Kamis, 08 Oktober 2020

Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar)

Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar) ini dirilis minggu kedua Oktober 2020 menampilkan riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market outlook, dan riset bahan baku biodiesel di Indonesia. Riset data ini berisi 56 halaman pdf berukuran 5,2 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.


Riset data ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus riset data, Market Outlook Biodiesel2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar) ini mengupas empat fokus utama, yakni 1) tren produksi, volume market demand (penjualan) di pasar lokal, serta ekspor biodiesel 2010-2022 forecast, 2) porsi pemanfaatan bahan baku CPO untuk 5 sektor turunan termasuk biodiesel, 3) kapasitas 38 produsen biodiesel di Indonesia dan profile 6 produsen terbesar, 4) data historis dan rekam jejak pertumbuhan biodiesel serta CPO di Indonesia.

Masuk ke fokus riset pertama, ditampilkan data komparasi volume produksi, penjualan/kebutuhan dalam negeri, dan ekspor periode 2010-2022 pada halaman 12. Data tersebut kemudian diperinci dengan persentase pertumbuhan per tahun untuk produksi, penjualan domestik, dan ekspor biodiesel periode 2010-2022 sehingga memberikan gambaran tren siklus yang terjadi. (halaman 13-14) Tambah spesifik lagi, data pertumbuhan produksi, penjualan domestik, dan ekspor biodiesel ditampilkan dalam grafik garis dilengkapi market analysis untuk menggambarkan tren secara periodikal (halaman 15-20).

Dengan persentase pertumbuhan itu dapat diketahui perubahan proporsi penjualan domestik dan ekspor dari total produksi biodiesel Indonesia. Grafik pie chart lebih jelas menggambarkan perubahan proporsi penjualan domestik dan ekspor biodiesel periode 2010, 2015, dan 2020 forecast pada halaman 21-23, dilanjutkan dengan market analysis pada halaman 24.

Masuk ke fokus riset kedua, proporsi bahan baku berupa minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang digunakan oleh 5 sektor turunan terbesar ditampilkan pada halaman 25-30. Diulas porsi bahan baku CPO untuk industri minyak goreng, deterjen, biodiesel, margarine, dan sektor lainnya (termasuk kosmetik dan farmasi) periode 2010-2022 forecast.

Masuk ke fokus riset ketiga, ditampilkan kapasitas 38 produsen biodiesel di Indonesia beserta profil top 6 produsen terbesar pada halaman 31-40. Juga ditampilkan jumlah kilang, kapasitas kilang, produksi kilang biodiesel, serta utilisasi (pemanfaatan kapasitas terpasang) kilang biodiesel untuk periode 2008-2020 pada halaman 41. Data tersebut diperkuat dengan denah grafis lokasi basis produksi 38 produsen biodiesel di Indonesia, beserta konsentrasi produksi per daerah utama, pada halaman 42 dan 43.

Data-data pendukung seperti arah kebijakan ke depan (mandatori B50), regulasi, serta perkembangan industri sawit modern dan mata rantai industri sawit ditampilkan pada halaman 44 sampai 53. Tak lupa data konsumsi minyak solar/diesel menurut jenisnya dan potensi kebutuhan biodiesel periode 2010-2020 ditampilkan pada halaman 54 dan 55.

Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi danKapasitas 38 Produsen Terbesar) ini berjumlah 56 halaman pdf berukuran 5,2 MB yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset big data duniaindustri.com, didukung data penunjang dari BPS, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, asosiasi industri dan perusahaan market leader. Indeks data industri merupakan fitur di duniaindustri.com yang menampilkan 206 data spesifik (per Oktober 2020) sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

Selasa, 06 Oktober 2020

Bangun Kekuatan Digital dengan Kolaborasi Data dan Konten


Seiring dengan pandemi Covid-19 yang membatasi kontak fisik (physical distancing), inovasi digital menemukan momentum pertumbuhan yang didukung dengan era revolusi industri 4.0. Karena itu, perang di dunia digital akan semakin sengit untuk menarik lebih banyak konsumen.

Salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk memenangi persaingan di dunia digital adalah modern content provider architecture. 

Kekuatan kata-kata tidak bisa diabaikan. Kata yang dirajut menjadi kalimat, dipadukan dalam paragraf, membentuk pesan kunci (key message). Dibalut dengan narasi, persuasi, dan argumentasi, dapat menyihir konsumen supaya terpikat. Terpana. Dan akhirnya menuruti kemauan sang pemilik pesan.

Tapi, di zaman digital seperti sekarang, kata tanpa data takkan hidup. Data tanpa kata juga akan kosong dan hampa. Kolaborasi kata dan data menyokong jiwa copywriting pada babak selanjutnya. Babak yang melampaui ekspektasi sang pemilik pesan.


Demikian trend yang sedang terjadi dan selanjutnya berkembang di era disrupsi digital kini. Karena itu, Duniaindustri.com membuka fitur baru dengan nama copywriter specialist untuk memudahkan industrialis, investor, dan publik dalam hal jasa penulisan profesional. Fitur ini mencakup creative writer, well-crafted articles, press releases, newsletters, product descriptions, content for website pages, and social media management.


Duniaindustri.com telah memiliki satu tim khusus untuk fitur ini dengan kompetensi yang teruji, latar belakang mumpuni seperti jurnalis, wartawan, editor, guru, dosen, analis, dan copywriter profesional.


Sebelum mulai menulis, tim duniaindustri.com akan melakukan riset, analisis, dan survei pasar sekaligus kompetitor untuk membuat peta secara aktual yang berguna sebagai panduan penulisan. Jadi, ini bukan sekedar menulis artikel, tapi lebih dari itu, kami juga akan menjadi analis, peneliti, dan periset untuk memahami tulisan secara utuh.


Media Sosial (Medsos) Campaign merupakan fitur terbaru dari duniaindustri.com yang dibuka untuk memudahkan korporasi maupun individu memperoleh bantuan marketing online khusus di bidang penyediaan media sosial (medsos) campaign, meliputi desain artikel, berita (news feed), viral article, infografik (table, chart, cronografich, 3D grafich), desain grafis, images, copywriting, digital image, video creator, tagline, digital concept, newsletter, content ads, dan lainnya yang mendukung kampanye di medsos.


Kami menyadari dalam industri membutuhkan jasa penyedia medsos campaign yang profesional, andal, dan kompetitif. Didukung netizen pro, buzzer, tim riset, copywriter, analis, jurnalis, dan desain grafis yang profesional, kami siap membantu Anda 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.


Content is king in today’s marketing. Slogan ini sangat relevan dengan perkembangan marketing industri saat ini yang didukung dengan desain medsos campaign yang terarah, terstruktur, dan kontinyu.


Selain untuk mendongkrak volume penjualan, fitur terbaru ini dapat memudahkan brand awareness (branding campaign), edukasi brand, engagement (keterikatan) suatu produk, Search Engine Optimization (SEO), dan Search Engine Marketing (SEM). Dalam fitur ini, duniaindustri.com akan berperan aktif sebagai internet marketer, public relations, sales promotions, agent dan brand distributor untuk mendongkrak penjualan produk Anda secara massal, baik dengan strategi online maupun offline. Duniaindustri.com akan menyiapkan sejumlah tools untuk meningkatkan brand equity dan brand awareness, baik berupa viral apps, microsite, campaign, marketing release, dan lainnya untuk satu tujuan: meningkatkan volume penjualan.


Duniaindustri.com saat ini menghimpun lebih dari 1.000 ukm di Indonesia dan lebih dari 10.000 basis konsumen serta industrial agent di 10 negara seperti Korea Selatan, Jepang, Timur Tengah. Tim Duniaindustri.com mengelola account media social dengan follower sebagai berikut: twitter (2.771 follower), instagram (27.000 follower).


Duniaindustri.com berdiri sejak 2011 didukung dengan tim kreatif dan inovatif guna menjawab tantangan masa depan. Sejak 2011, member kami terus bertambah sejalan dengan penetrasi pasar yang efektif dan terarah.


Duniaindustri.com merupakan start-up (perusahaan rintisan) yang fokus di sektor industri di Indonesia. Dengan tagline Pionir Berita dan Komunitas Industri, Duniaindustri.com hadir dengan visi memajukan sektor industri dan pelaku usaha di Indonesia. Duniaindustri.com berkembang secara independen dengan menjunjung tinggi kepercayaan dan kenyamanan pengguna.

Duniaindustri.com berdiri sejak 2011 didukung dengan tim kreatif dan inovatif guna menjawab tantangan masa depan. Inovasi tiada henti merupakan salah satu motto Duniaindustri.com dengan pengembangan sejumlah fitur terbaru. Sejak 2011, member kami terus bertambah sejalan dengan penetrasi pasar yang efektif dan terarah. Dalam hal database spesifik, terdapat lebih dari 185 data industri khusus dengan didukung data provider andal di seluruh sektor industri.


Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Yogya, Surabaya, Sidoarjo, Palu, Bali, dan daerah lainnya, bahkan dari India dan China. Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia. Database tersedia dalam bentuk data mentah (raw data) dalam format excel, zip, power point, pdf ataupun data olahan.


Saat ini Duniaindustri.com menghimpun lebih dari 1.000 UKM, 500 industri skala besar di Indonesia, dan lebih dari 10.000 basis konsumen, serta industrial agent dari 10 negara seperti Korea Selatan, Jepang, Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah. Duniaindustri.com juga memiliki basis data industri terlengkap, mulai dari direktori bisnis, kapasitas produksi, utilisasi, jumlah tenaga kerja, hingga target pasar (ekspor maupun domestik) dari seluruh industri manufaktur di Indonesia, mencakup sektor consumer goods, perkebunan, pengolahan sumber daya alam (SDA), dan lainnya. Sektor industri lain seperti perdagangan, jasa, kehutanan, perbankan, properti, konstruksi, dan infrastruktur.(*)


Untuk info lebih lanjut, klik di sini


* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 205 database, klik di sini

** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Senin, 05 Oktober 2020

Akuisisi Jumbo di Sektor Kosmetik Personal Care, PT Softex Dicaplok Perusahaan AS

Duniaindustri.com (Oktober 2020) – Pandemi Covid-19 ternyata tidak menyurutkan aksi merger dan akuisisi di sektor industri. Terbukti, perusahaan asal Amerika Serikat berani melakukan akuisisi dengan nilai jumbo terhadap korporasi Indonesia di sektor kosmetik terutama personal care.



Adalah Kimberly-Clark Corporation, perusahaan AS yang listed di Bursa Efek New York ( NYSE ), mengakuisisi PT Softex Indonesia senilai US$ 1,2 miliar atau setara Rp 17,8 triliun (kurs US$ 14.800/US$). Dari keterangan tertulis diperoleh informasi bahwa Kimberly-Clark membeli saham Softex dari beberapa pemegang saham secara tunai.

Chairman dan CEO Kimberly-Clark Mike Hsu mengatakan, akuisisi ini ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis perseroan dengan pangsa pasar yang kuat dalam katergori produk perawatan personal care di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. "Kami akan memanfaatkan kekuatan gabungan dan inovasi serta merek (Softex) sambil mempertahankan keahlian dan keunggulan pasar lokal yang telah dibangun Softex Indonesia dengan portofolio merek yang kuat," katanya dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

PT Softex Indonesia merupakan salah satu market leader di segmen personal care, terutama popok. Pada 2019, perusahaan yang berdiri sejak 1976 ini membukukan penjualan sekitar US$ 420 juta atau setara Rp 6,22 triliun (kurs Rp 14.800/US$). Sebanyak 80% penjualan PT Softex dikontribusi dari penjualan popok. Saat ini, produk popok Softex seperti merek Sweety dan Happy Nappy menduduki posisi pangsa pasar nomor dua di Indonesia.

Kontribusi penjualan Softex Indonesia berikutnya berasal dari produk feminine care, adult care, perawatan ibu hamil, dan perawatan kebersihan. Softex Indonesia diperkirakan menempati pangsa pasar nomor tiga dalam kategori pembalut wanita dengan merek Softex. Sedangkan pada kategori popok dewasa, perusahaan berada di pangsa pasar nomor dua dengan merek Confidence.

PT Softex Indonesia semula bernama PT Mozambique sebelum berubah nama pada tahun 1976. Saat ini perseroan memiliki dua fasilitas produksi yang terletak di Tangerang, Karawang (pabrik baru), dan Sidoarjo. Pabrik di Sidoarjo memiliki area produksi seluas 18.552 meter persegi, infrastruktur seluas 11.051 meter persegi, sehingga total area pabrik 29.603 meter persegi. Sidoarjo Plant memiliki kapasitas 7 mesin produksi.

Selain pabrik di Tangerang dan Sidoarjo, tahun ini perseroan dalam tahap penyelesaian pembangunan pabrik baru di Karawang, Jawa Barat yang ditargetkan beroperasi secara penuh pada kuartal III-2020. Pabrik di Karawang menempati lahan seluas 12 hektare (ha) dan menerapkan teknologi terbaru dalam bentuk sistem penyimpanan dan pengambilan otomatis (Automated Storage and Retrieval Systems/ASRS).

Latar belakang dari akuisisi ini, Kimberly-Clark menilai, Indonesia merupakan pasar yang besar dengan prospek masa depan yang menarik. Akuisisi berpotensi meningkatkan posisi Kimberly-Clark yang saat ini hanya terbatas di AS, menjadi salah satu perusahaan personal care dengan pangsa pasar yang kuat di Asia Tenggara. Saat ini, nilai pasar (market size/size business) popok di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 1,6 miliar atau terbesar keenam di dunia, karena terdapat lima juta kelahiran bayi setiap tahun.

Transkasi akuisisi merupakan komitmen Kimberly-Clark untuk meraih pertumbuhan top line yang lebih baik dan berkelanjutan secara jangka panjang. Dampak akuisisi terhadap laba per saham yang disesuaikan untuk tahun 2020 dan 2021 diperkirakan tidak material.

Sebagai informasi, Kimberly-Clark telah memasarkan produknya di 175 negara. Sejumlah produk perseroan yang cukup terkenal adalah popok bayi Huggies, serta tisu dan pembalut wanita Kleenex. Merek dagang lainnya antara lain Scott, Kotex, Cottonelle, Poise, Depend, Andrex, Pull-Ups, GoodNites, Intimus, Neve, Plenitud, Viva and WypAll.

Persaingan Popok

Di Indonesia, PT Softex Indonesia bersaing ketat dengan sejumlah market leader di industri popok, antara lain PT Kao Indonesia. Kao dengan merek pembalut wanita Laurier, serta popok bayi Merries, berkompetisi di pasar lokal dengan Softex dan Sweety.

PT Kao Indonesia juga telah memiliki pabrik keduanya di Karawang International Industry City (KIIC) yang terletak di Karawang, Jawa Barat. Pabrik ini menempati lahan seluas 140.000 meter persegi dengan nilai investasi mencapai 10 milyar yen atau sekitar US$ 128 juta.

PT Kao Indonesia merupakan perusahaan patungan antara Kao Corporation dan PT Rodamas yang berdiri di Indonesia sejak 1985. Beberapa produknya yang terkenal di Indonesia seperti pembersih wajah dan sabun Biore, pembalut wanita Laurier, detergen Attack dan Easy, serta popok bayi Merries. (*/berbagai sumber/tim redaksi 09 & 10/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 205 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 205 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Production Market Outlook in 4 Segment Food Industry 2008-2022

 

Research on Production Trends 4 Food Beverage Industry Segments 2008-2022 (Labor Data and Readiness for Adoption of Industrial Revolution 4.0) released as of April 2019 featuring independent research,comprehensive data, analysis, market trends, and outlook regarding the growth trend of production trends in four food industry segments and beverages (vegetable and fruit processing industry, cocoa processing industry, coffee processing industry, and tea processing industry). In the discussion, also displayed the development trend of the number of workers in the 4 segments of the food and beverage industry and readiness to adopt the industrial revolution 4.0.

This research began by displaying Indonesia's economic highlights that showed a positive trend, supported by the rise of middle-class consumers. (pages 2 & 3) Followed by exposure to data on a number of macroeconomic indicators such as trends in national economic growth, inflation, poverty rates that continue to decline, the ratio of this economy, and the percentage of unemployed who also continue to decline. (pages 2 to 4).

Entering the main discussion, the research focus is on production trends in volume, production value, and GDP value from the production approach of the four segments of the food and beverage industry (vegetable and fruit processing industry, cocoa processing industry, coffee processing industry, and tea processing industry). Periodization is displayed between 2008 and 2018, as well as projections from 2019 to 2022.

On pages 6 to 11, the discussion focused on the vegetable and fruit processing industry. On pages 12 to 17, the discussion focused on the cocoa and chocolate processing industry.

On pages 18 to 23, the discussion focused on the coffee processing industry. On pages 24 to 30, the discussion focused on the tea processing industry.

Continuing to the next discussion, on pages 31 to 37 there are data on the number of workers from the four food and beverage industry segments (vegetable and fruit processing industry, cocoa processing industry, coffee processing industry, and tea processing industry). The data is also strengthened by the division of workforce segmentation based on sex and based on education (elementary, middle, high school, undergraduate). The period displayed between 2008 and 2017.

Then turning to the next focus, on pages 38 to 55 a discussion was presented on the challenges and opportunities of the food and beverage industry in general and the readiness of the food and beverage industry to adopt the 4.0 industrial revolution. As is known, the industrial revolution 4.0 which carries automation and digitalization such as advance robotic, artificial intelligence, big data, cloud, internet of things (iot) has caused fundamental changes to industrialization globally.

In this last discussion, the current conditions of the food and beverage industry were presented in order to adopt new technology in the 4.0 industrial revolution. A number of constraints such as there are still many production units in the factory operating manually and other challenges discussed in detail in this section. Also presented are several challenges and needs from a number of market leaders in the food and beverage industry.

Research on Production Trends 4 in the Beverage FoodIndustry Segment 2008-2022 (Labor Data and Industrial Revolution AdoptionReadiness 4.0) consist 56 pages and measuring 5.42 MB came from specific research from the duniaindustri.com team with support from data from BPS, Ministry of Industry (Ministry of Industry), industry associations, government agencies, and a number of companies both in Indonesia and the world. Industry data index is the newest feature in duniaindustri.com which displays dozens of selected data according to users' needs. All data is presented in pdf format so that it is easily downloaded after users carry out the process according to the procedure, namely click buy (click), click checkout, and fill in the form. Duniaindustri.com prioritizes the validity and validity of the data sources presented.(*)

Source: click here

(Market database terlengkap, simak di bawah ini)

Atau Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Annual report

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 205 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:


Minggu, 04 Oktober 2020

Mindset Visioner, Dobrak Pasar Ketika Iklim Bisnis Sedang Pesimis

Duniaindustri.com (Oktober 2020) – Iklim bisnis di Indonesia yang masih diselimuti ‘awan tebal’ pandemi Covid-19 memang bisa membuat pesimistis sebagian pelaku industri dalam memandang prospek pasar ke depan. Namun, bagi sebagian pelaku industri lainnya, ini merupakan momentum emas untuk mendobrak pasar dalam tatanan baru guna mengambil peluang ceruk pasar, saat brand-brand lainnya sedang lesu.



Iklim bisnis di Indonesia yang diselimuti pandemi telah melemahkan perekonomian nasional hingga titik nadir, yakni minus 5,32% pada kuartal II 2020. Sebanyak 8,67% perusahaan berhenti beroperasi, dan 24,31% perusahaan beroperasi dengan pengurangan kapasitas (jam kerja, mesin, dan tenaga kerja). Kondisi tersebut telah diungkap dan diulas secara mendalam sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Namun, apakah memang prospek ke depan begitu suram dan tidak ada titik terang untuk pembalikan trend? Atau justru sentiment pesimistis terlalu tebal menyelimuti pelaku industri di Indonesia, setelah kerugian yang diderita di kuartal II dan III 2020?

Tim Duniaindustri.com mencoba mengurai prospek positif ke depan, meski diyakini pemulihan kondisi iklim bisnis masih dibatasi sejumlah pemberat. Kekuatan ekonomi domestik, stimulus regulator yang lebih terarah, serta faktor ‘vaksin’ dinilai akan mendominasi prospek positif di kuartal IV 2020 dan awal 2021. Bagaimana pun berat kondisi iklim bisnis, roda ekonomi akan menemukan celah untuk berputar lebih cepat dan akselerasi market demand akan mengiringi pembalikan trend.

Dengan analogi terbalik, mindset visioner pelaku industri yang lebih jernih akan membaca celah dan peluang sekecil apapun untuk mampu memanfaatkan momentum akselerasi sejak titik terendah. Sebab, salah satu landasan utama siklus bisnis (business cycle) memang mensyaratkan posisi naik-turun, yang dipengaruhi berbagai variable. Dan sepanjang tujuh bulan terakhir variable pandemi Covid-19 lebih mendominasi. Tapi apakah variable tersebut akan tetap dominan di 2021? Waktu yang akan menjawabnya.

Adalah visi seorang pelaku industri, entah dia dari divisi marketing, produksi, business and development, ataupun direksi sekalipun, mencoba mengurai prospek ke depan secara lebih luas dan jernih, sekaligus memanfaatkan momentum jangka menengah untuk diterjemahkan sebagai strategi bisnis yang terukur.

Satu hal yang pasti, pergerakan market demand akan selalu dinamis. Jika pelaku industri lokal tak mampu mengisi celah pasar, produk impor akan makin merajalela. Ini yang mesti menjadi perhatian bersama.(*/tim redaksi 05)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 205 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 205 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Jumat, 02 Oktober 2020

Kumpulan Data Historis Eksklusif Industri Baja di Indonesia

Kumpulan data historis industri baja di Duniaindustri.com:

> Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017

> Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014

> Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia

> Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)



Mari kita simak daftar isi per halamannya:

Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017 -- berisi 36 halaman (harga US$ 100)

Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017

Konten isi per halaman:

Halaman 1. Sampul muka

2. Highlights ekonomi makro Indonesia, pertumbuhan ekonomi 2014-2019 forecast Indonesia, jepang, china, india, korea selatan, hongkong, taiwan, dan negara asean. (tabel dan pointers)

3. Highlights pasar Indonesia, dengan 45 juta consuming class saat ini akan berkembang menjadi 135 juta consuming class pada 2030. (tabel dan pointers) 

4. Pointers sejarah dan perkembangan industri baja yang telah berkembang 50-an tahun. Sumber: riset duniaindustri.com

5. Pointers sejarah dan perkembangan industri baja, keunggulan komparatif industri baja. Sumber: riset duniaindustri.com

6. Pointers ketergantungan pasokan bahan baku impor dan masifnya ekspor bijih besi. Sumber: riset duniaindustri.com

7. Infografis struktur industri baja dari mulai iron ore hingga finished product dan application.

8. Pointers dan analisis tren harga baja global periode 2010-2015. 

9. Tabel dan chart tentang konsumsi produk baja akhir di Indonesia & kekurangan suplai baja lokal periode 2001-2014, serta katalis konsumsi baja Indonesia di 3 sektor utama. Sumber: SEAISI statistical yearbook 2015

10. Chart domestic steel consumption 2007-2015, sumber: IISIA

11. Chart perbandingan produksi dan konsumsi baja di Indonesia periode 2007-2017, sumber: duniaindustri.com

12. Tabel market size industri baja Indonesia (dalam rupiah) dan persentase pertumbuhannya, dilengkapi penjelasannya, periode 2014-2017. Sumber: duniaindustri.com

13. Tabel utilisasi pabrik baja periode 2015-2016 dibandingkan dengan kapasitas produksi per segmen industri baja, sumber: IISIA.

14. Chart tren harga baja global periode full year 2015 dan Januari-Februari 2016, sumber: duniaindustri.com

15. Chart tren harga pipa baja, HRC lokal, dan HRC impor, periode Januari 2014-November 2015, sumber: kompilasi data duniaindustri.com

16. Chart tren konsumsi baja per segmen, antara lain steel slab, hot rolled, cold rolled, billet, rebar & section, wirerod periode 2013, 2014,2015, periode: SEASI

17. Pie chart dan tabel pangsa pasar baja jenis HRC, CRC, dan wire rod periode 2015, ditambah data kapasitas produksi 2014

18. Pointers bahan baku industri baja berupa iron ore, sumber: kemenperin

19. Pointers data kinerja keuangan market leader 

20. Tabel perbandingan produksi HRC, total volume penjualan, dan harga jual rata-rata market leader

21. Pie Chart dan penjelasannya tentang porsi penjualan direct sales market leader

22. pointers proyek strategis market leader

23. pointers proyek strategis market leader

24. pointers proyek strategis market leader

25. pointers proyek strategis market leader

26. Profil market leader industri pipa baja 

27. Sejarah perkembangan market leader industri pipa baja

28. Location map unit produksi dan tipe produksi market leader industri pipa baja

29. Chart top supplier 2014 & 2015 market leader industri pipa baja 

30. Tabel kinerja keuangan periode 2011-2015 market leader industri pipa baja

31. Tabel volume penjualan per bulan jenis strips & plate, spiral pipe, stainless pipe, dll dari market leader industri pipa baja

32. Tabel tren harga 11 jenis pipa baja market leader industri pipa baja periode 2012-2015

33. pointers tantangan utama industri baja di Indonesia

34. pointers masalah utama industri baja di Indonesia

35. pointers kebijakan industri & perdagangan serta kebijakan fiskal & moneter terkait industri baja

36. sampul penutup


-------------

Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014 -- berisi 25 halaman (harga US$ 100)

daftar isi:

halaman 1 cover

halaman 2 pointers sejarah perkembangan industri baja sejak 1977, sumber: riset duniaindustri.com

halaman 3 pointers sejarah perkembangan industri baja sejak 1977, sumber: riset duniaindustri.com

halaman 4 pointers sejarah perkembangan industri baja sejak 1977, sumber: riset duniaindustri.com

halaman 5 pointers sejarah perkembangan industri baja sejak 1977, sumber: riset duniaindustri.com

halaman 6 profil industri baja 2001-2013 (pointers), sumber: IISIA

halaman 7 pointers perdagangan industri baja dengan adanya kebijakan ACFTA, sumber: IISIA

halaman 8 pointers konsumsi baja per kapita di Indonesia 2014, sumber: IISIA

halaman 9 pointers porsi industri baja di proyek konstruksi di 2014, sumber: IISIA

halaman 10 tabel batang komparasi laju konsumsi baja vs produksi baja periode 2001-2014, sumber: kemenperin, SEAISI, IISIA

halaman 11 tabel batang konsumsi baja steel slab, hot rolled coils, CRC, billet, rebar and section, wirerod periode 2007-2009, sumber: IISIA

halaman 12 tabel batang konsumsi baja per kapita periode 1994-2008, sumber: IISIA

halaman 13 tabel tabel utilisasi 7 segmen produksi baja periode 2011, sumber: IISIA

halaman 14 tabel pohon/struktur industri baja hulu-hilir

halaman 15 grafis fluktuasi harga HRC global periode 1994 sampai 2007, sumber: IISIA

halaman 16 tabel pie chart dan tabel batang pangsa pasar pemimpin pasar HRC, CRC, dan wirerod tahun 2011, sumber: IISIA

halaman 17 tabel batang peta supply demand produk baja secara keseluruhan periode 2001-2011, sumber: SEAISI

halaman 18 pointers dan grafis bahan baku bijih besi, sumber: kemenperin

halaman 19 tabel rencana investasi biji besi dari 8 perusahaan beserta nilai produk, nilai investasi, dan daerah tujuan di 2013-2014, sumber: kemenperin

halaman 20 tabel pohon industri baja dari mulai pertambangan bahan baku, sumber: kemenperin

halaman 21 porsi produksi baja negara-negara ASEAN periode 1998 vs 2007, sumber: kemenperin

halaman 22 porsi konsumsi baja negara-negara ASEAN periode 1998 vs 2007, sumber: kemenperin

halaman 23 pointers tantangan industri baja, sumber: kemenperin

halaman 24 pointers permasalahan perdagangan terkait industri baja, sumber: kemenperin

halaman 25 pointers dukungan kebijakan dan tarif dari pemerintah, sumber: kemenperin


---------------------

Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia -- berisi 6 halaman (harga US$ 15)

daftar isi:

halaman 1 cover

halaman 2 tabel komparasi konsumsi baja secara keseluruhan vs produksi baja periode 2001-2014, sumber: kemenperin, SEASI, IISIA

halaman 3 tabel utilisasi 7 segmen produksi baja periode 2011, sumber: IISIA

halaman 4 tabel pohon/struktur industri baja hulu-hilir

halaman 5 pointers 7 tantangan industri baja

halaman 6 pointers kebijakan dan perdagangan terkait industri baja


-----------------

Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir) -- berisi 1 halaman (harga US$ 5)

daftar isi:

halaman 1

Tabel konsumsi baja akhir periode 2001-2011, sumber: SEASI, tabel kekurangan suplai baja lokal (total konsumsi produk baja akhir) periode 2007-2011, sumber: SEASI

Kamis, 01 Oktober 2020

Menanti Kejutan Ekonomi di Akhir 2020

Duniaindustri.com (Oktober 2020) – Memasuki kuartal terakhir di 2020, ekonomi Indonesia diestimasi menunjukkan geliat perbaikan meski masih secara terbatas. Berdasarkan hasil survei, optimisme perbaikan di akhir 2020 mulai meningkat seiring adanya kejutan ekonomi dengan bertumpu pada kekuatan domestik.

Berdasarkan survei proyeksi indikator makro ekonomi yang digelar Bank Indonesia (BI), mayoritas reponden masih optimis ekonomi negeri ini sepanjang 2020 akan bergerak positif di 0,24% (median +0,13%), sementara 41,7% responden lainnya lebih optimis dengan proyeksi growth 0,25%-2,24%. Pertumbuhan akan lebih cepat pada 2021, dengan mayoritas responden mengestimasi growth ekonomi di kisaran 2,25%-4,24%.

Pada tahun 2021, responden masih optimis perekonomian Indonesia akan semakin membaik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi 2020. PDB tahun 2021 diperkirakan tumbuh 3,46% (yoy), lebih tinggi dibanding proyeksi pertumbuhan tahun 2020 sebesar 0,03% (yoy). Responden memperkirakan peningkatan kinerja perekonomian pada tahun 2021 disebabkan oleh membaiknya perekonomian dunia, peningkatan daya beli masyarakat, dan adanya peningkatan investasi baik yang bersumber dari domestik maupun luar negeri.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi per kuartal. 

Tim duniaindustri.com menilai dengan kondisi 54,2% responden yang tetap optimis untuk menatap perbaikan ekonomi di kuartal IV 2020 dan 2021, itu menandakan kekuatan domestik mesti dipupuk dan diberi dukungan lebih besar. Sudah waktunya untuk seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu untuk merealisasikan pemulihan ekonomi yang lebih cepat, dengan kebijakan yang didukung penerapan protokol kesehatan.

Sinergi prioritas antara penerapan protokol kesehatan dan upaya perbaikan ekonomi, menurut tim Duniaindustri.com, dapat berjalan selaras dengan kontrol yang ketat dari regulator. Upaya tersebut disatukan dengan adanya vaksin virus Covid-19 dapat menjadi solusi utama untuk mengatasi pandemi dan dampaknya.

Terlebih lagi kuartal IV 2020, menurut tim Duniaindustri.com, merupakan momentum terbaik untuk membuat kejutan ekonomi berupa pijakan perbaikan, sekaligus mengkonfirmasi perubahan tren pelemahan menjadi tren pemulihan. Sejumlah katalis untuk pendorong tren pemulihan itu antara lain penguatan insentif yang lebih terarah, percepatan realisasi anggaran pemerintah, stimulus efisiensi harga energi secara temporer untuk menggairahkan daya beli masyarakat, dan penguatan dukungan bagi UMKM yang menjadi pondasi ekonomi kerakyatan.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 tampaknya masih menyelimuti iklim usaha di Indonesia, dengan meninggalkan luka bagi usaha besar maupun usaha kecil. Mengutip “Laporan Analisis Hasil Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha” yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), September 2020, sebanyak 8,67% perusahaan berhenti beroperasi, 5,45% perusahaan beroperasi dengan penerapan work from home (Wfh) untuk sebagian pegawai, 2,05% perusahaan beroperasi dengan WfH untuk seluruh pegawai.

Sementara 24,31% perusahaan beroperasi dengan pengurangan kapasitas (jam kerja, mesin, dan tenaga kerja), 0,49% perusahaan beoperasi bahkan melebihi kapasitas sebelum Covid-19, 58,95% perusahaan beroperasi seperti biasa.

“Laporan Analisis Hasil Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha” merupakan hasil survey BPS yang dilakukan sepanjang 10-26 Juli 2020 terhadap 34.559 responden. Secara umum, 6 dari setiap 10 perusahaan masih beroperasi seperti biasa.

Pada 5 provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi (Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat), secara rata-rata ada sebanyak 5 dari setiap 10 perusahaan masih beroperasi seperti biasa. Di DKI Jakarta, 29,56% perusahaan masih beroperasi seperti biasa, di Jawa Timur paling tinggi 58,2% perusahaan beroperasi biasa, disusul Jawa Tengah 55,05% perusahaan beroperasi biasa.

Dilihat dari sektornya, sekitar 77 dari setiap 100 perusahaan di sektor pengadaan air dan pengelolaan limbah, pertanian, peternakan dan perikanan, serta real estat masih beroperasi seperti biasa. Yang paling rendah adalah jasa pendidikan, hanya 27,29% yang beroperasi normal. Hanya sekitar 27 dari setiap 100 perusahaan di sektor jasa pendidikan yang masih beroperasi seperti biasa.

Sementara dilihat dari dampak Covid-19 terhadap pendapatan perusahaan, 82,29% usaha mikro besar (UMB) mengakui penurunan pendapatan, sementara untuk usaha mikro kecil (UMK) angkanya lebih tinggi yakni 84,2%.

Untuk beradaptasi, 15 dari setiap 100 perusahaan cenderung melakukan diversifikasi usaha selama pandemi. Tiga sektor dengan persentase tertinggi untuk diversifikasi usaha adalah industri pengolahan sebesar 21,97%, akomodasi dan makan minum sebesar 19,88%, serta perdagangan dan reparasi kendaraan 16,71%. Bahkan, 5 dari setiap 100 perusahaan menempuh upaya untuk beralih ke sektor yang berbeda dan bergerak ke sektor yang baru.

Sekitar 19% pelaku usaha memperkirakan hanya mampu bertahan maksimal hingga 3 bulan. Sementara 45% pelaku usaha yang melakukan diversifikasi usaha tetap optimis perusahaannya mampu bertahan lebih dari 3 bulan. Dan 8 dari setiap 10 perusahaan optimis dapat pulih maksimal 6 bulan ke depan.(*/tim redaksi 08 & 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 205 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 205 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

 
Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"