Rabu, 31 Maret 2021

ADB Kucurkan Pinjaman US$ 450 Juta untuk Proyek Vaksinasi di RI

Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Asian Development Bank (ADB) mengucurkan pinjaman senilai US$ 450 juta atau senilai Rp 6,52 triliun (kurs Rp 14.500/US$) kepada Indonesia terutama untuk membantu PT Bio Farma memperoleh dan menyalurkan vaksin Covid-19 secara aman dan efektif. Pinjaman ini merupakan bagian dari proyek Responsive COVID-19 Vaccines for Recovery (RECOVER) yang akan mendanai pembelian sekurang-kurangnya 65 juta dosis vaksin COVID-19, yang akan ditujukan bagi kelompok prioritas sesuai ketetapan pemerintah Indonesia.



Proyek ini didukung oleh Asia Pacific Vaccine Access Facility (APVAX) senilai US$ 9 miliar yang diluncurkan pada Desember 2020 untuk mendukung ketersediaan vaksin secara cepat dan adil bagi negara-negara berkembang anggota ADB. "Pandemi COVID-19 telah berdampak sangat berat bagi masyarakat Indonesia. RECOVER akan membantu pemerintah melindungi jiwa dan memulihkan mata pencaharian," kata Masatsugu Asakawa, Presiden ADB, dalam keterangan tertulis.

Proyek ini, lanjut dia, akan membantu memvaksinasi jutaan warga yang rentan baik secara sosial maupun ekonomi dan memiliki risiko tertular yang tinggi, serta bagi para pelayan masyarakat yang menyediakan layanan penting. “ADB juga akan membantu pemerintah dan Bio Farma meningkatkan manajemen logistik dan menyalurkan vaksin secara lebih efektif," jelasnya.

Agar layak memperoleh pembiayaan lewat APVAX, vaksin harus memenuhi setidaknya satu dari tiga kriteria: vaksin diadakan melalui Covid -19 Vaccines Global Access Facility (COVAX), memenuhi syarat prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), atau mendapat otorisasi dari otoritas regulator yang ketat (stringent regulatory authority/SRA).

Pemerintah Indonesia menargetkan untuk melakukan vaksinasi Covid -19 kepada 181,5 juta orang, dan ini merupakan salah satu kegiatan vaksinasi terbesar di dunia. Indonesia mencatat lebih dari 1,5 juta kasus positif COVID-19 dan 40.000 korban meninggal sampai dengan 30 Maret.

Pandemi ini telah berdampak signifikan terhadap penghidupan, terutama bagi kelompok miskin dan rentan. Sekitar 30 juta orang di Indonesia kehilangan pekerjaan atau mengalami pemotongan jam kerja, sehingga mengakibatkan naiknya angka kemiskinan.

RECOVER merupakan kelanjutan dari serangkaian bantuan ADB pada Indonesia untuk mengatasi tantangan pandemi. Sebelumnya ADB telah meyediakan hibah Asia Pacific Disaster Response Fund senilai USD3 jut pada April 2020, yang membantu Kementerian Kesehatan menyalurkan peralatan dan pasokan medis penting.

ADB juga telah memberi pinjaman Program COVID-19 Active Response and Expenditure (CARES) senilai USD1,5 miliar sebagai dukungan anggaran bagi bantuan kesehatan masyarakat, sosial, dan ekonomi yang mendesak. Program CARES dibiayai bersama oleh Department of Foreign Affairs and Trade Australia, Japan International Cooperation Agency, kerja sama pembangunan Jerman melalui KfW, dan Asian Infrastructure Investment Bank.

Selain itu, ADB juga telah menyediakan dukungan pengetahuan yang memberi pemerintah beragam opsi untuk merespons pandemi serta strategi peluncuran vaksin. ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. (*/tim redaksi 08 & 09/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Minggu, 28 Maret 2021

Tancap Gas Investasi Pabrik Baterai Listrik, Indonesia Battery Corp Gandeng 2 Mitra Global

Duniaindustri.com (Maret 2021) – Indonesia resmi membentuk perusahaan holding baterai listrik, yakni Indonesia Battery Corporation (IBC), yang terdiri dari 4 BUMN dengan porsi saham masing-masing 25%. Melihat prospek yang atraktif ke depan, Indonesia Battery Corp langsung tancap gas dengan menggandeng dua mitra raksasa global, yakni Contemporary Amperex Technology (CATL) dan LG Chem.


 

Kolaborasi antara Indonesia Battery Corp dan dua mitra global itu akan diwujudkan dalam pabrik baru baterai mobil listrik. Investasi yang bakal digelontorkan pun cukup fantastis, sekitar US$ 22 miliar.

Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan Indonesia Battery Corp menjelaskan bahwa holding BUMN ini sudah disiapkan sejak tahun lalu. Holding Indonesia Battery Corp merupakan hasil kolaborasi antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN. “Pembentukan Indonesia Battery Corp ini merupakan respons pemerintah terhadap kekayaan alam di Indonesia. Salah satunya nikel yang mencapai 24 persen dari total produksi di dunia,” jelasnya, pekan lalu.

"Sesuai arahan Pak Presiden, kita sering telat antisipasi kekuatan Indonesia sendiri. Tahun 1980-an industri kayu telat, tahun 1970-an industri perminyakan telat. Ini Alhamdulillah memanfaatkan momentum perubahan momentum ev battery," jelas Erick.

Menurut Erick, Indonesia Battery Corp saat ini sudah bermitra dengan Contemporary Amperex Technology (CATL) dan LG Chem. "Kami ada dua mitra CATL US$5 miliar dan LG US$13-17 miliar. Ini sebuah kemitraan yang besar sekali," ucap Erick.

Erick menjelaskan kedua perusahaan itu akan memproduksi baterai listrik untuk mobil. Sementara, perusahaan Indonesia akan memproduksi baterai listrik untuk motor. "Mobil Indonesia mengalah, tapi motor listrik dan stabilisator baterai Indonesia jadi leading sector," imbuhnya.

Indonesia Battery Corp menjadi konsorsium BUMN yang dibentuk untuk mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Pada tahap awal, Erick sudah membentuk Tim percepatan penyusunan subholding EV baterai yang dipimpin oleh Komisaris Utama MIND ID Agus Tjahajana Wirakusumah, mantan Sekjen Kemenperin. Dan anggotanya terdiri dari 4 dirut perusahaan yang terlibat di dalam holding industri baterai tersebut.

Erick menilai, selain bermitra dengan dua raksasa global, Indonesia Battery Corp juga akan membuka kerja sama dengan semua pihak. Erick bahkan berencana terbang ke Amerika Serikat (AS) bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perdagangan M Lutfi untuk melihat potensi salah satu perusahaan di negara tersebut.

Terkait rencana pembangunan pabrik baru, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menjelaskan, total kapasitas pabrik Indonesia Battery Corp ditargetkan mencapai 140 GwH pada 2030. Dari jumlah itu, sekitar 90 GwH akan dipakai untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, sementara sisa 50 GwH dari produksi battery cell akan diekspor.

Meski demikian, belum dijelaskan secara detail dimana lokasi pabrik baru Indonesia Battery Corp dan berapa jumlah tenaga kerja yang bakal terserap.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Sabtu, 27 Maret 2021

Investasi Jumbo, Uni Emirat Arab Gelontorkan US$ 10 Miliar ke INA

Duniaindustri.com (Maret 2021) – Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan akan menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun (asumsi kurs Rp 14.000) untuk ditempatkan pada dana kelolaan Indonesia Investment Authority (INA).

 

"Penempatan dana investasi ini merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA His Highness Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ)," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3).

Investasi ini merupakan buah dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara. Menjelang Maghrib pukul 17.30 WIB, Jumat pekan lalu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan pembicaraan dengan MBZ. Keduanya terlibat dalam pembicaraan serta berdiskusi mengenai perkembangan hubungan dan kerja sama antar kedua negara.

"Salah satu materi yang menjadi fokus pembicaraan adalah Indonesia Investment Authority (INA) yang telah terbentuk dan beroperasi di Indonesia," ujar Husin.

Investasi UEA pada INA semakin memperkokoh hubungan bilateral antar kedua negara di berbagai bidang, termasuk merefleksikan kedekatan hubungan personal antar pimpinan negara. Terbentuknya INA juga tidak lepas dari bantuan pemikiran dan dukungan Pemerintah UEA yang cukup aktif dalam pembentukan INA.

Dengan investasi tersebut, sejauh ini UEA menjadi investor utama yang terbesar (anchor investor) pada INA. Sebelumnya beberapa negara, antara lain Jepang, Amerika Serikat dan Kanada telah mengumumkan komitmen investasi mereka pada INA. "Bergabungnya UEA semakin menunjukkan tingginya kepercayaan dunia internasional untuk berinvestasi pada INA dan akan semakin menarik investor dunia lainnya untuk bergabung dan berinvestasi," tegas Husin.

INA dibentuk dan beroperasi berdasarkan mandat dari UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) dan merupakan suatu lembaga pengelola investasi Indonesia yang dibentuk khusus dengan undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi aset, menarik investasi dan kerja sama dari berbagai pengelola investasi lainnya di dunia serta untuk meningkatkan iklim investasi yang lebih baik di Indonesia.

Husin berharap agar INA dengan dana kelolaannya dapat meningkatkan kemampuan permodalan bagi pembiayaan berbagai proyek pembangunan tanpa meningkatkan utang, menerapkan international best practice serta meningkatkan kinerja dan manfaat aset yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Husin Bagis menyatakan Pemerintah Indonesia akan terus aktif dan bekerja keras dalam meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara, khususnya dalam memfasilitasi upaya investasi dan kerja sama strategis di berbagai bidang dan antar berbagai pihak dengan prinsip yang saling menguntungkan, untuk mendukung upaya pembangunan nasional Indonesia. (*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini


Makin Lengkap, Tiga Database Khusus Industri Ritel Modern

Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Berbagai tren terjadi di industri minimarket, supermarket, dan hypermarket secara cepat dalam lima tahun terakhir. Apalagi dengan adanya turbulensi pandemi serta kehadiran perdagangan online (e-commerce), pergeseran tren pasar dan perilaku konsumen seakan tiada henti.


 

Kenyamanan pengguna, layanan seluruh kebutuhan (total solution), kedekatan lokasi, variasi produk yang ditawarkan, serta kedekatan lokasi, menjadi empat faktor utama perbedaan di industri ritel. Dan itu semua terus berubah seiring perkembangan teknologi dan keinginan konsumen.

Untuk mengulas lebih jauh tentang rekam jejak di industri ritel modern, meliputi minimarket, supermarket, dan hypermarket, duniaindustri.com menghadirkan tiga kumpulan database terbaru. Diharapkan tiga kumpulan database itu dapat menjadi acuan (benchmarking) stakeholders untuk menyoroti tren perkembangan ritel modern dengan lebih komprehensif.

Mari kita simak ulasannya:

1) Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)

2) Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel)

3) Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket di Indonesia (2012-2015)

Berikut detail isi/konten dari kedua database di atas:

A) Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024(Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali) ini dirilis minggu kedua Februari 2020 menampilkan riset independendata komprehensif, analisis dan ulasan, outlook pasar, serta tren pertumbuhan market value (omzet) industri ritel modern di Indonesia periode 2015-2024, dan profil 5 market leaderbeserta strateginya. Dalam riset ini, cakupan pasar dibagi dalam tiga bagian, yakni Indonesia secara umum, Indonesia bagian timur, dan Bali.

Industri ritel modern berperan penting dalam perekonomian negara mengingat penetrasi pasarnya yang besar dan menjangkau pelosok negeri serta menjadi salah satu channel utama dalam distribusi barang. Riset data spesifik ini berisi 97 halaman berukuran 8,1 MB yang dibuat untuk menjadi acuan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali) ini dimulai dengan fokus dari riset pada halaman 2. Riset spesifik trend pertumbuhan ritel modern ini mencakup tiga segmen yakni ritel food dan fast moving consumer goods (FMCG), department store, dan e-commerce. Untuk segmen ritel food dan FMCG dibagi tiga subkategori yakni minimarket, supermarket, dan hypermarket.

Cakupan riset spesifik ini meliputi rekam jejak pertumbuhan periode 2015 hingga 2019 serta outlook 2020 hingga 2024. Untuk wilayah, dibagi menjadi wilayah cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali. Metodologi yang digunakan antara lain big data Duniaindustri.com database, monitoring database online, studi literatur, serta komparasi modeling dari kinerja pertumbuhan market leader untuk mencapture trend secara umum. Outlook 2020-2024 dibuat dengan skenario moderat, disesuaikan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Pada halaman 3, ditampilkan pointers highlights market trend di industry ritel modern di Indonesia pada periode 2015 hingga 2019. Disusul kemudian pointers highlights proyeksi market trend pada periode 2020 hingga 2024 pada halaman 4. Kemudian, pointers data dan angka untuk industri ritel modern di Indonesia diringkas pada halaman 5.

Masuk ke pembahasan utama, pada halaman 6 sampai halaman 33 ditampilkan tabel data pertumbuhan market size industri ritel modern di Indonesia per segmen dan per wilayah. Segmentasi dibagi menjadi 6 kategori yakni ritel food dan fast moving consumer goods (FMCG), department store, dan e-commerce. Untuk segmen ritel food dan FMCG dibagi tiga subkategori yakni minimarket, supermarket, dan hypermarket. Sedangkan wilayah dibagi menjadi tiga, yakni Indonesia secara umum, Indonesia bagian timur, dan Bali. Periode yang diambil yakni 2015 hingga outlook 2024. Pembahasan utama ini juga dilengkapi dengan market analysis dari dua bagian periode yakni 2015 sampai 2018 serta 2019 hingga 2024.

Sebagai gambaran, pembahasan utama untuk kategori utama mencakup tren pertumbuhan market value (total omzet) industri ritel modern yang dibagi menjadi; a) overall market value ritel modern, b) market value ritel modern food & fast moving consumer goods (FMCG), c) market value department store, d) market value ritel modern e-commerce periode 2015-2019 serta outlook 2020-2024. Selain itu, dijabarkan tren pertumbuhan dan komposisinya, dilengkapi analisis.

Beranjak ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 34 sampai 97 ditampilkan data spesifik industri ritel modern secara luas di Indonesia, serta profil dan tren kinerja lima market leader industri minimarket, supermarket, dan hypermarket. Data spesifik itu menyuguhkan jumlah gerai, jumlah gudang, jumlah pemasok aktif, pangsa pasar terhadap total segmen ritel modern, bauran penjualan, lokasi gerai berdasarkan letak geografis, tren kinerja keuangan termasuk penjualan dan laba, tren pertumbuhan jumlah gerai, daftar pemasok utama, nilai belanja modal ekspansi, strategi diversifikasi format usaha, faktor kunci keberhasilan, dukungan platform logistik untuk distribusi barang, strategi model bisnis ke depan, serta rekam jejak kinerja keuangan yang cukup komprehensif. Data-data spesifik itu diharapkan dapat mewakili tren perkembangan ritel modern secara luas dan menjadi acuan (benchmarking) bagi stakeholders terkait.

Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali) ini berjumlah 97 halaman pdf berukuran 8,1 MB yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari Aprindo, Kementerian Perdagangan, BPS, dan sejumlah perusahaan ritel modern di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

B) Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel)ini dirilis akhir Oktober 2017 menampilkan riset independen, data komprehensif, analisis dan ulasan, serta tren pertumbuhan market value (omzet) industri ritel modern di Indonesia periode 2015-2018F. Industri ritel modern berperan penting dalam perekonomian negara mengingat penetrasi pasarnya yang besar dan menjangkau pelosok negeri serta menjadi salah satu channel utama dalam distribusi barang.

Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2). Disambung dengan, komparasi pertumbuhan ekonomi negara berkembang dan negara maju periode 2016-2018 disertai outlook pergerakan harga komoditas 2018 (halaman 3).

Proyeksi pertumbuhan per sektor dalam struktur ekonomi nasional tahun 2018 ditampilkan pada halaman 4-6 disertai sejumlah katalis pendorong pertumbuhan. Dilanjutkan dengan infografis tentang perekonomian daerah di seluruh Indonesia, penopang perekonomian daerah, sektor industri dengan pertumbuhan tertinggi pada halaman 7 & 8.

Pada halaman 9 sampai 11, ditampilkan infografis pertumbuhan ekonomi per provinsi di Indonesia dengan rekam jejak periode 2014 sampai 2016. Berlanjut pada tren pertumbuhan PDB Indonesia periode 2008 hingga 2019.

Masuk ke pembahasan lebih detail, dijabarkan profil industri ritel modern pada halaman 12 sampai 17. Sebagai highlights, profil industri ritel modern menggambarkan pengaruh era digitalisasi terhadap perkembangan pasar ritel secara keseluruhan, prospek industri ritel modern, dan transformasi bisnis di industri ritel modern itu sendiri. Pada halaman 18, disajikan data angka terkait jumlah toko/gerai industri ritel modern di Indonesia dan jumlah perusahaan ritel modern.

Pada halaman 19, tim Duniaindustri.com mencoba mem-breakdown tren pertumbuhan market value (total omzet) industri ritel modern yang dibagi menjadi; a) overall market value ritel modern, b) market value ritel modern food & fast moving consumer goods (FMCG), c) market value department store, d) market value ritel modern e-commerce periode 2015-2018. Selain itu, dijabarkan tren pertumbuhan dan komposisinya, dilengkapi analisis pada halaman 20.

Selanjutnya, pada halaman 21, tim duniaindustri.com membuat riset tentang tren pertumbuhan pasar yang tercermin dari perkembangan market value industri ritel modern segmen food & FMCG, terdiri dari minimarket, supermarket dan hypermarket. Tren pertumbuhan itu juga dilengkapi analisis pada halaman 22. Data itu diperkuat dengan karakteristik ritel modern yang dibedakan dari barang yang diperdagangkan, jumlah item dagangan, jenis produk, model penjualan, luas lantai usaha, luas lahan parkir, dan modal, berdasarkan regulasi terbaru pada halaman 23.

Pada halaman 24 sampai 33, ditampilkan data-data pendukung seperti proyeksi pasar barang konsumsi di Indonesia hingga 2030, landscape industri ritel modern dari jumlah gerai, tekanan yang diderita ritel modern segmen tertentu, dan pengaruh pelemahan ekonomi nasional pada periode 2014-2015.

Beranjak ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 34 sampai 119 ditampilkan data spesifik lima market leader industri minimarket, supermarket, dan hypermarket. Data spesifik itu menyuguhkan jumlah gerai, jumlah gudang, jumlah pemasok aktif, pangsa pasar terhadap total segmen ritel modern, bauran penjualan, lokasi gerai berdasarkan letak geografis, tren kinerja keuangan termasuk penjualan dan laba, tren pertumbuhan jumlah gerai, daftar pemasok utama, nilai belanja modal ekspansi, strategi diversifikasi format usaha, faktor kunci keberhasilan, dukungan platform logistik untuk distribusi barang, strategi model bisnis ke depan, serta rekam jejak kinerja keuangan yang cukup komprehensif. Data-data spesifik itu diharapkan dapat mewakili tren perkembangan ritel modern secara luas dan menjadi acuan (benchmarking) bagi stakeholders terkait.

Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel) ini berjumlah 120 halaman pdf yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari Aprindo, Kementerian Perdagangan, BPS, dan sejumlah perusahaan ritel modern di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

C) Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket di Indonesiaini menampilkan persaingan, ekspansi, dan pertumbuhan industri ritel modern di Indonesia yang mencakup minimarket, supermarket, convenience store, hypermarket, dan modern trade di Indonesia sejak 2012-2015.

Indonesia dengan penduduk sebesar 252 juta jiwa, 50% di antaranya merupakan usia produktif, merupakan pasar yang paling potensial di Asia Tenggara. PDB per kapita Indonesia US$ 3.500 melampaui negara pesaing di Asean seperti Filipina dan Vietnam. Jumlah rumah tangga di Indonesia dengan anggaran belanja tahunan berkisar US$ 5.000-US$ 15.000 diperkirakan meluas dari 36% pada saat ini menjadi 58% pada 2020. Lebih dari 60 juta penduduk berpenghasilan rendah diproyeksikan bergabung dengan kelas menengah di dekade mendatang, dan mendorong permintaan konsumen semakin kuat. Total pasar industri consumer goods di Indonesia pada 2030 diperkirakan US$ 810 miliar.

Tidak heran, belanja konsumen di Indonesia tumbuh rata-rata per tahun sekitar 11,8% periode 2012-2015. Pada 2015, belanja konsumen untuk makanan diperkirakan Rp 1.930 triliun, sementara produk di luar makanan sebesar Rp 4.369 triliun.

Industri ritel modern (modern trade) untuk kategori fast moving consumer goods (FMCG) di Indonesia tumbuh rata-rata 10,8% pada 2015, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di segmen minimarket sebesar 11% dan super/hypermarket sebesar 10,6%. Penjualan toko modern per kapita di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 60 dengan komposisi 56% di minimarket dan 44% di super/hypermarket. Market size (ukuran pasar) industri minimarket di Indonesia sekitar Rp 73 triliun dengan pertumbuhan rata-rata tahunan 13,5% periode 2012-2015.

Pada 2015, pertumbuhan penjualan tertinggi di industri ritel modern dialami segmen personal care sebesar 12,7%, sementara penjualan terendah adalah produk farmasi sebesar 1,8%.

Juga ditampilkan persaingan ketat di segmen minimarket, conveniece store, dan super/hypermarket. Alfamart yang diusung PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) bersaing ketat dengan PT Indomarco (Indomaret) dan 7-Eleven besutan PT Modern Internasional Tbk (MDRN). Sementara di segmen super/hypermarket, Hero bersaing ketat dengan Hypermart yang diusung PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Selain itu, ditampilkan pertumbuhan kenaikan gerai masing-masing perusahaan dari mulai Alfamart, Indomart, 7-eleven, Hero (Giant), dan Hypermart (MPPA Retail Group). Tidak lupa ditampilkan strategi ekspansi, tren pendapatan dan laba, serta rasio keuangan masing-masing peritel.

Data sebanyak 27 halaman ini berasal dari berbagai sumber antara lain regulator di Indonesia, BPS, masing-masing perusahaan, serta asosiasi industri, diolah duniaindustri.com. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Annual report

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini

** Butuh competitor intelligence, klik di sini

*** Butuh copywriter specialist, klik di sini

**** Butuh content provider (branding online), klik di sini

***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:


Bank Dunia Soroti Perekonomi RI Menuju Level Pra-Pandemi

Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Bank Dunia dalam laporan ekonomi terkini untuk Asia dan Pasifik mengakui pemulihan ekonomi Indonesia menuju level pra-pandemi. Disebutkan juga, banyak dari perekonomian negara-negara di kawasan Asia timur dan pasifik mulai bangkit di paruh kedua tahun 2020, setelah mengalami kemunduran.


 

Namun, dari antara negara-negara ekonomi besar di kawasan ini, hanya Tiongkok dan Vietnam yang mempunyai pola pemulihan berbentuk V (V-shape) dengan output yang melampaui level pra-COVID-19 tahun 2020. Sebagian besar negara lainnya belum pulih secara penuh dari segi output maupun momentum pertumbuhan.

Sampai akhir tahun 2020, output di empat negara ekonomi besar lainnya telah membaik namun secara rata-rata masih berada di kisaran 5 persen di bawah level pra-pandemi. Kesenjangan terkecil terdapat di Indonesia (2,2%) dan kesenjangan terbesar di Filipina (8,4%). Kontraksi ekonomi cukup berat dan terus-menerus di beberapa negara kepulauan kecil, dengan output di tahun 2020 tetap berada pada 10% atau lebih di bawah level pra-pandemi di Fiji, Palau dan Vanuatu.

Dengan demikian, Bank Dunia menilai pemulihan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik dari pandemi virus corona belum merata. Hanya Tiongkok dan Vietnam yang ekonominya diprediksi mampu tumbuh 8,1% dan 6,6% pada tahun ini. Sedangkan Indonesia diyakini pulih ke level pra-pandemi tahun ini.

Aaditya Mattoo, Chief Economist for East Asia and the Pacific, World Bank, mengatakan pandemi virus corona seperti hidra, monster berkepala banyak dalam mitologi Yunani. Covid-19 ternyata sulit ditanggulangi padahal sudah berlangsung selama satu tahun sejak kasus pertama dikonfirmasi di Wuhan.

"Tiongkok dan Vietnam, yang telah berhasil mengendalikan sebagian besar penyakit ini, sesekali masih mengalami wabah lokal," kata Aaditya dalam briefing virtual Pemulihan yang Tidak Merata - Laporan Ekonomi Terkini untuk Asia dan Pasifik.

Malaysia kembali mengalami lonjakan kasus yang signifikan. Sedangkan kamboja, Myanmar, Mongolia dan Thailand mengalami lonjakan infeksi yang lebih sedikit. Dari negara-negara di mana virus Corona merajalela beberapa bulan lalu, situasi sudah mulai membaik di Indonesia, Malaysia dan Filipina tetapi jumlah kasusnya masih tinggi.

"Akan tetapi, munculnya varian-varian virus yang lebih menular menjadi tantangan baru dalam mengendalikan penyakit ini secara global," ujar Aaditya.

3 Faktor Kunci

Bank Dunia juga menyoroti tiga faktor utama penentu kinerja pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Ketiga faktor kunci itu adalah (i) efisiensi yang dicapai dalam pengendalian virus; (ii) kemampuan untuk memanfaatkan bangkitnya perekonomian dalam perdagangan barang internasional; dan (iii) kapasitas pemerintah untuk memberikan dukungan fiskal dan moneter.

Negara-negara yang mempunyai kinerja paling lemah adalah negara-negara yang mengalami angka infeksi COVID-19 dan mortalitas yang tinggi, lebih mengandalkan pembatasan-pembatasan yang berkepanjangan ketimbang strategi berbasis pengujian. Selain itu, negara-negara yang bergantung pada pendapatan dari pariwisata ketimbang ekspor barang-barang manufaktur, khususnya elektronik, dan yang pemerintahnya mempunyai ruang fiskal terbatas. Peluncuran vaksin sejauh ini masih belum mempunyai dampak yang besar terhadap pertumbuhan di kawasan EAP.

"Kinerja ekonomi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor spesifik di setiap negara, seperti bencana alam (Fiji, tonga, Vanuatu, Thailand, Filipina), wabah penyakit lain (samoa), dan ketidakpastian politik (Malaysia, Myanmar, Papua Nugini, Thailand, Timor-Leste)," tutur Aaditya.

Dampak buruk dari guncangan COVID-19 yang berkepanjangan akan mempengaruhi kinerja di masa mendatang. Keberhasilan pengendalian penyakit ini di beberapa negara akan mendukung pemulihan ekonomi domestik. Tetapi infeksi yang berlangsung lama di negara-negara lain akan mengganggu pertumbuhan sampai pelaksanaan vaksinasi dapat diperluas.

Pemulihan ekonomi global, yang didukung sebagian oleh stimulus AS yang signifikan, akan menggairahkan kembali perdagangan barang dan menjadi pendorong eksternal bagi pertumbuhan sebesar 1% secara rata-rata. Tetapi sektor pariwisata global diperkirakan akan tetap berada di bawah level pra-pandemi sampai tahun 2023 dan memperlambat pemulihan ekonomi bagi negara-negara yang bergantung pada pariwisata.

Meskipun iklim keuangan global masih cukup aman, neraca perusahaan dan bank yang semakin lemah dan ketidakpastian global yang terus terjadi akan menghambat investasi. Utang publik yang kian bertambah dan defisit fiskal yang kian melebar akan semakin membatasi belanja pemerintah dalam jangka pendek.

Dalam situasi seperti ini, hanya Tiongkok dan Vietnam yang diperkirakan akan bertumbuh dengan kuat pada tahun 2021, masing-masing sebesar 8,1% dan 6,6%, sedangkan negara-negara lain di kawasan EAP diperkirakan akan mengalami pertumbuhan hanya sebesar 4,4%.

Di Indonesia dan Malaysia, output diperkirakan akan pulih ke level pra-pandemi selama tahun 2021. Di Thailand dan Filipina, output diproyeksi akan tetap berada di bawah level pra-pandemi selama sebagian besar tahun 2022. Namun, di antara negara-negara yang lebih kecil, pemulihan ekonomi diperkirakan akan berlangsung lama khususnya di negara-negara kepulauan yang mengandalkan sektor pariwisata, dengan pertumbuhan yang diperkirakan akan negatif di sekitar separuh dari negara-negara itu, sekalipun sebagian besar dari mereka telah terhindar dari pandemi.

"Berkat pertumbuhan yang cepat di Tiongkok, pertumbuhan kawasan EAP diperkirakan lebih cepat dari sekitar 1,3% pada tahun 2020 menjadi 7,6% pada tahun 2021," tutup Aaditya.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Sabtu, 20 Maret 2021

Tantangan 2021, Membongkar Database Tersulit dengan Teknik Riset Terbaik

Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Dinamika tantangan bisnis pasca pandemi, berupa pergeseran trend pasar dan perubahan strategi market leader, perlu diantisipasi dengan wawasan baru seiring upaya menggenjot pendapatan di 2021. Adaptasi dan respons cepat butuh pijakan serta referensi yang aktual dalam merumuskan pengambilan keputusan di tingkat korporasi.

Atas dasar itu, tim Duniaindustri.com -- startup big data dan riset pasar -- senantiasa mengupdate database spesifik dan riset data teraktual guna mendukung pelaku industri memperoleh wawasan (insight) berharga. Seiring dengan itu, tim Duniaindustri.com juga memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni:

1. Survei lapangan
2. Kuesioner
3. Market comprehensive database (regulatory source)
4. Market intelligence database (leading player data)
5. Historical database
6. Factory observation
7. Market investigation
8. Time frame monitoring data
9. Probability and sensitivity market forecast
10. Third party data compilation (networking database)
11. Literature colaboration
12. Big data processor

metodologi big data duniaindustri.com  

metodologi big data duniaindustri.com

Contoh hasil survei lapangan, penyebaran kuesioner, serta market observation yang telah dilakukan:

Contoh hasil survei lapangan dan penyebaran kuesioner spesifik.[/caption]

 

Trusted vendor for global market research company:

Vendor Recognition in Other Company:

Vendor Recognition PT VSL Indonesia

Saat ini tim duniaindustri.com telah menghimpun 223 database spesifik dari sekitar 20 sektor industri multitahun dan multi-source. Berikut ini penjabaran lebih detail 223 database spesifik per pertengahan Maret 2021.

Indeks Data Industri yang bisa didownload: (223 Database Spesifik per Maret 2021)

Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024)
Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)
Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2010-2024 (Market Growth Industri Baja)
Database Direktori 641 Perusahaan Telekomunikasi, Informasi Teknologi, serta Komputer dan Peralatannya
Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19)
Database Direktori 1.001 Perusahaan Tanaman, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri Kayu
Market Demand Trend CPO 2007-2022 (Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Outlook 2021, Riset Data 5 Sektor Paling Prospektif
Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia
Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan
Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar)
Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi
Riset Data Peluang Pasar Makanan Korea 'Kimchi' (Market Share Top 10 Player dan Brand Profile)
Data Eksklusif Pangsa Pasar Produsen Tekstil, Garmen, Fashion (Market Share Serat hingga Garment)
Data Eksklusif Market Growth Industri Tekstil, Garmen, Fashion 2013-2025 (Pangsa Pasar Market Leader Industri Hulu-Hilir)
Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan
Market Demand Forecast Sepeda Motor (Bedah Pasar 144 Tipe dan Varian Motor 2010-2025)
Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)
Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana
Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)
Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)
Market Demand Analysis Obat Generik 2016-2027 (Kajian Pasar Pra dan Pasca Covid-19)
Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)
Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia
Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)
Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)
Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020)
Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020)
Market Outlook Industri Kosmetik 2014-2024 (Market Growth and Market Segmentation Analysis)
Data Spesifik Market Size Yoghurt 2016-2019 (Top 6 Market Share Leader)
Riset Data Market Size Kamera 2016-2019 (Pangsa Pasar Kamera Mirrorless)
Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) 
Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
Riset Data Spesifik Komoditas Logam Perunggu 2015-2025 (Market Outlook dan Database Buyer Asing)
Market Outlook Penjualan dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi 2010-2025 (Trend Penjualan Per Tipe dan Per Jenis Motor)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)
Ebook Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri
Riset Data Spesifik Baja Galvanize Tower Seluler dan Transmisi Listrik 2015-2024 (Market Share Database)
Riset Data Spesifik Lab Pengujian Lingkungan 2017-2024 (Kajian Pertumbuhan Pasar dan Profitabilitas)
Riset Data Spesifik Pasar Obat Generik 2016-2023 (Market Share Top 30 Produsen Terbesar Obat Generik)
Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
Data Spesifik Tenaga Kerja di Indonesia 2015-2019 (Profil Tenaga Kerja Konstruksi dan TKA Per Negara)
Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia
Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)

Fitur Riset Pasar dan Survei Lapangan dalam Pemetaan Persaingan Bisnis 2021

Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Mencermati pergeseran pasar yang makin cepat dan dinamis pasca pandemi, peran dan kehadiran layanan big data makin terasa dibutuhkan bagi praktisi bisnis, korporasi, pemerintahan, investor, maupun institusi pendidikan. Karena itulah, didukung dengan tim yang kompeten, Duniaindustri.com dalam perjalanannya telah menjelma sebagai startup layanan big data (riset pasar dan perusahaan survei lapangan) terbaik dan terproduktif di negeri ini. 

Seiring kepercayaan yang makin meningkat, tim Duniaindustri.com juga terus berkembang dengan mencari metode-metode analisis baru, mensimulasikan pendekatan teraktual, mengkomparasi skenario terkini, mengkalkulasikan teori-teori komprehensif, guna menghadirkan hasil riset data spesifik yang lebih riil, sesuai trend pasar, dan paling penting terjangkau bagi semua kalangan.

Perkembangan tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah database riset data spesifik yang telah ready di Duniaindustri.com, melonjak signifikan sebesar 37% dari 156 database riset pada akhir 2019 menjadi 223 database riset pada 2021. Hal ini dipicu makin meluasnya kebutuhan riset data spesifik guna mendukung pertumbuhan bisnis di sektor industri tertentu.

Duniaindustri.com menyediakan indeks data industri yang bisa didownload user untuk memberikan gambaran atau acuan perkembangan sektor industri tertentu. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Yogya, Sidoarjo, Surabaya, Palu, Bali, Medan, dan daerah lainnya, bahkan dari China dan India.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia. Database tersedia dalam bentuk data mentah (raw data) dalam format excel, zip, power point, pdf ataupun data olahan.

Per awal September 2017, detektif industri meluncurkan fitur baru survey perusahaan yang difokuskan untuk meng-capture informasi spesifik terkait perusahaan tertentu apakah itu kompetitor ataupun target konsumen. Salah satu metode yang dipakai antara lain wawancara mendalam (in depth interview) dengan struktur manajemen perusahaan bersangkutan, mulai dari staf, sales, marketing, logistik, manager, general manager, hingga direktur dan top executive. Dengan jaringan yang luas ditambah tim yang kompeten, fitur ini diharapkan bisa bermanfaat bagi pertumbuhan bisnis Anda.

Selain itu, untuk memperkuat basis data metodologi pencarian, penyusunan, pengolahan data, detektif industri juga memperluas sumber database dengan forum group discussion (FGD), market investigation, market observation, monitoring data online, hingga survei lapangan secara berkala. Diharapkan penambahan sumber ini memberikan pelayanan yang terbaik bagi user dari sisi akurasi dan kecepatan pengolahan data.

Saat ini duniaindustri.com menghimpun lebih dari 1.000 ukm dan lebih dari 10.000 basis user baik secara perorangan maupun perusahaan, serta industrial agent dari 10 negara di dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, Eropa, Dubai.



Pada awal 2019, Duniaindustri.com menerapkan strategi scale up (pengembangan ukuran bisnis) dengan upaya penambahan tim internal hingga 50 orang di berbagai daerah di Indonesia. Duniaindustri.com, startup segmen khusus industri, juga sedang mengembangkan big data database 15.000 perusahaan industri (pengolahan/manufaktur) di Indonesia. Seiring tren permintaan big data yang makin meningkat, Duniaindustri.com terus bertransformasi menjadi startup big data, riset pasar, company survey terkemuka di Indonesia.

Jumlah big data database ataupun direktori dengan target 15.000 perusahaan industri akan terus diupdate dan menjadi salah satu fitur terbaru dan andalan dari Duniaindustri.com. Dari jumlah itu, big data direktori perusahaan tersebut mencakup 50 sektor industri dan terus bertambah.

Untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan dan menghadapi tantangan ke depan, Duniaindustri.com menunjuk tim pengelola untuk mengoperasikan start-up ini, yakni:

Andryanto Suwismo (executive Duniaindustri.com)

andryanto-suwismo
Jurnalis lulusan dari Universitas Negeri Jakarta ini memutuskan terjun di dunia industri dan investasi. Dengan background dunia jurnalis (Investor Daily dan Indonesia Finance Today) serta Ketua Forum Wartawan Industri (Forwin) 2010-2012, ditambah lagi lama berkecimpung di sektor industri dan pasar modal, hal itu dirasa cukup untuk memulai startup baru yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Suci Widianingsih (Corporate Secretary Duniaindustri.com)
Penulis buku best seller "Tutorial Mainan Kardus"
Instagram: uchywidya (followers: 27,8 k/ribu)

Redaktur Eksekutif: Zaky Al Hamzah
Tim Penulis:
Andriyansyah Achamd (writer)
Fira Diamanta Putri (writer)
Fadel Muhammad (writer)
Indra Prasodjo (writer)
Danang Fajar P (writer)
Research Project Manager:
Asep Andri Atno
Agung
Tim Riset Duniaindustri.com:
Andryanto Suwismo
Suci Widianingsih
Fira Diamanta Putri
Fadel Muhammad
Indra Prasodjo
Danang Fajar P

Tim survei lapangan/competitor intelligence/Company survey:
Asep Andri Atno
Fadel S Muhammad
Indra Prasodjo
Eka Sari Almasyanti
Raka Pudjianto
Hanna Pratiwi
Yudho M
Ganda Sumirat (Bekasi-Cikarang)
Rio Komala (Bandung)
Dedi Andrian (Yogyakarta)
Dewi Nurastuti (Surabaya)
Wawan K (Yogyakarta)
M Ridho (Jawa Tengah)
Budi Siswanto (Lampung)
Nia M (Kalimantan)
Hendi Subrata (Sukabumi)
Special Task Force:
Aura rasyiqa
Rivalda
Daffa Zufar Athollah
Fajar Kusumo
An Nisaa' Fitri
Belva
Anisha Rachmawati
Alifia Riski
Shidqi Fikri Zaidan
Hidayatul
Siti Fatimah
Siti Zaila
Muhammad Ardiansyah
Irma Lutfiani
Jihad Setiawan Putra

Tim Support Social Media:
Indra Prasodjo
Nanda Herawati
Graphic Design:
Adwy Prasetya (Designer of the year 2014)

Kontributor:
Safarudin Gunawan (Wilayah Provinsi Banten)
Baron HZ (Kontributor Serang-Cilegon)
Siti Medina (Kalimantan)
Yusnizar (Aceh)
Indah Irfani (Surabaya)
Yeti Andriani (Medan)
Poppy Hartaty (Makassar)
Winda Yolanda Putri (Padang)

Marketing Iklan:
Asep Andri Atno
Eka Sari Almasyanti
Hana Pratiwi

 

Contoh hasil survei lapangan, penyebaran kuesioner, serta market observation yang telah dilakukan:

 
Contoh hasil survei lapangan dan penyebaran kuesioner spesifik.

 

Trusted vendor for global market research company:

Vendor Recognition in Other Company:

Vendor Recognition PT VSL Indonesia  
Testimoni di Media Ekonomi Nasional:

Testimoni duniaindustri.com di koran bisnis indonesia.

 

Jumat, 19 Maret 2021

Pesona Bisnis Papua Mulai Dilirik Perusahaan Skala Besar

Duniaindustri.com (Maret 2021) – Papua mulai dilirik perusahaan-perusahaan skala besar untuk memperluas coverage distribusi serta mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang. Tren bisnis ini mulai menguat dalam beberapa waktu ke belakang, sebagai upaya ekspansi wilayah yang bisa dijadikan motor pertumbuhan dalam tiga atau lima tahun ke depan.

Tim Duniaindustri.com menilai langkah ekspansi wilayah ke Papua ikut didorong masih rendahnya persaingan pasar mengingat daerah tersebut masih dikategorikan investasi greenfields yang ditujukan untuk motor pertumbuhan ke depan. Namun, seiring gencarnya isu pemerataan pembangunan yang salah satunya mulai mengarah ke Papua, pesona daerah itu menjadi mulai bersinar.

Tercatat sejumlah perusahaan skala besar bahkan raksasa internasional yang beroperasi di Indonesia ikut meramaikan dan mendorong pertumbuhan pesona bisnis di Papua. Perusahaan skala besar itu antara lain Starbuck, Grab, hingga Telkom beserta Indihome-nya.

Pada akhir 2020, perusahaan jaringan kopi asal Amerika Serikat (AS), Starbucks, membuka dua gerai di Papua. Gerai tersebut dibangun di Diana Mall (Timika) dan Jayapura Mall (Kota Papua). "(Pembukaan gerai di Papua) Ini menandakan ekspansi bisnis Starbucks ke kota yang ke-33 dan 34 di Indonesia," kata CEO PT Sari Coffee Indonesia Anthony Cottan, dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, selain berkeinginan memberikan kesempatan bagi para pelanggan di Papua untuk merasakan sensasi kopi olahan Starbucks, perseroan ingin menyediakan lapangan pekerjaan. Lebih jauh, ia menyatakan berniat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan kopi agar dapat bernilai tambah kopi.

"Kami juga hendak menunjukkan dukungan serta tekad kepada pemerintah untuk mempercepat pembangunan di Papua," tuturnya.

Selain Starbuck, Grab meluncurkan GrabProtect di Jayapura yang dilengkapi dengan fitur keamanan, peralatan kebersihan, serta aturan keamanan terbaru untuk meminimalisir risiko penyebaran virus Covid-19. Head of East Indonesia Grab Indonesia Halim Wijaya mengatakan pada tahap awal akan ada puluhan armada GrabCar Protect yang dihadirkan.

"GrabProtect telah hadir di puluhan kota di Indonesia dari pulau Sumatera hingga Papua. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sambutan baik dari pemerintah, masyarakat dan mitra pengemudi sehingga armada khusus ini telah melayani lebih dari 26 juta kilometer setelah diluncurkan pada April lalu," kata Halim dalam keterangan pers.

Menurut dia, dengan hadirnya armada GrabCar Protect di Jayapura, Gtab terus memperkuat berkomitmen bersama dengan mitra pengemudi untuk memberikan armada terpercaya yang akan mendukung mobilitas masyarakat dengan aman. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyambut positif langkah Grab sebagai pionir dalam meningkatkan standar keamanan selama masa pandemi ini.

Tidak ketinggalan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bakal meningkatkan porsi investasi guna mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua. Kenaikan jumlah investasi tersebut seiring dengan tingginya pertumbuhan pasar di wilayah tersebut.

"Dari tahun ke tahun di Papua ini selalu terjadi peningkatan termasuk investasi yang ada di sini. Untuk di tahun ini, kami menargetkan bahwa ada pertumbuhan bisnis 34% di Papua. Ini terjadi meski dalam kondisi pandemi Covid-19," kata EVP Telkom Regional 7, Aris Dwi Tjahjanto.

Porsi investasi yang dianggarkan Telkom di Papua, menurut Aris Dwi Tjahjanto, memang paling besar dibanding wilayah lainnya di Indonesia. "Pertumbuhan yang tinggi di satu lokasi akan memicu investasi yang tinggi juga, termasuk di Papua," ucapnya.

Secara konektivitas dan infrastruktur, Telkom baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak lainnya, akan terus melebarkan pola kerja sama tersebut. Hal itu tak lain guna mencapai keadilan digital bagi semua masyarakat. "Semuanya harus dapat kesempatan digitalisasi di Indonesia.Caranya kita menggelar sendiri, kerja sama dengan pemerintah, dan kita terbuka bagi infrastruktur developer yang ingin kerja sama dengan kita," pungkas dia.

Di sisi lain, melalui layananfixed broadbandunggulan milik Telkom, IndiHome menghadirkan akses internet serta beragam kegiatan bermanfaat untuk mendukung aktivitas, kreativitas, dan produktivitas, khususnya masyarakat Papua bertajuk IndiHome Wonderful Papua.

Program IndiHome Wonderful Papua diawali dengan peresmian 10 Wifi Corner (WiCo) di beberapa kota di Papua, di antaranya Merauke, Wamena, Timika, Raja Ampat, Sorong, dan Manokwari.

"Sebelum Juli sudah kelar semuanya. Kami sepakat dengan manajemen untuk menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua. Jadi, infrastruktur termasuk WiFi Corner 1 Juni sudah kelar," katanya.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini