Data Industri yang bisa didownload: (222 Database Spesifik per Februari 2021)

Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)
Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2010-2024 (Market Growth Industri Baja)
Database Direktori 641 Perusahaan Telekomunikasi, Informasi Teknologi, serta Komputer dan Peralatannya
Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19)
Database Direktori 1.001 Perusahaan Tanaman, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri Kayu
Market Demand Trend CPO 2007-2022 (Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Outlook 2021, Riset Data 5 Sektor Paling Prospektif
Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia
Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan
Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar)
Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi
Riset Data Peluang Pasar Makanan Korea 'Kimchi' (Market Share Top 10 Player dan Brand Profile)
Data Eksklusif Pangsa Pasar Produsen Tekstil, Garmen, Fashion (Market Share Serat hingga Garment)
Data Eksklusif Market Growth Industri Tekstil, Garmen, Fashion 2013-2025 (Pangsa Pasar Market Leader Industri Hulu-Hilir)
Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan
Market Demand Forecast Sepeda Motor (Bedah Pasar 144 Tipe dan Varian Motor 2010-2025)
Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)
Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana
Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)
Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)
Market Demand Analysis Obat Generik 2016-2027 (Kajian Pasar Pra dan Pasca Covid-19)
Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)
Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia
Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)
Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)
Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020)
Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020)
Market Outlook Industri Kosmetik 2014-2024 (Market Growth and Market Segmentation Analysis)
Data Spesifik Market Size Yoghurt 2016-2019 (Top 6 Market Share Leader)
Riset Data Market Size Kamera 2016-2019 (Pangsa Pasar Kamera Mirrorless)
Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) 
Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
Riset Data Spesifik Komoditas Logam Perunggu 2015-2025 (Market Outlook dan Database Buyer Asing)
Market Outlook Penjualan dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi 2010-2025 (Trend Penjualan Per Tipe dan Per Jenis Motor)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)
Ebook Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri
Riset Data Spesifik Baja Galvanize Tower Seluler dan Transmisi Listrik 2015-2024 (Market Share Database)
Riset Data Spesifik Lab Pengujian Lingkungan 2017-2024 (Kajian Pertumbuhan Pasar dan Profitabilitas)
Riset Data Spesifik Pasar Obat Generik 2016-2023 (Market Share Top 30 Produsen Terbesar Obat Generik)
Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
Data Spesifik Tenaga Kerja di Indonesia 2015-2019 (Profil Tenaga Kerja Konstruksi dan TKA Per Negara)
Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia
Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)
Riset Spesifik Direktori 74 Perusahaan Tekstil 2019 (Tren Harga Bahan Baku)
Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0)
Laporan Riset Data Industri Minuman Kesehatan (Tren Pertumbuhan dan Profil Market Leader)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2014-2020 (Top 10 Perusahaan Kosmetik & Market Analysis)
Riset Data Spesifik Industri Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi Lingkungan 2017
Riset Data Populasi Mobil 1950-2025 (Market Analysis Persaingan Pangsa Pasar Mobil)
Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend)
Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & Usaha Besar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah)
Riset Spesifik Market Tren Industri Oli Pelumas 2014-2020 (Tren Pertumbuhan dan Pangsa Pasar)
Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas)
Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker)
Data Komprehensif Revolusi Industri 4.0 (Strategi Pengembangan dan Ketenagakerjaan hingga 2025)
Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa)
Riset Populasi Jumlah Sepeda Motor 1950-2025 (Market Analysis Provinsi Paling Potensial)
Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil, Garmen, Pakaian, Gloves, Karpet, Jaket, Handuk, Jas, Seragam, dan Lainnya

 

Rabu, 24 Februari 2021

Pandemi Ikut Pengaruhi Bisnis Distribusi di Daerah

Duniaindustri.com (Februari 2021) -- Dalam masa setahun terakhir saat pandemi Covid-19 mengubah landskap bisnis secara dramatis, korporasi dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk reorganisasi jaringan distributor daerah. Hal itu mendesak dilakukan guna mengukur dampak pandemi secara riil di struktur jaringan daerah agar ketika bisnis kembali pulih, dapat segera mengakselerasi pertumbuhan di masa depan.



Patut disadari, hampir mayoritas industri di berbagai sektor terkena dampak pandemi baik secara langsung maupun tak langsung. Kondisi tersebut menimbulkan dampak berantai pada sektor bisnis tier kedua yang biasanya diisi jaringan distributor di daerah. Menyadari hal itu, penting dilakukan reorganisasi untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan jaringan distributor dalam menghadapi tantangan ke depan.

Tim Duniaindustri.com ikut mendukung reorganisasi jaringan distributor di daerah dengan menyediakan dukungan data serta database spesifik. Pada minggu keempat Februari 2021, tim duniaindustri.com merilis 'Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)' yang menampilkan hasil survey daerah, riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market trend, serta analisis channel distribution. Database spesifik ini berisi 87 halaman berukuran 4,09 MB yang dibuat untuk menjadi acuan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Database spesifik ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemic Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4.

Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke pembahasan utama, Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024) ini menampilkan 2 fokus utama yakni 1) direktori detail jaringan distributor makanan minuman di Pulau Jawa-Bali (45 distributor) serta 2) Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024. Untuk fokus pertama, ditampilkan database direktori distributor makanan minuman di Pulau Jawa-Bali yang terdiri dari 45 distributor dilengkapi data entitas distributor, pemilik usaha, kontak, jam operasional, alamat distributor, hingga akun bank (bank account).

Database direktori 45 distributor makanan minuman itu ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 56. Database direktori distributor itu dihasilkan dari survey daerah sehingga membuat akurasi tinggi dan dapat diandalkan.

Beralih ke fokus kedua, dipaparkan Market Outlook Consumer Goods 2013-2024 pada halaman 57 sampai halaman 86. Market Outlook Consumer Goods 2013-2024 berisi antara lain pointers highlights pertumbuhan market size (size business) consumer goods berbasis pangan di Indonesia periode 2013 hingga 2024. Tantangan faktor eksternal seperti perang dagang negara maju di 2019 dan pandemi Covid-19 menjadi titik tolak utama untuk mengkaji pertumbuhan market demand consumer goods pada periode tersebut.

Data tersebut kemudian diperinci dengan tabel komparasi data market size (size business) consumer goods berbasis pangan dengan tren jumlah konsumen kelas menengah atas di Indonesia serta total populasi di negeri. Tiga elemen itu ditampilkan lengkap dengan tren persentase pertumbuhan per tahun pada periode 2013-2024. Disusul kemudian tabel grafik yang menggambarkan persentase pertumbuhan guna melihat siklus yang berkembang beserta analisanya.

Selain itu, ditampilkan segmentasi consumer goods berbasis pangan dengan 7 kategori utama, dilihat dari pertumbuhan market size periode 2013-2024. Tujuh kategori utama itu meliputi mie instan, minuman siap saji, biskuit dan snack, susu olahan, air minum dalam kemasan (AMDK), serta frozen food. Lebih luas lagi, ikut ditampilkan segmentasi pasar frozen food dan food seasoning.

Tidak ketinggalan, disajikan data pertumbuhan pasar dari 15 kategori consumer goods berbasis pangan, meliputi makanan dalam kaleng, food seasoning, snack, permen, teh siap saji, kopi siap saji, sirup, dan lainnya periode 2009 dan 2015-2020. Segmentasi consumer goods yang cukup luas ini diharapkan menjadi alternatif panduan bisnis bagi para pelaku industri di Indonesia.

Beralih ke pembahasan berikutnya, ikut ditampilkan pangsa pasar sejumlah produk utama dalam consumer goods seperti mie instan, biskuit dan frozen food. Market leader mie instan 2019 beserta tren penjualan mi instan juga ditampilkan dalam pembahasan ini, disusul market share biskuit, dan market share frozen food jenis bakso.
Di pembahasan penutup, dijabarkan tren pergeseran channel distribution mengikuti perubahan perilaku konsumen yang terjadi saat ini. Channel distribution yang dijabarkan yakni online market, pasar tradisional, pasar modern, UKM, dan business to business (b to b).

Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024) ini disajikan sebanyak 87 halaman pdf dan berukuran 4,09 MB. Database spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari survey daerah, big data Duniaindustri.com, digital database, data primer dari BPS, asosiasi industri, dan kementerian terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users (per Februari 2021 mencapai 222 database spesifik). Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini


Pandemi Ubah Landskap Bisnis Distributor Daerah, Perlu Reorganisasi?

Duniaindustri.com (Februari 2021) -- Dalam masa setahun terakhir saat pandemi Covid-19 mengubah landskap bisnis secara dramatis, korporasi dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk reorganisasi jaringan distributor daerah. Hal itu mendesak dilakukan guna mengukur dampak pandemi secara riil di struktur jaringan daerah agar ketika bisnis kembali pulih, dapat segera mengakselerasi pertumbuhan di masa depan.


 

Patut disadari, hampir mayoritas industri di berbagai sektor terkena dampak pandemi baik secara langsung maupun tak langsung. Kondisi tersebut menimbulkan dampak berantai pada sektor bisnis tier kedua yang biasanya diisi jaringan distributor di daerah. Menyadari hal itu, penting dilakukan reorganisasi untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan jaringan distributor dalam menghadapi tantangan ke depan.

Tim Duniaindustri.com ikut mendukung reorganisasi jaringan distributor di daerah dengan menyediakan dukungan data serta database spesifik. Pada minggu keempat Februari 2021, tim duniaindustri.com merilis 'Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)' yang menampilkan hasil survey daerah, riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market trend, serta analisis channel distribution. Database spesifik ini berisi 87 halaman berukuran 4,09 MB yang dibuat untuk menjadi acuan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Database spesifik ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemic Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4.

Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke pembahasan utama, Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024) ini menampilkan 2 fokus utama yakni 1) direktori detail jaringan distributor makanan minuman di Pulau Jawa-Bali (45 distributor) serta 2) Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024. Untuk fokus pertama, ditampilkan database direktori distributor makanan minuman di Pulau Jawa-Bali yang terdiri dari 45 distributor dilengkapi data entitas distributor, pemilik usaha, kontak, jam operasional, alamat distributor, hingga akun bank (bank account).

Database direktori 45 distributor makanan minuman itu ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 56. Database direktori distributor itu dihasilkan dari survey daerah sehingga membuat akurasi tinggi dan dapat diandalkan.

Beralih ke fokus kedua, dipaparkan Market Outlook Consumer Goods 2013-2024 pada halaman 57 sampai halaman 86. Market Outlook Consumer Goods 2013-2024 berisi antara lain pointers highlights pertumbuhan market size (size business) consumer goods berbasis pangan di Indonesia periode 2013 hingga 2024. Tantangan faktor eksternal seperti perang dagang negara maju di 2019 dan pandemi Covid-19 menjadi titik tolak utama untuk mengkaji pertumbuhan market demand consumer goods pada periode tersebut.

Data tersebut kemudian diperinci dengan tabel komparasi data market size (size business) consumer goods berbasis pangan dengan tren jumlah konsumen kelas menengah atas di Indonesia serta total populasi di negeri. Tiga elemen itu ditampilkan lengkap dengan tren persentase pertumbuhan per tahun pada periode 2013-2024. Disusul kemudian tabel grafik yang menggambarkan persentase pertumbuhan guna melihat siklus yang berkembang beserta analisanya.

Selain itu, ditampilkan segmentasi consumer goods berbasis pangan dengan 7 kategori utama, dilihat dari pertumbuhan market size periode 2013-2024. Tujuh kategori utama itu meliputi mie instan, minuman siap saji, biskuit dan snack, susu olahan, air minum dalam kemasan (AMDK), serta frozen food. Lebih luas lagi, ikut ditampilkan segmentasi pasar frozen food dan food seasoning.

Tidak ketinggalan, disajikan data pertumbuhan pasar dari 15 kategori consumer goods berbasis pangan, meliputi makanan dalam kaleng, food seasoning, snack, permen, teh siap saji, kopi siap saji, sirup, dan lainnya periode 2009 dan 2015-2020. Segmentasi consumer goods yang cukup luas ini diharapkan menjadi alternatif panduan bisnis bagi para pelaku industri di Indonesia.

Beralih ke pembahasan berikutnya, ikut ditampilkan pangsa pasar sejumlah produk utama dalam consumer goods seperti mie instan, biskuit dan frozen food. Market leader mie instan 2019 beserta tren penjualan mi instan juga ditampilkan dalam pembahasan ini, disusul market share biskuit, dan market share frozen food jenis bakso.
Di pembahasan penutup, dijabarkan tren pergeseran channel distribution mengikuti perubahan perilaku konsumen yang terjadi saat ini. Channel distribution yang dijabarkan yakni online market, pasar tradisional, pasar modern, UKM, dan business to business (b to b).

Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024) ini disajikan sebanyak 87 halaman pdf dan berukuran 4,09 MB. Database spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari survey daerah, big data Duniaindustri.com, digital database, data primer dari BPS, asosiasi industri, dan kementerian terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan ratusan data pilihan sesuai kebutuhan users (per Februari 2021 mencapai 222 database spesifik). Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini


Dampak Pandemi Lemahkan Volume Penjualan Semen dan Beton

Duniaindustri.com (Februari 2021) – Dampak pandemi Covid-19 mulai terlihat dari sejumlah sektor industri yang melaporkan pelemahan volume penjualan maupun market demand. Dari sektor semen dan beton, tercatat pelemahan pasar berkisar 10% hingga 40%.



Berdasarkan data yang dirilis PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)—market leader ketiga di Indonesia, volume penjualan semen di Indonesia turun 10,4% pada 2020 menjadi 62,7 juta ton dari 70 juta ton di tahun 2019. Meski demikian, pasar ekspor mengalami pertumbuhan secara kumulatif tahunan dari 6,1 juta ton pada tahun 2019 menjadi 9,3 juta ton pada tahun 2020 atau sebesar naik 51,8 persen.

Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar, menjelaskan penurunan konsumsi pasar semen domestik tercermin pada penurunan volume penjualan semen perseroan dari 11,9 juta ton pada tahun 2019, menjadi 10,5 juta ton pada tahun 2020 atau turun sebesar 11,6 persen. Kenaikan justru terjadi untuk penjualan ekspor yang melonjak dari 502 ribu ton pada tahun 2019, menjadi 1,5 juta ton pada tahun 2020, atau sebesar 198,1 persen.

"Penurunan volume juga terjadi di sektor bisnis beton jadi dari 1,5 juta m3 pada tahun 2019 menjadi 874 ribu m3 pada tahun 2020 atau sebesar 41,8 persen serta sektor bisnis agregat yang turun dari 2,3 juta ton menjadi 614 ribu ton pada tahun 2020 atau sebesar 73,2 persen," kata Aulia dalam keterangan persnya, akhir pekan lalu.

Turunnya volume penjualan ini berdampak pada penurunan pendapatan Solusi Bangun Indonesia dari Rp11,1 triliun pada tahun 2019, menjadi Rp10,1 triliun pada tahun 2020. Dengan begitu terjadi penurunan sebesar 8,6 persen. Laba Kotor naik dari Rp2,9 triliun pada tahun 2019, menjadi Rp3 triliun pada tahun 2020 atau sebesar 3,4 persen.

Kemudian EBITDA perseroan naik dari Rp1,8 triliun pada tahun 2019, menjadi Rp2,5 triliun pada tahun 2020 atau sebesar 39,5 persen. Program-program efisiensi yang dijalankan oleh perseroan sepanjang tahun 2020, mampu membantu menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 12,8 persen.

"Sehingga perseroan mampu meningkatkan laba sebelum bunga & pajak penghasilan dan akhirnya mencetak laba bersih dari Rp499 miliar pada tahun 2019, menjadi Rp651 miliar pada tahun 2020 atau sebesar 30,4 persen," ujarnya.

Ekspektasi 2021

Untuk menggairahkan kembali sektor semen dan bahan bangunan, pemerintah berencana menaikkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di 2021 menjadi Rp 413,8 triliun atau naik 47,2% dari anggaran 2020 sebesar Rp 281,1 triliun. Kenaikan anggaran ini untuk menampung banyak proyek yang tertunda pembangunannya di tahun ini akibat dampak pandemi Covid-19.

Penambahan anggaran dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari penundaan proyek di tahun 2020. Ditambah, pengerjaan proyek baru yang akan dilakukan pada 2021. “Kenaikan hingga 47% jadi Rp 413 triliun,  untuk menampung banyak sekali luncuran yang tertunda di tahun ini dan di tahun depan jadi dengan adanya tambahan proyek baru jadi akan akselerasi PEN selain untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, beberapa waktu lalu.

Di samping itu, Menkeu berharap adanya tambahan anggaran infrastruktur dan pembangunan proyek baru maka akan mendukung tingkat pemerataan infrastruktur di berbagai pelosok daerah seperti pembangunan jalan, konektivitas jembatan, bandara, energi dan ICT. Adapun beberapa di antaranya  target output strategis 2021, yakni terkait pelayanan dasar pembangunan rumah susun dan rumah khusus sebanyak 10.706 unit, pembangunan bendungan 53 unit dengan rincian 43 on going dan 10 proyek baru, pembangunan jaringan irigasi.

Kemudian output untuk konektivitas dengan pembangunan jalan sepanjang 678,0 km, pembangunan jembatan, jalur kereta api sepanjang 446,56 km dan Bandara 10 unit. Sementara itu,  output 2021 sektor energi dan ketenagalistrikan, diantaranya  dengan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga 120.776 ss. Untuk Teknologi informasi pemerintah akan menyediakan BTS didaerah 3T di 5.053 lokasi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga berencana mengebut sejumlah proyek infrastruktur di kuartal I 2021. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko D Heripoerwanto, mengatakan proyek yang akan digarap ini melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Dia menjelaskan, pada kuartal I-2021, direncanakan pelaksanaan pengadaan Badan Usaha Pelaksana untuk 6 ruas jalan tol sepanjang 208,73 km dengan biaya Investasi Rp70,47 triliun serta 1 proyek SPAM Regional berkapasitas 9700 liter/detik dengan biaya investasi Rp5,9 triliun. “Jadi kita berharap ini bisa akan dijalankan pada awal 2021 nanti,” ujar dia dalam telekonfrensi.

Berikut rincian proyek yang bakal dikerjakan di kuartal I 2021 antara lain: Jalan Bebas Hambatan Mamminasata 48,12 Km, Rp9,87 triliun, Jembatan Batam-Bintan 14,75 Km, Rp 8,62 triliun Unsolicited, Jalan Tol Semanan – Balaraja (Konsorsium PT Alam Sutera Realty dan PT Perentjana Djaja) 32,39 Km, Rp15,53 triliun, Jalan Tol Bogor – Serpong via Parung (PT Pama Persada Nusantara) 31,1 Km, Rp8,95 triliun, Jalan Tol Sentul Selatan – KarawangBarat (PT Pama Persada Nusantara) 61,5 Km, Rp15,37 triliun, Semarang Harbour Toll Road (Semarang – Kendal) (Konsorsium PT Sumber Mitra Jaya dan PT Waskita Toll Road) 20,86 Km, Rp12,13 triliun, SPAM Regional Djuanda (Konsorsium MMVP/Mayniland Water Serv. Inc., Metropac Water Invest. Corp, PT Varsha Zamindo Lestari, PT PP (Persero)Tbk dan PT PP Infrastruktur) 9700 liter/detik, Rp5,9 triliun.

Menurut dia, semua proyek yang dimulai di awal 2021 ini total investasinya mencapai Rp76,37 triliun. Di mana sepanjang tahun 2020, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan berupaya untuk mempercepat pelaksanaan KPBU dengan melaksanakan penyiapan untuk 18 proyek solicited dengan total investasi Rp129,82 triliun dan 10 proyek unsolicited dengan total investasi Rp146,69 triliun.

“Kemudian dalam tahap transaksi, sebanyak 7 Proyek KPBU senilai Rp98,22 Triliun sedang dalam tahap pengadaan badan usaha pelaksana,” tambah dia.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 09/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini


Jumat, 19 Februari 2021

Sektor Otomotif Diguyur Berbagai Insentif, Dari PPnBM hingga Kredit Tanpa DP

Duniaindustri.com (Februari 2021) – Fokus perhatian utama tertuju pada sektor otomotif nasional. Pemerintah dan Bank Indonesia ternyata menyiapkan sejumlah insentif khusus seperti diskon pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dan aturan keringanan kredit kendaraan (otomotif) tanpa uang muka atau down payment (DP) 0%.


 

Berbagai insentif tersebut diharapkan menggairahkan kembali sektor otomotif nasional, yang sempat terguncang akibat pandemi. Geliat sektor otomotif juga diharapkan memberikan dampak berantai bagi sektor-sektor terkait seperti industri pembiayaan, industri finansial, hingga transportasi dan logistik.

Bank Indonesia (BI) memastikan aturan keringanan kredit otomotif tanpa uang muka atau nol persen DP segera berlaku mulai 1 Maret 2021. Kebijakan ini ditetapkan setelah mencermati kondisi perekonomian global dan domestik demi mendorong peningkatan kredit.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan stimulus berupa keringanan kredit ini menjadi pelengkap dari aturan kredit rumah yang juga ditetapkan nol persen. Paket lengkap ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan BI.

"Kebijakan PPnBM dan ketentuan DP ini bukti bahwa sinergi antara pemerintah, BI OJK dan LPS sangat kuat, yaitu dalam paket kebijakan terpadu KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) yang bersama sama untuk mendorong pemulihan ekonomi melalui percepatan pemberian kredit untuk dunia usaha," ujar Perry dalam keterangannya, Kamis (18/2).

Sebelumnya, pemerintah memberikan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc < 1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2.Pemberian insentif ini akan dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, di mana masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan dengan besaran insentif berbeda-beda.

Perry berharap dengan adanya ketentuan Loan to Value (LtV) atau Finance to Value (FtV) untuk kredit kendaraan baru ini juga bisa mendorong perbaikan industri otomotif yang terpuruk akibat pandemi. Kebijakan ini akan berlaku hingga 31 Desember 2021 mendatang.

"Nanti akan kita evaluasi di akhir tahun apakah perlu diperpanjang atau tidak. Diharapkan ini bisa mendorong permintaan kredit sehingga bisa mendorong pemulihan ekonomi," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyatakan akan mengucurkan diskon PPnBM untuk kendaraan bermotor dengan besaran potongan yang diberikan bertahap mulai Maret hingga Desember 2021. Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, kemudian 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan.

Besaran diskon pajak akan dievaluasi efektifitasnya setiap tiga bulan. Diskon pajak itu diberikan untuk kendaraan bermotor segmen kurang atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4×2. Segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki local purchase di atas 70 persen.

Keputusan itu diambil setelah dilakukan koordinasi antarkementerian dan diputuskan dalam rapat kabinet terbatas. Menkeu Sri Mulyani akan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait diskon pajak itu dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada Maret 2021.

Kemenkeu menyatakan pemberian diskon pajak itu didukung Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, melalui pengaturan uang muka nol persen dan penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko ( ATMR ) Kredit.

Kombinasi kebijakan ini harapannya juga dapat disambut positif oleh para produsen dan diler penjual untuk memberikan skema penjualan yang menarik agar potensi dampaknya semakin optimal.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengungkit kembali penjualan kendaraan mobil penumpang yang mulai bangkit sejak bulan Juli 2020. Diskon pajak ini juga berpotensi meningkatkan utilitas kapasitas produksi otomotif, mengungkit gairah Konsumsi Rumah Tangga kelas menengah dan menjaga momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi yang telah semakin nyata.(*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini


Rabu, 17 Februari 2021

Produsen Consumer Goods Mulai Pacu Produksi, Optimalkan Momentum Peak Season

Duniaindustri.com (Februari 2021) – Dua bulan menjelang momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2021, produsen consumer goods mulai pacu produksi guna mengoptimalkan peluang musiman itu. Momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2021 diyakini menjadi fundamental utama perbaikan kinerja di semester I tahun ini, sekaligus berupaya mengkompensasi pelemahan tahun lalu.


 

Tim Duniaindustri.com melihat trend peningkatan produksi telah dilakukan seiring upaya meratakan stok di tingkat distributor hingga pengecer. Berbagai produk consumer goods dari mulai bahan pangan seperti minyak goreng, margarine, terigu, gula hingga bahan dasar kue, sirup, biskuit, dan lainnya mulai disebar di channel distribusi guna menangkap peluang peak season.

“Upaya peningkatan produksi dan penyebaran stok hingga tingkat distributor akan mendorong ekspektasi positif bagi produsen consumer goods. Dengan upaya ini, perusahaan consumer goods dapat mengintensifkan promosi, gimmick, serta diskon menarik untuk merangkul konsumen,” catatan tim Duniaindustri.com, Kamis (17/2).

Berbagai upaya peningkatan produksi hingga perluasan promosi akan menghasilkan dampak berantai yang diharapkan menggairahkan market demand secara nasional. Kondisi tersebut juga akan berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional.

Untuk mendukung serta memberikan wawasan baru terkait trend pertumbuhan pasar consumer goods, duniaindustri.com memiliki sedikitnya 17 data dan riset khusus di industri ini. Mari kita simak ulasannya berikut ini:

1) Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)

2) Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)

3) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)

4) Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)

5) Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)

6) Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0)

7) Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend)

8) Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018

9) Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)

10) Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku

11) Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shoping (2009-2017)

12) Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)

13) Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016

14) Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016

15) Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016

16) Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi

17) Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)

Berikut ini Ulasannya:

AMarket Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) ini dirilis akhir Agustus 2020 menampilkan hasil riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market trend, serta analisis channel distribution. Riset data ini berisi 40 halaman berukuran 3,8 MB yang dibuat untuk menjadi acuan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset data ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan ulasan singkat (highlights)  perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemic Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4.

Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk pada pembahasan utama, pada halaman 11 disajikan penjabaran fokus Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) beserta metodologinya. Pada halaman 12 disajikan pointers highlights pertumbuhan market size (size business) consumer goods berbasis pangan di Indonesia periode 2013 hingga 2024. Tantangan faktor eksternal seperti perang dagang negara maju di 2019 dan pandemi Covid-19 menjadi titik tolak utama untuk mengkaji pertumbuhan market demand consumer goods pada periode tersebut. (halaman 12 dan 13)

Data tersebut kemudian diperinci dengan tabel komparasi data market size (size business) consumer goods berbasis pangan dengan tren jumlah konsumen kelas menengah atas di Indonesia serta total populasi di negeri. Tiga elemen itu ditampilkan lengkap dengan tren persentase pertumbuhan per tahun pada periode 2013-2024 di halaman 14 dan 15. Disusul kemudian tabel grafik yang menggambarkan persentase pertumbuhan guna melihat siklus yang berkembang beserta analisanya pada halaman 16 dan 17.

Pada halaman 18 sampai 21, ditampilkan segmentasi consumer goods berbasis pangan dengan 7 kategori utama, dilihat dari pertumbuhan market size periode 2013-2024. Tujuh kategori utama itu meliputi mie instan, minuman siap saji, biskuit dan snack, susu olahan, air minum dalam kemasan (AMDK), serta frozen food. Lebih luas lagi, ikut ditampilkan segmentasi pasar frozen food dan food seasoning.

Tidak ketinggalan, pada halaman 24 sampai halaman 27 disajikan data pertumbuhan pasar dari 15 kategori consumer goods berbasis pangan, meliputi makanan dalam kaleng, food seasoning, snack, permen, teh siap saji, kopi siap saji, sirup, dan lainnya periode 2009 dan 2015-2020. Segmentasi consumer goods yang cukup luas ini diharapkan menjadi alternatif panduan bisnis bagi para pelaku industri di Indonesia.

Beralih ke pembahasan berikutnya, ikut ditampilkan pangsa pasar sejumlah produk utama dalam consumer goods seperti mie instan, biskuit dan frozen food. Data tersebut ditampilkan pada halaman 28 sampai 32. Market leader mie instan 2019 beserta tren penjualan mi instan ditampilkan pada halaman 28 dan 29. Sementara market share biskuit ditampilkan pada halaman 30 dan 31. Di halaman 32, ditampilkan market share frozen food jenis bakso.

Di pembahasan penutup, pada halaman 33 sampai 39 dijabarkan tren pergeseran channel distribution mengikuti perubahan perilaku konsumen yang terjadi saat ini. Channel distribution yang dijabarkan yakni online market, pasar tradisional, pasar modern, UKM, dan business to business (b to b).

Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend) ini disajikan sebanyak 40 halaman pdf dan berukuran 3,8 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari big data Duniaindustri.com, digital database, data primer dari BPS, asosiasi industri, dan kementerian terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users (per Agustus mencapai 197 database spesifik). Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

B) Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif) ini dirilis minggu keempat Agustus 2020 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market trend, analisis potensi pasar ekspor, serta persaingan dengan produk impor. Riset data ini berisi 28 halaman berukuran 2,7 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset data ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan ulasan singkat (highlights)  perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemic Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk pada pembahasan utama, pada halaman 11 disajikan fokus Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif) beserta metodologinya. Pada halaman 12 disajikan tabel market size (size business) industri makanan minuman olahan di Indonesia periode 2017 sampai 2020 forecast, yang terbagi dalam 6 segmen terbesar. Data tersebut kemudian diperinci menjadi segmen food seasoning yang meliputi 6 kategori utama, ditampilkan pada halaman 13.

Dari tabel halaman 13 itu terlihat jelas pertumbuhan segmen bumbu kering, bumbu pasta, bumbu penyedap, dan penguat rasa, yang menjadi salah satu kategori utama food seasoning. Data tersebut kemudian dianalisis lebih mendalam untuk menghasilkan tren pertumbuhan industri bumbu penyedap (mixed seasoning) di Indonesia periode 2017-2020 pada halaman 14.

Khusus untuk industri bumbu penyedap, pada halaman 15 dan 16 ditampilkan data ekspor total volume dan nilai industri bumbu penyedap dari Indonesia periode 2017-2020. Secara mengejutkan, tren ekspor baik volume maupun nilai ekspor industri bumbu penyedap tumbuh secara pesat dan signifikan. Ditampilkan pula data ekspor secara nilai dan volume industri bumbu penyedap asal Indonesia, dilengkapi market analysis-nya. Tidak tanggung-tanggung, nilai ekspor bumbu penyedap pada 2019 nyaris menyentuh angka Rp 2 triliun.

Beranjak ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 17 sampai halaman 20 ditampilan dua pasar ekspor paling prospektif untuk ekspor bumbu penyedap asal Indonesia. Disajikan pula tren pertumbuhan ekspor secara nilai dan volume ke dua pasar ekspor paling prospektif tersebut. Ditambah lagi, market analysis yang mengungkap tren ekspor bumbu penyedap asal Indonesia ke dua pasar ekspor paling prospektif tersebut tidak terpengaruh pandemi Covid-19.

Selain itu, pada halaman 21 sampai halaman 25 ditampilkan data trend ekspor bumbu penyedap asal Indonesia ke berbagai negara di dunia periode 2017-2020. Sebagai pembanding, pada halaman 26 dan 27 disajikan pula data trend impor bumbu penyedap yang masuk ke Indonesia dari berbagai negara di dunia periode 2017-2020.

Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif) ini disajikan sebanyak 28 halaman pdf dan berukuran 2,7 MB. Riset spesifik ini dihasilkan oleh tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari big data Duniaindustri.com, digital database, data primer dari BPS dan kementerian terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users (per Agustus mencapai 196 database spesifik). Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

C) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)ini dirilis minggu ketiga Agustus 2020 menampilkan data riset, tren pasar, pertumbuhan pasar (market size/size business), market outlook, data pangsa pasar, database pemain. Disajikan dalam tabel, grafis, dan tabulasi data yang menarik, riset spesifik berjumlah 45 halaman ini diharapkan menjadi acuan pertumbuhan bisnis pemain industri frozen food serta stakeholders terkait lainnya.

Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) ini menjadi salah satu dari 194 kumpulan database spesifik terlengkap yang diproduksi tim Duniaindustri.com, dengan coverage yang cukup luas dari gambaran umum hingga spesifik sehingga dapat menggambarkan dinamika industri yang komprehensif. Riset data ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia, yang terpengaruh pandemi Covid-19 sehingga mengganggu aktivitas industri secara umum. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk sektor frozen food. (halaman 2 sampai halaman 4)

Kemudian disusul megatrend dunia menuju 2045 dan demografi dunia di halaman 5, highlights demografi Indonesia periode 2010 hingga 2045 di halaman 6. Dilanjutkan dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan wilayah periode 2010 dan 2045 pada halaman 7. Serta, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dua skenario (skenario dasar atau baseline dan skenario tinggi) periode 2016-2045 pada halaman 8 hingga halaman 10.

Beralih ke fokus pembahasan, pada halaman 11 ditampilkan fokus riset data spesifik frozen food dengan 6 aspek utama dilengkapi metodologinya. Kemudian, pada halaman 12 sampai 13 ditampilkan executive summary dari riset data ini, dengan menyuguhkan tren pertumbuhan industri makanan minuman olahan di Indonesia periode 2013-2024, dikomparasi dengan tren pertumbuhan konsumen kelas menengah atas di negeri ini. Pertumbuhan industri makanan minuman olahan menjadi kerangka utama yang diteruskan dengan fokus pertumbuhan frozen food pada periode yang sama. Salah satu summary yang menaik untuk dicermati adalah terjadinya siklus pertumbuhan (kurva turun naik) dari market size industri makanan minuman olahan secara umum serta frozen food secara spesifik.

Pada halaman 14 sampai halaman 16, tim Duniaindustri.com membuat komparasi pertumbuhan size business industri makanan minuman olahan periode 2013-2024, dikomparasi dengan tren pertumbuhan konsumen kelas menengah atas dan total populasi di negeri ini. Komparasi nilai market size itu bertujuan untuk memperlihatkan trend persentase pertumbuhan ketiga elemen di atas pada periode 2013-2024.

Berlanjut pada pembahasan berikutnya, pada halaman 17 sampai halaman 20 ditampilkan segmentasi 6 kategori utama (top 6 category) di industri makanan minuman olahan di Indonesia, periode 2013-2024. Dalam data tersebut, tergambar jelas pertumbuhan segmen frozen food yang menduduki peringkat keenam dalam top 6 segmentasi industri makanan minuman olahan di Indonesia. Hal ini menjadi dasar riset data selanjutnya yakni komparasi size business frozen food dengan jumlah konsumen kelas menengah atas di Indonesia.

Selain menampilkan komparasi data size business frozen food dengan jumlah konsumen kelas menengah atas, pada halaman 20 sampai halaman 23 juga ditampilkan rata-rata belanja (spending) konsumen kelas menengah atas terhadap frozen food di Indonesia. Prospek positif terjadi pada periode 2013 sampai 2022, namun pelaku industri wajib mencermati trend di 2023 dan 2024.

Pada halaman 24 ditampilkan grafis tabel garis yang memperlihatkan trend persentase pertumbuhan size business frozen food di Indonesia periode 2013-2024. Dengan tabel ini, tren pertumbuhan size business dapat terlihat jelas periode pertumbuhan tertinggi dan siklus perlambatan pasar. Hal itu diperkuat dengan market analysis pada halaman 25 dan halaman 26, yang menyoroti tren pertumbuhan frozen food dikaitkan dengan sejumlah faktor pendorong dan faktor pemberat yang perlu dicermati.

Beralih ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 25 ditampilkan segmentasi top 6 kategori frozen food (mencakup nugget dan variasinya, sosis, bakso, chicken wings, frozen donnut dan bakpao, serta segmen lainnya) periode 2017 hingga 2020 forecast. Lebih mendalam lagi, riset data ini menyotori perkembangan tren size business dan volume penjualan frozen food bakso pada periode periode 2017 hingga 2020 forecast pada halaman 26.

Data tersebut kemudian dijabarkan dengan pembagian pasar untuk kategori frozen food bakso branded dan non-branded (UKM) pada periode 2017 hingga 2020 forecast pada halaman 27. Dan pada halaman 28 ditampilkan market share top 10 froen food bakso branded (kemasan branded) di Indonesia pada periode 2019. Data market share tersebut ditunjang oleh sejumlah data pendukung utama yang disajikan pada halaman 31 sampai halaman 33.

Kemudian, pada halaman 34 sampai halaman 44 ditampilkan brand profile dari top 10 market share branded frozen bakso. Brand profile itu menampilkan nama perusahaan, alamat, email, contact, merek usaha, kapasitas produksi branded frozen bakso, serta kapasitas frozen food dari perusahaan tersebut. Hal ini menjadi nilai tambah bagi stakeholders yang ingin mendalami sektor bisnis frozen food, sekaligus sebagai alat untuk memetakan persaingan pasar.

Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) sebanyak 45 halaman pdf dan berukuran 3,11 MB ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari BPS, IMF dan Bank Dunia, dan perusahaan market leader frozen food di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

C) Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori) ini dirilis minggu ketiga Juli 2020 menampilkan kajian data spesifik, riset spesifik industri bumbu (food seasoning) serta bahan tambahan pangan (BTP), database lengkap, market trend untuk periode 2017-2019. Riset data ini berisi 42 halaman berukuran 3,57 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset ini dimulai dengan menampilkan dengan menampilkan highlights perekonomian Indonesia, yang terpengaruh pandemi Covid-19 sehingga mengganggu aktivitas industri secara umum. Tantangan perlambatan ekonomi di 2020 menjadi perhatian khusus para pelaku industri, termasuk pebisnis kosmetik dan industri kecantikan. Juga, ditampilkan Indeks Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business Index), tren investasi asing, info perizinan, lisensi, pajak, subsidi, serta peraturan untuk investasi asing, peraturan tentang pengadaan tanah, kepemilikan tanah dan informasi stabilitas politik. (halaman 2 sampai halaman 14)

Kemudian dilanjutkan pada bab selanjutnya, yakni riset data spesifik industri bumbu dan bahan tambahan pangan pada halaman 15. Kajian data industri ini dimulai dengan menampilkan trend market size industri food seasoning (bumbu pangan) dalam 6 kategori mencakup 1) bumbu siap saji, bumbu masak instan, tepung bumbu; 2) bumbu kering, bumbu pasta, bumbu penyedap, penguat rasa; 3) cuka; 4) santan kelapa; 5) rempah; 6) terasi. Trend market size industri food seasoning dalam 6 kategori itu ditampilkan untuk periode 2017-2019. (halaman 16 dan 17)

Secara spesifik, tim Duniaindustri.com memfokuskan riset data untuk kategori cuka dengan menampilkan trend market size periode 2018-2019. Trend market size cuka dibedakan secara nilai dan secara volume pasar, disertai pertumbuhan pada periode tersebut. (halaman 18) Tidak hanya itu, ditampilkan juga top 5 market leader industri cuka makan berdasarkan penjualan serta market leader profile pada halaman 19 sampai halaman 21.

Beralih ke bahan tambahan pangan, tim Duniaindustri.com juga menyajikan riset data market size bahan tambahan pangan untuk 9 kategori meliputi 1) karagenan; 2) kecap; 3) pemanis buatan; 4) pewarna makanan; 5) vanili; 6) frambozen; 7) sambal; 8) saos; 9) sari daging. Market size 9 kategori bahan tambahan pangan itu disajikan untuk periode 2017-2019 pada halaman 22.

Lebih spesifik lagi, disajikan market size pewarna makanan secara nilai dan volume periode 2018 dan 2019 pada halaman 23. Top 5 market leader pewarna makanan ditampilkan dengan komposisi market share per perusahaan pemimpin pasar, dilengkapi profilnya pada halaman 24 sampai 28.

Demikian juga dengan kategori vanili dan kategori frambozen, ditampilkan data tentang market size dan volume market, serta profil top 5 market leader dihitung dari market share-nya. (halaman 29 sampai 35).

Disusul kemudian pembahasan terkait distribusi channel terbesar untuk produk pangan yang dikaitkan dengan penjualan bumbu (food seasoning) dan bahan tambahan pangan. Pembahasan channel distribution ini dibedakan untuk 5 segmen, meliputi pasar tradisional, pasar modern, online channel, usaha kecil menengah (UKM), dan business to business (b to b). (halaman 36 sampai 42)

Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori) sebanyak 42 halaman dan berukuran 3,57 MB ini berasal dari riset komprehensif tim Duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Bank Dunia, asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan makanan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Saat ini terdapat 189 riset data spesifik dari 18 sektor industri di Indonesia.(*)

D) Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini dirilis pertengahan Mei 2020 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan makanan minuman di Indonesia. Database direktori ini mencakup lebih dari 203 perusahaan di industri makanan minuman di Indonesia.

Database direktori ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user). Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax, kontak PIC dan telponnya, serta dilengkapi dengan profil produk serta merek perusahaan dan pangsa pasar.

Profil perusahaan-perusahaan makanan minuman ditampilkan secara singkat berisi penjelasan spesifik segmen usaha, merek dagang (brand) yang diproduksi, serta sejarah perjalanan perusahaan. Sedangkan profil pangsa pasar berisi uraian singkat merek dagang atau brand paling diunggulkan oleh perusahaan mkanana minuman serta data market share-nya.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) di Indonesia ini terangkum dalam 59 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customized database direktori, dan lainnya.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini berisi 59 halaman pdf dan berukuran 0,6 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya dari Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan makanan minuman di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang.

Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share) ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Kelima kumpulan database direktori itu adalah: 1) Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 2) Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 3) Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 4) Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 5) Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 182 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

Sumber: klik di sini

E) Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0) ini dirilis per April 2019 menampilkan riset independen, data komprehensif, analisis, market trend, dan outlook mengenai proyeksi pertumbuhan tren produksi empat segmen industri makanan dan minuman (industri pengolahan sayur dan buah, industri pengolahan kakao, industri pengolahan kopi, dan industri pengolahan teh). Dalam pembahasan, juga ditampilkan tren perkembangan jumlah tenaga kerja di 4 segmen industri makanan dan minuman tersebut serta kesiapan mengadopsi revolusi industri 4.0.

Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0) sebanyak 56 halaman dan berukuran 5,42 MB ini berasal dari riset spesifik tim duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), asosiasi industri, instansi pemerintah, serta sejumlah perusahaan baik di Indonesia maupun dunia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini

F) Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend) ini dirilis pada minggu pertama September 2018 menampilkan riset independen, data komprehensif, data market size, data market value, serta tren pertumbuhan pasar susu bubuk di Indonesia. Pembahasan dilakukan cukup detail sehingga memudahkan stakeholders untuk memahaminya serta menjadikannya acuan untuk membuat proyeksi ke depan.

Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend) ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2 dan 3). Dilanjutkan dengan outlook dan prospek bisnis 2018 mengacu pada target pertumbuhan ekonomi pemerintah di 2018 di halaman 4.

Masuk pada halaman 5, dipaparkan faktor-faktor pendorong pertumbuhan pasar susu bubuk di Indonesia, mulai dari jumlah anak yang terbagi beberapa segmen sesuai usia, tren pertumbuhannya, serta tantangan regulasi di sektor ini. Pada halaman 6, ditampilkan diagram (chart) pohon industri susu di Indonesia dari mulai bahan baku yakni susu mentah (susu segar) hingga tiga lapisan ke hilir.

Selanjutnya, beranjak ke pembahasan lebih detail, tim Duniaindustri.com membedah tren market size (dalam ton) industri susu bubuk di Indonesia periode 2012-2021F. Pembahasan ini ditampilkan dalam tabel sehingga memudahkan pemahaman pembaca. Pembahasan meliputi 3 segmen industri susu bubuk yakni infant formula (susu bubuk untuk anak usia 0-6 bulan), susu bubuk pertumbuhan (susu bubuk untuk anak usia 6 bulan hingga 3 tahun), serta susu bubuk kebutuhan khusus (susu bubuk bayi dengan kadar laktosa rendah serta susu formula untuk ibu hamil dan menyusui). Pembahasan dilakukan secara terperinci dengan memperhatikan tren pertumbuhannya, pada halaman 7 dan 8.

Dari data tersebut, kemudian diolah dalam market analysis pada halaman 9. Segmentasi industri susu bubuk dijelaskan lebih rinci pada halaman 10, beserta porsinya masing-masing terhadap total pasar susu bubuk di Indonesia.

Pada halaman 11, ditampilkan pie chart porsi dari 3 segmen terhadap total pasar susu bubuk di Indonesia pada periode 2015. Disusul kemudian, pada halaman 12, ditampilkan pie chart porsi dari 3 segmen terhadap total pasar susu bubuk di Indonesia pada periode 2018F. Dengan perbandingan dua diagram tersebut, diharapkan pembaca dapat mengerti perubahan porsi masing-masing segmen.

Tidak hanya itu, tim Duniaindustri.com membedah tren market value (dalam jutaan rupiah) industri susu bubuk di Indonesia periode 2012-2021F. Pembahasan ini juga meliputi 3 segmen industri susu bubuk yakni infant formula (susu bubuk untuk anak usia 0-6 bulan), susu bubuk pertumbuhan (susu bubuk untuk anak usia 6 bulan hingga 3 tahun), serta susu bubuk kebutuhan khusus (susu bubuk bayi dengan kadar laktosa rendah serta susu formula untuk ibu hamil dan menyusui). Pembahasan dilakukan secara terperinci dengan memperhatikan tren pertumbuhannya, pada halaman 13 dan 14.

Khusus pada halaman 15, tim Duniaindustri.com juga memonitor tren produksi dari segmen infant formula untuk periode 2015-2018F. Disusul kemudian, market analysis tren konsumsi pasar infant formula yang mempengaruhi tren produksi nasional, pada halaman 16. Tantangan bagi produsen infant formula berupa pengetatan regulasi dipaparkan dalam market analysis pada halaman 17. Serta, dampak dari pengetatan regulasi tersebut yang dibarengi upaya untuk mengatasinya, pada halaman 18.

Berlanjut ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 19 sampai 28, ditampilkan profil market leader produsen infant formula, lengkap dengan tren produksi dalam tiga tahun terakhir, profil kapasitas produksi, serta keunggulan pabrik/fasilitas produksinya. Gambaran ringkat produsen susu bubuk di Indonesia ditampilkan pada halaman 29 dan 30, diperinci dengan segmen produksi dari jenis susu bubuk yang diproduksinya.

Pada halaman 31 sampai 33, ditampilkan tren pangsa pasar susu bubuk di Indonesia untuk periode 2011-2015. Dilanjutkan dengan tren produksi dan nilai pasar industri susu bubuk, yang merupakan data pembanding dari riset data spesifik Duniaindustri.com.

Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend) ini berisi sebanyak 38 halaman berukuran 3 MB, berasal dari riset independen Duniaindustri.com yang diperkuat oleh data dari BPS, Bank Dunia, Kementerian Kesehatan, serta data internal sejumlah produsen susu bubuk. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

G) Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018ini dirilis pada minggu pertama Maret 2018 menampilkan data komprehensif, tren perkembangan, infografis menarik, terkait industri minuman secara umum, dan industri minuman kesehatan secara khusus. Diperkuat dengan tren pasar (meliputi market size dan market value 7 segmen industri), peta pangsa pasar industri minuman kesehatan, serta profil 2 market leader ini diharapkan dapat memperkaya database persaingan pasar guna menentukan arah strategi bisnis ke depan.

Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018 ini juga dilengkapi dengan sejumlah data-data pendukung dari sumber yang kompeten. Pada halaman 24, ditampilkan highlight singkat perkembangan industri minuman di Indonesia. Sedangkan indikator utama industri minuman pada periode 2015-2016 ditampilkan pada halaman 25, mencakup jumlah perusahaan, kapasitas produksi total, nilai output, nilai investasi, hingga jumlah tenaga kerja.

Isu-isu strategis terkait industri minuman ditampilkan pada halaman 26 hingga halaman 28. Disusul kemudian profil industri minuman berkarbonasi pada halaman 29, profil industri minuman isotonik pada halaman 30, pemetaan brand dana target market dari minuman isotonik pada halaman 31, rekam jejak pertumbuhan volume pasar industri minuman per segmen pada periode 2004 hingga 2015, serta kilas balik tren industri minuman di Indonesia dibanding negara ASEAN pada halaman 33.

Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018 sebanyak 34 halaman dan berukuran 4 MB ini berasal dari riset spesifik dan independen Duniaindustri.com didukung data-data dari asosiasi industri dan regulator terkait. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

H) Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku ini dirilis Februari 2017menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai pasar consumer goods serta tren harga bahan baku untuk industri consumer goods. Dua subjek kajian outlook ini dipilih mengingat harga komoditas terutama bahan baku consumer goods terpengaruh perlambatan ekonomi global sepanjang 2015 hingga 2016.

Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku sebanyak 34 halaman pdf ini berasal dari kompilasi berbagai sumber antara lain asosiasi industri, BPS, riset eksternal, dan diolah duniaindustri.comIndeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

H) Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) ini dirilis pada minggu pertama Februari 2018 menampilkan data komprehensif, tren perkembangan, infografis menarik, terkait industri perikanan dan hasil laut (rumput laut, ikan surimi, udang, tuna tongkol cakalang, kepiting & rajungan, cumi & gurita). Diperkuat dengan tren produksi, sebaran lokasi, serta nama produsen, data komprehensif ini diharapkan dapat memperkaya database persaingan pasar guna menentukan arah strategi bisnis ke depan.

Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2-4). Dengan dukungan jumlah penduduk yang besar, pasar industri perikanan dan hasil laut cukup prospektif dan atraktif baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor.

Pada halaman 5, ditampilkan tabel tren perkembangan konsumsi ikan per kilogram per kapita per tahun periode 2012-2017, yang diperkuat dengan data tren kebutuhan ikan secara nasional pada periode yang sama. Metode perhitungan data tren tersebut dipaparkan pada halaman 6-7.

Data tren tersebut dijelaskan lebih detail pada halaman 8, tren data konsumsi ikan per kapita dibedakan per provinsi sehingga memberikan gambaran lebih jelas perkembangan demand di masyarakat. Dilanjutkan pada halaman 9, tren ekspor hasil perikanan secara nasional periode 2015-2017 dan proyeksi 2018-2019, mencakup 474 produk HS 10 digit. Data tren ekspor tersebut kemudian dikomparasi dengan kinerja ekspor sejumlah negara yakni China, Vietnam, Filipina, Singapura, pada halaman 10.

Pada halaman 11, ditampilkan data potensi sumber daya ikan di Indonesia pada periode 1997, 1999, 2001 hingga 2017. Pada halaman 12, disajikan tabel tren pertumbuhan produksi perikanan, mencakup perikanan tangkap dan perikanan budidaya periode 2011-2016.

Pada halaman 13-15, dipaparkan data neraca ekspor-impor hasil perikanan pada periode 2012-2017, komparasi neraca ekspor-impor perikanan dengan negara lain, serta tren ekspor perikanan di sejumlah provinsi pelabuhan muat yang merupakan basis industri perikanan. Selain itu, ditampilkan tren harga ikan ditarik dari data ekspor. Pada halaman 16, ditampilkan tren komoditas perikanan yang menjadi primadona ekspor. Pada periode 2012-2017, cumi sotong gurita menjadi primadona. Sedangkan pada 2016-2017, giliran rajungan kepiting menjadi primadona dengan pertumbuhan tertinggi.

Tren pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) perikanan periode 2014-2017 dipaparkan dalam tabel pada halaman 17, 18, dan 19, disertai tren luas kawasan konversi laut. Disusul kemudian, pada halaman 20-24 ditampilkan tabel tujuan utama ekspor perikanan Indonesia dengan tren pertumbuhannya. Juga, dibahas impor produk perikanan dan jenis yang mendominasi, antara lain impor Salmon-Trout untuk memenuhi kebutuhan hotel restoran cafe (horeka-pasmod).

Masuk ke pembahasan selanjutnya, tren investasi di industri perikanan ditampilkan dalam tabel pie chart yang menarik pada halaman 24, disusul tren yang terjadi pada 2016-2017, asal negara investasi, dan provinsi tujuan investasi. Pembahasan terkait investasi itu dijabarkan pada halaman 25-26.

Pada halaman 27, ditampilkan grafis peta lokasi sebaran unit pengolahan ikan. Dilanjutkan dengan tabel pie chart komposisi unit pengolahan ikan berdasarkan jenisnya, mencakup tuna tongkol cakalang, udang, rajungan, rumput laut, dan lainnya pada halaman 28-29. Pada halaman 30-47, disajikan data mengenai tren nilai tukar rata-rata nelayan per tahun, perkembangan izin pemasukan hasil perikanan, tren pembiayaan usaha kelautan dan perikanan, realisasi program prioritas perikanan dan kelautan, dan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulai-pulau kecil. Tidak hanya itu, nilai dan volume ekspor bahan baku budidaya serta bahan baku tangkap juga dipaparkan periode 2015-2017.

Masuk ke pembahasan lainnya, pada halaman 48-49 ditampilkan data kapasitas produksi industri pengalengan ikan, meliputi ikan beku, ikan fillet, udang beku, olahan ikan, tuna/cakalang kaleng, sardin kaleng, serta mackerel kaleng periode 2014-2016. Dilanjutkan proyeksi tren pertumbuhan produksi industri pengalengan ikan periode 2017-2019 pada halaman 50.

Sebaran industri pengolahan ikan dan udang serta nama perusahaan (skala besar) ditampilkan pada halaman 51-52. Data tersebut diperkuat dengan perkembangan volume ekspor dan impor industri pengolahan ikan (halaman 53), serta perkembangan ekspor impor surimi periode 2014-2017 (halaman 54).

Industri surimi merupakan lumatan daging ikan yang menjadi bahan baku industri pengolahan nilai tambah seperti bakso, nugget, otak-otak, pempek, dimsum, kerupuk ikan, tempura, dan lainnya. Profil lengkap industri surimi ditampilkan pada halaman 55. Sementara profil industri pengolahan ikan, meliputi jumlah perusahaan, kapasitas terpasang, produksi riil, jumlah tenaga kerja, total investasi ditampilkan pada halaman 56-57.

Beralih ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 58-67 ditampilkan ulasan mendalam terkait industri rumput laut. Ulasan industri rumput laut mencakup peta potensi areal budidaya rumput laut per daerah, pohon industri pengolahan rumput laut, direktori nama perusahaan (35 perusahaan) produsen produk olahan rumput laut, lengkap dengan kapasitas produksi dan kebutuhan bahan baku, tren ekspor-impor rumput laut, sebaran lokasi perusahaan produsen olahan rumput laut, tantangan utama, dan kebijakan pendukungnya. Pada halaman 68-69, terdapat ulasan terkait peluang pasar industri cangkang kapsul berbasis karaginan (olahan rumput laut).

Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) sebanyak 70 halaman dan berukuran 5 MB ini berasal dari kompilasi data BPS, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, BKPM, UN Comtrade, dan lainnya. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

I) Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shoping (2009-2017)ini dirilis Agustus 2016 menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlooksecara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai pasar consumer goods serta pesatnya tren belanja online (online shopping) di Indonesia. Dua subjek kajian riset pasar ini dipilih mengingat relatif stabilnya kedua sektor tersebut di tengah perlambatan ekonomi Indonesia pada 2015 hingga semester I 2016.

Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shoping (2009-2017) sebanyak 34 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri, BPS, riset eksternal, dan diolah duniaindustri.comIndeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.comyang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

J) Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader) ini dirilis Juni 2016 menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan di industri biskuit di Indonesia, mencakup highlights dan profil ringkas pemain-pemain di industri ini, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, hingga analisis pangsa pasar berdasarkan penjualan dan kapasitas produksi.

Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 sebanyak 35 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri, BPS, riset internal produsen biskuit, dan diolah duniaindustri.comIndeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.comyang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

K) Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri susu olahan di Indonesia, mencakup pengelompokan industri dan pohon industri susu dari hulu-antara-hilir, segmentasi industri susu cair, tren konsumsi dan pertumbuhan volume produk susu, nilai penjualan produk susu, ukuran pasar (market size) industri susu nasional, hingga pangsa pasar susu cair, susu bubuk, susu ultra high temperature (UHT), susu fermentasi, susu pasteurisasi (sterilisasi), yoghurt, keju olahan, serta tantangan dan peluang industi ini ke depan.

L) Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri susu bubuk, susu cair (ultra high temperatures/UHT), serta teh siap minum (ready to drink tea/RDT) di Indonesia, mulai dari tren pertumbuhan pasar, tren permintaan/demand, nilai pasar (market size) tiga tahun terakhir dan proyeksi 2016, hingga produsen terbesar di Indonesia, strategi ekspansi ke depan, serta kinerja keuangan para pemain di industri ini.

Data sebanyak 25 halaman ini berasal dari BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian Perindustrian, dan sejumlah perusahaan susu bubuk, susu cair, dan minuman teh siap saji di Indonesia, diolah duniaindustri.com.

Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

M) Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016ini menampilkan pasar industri consumer goods di Indonesia dengan penduduk sebesar 252 juta jiwa, 50% di antaranya merupakan usia produktif. PDB per kapita Indonesia US$ 3.500 melampaui negara pesaing di Asean seperti Filipina dan Vietnam. Jumlah rumah tangga di Indonesia dengan anggaran belanja tahunan berkisar US$ 5.000-US$ 15.000 diperkirakan meluas dari 36% pada saat ini menjadi 58% pada 2020. Lebih dari 60 juta penduduk berpenghasilan rendah diproyeksikan bergabung dengan kelas menengah di dekade mendatang, dan mendorong permintaan konsumen semakin kuat. Total pasar industri consumer goods di Indonesia pada 2030 diperkirakan US$ 810 miliar.

Data ini juga menjabarkan pertumbuhan rata-rata per tahun pasar makanan dalam kemasan dan minuman ringan selama 2013-2017 akan berada di atas angka 10%. Secara keseluruhan, packaged food selama periode tersebut akan tumbuh rata-rata 12,6% per tahun. Beberapa jenis makanan yang identik dengan lifestyle masyarakat middle class income diperkirakan tumbuh lebih tinggi, di antaranya canned/preserved food (16,7%), frozen processed food (16,6%), ice cream (18%), dan noodles (13,5%).

Sementara itu, minuman ringan diperkirakan tumbuh rata-rata 12% per tahun. Pertumbuhan yang tinggi diperkirakan terjadi untuk produk ready to drink (RTD) coffee (18,8%), fruit/vegetable juice (15,6%), sports and energy drink (14,8%), dan RTD tea (13,7%).

Secara special, Duniaindustri.com membuat riset pertumbuhan pasar consumer goods dari 2009 ke 2015, khusus untuk sejumlah produk antara lain: biskuit dan wafer, mi instan, snack, jeli, permen, roti, minuman berenergi, minuman isotonik, sirup, teh siap saji, kopi siap saji, jus, susu siap saji, minuman berkarbonasi, minuman sari buah, air minum dalam kemasan.

Data sebanyak 15 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri, lembaga riset dunia, dan BPS. Download database industri merupakan fitur terbaru  di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

N) Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi ini menampilkan kinerja pertumbuhan industri makanan-minuman 2006-2013, jumlah perusahaan, nilai investasi, jumlah tenaga kerja, dan kapasitas produksi. Selan itu, tren hilirisasi industri kelapa sawit, kakao, gula sebagai bahan baku industri makanan minuman. Data ini juga menampilkan berbagai regulasi terbaru terkait industri makanan-minuman. Data berisi 23 halaman ini dibuat oleh Kementerian Perindustrian dan diolah com.(*)

O) Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir) ini menampilkan pertumbuhan konsumsi dan impor susu di Indonesia periode lima tahun terakhir. Data ini berasal dari asosiasi industri, BPS, kementerian terkait.(*)

Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini

** Butuh competitor intelligence, klik di sini

*** Butuh copywriter specialist, klik di sini

**** Butuh content provider (branding online), klik di sini

***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

    • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
    • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
    • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
    • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
    • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
    • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
    • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
    • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
    • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
    • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
    • Butuh copywriter specialist, klik di sini
    • Butuh content provider (online branding), klik di sini
    • Butuh market report dan market research, klik di sini
    • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
    • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini