Penjualan Kimia Farma yang mencakup obat, bahan baku, pil KB dan alat kesehatan pada 2016 tumbuh 19,5% menjadi Rp 5,81 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 4,86 triliun. Menurut laporan keuangan perseroan, kenaikan itu terutama ditopang peningkatan penjualan obat ethical, lisensi, dan narkotika yang tumbuh signifikan sebesar 68% di 2016 menjadi Rp 964 miliar.
Secara rinci, penjualan Kimia Farma dari obat generik produksi entitas anak mencapai Rp 941,6 miliar pada 2016, tumbuh 22% secara tahunan. Sementara penjualan obat ethical, lisensi, dan narkotika yang diproduksi entitas anak tumbuh signifikan sebesar 68% di 2016 menjadi Rp 964 miliar. Penjualan obat over the counter (OTC) juga tumbuh 30% menjadi Rp 267 miliar, demikian juga penjualan bahan baku (minyak nabati, yodium, dan kina) yang meningkat 7% menjadi Rp 226 miliar sepanjang 2016. Namun, penjualan pil KB dan alkes yang diproduksi entitas anak turun 40% menjadi Rp 6,35 miliar.
Di sisi lain, penjualan Kimia Farma dari produksi pihak ketiga juga meningkat terutama untuk obat ethical dan alat kesehatan. Penjualan obat ethical Kimia Farma dari produksi pihak ketiga naik 8,3% menjadi Rp 1,96 triliun sepanjang 2016, sementara penjualan obat OTC relatif stagnan Rp 788 miliar. Kenaikan signifikan terjadi untuk penjualan alat kesehatan produksi pihak ketiga yang naik 58% menjadi Rp 464 miliar. Sementara penjualan obat generik pihak ketiga justru turun tipis 0,3% menjadi Rp 290 miliar.
Pada 2017, Kimia Farma menargetkan penjualan sekitar Rp 7 triliun. Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan pihaknya berharap penjualan dapat mencapai lebih dari target itu.
Menurut Rusdi, penjualan perusahaan ditopang oleh sejumlah lini usaha. Salah satunya penjualan garam farmasi dimana pembangunan pabrik itu di Watudakon, Jombang, Jawa Timur telah diselesaikan oleh Kimia Farma.
Untuk mendukung target perusahaan itu, Kimia Farma berencana menganggarkan belanja modal sekitar Rp1 triliun pada 2017 atau lebih tinggi dibandingkan dengan anggaran Rp 958 miliar pada 2016.
Ekspansi Apotek
Kimia Farma melalui anak usahanya PT Kimia Farma Apotek manargetkan membangun 100 gerai baru di seluruh Indonesia tahun 2017. “Ya betul. Anggaran ekspansi kami siapkan investasinya sekitar Rp20 miliar,” kata Dirut PT Kimia Farma Apotek Imam Fathorrahman.
Menurut Imam, jika rencana tersebut terealisasi maka pada tahun ini total gerai atau apotek Kimia Farma di seluruh Indonesia menjadi 1.000-an unit, mengingat hingga saat ini sudah ada 900 gerai di seluruh Indonesia.
“Dari 900-an gerai tersebut, total omzet penjualan obat-obatan tahun lalu diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun,” katanya.
Namun, Imam belum merinci lokasi dan sebaran gerai baru tersebut, di luar Pulau Jawa atau lainnya. Perseroan juga akan memasuki pasar transaksi elektronik (e-Commerce). “Pemilik telepon pintar saat ini sudah mencapai 126% dari total penduduk, dan internet sendiri sudah 52%. Ini pasar e-Commerce luar biasa,” katanya.
Ia mengatakan, pada tahap awal, perseroan akan membidik pasar Jabodetabek dan bekerjasama dengan layanan belanja pesan antar Go-Mart. “Intinya melalui layanan ini, kami bisa diakses pelanggan di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar dengan lebih dari 250 pilihan lokasi apotek kami. Silakan pelanggan bisa akses kami di www.kimiafarmaapotek.co.id,” kata dia.(*)
Sumber: di sini
* Butuh riset pasar dan data industri, total ada 130 database, klik di sini
Kamis, 16 Maret 2017
Selasa, 14 Maret 2017
Duniaindustri.com Luncurkan Fitur Investment Market Intelligence
Duniaindustri.com (Maret 2017) - Duniaindustri.com, start up khusus industri yang membahas berita, isu, dan komunitas industri di Indonesia, meluncurkan fitur investment market intelligence, yang difokuskan untuk menjadi referensi investasi saham dan portofolio. Fitur baru ini dimasukkan dalam fitur detektif industri untuk melengkapi fitur lainnya yang menjadi andalan start up ini.
Bayangkan saja, Anda dapat memperoleh masukan informasi spesifik yang terkait investasi saham lebih dulu dibanding publik. Hal itu tentu menjadi keunggulan dalam memprediksi arah pasar saham serta tren volatilitas harga.
Fitur ini beroperasi dalam keadaan senyap untuk menembus sumber-sumber penting demi memperoleh data, informasi, serta keterangan berharga guna konsumsi pihak-pihak terkait. Dengan keandalan jaringan dan sumber daya yang mumpuni, fitur ini diyakini dapat menjadi salah satu acuan utama dalam berinvestasi saham di Indonesia.
Dengan mengandalkan konsep kecepatan dan keakuratan, fitur ini diharapkan menjadi salah satu barometer untuk menjadi sentimen khusus dalam berinvestasi saham. Secara eksklusif, produk dari fitur ini dapat berupa hot issue corporate action, market brief, market insight, dan comprehensive analysis, yang antara lain memuat confidential report.
Ditambah lagi dengan dukungan 130 database serta database khusus ekspor-impor yang dapat memonitor pergerakan kompetitor dari targeted company, hal ini menambah daya dobrak fitur baru ini. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Cikarang, Bandung, Surabaya, Palu, Bali, dan daerah lainnya.
Duniaindustri.com juga memiliki fitur indeks database industri aktual. Lebih dari 130 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.
Indeks Data Industri yang bisa didownload (130 database):
Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018
Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku
Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050
Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
Riset Pasar dan Database 500 Perusahaan Tekstil (Data Industri Tekstil Hulu-Hilir)
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia)
Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar)
Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah)
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku)
Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016
Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
Outlook Industri Otomotif 2016-2018
Outlook Industri CPO 2016
Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
Data Penjualan Per Merek Mobil
Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
Data Industri Perkapalan Indonesia
Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)
Sumber: di sini
Bayangkan saja, Anda dapat memperoleh masukan informasi spesifik yang terkait investasi saham lebih dulu dibanding publik. Hal itu tentu menjadi keunggulan dalam memprediksi arah pasar saham serta tren volatilitas harga.
Fitur ini beroperasi dalam keadaan senyap untuk menembus sumber-sumber penting demi memperoleh data, informasi, serta keterangan berharga guna konsumsi pihak-pihak terkait. Dengan keandalan jaringan dan sumber daya yang mumpuni, fitur ini diyakini dapat menjadi salah satu acuan utama dalam berinvestasi saham di Indonesia.
Dengan mengandalkan konsep kecepatan dan keakuratan, fitur ini diharapkan menjadi salah satu barometer untuk menjadi sentimen khusus dalam berinvestasi saham. Secara eksklusif, produk dari fitur ini dapat berupa hot issue corporate action, market brief, market insight, dan comprehensive analysis, yang antara lain memuat confidential report.
Ditambah lagi dengan dukungan 130 database serta database khusus ekspor-impor yang dapat memonitor pergerakan kompetitor dari targeted company, hal ini menambah daya dobrak fitur baru ini. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Cikarang, Bandung, Surabaya, Palu, Bali, dan daerah lainnya.
Di
era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, data sudah dianggap
sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan secara profesional.
Seluruh rantai bisnis industri (supply-demand chain) membutuhkan data
untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan efisien.
Namun, di Indonesia sering terjadi pencarian data, analisis, dan riset sulit
dilakukan karena terbatasnya akses informasi, ruang publik, ekosistem
yang belum berkembang, serta ketiadaan forum/ajang interaksi jual-beli
data. Karena itu, tidak heran, harga (nilai) sebuah data dapat melambung
tinggi karena keterbatasan pasokan, sementara kebutuhan tergolong
tinggi.
Duniaindustri.com juga memiliki fitur indeks database industri aktual. Lebih dari 130 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.
Indeks Data Industri yang bisa didownload (130 database):
Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018
Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku
Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050
Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
Riset Pasar dan Database 500 Perusahaan Tekstil (Data Industri Tekstil Hulu-Hilir)
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia)
Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar)
Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah)
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku)
Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016
Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
Outlook Industri Otomotif 2016-2018
Outlook Industri CPO 2016
Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
Data Penjualan Per Merek Mobil
Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
Data Industri Perkapalan Indonesia
Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)
Sumber: di sini
Senin, 13 Maret 2017
Pasar Semen di Pulau Jawa Tumbuh Positif 5,1%
Pasar semen di Pulau Jawa pada Februari 2017 tumbuh positif 5,1% menjadi 2,51 juta ton dibanding periode yang sama pada 2016 sebanyak 2,39 juta ton. Peningkatan pasar yang mencerminkan kenaikan penjualan itu didorong pertumbuhan permintaan di Jawa Tengah (+14,7%), Yogyakarta (+21%), Jawa Timur (+8,9%), dan Jawa Barat (+1,5%).Menurut data yang dihimpun duniaindustri.com dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pasar semen di Jakarta masih tercatat minus 6,1% pada Februari 2017, begitu juga pasar semen di Banten minus 0,7%.
Sementara di luar Pulau Jawa, seluruh daerah tercatat mengalami penurunan penjualan, kecuali Nusa Tenggara yang masih tumbuh 18,2%. Pasar semen di Pulau Sumatera turun -5,1%, Kalimantan turun -8,4%, Sulawesi turun -12,7%, demikian juga Maluku dan Papua turun -5,9%.
Pertumbuhan positif pasar semen di Pulau Jawa mendorong peningkatan tipis pasar semen secara nasional sebesar 0,5% menjadi 4,55 juta ton pada Februari 2017 dibanding periode yang sama tahun lalu 4,53 juta ton. Meski demikian, penjualan semen secara nasional pada Januari-Februari 2017 masih tumbuh -1% secara kumulatif tahunan.
Pada tahun ini, konsumsi semen secara nasional diestimasi tumbuh sekitar 4% menjadi 64,5 juta ton dibanding realisasi 2016 sebanyak 62 juta ton. Total konsumsi itu masih jauh di bawah kapasitas industri semen nasional yang pada akhir 2016 tercatat 97,2 juta ton. Hal itu mendorong terjadinya overcapacity dan oversupply di industri semen nasional sejak 2013.
Aroma persaingan industri semen di Indonesia makin panas dan kritis. Bayangkan saja, kelebihan pasokan (oversupply) semen di Indonesia pada awal Maret 2017 diestimasi mencapai 50%, melampaui proyeksi awal dari Kementerian Perindustrian yang memperkirakan level oversupply hanya 38% pada 2018.
Menurut data yang diperoleh tim duniaindustri.com, kapasitas produksi semen saat ini telah menembus 93 juta ton, padahal demand hingga akhir 2016 hanya sebesar 62 juta ton. Itu berarti, separuh dari total kapasitas semen nasional berpotensi idle atau tidak terserap pasar domestik, jika tidak diekspor.
“Persaingan makin sengit. Oversupply ini terjadi karena kita terlambat investasi pada periode (pemerintahan lalu). Nah pas sekarang investasi, perekonomian melambat dan pemain baru bermunculan,” kata sumber duniaindustri.com dari kalangan pelaku industri semen.
Sebagai perbandingan, Kementerian Perindustrian memperkirakan kelebihan pasokan semen di Indonesia baru mencapai 38% pada 2018, meningkat dari level 37% pada 2016. Menurut Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono, kelebihan pasokan semen terjadi karena pertumbuhan kapasitas produksi melampaui kebutuhan dalam negeri.
“Persaingan industri semen akan semakin ketat, mengingat kapasitas produksi semen di Indonesia pada 2018 diperkirakan mencapai 106,3 juta ton, atau melebihi 38% dari kebutuhan nasional sebesar 66,2 juta ton,” ujar Achmad Sigit.
Kondisi kelebihan pasokan ini akan berdampak luas terhadap utilisasi pabrik, strategi pemasaran, strategi diversifikasi produk (ready mix and concrete products), efisiensi, kebijakan harga jual (pricing strategy), hingga mengarah pada isu konsolidasi pemain. Terbukti, tren penurunan harga telah mencapai dua digit terutama di daerah dengan permintaan besar dan tingkat persaingan tinggi, menurut pemantauan duniaindustri.com.
Untuk informasi dan data lebih spesifik, silakan dicermati analisis dan database duniaindustri.com yang terangkum secara lengkap dalam indeks data industri di pojok kiri atas website ini.
Periode Kritis
Industri semen di Indonesia akan memasuki periode kritis pada 2015-2020 seiring dengan kelebihan pasokan (oversupply) dengan hadirnya pemain baru, pelemahan permintaan domestik, serta kelesuan perekonomian nasional. Perusahaan yang tidak mampu bersaing diperkirakan akan mengalami kemunduran drastis hingga terancam bangkrut.
Pembangunan pabrik baru oleh pemain existing dan pemain baru semen mendorong investasi di industri ini mencapai Rp 15 triliun sepanjang 2016. Meski demikian, konsumsi semen per kapita di Indonesia yang masih rendah dibanding negara-negara tetangga tetap memberikan prospek positif bagi industri ini.
“Konsumsi semen per kapita nasional saat ini sekitar 243 kg per kapita,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran pers.
Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, konsumsi semen per kapita di Malaysia sebesar 751 kg per kapita, Thailand sebesar 443 kg per kapita dan Vietnam sebesar 661 kg per kapita. Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong penggunaan semen dalam negeri pada program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya, sehingga diharapkan utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan,” jelas Airlangga.
Dia menegaskan Kemenperin berkomitmen untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat berkembang. Upaya yang dilakukan, antara lain dengan mengendalikan impor semen maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, serta penerapan dan penegakan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib maupun pengembangannya.
“Selain itu, kami juga meminta kepada pelaku industri semen nasional agar terus membangun budaya inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional,” paparnya.(*/tim redaksi 03)
Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar dan data industri lainnya, total terdapat 130 database, klik di sini
** Butuh marketing inteligence dan copywriter, klik di sini
Minggu, 12 Maret 2017
Pendapatan Krakatau Steel Tumbuh Tipis, Rugi Bersih Mengecil
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), BUMN produsen baja, mencatatkan pendapatan sepanjang 2016 sebesar US$ 1,34 miliar, tumbuh tipis 1,5% dibanding tahun sebelumnya US$ 1,32 miliar. Menurut laporan keuangan perseroan, kenaikan pendapatan seiring peningkatan volume penjualan baja di pasar lokal dan ekspor.
Penjualan produk baja Krakatau Steel tumbuh 2,3% menjadi US$ 1,06 miliar pada 2016 dibanding tahun sebelumnya US$ 1,03 miliar. Pertumbuhan pendapatan KS juga ditopang peningkatan pendapatan dari segmen real estate dan perhotelan, jasa pengelolaan pelabuhan, serta jasa lainnya. Sementara segmen pendapatan KS dari rekayasa dan konstruksi turun signifikan sebesar 53,5% menjadi US$ 52 juta dari sebelumnya US$ 112 juta.
Beban pokok pendapatan Krakatau Steel mengalami penurunan yang drastis sebesar 12,59% dari posisi US$ 1,35 miliar di 2015 menjadi US$ 1,18 miliar di akhir Desember 2016. Keadaan itu membuat perusahaan mencetak laba kotor sebanyak US$ 155,22 juta, padahal di 2015 perusahaan mencatatkan rugi kotor sebesar US$ 36,43 juta.
Beban penjualan perseroan mengalami peningkatan tipis menjadi US$ 30,37 juta di 2016, bila dibanding posisi 2015 mencapai US$ 29,75 juta. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$ 146,36 juta, dari porsi US$ 117,88 juta di 2015.
Penjualan limbah produksi turun menjadi US$ 1,53 juta, padahal pada 2015 tercatat sebesar US$ 2,15 juta. Laba pelepasan aset tetap sebesar US$ 3,73 juta, pendapatan operasi lain-lain sebesar US$ 26,34 juta, dan beban operasi lain-lain menjadi US$ 5,71 juta.
Bagian rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar US$ 60,61 juta, pendapatan keuangan sebesar US$ 10,99 juta, pajak terkait pendapatan keuangan sebesar US$ 1,56 juta, rugi selisih kurs mencapai US$ 17,25 juta, dan beban keuangan mencapai US$ 127,65 juta.
Pada akhirnya, Krakatau Steel masih mencatat kerugian sepanjang 2016. Namun demikian, kerugian perseroan mengalami penurunan 46,35% menjadi US$ 171,69 juta di tahun lalu, dari posisi rugi bersih sebesar US$ 320,02 juta di 2015.
Adapun posisi aset perseroan mampu terkerek ke posisi lebih tinggi sebesar US$ 3,93 miliar atau naik 6,21% dari porsi US$ 3,7 miliar di 2015. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar US$ 2,09 miliar dan US$ 1,83 miliar.
Target 2017
Sementara itu, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), produsen baja, mematok pendapatan senilai Rp1,3 triliun pada 2017 karena didukung cerahnya penjualan dan kenaikan harga baja.
“Kami melihat, pemerintah mulai serius membatasi peredaran baja impor. Kalau pemerintah sudah membatasi, konsumen akan beralih produk lokal,” kata Direktur Utama Saranacentral Bajatama, Handaja Susanto kepada pers.
Saat ini, Saranacentral Bajatama memiliki pabrik di Karawang Timur, Jawa Barat, dengan luas 11 hektare (ha). Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 12.000 ton per bulan. Rinciannya, 6.000 ton untuk galvanis dan 6.000 ton saranalum per bulan, serta 2.000 ton hingga 3.000 ton digunakan untuk produk colouring.
Agar kinerja mesin pabrik optimal, tahun ini Saranacentral Bajatama berencana merekondisi mesin untuk menambah kapasitas produksi secara bertahap dengan mengucurkan capital expenditure sekitar US$6 juta.
“Perseroan ingin menambah kapasitas produksi saranalum menjadi 8.000 ton sampai dengan 9.000 ton per bulan. Kapasitas tersebut akan maksimal operasionalnya pada pertengahan tahun depan,” papar Handaja.(*)
Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar dan data industri, total ada 130 database, klik di sini
** Butuh request data spesifik, klik di sini
Penjualan produk baja Krakatau Steel tumbuh 2,3% menjadi US$ 1,06 miliar pada 2016 dibanding tahun sebelumnya US$ 1,03 miliar. Pertumbuhan pendapatan KS juga ditopang peningkatan pendapatan dari segmen real estate dan perhotelan, jasa pengelolaan pelabuhan, serta jasa lainnya. Sementara segmen pendapatan KS dari rekayasa dan konstruksi turun signifikan sebesar 53,5% menjadi US$ 52 juta dari sebelumnya US$ 112 juta.
Beban pokok pendapatan Krakatau Steel mengalami penurunan yang drastis sebesar 12,59% dari posisi US$ 1,35 miliar di 2015 menjadi US$ 1,18 miliar di akhir Desember 2016. Keadaan itu membuat perusahaan mencetak laba kotor sebanyak US$ 155,22 juta, padahal di 2015 perusahaan mencatatkan rugi kotor sebesar US$ 36,43 juta.
Beban penjualan perseroan mengalami peningkatan tipis menjadi US$ 30,37 juta di 2016, bila dibanding posisi 2015 mencapai US$ 29,75 juta. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$ 146,36 juta, dari porsi US$ 117,88 juta di 2015.
Penjualan limbah produksi turun menjadi US$ 1,53 juta, padahal pada 2015 tercatat sebesar US$ 2,15 juta. Laba pelepasan aset tetap sebesar US$ 3,73 juta, pendapatan operasi lain-lain sebesar US$ 26,34 juta, dan beban operasi lain-lain menjadi US$ 5,71 juta.
Bagian rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar US$ 60,61 juta, pendapatan keuangan sebesar US$ 10,99 juta, pajak terkait pendapatan keuangan sebesar US$ 1,56 juta, rugi selisih kurs mencapai US$ 17,25 juta, dan beban keuangan mencapai US$ 127,65 juta.
Pada akhirnya, Krakatau Steel masih mencatat kerugian sepanjang 2016. Namun demikian, kerugian perseroan mengalami penurunan 46,35% menjadi US$ 171,69 juta di tahun lalu, dari posisi rugi bersih sebesar US$ 320,02 juta di 2015.
Adapun posisi aset perseroan mampu terkerek ke posisi lebih tinggi sebesar US$ 3,93 miliar atau naik 6,21% dari porsi US$ 3,7 miliar di 2015. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar US$ 2,09 miliar dan US$ 1,83 miliar.
Target 2017
Sementara itu, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), produsen baja, mematok pendapatan senilai Rp1,3 triliun pada 2017 karena didukung cerahnya penjualan dan kenaikan harga baja.
“Kami melihat, pemerintah mulai serius membatasi peredaran baja impor. Kalau pemerintah sudah membatasi, konsumen akan beralih produk lokal,” kata Direktur Utama Saranacentral Bajatama, Handaja Susanto kepada pers.
Saat ini, Saranacentral Bajatama memiliki pabrik di Karawang Timur, Jawa Barat, dengan luas 11 hektare (ha). Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 12.000 ton per bulan. Rinciannya, 6.000 ton untuk galvanis dan 6.000 ton saranalum per bulan, serta 2.000 ton hingga 3.000 ton digunakan untuk produk colouring.
Agar kinerja mesin pabrik optimal, tahun ini Saranacentral Bajatama berencana merekondisi mesin untuk menambah kapasitas produksi secara bertahap dengan mengucurkan capital expenditure sekitar US$6 juta.
“Perseroan ingin menambah kapasitas produksi saranalum menjadi 8.000 ton sampai dengan 9.000 ton per bulan. Kapasitas tersebut akan maksimal operasionalnya pada pertengahan tahun depan,” papar Handaja.(*)
Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar dan data industri, total ada 130 database, klik di sini
** Butuh request data spesifik, klik di sini
Kamis, 09 Maret 2017
Membedah Persaingan Sengit Industri Semen 2017
Aroma persaingan industri semen di Indonesia makin panas dan kritis. Bayangkan saja, kelebihan pasokan (oversupply) semen di Indonesia pada awal Maret 2017 diestimasi mencapai 50%, melampaui proyeksi awal dari Kementerian Perindustrian yang memperkirakan level oversupply hanya 38% pada 2018.
Menurut data yang diperoleh tim duniaindustri.com, kapasitas produksi semen saat ini telah menembus 93 juta ton, padahal demand hingga akhir 2016 hanya sebesar 62 juta ton. Itu berarti, separuh dari total kapasitas semen nasional berpotensi idle atau tidak terserap pasar domestik, jika tidak diekspor.
“Persaingan makin sengit. Oversupply ini terjadi karena kita terlambat investasi pada periode (pemerintahan lalu). Nah pas sekarang investasi, perekonomian melambat dan pemain baru bermunculan,” kata sumber duniaindustri.com dari kalangan pelaku industri semen.
Sebagai perbandingan, Kementerian Perindustrian memperkirakan kelebihan pasokan semen di Indonesia baru mencapai 38% pada 2018, meningkat dari level 37% pada 2016. Menurut Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono, kelebihan pasokan semen terjadi karena pertumbuhan kapasitas produksi melampaui kebutuhan dalam negeri.
“Persaingan industri semen akan semakin ketat, mengingat kapasitas produksi semen di Indonesia pada 2018 diperkirakan mencapai 106,3 juta ton, atau melebihi 38% dari kebutuhan nasional sebesar 66,2 juta ton,” ujar Achmad Sigit.
Kondisi kelebihan pasokan ini akan berdampak luas terhadap utilisasi pabrik, strategi pemasaran, strategi diversifikasi produk (ready mix and concrete products), efisiensi, kebijakan harga jual (pricing strategy), hingga mengarah pada isu konsolidasi pemain. Terbukti, tren penurunan harga telah mencapai dua digit terutama di daerah dengan permintaan besar dan tingkat persaingan tinggi, menurut pemantauan duniaindustri.com.
Untuk informasi dan data lebih spesifik, silakan dicermati analisis dan database duniaindustri.com yang terangkum secara lengkap dalam indeks data industri di pojok kiri atas website ini (duniaindustri.com).
Periode Kritis
Industri semen di Indonesia akan memasuki periode kritis pada 2015-2020 seiring dengan kelebihan pasokan (oversupply) dengan hadirnya pemain baru, pelemahan permintaan domestik, serta kelesuan perekonomian nasional. Perusahaan yang tidak mampu bersaing diperkirakan akan mengalami kemunduran drastis hingga terancam bangkrut.
Pembangunan pabrik baru oleh pemain existing dan pemain baru semen mendorong investasi di industri ini mencapai Rp 15 triliun sepanjang 2016. Meski demikian, konsumsi semen per kapita di Indonesia yang masih rendah dibanding negara-negara tetangga tetap memberikan prospek positif bagi industri ini.
“Konsumsi semen per kapita nasional saat ini sekitar 243 kg per kapita,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran pers.
Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, konsumsi semen per kapita di Malaysia sebesar 751 kg per kapita, Thailand sebesar 443 kg per kapita dan Vietnam sebesar 661 kg per kapita. Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong penggunaan semen dalam negeri pada program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya, sehingga diharapkan utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan,” jelas Airlangga. Ia menegaskan Kemenperin berkomitmen untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat berkembang.
Upaya yang dilakukan, antara lain dengan mengendalikan impor semen maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, serta penerapan dan penegakan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib maupun pengembangannya.
“Selain itu, kami juga meminta kepada pelaku industri semen nasional agar terus membangun budaya inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional,” paparnya.(*)
Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar atau data industri lainnya, total 130 database, klik di sini
** Butuh copywriter andal, klik di sini
Menurut data yang diperoleh tim duniaindustri.com, kapasitas produksi semen saat ini telah menembus 93 juta ton, padahal demand hingga akhir 2016 hanya sebesar 62 juta ton. Itu berarti, separuh dari total kapasitas semen nasional berpotensi idle atau tidak terserap pasar domestik, jika tidak diekspor.
“Persaingan makin sengit. Oversupply ini terjadi karena kita terlambat investasi pada periode (pemerintahan lalu). Nah pas sekarang investasi, perekonomian melambat dan pemain baru bermunculan,” kata sumber duniaindustri.com dari kalangan pelaku industri semen.
Sebagai perbandingan, Kementerian Perindustrian memperkirakan kelebihan pasokan semen di Indonesia baru mencapai 38% pada 2018, meningkat dari level 37% pada 2016. Menurut Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono, kelebihan pasokan semen terjadi karena pertumbuhan kapasitas produksi melampaui kebutuhan dalam negeri.
“Persaingan industri semen akan semakin ketat, mengingat kapasitas produksi semen di Indonesia pada 2018 diperkirakan mencapai 106,3 juta ton, atau melebihi 38% dari kebutuhan nasional sebesar 66,2 juta ton,” ujar Achmad Sigit.
Kondisi kelebihan pasokan ini akan berdampak luas terhadap utilisasi pabrik, strategi pemasaran, strategi diversifikasi produk (ready mix and concrete products), efisiensi, kebijakan harga jual (pricing strategy), hingga mengarah pada isu konsolidasi pemain. Terbukti, tren penurunan harga telah mencapai dua digit terutama di daerah dengan permintaan besar dan tingkat persaingan tinggi, menurut pemantauan duniaindustri.com.
Untuk informasi dan data lebih spesifik, silakan dicermati analisis dan database duniaindustri.com yang terangkum secara lengkap dalam indeks data industri di pojok kiri atas website ini (duniaindustri.com).
Periode Kritis
Industri semen di Indonesia akan memasuki periode kritis pada 2015-2020 seiring dengan kelebihan pasokan (oversupply) dengan hadirnya pemain baru, pelemahan permintaan domestik, serta kelesuan perekonomian nasional. Perusahaan yang tidak mampu bersaing diperkirakan akan mengalami kemunduran drastis hingga terancam bangkrut.
Pembangunan pabrik baru oleh pemain existing dan pemain baru semen mendorong investasi di industri ini mencapai Rp 15 triliun sepanjang 2016. Meski demikian, konsumsi semen per kapita di Indonesia yang masih rendah dibanding negara-negara tetangga tetap memberikan prospek positif bagi industri ini.
“Konsumsi semen per kapita nasional saat ini sekitar 243 kg per kapita,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran pers.
Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, konsumsi semen per kapita di Malaysia sebesar 751 kg per kapita, Thailand sebesar 443 kg per kapita dan Vietnam sebesar 661 kg per kapita. Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong penggunaan semen dalam negeri pada program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya, sehingga diharapkan utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan,” jelas Airlangga. Ia menegaskan Kemenperin berkomitmen untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat berkembang.
Upaya yang dilakukan, antara lain dengan mengendalikan impor semen maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, serta penerapan dan penegakan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib maupun pengembangannya.
“Selain itu, kami juga meminta kepada pelaku industri semen nasional agar terus membangun budaya inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional,” paparnya.(*)
Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar atau data industri lainnya, total 130 database, klik di sini
** Butuh copywriter andal, klik di sini
Kamis, 02 Maret 2017
Database Potential Buyers Permudah Optimalkan Peluang Ekspor
Dalam persaingan bisnis terutama ekspor, peranan database potential buyers sangatlah penting. Tidak hanya mampu mengoptimalkan peluang di pasar ekspor, peranan tersebut juga dapat membuka celah baru yang tidak diperhitungkan sebelumnya.Duniaindustri.com, startup data, berita, dan komunitas industri di Indonesia, menawarkan database potential buyers terlengkap dengan disertai analisa tren lima tahun terakhir. Database yang diupdate tiap minggu ini layaknya tracking system dengan mesin yang menghasilkan database dengan keakuratan tinggi, validitas mumpuni, serta kemudahan komparasi dari sisi kuantitas dan harga.
Database tersebut akan melengkapi 130 database yang dimiliki duniaindustri.com saat ini. Database potential buyers ini mencakup nama perusahaan, alamat, nomor kontak, nilai ekspor, volume ekspor, dan juga negara tujuan. Database ini sangat berguna bagi perusahaan-perusahaan logistik, pelayaran, kargo, trading company, pembeli asing, distributor, pemasok bahan baku, dan lainnya. Pengguna database ini bisa dari jajaran top executive perusahaan, direksi, manager, supply chain manager, export manager, business development manager, marketing, direktur pemasaran, hingga akademisi, peneliti, dan lainnya.
Duniaindustri.com sejak 2011 menaruh perhatian besar bagi perkembangan database di Indonesia untuk menyokong pertumbuhan bisnis, strategic planning, inovasi perusahaan, strategi pemasaran (marketing strategic), dan supply chain management. Database industri sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun perorangan, investor, pemangku kebijakan, direksi perusahaan, marketer, lembaga pemerintahan, institusi asing, lembaga pembiayaan, mahasiswa, dan lainnya.
Saat ini Duniaindustri.com menghimpun lebih dari 130 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi. Duniaindustri.com juga telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Cikarang, Bandung, Surabaya, Palu, Bali, dan daerah lainnya.
Jika Anda kesulitan atau butuh info lebih lanjut, hubungi desainbagus.com, Jln Mandar XII Blok DD2 No 69, Bintaro Sektor 3A, Tangerang, Phone: 021-7358329. Atau jika Anda tidak menemukan data yang dicari, silakan klik detektif industri untuk pencarian spesifik (request data), Indeks Data Industri untuk melihat database secara keseluruhan, Datapedia Marketplace untuk jual-beli data, di bagian atas website ini.(*)
Sumber: klik di sini
* Butuh database atau riset pasar lainnya, total 130 database, klik di sini
** Butuh jasa market intelligence, klik di sini
Ebook Data, Analisis, dan Ulasan Industri Rokok Terlengkap
Industri rokok di Indonesia terbilang unik. Di tengah derasnya gaung aktivis kesehatan, industri rokok di negeri ini tetap bertahan. Bahkan pada 2015, industri rokok memberikan sumbangan cukai terbesar, yaitu sebesar Rp139,5 triliun dari jumlah capaian cukai sebesar Rp144,6 triliun.
Untuk mengetahui seluk beluk industri rokok, seputar tren produksi, konsumsi, persaingan pangsa pasar, persaingan penjualan per brand, strategi pemasaran, duniaindustri.com memiliki database yang cukup lengkap untuk membahasnya.
Duniaindustri.com memiliki database yang terus diupdate untuk memotret pertumbuhan secara komprehensif guna mendukung perkembangan di masa depan. Salah satu database andalan duniaindustri.com adalah Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren konsumsi Rokok).
Untuk mengetahui isinya secara lengkap, mari kita lihat bersama-sama:
1. Sampul Depan
2. tabel pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2014-
2019, highight ringkas, dan tren inflasi periode 2000-oktober 2015
3. tabel potensi consumer market di Indonesia saat ini dan 2030
4. tabel proyeksi populasi di Indonesia periode 2010-
2019, PDB nominal, PDB nominal per kapita, laju urbanisasi, konsumen kelas menengah atas (jumlah), konsumen kelas menengah atas (persen)
5. tren produksi dan pertumbuhan rokok periode 2005-2015, sumber riset pasar duniaindustri.com
6. estimasi produksi dan pertumbuhan rokok periode 2016, sumber riset pasar duniaindustri.com
7. tren produksi 7 perusahaan rokok (market leader) periode 2005-2010, sumber riset pasar duniaindustri.com.
8. tren produksi 7 perusahaan rokok (market leader) periode 20011-2016, sumber riset pasar duniaindustri.com.
9. komparasi konsumsi dan produksi rokok di Indonesia periode 2013-2015
10. ada tiga tabel: Pertama, volume produksi perusahaan rokok dengan pangsa pasar terbesar 2011-YTD September 2015. Kedua: jumlah perusahaan, produksi, dan nilai cukai periode 2007-2011. Ketiga, nilai pasar industri rokok periode 2014-2016
11. tren pasar rokok per segmen (SKM, SKT, dan SPM) periode 2014, 2015, Q1 2016
12. ada dua tabel; pertama, konsumsi rokok di Indonesia 2006-2012. Kedua: harga rata-rata rokok di asia tenggara
13. tren pertumbuhan volume produksi rokok secara segmen (SKM, SKT, dan SPM) periode 2005-2011
14. tren pangsa pasar rokok di Indonesia periode 1979, 1989, 1998, 2005, 2010, YTD 2015 (dua tabel) disertai analisis duniaindustri.com
15. tren pangsa pasar rokok di indonesia periode 1997, 1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, YTD Agustus 2004
16. Analisis persaingan pangsa pasar, sumber duniaindustri.com
17. Jumlah perokok di Indonesia 1995-2010, jumlah perokok periode 2011-2016, sumber estimasi duniaindustri.com
18. Genre perokok (pria/wanita), periode 2000-2012, dan persentase komposisi pria perokok dan pria tidak perokok, demikian juga wanita
19. ekspor-impor rokok berdasarkan nomor HS tertentu periode 2008-2011,
20. market leader brand rokok periode 2014-2015
21. strategi pasar market leader rokok di Indonesia
22. tren pangsa pasar market leader rokok di Indonesia periode q12015, q2 2015, q3 2015, q4 2015, q1 2016
23. komparasi volume produksi dan pangsa pasar market leader periode 2014-2015
24. pangsa pasar segmen SKM market leader per brand periode 2014, 2015, q1 2015, dan q1 2016
25. pangsa pasar seluruh segmen SKM, SKT, dan SPM market leader periode 2014, 2015, dan q1 2016
26. pangsa pasar 10 brand terbesar rokok di Indonesia periode januari-september 2015
27. pangsa pasar per brand periode 2012-2014 dan YTD september 2015,
28. grafis informasi umum fasilitas produksi, jumlah pekerja market leader rokok
29. bagan jaringan distribusi market leader rokok
30-31. kinerja keuangan market leader
32. strategi peningkatan profit market leader
33-35. informasi produksi, kinerja keuangan second market leader
36. informasi pertumbuhan produksi market leader nomor 4
37-44 informasi umum profil, kapasitas produksi, dll market leader keenam di Indonesia
45. sampul penutup.
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok) ini dirilis November 2016 menampilkan riset independen, data komprehensif, analisis, serta kompetisi pangsa pasar di industri rokok
di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari tren volume
produksi enam perusahaan terbesar, nilai pasar industri, jumlah
perusahaan, tren konsumsi rokok, jumlah perokok, segmentasi perokok,
serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara.
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok) dimulai dengan dengan menampilkan highlights ekonomi serta pasar Indonesia, dilengkapi tren konsumen dan tingkat daya beli, serta segmentasi konsumen kelas menengah di Indonesia. (halaman 2-4)
Kemudian, masuk ke pembahasan inti dari riset ini yakni tren produksi rokok di Indonesia periode 2005-2016 (halaman 5-6). Lebih spesifik, riset ini menampilkan tren produksi rokok dari enam perusahaan pemimpin pasar periode 2005-2016 (halaman 7-8).
Data tersebut diperkuat dengan komparasi antara produksi dan konsumsi rokok di Indonesia periode 2013-2015 (halaman 9). Juga, data tersebut dilengkapi dengan tren produksi industri periode 2011-2015, nilai pasar (market size) industri rokok 2014-2016, serta perkembangan jumlah, produksi, dan cukai rokok 2007-2011 pada halaman 10.
Tren pasar rokok juga dibedah secara lebih detail untuk melihat perubahan segmen sigaret putih mesin (SPM), sigaret kretek tangan (SKT), dan sigaret kretek mesin (SKM) periode 2014-2016 pada halaman 11. Selanjutnya, tren konsumsi rokok disajikan dengan tabel yang menarik untuk periode 2006-2013 serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara periode 2014, pada halaman 12. Tren pertumbuhan volume rokok nasional juga dipaparkan lebih detail pada halaman 13, dengan penjabaran per segmen rokok.
Beralih ke pembahasan kompetisi pasar, pada halaman 14-16 dijabarkan tren pemimpin pasar industri rokok Indonesia sejak 1979-2015 beserta analisisnya. Tahun 2005 merupakan tahun bersejarah bagi industri rokok karena terjadi pergeseran market leader di industri ini.
Pada halaman 17 dijabarkan jumlah perokok di Indonesia periode 1995-2016, posisi jumlah konsumen rokok di Indonesia di antara negara-negara di dunia. Data itu diperkuat dengan tren proporsi genre konsumen perokok (pria dan wanita) dikaitkan dengan tren pertumbuhan penduduk berdasarkan kelamin pada halaman 18. Pada halaman 19 ditampilkan ekspor-impor rokok berdasarkan nomor HS periode 2008-2011.
Beranjak ke pembahasan market leader brand rokok, riset ini menampilkan tren pangsa pasar rokok per merek periode 2012-2015 halaman 20-27. Pembahasan market intelligence terkait jaringan distribusi dan strategi distribusi market leader dipaparkan pada halaman 28-29. Kinerja keuangan market leader ditampilkan pada halaman 30-32.
Market intelligence juga ditampilkan untuk tiga perusahaan rokok penguasa pasar terkait kinerja pangsa pasar (market share), tren produksi, kinerja keuangan, dan jaringan distribusi pada halaman 33-44.
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok) sebanyak 45 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)
Sumber: di sini
* Butuh riset pasar atau data industri lainnya, total 130 database, klik di sini
** Butuh copywriter andal, klik di sini
Untuk mengetahui seluk beluk industri rokok, seputar tren produksi, konsumsi, persaingan pangsa pasar, persaingan penjualan per brand, strategi pemasaran, duniaindustri.com memiliki database yang cukup lengkap untuk membahasnya.
Duniaindustri.com memiliki database yang terus diupdate untuk memotret pertumbuhan secara komprehensif guna mendukung perkembangan di masa depan. Salah satu database andalan duniaindustri.com adalah Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren konsumsi Rokok).
Untuk mengetahui isinya secara lengkap, mari kita lihat bersama-sama:
1. Sampul Depan
2. tabel pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2014-
2019, highight ringkas, dan tren inflasi periode 2000-oktober 2015
3. tabel potensi consumer market di Indonesia saat ini dan 2030
4. tabel proyeksi populasi di Indonesia periode 2010-
2019, PDB nominal, PDB nominal per kapita, laju urbanisasi, konsumen kelas menengah atas (jumlah), konsumen kelas menengah atas (persen)
5. tren produksi dan pertumbuhan rokok periode 2005-2015, sumber riset pasar duniaindustri.com
6. estimasi produksi dan pertumbuhan rokok periode 2016, sumber riset pasar duniaindustri.com
7. tren produksi 7 perusahaan rokok (market leader) periode 2005-2010, sumber riset pasar duniaindustri.com.
8. tren produksi 7 perusahaan rokok (market leader) periode 20011-2016, sumber riset pasar duniaindustri.com.
9. komparasi konsumsi dan produksi rokok di Indonesia periode 2013-2015
10. ada tiga tabel: Pertama, volume produksi perusahaan rokok dengan pangsa pasar terbesar 2011-YTD September 2015. Kedua: jumlah perusahaan, produksi, dan nilai cukai periode 2007-2011. Ketiga, nilai pasar industri rokok periode 2014-2016
11. tren pasar rokok per segmen (SKM, SKT, dan SPM) periode 2014, 2015, Q1 2016
12. ada dua tabel; pertama, konsumsi rokok di Indonesia 2006-2012. Kedua: harga rata-rata rokok di asia tenggara
13. tren pertumbuhan volume produksi rokok secara segmen (SKM, SKT, dan SPM) periode 2005-2011
14. tren pangsa pasar rokok di Indonesia periode 1979, 1989, 1998, 2005, 2010, YTD 2015 (dua tabel) disertai analisis duniaindustri.com
15. tren pangsa pasar rokok di indonesia periode 1997, 1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, YTD Agustus 2004
16. Analisis persaingan pangsa pasar, sumber duniaindustri.com
17. Jumlah perokok di Indonesia 1995-2010, jumlah perokok periode 2011-2016, sumber estimasi duniaindustri.com
18. Genre perokok (pria/wanita), periode 2000-2012, dan persentase komposisi pria perokok dan pria tidak perokok, demikian juga wanita
19. ekspor-impor rokok berdasarkan nomor HS tertentu periode 2008-2011,
20. market leader brand rokok periode 2014-2015
21. strategi pasar market leader rokok di Indonesia
22. tren pangsa pasar market leader rokok di Indonesia periode q12015, q2 2015, q3 2015, q4 2015, q1 2016
23. komparasi volume produksi dan pangsa pasar market leader periode 2014-2015
24. pangsa pasar segmen SKM market leader per brand periode 2014, 2015, q1 2015, dan q1 2016
25. pangsa pasar seluruh segmen SKM, SKT, dan SPM market leader periode 2014, 2015, dan q1 2016
26. pangsa pasar 10 brand terbesar rokok di Indonesia periode januari-september 2015
27. pangsa pasar per brand periode 2012-2014 dan YTD september 2015,
28. grafis informasi umum fasilitas produksi, jumlah pekerja market leader rokok
29. bagan jaringan distribusi market leader rokok
30-31. kinerja keuangan market leader
32. strategi peningkatan profit market leader
33-35. informasi produksi, kinerja keuangan second market leader
36. informasi pertumbuhan produksi market leader nomor 4
37-44 informasi umum profil, kapasitas produksi, dll market leader keenam di Indonesia
45. sampul penutup.
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok) ini dirilis November 2016 menampilkan riset independen, data komprehensif, analisis, serta kompetisi pangsa pasar di industri rokok
di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari tren volume
produksi enam perusahaan terbesar, nilai pasar industri, jumlah
perusahaan, tren konsumsi rokok, jumlah perokok, segmentasi perokok,
serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara.Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok) dimulai dengan dengan menampilkan highlights ekonomi serta pasar Indonesia, dilengkapi tren konsumen dan tingkat daya beli, serta segmentasi konsumen kelas menengah di Indonesia. (halaman 2-4)
Kemudian, masuk ke pembahasan inti dari riset ini yakni tren produksi rokok di Indonesia periode 2005-2016 (halaman 5-6). Lebih spesifik, riset ini menampilkan tren produksi rokok dari enam perusahaan pemimpin pasar periode 2005-2016 (halaman 7-8).
Data tersebut diperkuat dengan komparasi antara produksi dan konsumsi rokok di Indonesia periode 2013-2015 (halaman 9). Juga, data tersebut dilengkapi dengan tren produksi industri periode 2011-2015, nilai pasar (market size) industri rokok 2014-2016, serta perkembangan jumlah, produksi, dan cukai rokok 2007-2011 pada halaman 10.
Tren pasar rokok juga dibedah secara lebih detail untuk melihat perubahan segmen sigaret putih mesin (SPM), sigaret kretek tangan (SKT), dan sigaret kretek mesin (SKM) periode 2014-2016 pada halaman 11. Selanjutnya, tren konsumsi rokok disajikan dengan tabel yang menarik untuk periode 2006-2013 serta harga rata-rata rokok di Asia Tenggara periode 2014, pada halaman 12. Tren pertumbuhan volume rokok nasional juga dipaparkan lebih detail pada halaman 13, dengan penjabaran per segmen rokok.
Beralih ke pembahasan kompetisi pasar, pada halaman 14-16 dijabarkan tren pemimpin pasar industri rokok Indonesia sejak 1979-2015 beserta analisisnya. Tahun 2005 merupakan tahun bersejarah bagi industri rokok karena terjadi pergeseran market leader di industri ini.
Pada halaman 17 dijabarkan jumlah perokok di Indonesia periode 1995-2016, posisi jumlah konsumen rokok di Indonesia di antara negara-negara di dunia. Data itu diperkuat dengan tren proporsi genre konsumen perokok (pria dan wanita) dikaitkan dengan tren pertumbuhan penduduk berdasarkan kelamin pada halaman 18. Pada halaman 19 ditampilkan ekspor-impor rokok berdasarkan nomor HS periode 2008-2011.
Beranjak ke pembahasan market leader brand rokok, riset ini menampilkan tren pangsa pasar rokok per merek periode 2012-2015 halaman 20-27. Pembahasan market intelligence terkait jaringan distribusi dan strategi distribusi market leader dipaparkan pada halaman 28-29. Kinerja keuangan market leader ditampilkan pada halaman 30-32.
Market intelligence juga ditampilkan untuk tiga perusahaan rokok penguasa pasar terkait kinerja pangsa pasar (market share), tren produksi, kinerja keuangan, dan jaringan distribusi pada halaman 33-44.
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok) sebanyak 45 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)
Sumber: di sini
* Butuh riset pasar atau data industri lainnya, total 130 database, klik di sini
** Butuh copywriter andal, klik di sini
Langganan:
Postingan (Atom)















