Selasa, 19 Desember 2017

Pentingnya Peran Big Data Analytic dalam Era Transformasi Digital

Perkembangan teknologi digital demikian pesat dengan ditopang lompatan teknologi internet of things (IoT) dan Big Data Analytic. Dunia terus mengalami perubahan dimana bidang usaha dibangun berdasarkan data dan perusahaan yang tidak mampu memahami bagaimana mengembangkan bisnis berdasarkan data akan tertinggal.

Industri keuangan, kesehatan, perdagangan, infrastruktur, manufaktur, maupun teknologi informasi selalu mengandalkan data yang kuat dan masukan yang akurat dalam pengambilan keputusan. Di era transformasi digital saat ini, sangat jelas bahwa big data merevolusi seluruh area industri mulai dari dalam organisasi hingga customer touch point.


Menyadari hal itu, Duniaindustri.com, sebuah startup khusus di segmen industri, berupaya untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan bertransformasi menjadi bank data industri digital. Selain itu, Duniaindustri.com juga meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dan keamanan bertransaksi online dengan mengadopsi teknologi "easy digital download". Dengan teknologi ini, user atau pelanggan dapat dengan mudah bertransaksi serta mengakses database industri secara lebih cepat, praktis, kapanpun dan di manapun berada.


Saat ini lebih dari 146 data historis industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi, menjadi kumpulan database di duniaindustri.com.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.



146 data historis industri yang bisa dimanfaatkan antara lain (update Awal November 2017):

Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel)

Riset Tren Pasar Oli Motor Per Provinsi 2014-2016 (Proyeksi Market Size 2017)
Data Transportasi, Infrastruktur, dan Logistik di Indonesia Timur (Skema Tol Laut)
Riset Tren Pasar Obat Generik, Etikal, dan OTC 2012-2018 (Data Industri Healthcare)
Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren PangsaPasar Market Leader)
Riset Tren Ekspansi Industri Semen 2015-2017 (Kajian Peta Kompetisi dan Strategi Penetrasi Pasar)  
Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast)
Riset Spesifik Market Size Industri Oli Pelumas (Tren Penjualan Dua Market Leader) new version
Data dan Riset Eksklusif Industri Pipa Baja 2012-2018 (Demand Trends dan Market Leader)
Data dan Kajian Pembangunan Infrastruktur 2015-2019 (Alternatif Pendanaan dan Skema Penjaminan)
Data dan Market Brief Industri Baja (Tren Pangsa Pasar dan Demand Growth 2016-2017)
Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)
Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026)
Data Komprehensif Infrastruktur Jalan 2015-2019

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017)
Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018
Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku
Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050

Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
Riset Pasar dan Database 500 Perusahaan Tekstil (Data Industri Tekstil Hulu-Hilir)
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia)
Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar)
Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah)
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku) 
Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016
Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
Outlook Industri Otomotif 2016-2018
Outlook Industri CPO 2016
Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
Data Penjualan Per Merek Mobil
Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
Data Industri Perkapalan Indonesia
Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)

Sumber: di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
*** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
**** Butuh copywriter specialist, klik di sini
***** Butuh content provider, klik di sini

Minggu, 17 Desember 2017

RI Negara Penghasil Nilai Tambah Industri Peringkat 9 Dunia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia menempati peringkat 9 dunia sebagai negara penghasil nilai tambah industri pada 2016. Peringkat Indonesia terus meningkat dari peringkat 18 pada tahun 1990, peringkat 15 pada tahun 2000, peringkat 14 pada tahun 2010, dan peringkat 11 pada tahun 2015.
 

Pemeringkatan tersebut dikutip berdasarkan data United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) 2017. Dalam 2 dekade terakhir, sektor manufaktur negara-negara berkembang memperlihatkan kinerja yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya posisi negara-negara berkembang di dalam 20 negara dengan nilai tambah sektor manufaktur terbesar di dunia.

China menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan di sektor manufakturnya dengan menduduki peringkat puncak dunia sejak tahun 2010. Sementara Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman berada di posisi 2, 3, 4 secara berurutan sejak 2010.


“Menurut United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia menempati peringkat 9 dunia sebagai negara penghasil nilai tambah industri. Kondisi ini bisa menjadi modal yang baik bagi Indonesia dalam terus membangun daya saing industri yang cukup disegani di dunia,” kata Airlangga Hartarto dalam Seminar Nasional Outlook Industri 2018 di Jakarta.


Menurut dia, sektor industri merupakan salah satu sektor yang mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Ini disebabkan karena sektor industri memiliki peranan untuk mengatasi masalah pengangguran dan terciptanya ekonomi berbasis agroindustri yang bersifat padat karya. Tidak heran jika sektor industri mampu menjadi mesin penggerak utama (prime mover) perekonomian nasional, sekaligus tulang punggung ketahanan ekonomi nasional dengan berbasis sumber daya lokal yang memiliki struktur keterkaitan dan kedalaman yang kuat.


Di sisi lain, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan industri. Apabila dikorelasikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dengan pertumbuhan sektor industri manufaktur. Jika pertumbuhan industri melambat, maka berdampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya. Hal ini dapat dipahami karena sektor industri merpakan kontributor paling besar terhadap perekonomian.


Pembangunan industri merupakan salah satu pilar pembangunan perekonomian nasional yang diarahkan dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan industri yang berkelanjutan serta didasarkan pada aspek pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Saat ini pembangunan industri sedang dihadapkan pada berbagai tantangan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan industri dan ekonomi nasional. Peningkatan daya saing industri merupakan salah satu pilihan yang harus dilakukan agar produk industri nasional mampu bersaing di dalam negeri maupun luar negeri.


Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2017 juga didorong oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. Dimana pada triwulan tersebut, pertumbuhan industri manufaktur non migas kembali tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Terdapat beberapa sub sektor industri yang menjadi pendorong utama di antaranya industri logam dasar, industri alat angkutan, industri makanan dan minuman, serta industri mesin dan perlengkapannya.


Peningkatan pertumbuhan industri pada triwulan III 2017 merupakan momentum yang baik untuk mengakselerasi pertumbuhan industri. Karena di saat yang bersamaan Pemerintah tengah membangun berbagai sarana infrastruktur dan desain regulasi yang tentunya akan berdampak positif terhadap perkembangan dunia usaha dan masyarakat secara umum.


Hingga saat ini, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah telah semakin membuahkan hasil positif untuk perkembangan industri. Mulai dari indeks daya saing yang semakin meningkat, jumlah investasi di sektor industri yang terus bertambah yang tentunya berdampak terhadap peningkatan populasi industri dan penyerapan tenaga kerja, capaian hilirisasi industri yang semakin baik hingga peningkatan jumlah usaha skala kecil yang telah mengaplikasikan ekonomi digital. Selain itu, pendidikan vokasi juga terus bertambah dan menghasilkan tenaga kerja yang tersertifikasi. Semua upaya dan capaian ini tentu tidak lepas dari peran serta dunia usaha khususnya pelaku industri, instansi pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah serta masyarakat Indonesia secara umum.
 

Untuk menjadi negara industri yang semakin disegani di dunia, maka diperlukan kerja bersama dalam rangka peningkatan daya saing dan daya tarik investasi, antara lain dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif, peningkaan kemampuan teknologi industri untuk mendorong peningkatan mutu, efisiensi dan produktivitas, kepastian hukum, pemberian fasilitas berupa insentif fiskal, dukungan bahan baku, energi, SDM dan pembiayaan serta kemudahan-kemudahan lain dalam rangka mendukung kegiatan usaha industri.

Berbagai potensi dan peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan industri perlu dimanfaatkan secara optimal agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang semakin berkualitas dan berkesinambungan. Peningkatan optimisme dunia usaha dan konsumen yang diukur dengan indeks tendesi bisnis dan indeks tendensi konsumen menunjukkan peluang yang cukup optimis dalam mengembangkan sektorsektor dunia usaha. Peluang pasar yang semakin besar baik dari pasar domestik maupun ekspor juga perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga momentum pertumbuhan yang semakin baik ini.


Selain itu, potensi pengembangan industri di wilayah luar Jawa yang dapat dimanfaatkan secara optimal tentu sangat bermanfaat bagi pemerataan penyebaran perwilayahan industri dan mereduksi ketimpangan ekonomi secara spasial. Potensi SDA yang terdapat di berbagai wilayah, perlu didorong oleh investasi dalam rangka mengoptimalkan hilirisasi industri pada masing-masing daerah.


Dari sisi keuangan dan perbankan, meningkatnya dana simpanan di bank pada berbagai wilayah di Indonesia semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembiayaan sektor industri dan sektor-sektor produktif lainnya. Pemanfaatan KUR juga perlu didorong untuk sektor-sektor industri mikro dan kecil yang mampu meningkatkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja.
 

Dengan mempertimbangkan berbagai capaian, potensi dan peluang industri ke depan maka Kementerian Perindustrian menetapkan target pertumbuhan industri pengolahan non migas pada tahun 2018 sebesar 5,67 persen. Dimana angka tersebut lebih baik dari realisasi pertumbuhan pada tahun 2017 ini. Pertumbuhan industri pada tahun 2018 akan didorong oleh semua sub sektor industry terutama industri makanan, industri bahan kimia dan barang dari kimia; industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional; industri logam dasar, industri barang dari logam serta industri alat angkutan.

Optimisme peningkatan pertumbuhan industri tersebut harus tentunya disertai dengan kerja bersama dengan menerapkan beberapa rencana aksi untuk mencapai target pertumbuhan industri dan pertumbuhan ekonomi yang semaki berkualitas. Adapun rencana aksi yang dapat dilakukan anatara lain:


1. Penyediaan Sumber Daya Alam (bahan baku) & Energi Untuk Pembangunan Industri Dalam Negeri
2. Peningkatan kemampuan teknologi industri untuk mendorong peningkatan mutu, efisiensi, dan produktifitas.
3. Memperluas Peran Sektor Keuangan Pada Pembiayaan Industri
4. Pemanfaatan Global Value Chain Oleh Industri Nasional.
5. Menerapkan NTM untuk produk yang berpotensi lebih efisien diciptakan di dalam negeri (subsitusi impor)
6. Perluasan pasar domestik dan ekspor produk-produk industri.
7. Dukungan Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan Industri yang menjadi potensi daerah.
8. Mengetahui Dampak Pergeseran Pola Konsumsi Masyarakat terhadap Industri.

Selanjutnya, dalam mencapai target akselerasi pertumbuhan industri, Kementerian Perindustrian telah memiliki enam program prioritas yang saat ini tengah dijalankan, ke enam program prioritas tersebut adalah:

1. Penguatan sumber daya manusia industri yang dengan target penciptaan satu juta sumber daya manusia tersertifikasi kompetensi pada 2019 melalui program Link and Match SMK.
2. Pendalam struktur industri lewat penguatan rantai nilai industri.
3. Pengembangan industri padat karya dan orientasi ekspor.
4. Pengembangan industri kecil dan menengah melalui platform digital.
5. Pengembangan industri berbasis sumber daya alam
6. Pengembangan wilayah industri.

Berbagai renana aksi dan program prioritas tersebut harus segera diimplementasikan pelaksanaannya agar Indonesia tidak kehiangan momentum untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Tantangan ke depan akan semakin berbeda dan kompleks mengingat dinamika dan persaingan ekonomi dunia yang semakin terbuka.

Di masa yang akan datang, Indonesia akan menghadapi tantangan bonus demografi, tantangan untuk mempercepat peningkatan produktivitas dan inovasi nasional, serta tantangan untuk menjawab ekspektasi dunia usaha dan masyarakat. Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu dipersiapakan infrastruktur sebagai kebutuhan dasar bagi semua elemen. Infrastruktur industri sebagai pra syarat peningkatan daya saing seperti infrastruktur teknologi, infrastruktur data, infrastuktur logistik, infrastruktur pasar dan SDM industri akan semakin ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitasnya.

Berbagai infrastuktur industri tersebut tentunya akan diintegrasikan bersamaan dengan rencana pembangunan 18 kawasan industri baru. Di samping itu, pengembangan infrastuktur strategis yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan meningkatkan konektivitas, produktivitas dan daya saing nasional diharapkan akan menekan angka kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan ekonomi.

Pada akhirnya, kerja bersama yang saling sinergi untuk membangun SDM, optimalisasi SDA (bahan baku) dan energi, optimalisasi investasi dan pembiayaan, harmonisasi regulasi, penyiapan infrastruktur, revitalisasi industri dan pemanfaatan akses pasar akan menghasilkan pembangunan industri yang inklusif dan berdaya saing tinggi. Hal ini tentunya akan menciptakan stabilitas ekonomi makro dan kesejahteraan ekonomi yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.(*)


Sumber: klik di sini


* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
*** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
**** Butuh copywriter specialist, klik di sini
***** Butuh content provider, klik di sini

Kamis, 14 Desember 2017

Bangun Pabrik Perakitan, Hyundai Panaskan Persaingan Pasar Truk

Hyundai Motor Company, perusahaan otomotif terbesar Korea Selatan (Korsel), meneken kesepakatan bisnis strategis dengan Artha Graha Group (AGG), kelompok usaha yang dikendalikan Tomy Winata (TW), untuk membangun pabrik perakitan truk di Indonesia. Pabrik itu akan memproduksi truk heavy duty Xcient dan model baru berkapasitas terpasang 2.000 unit per tahun.

Hyundai dan AGG, konglomerasi yang masuk 10 besar di Indonesia, akan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) pada Mei 2018 untuk merealisasikan rencana tersebut. Selain merakit truk, JV itu akan memasarkan dan menyediakan layanan purnajual.

Hyundai belum mengumumkan nilai investasi yang akan dikucurkan untuk perusahaan patungan itu, termasuk porsi kepemilikan saham. Yang pasti, seperti dilansir Yonhapnews, produksi perdana akan dilakukan semester II 2018. Hyundai komit untuk memasok model-model truk baru untuk mendorong volume penjualan.

Hyundai menilai, prospek pasar truk atau kendaraan komersial di Indonesia sangat menggiurkan. Saat ini, pabrikan Jepang meraup 90% pasar kendaraan komersial Indonesia karena mereka telah eksis di Indonesia sejak 1970. Sebagai perbandingan, raja kendaraan komersial Indonesia saat ini adalah Fuso, yang dikendalikan Daimler AG, diikuti Hino, dan Isuzu. Prinsipal non-Jepang juga turut bermain di pasar ini. Sebut UD Trucks dan raksasa India Tata Motors.

Hyundai memproyeksikan kebutuhan kendaraan komersial mencapai 100 ribu unit pada 2020, dari estimasi 2017 sebanyak 76 ribu unit. Katalis kuatnya adalah maraknya proyek reklamasi dan tentu saja geliat bisnis pertambangan, terutama batubara.

Indonesia akan menjadi basis produksi kendaraan komersial Hyundai di kawasan Asia Tenggara. Itu artinya, truk Hyundai rakitan Indonesia bakal diekspor ke negara-negara Asean, mengingat tak ada lagi hambatan tarif di kawasan ini.

“Hyundai akan mendukung penuh JV di Indonesia yang akan menjembatani dua kekuatan ekonomi di Asia. Dimulai dari Indonesia, kami akan berekspansi ke negara-negara Asean lainnya,” ujar Lee In-cheol, senior vice president of commercial vehicle export Division Hyundai seperti dilansir Korea Herald.

Masuknya Hyundai ke segmen truk akan membuat sengit persaingan pasar otomotif pada 2018. Sebelumnya, dua produsen mobil China juga sudah merealisasikan pembangunan pabrik dan mulai memasarkan produknya.

Geliat Mobil China
Wuling dan Sokonindo siap menambah sengit kompetisi pasar mobil di Indonesia. Pabrik baru PT Sokonindo Automobile (Sokonindo) yang terletak di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Propinsi Banten resmi dibuka untuk memulai produksi mobil-mobil merek Sokonindo.

Keseluruhan konstruksi pabrik Sokonindo telah selesai didirikan pada bulan Mei 2017 dan saat ini telah memulai proses produksi kendaraan. “Indonesia merupakan pasar utama bagi kami. Sehingga kami akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ASEAN dan global," ujar Alexander Barus, CO-CEO PT Sokonindo Automobile saat peresmian pabrik Sokonindo, di Serang, Banten, Selasa (28/11).

PT Sokonindo Automobile sendiri sejatinya bukan pemain baru di Indonesia, pasalnya sudah masuk ke Indonesia sejak November tahun lalu, namun menurut keterangan dari komisarisnya Alexander Barus, Sokon akan mulai berkiprah di Indonesia pada November 2015 ini.

Bersamaan dengan peresmian pabrik, PT Sokonindo Automobile (Sokonindo) membeberkan siap memproduksi model SUV terbaru Sokonindo, yaitu Glory 580. SUV jagoan Sokonindo ini akan diproduksi di Indonesia dan merupakan tipe bersetir kanan pertama yang diluncurkan.

“Produk Glory 580 merupakan salah satu model SUV 7 penumpang andalan kami. Dengan desain yang lapang dan berkualitas tinggi, kami berharap produk ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Apalagi produk ini juga dikembangkan dan diproduksi di pabrik Indonesia sehingga menawarkan nilai yang kompetitif di pasar otomotif Tanah Air,” ujar Franz Wang, Marketing Director PT Sokonindo Automobile.

Sebelumnya, sejak pertengahan tahun 2017 ini, Sokonindo juga telah memperkenalkan produk Pick-Up SuperCab di pasar kendaraan komersial yang juga diproduksi di pabrik ini. Tidak ketinggalan, untuk melayani para pelanggannya,  perusahaan terus mengembangkan jaringan penjualan dan layanan purna jual di seluruh Indonesia. Saat ini, 30 dealer SOKONINDO yang melayani penjualan dan layanan purna jual telah terdapat di Indonesia. Rencananya dalam tiga tahun ke depan, jumlah titik layanan penjualan dan purna jual ini akan bertambah menjadi 150 dealer.

Sementara Wuling mampu mencuri perhatian konsumen untuk segmen mobil MPV. Kehadiran perusahaan automotif asal China, Wuling Motors di Tanah Air cukup mendapat respons positif dari masyarakat. Tercatat hingga saat ini Wuling Motors berhasil menjual 2.212 unit mobil MPV Confero dengan berbagai tipe.

"Dari jumlah itu sebanyak 73 persen yang paling laku merupakan Confero S tipe L, sisanya tipe Confero C 14 persen, Confero 13 persen. Ini data terakhir Gaikindo per September," ujar Brand Manager Wuling Motors Dian Asmahani.(*)


Sumber: klik di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
*** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
**** Butuh copywriter specialist, klik di sini
***** Butuh content provider, klik di sini