Senin, 08 Mei 2017

Empat Kumpulan Database Spesifik Sektor Energi, Batubara, dan Listrik

Indonesia sebagai negara berkembang sangat membutuhkan energi dan listrik untuk pembangunan. Karena itu, tidak heran titik fokus pemerintah saat ini masih berkutat pada pembenahan di sektor energi dan listrik.

Untuk membedah data-data di sektor energi dan listrik, duniaindustri.com memiliki sedikitnya 4 data dan riset terkait pertumbuhan, titik fokus, dan korelasi tiga sektor tersebut terhadap pertumbuhan industri di negeri ini. Mari simak ulasannya berikut ini:

1) Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026)
2) Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050 (minyak bumi, gas, batubara, energi terbarukan, listrik)
3) Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
4) Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030

Berikut penjelasan detailnya:

1) Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026) ini dirilis Mei 2017 menampilkan data perbandingan BPP pembangkitan per wilayah per subsistem di Indonesia, tren harga produksi per kwh periode 2013-2016, perubahan regulasi tarif, peluang investasi pembangkit listrik, serta executive summary Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026. Data ini ditujukan untuk meng-capture tren perkembangan BPP pembangkitan tenaga listrik per daerah serta peluang investasi ke depan.

Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026) ini dimulai dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas pada halaman 2. Pada halaman 3, disajikan infografis menarik tentang pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah dikaitkan dengan sektor industri yang tumbuh tertinggi pada 2016 sebagai acuan per daerah.

Masuk ke halaman 4, ditampilkan dalam tabel grafik BPP pembangkitan 22 wilayah di Indonesia tahun 2016 dalam mata uang rupiah/kwh, dan disajikan dalam cent/kwh pada halaman 5. Diketahui dari data tersebut, BPP pembangkitan terendah dicatatkan oleh wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, sementara tertinggi oleh NTT.

Lebih detail, pada halaman 6-7 ditampilkan tabel BPP pembangkitan per subsistem di Indonesia dalam dua mata uang yakni Rp/kwh dan cent/kwh. Kemudian, pada halaman 8 ditampilkan biaya bahan bakar BUMN listrik di Indonesia periode 2015-2016, dan diteruskan dengan tren harga produksi per kwh periode 2013-2016 pada halaman 9.

Pada halaman 10, dijelaskan komposisi BPP tenaga listrik dalam APBN 2017. Dilanjutkan dengan tren perkembangan subsidi listrik, realisasi subsidi listrik periode 2012-2017, formula subsidi listrik 2017, serta tahapan penghapusan subsidi bagi pelanggan mampu pada halaman 11. Pada halaman 12-13, dijabarkan perubahan regulasi tarif dengan penetapan formula tarif keekonomian.

Beranjak ke halaman 14, data ini mulai menampilkan executive summary RUPTL 2017-2026 tentang rencana pengembangan pembangkit dan transmisi. Pada halaman 15, ditampilkan perkiraan kebutuhan listrik 2017-2026 dalam infrgrafis yang menarik sesuai dengan peta wilayah. Rencana penambahan pembangkit dideskripsikan detail pada halaman 16, ditambah tabel jenis pembangkit dan total perkiraan tambahan daya listrik periode 2017-2026. Rencana penambahan transmisi dan gardu induk juga dipaparkan pada halaman 17, sedangkan penambahan pembangkit dan transmisi GI 2017-2026 ditampilkan pada halaman 18.

Perbedaan komparasi kondisi sistem kelistrikan tahun 2016 dan 2019 ditampilkan pada halaman 19-20. Rencana pengembangan pembangkit mulut tambang ditampilkan dalam tabel lengkap pada halaman 21, lengkap dengan nama pembangkit listrik, kapasitas, dan periode COD. Beralih ke halaman 22, ditampilkan executive summary RUPTL 2017-2026 tentang proyeksi bauran energi. Bersambung ke halaman 22, ditampilkan perubahan komposisi bauran energi periode 2017 dan 2026. Terlihat, energi batubara akan mengalami penurunan porsi, sementara energi hydro dan geothermal justru meningkat. Disusul tren kebutuhan energi primer untuk kebutuhan pembangkitan dimulai dari BBM, batubara, gas (LNG dan gas bumi) periode 2017-2026, serta ketersediaan sumber energi, cadangan, produksi, dan umur pada halaman 24.

Pada halaman 25-27, ditampilkan strategi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) per wilayah lengkap dengan potensinya masing-masing. Disambung pada halaman 28-39, pengembangan pembangkit listrik dengan skema demand forecast menyesuaikan perkembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri, dari mulai daftar potensi pelanggan besar, alokasi distribusi daya listrik dari pembangkit terdekat, hingga ketersediaan infrastruktur transmisi dan gardu induk per wilayah.

Pada halaman 40-43, ditampilkan peluang investasi di sektor energi baru dan terbarukan, lelang proyek energi terbarukan di seluruh dunia dalam sebuah peta global, tren perkembangan harga listrik tenaga surya di berbagai negara dunia, serta perkembangan PLTS rooftop di Jerman. Pada bahasan terakhir, halaman 44-61, dijelaskan point-point penting regulasi baru di sektor ketenagalistrikan dari mulai Peraturan Menteri ESDM No 10 Tahun 2017 hingga Permen ESDM No 19 Tahun 2017.

Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026) sebanyak 62 halaman ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPS, DEN, PT PLN, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 134 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini

2) Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050 (minyak bumi, gas, batubara, energi terbarukan, listrik) ini dirilis Februari 2017 menampilkan data, outlook, proyeksi, estimasi, dan tren produksi energi di Indonesia serta kebutuhan energi di sektor industri periode 2015-2050. Data ini bermanfaat bagi para pelaku industri, investor, pengusaha di sektor energi, akademisi, pemilik perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050 (minyak bumi, gas, batubara, energi terbarukan, listrik) ini dimulai dengan dengan pemaparan outlook ekonomi Indonesia 2017 pada halaman 2-4. Perekonomian Indonesia pada 2017 diestimasi tumbuh 5,1% dengan sejumlah tantangan baik dari dalam maupun luar negeri seperti kesenjangan infrastruktur antar daerah serta perlambatan perekonomian China. Pada halaman 5, ditampilkan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas.

Pada halaman 6 ditampilkan highlight kondisi energi di Indonesia. Ketergantungan bahan bakar fosil masing tinggi. Bauran energi di Indonesia dapat diklasifikasi minyak bumi (46%), batubara (26%), gas bumi (23%), serta energi baru dan terbarukan (EBT) (5%).

Pada halaman 7 dijabarkan kondisi konsumsi listrik per kapita di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Konsumsi listrik per kapita di Indonesia lebih rendah dibanding Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Dilanjutkan dengan pembahasan energi sebagai modal pembangunan negara pada halaman 8-10.

Potensi minyak mentah Indonesia 2015-2050 ditampilkan pada halaman 11, disusul potensi produksi batubara Indonesia 2015-2050 ditampilkan pada halaman 12. Potensi batubara Indonesia 2015-2050 itu dilengkapi dengan porsi ekspor, dan porsi domestik terutama untuk kebutuhan industri, pembangkit, dan gasifikasi.

Khusus untuk gas dibahas pada halaman 13, terutama produksi gas LPG 2015-2050, total kebutuhan di Indonesia dan proyeksi impor hingga 2050. Lebih khusus lagi, pembahasan energi sebagai bahan baku dan bahan penunjang industri ditampilkan pada halaman 15, terutama untuk gas, bahan bakar minyak (BBM), liquid petroleum gas (LPG), batubara, bahan bakar nabati (BBN), biomassa, dan listrik terkait kebutuhan industri periode 2015-2050.

Selain sektor industri, ditampilkan juga kebutuhan energi untuk sektor transportasi terutama untuk BBG (gas), bahan bakar minyak (BBM), BBN, dan listrik.

Pada halaman 17, ditampilkan komparasi kebutuhan energi untuk industri pada 2025 dan 2050. Kebutuhan energi itu mencakup gas bumi, LPG, syngas, BBM, batubara, BBN, energi terbarukan, dan listrik. Pembahasan itu kemudian di-breakdown lebih spesifik pada gas bumi di halaman 18.
Pada halaman 19-27, ditampilkan proyeksi konsumsi energi di sektor sejumlah sektor mencakup industri, transportasi, rumah tangga, komersial, dan lainnya serta analisisnya.

Kemudian, data ini menampilkan highlights khusus untuk perkembangan energi listrik dan proyeksi kebutuhan industri mulai halaman 28-54. Dimulai dari sistem kelistrikan nasional 2015-2016 dengan menampilkan kapasitas terpasang pembangkit (per segmen), panjang jaringan transmisi listrik, konsumsi tenaga listrik, panjang jaringan distribusi, serta konsumsi listrik per kapita dan konsumsi listrik per golongan. (halaman 35)

Perkembangan subsidi listrik dan bauran BBM serta komposisi penjualan listrik 2016 ditampilkan pada halaman 36. Pada halaman 37, ditampilkan perkembangan biaya (cost), tarif, dan subsidi listrik periode 2003-2016. Wilayah usaha penyediaan tenaga listrik dari 24 badan usaha ditampilkan dengan infografis yang menarik pada halaman 38. Data tersebut diperkuat dengan rasio elektrifikasi negara-negara ASEAN (halaman 39).

Sedangkan komparasi rasio elektrifikasi Indonesia per daerah ditampilkan pada halaman 40, lengkap dengan tren nasional periode 2010-2019. Terdapat empat daerah di Indonesia yang rasio elektrifikasi-nya di bawah 70%.

Pada halaman 41, ditampilkan infografis sistem kelistrikan nasional dengan data kapasitas terpasang tiap daerah, status pasokan listrik per daerah, serta cadangan pasokan listrik per daerah dan secara nasional. Data tersebut dilengkapi dengan proyeksi kebutuhan listrik, konsumsi listrik, elastisitas, kebutuhan tambahan kapasitas periode 2015-2034. (halaman 42)

Selanjutnya, pada halaman 43 ditampilkan kebutuhan pengembangan pasokan listrik periode 2015-2034 dibagi sistem non-PLN, independent power producer (IPP), PLN dan PLN system, serta total kebutuhan tambahan. Pada halaman 44 ditampilkan bauran energi primer dan bauran energi pembangkit listrik dengan patokan realisasi 2013-2014 dan target 2025.

Pada halaman 46, dipaparkan proyeksi kebutuhan tenaga listrik 2016-2025 per pulau di Indonesia. Pada halaman 49-50, ditampilkan porsi tambahan kapasitas pembangkit per jenis pembangkit 2015-2025. Data tersebut dilengkapi dengan proyeksi kebutuhan bahan bakar per jenis pembangkit periode 2016-2025, dibagi dalam empat bahan bakar yakni gas, batubara, biomass, dan panas bumi. (halaman 48-50)

Sementara kebutuhan tambahan jaringan transmisi listrik periode 2016-2025 ditampilkan per golongan pada halaman 50. Kebutuhan tambahan gardu induk per golongan periode 2016-2025 ditampilkan pada halaman 51. Tren kebutuhan tambahan jaringan dan trafo distribusi periode 2016-2025 dipaparkan dalam infografis yang menarik pada halaman 52. Sedangkan kebutuhan investasi dari mulai distribusi, penyaluran, dan pembangkit periode 2016-2025 dipaparkan pada halaman 53. Proyeksi biaya pokok penyediaan listrik untuk periode 2016-2025 ditampilkan pada halaman 54.

Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050 (minyak bumi, gas, batubara, energi terbarukan, listrik) sebanyak 55 halaman ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dewan Energi Nasional (DEN), Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, dan perusahaan energi di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

3) Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019 ini dirilis Oktober 2016 menampilkan data, tren pertumbuhan kebutuhan listrik, proyeksi kebutuhan tambahan kapasitas, rasio elektrifikasi, tren konsumsi listrik, komparasi elektrifikasi di ASEAN, dan lainnya. Periode yang jadi fokus 2019-2019, bahkan untuk beberapa pembahasan terdapat proyeksi hingga 2025.

Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019 ini dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, laju urbanisasi, median usia penduduk, potensi pasar lokal, serta tren PDB per kapita. (halaman 2-4) Data makro ekonomi Indonesia ini dilengkapi dengan sebaran pertumbuhan ekonomi per daerah dengan perhitungan rata-rata PDB 2010-2030 untuk melihat daerah-daerah mana saja yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi tertinggi. (halaman 5)

Kemudian, data ini menampilkan highlights perkembangan sistem kelistrikan nasional 2015-2016 dengan menampilkan kapasitas terpasang pembangkit (per segmen), panjang jaringan transmisi listrik, konsumsi tenaga listrik, panjang jaringan distribusi, serta konsumsi listrik per kapita dan konsumsi listrik per golongan. (halaman 6) Perkembangan subsidi listrik dan bauran BBM serta komposisi penjualan listrik 2016 ditampilkan pada halaman 7.

Pada halaman 8, ditampilkan perkembangan biaya (cost), tarif, dan subsidi listrik periode 2003-2016. Wilayah usaha penyediaan tenaga listrik dari 24 badan usaha ditampilkan dengan infografis yang menarik pada halaman 9. Data tersebut diperkuat dengan rasio elektrifikasi negara-negara ASEAN (halaman 10). Sedangkan komparasi rasio elektrifikasi Indonesia per daerah ditampilkan pada halaman 11, lengkap dengan tren nasional periode 2010-2019. Terdapat empat daerah di Indonesia yang rasio elektrifikasi-nya di bawah 70%.

Pada halaman 12, ditampilkan infografis sistem kelistrikan nasional dengan data kapasitas terpasang tiap daerah, status pasokan listrik per daerah, serta cadangan pasokan listrik per daerah dan secara nasional. Data tersebut dilengkapi dengan proyeksi kebutuhan listrik, konsumsi listrik, elastisitas, kebutuhan tambahan kapasitas periode 2015-2034. (halaman 13)

Selanjutnya, pada halaman 14 ditampilkan kebutuhan pengembangan pasokan listrik periode 2015-2034 dibagi sistem non-PLN, independent power producer (IPP), PLN dan PLN system, serta total kebutuhan tambahan. Pada halaman 15 ditampilkan bauran energi primer dan bauran energi pembangkit listrik dengan patokan realisasi 2013-2014 dan target 2025.

Pada halaman 16-18, diulas landasan hukum pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional. Pada halaman 19, dipaparkan proyeksi kebutuhan tenaga listrik 2016-2025 per pulau di Indonesia. Pada halaman 20-22, ditampilkan porsi tambahan kapasitas pembangkit per jenis pembangkit 2015-2025. Data tersebut dilengkapi dengan proyeksi kebutuhan bahan bakar per jenis pembangkit periode 2016-2025, dibagi dalam empat bahan bakar yakni gas, batubara, biomass, dan panas bumi. (halaman 23-24)

Sementara kebutuhan tambahan jaringan transmisi listrik periode 2016-2025 ditampilkan per golongan pada halaman 25. Kebutuhan tambahan gardu induk per golongan periode 2016-2025 ditampilkan pada halaman 26. Tren kebutuhan tambahan jaringan dan trafo distribusi periode 2016-2025 dipaparkan dalam infografis yang menarik pada halaman 27. Sedangkan kebutuhan investasi dari mulai distribusi, penyaluran, dan pembangkit periode 2016-2025 dipaparkan pada halaman 28. Proyeksi biaya pokok penyediaan listrik untuk periode 2016-2025 ditampilkan pada halaman 29.

Terkait kebijakan pemerintah, payung hukum, dan arah serta strategi pengembangan listrik ke depan ditampilkan pada halaman 30-33. Sementara tantangan dan solusi pengembangan listrik ke depan ditampilkan pada halaman 34-37.

Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019 sebanyak 38 halaman ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPS, WHO dan Bank Dunia, dan perusahaan listrik terbesar di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

4) Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri batubara di Indonesia, mulai dari tren pertumbuhan pasar batubara secara global, permintaan/demand pasar global, tren harga komoditas batubara dunia, tren produksi batubara Indonesia, tren kebutuhan lokal batubara di Indonesia dan ekspor batubara Indonesia, sumberdaya dan cadangan batubara per provinsi, kebutuhan batubara di sektor industri, harga jual rata-rata pemain batubara, produksi batubara di Asia dan ASEAN, hingga produsen batubara terbesar di Indonesia, pemilik cadangan batubara terbesar, strategi ekspansi ke depan, serta kinerja keuangan para pemain batubara di negeri ini.



Data ini dimulai dari informasi umum terkait perkembangan Indonesia, mulai dari proyeksi pertumbuhan ekonomi periode 2014-2019, jumlah penduduk, segmentasi penduduk, dan peluang pasar di Indonesia (halaman 2). Selanjutnya, ditampilkan tren pasokan-permintaan (supply-demand) di dunia, serta tren yang terjadi di sejumlah negara pasar utama batubara dunia (halaman 2). Khusus untuk pasar batubara China dan India ditampilkan tren yang terjadi pada halaman 3-4. Halaman 5-6 ditampilkan tren harga indeks batubara global. Secara khusus di halaman 7 dipaparkan proyeksi harga batubara thermal (thermal coal) dan met coal di dunia untuk periode 2014-2017.

Sementara permintaan (demand) batubara untuk pembangkit listrik dan kebutuhan industri secara global dipaparkan pada halaman 8 untuk periode 2015-2035. Segmentasi pasar batubara termal juga ditampilkan lebih detail pada halaman 9 meliputi pangsa pasar, sejumlah pasar utama, serta tren secara periodik sejak 2008-2034.



Di halaman 10, secara khusus ditampilkan tren konsumsi batubara di Asia Tenggara, yang tumbuh signifikan dari 214 juta ton pada 2013 menjadi 360 juta ton pada 2020 dan 600 juta ton pada 2030. Ditampilkan juga produksi batubara di Asia Tenggara sejak 1990-2035 dan tren harga batubara di Asia Tenggara. Di halaman 11 dijelaskan pasar batubara pada 2015 dan prospek batubara ke depan.

Di halaman 12, dijelaskan dalam chart tren produksi, kebutuhan lokal, dan ekspor batubara Indonesia sejak 2008-2035. Di halaman 13-15 ditampilkan data kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik di Indonesia periode 2015-2019, baik yang existing maupun penambahan baru dalam program 35.000 megawatt. Dalam 10 tahun ke depan, PT PLN (Persero) memiliki rencana menambah pembangkit listrik sebesar 70 gigawatt (GW) yang 60% di antaranya bertenaga batubara. Informasi tersebut dijelaskan lebih detail pada halaman 16 terkait kebutuhan batubara per sektor industri, yakni PLTU, semen, pupuk, metalurgi, tekstil, kertas, dan briket periode 2015-2019.



Di halaman 17 ditampilkan tren produksi batubara Indonesia sejak 2005-2025, ketika produksi batubara nasional hanya mencapai 150 juta ton pada 2005 dan terus meningkat menjadi 628 juta ton pada 2025. Mulai 2012, Indonesia telah menjadi eksportir batubara terbesar di dunia sebesar 387,4 juta ton melampui Australia, demikian juga pada 2013 hingga saat ini.

Di halaman 19-21 ditampilkan secara detail terkait sumberdaya dan cadangan batubara Indonesia per provinsi, meliputi kualitas batubara, kriteria kalori, hipotetik, tereka, tertunjuk, terukur, dan cadangannya. Di halaman 22, ditampilkan data top 9 perusahaan produsen batubara terbesar di Indonesia, meliputi cadangan, produksi 2014-2015 serta R/P ratio.



Selain itu, halaman 23-51 ditampilkan tiga perusahaan batubara terbesar di Indonesia, dari sisi produksi, ekspor, dan cadangan. Ketiga perusahaan itu adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). Data tiga perusahaan tersebut dikupas mulai dari sejarah berdiri, kapasitas produksi, komposisi pemegang saham, anak usaha, lokasi penambangan batubara, strategi ekspansi ke depan, volume penjualan dan kinerja keuangan. Juga ikut ditampilkan struktur beban produksi serta harga jual rata-rata.

Data sebanyak 52 halaman ini berasal dari Kementerian ESDM, BPS, asosiasi batubara, sejumlah perusahaan batubara di Indonesia, dan diolah duniaindustri.com.

Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

sumber: di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 134 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini

 

Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah

Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026) ini dirilis Mei 2017 menampilkan data perbandingan BPP pembangkitan per wilayah per subsistem di Indonesia, tren harga produksi per kwh periode 2013-2016, perubahan regulasi tarif, peluang investasi pembangkit listrik, serta executive summary Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026. Data ini ditujukan untuk meng-capture tren perkembangan BPP pembangkitan tenaga listrik per daerah serta peluang investasi ke depan.

Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026) ini dimulai dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas pada halaman 2. Pada halaman 3, disajikan infografis menarik tentang pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah dikaitkan dengan sektor industri yang tumbuh tertinggi pada 2016 sebagai acuan per daerah.

Masuk ke halaman 4, ditampilkan dalam tabel grafik BPP pembangkitan 22 wilayah di Indonesia tahun 2016 dalam mata uang rupiah/kwh, dan disajikan dalam cent/kwh pada halaman 5. Diketahui dari data tersebut, BPP pembangkitan terendah dicatatkan oleh wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, sementara tertinggi oleh NTT.

Lebih detail, pada halaman 6-7 ditampilkan tabel BPP pembangkitan per subsistem di Indonesia dalam dua mata uang yakni Rp/kwh dan cent/kwh. Kemudian, pada halaman 8 ditampilkan biaya bahan bakar BUMN listrik di Indonesia periode 2015-2016, dan diteruskan dengan tren harga produksi per kwh periode 2013-2016 pada halaman 9.

Pada halaman 10, dijelaskan komposisi BPP tenaga listrik dalam APBN 2017. Dilanjutkan dengan tren perkembangan subsidi listrik, realisasi subsidi listrik periode 2012-2017, formula subsidi listrik 2017, serta tahapan penghapusan subsidi bagi pelanggan mampu pada halaman 11. Pada halaman 12-13, dijabarkan perubahan regulasi tarif dengan penetapan formula tarif keekonomian.

Beranjak ke halaman 14, data ini mulai menampilkan executive summary RUPTL 2017-2026 tentang rencana pengembangan pembangkit dan transmisi. Pada halaman 15, ditampilkan perkiraan kebutuhan listrik 2017-2026 dalam infrgrafis yang menarik sesuai dengan peta wilayah. Rencana penambahan pembangkit dideskripsikan detail pada halaman 16, ditambah tabel jenis pembangkit dan total perkiraan tambahan daya listrik periode 2017-2026. Rencana penambahan transmisi dan gardu induk juga dipaparkan pada halaman 17, sedangkan penambahan pembangkit dan transmisi GI 2017-2026 ditampilkan pada halaman 18.

Perbedaan komparasi kondisi sistem kelistrikan tahun 2016 dan 2019 ditampilkan pada halaman 19-20. Rencana pengembangan pembangkit mulut tambang ditampilkan dalam tabel lengkap pada halaman 21, lengkap dengan nama pembangkit listrik, kapasitas, dan periode COD. Beralih ke halaman 22, ditampilkan executive summary RUPTL 2017-2026 tentang proyeksi bauran energi. Bersambung ke halaman 22, ditampilkan perubahan komposisi bauran energi periode 2017 dan 2026. Terlihat, energi batubara akan mengalami penurunan porsi, sementara energi hydro dan geothermal justru meningkat. Disusul tren kebutuhan energi primer untuk kebutuhan pembangkitan dimulai dari BBM, batubara, gas (LNG dan gas bumi) periode 2017-2026, serta ketersediaan sumber energi, cadangan, produksi, dan umur pada halaman 24.

Pada halaman 25-27, ditampilkan strategi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) per wilayah lengkap dengan potensinya masing-masing. Disambung pada halaman 28-39, pengembangan pembangkit listrik dengan skema demand forecast menyesuaikan perkembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri, dari mulai daftar potensi pelanggan besar, alokasi distribusi daya listrik dari pembangkit terdekat, hingga ketersediaan infrastruktur transmisi dan gardu induk per wilayah.

Pada halaman 40-43, ditampilkan peluang investasi di sektor energi baru dan terbarukan, lelang proyek energi terbarukan di seluruh dunia dalam sebuah peta global, tren perkembangan harga listrik tenaga surya di berbagai negara dunia, serta perkembangan PLTS rooftop di Jerman. Pada bahasan terakhir, halaman 44-61, dijelaskan point-point penting regulasi baru di sektor ketenagalistrikan dari mulai Peraturan Menteri ESDM No 10 Tahun 2017 hingga Permen ESDM No 19 Tahun 2017.

Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026) sebanyak 62 halaman ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPS, DEN, PT PLN, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 134 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini

Rabu, 03 Mei 2017

Membedah Bisnis Oli Pelumas dalam Data dan Angka

Bisnis oli pelumas memang menggiurkan dan terus bertumbuh secara positif. Betapa tidak, lihat saja motor dan mobil yang berseliweran di jalan dan membutuhkan oli.

Untuk membedah sektor industri ini secara detail, duniaindustri.com membuat riset eksklusif. Mari kita simak penjelasan detailnya.

Isi konten "Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017)" per halaman:

Nomor Halaman        Isi
1.             Sampul depan
2.             Tabel tren pertumbuhan ekonomi 2015-2017 per kuartal, inflasi, SPN 3 Bulan, Nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, dan lifting gas
3.             Komparasi ekonomi daerah per pulau di Indonesia, misal Kalimantan: 7,7% terhadap PDB, perekonomian tumbuh 6,3%, tingkat kemiskinan 2,1%
4.             Tabel highlight pasar Indonesia dengan tingkat konsumsi terbesar keempat di dunia dengan jumlah konsumen kelas menengah 45 juta jiwa.
5.             Tabel berisi populasi, PDB nominal, PDB per kapita, laju urbanisasi, jumlah konsumen kelas menengah & atas, media dari usia periode 2010-2019F
6.             Tabel peningkatan penghasilan (PDB dalam US$ miliar) periode 2008-2019F
7.             Peta populasi penduduk per provinsi di Indonesia, digambarkan dengan ukuran warna
8.             Tabel sebaran populasi penduduk per provinsi 2016, mencakup jumlah populasi per provinsi, komposisi terhadap total penduduk, kerapatan (density) populasi, jumlah rumah tangga, dan rata-rata jumlah anggota dalam rumah tangga
9.             Penjelasan riset khusus duniaindustri.com untuk oli mobil per provinsi, metode riset, basis data, data penunjang.
10.             Tabel pertumbuhan volume pasar oli mobil per provinsi 2015-2017F
11.             Tabel penjualan mobil 2016 per provinsi, total populasi mobil per provinsi hingga 2015, total penjualan mobil 2016 + populasi hingga 2015, volume pasar oli 2016 (liter)
12.             Grafik top 10 pasar oli mobil per provinsi berdasarkan volume penjualan
13.             Tabel volume pasar oli mobil per provinsi dan nilai pasar oli mobil per provinsi pada 2016
14.             Tabel top 10 pasar oli mobil per nilai penjualan per provinsi 2016
15.             Tabel sebaran komposisi penjualan mobil per provinsi
16.             Tabel tren volume penjualan motor (2W) dan mobil (4W) periode 2015-2019F
17.             Tabel jumlah kendaraan beroperasi periode 2006-2016, klasifikasi pendapatan masyarakat 2012 & 2020, tingkat penetrasi per 2015
18.             Penjelasan tentang highlights industri oli pelumas, termasuk sejarah regulasi di Indonesia sejak 2001
19.             penjelasan kebutuhan oli pelumas seluruh sektor di Indonesia pada 2011, dibandingkan dengan negara-negara ASEAN
20.            penjelasan kapasitas dasar produksi pelumas di Indonesia
21.             penjelasan dua pabrik penyulingan minyak untuk bahan dasar pelumas di Indonesia
22.             pangsa pasar industri oli 2007 per perusahaan (dalam grafik jpeg)
23.             pangsa pasar industri oli 2011 per perusahaan (dalam grafik jpeg)
24.             tabel peta pangsa pasar perusahaan pelumas di Indonesia 2011 berdasarkan volume penjualan
25.             Grafik pangsa pasar industri oli secara umum per perusahaan terbesar tahun 2015 (dalam grafik jpeg)
26.             Tabel nilai pasar (market size) dan persentase pertumbuhan industri oli secara umum periode 2013-2016, juga neraca ekspor-impor industri oli periode 2014-2015
27.             tabel dan pointers analisis pertumbuhan demand oli pelumas di pasar domestik periode 2011-2016
28.             pointers analisis peta persaingan bisnis oli pelumas sejak 1997-2015
29.             pointers analisis peta persaingan bisnis oli pelumas dengan 5 merek yang mendominasi
30.             pointers analisis salah satu merek oli pelumas
31.             pointers analisis salah satu merek oli pelumas pemain baru (new comers)
32.             pointers ekspansi dua market leader bisnis oli pelumas di Indonesia
33.             tabel komposisi pengguna oli, dibedakan dua yakni oli untuk otomotif (motor dan mobil), serta oli industri (pabrik/mesin), tren komposisi persentase periode 2011-2016
34.             grafik persentase komposisi oli mobil dan oli motor terhadap total oli otomotif
35.             tabel volume pasar oli otomotif dan oli industri, serta market size oli otomotif dan oli industri periode 2011-2016
36.             grafik pangsa pasar oli otomotif 2014
37.             grafik pangsa pasar oli otomotif 2015
38.            grafik pangsa pasar oli otomotif 2016
39.            sampul penutup

Atau dalam bentuk executive summary seperti di bawah ini:

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) ini dirilis April 2017 menampilkan data, tren pasar, pertumbuhan volume pasar dan market size, dan proyeksi ke depan seputar industri oli pelumas mobil secara khusus dan industri oli pelumas otomotif secara umum. Disajikan dalam tabel, grafis, dan tabulasi data yang menarik, riset eksklusif ini diharapkan menjadi acuan pertumbuhan bisnis pemain oli mobil serta stakeholders terkait lainnya.

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) ini dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan ekonomi (PDB) 2015-2017F per kuartal, tren inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, dan lifting gas (halaman 2). Disusul grafis menarik berisi komparasi pertumbuhan daerah per pulau di Indonesia dengan tingkat kemiskinan di daerah pada 2016 (halaman 3).

Berlanjut ke halaman 4, ditampilkan highlight pasar Indonesia dengan tingkat konsumsi terbesar keempat di dunia dengan jumlah konsumen kelas menengah 45 juta jiwa. Lebih detail, tren populasi penduduk di Indonesia periode 2010-2019F ditampilkan bersama PDB per kapita, laju urbanisasi, serta jumlah konsumen kelas menengah & atas (halaman 5). Meski dua tahun terakhir ekonomi Indonesia mengalami perlambatan, tren peningkatan penghasilan dalam PDB terus meningkat sejak 2008-2019F seperti ditampilkan pada halaman 6.

Kemudian, di halaman 7 ditampilan grafis menarik tentang populasi penduduk dilihat dari kepadatan per daerah. Disusul pada halaman 8, ditampilkan data tabulasi jumlah populasi penduduk per provinsi pada 2016, densitas (density) populasi per kilometer persegi, jumlah rumah tangga, dan rata-rata anggota rumah tangga.

Masuk ke halaman 9, tim duniaindustri.com membuat pembahasan eksklusif tentang riset tren pasar oli pelumas mobil per provinsi 2015-2017F dengan metode kuantitatif dengan model regresi explanatory linier. Model pendekatan ini diambil karena memiliki basis data yang kuat, yakni penjualan dan populasi mobil per provinsi di Indonesia, dikomparasi dengan data-data penunjang lainnya sehingga menampilkan data yang akurat. Pada halaman 10, disajikan tren volume pasar oli mobil per provinsi (34 provinsi) periode 2015-2017F dalam satuan liter.

Sebagai acuan perhitungan, pada halaman 11, ditampilkan data tren penjualan mobil 2016 dan populasi mobil hingga 2015 per provinsi untuk mengukur total pasar oli mobil di Indonesia per provinsi. Top 10 provinsi dengan pasar oli mobil terbesar berdasarkan volume disajikan pada halaman 12.

Pada halaman 13, ditampilan perbandingan antara volume pasar dan nilai pasar (market size) industri oli pelumas mobil per provinsi pada 2016. Top 10 pasar oli mobil berdasarkan nilai disajikan pada halaman 14.

Data-data penunjang riset eksklusif di atas disajikan pada halaman 15-17, antara lain sebaran komposisi penjualan mobil per provinsi, tren penjualan mobil per unit periode 2005-2019F, serta tren populasi mobil (jumlah kendaraan beroperasi) periode 2006-2016.

Berlanjut ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 18-21 ditampilkan highlight industri oli pelumas di Indonesia. Sejak tahun 2001, pasar oli pelumas di Indonesia mulai terbuka dengan dikeluarkannya regulas Peraturan Presiden RI No 21/2001. Juga dipaparkan kondisi produksi oli pelumas di Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Di halaman 22-25, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia secara umum. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015.

Di halaman 26 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 27, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Pada halaman 28-32, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Berlanjut ke riset khusus, duniaindustri.com membuat riset eksklusif tentang komposisi segmen pengguna oli yang dibagi dua, yakni oli otomotif dan oli industri. Tren periode 2011-2016 menunjukkan porsi pasar oli otomotif lebih mendominasi (halaman 33). Dari oli otomotif, ternyata oli motor menyumbang komposisi terbesar (halaman 34).

Pada halaman 35, dijabarkan tren volume pasar dan nilai pasar (market size) oli otomotif dan oli industri di Indonesia periode 2011-2016. Data itu diperkuat dengan top 10 market leader oli pelumas otomotif tahun 2014 (halaman 36), tahun 2015 (halaman 37), dan tahun 2016 est (halaman 38).

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) sebanyak 39 halaman ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, asosiasi industri dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data industri atau riset pasar, total ada 133 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini

133 Kumpulan Resume, Materi Presentasi, dan Database Spesifik

Berbicara strategi inovasi perusahaan tentu strategi pengembangan bisnis baik di bidang produksi dan prosesnya, distribusi, pemasaran, hingga jasa atau layanan after sales. Inovasi belakangan ini menjadi kata yang sangat penting dalam persaingan pasar, faktor pendorong kinerja perusahaan, dan tolak ukur maju-mundurnya profit perusahaan.

Tidak hanya di tingkat mikro, dalam tataran makro yakni perekonomian negara, inovasi juga berperan penting dalam menentukan arah kebijakan ekonomi suatu negara. Dengan kata lain, inovasi dan kreativitas sangat berperan dalam maju mundurnya perekonomian suatu bangsa.

Dalam kondisi seperti saat ini, dimana tingkat permintaan global cenderung rendah, harga komoditas bergerak lambat, dan perubahan kebijakan negara maju berimbas pada ekonomi nasional, dibutuhkan inovasi dan kreativitas untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Inovasi mutlak diperlukan untuk memenangi persaingan yang sangat ketat, mendorong perusahaan untuk meningakatkan strategi dalam berproduksi dan berkarya sehingga ikut mendukung kemajuan ekonomi nasional.

Sebaliknya, keterbatasan inovasi dalam pengelolaan daya saing justu dapat menjadi hambatan perkembangan bisnis perusahaan dan akhirnya berimbas pada laju pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak sesuai harapan. Inovasi dapat menyentuh paradigma-paradigma kolot yang tidak mau mengubah mindset, mengubah tantangan menjadi peluang, agar bersama-sama dapat menciptakan produk dan jasa asal Indonesia yang berdaya saing di tingkat global.

Inovasi dalam defisini umum bermakna proses organisasi dalam memperkenalkan ide, alur kerja, metodologi, dan produk atau layanan baru yang berbeda sehingga memberikan nilai tambah dan bermanfaat secara luas. Sejumlah pakar ekonomi dunia membuat slogan dalam pengembangan strategi perusahaan yakni berinovasi atau mati.

Slogan itu tidaklah berlebihan karena mengingat pentingnya inovasi dalam menyokong perkembangan bisnis perusahaan. Makin berkembang inovasi di suatu perusahaan, makin hebat kinerjanya, dan makin tinggi profit yang dihasilkan.

Inovasi juga terbukti menjadi salah satu strategi yang dapat membantu berbagai perusahaan untuk dapat bertahan mengikuti perkembangan zaman dan mendukung pertumbuhan kinerja keuangan. Dengan adanya inovasi, perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Boeing, dan Tesla dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan di industri yang mereka geluti, sementara di sisi lain inovasi dapat mendorong perusahaan-perusahaan baru seperti Uber dan Xiaomi dapat tumbuh dengan cepat.

Untuk mendukung tumbuhnya strategi inovasi perusahaan, duniaindustri.com berupaya menyajikan fasilitas pendukung berupa data dan database terlengkap dan terupdate. Lebih dari 133 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.

Database industri sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun perorangan, investor, pemangku kebijakan, direksi perusahaan, marketer, lembaga pemerintahan, institusi asing, lembaga pembiayaan, mahasiswa, dan lainnya.

Di era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, data sudah dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan secara profesional. Seluruh rantai bisnis industri (supply-demand chain) membutuhkan data untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan efisien. 

Di setiap lini usaha, mulai dari pembelian bahan baku, pencarian vendor, proses pengolahan, marketing, distribusi, ekspor-impor, semua membutuhkan data, analisis, dan riset. Bahkan, persaingan pasar juga membutuhkan data, analisis, dan riset untuk mengintip kekuatan-kelemahan pesaing (market intelligence), mempelajari strategi kompetitor, mengakuisisi pelanggan, mempertahankan pangsa pasar, edukasi pasar, edukasi konsumen, brand awareness, dan lainnya.



Namun, di Indonesia sering terjadi pencarian data, analisis, dan riset sulit dilakukan karena terbatasnya akses informasi, ruang publik, ekosistem yang belum berkembang, serta ketiadaan forum/ajang interaksi jual-beli data. Karena itu, tidak heran, harga (nilai) sebuah data dapat melambung tinggi karena keterbatasan pasokan, sementara kebutuhan tergolong tinggi.

Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Cikarang, Bandung, Surabaya, Palu, Bali, dan daerah lainnya.


Duniaindustri.com memperkenalkan fitur terbaru yakni download database industri aktual. Lebih dari 133 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.

Indeks Data Industri yang bisa didownload (133 database):

Data Komprehensif Infrastruktur Jalan 2015-2019
Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017)
Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018
Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku
Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050

Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
Riset Pasar dan Database 500 Perusahaan Tekstil (Data Industri Tekstil Hulu-Hilir)
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia)
Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar)
Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah)
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku) 
Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016
Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
Outlook Industri Otomotif 2016-2018
Outlook Industri CPO 2016
Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
Data Penjualan Per Merek Mobil
Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
Data Industri Perkapalan Indonesia
Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)

Sumber: di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 133 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini



Selasa, 02 Mei 2017

Comprehensive Data of Road Infrastructure 2015-2019

Comprehensive Data on Road Infrastructure 2015-2019 was released in late April 2017 showing data, outlook, study, analysis, and research related to all information about road infrastructure in Indonesia. This comprehensive data captures the actual conditions, networks, quality, funding needs, backlogs, status and authority of road infrastructure in Indonesia for the period 2015-2019.

This comprehensive data starts from Indonesia’s economic outlook for 2017 (page 2-3), the trend of economic growth outlook for Indonesia in the quarter of 2014-2017 period (page 4), and economic value added value per region (page 5). On page 6-7, Indonesia’s infrastructure budget allocation per sector, from road infrastructure, rail, sea, air, land, urban transportation, electricity infrastructure, oil and gas infrastructure, telecommunication, water storage and housing, authorized agency.

Admission to the special discussion shows the condition of road infrastructure in Indonesia, ranging from the percentage of road transport, the length of the national road network, and road support in national connectivity (page 8). Continued on page 9, describing the quality of the road and its impact on the national competitiveness rating (page 9).

On page 10, the road infrastructure investment requirement from the strategic plan to the backlog is displayed from 2015 to 2019. Continue to page 11, elaborated on the length of the national road network, provincial roads, district roads, complete with road stability status, and authorized agencies.

The road investment requirement for the 2012-2017 period is explained in detail on page 12. Connecting priority road infrastructure development from 35 strategic areas on page 13. Comparison of road infrastructure in 2015 and 2019 (target) is shown on page 14. Strategy of road infrastructure development combined with modes Other transportation is presented on page 15, such as road support to 24 new ports and road support to 15 new airports. On page 16, a national strategic project for the development of road infrastructure, from the southern coastline of Java to trans-Papua.

Road development support for marine toll programs is also shown on pages 17-19. Followed then, the condition of road infrastructure in Papua on page 20, as well as the master plan of Trans Papua road on pages 21-22. As a more detailed explanation, it describes the support of road access to ports in the 10 focusing provinces up to 2019 on page 23. Moreover, generally presented, the comparative trends in the development of road infrastructure versus rail and sea tracks on page 24.

Especially the toll road, described in detail on the page (25-26) includes the projection of the toll road development period 1978-2019 along with the annual growth, and the estimated improvement of toll roads in Indonesia in 2017.

This comprehensive data is equipped with data on transportation and logistic support infrastructure in Indonesia, such as airport distribution until 2030 (pages 27-28). The number of public airports is currently 189 airports, consisting of 26 commercial airports (managed by PT Angkasa Pura) and 1,643 non-commercial airports on page 29. In 2030, 44 new airports will be added, bringing the total number up to 233 airports. Also expressed are PT Angkasa Pura I and II expansion in airport expansion, including: investment requirement, capacity addition, and growth percentage (page 30).

In addition, the port infrastructure is quite vital as Indonesia has the world’s fourth longest shoreline (95,181 km) on page 31. The current port number is 2,392 ports consisting of 111 commercial ports, 1,481 non-commercial ports and 800 special terminals. There are plans to add 91 new ports in eastern Indonesia with an investment of Rp 3.37 trillion. (Page 32) Followed by a special discussion on railway infrastructure on pages 33-36.

This comprehensive data also shows the ratio of logistic costs per industry sub-sector, consisting of 24 industry sectors ranging from food, sugar, cigarette, textile, paper, fertilizer, chemical, cement, plastics, rubber, metal, steel, electrical and automotive industries . (Page 37)

In addition, the priority infrastructure development plan for the 2015-2019 period is complete with estimates of costs and market size comparisons of manufacturing, logistics and transportation industries, construction, agri, and other services. (Pages 38-43)

The 44-page Street Comprehensive Infrastructure Data 2015-2019 comes from BPS, Ministry of Public Works and People’s Housing (DG of Highways), Bappenas, Ministry of Industry, Investment Coordinating Board (BKPM), Ministry of Transportation, and processed duniaindustri.com. Industrial database index is the latest feature in duniaindustri.com which displays dozens of data options according to the needs of users. All data is presented in pdf format so that it is easy to download after users perform process according to procedure, that is click purchase (purchase), click checkout, and fill form. Duniaindustri.com prioritizes the validity and validity of the data sources presented.(*)

Source: click here
* Need others data or database, there are 133 database totaly, click here
** Need market research or market intelligence data, click here
*** Need content provider, click here