Sabtu, 28 Juli 2018

Konsisten Melayani Pelanggan, Duniaindustri Cetak Rekor Transaksi Termalam, Pukul 00.03 WIB

Sebagai bentuk konsistensi untuk melayani pelanggan, Duniaindustri.com mencetak rekor transaksi termalam pada pukul 00.03 WIB. Transaksi tersebut membuktikan tekad dan konsistensi Duniaindustri.com untuk all out melayani pelanggan. Bentuk tanggung jawab tersebut merupakan perwujudan effort untuk menjadi penyedia jasa data spesifik terdepan di Indonesia.

Seiring kepercayaan yang makin meningkat, tim Duniaindustri.com juga terus berkembang dengan mencari metode-metode analisis baru, mensimulasikan pendekatan teraktual, mengkomparasi skenario terkini, mengkalkulasikan teori-teori komprehensif, guna menghadirkan hasil riset data spesifik yang lebih riil, sesuai trend pasar, dan paling penting terjangkau bagi semua kalangan.

Secara singkat, beberapa matriks pertumbuhan duniaindustri.com tergambar dari tiga hal berikut: 1) Strong footprint and highly recognize startup, 2) Most productive update of analysis, data driven, and research. 1 of 11 demands in specific data/database connected to duniaindustri.com, 3) Flexible pricing.

Perkembangan tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah database riset data spesifik yang telah ready di Duniaindustri.com, melonjak signifikan sebesar 22% dari 121 database riset pada akhir tahun lalu menjadi 159 database riset pada Juli 2018. Hal ini dipicu makin meluasnya kebutuhan riset data spesifik guna mendukung pertumbuhan bisnis di sektor industri tertentu.

Duniaindustri.com menyediakan indeks data industri yang bisa didownload user untuk memberikan gambaran atau acuan perkembangan sektor industri tertentu. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Yogya, Sidoarjo, Surabaya, Palu, Bali, Medan, dan daerah lainnya, bahkan dari China dan India.

Saat ini lebih dari 159 data historis industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi, menjadi kumpulan database di duniaindustri.com.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.




Sumber: di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Jumlah Pemain Bertambah, Industri Kosmetik Tumbuh 7,36%

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri kosmetik nasional tumbuh 7,36% pada kuartal I-2018, meningkat dibandingkan pada 2017 yang tumbuh 6,35%. Seiring dengan itu, jumlah pemain (perusahaan) kosmetik di Indonesia juga bertambah sebanyak 153 perusahaan pada 2017 sehingga total saat ini mencapai lebih dari 760 perusahaan.

“Kinerja sektor ini mampu tumbuh di atas laju pertumbuhan ekonomi nasional dan kami perkirakan sepanjang 2018 bisa tembus hingga 7%, sejalan dengan pertumbuhan startup dan kebutuhan konsumen yang kian berkembang,” ujar Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono.

Pertumbuhan industri juga mendorong penambahan jumlah pemain. Pada 2017, jumlah industri kosmetik di dalam negeri bertambah sebanyak 153 perusahaan menjadi total saat ini lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95% industri kosmetik nasional merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM) dan sisanya industri skala besar.

“Dari industri skala menengah dan besar, beberapa dari mereka sudah mengekspor produknya ke negara-negara di ASEAN, Afrika, Timur Tengah, dan lain-lain,” kata Sigit.

Pada 2017, tercatat nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai US$ 516,99 juta, naik dibanding pada 2016 sebesar US$ 470,30 juta. Sigit melanjutkan, Kemenperin terus memacu pengembangan industri kosmetik di dalam negeri agar lebih berdaya saing global karena prospek bisnisnya masih cukup kemilau pada masa mendatang.

Apalagi, permintaan di pasar domestik dan ekspor semakin meningkat, seiring tren masyarakat yang mulai memperhatikan produk perawatan tubuh sebagai kebutuhan utama. “Indonesia merupakan salah satu pasar produk kosmetik yang cukup potensial sehingga usaha ini dapat menjanjikan bagi produsen kita yang ingin mengembangkannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso meyakini, pasar produk kosmetik di Indonesia berpotensi terus tumbuh seiring dengan tren penggunaan yang semakin berkembang. “Kalau sebelumnya hanya dua langkah, sekarang konsumen sudah banyak mengaplikasikan kosmetika 5-10 langkah, dimulai dari pembersih, serum, dan lain-lain,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Sancoyo, produsen kosmetik di dalam negeri dituntut dapat memenuhi selera konsumen saat ini apabila tidak ingin kalah bersaing dengan produk impor. “Untuk mengetahui tren permintaan produk kosmetik, kami aktif mengadakan pameran setiap tahun yang mengundang para pemain global di bidang bahan baku, kemasan, dan mesin,” imbuhnya.

Pada bulan ini, Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) melantik pengurus periode 2018-2022 yang dipimpin oleh Sancoyo Antarikso sebagai Ketua Umum. Sancoyo terpilih dalam Musyawarah Nasional PERKOSMI Pusat pada 9 Mei 2018.

Sancoyo yang juga menjabat sebagai Governance and Corporate Affairs Director and Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjelaskan, bahwa pangsa pasar kosmetika di Indonesia masih berpotensi untuk tumbuh di masa datang seiring dengan trend penggunaan kosmetik yang terus berkembang.

Adapun pengurus PERKOSMI Pusat periode 2018-2022 terdiri dari:

Ketua Umum: Sancoyo Antarikso
Sekretaris Jenderal: Kunto Widarto (PT Martina Berto)
Wakil Sekretaris Jenderal: Harman Subakat (PT Paragon Innovation Indonesia)
Bendahara Umum: Tomi Setiawan ( PT Ascoco Ria Lestari)
Wakil Bendahara: Agus Adiguna ( PT Chemco Prima Mandiri) dan Wiyantono ( PT Zamrud Inti Sejahtera)
Ketua Bidang Organisasi dan Humas: Palupi Candra (Martha Tilaar Group).
Ketua Bidang Perindustrian: Djoko Irwanto ( PT Genero Pharmaceuticals).
Ketua Bidang Perdagangan: Shelly Taurhesia ( PT Amway).
Ketua Bidang Teknis Ilmiah: Anastasia Gracia ( PT Fabindo Sejahtera)
Ketua Bidang Luar Negeri: Juanita Aditiawan ( PT Dwipardi)
Ketua Bidang UMKM, Salon, Spa, Klinik: Ian Atmadja ( PT Maxima).

Didirikan sejak 1978, PERKOSMI merupakan asosiasi kosmetika pertama di Indonesia yang beranggotakan sekitar 458 perusahaan yang terdiri dari produsen produk jadi dan bahan baku, importir, distributor, hingga kemasan kosmetika. Saat ini PERKOSMI memiliki tujuh Pengurus Daerah di Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali. Visi PERKOSMI adalah untuk menjadi wadah perusahaan-perusahaan kosmetika di Indonesia untuk mendukung pengembangan bisnis kosmetika Indonesia dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk industri kosmetika agar konsumen dapat menikmati produk yang aman, baik dan inovatif.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Senin, 23 Juli 2018

Duniaindustri.com Berikan Diskon 20% untuk Kumpulan Riset Pilihan


Menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018, Duniaindustri.com memberikan diskon 20% untuk Kumpulan Riset Pilihan. Bukan hanya itu, kumpulan riset pilihan yang biasanya hanya dijual dalam bentuk e-book, sekarang dapat diperoleh dalam bentuk print eksklusif.

Program Diskon Hari Kemerdekaan

Kumpulan Riset dan Database Spesifik Diskon 20% dalam bentuk print eksklusif (eksemplar terbatas):
No
Daftar Judul
Harga Reguler di Web
Diskon
Harga Diskon
Stok Versi Print Eksklusif
1
US$ 300
20%
US$ 240
20 eksemplar
2
US$ 100
20%
US$ 80
10 eksemplar
3
US$ 250
20%
US$ 200
15 eksemplar
4
US$ 300
20%
US$ 240
20 eksemplar
5
US$ 300
20%
US$ 240
20 eksemplar
6
US$ 100
20%
US$ 80
10 eksemplar
7
US$ 300
20%
US$ 240
20 eksemplar
8
US$ 200
20%
US$ 160
10 eksemplar
9
US$ 225
20%
US$ 180
10 eksemplar
10
US$ 125
20%
US$ 100
10 eksemplar
11
US$ 210
20%
US$ 168
10 eksemplar
12
US$ 150
20%
US$ 120
10 eksemplar
13
US$ 225
20%
US$ 180
10 eksemplar
Syarat dan ketentuan:
* Program ini hanya berlaku selama bulan 24 Juli 2018 – akhir Agustus 2018.
** Data, Database, ataupun Riset yang diperoleh dalam bentuk print eksklusif (hardcover, art carton 150 miligram)
*** Program ini tidak disertai data, database, dan riset dalam bentuk softcopy. Untuk versi softcopy, silakan download di web duniaindustri.com
**** Harga di atas sudah termasuk biaya ongkos kirim se-Jabodetabek. Di luar itu, dikenai tarif biasa.
***** Proses print eksklusif sekitar 1-2 hari kerja dari penyerahan bukti pembayaran.
****** Untuk mengetahui outline/isi konten dan jumlah halaman, klik judul riset yang dikehendaki
******* Segera hubungi kami di sini

Program pemberian diskon 20% merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Duniaindustri.com untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI. Duniaindustri.com merupakan startup khusus di bidang industri yang berisi berita teraktual, riset pasar, database pilihan, dan komunitas industri. Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.


Saat ini lebih dari 159 data historis industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi, menjadi kumpulan database di duniaindustri.com.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.



Sumber: di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya: