Selasa, 30 Mei 2017

12 Kumpulan Database Spesifik Industri Semen

Persaingan di industri semen makin tajam dan sengit. Dengan kehadiran pemain-pemain baru, pemain existing terutama tiga big players makin terusik. Mengutip azas umum persaingan, setiap pemain akan melakukan berbagai strategi untuk menghadapi serangan pemain baru ataupun mempertahankan pangsa pasar yang ada.

Kerasnya persaingan pasar di industri ini juga terlihat dari tren penurunan harga semen, yang di sisi lain justru menguntungkan konsumen. Brand equity pemain semen menjadi sedikit tergerus dengan godaan harga bagi konsumen yang terus turun dan akan menemukan titik keseimbangan baru.

Bagaimana pertempuran di pasar semen pada 2017-2018, duniaindustri.com memiliki 11 database khusus di industri ini yang ditujukan untuk memotret gambaran umum dan melakukan analisis eksklusif yang paling update. Mari kita simak penjelasannya di bawah ini:

(1) Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)
(2) Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018 (Arah Kompetisi Pasar; Pemain Baru vs Pemain Eksisting)
(3) Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
(4) Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
(5) Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
(6) Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
(7) Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
(8) Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
(9) Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
(10) Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
(11) Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
(12) Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia

Berikut detail outline dan penjabaran masing-masing:

(1) Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020) ini dirilis pada Mei 2017 menampilkan data dan kajian terbaru, analisi komprehensif, outlook dan prognosa, serta riset pasar dan isu menarik seputar industri semen di Indonesia. Analisis, data, dan proyeksi ini sangat berguna bagi peneliti, marketing, direksi, dan semua pihak yang berkepentingan dengan industri semen di Indonesia.

Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020) ini dimulai dengan menampilkan data terbaru pemetaan harga jual semen per wilayah di Indonesia secara aktual sebagai patokan tren persaingan pasar. Dari data tersebut diketahui kisaran harga semen per zak isi 50 kilogram sekitar Rp 53.000 - Rp 2.300.000,- (halaman 2)

Data tersebut diperkuat dengan sebaran harga semen secara bulanan di kawasan Indonesia bagian timur. (halaman 3) Kemudian dilanjutkan dengan jalur logistik semen ke Indonesia bagian Timur dengan rincian biaya pra-shipment, tarif tol laut, biaya post shipment, dan ongkos distribusi. (halaman 4)

Berlanjut ke halaman 5, ditampilkan simulasi angkutan semen dari timur Pulau Jawa hingga ke Indonesia bagian timur. Juga ditampilkan komparasi biaya tarif angkutan laut dan angkutan udara. Data tersebut makin diperkuat dengan simulasi total kebutuhan ongkos dan distribusi semen di Indonesia bagian timur pada halaman 6. Dari simulasi tersebut, kemudian dianalisis pada halaman 7.

Pada halaman 8, ditampilkan total harga semen di Papua, lengkap dengan total permintaan pasar per daerah. Data tersebut dianalisis kembali pada halaman 9. Disusul pembahasan mengenai harga jual semen di Papua yang dijelaskan per daerah dan per biaya pada halaman 10-15.

Pada halaman 16 dipaparkan kondisi permintaan (demand) pasar semen di Indonesia bagian timur per daerah dikomparasi dengan total Indonesia per wilayah. Kemudian pada halaman 17-18 ditampilkan proyeksi kapasitas pabrik di Indonesia bagian timur dari seluruh pemain, dilengkapi dengan tren pertumbuhan secara nasional.

Beralih ke pembahasan lain, data ini juga menampilkan peta pangsa pasar seluruh pemain semen, baik itu pemain existing (big players tier-1) maupun pemain baru (tier-2) per bulan sejak kuartal IV 2014-kuartal IV 2016. (Halaman 19) Pada halaman 20-21, tim duniaindustri.com membuat riset independen terkait proyeksi dan prognosa tren perkembangan peta pangsa pasar (market share) seluruh pemain semen untuk 2017, dengan memfaktorkan sejumlah ekspansi dan tambahan kapasitas dari masing-masing pemain. Proyeksi itu disajikan dalam skenario A pada halaman 20 dan skenario B pada halaman 21.

Tim duniaindustri.com juga membuat analisis eksklusif terkait tren perkembangan peta panga pasar seluruh pemain semen pada halaman 22-23. Dari analisis ini, terlihat tren pergerakan pangsa pasar per kuartal sejak kuartal IV 2014-kuartal IV 2016, lengkap dengan sentimen kebijakan harga jual pemain serta strategi marketing.

Pada halaman 24-25, duniaindustri.com menghimpun informasi penting, isu terkini, dan rencana ekspansi para pemain semen. Tercatat lima pemain semen berencana merealisasikan ekspansi terbaru.
Pada halaman 26, ditampilkan tren pergerakan harga jual semen dan kebijakan perang harga yang sangat mempengaruhi perkembangan pangsa pasar para pemain semen.

Pada halaman 27-28, data dan kajian ini berlanjut ke highlight pasar semen 2016 yang menampilkan kilas balik pasar semen di Indonesia sepanjang tahun lalu (halaman 27). Pada halaman 28, ditampilkan proyeksi pasar semen 2017-2018 dengan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) yang masih membayangi.

Pada halaman 29 dipaparkan tren pertumbuhan penjualan semen secara bag (kemasan) atau bulk (curah). Sampai saat ini penjualan semen secara kemasan (bag) masih mendominasi dibanding bulk (curah) pada halaman 30.

Faktor pendorong penjualan semen terutama peningkatan belanja infrastruktur periode 2009-2017 dipaparkan pada halaman 31. Disusul komparasi pertumbuhan penjualan semen domestik, persentase pertumbuhan, serta tren suku bunga acuan Bank Indonesia pada halaman 32. Berlanjut pada komparasi penjualan semen dan kapasitas pabrik serta tingkat rata-rata utilisasi periode 2010-2017F pada halaman 33-34.

Estimasi pergerakan harga jual semen periode 2013-2018 dipaparkan pada halaman 35, disusul tren utilisasi pabrik per perusahaan semen di Indonesia pada halaman 33-37. Munculnya pemain-pemain baru yang dilengkapi dengan kapasitas produksi, target pangsa pasar, serta market intelligence terbaru dipaparkan pada halaman 38-42.

Informasi penting ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih detail terkait peta persaingan industri semen di Indonesia ke depan. Meski pasar semen Indonesia diwarnai perlambatan pasar, persaingan ketat, serta kelebihan pasokan yang terus berlanjut, prospek industri ini ke depan masih cukup menarik untuk jangka menengah. Terlebih lagi jika melihat konsumsi semen per kapita dan proyek infrastruktur yang digencarkan pemerintah. Kedua faktor tersebut dibahas secara detail pada halaman 43-46.

Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)
sebanyak 47 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), BPS, Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan semen di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 139 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

(2) Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018 (Arah Kompetisi Pasar; Pemain Baru vs Pemain Eksisting) ini dirilis pada Februari 2018 menampilkan data terbaru, analisi komprehensif, outlook dan prognosa, serta riset pasar dan isu menarik seputar industri semen di Indonesia. Analisis, data, dan proyeksi ini sangat berguna bagi peneliti, marketing, direksi, dan semua pihak yang berkepentingan dengan industri semen di Indonesia.

Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018 (Arah Kompetisi Pasar; Pemain Baru vs Pemain Eksisting) ini dimulai dengan menampilkan data terbaru peta pangsa pasar seluruh pemain semen, baik itu pemain existing (big players tier-1) maupun pemain baru (tier-2) per bulan sejak kuartal IV 2014-kuartal IV 2016. (Halaman 2)

Pada halaman 3-4, tim duniaindustri.com membuat riset independen terkait proyeksi dan prognosa tren perkembangan peta pangsa pasar (market share) seluruh pemain semen untuk 2017, dengan memfaktorkan sejumlah ekspansi dan tambahan kapasitas dari masing-masing pemain. Proyeksi itu disajikan dalam skenario A pada halaman 3 dan skenario B pada halaman 4.

Tim duniaindustri.com juga membuat analisis eksklusif terkait tren perkembangan peta panga pasar seluruh pemain semen pada halaman 5-6. Dari analisis ini, terlihat tren pergerakan pangsa pasar per kuartal sejak kuartal IV 2014-kuartal IV 2016, lengkap dengan sentimen kebijakan harga jual pemain serta strategi marketing.

Pada halaman 7-8, duniaindustri.com menghimpun informasi penting, isu terkini, dan rencana ekspansi para pemain semen. Tercatat lima pemain semen berencana merealisasikan ekspansi terbaru.

Pada halaman 9, ditampilkan tren pergerakan harga jual semen dan kebijakan perang harga yang sangat mempengaruhi perkembangan pangsa pasar para pemain semen.

Pada halaman 10-11, duniaindustri.com membuat riset independen terkait fokus daerah 'pertempuran' dan persaingan pasar semen pada 2017-2018, dilengkapi dengan proyek-proyek infrastruktur yang sedang dibangun di daerah tersebut dan indikasi arah ekspansi dari para pemain.

Pada halaman 12-13, riset ini berlanjut ke highlight pasar semen 2016 yang menampilkan kilas balik pasar semen di Indonesia sepanjang tahun lalu (halaman 12). Pada halaman 13, ditampilkan proyeksi pasar semen 2017-2018 dengan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) yang masih membayangi.

Analisis eksklusif ini dilengkapi dengan data penjualan terupdate per bulan periode Januari 2016-Januari 2017 pada halaman 14-26. Pada halaman 27 dipaparkan tren pertumbuhan penjualan semen secara bag (kemasan) atau bulk (curah). Sampai saat ini penjualan semen secara kemasan (bag) masih mendominasi dibanding bulk (curah) pada halaman 28.

Faktor pendorong penjualan semen terutama peningkatan belanja infrastruktur periode 2009-2017 dipaparkan pada halaman 29. Disusul komparasi pertumbuhan penjualan semen domestik, persentase pertumbuhan, serta tren suku bunga acuan Bank Indonesia pada halaman 30. Berlanjut pada komparasi penjualan semen dan kapasitas pabrik serta tingkat rata-rata utilisasi periode 2010-2017F pada halaman 31-32.

Estimasi pergerakan harga jual semen periode 2013-2018 dipaparkan pada halaman 33, disusul tren utilisasi pabrik per perusahaan semen di Indonesia pada halaman 34-35.

Munculnya pemain-pemain baru yang dilengkapi dengan kapasitas produksi, target pangsa pasar, serta market intelligent terbaru dipaparkan pada halaman 36-40. Informasi penting ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih detail terkait peta persaingan industri semen di Indonesia ke depan.

Meski pasar semen Indonesia diwarnai perlambatan pasar, persaingan ketat, serta kelebihan pasokan yang terus berlanjut, prospek industri ini ke depan masih cukup menarik untuk jangka menengah. Terlebih lagi jika melihat konsumsi semen per kapita dan proyek infrastruktur yang digencarkan pemerintah. Kedua faktor tersebut dibahas secara detail pada halaman 41-44.

Berlanjut pada pembahasan berikutnya, pada halaman 45-59, dipaparkan informasi dan penjelasan penting terkait market leader semen serta data market intelligence terkait tiga pemimpin pasar semen di Indonesia. Data tiga market leader industri semen nasional itu antara lain mulai dari sejarah berdiri, kapasitas produksi, komposisi pemegang saham, anak usaha, lokasi pabrik semen (cement mill, kiln, packing plant), strategi ekspansi ke depan, volume penjualan dan kinerja keuangan.

Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018 (Arah Kompetisi Pasar; Pemain Baru vs Pemain Eksisting) sebanyak 60 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), BPS, Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan semen di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

(3) Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018) ini dirilis per akhir Januari 2017 menampilkan data, riset pasar, analisis, kajian, laporan, serta outlook pasar semen di Indonesia dengan rentang waktu 2015-2018F. Seluruh informasi tersebut disatukan untuk memberikan gambaran secara lebih rinci terkait tren pertumbuhan dan persaingan pasar pada periode 2015-2018F.

Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018) ini dimulai dengan pemaparan outlook ekonomi Indonesia 2017 pada halaman 2-4. Perekonomian Indonesia pada 2017 diestimasi tumbuh 5,1% dengan sejumlah tantangan baik dari dalam maupun luar negeri seperti kesenjangan infrastruktur antar daerah serta perlambatan perekonomian China.

Pada halaman 5, ditampilkan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas. Data tersebut diperkuat dengan acuan sebaran alokasi dana daerah 2017 (halaman 6), sebaran alokasi dana tranfer umum ke daerah (halaman 7), perbandingan pendapatan dan belanja daerah 2017 (halaman 8), serta komparasi pertumbuhan ekonomi daerah 2016 dengan sektor pendorongnya (halaman 9).

Dari sisi makro ekonomi, riset ini berlanjut ke highlight pasar semen 2016 yang menampilkan kilas balik pasar semen di Indonesia sepanjang tahun lalu (halaman 10). Pada halaman 11, ditampilkan proyeksi pasar semen 2017-2018 dengan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) yang masih membayangi.

Pada halaman 12-22, ditampilkan data-data penjualan semen per daerah per bulan sepanjang 2016 untuk menjadi acuan utama riset ini. Dengan acuan tersebut ditambah data makro ekonomi di atas, duniaindustri.com membuat riset eksklusif terkait tren pertumbuhan pasar semen pada 2017-2018 pada halaman 23-26.

Kondisi tren pertumbuhan pasar semen yang sepenuhnya belum pulih terdampak perlambatan ekonomi mesti berhadapan dengan persaingan ketat seiring adanya pemain-pemain baru. Tak heran, kondisi kelebihan pasokan (oversupply) industri semen di Indonesia yang terjadi pada 2016 akan berlanjut pada 2017-2018. Pembahasan itu ditampilkan pada halaman 27-31.

Sebagian referensi utama, duniaindustri.com juga menampilkan tren persaingan pasar di sejumlah pasar utama di Indonesia dengan kehadiran pemain-pemain baru semen. Tren persaingan pasar itu mencakup periode 2015-2017 pada halaman 32-36.

Munculnya pemain-pemain baru yang dilengkapi dengan kapasitas produksi, target pangsa pasar, serta market intelligent terbaru dipaparkan pada halaman 37-44. Informasi penting ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih detail terkait peta persaingan industri semen di Indonesia ke depan.

Meski pasar semen Indonesia diwarnai perlambatan pasar, persaingan ketat, serta kelebihan pasokan yang terus berlanjut, prospek industri ini ke depan masih cukup menarik untuk jangka menengah. Terlebih lagi jika melihat konsumsi semen per kapita dan proyek infrastruktur yang digencarkan pemerintah. Kedua faktor tersebut dibahas secara detail pada halaman 45-50.

Berlanjut pada pembahasan berikutnya, pada halaman 51-68, dijelaskan strategi market leader semen untuk mengatasi kondisi oversupply dan persaingan yang makin ketat, serta data market intelligent terkait tiga pemimpin pasar semen di Indonesia. Data tiga market leader industri semen nasional itu antara lain mulai dari sejarah berdiri, kapasitas produksi, komposisi pemegang saham, anak usaha, lokasi pabrik semen (cement mill, kiln, packing plant), strategi ekspansi ke depan, volume penjualan dan kinerja keuangan.

Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018) sebanyak 69 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), BPS, Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan semen di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

(4) Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) ini dirilis per Agustus 2016 menampilkan seluruh informasi mengenai kondisi kelebihan pasokan (oversupply) industri semen di Indonesia. Fokus utama pembahasan dalam riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook komprehensif ini terkait kondisi oversupply semen dan strategi para pemain.

Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) ini dimulai dengan tren permintaan (demand) semen 2003-2016, dikaitkan dengan kapasitas terpasang (instaled capacity), serta pertumbuhan konsumsi. (halaman 2) Dengan melihat tren jangka panjang sejak 2003, terlihat kapasitas semen domestik terus di atas tingkat konsumsi lokal, sehingga Indonesia tidak defisit pasokan semen. Oversupply terjadi saat pertumbuhan permintaan di bawah ekspektasi.

Pada halaman 3 ditampilkan grafis terkait proyeksi kondisi oversupply semen 2016-2020. Pertumbuhan kapasitas terpasang semen akan terjadi paling tinggi pada 2017, sementara estimasi produksi riil akan menyesuaikan. Tingkat permintaan semen diproyeksi tumbuh berkisar 4% (estimasi terendah), 6% (estimasi moderat), dan 8% (estimasi tertinggi) periode 2016-2020.

Kondisi oversupply semen juga dijabarkan lebih lanjut pada halaman 4 dengan komparasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 1993-2015. Duniaindustri.com membuat analisis eksklusif terkait kondisi oversupply semen untuk proyeksi 2016-2017. (halaman 5-6)

Pada halaman 7, dipaparkan faktor kunci pendorong tingkat permintaan (demand) semen di Indonesia, antara lain anggaran infrastruktur, perumahan, potensi pasar, serta bonus demografi penduduk kelas menengah. Pengembangan proyek-proyek infrastruktur dijabarkan lebih detail pada halaman 8-9 dan dilengkapi dengan korelasinya terhadap tingkat konsumsi semen per kapita di Indonesia.

Pengaruh proyek infrastruktur terhadap konsumsi semen juga terlihat dari perubahan porsi penjualan semen dari kemasan zak (bag) kepada partai besar (bulk) periode 1997-2016. (halaman 11-12)

Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) ini juga dilengkapi dengan data peta persaingan merek semen per daerah, market leader per daerah, serta perubahan dan pertumbuhannya hingga 2016. (halaman 13)

Pada halaman 14-20, dijelaskan strategi market leader semen untuk mengatasi kondisi oversupply dan persaingan yang makin ketat. Pada halaman 21 ditampilkan tingkat konsumsi semen di negara-negara ASEAN. Riset ini juga dilengkapi dengan strategi pemain dengan pangsa pasar kedua dan ketiga dalam menghadapi kondisi oversupply semen di pasar lokal.

Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) sebanyak 32 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), BPS, Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan semen di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

(5) Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version) ini dirilis per Juni 2016 menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan di industri semen di Indonesia, mencakup highlights dan profil ringkas pemain-pemain baru di industri ini sejak 2015-2017, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, perkembangan investasi atau ekspansi baru, hingga analisis prediksi persaingan pangsa pasar pemain baru dan pemain existing, serta prospek dan tantangan industi ini ke depan.

Data ini dimulai dengan menampilkan highlights industri semen sejak 2014-2016, mencakup kapasitas terpasang, kapasitas produksi, pertumbuhan pasar semen domestik, utilisasi pabrik semen domestik, serta konsumsi domestik, ekspor, dan impor. Kapasitas domestik pada 2015 dengan 9 pemain mencapai 80,4 juta ton. Tambahan kapasitas dari 4 pemain baru pada 2016 sebesar 8,7 juta ton menjadi 89,7 juta ton. (halaman 2)

Pada halaman 3 ditampilkan chart (infografik) terkait lokasi pabrik-pabrik pemain baru dan pemain existing di industri semen. Data itu dijabarkan kembali pada halaman 4 dengan tabel yang lengkap terkait kapasitas terpasang pemain existing semen periode 2013-2017, terkait ekspansi pemain existing, nilai investasi, kapasitas tambahan, kapasitas terpasang, dan jenis proyek. Di samping itu, juga dijabarkan pemain baru 2013-2017 lengkap dengan lokasi pabrik, kapasitas terpasang, nilai investasi, tahapan operasional, serta mitra usaha dan jenis proyek.

Di halaman 4 ditampilkan tren pertumbuhan konsumsi semen domestik dan pangsa pasar pemain-pemain existing periode 2014-2015 per daerah. Dengan hadirnya pemain baru yang membangun pabrik baru, peta persaingan akan makin ketat seperti ditampilkan pada halaman 5-6. Persaingan pangsa pasar semen di Pulau Jawa ditampilkan lebih detail pada halaman 7. Di halaman 8-13 ditampilkan profil singkat pemain-pemain baru di industri semen Indonesia, mencakup nama perusahaan, merek semen, tahun berdiri, kapasitas produksi per tahun, hingga jaringan distribusi.

Di halaman 14-18, duniaindustri.com secara eksklusif membuat kajian atau analisis independen terkait peta persaingan dan proyeksi pangsa pasar per daerah, serta strategi pasar dari pemain baru. Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan akan menjadi fokus persaingan pangsa pasar semen antara pemain baru versus pemain existing.

Di halaman 19 ditampilkan proyeksi pertumbuhan permintaan domestik, kapasitas produksi, kapasitas terpasang, serta pergerakan laju perekonomian Indonesia periode 2014-2019. Di halaman 20-21 dijabarkan segmentasi pasar semen nasional serta tren konsumsi semen per kapita di Indonesia.

Riset ini diberi labe new version karena terdapat sejumlah pembaruan, misalnya gambaran khusus (market intelligence) terhadap pemain baru yang kinerjanya meroket, terutama karena pangsa pasarnya naik signifikan. Pada halaman 23-24, ditampilkan hasil market intelligence dari duniaindustri.com terhadap pemain baru semen yang berpotensi mengubah pangsa pasar nasional.

Kemudian, hasil market intelligence itu dikomparasi dengan strategi para market leader yang telah lebih dahulu exist sehingga memberikan gambaran terhadap perkembangan masa depan. Juga ditampilkan data market leader industri semen nasional, mulai dari sejarah berdiri, kapasitas produksi, komposisi pemegang saham, anak usaha, lokasi pabrik semen (cement mill, kiln, packing plant), strategi ekspansi ke depan, volume penjualan dan kinerja keuangan.

Riset Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version) sebanyak 44 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), BPS, WHO dan Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan semen di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.

Indeks database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

(6) Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017 (pemain existing versus pemain baru) ini menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan di industri semen di Indonesia, mencakup highlights dan profil ringkas pemain-pemain baru di industri ini sejak 2015-2017, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, perkembangan investasi atau ekspansi baru, hingga analisis prediksi persaingan pangsa pasar pemain baru dan pemain existing, serta prospek dan tantangan industi ini ke depan.

Data ini dimulai dengan menampilkan highlights industri semen sejak 2014-2016, mencakup kapasitas terpasang, kapasitas produksi, pertumbuhan pasar semen domestik, utilisasi pabrik semen domestik, serta konsumsi domestik, ekspor, dan impor. Kapasitas domestik pada 2015 dengan 9 pemain mencapai 80,4 juta ton. Tambahan kapasitas dari 4 pemain baru pada 2016 sebesar 8,7 juta ton menjadi 89,7 juta ton. (halaman 2)

Pada halaman 3 ditampilkan chart (infografik) terkait lokasi pabrik-pabrik pemain baru dan pemain existing di industri semen. Data itu dijabarkan kembali pada halaman 4 dengan tabel yang lengkap terkait kapasitas terpasang pemain existing semen periode 2013-2017, terkait ekspansi pemain existing, nilai investasi, kapasitas tambahan, kapasitas terpasang, dan jenis proyek. Di samping itu, juga dijabarkan pemain baru 2013-2017 lengkap dengan lokasi pabrik, kapasitas terpasang, nilai investasi, tahapan operasional, serta mitra usaha dan jenis proyek.

Di halaman 4 ditampilkan tren pertumbuhan konsumsi semen domestik dan pangsa pasar pemain-pemain existing periode 2014-2015 per daerah. Dengan hadirnya pemain baru yang membangun pabrik baru, peta persaingan akan makin ketat seperti ditampilkan pada halaman 5-6. Persaingan pangsa pasar semen di Pulau Jawa ditampilkan lebih detail pada halaman 7. Di halaman 8-13 ditampilkan profil singkat pemain-pemain baru di industri semen Indonesia, mencakup nama perusahaan, merek semen, tahun berdiri, kapasitas produksi per tahun, hingga jaringan distribusi.

Di halaman 14-18, duniaindustri.com secara eksklusif membuat kajian atau analisis independen terkait peta persaingan dan proyeksi pangsa pasar per daerah, serta strategi pasar dari pemain baru. Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan akan menjadi fokus persaingan pangsa pasar semen antara pemain baru versus pemain existing.

Di halaman 19 ditampilkan proyeksi pertumbuhan permintaan domestik, kapasitas produksi, kapasitas terpasang, serta pergerakan laju perekonomian Indonesia periode 2014-2019. Di halaman 20-21 dijabarkan segmentasi pasar semen nasional serta tren konsumsi semen per kapita di Indonesia.
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017 sebanyak 23 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), BPS, WHO dan Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan semen di Indonesia.(*)

(7) Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri semen di Indonesia, mulai dari tren pertumbuhan pasar semen di Indonesia, pangsa pasar, kompetisi pasar, pemain baru dan ekspansi pemain existing, segmentasi pasar, harga jual rata-rata semen, pasar semen Asean (supply-demand), hingga pemimpin pasar, para pemain terbesar, strategi ekspansi ke depan, serta kinerja keuangan para pemain semen di negeri ini.

Data ini dimulai dari informasi umum terkait perkembangan Indonesia, mulai dari proyeksi pertumbuhan ekonomi periode 2014-2019, jumlah penduduk, segmentasi penduduk, dan peluang pasar di Indonesia (halaman 2). Selanjutnya, ditampilkan tren pertumbuhan infrastruktur sebagai salah satu penyerap semen terbesar, mulai dari anggaran belanja infrastruktur 2015-2019 (halaman
3). Juga, pertumbuhan infrastruktur jalan (roads) dan pelabuhan (ports) di Indonesia dibanding negara-negara Asean serta China, Taiwan, Jepang, dan Korea (halaman 4). Indonesia masih dikategorikan kurang belanja infrastruktur (underspending on infrastucture development). Meski anggaran infrastruktur Indonesia meningkat hingga di atas 2% dari PDB dari 1,7% pada 2011, dana tersebut masih relatif rendah dibanding kompetitor dengan rata-rata 4,1%. Selain itu ditampilkan proyek-proyek infrastruktur yang sedang dilakukan pemerintah hingga 2019 (halaman 5).

Di halaman 6, secara khusus ditampilkan tren kapasitas terpasang, kapasitas produksi, pertumbuhan pasar industri semen sejak 2014-2019. Semen kantong mendominasi pasar pengguna semen dengan komposisi 90% untuk perumahan dan 10% semen untuk industri, sedangkan semen curah mendominasi 23,3% di antaranya beton jadi (infrastruktur) 60%, beton pracetak, semen fiber, dan paving 35%, mortar dan render 5%. Ikut ditampilkan perbandingan konsumsi semen domestik, pertumbuhan konsumsi, serta kapasitas domestik semen periode 2003-2015 di halaman 8.

Di halaman 9, ditampilkan pertumbuhan konsumsi semen per kapita yang tumbuh dari 172 kilogram per kapita pada 2010 menjadi 238 per kapita pada 2015. Di halaman 10, dijabarkan rasio konsumsi semen dan pertumbuhannya terhadap laju ekonomi nasional periode 2002-2015. Di halaman 11, ditampilkan rasio konsumsi semen kantong dan semen curah periode 1997-2015.

Selanjutnya, pada halaman 12 ditampilkan pangsa pasar produsen semen per daerah. Di halaman 13, pangsa pasar tersebut dijabarkan secara lebih detail per daerah dan per pulau di Indonesia.
Kemudian di halaman 14, ditampilkan kapasitas semen beserta lokasi pabrik masing-masing produsen. Pada 2015, kapasitas semen domestik mencapai 80,4 juta ton, dan diperkirakan naik menjadi 89,7 juta ton pada 2016 dengan tambahan pabrik dari Semen Merah Putih, Anhui Conch, Siam Cement, dan Semen Pan Asia. Penambahan kapasitas produksi dari pemain baru dijelaskan lebih detail pada halaman 15 dengan total penambahan 9 pemain baru dan 6 ekapnsi dari pemain existing. Dengan adanya penambahan kapasitas pabrik baru, kompetisi pasar semen lokal makin ketat seperti ditampilkan pada halaman 16. Tidak heran jika produsen semen lokal mulai melirik pasar semen di ASEAN yang ikut dijelaskan pada halaman 17.

Pada halaman 18 mulai ditampilkan data market leader industri semen nasional, mulai dari sejarah berdiri, kapasitas produksi, komposisi pemegang saham, anak usaha, lokasi pabrik semen (cement mill, kiln, packing plant), strategi ekspansi ke depan, volume penjualan dan kinerja keuangan. Juga ikut ditampilkan struktur beban produksi (beban pabrikasi) produsen semen serta harga jual rata-rata semen. Data sebanyak 48 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), sejumlah perusahaan semen di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.(*)

(8) Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017 ini menampilkan tren investasi baru dan investasi tambahan produsen semen 2013-2017. Menurut data ini, total investasi tambahan dari produsen semen existing senilai US$ 4,13 miliar periode 2013-2017 dengan total rencana kapasitas 36,2 juta ton. Sementara rencana investasi pemain baru dari 9 produsen senilai US$ 4,47 miliar dengan total kapasitas 40,3 juta ton periode 2013-2017. Selain itu, ditampilkan komparasi konsumsi semen per kapita di Indonesia 2013 sebesar 229 kilogram, dibanding negara tetangga. Juga dipaparkan populasi distribusi penjualan semen berdasarkan daerah di Indonesia, Pulau Jawa menyerap semen sebesar 57,5%, disusul Sumatera 21,3%, dan daerah lainnya. Data berjumlah 29 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia, serta sejumlah produsen semen terbesar di Indonesia.(*)

(9) Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar ini menampilkan perbandingan kapasitas produsen semen di Asia Tenggara (7 negara) dan pangsa pasarnya. Di 7 negara Asia Tenggara, terdapat 7 pemain besar yang menguasai 99% pasar. Holcim sebelum merger dengan Lafarge memiliki kapasitas 41,9 juta ton di Asia Tenggara dan memiliki basis produksi di Indonesia (9,9 juta ton), Malaysia (1,2 juta ton), Filipina (9,1 juta ton), Thailand (16,5 juta ton), serta Vietnam (5,2 juta ton). Disusul PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang memiliki kapasitas 31,8 juta ton terdiri atas di Indonesia (29,5 juta ton) dan Vietnam (2,3 juta ton).

Siam Cement menguasai 23,5 juta ton kapasitas dari Thailand (23 juta ton) dan Kamboja (0,5 juta ton). Lafarge memiliki kapasitas 21,1 juta ton di Asia Tenggara, yakni Indonesia (1,6 juta ton), Malaysia (12,5 juta ton), Filipina (6,5 juta ton), dan Vietnam (0,5 juta ton). Sedangkan Heidelberg menguasai 21,05 juta ton kapasitas di Asia Tenggara terdiri dari Indonesia (20,5 juta ton) dan Brunei (0,55 juta ton). Selain itu, ditampilkan data pertumbuhan pasar semen Indonesia serta pangsa pasar pemain lokal, yakni Semen Indonesia, Indocement, Holcim, Semen Bosowa, Semen Andalas, Semen Baturaja, dan Semen Kupang. Data sebanyak 25 halaman ini berasal dari salah satu penguasa pasar semen di Asia Tenggara diolah duniaindustri.com.(*)

(10) Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir) ini menampilkan pertumbuhan konsumsi semen di Indonesia sepuluh tahun terakhir dikomparasikan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Data ini berasal dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) dan lembaga pemerintah terkait.(*)

(11) Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar (1957-2015). Data ini menggambarkan desain kapasitas dan strategi ekspansi BUMN semen periode 1957-2015.(*)

(12) Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia. Kajian mencakup design capacity, domestic growth, utilization, supply, market by geography, kinerja penjualan dan margin keuntungan. Periode lima tahun terakhir.(*)

Sumber: di sini

* Butuh data industri dan riset pasar lainnya, total tersedia 130 database, klik di sini
** Butuh marketing intelligence dan request data spesifik, klik di sini

Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)

Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020) ini dirilis pada Mei 2017 menampilkan data dan kajian terbaru, analisi komprehensif, outlook dan prognosa, serta riset pasar dan isu menarik seputar industri semen di Indonesia. Analisis, data, dan proyeksi ini sangat berguna bagi peneliti, marketing, direksi, dan semua pihak yang berkepentingan dengan industri semen di Indonesia.

Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020) ini dimulai dengan menampilkan data terbaru pemetaan harga jual semen per wilayah di Indonesia secara aktual sebagai patokan tren persaingan pasar. Dari data tersebut diketahui kisaran harga semen per zak isi 50 kilogram sekitar Rp 53.000 - Rp 2.300.000,- (halaman 2)

Data tersebut diperkuat dengan sebaran harga semen secara bulanan di kawasan Indonesia bagian timur. (halaman 3) Kemudian dilanjutkan dengan jalur logistik semen ke Indonesia bagian Timur dengan rincian biaya pra-shipment, tarif tol laut, biaya post shipment, dan ongkos distribusi. (halaman 4)

Berlanjut ke halaman 5, ditampilkan simulasi angkutan semen dari timur Pulau Jawa hingga ke Indonesia bagian timur. Juga ditampilkan komparasi biaya tarif angkutan laut dan angkutan udara. Data tersebut makin diperkuat dengan simulasi total kebutuhan ongkos dan distribusi semen di Indonesia bagian timur pada halaman 6. Dari simulasi tersebut, kemudian dianalisis pada halaman 7.

Pada halaman 8, ditampilkan total harga semen di Papua, lengkap dengan total permintaan pasar per daerah. Data tersebut dianalisis kembali pada halaman 9. Disusul pembahasan mengenai harga jual semen di Papua yang dijelaskan per daerah dan per biaya pada halaman 10-15.

Pada halaman 16 dipaparkan kondisi permintaan (demand) pasar semen di Indonesia bagian timur per daerah dikomparasi dengan total Indonesia per wilayah. Kemudian pada halaman 17-18 ditampilkan proyeksi kapasitas pabrik di Indonesia bagian timur dari seluruh pemain, dilengkapi dengan tren pertumbuhan secara nasional.

Beralih ke pembahasan lain, data ini juga menampilkan peta pangsa pasar seluruh pemain semen, baik itu pemain existing (big players tier-1) maupun pemain baru (tier-2) per bulan sejak kuartal IV 2014-kuartal IV 2016. (Halaman 19) Pada halaman 20-21, tim duniaindustri.com membuat riset independen terkait proyeksi dan prognosa tren perkembangan peta pangsa pasar (market share) seluruh pemain semen untuk 2017, dengan memfaktorkan sejumlah ekspansi dan tambahan kapasitas dari masing-masing pemain. Proyeksi itu disajikan dalam skenario A pada halaman 20 dan skenario B pada halaman 21.

Tim duniaindustri.com juga membuat analisis eksklusif terkait tren perkembangan peta panga pasar seluruh pemain semen pada halaman 22-23. Dari analisis ini, terlihat tren pergerakan pangsa pasar per kuartal sejak kuartal IV 2014-kuartal IV 2016, lengkap dengan sentimen kebijakan harga jual pemain serta strategi marketing.

Pada halaman 24-25, duniaindustri.com menghimpun informasi penting, isu terkini, dan rencana ekspansi para pemain semen. Tercatat lima pemain semen berencana merealisasikan ekspansi terbaru.
Pada halaman 26, ditampilkan tren pergerakan harga jual semen dan kebijakan perang harga yang sangat mempengaruhi perkembangan pangsa pasar para pemain semen.

Pada halaman 27-28, data dan kajian ini berlanjut ke highlight pasar semen 2016 yang menampilkan kilas balik pasar semen di Indonesia sepanjang tahun lalu (halaman 27). Pada halaman 28, ditampilkan proyeksi pasar semen 2017-2018 dengan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) yang masih membayangi.

Pada halaman 29 dipaparkan tren pertumbuhan penjualan semen secara bag (kemasan) atau bulk (curah). Sampai saat ini penjualan semen secara kemasan (bag) masih mendominasi dibanding bulk (curah) pada halaman 30.

Faktor pendorong penjualan semen terutama peningkatan belanja infrastruktur periode 2009-2017 dipaparkan pada halaman 31. Disusul komparasi pertumbuhan penjualan semen domestik, persentase pertumbuhan, serta tren suku bunga acuan Bank Indonesia pada halaman 32. Berlanjut pada komparasi penjualan semen dan kapasitas pabrik serta tingkat rata-rata utilisasi periode 2010-2017F pada halaman 33-34.

Estimasi pergerakan harga jual semen periode 2013-2018 dipaparkan pada halaman 35, disusul tren utilisasi pabrik per perusahaan semen di Indonesia pada halaman 33-37. Munculnya pemain-pemain baru yang dilengkapi dengan kapasitas produksi, target pangsa pasar, serta market intelligence terbaru dipaparkan pada halaman 38-42.

Informasi penting ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih detail terkait peta persaingan industri semen di Indonesia ke depan. Meski pasar semen Indonesia diwarnai perlambatan pasar, persaingan ketat, serta kelebihan pasokan yang terus berlanjut, prospek industri ini ke depan masih cukup menarik untuk jangka menengah. Terlebih lagi jika melihat konsumsi semen per kapita dan proyek infrastruktur yang digencarkan pemerintah. Kedua faktor tersebut dibahas secara detail pada halaman 43-46.

Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)
sebanyak 47 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), BPS, Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan semen di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 135 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini

Senin, 22 Mei 2017

Strategi Marketing dengan Medsos Campaign

Cara berpromosi secara tradisional dengan menyebarkan melalui radio, iklan TV dan iklan cetak hampir tidak seefektif dulu. Teknologi dan komunikasi yang selalu berubah serta kian berkembang menyebabkan perusahaan-perusahaan harus selalu menyesuaikan strategi pemasaran mereka dengan keadaan zaman. Di artikel ini akan dijabarkan strategi social media campaign dan bagaimana cara sebuah perusahaan untuk sukses mempromosikan bisnis mereka di jaman yang penuh dengan kompetisi ini.

Promosi melalui media email
Salah satu cara terbaik untuk secara konsisten berkomunikasi dengan para konsumen adalah melalui media email. Sebuah kampanye pemasaran melaui direct email adalah salah satu bisnis berkomunikasi langsung dengan konsumen potensial secara pribadi dan tepat sasaran. Setelah Anda mendapatkan alamat email para target market ini Kuncinya adalah bagaimana cara Anda menawarkan bisnis secara menarik bagi para konsumen dan mereka bersedia untuk membeli sesuatu yang perusahaan Anda tawarkan.

Cobalah untuk selalu mengirimkan email promosi kepada mereka dari waktu ke waktu. Pemasaran email ini harus mencakup informasi yang relevan (seperti penjualan mendatang) atau bahkan kupon / diskon. Dengan melakukan hal ini, Anda terus melakukan presentasi kepada para konsumen serta meningkatkan peluang Anda bahwa nantinya mereka akan mulai melirik bisnis Anda kembali.

Interactive Media Social Campaign
Bahkan sebuah perusahaan besar masih mencoba untuk mencari tahu cara apa yang paling efektif untuk menggunakan media sosial bagi keuntungan mereka. Perusahaan yang berhasil membangun situs media sosial yang mupuni akan memastikan bahwa mereka dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan para konsumennya secara langsung. Ingat, ini adalah sebuah media sosial. Dan media sosial merupakan salah satu dari beberapa cara bisnis yang dapat langsung mencapai jutaan konsumen di seluruh dunia . Namun, ada kalanya strategi social media campaign yang salah menyebabkan Anda kehilangan para calon target market. Kuncinya adalah bagaimana cara Anda membangun kepercayaan dari para konsumen yang terhubung dengan perusahaan Anda melalui sarana media sosial.

Setelah terbentuknya sebuah kepercayaan dari para konsumen terhadapa perusahaan Anda, Kedepannya para calon target market ini akan mulai melakukan pembelian. Aktivitas pembelian tidak akan dapat terjadi jika para konsumen tidak mempercayai perusahaan yang menawarkan bisnis tersebut. Kepercayaan ini dapat terbangun dengan selalu mendengarkan keluhan, memberikan feedback secara cepat dan memuaskan serta selalu update dalam menyajikan informasi yang menarik dan relevan tentang perusahaan di situs media sosial Anda. Hubungan yang kuat antara perusahaan dan konsumen merupakan tulang punggung bagi keberhasilan bisnis di masa mendatang.

Dengan menggunakan alat marketing baru seperti sarana media sosial ini perusahaan mendapatkan keuntungan dan kesempatan untuk mempromosikan bisnis mereka secara luas kepada konsumennya yang akhirnya meningkatkan traffic di website perusahaan yang juga berimbas dengan meningkatnya transaksi penjualan. Apakah Anda memilih cara dengan promosi melalui media email atau melalui situs seperti Facebook dan Twitter, dengan menggunakan media sosial marketing ini Anda memiliki kesempatan untuk mencapai pasar secara lebih global.

Menyadari hal tersebut, duniaindustri.com--sebuah startup khusus di segmen industri--bermaksud untuk menjawab tantangan zaman. Medsos Campaign merupakan fitur terbaru dari duniaindustri.com yang dibuka untuk memudahkan korporasi maupun individu memperoleh bantuan marketing online khusus di bidang penyediaan media sosial (medsos) campaign, meliputi desain artikel, berita (news feed), viral article, infografik (table, chart, cronografich, 3D grafich), desain grafis, images, copywriting, digital image, video creator, tagline, digital concept, newsletter, content ads, dan lainnya yang mendukung kampanye di medsos.

Kami menyadari dalam industri membutuhkan jasa penyedia medsos campaign yang profesional, andal, dan kompetitif. Didukung netizen pro, tim riset, copywriter, analis, jurnalis, dan desain grafis yang profesional, kami siap membantu Anda 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.

Content is king in today’s marketing. Slogan ini sangat relevan dengan perkembangan marketing industri saat ini yang didukung dengan desain medsos campaign yang terarah, terstruktur, dan kontinyu.

Selain untuk mendongkrak volume penjualan, fitur terbaru ini dapat memudahkan brand awareness, edukasi brand, dan engagement (keterikatan) suatu produk. Dalam fitur ini, duniaindustri.com akan berperan aktif sebagai internet marketer, public relations, sales promotions, agent dan brand distributor untuk mendongkrak penjualan produk Anda secara massal, baik dengan strategi online maupun offline. Duniaindustri.com akan menyiapkan sejumlah tools untuk meningkatkan brand equity dan brand awareness, baik berupa viral apps, microsite, campaign, marketing release, dan lainnya untuk satu tujuan: meningkatkan volume penjualan.

Duniaindustri.com saat ini menghimpun lebih dari 1.000 ukm di Indonesia dan lebih dari 10.000 basis konsumen serta industrial agent di 10 negara seperti Korea Selatan, Jepang, Timur Tengah.
Duniaindustri.com berdiri sejak 2011 didukung dengan tim kreatif dan inovatif guna menjawab tantangan masa depan. Sejak 2011, member kami terus bertambah sejalan dengan penetrasi pasar yang efektif dan terarah. Silakan bandingkan pricelist kami.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 134 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
**** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Sabtu, 20 Mei 2017

Manfaatkan 134 Database Spesifik untuk Bersaing di Era Disruption

Di tengah tren perubahan global seiring dengan era disruption, perusahaan-perusahaan skala besar terus berbenah agar mampu bersaing dan tidak ditinggal oleh konsumen. Secara umum, era disruption menuntut korporasi untuk berbuat dengan hal baru yang menjadikan perilaku lama seakan absolute atau tidak relevan lagi.

Contoh disruption yang paling nyata dialami Nokia. Pada tahun 2000-an semua orang pakai Nokia, dari mulai pembantu rumah tangga maupun direktur perusahaan. Tapi setelah kehadiran BBM dan sekarang era android, iphone, sekarang orang tidak ada yang pakai Nokia lagi. Itu contoh disruption yang terjadi. Secara selektif melupakan masa lalu, hidup dengan pendekatan masa depan. Masa depan itu memiliki ciri generasi internet of things (IoT), sharing economy, semuanya menjadi sinergi, antara satu perusahaan dengan perusahaan lain bersinergi, tidak ada kepemilikan tunggal.

Pendekatan masa lalu yang masih digunakan untuk masa kini mesti diubah untuk menghadapi tuntutan pasar. Kalau the past, era lama, kita harus jualan dengan toko fisik. Sekarang sudah ada e-commerce dengan pendekatan teknologi digital. Kalau dulu era konvensional semua transaksi pakai manual, pakai kertas. Sekarang semua era digital, semua bisa tercatat melalui gadget, paperless lagi.

Menyadari hal itu, duniaindustri.com berupaya menyajikan fasilitas pendukung berupa data dan database terlengkap dan terupdate. Lebih dari 134 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.

Database industri sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun perorangan, investor, pemangku kebijakan, direksi perusahaan, marketer, lembaga pemerintahan, institusi asing, lembaga pembiayaan, mahasiswa, dan lainnya.Di setiap lini usaha, mulai dari pembelian bahan baku, pencarian vendor, proses pengolahan, marketing, distribusi, ekspor-impor, semua membutuhkan data, analisis, dan riset. 

Bahkan, persaingan pasar juga membutuhkan data, analisis, dan riset untuk mengintip kekuatan-kelemahan pesaing (market intelligence), mempelajari strategi kompetitor, mengakuisisi pelanggan, mempertahankan pangsa pasar, edukasi pasar, edukasi konsumen, brand awareness, dan lainnya. Namun, di Indonesia sering terjadi pencarian data, analisis, dan riset sulit dilakukan karena terbatasnya akses informasi, ruang publik, ekosistem yang belum berkembang, serta ketiadaan forum/ajang interaksi jual-beli data. Karena itu, tidak heran, harga (nilai) sebuah data dapat melambung tinggi karena keterbatasan pasokan, sementara kebutuhan tergolong tinggi.

Di era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, data sudah dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan secara profesional. Seluruh rantai bisnis industri (supply-demand chain) membutuhkan data untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan efisien. 

Duniaindustri.com memperkenalkan fitur terbaru yakni download database industri aktual. Lebih dari 134 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Cikarang, Bandung, Surabaya, Palu, Bali, dan daerah lainnya.

Indeks Data Industri yang bisa didownload (134 database):

Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050
Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018
Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku
Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
Riset Pasar dan Database 500 Perusahaan Tekstil (Data Industri Tekstil Hulu-Hilir)
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia)
Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar)
Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah)
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku) 
Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016
Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
Outlook Industri Otomotif 2016-2018
Outlook Industri CPO 2016
Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
Data Penjualan Per Merek Mobil
Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
Data Industri Perkapalan Indonesia
Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 135 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini

Jumat, 19 Mei 2017

BUMN Ini Incar Peringkat Top 15 Produsen Semen Dunia

PT Semen lndonesia (Persero) Tbk (SMGR), holding BUMN semen, menargetkan dapat menduduki peringkat 15 top produsen semen dunia setelah pabrik baru di Rembang beroperasi. Penegasan itu disampaikan Sutiyoso, Komisaris Utama Semen Indonesia yang baru diangkat menggantikan Mahendra Siregar.

“Saat ini Semen Indonesia menduduki peringkat 20 di top produsen semen terbesar di dunia. Dengan beroperasinya pabrik baru di Rembang, peringkat perseroan akan naik menjadi ranking 15,” kata Sutiyoso, di Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan laporan tahunan Semen Indonesia pada 2016, total kapasitas produksi (kapasitas desain) perseroan mencapai 31,8 juta ton atau stagnan sejak 2014. Tingkat utilisasi pabrik Semen Indonesia mencapai 88,9% pada 2016, turun dibanding 2015 sebesar 89,6%. Sementara volume produksi pada 2016 mencapai 28,3 juta ton, menurun dibanding 2015 sebesar 28,5 juta ton. Sedangkan volume penjualan sepanjang 2016 mencapai 29,1 juta ton, naik dibanding 20015 sebesar 28,7 juta ton.

Sementara pabrik baru di Rembang dibangun dengan kapasitas 3 juta ton dan nilai investasi US$ 403 juta. Selain Rembang, Semen Indonesia juga membangun tiga proyek ekspansi strategis lainnya yakni proyek Indarung VI di Sumatera Barat dengan kapasitas 3 juta ton dan nilai investasi US$ 352 juta, proyek grinding mill di Jawa Barat dengan kapasitas 2 juta ton dan nilai investasi US$ 61,1 juta, dan proyek waste heat recovery power generator dengan kapasitas 30,6 MW dan nilai investasi US$ 49,3 juta.

Mengutip data Global Cement 2013, posisi pertama top produsen semen di dunia ditempati Lafarge dari Perancis dengan kapasitas 225 juta ton per tahun dari 166 pabrik, sebelum merger dengan peringkat kedua yakni Holcim dari Swiss yang memiliki kapasitas produksi 217 juta ton dari 149 pabrik.

Peringkat ketiga, diduduki CNBM asal China dengan kapasitas 200 juta ton dari 69 pabrik, disusul Anhui Conch juga dari China dengan kapasitas 180 juta ton dari 34 pabrik. Di urutan kelima, ada HeidelbergCement dari Germany dengan kapasitas 118 juta ton dari 71 pabrik, disusul Jidong dari China dengan kapasitas produksi 100 juta ton dari 100 pabrik. Raksasa semen asal Meksiko, yakni Cemex, di peringkat tujuh dengan total kapasitas produksi 96 juta ton dari 61 pabrik, disusul China Resources dari China dengan kapasitas 89 juta ton dari 16.

Kemudian, di ranking sembilan ada Sinoma dari China dengan kapasitas produksi 87 juta ton dari 24 pabrik, disusul Shanshui juga dari China dengan kapasitas 84 juta ton dari 13 pabrik. Raksasa semen dari Italia, yakni Italcementi, berada di peringkat 11 dengan kapasitas produksi 74 juta ton dari 55 pabrik. Taiwan Cement asal Taiwan berada di posisi 12 dengan kapasitas 70 juta ton, disusul Votorantim dari Brazil dengan kapasitas produksi 57 juta ton dari 37 pabrik. Selanjutnya, CRH asal Ireland dengan kapasitas produksi 56 juta ton dari 11 pabrik, disusul UltraTech dari India dengan kapasitas produksi 53 juta ton dari 12 pabrik.

Di posisi 16, ada Huaxin dari China dengan kapasitas produksi 52 juta ton dari 51 pabrik, disusul Buzzi dari Italy dengan kapasitas produksi 45 juta ton dari 39 pabrik, kemudian Eurocement asal Russia dengan kapasitas produksi 40 juta ton dari 16 pabrik, Tianrui dari China dengan kapasitas produksi 35 juta ton dari 11 pabrik, dan terakhir Jaypee dari India dengan kapasitas produksi 34 juta ton dari 16 pabrik.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 134 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini

Jumat, 12 Mei 2017

Data-data Spesifik Industri Baja Teraktual

Berbicara tentang industri baja di Indonesia, rasanya tak lengkap jika kita tidak mendalami sejarah sektor industri ini dan pemain-pemainnya. Patut disadari, industri baja menjadi salah satu sektor yang memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional, mengingat kebutuhan baja untuk infrastruktur, konstruksi, properti, dan sektor lainnya. Industri baja merupakan induk seluruh industri (mother industry) yang memiliki peranan penting terhadap pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia.

Untuk membedah sektor industri baja di Indonesia, alangkah baiknya jika kita mengurai rekam jejak industri ini, siapa market leader, tren pertumbuhan pasar, serta bagaimana peta persaingannya. Duniaindustri.com, startup yang khusus mendedikasikan diri di bidang industri, memiliki database spesifik untuk industri baja di Indonesia, simak ulasan berikut ini:

Detail isi konten "Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017"

Halaman        Isi
1.        Sampul muka
2.         tabel perekonomian Indonesia 2014-2019F, sejumlah negara termasuk Jepang, China, India, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan Indonesia
3.         highlight indonesia market
4.         pointers dan penjabaran highlights sejarah perkembangan industri baja di Indonesia
5.         pointers dan penjabaran highlights sejarah perkembangan industri baja di Indonesia
6.         pointers dan penjabaran highlights sejarah perkembangan industri baja di Indonesia
7.         tabel bagan struktur industri baja
8.         pointers dan tabel perkembangan tren penurunan harga baja global hingga 9 bulan di 2015
9.         tabel atractive (2 tabel dan pointers) konsumsi produk baja akhir di Indonesia serta kekurangan suplai baja lokal, serta gap suplai dan demand periode 2010-2014
10.        tabel domestic steel consumption periode 2007-2015
11.         tabel perbandingan produksi dan konsumsi baja di Indonesia periode 2007-2017
12.        tabel market size (nilai pasar) industri baja 2014-2017 disertai penjelasannya
13.         tabel utilisasi pabrik baja untuk iron making, steel making, rolling making, pipe making, galvanizing mill, nails, coils centers, dan kapasitas produksinya
14.         tabel pergerakan tren harga baja global per bulan sepanjang 2015
15.         tabel trend of sales pipe price & material cost HRC (impor dan lokal)
16.         tabel crude and semi finished product periode 2015, meliputi steel slab, hot rolled, cold rolled, billet, rebar & section, wire rod
17.         tabel pangsa pasar 4 produsen terbesar untuk HRC, CRC, dan wire rod, disertai kapasitas produksinya periode 2015
18.         tabel dan ilustrasi alur sumber bahan baku baja
19.         tabel dan penjelasan mengenai market leader baja di Indonesia dan laporan keuangannya
20.        tabel produksi HRC market leader baja, total volume penjualan dan harga jual rata-rata periode 2014, 9 bulan di 2015
21.         tabel komposisi penjualan direct sales dan indirect sales market leader produsen baja
22.         penjelasan proyek ekspansi market leader produsen baja
23.         penjelasan proyek ekspansi market leader produsen baja
24.         penjelasan proyek ekspansi market leader produsen baja
25.         penjelasan proyek ekspansi market leader produsen baja
26.         profil produsen baja lain di Indonesia tentang highlights perusahaan, hingga struktur pemegang saham
27.        profil milestone produsen baja lain di Indonesia
28.         infografis tentang peta lokasi produksi pabrik produsen baja lain di Indonesia dan production tipe
29.        tabel top supplier salah satu produsen baja periode 2014 dan tabel top supplier salah satu produsen baja September 2015
30.        tabel tinjauan keuangan produsen baja salah satu produsen baja
31.         tabel sales in quantity salah satu produsen baja 2012-2015
32.        tabel sales price salah satu produsen baja periode 2012-2014
33.        pointers tantangan utama industri baja di Indonesia
34.         pointers permasalahan utama industri baja di Indonesia
35.         pointers arah regulasi ke depan, kebijakan industri dan perdagangan serta kebijakan fiskan dan moneter
36.        sampul penutup

Atau uraian lebih mendalam seperti di bawah ini:

Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017 ini menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri baja di Indonesia, mencakup highlights, tren pasar baja di Indonesia, tren konsumsi baja dan produksi baja serta ketergantungan impor, nilai pasar (market size) industri baja nasional, pangsa pasar produsen baja per segmen, tren harga baja global dan harga baja lokal, profil singkat market leader di industri baja Indonesia, serta prospek dan tantangan industi ini ke depan.

Sebagai gambaran, industri baja merupakan industri strategis. Sektor ini memainkan peran utama dalam memasok bahan-bahan baku vital untuk pembangunan di berbagai bidang mulai dari penyediaan infrastruktur (gedung, jalan, jembatan, jaringan listrik & telekomunikasi), produksi barang modal (mesin pabrik dan material pendukung serta suku cadangnya), alat transportasi (kapal laut, kereta api & relnya, otomotif), manufaktur (elektronik, permesinan, turbin dan pembangkit), hingga persenjataan. Atas perannya yang sangat penting tersebut, keberadaan industri baja layak disebut mother industry (ibu dari industri).(profil ringkas halaman 3-6)

Pada halaman 7 ditampilkan chart (infografik) terkait struktur industri baja nasional mulai dari pertambangan bijih besi, pengolahan pellet, iron making, steel making, hingga produk jadi. Di halaman 8, ditampilkan tren perkembangan industri baja global, dari mulai tren penurunan harga jual hingga level terendah di akhir 2015 hingga permintaan (demand) di China yang anjlok sehingga mengakibatkan oversupply. Juga ditampilkan tren harga baja ekspor China dan harga impor baja ASEAN.

Di halaman 9, ditampilkan tren konsumsi produk baja akhir di Indonesia yang pada 2014 mencapai 12,9 juta ton, sementara produksi baja lokal hanya 5,5 juta ton, sehingga terjadi defisit pasokan sekitar 7,4 juta ton yang masih bergantung impor. Juga dijelaskan sejumlah katalis atau faktor pendorong konsumsi produk baja di Indonesia.

Sementara menurut kompilasi data yang diperoleh duniaindustri.com, konsumsi produk baja di Indonesia pada 2015 diestimasi 15,3 juta ton, naik dari tahun sebelumnya 14,2 juta ton. (halaman 10) Secara khusus, duniaindustri.com membuat riset terkait pasar baja lokal untuk proyeksi 2016-2017 disertai dengan tren produksi periode 2007-2017. (halaman 11).

Di halaman 12, duniaindustri.com menampilkan hasil riset terkait nilai pasar (market size) industri baja di Indonesia yang dihitung berdasarkan tingkat konsumsi nasional serta rata-rata harga baja global. Pada 2017, menurut perhitungan duniaindustri.com, total market size industri baja nasional diperkirakan mencapai US$ 7,7 miliar. Di halaman 13, ditampilkan infografik terkait utilisasi pabrik baja di Indonesia mulai dari iron makin, steel making, rolling mill, pipe making, galvanizing mill, nails, wires, bolds & nuts, coil centers, lengkap dengan kapasitas produksi nasional.

Di halaman 14, ditampilkan tren harga baja dunia yang mulai menunjukkan rebound pada Februari-Maret 2016. Tren harga baja hulu dan baja hilir juga dipaparkan lebih detail di halaman 15. Sedangkan konsumsi baja per segmen ditampilkan lebih detail dalam tabel di halaman 16. Sementara di halaman 19-30 ditampilkan profil singkat market leader di industri baja hulu dan hilir di Indonesia, lengkap dengan kinerja keuangan dan kapasitas produksinya.

Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017 sebanyak 36 halaman ini berasal dari riset duniaindustri.com dengan dukungan data yang berasal dari Kementerian Perindustrian, Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), BPS, WHO dan Bank Dunia, dan sejumlah perusahaan baja di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 134 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini